PENDAHULUAN
Latar Belakang Masalah
Kepemimpinan kepala sekolah yang baik hendaknya mengupayakan peningkatan kinerja guru melalui program peningkatan kapasitas tenaga kependidikan (Hartini, 2011). Dairi berjudul : Pengaruh Kepemimpinan Kepala Sekolah Terhadap Kinerja Guru Melalui Kepuasan Kerja Dan Kompensasi Guru Sebagai Variabel Intervening Pada Sekolah Menengah Negeri Di Kecamatan Siempat Nempu Hulu Kabupaten Dairi.
Identifikasi Masalah
Faktor-faktor yang mempengaruhi terbentuknya kinerja guru perlu segera dijawab, sehingga rendahnya mutu pendidikan di SMP Negeri di Kecamatan Siempat Nempu Hulu Kabupaten Dairi diyakini disebabkan oleh faktor kompensasi, kepuasan kerja, manajemen kepala sekolah menurut persepsi guru antara lain yang mempengaruhi kinerja guru. Berdasarkan pemikiran dan asumsi tersebut, peneliti tertarik untuk melakukan penelitian tentang kinerja guru pada sekolah menengah negeri di Kecamatan Sidikalang Kabupaten.
Pembatasan Masalah
Rumusan Masalah
Adakah pengaruh yang signifikan antara kepemimpinan kepala sekolah melalui kompensasi terhadap kinerja guru pada sekolah menengah negeri di Kecamatan Siempat Nempu Hulu Kabupaten Dairi?
Tujuan Penelitian
Pengaruh signifikan kepemimpinan kepala sekolah melalui kompensasi terhadap kinerja guru pada sekolah menengah negeri di Kecamatan Siempat Nempu Hulu Kabupaten Dairi.
Manfaat Penelitian
Kepemimpinan kepala sekolah mempunyai pengaruh yang signifikan terhadap kinerja guru pada SMP di Kecamatan Siempat Nempu Hulu. Hasil koefisien determinasi antara variabel utama kepemimpinan (X1), kepuasan kerja guru (X2) dan gaji guru (X3) terhadap kinerja guru (Y).
TINJAUAN PUSTAKA
Landasan Teori
- Pengertian Kinerja Guru
- Faktor-faktor yang mempengaruhi Kinerja Guru
- Indikator Kinerja Guru
- Pengertian Kepemimpinan Kepala Sekolah
- Faktor-faktor yang mempengaruhi Kepemimpinan Kepala
- Indikator Kepemimpinan Kepala Sekolah
- Pengertian Kepuasan Kerja
- Faktor-faktor yang mempengaruhi Kepuasan Kerja
- Indikator Kepuasan Kerja
- Pengertian Kompensaasi Guru
- Faktor-faktor yang mempengaruhi Kompensasi Guru
- Indikator Kompensasi Guru
Kepemimpinan kepala sekolah mempunyai pengaruh yang signifikan melalui kepuasan kerja terhadap kinerja guru pada sekolah menengah negeri di Kecamatan Siempat Nempu Hulu. Kepemimpinan kepala sekolah melalui kepuasan kerja berpengaruh signifikan terhadap kinerja guru di sekolah menengah negeri di Kecamatan Siempat Nempu Hulu.
METODE PENELITIAN
Pendekatan Penelitian
Menurut Sugiyono (2016:8) yang dimaksud dengan penelitian kuantitatif adalah : Metode penelitian kuantitatif dapat diartikan sebagai metode penelitian yang berlandaskan pada filsafat positivis, digunakan untuk meneliti beberapa populasi atau sampel, teknik pengambilan sampel pada umumnya dilakukan dengan cara acak Pengumpulan data menggunakan instrumen penelitian, analisis data bersifat kuantitatif/statistik, dengan tujuan untuk menguji hipotesis yang telah ditentukan. Dilihat dari metode (strategi dan prosedur), penelitian ini tergolong penelitian deskriptif. Disebut demikian karena penelitian ini menggunakan observasi, wawancara atau kuesioner tentang status terkini subjek yang diteliti.
