“Pengaruh Kompensasi Finansial, Kompensasi Non Finansial Dan Lingkungan Kerja Terhadap Prestasi Atlet Pelatda Polo Air PON DKI Jakarta Tahun 2016”. Menguji dan menganalisis pengaruh kompensasi finansial terhadap kinerja atlet Pelatda Polo Air DKI Jakarta.
Pendahuluan
- Ruang Lingkup Penelitian
- Perumusan Masalah
- Tujuan Penelitian
- Manfaat Penelitian
- Sistematika Penulisan
Peneliti, sebagai bahan kajian untuk memperdalam pengetahuan mengenai kompensasi finansial, kompensasi non finansial dan lingkungan latihan yang berkaitan dengan prestasi atlet Pelatda Polo Air DKI Jakarta. Pengda PRSI DKI Jakarta dan KONI DKI Jakarta, sebagai bahan pertimbangan dan masukan bagi pengurus/pengurus DKI Jakarta untuk meningkatkan prestasi atlet Pelatda polo air DKI Jakarta kedepannya.
Landasan Teori
Pengertian dan Fungsi Sumber Daya Manusia
2014) menyatakan bahwa sumber daya manusia adalah karyawan suatu organisasi, digambarkan dalam istilah pelatihan, pengalaman, penilaian, kecerdasan, hubungan, dan wawasan: karakteristik karyawan yang dapat menambah nilai ekonomi bagi organisasi. Seperti yang diungkapkan Sudarmanto (2014), “sumber daya manusia merupakan salah satu faktor yang sangat menentukan berhasil tidaknya suatu organisasi dalam mencapai tujuannya, baik pada organisasi publik maupun swasta.”
Kompensasi
Menurut Kadarisman (2014), “kompensasi yang diberikan organisasi ada yang berbentuk uang (finansial), namun ada pula yang tidak berbentuk uang (non finansial).” Keadilan/keadilan internal artinya setiap jabatan/jabatan dan pekerjaan individu dinilai oleh organisasi/perusahaan dengan perbandingan yang rasional, dari yang terendah sampai yang tertinggi;
Tujuan Kompensasi
- Pengertian dan Jenis Kompensasi Keuangan
- Kompensasi Non-keuangan
Menurut Gorda (2004), kompensasi finansial adalah seluruh imbalan dalam bentuk uang, tunjangan atau kenikmatan yang diberikan perusahaan kepada karyawan atas kinerja yang telah disumbangkan perusahaan. Peningkatan kinerja pegawai tidak hanya melalui kompensasi finansial namun juga melalui kompensasi non finansial (Sopiah, 2013).
Lingkungan Kerja
- Faktor Lingkungan Kerja
- Karakteristik Lingkungan Kerja
Lingkungan kerja mempengaruhi semangat kerja, produktivitas dan keterlibatan karyawan – baik secara positif maupun negatif (Chandrasekar, 2011). Menciptakan lingkungan kerja yang membuat karyawan produktif sangat penting untuk meningkatkan keuntungan bagi suatu organisasi, perusahaan atau usaha kecil. Misalnya, pegawai yang tidak bertanggung jawab bisa saja menjadi pegawai yang bertanggung jawab dalam lingkungan kerja yang kondusif.
Dalam lingkungan kerja yang beracun, karyawan yang bertanggung jawab dan masuk akal dapat berubah menjadi karyawan yang tidak rasional dan tidak bertanggung jawab sebagai strategi bertahan hidup. Kyko (2005) dalam (Assaf & Alswalha 2013) mengidentifikasi enam faktor yang berkontribusi terhadap lingkungan kerja yang beracun sehingga kontribusinya terhadap produktivitas pekerja menjadi rendah. Assaf dan Alswalha (2013) membagi variabel lingkungan kerja menjadi dua bagian yaitu variabel internal dan eksternal.
Kinerja
- Faktor-faktor yang Mempengaruhi Pencapaian Kinerja
Karakteristik individu meliputi faktor individu (kemampuan dan keterampilan, latar belakang dan demografi) dan faktor psikologis meliputi persepsi, sikap, kepribadian, pembelajaran dan motivasi. Menurut Payaman Simanjuntak (2005), kinerja adalah tingkat pencapaian hasil ketika melakukan tugas tertentu (Zainal dkk, 2015). Mereka yang mempunyai sikap positif (pro) terhadap situasi kerjanya akan menunjukkan motivasi kerja yang tinggi dan sebaliknya jika mempunyai sikap negatif (kon) terhadap situasi kerjanya maka akan menunjukkan motivasi kerja yang rendah.
Situasi kerja yang dimaksud antara lain mencakup hubungan ketenagakerjaan, lingkungan kerja, iklim kerja, kebijakan kepemimpinan, pola manajemen kerja, dan kondisi kerja.
Penelitian Terdahulu
The Effect of Financial and Non-Financial Incentives on Job Satisfaction: An Examination of Food Chain Environments in Turkey.
Hipotesis
- Hubungan Kompensasi Keuangan dan Kinerja
- Hubungan Kompensasi Nonkeuangan dan Kinerja
- Hubungan Lingkungan Kerja dan Kinerja
Penelitian bertajuk “Dampak kompensasi finansial dan non finansial terhadap kinerja pegawai” yang dilakukan oleh Suseno, Hamid dan Ruhana pada tahun 2013 dengan data yang diperoleh dari 62 pegawai tetap Bank BRI cabang Jember membuktikan bahwa variabel kompensasi finansial berpengaruh positif dan signifikan. pada kinerja.karyawan. Hal ini akan menimbulkan perasaan yang akan meningkatkan motivasi karyawan dan dengan demikian meningkatkan produktivitas organisasi (Freedman, 1978). Penelitian bertajuk “Dampak Kompensasi Finansial dan Non Finansial Terhadap Kinerja Pegawai” yang dilakukan oleh Suseno, Hamid dan Ruhana pada tahun 2013 dengan data yang diperoleh dari 62 pegawai tetap Bank BRI cabang Jember membuktikan bahwa variabel kompensasi non finansial berpengaruh positif. dan signifikan. berdampak pada kinerja karyawan.
Lingkungan kerja mencakup seluruh aspek yang mempengaruhi dan merespons tubuh dan pikiran karyawan. Jadi, menciptakan lingkungan kerja yang membuat karyawan produktif sangat penting untuk meningkatkan keuntungan bagi organisasi, korporasi atau usaha kecil. Berdasarkan penelitian yang dilakukan oleh Agastia dengan judul penelitian “Pengaruh lingkungan kerja fisik, komunikasi dan kepemimpinan terhadap kinerja karyawan PT BPR Merta Sedana Badung” terbukti bahwa variabel-variabel lingkungan kerja fisik mempunyai pengaruh positif dan signifikan secara parsial. berpengaruh terhadap kinerja dari pegawai PT BPR Merta Sedana Badung.
Kerangka Pemikiran
Hubungan antara pekerjaan, tempat kerja dan alat kerja, tempat kerja menjadi satu kesatuan yang tidak terpisahkan dari pekerjaan itu sendiri (Chandrasekar, 2011). Pada langkah kedua, peneliti mengidentifikasi topik penelitian terkait manajemen sumber daya manusia bidang olahraga dan memilih variabel serta objek penelitian yang relevan dengan latar belakang penelitian. Setelah identifikasi selesai dibuat batasan masalah agar pembahasan dalam tulisan ini tidak meluas ke topik lain.
Penulis menguraikan suatu teori yang sejalan dengan penelitian dan mendasarkan pada penelitian terdahulu untuk mendukung penelitian ini sehingga peneliti dapat menyusun kerangka penelitian dan mengembangkan hipotesis. Langkah selanjutnya adalah peneliti menentukan sampel penelitian dan mengumpulkan data penelitian agar dapat dilakukan pengolahan data dan memberikan hasil penelitian yang dapat menjawab permasalahan penelitian sehingga dapat tercapai kesimpulan penelitian. Untuk itu pada bagian ini peneliti mengembangkan kerangka yang menunjukkan pengaruh variabel kompensasi finansial, kompensasi non finansial dan lingkungan kerja terhadap kinerja.
Metodologi Penelitian
- Populasi dan Sampel
- Metode Pengambilan Sampel
- Teknik Pengolahan Data
- Analisis Statistik Deskriptif
- Uji Kualitas Data
- Uji Asumsi Klasik
- Uji Hipotesis
- Operasionalisasi Variabel
Dimana responden dalam penelitian ini adalah atlet daerah polo air PON DKI Jakarta sebagai populasi yang akan digunakan. Berdasarkan Tabel 4.6, variabel imbalan finansial merupakan variabel yang paling dominan mempengaruhi kinerja atlet polo air DKI Jakarta. Berdasarkan hasil analisis dapat disimpulkan bahwa variabel kompensasi finansial mempunyai pengaruh yang signifikan terhadap kinerja atlet latihan polo air PON DKI Jakarta Tahun 2016.