Penelitian ini bisa disebut penelitian korelasional atau penelitian korelasional karena penelitian ini ingin melihat ada atau tidaknya pengaruh antara dua variabel atau lebih, dan jika ada, apa kekuatan pengaruh tersebut.
Tempat dan Waktu Penelitian
Populasi dan Sampel
Berdasarkan tabel di atas mengenai sebaran kecenderungan pada variabel Kepemimpinan Kepala Sekolah (X1), terlihat skor pada kategori rendah sebanyak 12 responden (20%), kategori cukup sebanyak 22 responden (36,67%), kategori kurang sebanyak 22 responden (36,67%), dan kategori kurang sebanyak 22 responden (36,67%). kategori cukup sebanyak 16 responden (26,67%), kategori tinggi sebanyak 10 responden (16,66%). Artinya semakin meningkat variabel kunci kepemimpinan dan kepuasan kerja guru maka variabel kinerja guru juga akan meningkat. Artinya semakin meningkat variabel kunci kepemimpinan dan kompensasi guru maka variabel kinerja guru juga akan meningkat.
Hal ini menunjukkan bahwa kontribusi variabel kepemimpinan kepala sekolah (X1) dan kepuasan kerja guru (X2) terhadap kinerja guru (Y) sebesar 66,5%. Dengan kata lain kepuasan kerja dapat menjadi variabel yang memediasi pengaruh kepemimpinan kepala sekolah terhadap kinerja guru. Dengan kata lain kompensasi guru dapat menjadi variabel yang memediasi pengaruh kepemimpinan kepala sekolah terhadap kinerja guru.
Yang menyimpulkan bahwa kepemimpinan kepala sekolah (X) berpengaruh signifikan terhadap kinerja guru (Y) di SMP Negeri 3 Rancaekek. Dari hasil penelitian terdahulu di atas dapat disimpulkan bahwa kepemimpinan kepala sekolah berpengaruh signifikan terhadap kinerja guru. Terdapat pengaruh yang signifikan antara kepemimpinan kepala sekolah melalui kompensasi guru terhadap kinerja guru pada sekolah menengah negeri di Kecamatan Sidikalang Kab.
Deinisi Operasi Variabel
Teknik Pengumpulan Data
Teknik pengumpulan data adalah metode yang digunakan untuk mengumpulkan data dan informasi lain dalam penelitian tentang permasalahan yang menjadi pokok penelitian. Data penelitian ini dikumpulkan dari berbagai sumber yang berkaitan dengan penelitian. Untuk mencapai hasil penelitian yang diharapkan, diperlukan data dan informasi yang dapat mendukung penelitian ini. Jadi cara memperoleh data dan informasi adalah dengan kuesioner, dalam penelitian ini metode yang digunakan untuk memperoleh informasi dari responden adalah dalam bentuk kuesioner.
Sebelum kuesioner diberikan kepada responden, kuesioner terlebih dahulu diuji untuk mengetahui apakah kuesioner tersebut mempunyai validitas dan reliabilitas sehingga layak digunakan dalam penelitian. Uji validitas dilakukan untuk mengukur apakah instrumen yang akan digunakan untuk memperoleh data penelitian valid atau tidak. Suatu kuesioner dinyatakan valid apabila pertanyaan-pertanyaan dalam kuesioner mampu mengungkapkan sesuatu yang ingin diukur dalam kuesioner tersebut (Ghozali, 2011).
Sedangkan Sugiyono menyatakan item-item yang memiliki korelasi positif dengan skor total dan korelasi yang tinggi menunjukkan bahwa item tersebut juga mempunyai validitas yang tinggi, Syarat minimal suatu item instrumen dianggap valid adalah nilai indeks validitas = 0,3 dan jika Koefisien korelasi Pearson Product Moment = r tabel. Yang akan diuji dalam penelitian ini adalah validitas variabel utama kepemimpinan (X1), Kepuasan Kerja (X2), Kompensasi Guru (X3) dan Kinerja Guru (Y), serta Strategi Pembelajaran sebagai alat variabel (Y). Uji reliabilitas dilakukan dengan menguji instrumen satu kali saja, kemudian dianalisis menggunakan metode Cronbach’s alpha.
Teknik Analisis Data
Melihat dampak kepemimpinan kepala sekolah, kepuasan kerja guru, dan gaji guru secara simultan terhadap kinerja guru. Artinya hipotesisnya berbunyi: “Terdapat pengaruh yang signifikan antara kepemimpinan kepala sekolah terhadap kinerja guru pada sekolah menengah di Kecamatan Siempat Nempu Hulu. Berdasarkan hasil uji intervensi atau mediasi menunjukkan bahwa pengaruh langsung kepemimpinan kepala sekolah terhadap kinerja guru sebesar 0,383.
Dengan hasil tersebut maka dapat disimpulkan bahwa variabel kepuasan kerja guru dapat menjadi variabel yang memediasi pengaruh kepemimpinan kepala sekolah terhadap kinerja guru.
HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN
Hasil Penelitian
- Deskripsi Data
- Uji Asumsi Klasik
- Analisis Jalur (Path Analisis)
- Pengujian Model
Variabel kepemimpinan utama (X1) diukur melalui kuesioner yang terdiri dari 8 poin pernyataan dengan skala likert yang terdiri dari 5 alternatif. Artinya jika variabel kepemimpinan kepala sekolah, kepuasan kerja guru, dan kompensasi guru meningkat maka variabel kinerja guru juga akan meningkat. Hasil uji F antara variabel kepemimpinan kepala sekolah (X1) dan kepuasan kerja guru (X2) terhadap kinerja guru (Y) dapat dilihat pada Tabel 4.19 berikut.
Hasil uji F antara variabel utama kepemimpinan (X1) dan kompensasi guru (X3) terhadap kinerja guru (Y) dapat dilihat pada tabel 4.20 di bawah ini. Hasil uji F antara variabel utama kepemimpinan (X1), kepuasan kerja guru dan kompensasi guru (X3) terhadap kinerja guru (Y) dapat dilihat pada tabel 4.21 di bawah ini. Hal ini menunjukkan bahwa kontribusi variabel kepemimpinan utama (X1) dan kompensasi guru (X3) terhadap kinerja guru (Y) sebesar 58,5% sedangkan sisanya sebesar 41,5% merupakan kontribusi variabel lain yang tidak dimasukkan dalam penelitian.
Hal ini menunjukkan bahwa kontribusi variabel manajemen primer (X1), kepuasan kerja guru (X2) dan kompensasi guru (X3) terhadap kinerja guru (Y) adalah sebesar 67,6%, sedangkan sisanya sebesar 32,4% disumbang oleh variabel lain yang tidak dimasukkan. di. Ruang belajar. Artinya hipotesis yang mengatakan “Terdapat pengaruh yang signifikan antara kepemimpinan kepala sekolah terhadap kepuasan kerja guru SMP Negeri di Kecamatan Siempat Nempu Hulu Kabupaten Dairi.” diterima. Artinya hipotesis yang berbunyi “Terdapat pengaruh yang signifikan antara kepemimpinan kepala sekolah terhadap kompensasi guru pada sekolah menengah negeri di Kecamatan Siempat Nempu Hulu Kabupaten Dairi.” diterima.
Berdasarkan data yang dihitung dan beberapa taraf di atas terlihat bahwa H6 diterima yaitu “terdapat pengaruh yang signifikan antara kepemimpinan kepala sekolah melalui kepuasan kerja terhadap kinerja guru pada sekolah menengah negeri di Kecamatan Siempat Nempu Hulu. data yang dihitung dan beberapa taraf di atas, terlihat H7 diterima yaitu “terdapat pengaruh yang signifikan antara kepemimpinan kepala sekolah melalui kompensasi guru terhadap kinerja guru pada sekolah menengah negeri di Kecamatan Siempat Nempu Hulu.
Pembahasan
- Pengaruh Kepemimpinan Kepala Sekolah terhadap Kepuas
- Pengaruh Kepemimpinan Kepala Sekolah terhadap
- Pengaruh Kepemimpinan Kepala Sekolah terhadap Kinerja
- Pengaruh Kepuasan Kerja Guru terhadap Kinerja Guru
- Pengaruh Kompensasi Guru terhadap Kinerja Guru 99
- Pengaruh Kepemimpinan Kepala Sekolah terhadap Kinerja
Berdasarkan hasil penelitian ternyata terdapat pengaruh positif dan signifikan kepemimpinan kepala sekolah terhadap kinerja guru, sehingga dapat dikatakan kepemimpinan kepala sekolah yang baik akan meningkatkan kinerja guru. Hal ini menunjukkan bahwa kepemimpinan kepala sekolah merupakan faktor penting dalam meningkatkan kinerja guru. Hasil perhitungan yang diperoleh menunjukkan bahwa nilai pengaruh tidak langsung melalui kepuasan kerja guru lebih besar dibandingkan dengan nilai pengaruh langsung kepemimpinan kepala sekolah terhadap kinerja guru.
Berdasarkan hasil penelitian dan pendapat para ahli dapat disimpulkan bahwa kepemimpinan kepala sekolah yang efektif mampu mempengaruhi kepuasan kerja guru sehingga berdampak pada peningkatan kinerja guru. Berdasarkan hasil uji intervensi atau mediasi ternyata dampak langsung arahan kepala sekolah terhadap kinerja guru sebesar 0,209. Dengan hasil tersebut dapat disimpulkan bahwa kompensasi guru mampu menjadi variabel yang memediasi pengaruh kepemimpinan kepala sekolah terhadap kinerja guru.
Terdapat pengaruh positif dan signifikan kepemimpinan kepala sekolah terhadap kepuasan kerja guru pada sekolah menengah negeri di Kecamatan Siempat Nempu Hulu Kabupaten Dairi. Terdapat pengaruh positif dan signifikan kepemimpinan kepala sekolah terhadap kompensasi guru pada sekolah menengah negeri di Kecamatan Siempat Nempu Hulu Kabupaten Dairi. Terdapat pengaruh positif dan signifikan kepemimpinan kepala sekolah terhadap kinerja guru pada sekolah menengah negeri di Kecamatan Siempat Nempu Hulu Kabupaten Dairi.
PENUTUP
Kesimpulan
Terdapat pengaruh positif dan signifikan kepuasan kerja guru terhadap kinerja guru pada sekolah menengah negeri di Kecamatan Siempat Nempu Hulu Kabupaten Dairi. Terdapat pengaruh positif dan signifikan kompensasi guru terhadap kinerja guru pada sekolah menengah negeri di Kecamatan Siempat Nempu Hulu Kabupaten Dairi.
Saran
Pada penelitian ini juga terdapat kecenderungan kepuasan kerja guru berada pada kategori cukup, sedangkan kompensasi berada pada kategori buruk dan rendah. Perlu diperhatikan juga bahwa kompensasi yang diberikan sekolah harus sesuai dengan beban kerja guru agar dapat meningkatkan motivasi kerja guru dan mendorong mereka untuk bekerja keras dalam melakukan pekerjaannya. Manajemen yang baik hendaknya mampu memberikan dukungan kepada karyawannya untuk meningkatkan kepuasan kerja dan prestasi kerja yang baik.
Kepemimpinan kepala sekolah yang baik hendaknya merupakan pemimpin yang dapat bertanggung jawab setiap kali ada permasalahan, sehingga guru termotivasi dan melaksanakan tugasnya dengan baik sehingga kepuasan kerja dapat tercapai. Saya bertanggung jawab atas penyelesaian pekerjaan, saya sangat berhasil dalam menjalankan tugas saya sebagai guru. Gaji/upah yang saya terima memenuhi standar upah minimum (UMR) yang diatur oleh pemerintah sesuai dengan peraturan perundang-undangan.
Gaji yang saya terima tidak memenuhi standar upah minimum (UMR) yang ditetapkan pemerintah sesuai undang-undang.