Berdasarkan hasil analisis dapat disimpulkan bahwa variabel kompensasi non finansial mempunyai pengaruh yang signifikan terhadap prestasi atlet Pelatda polo air PON DKI Jakarta Tahun 2016. Berdasarkan hasil analisis dapat disimpulkan bahwa variabel lingkungan kerja tidak mempunyai pengaruh yang signifikan terhadap prestasi atlet Pelatda polo air PON DKI Jakarta Tahun 2016. “Pengaruh Kompensasi Finansial, Kompensasi Non Finansial Dan Lingkungan Kerja Terhadap Prestasi Atlet Pelatda Polo Air PON DKI Jakarta Tahun 2016.”
Analisis dan Pembahasan
Uji Validitas dan Reliabilitas (Pre-Test)
- Hasil Uji Validitas (Pre-Test)
- Hasil Uji Reliabilitas (Pre-Test)
Uji validitas dilakukan melalui analisis faktor terhadap hasil pre-test 30 responden yaitu melihat nilai ukuran Kaiser Meyer-Olkin terhadap kecukupan sampel, sperecity tet Bartlett, matriks anti-image dan total variance. Sumber : Hasil pengolahan data yang dilakukan peneliti dengan menggunakan SPSS 23. Berdasarkan hasil yang ditunjukkan pada Tabel 4.1, tidak semua indikator pernyataan pada instrumen penelitian dapat memenuhi nilai yang dipersyaratkan, dengan kata lain terdapat beberapa indikator pernyataan pada pre-test yang tidak valid adalah. Oleh karena itu, harus ada item indikator yang perlu dihilangkan atau dibuang, yaitu item indikator LK1, LK2, LK4, K1, dan K2, sehingga indikator tersebut dibuang dan tidak digunakan dalam analisis selanjutnya.
Menurut Malhotra (2010), indikator pernyataan dalam kuesioner dinyatakan reliabel, konsisten dan relevan terhadap variabel dengan melihat batas nilai alpha Cronbach ≥ 0,60. Sumber : Hasil pengolahan data yang dilakukan peneliti dengan menggunakan SPSS 23. Berdasarkan hasil pada Tabel 4.2 diatas menunjukkan bahwa seluruh variabel penelitian yaitu Kompensasi Finansial, Kompensasi Non Finansial, Lingkungan Kerja dan Kinerja mempunyai Cronbach’s Alpha ≥ 0,60. Hasil tersebut menunjukkan bahwa jika item indikator pernyataan pada kuesioner diberikan kepada responden yang sama atau berbeda maka hasilnya akan cenderung konstan dan konsisten.
Profil Responden
- Jenis Kelamin Responden
- Usia Responden
- Lama Berlatih Responden
- Pengeluaran Per Bulan Responden
Hal ini seiring adanya seleksi untuk memenuhi batasan kuota yang ditetapkan KONI DKI Jakarta untuk atlet polo air yakni 18 putra dan 18 putri. Sedangkan kelompok minoritas responden terdiri dari kelompok umur 10-15 tahun dan 26-30 tahun dengan persentase masing-masing sebesar 11% dan masing-masing kelompok berjumlah empat responden. Hal ini menunjukkan bahwa sebagian besar responden pada penelitian ini telah berlatih polo air selama 4-7 tahun, karena 50% dari separuh responden telah berlatih polo air selama 4-7 tahun.
Analisis Uji Instrumen
- Uji Validitas
- Uji Reliabilitas
Berdasarkan tabel 4.3 hasil uji validitas penelitian menunjukkan bahwa setiap variabel yang digunakan dalam instrumen penelitian ini valid atau dengan kata lain indikator yang ada dapat digunakan untuk mengukur seluruh variabel yang diteliti. Hal ini ditunjukkan dengan nilai keseluruhan Cronbach’s Alpha pada tes yaitu > 0,6 yang berarti setiap pertanyaan yang digunakan sebagai alat ukur reliabel dan dapat digunakan untuk penelitian selanjutnya.
Uji Asumsi Klasik
- Uji Normalitas
- Uji Multikolinieritas
- Uji Heterokedastisitas
Berdasarkan hasil uji normalitas pada tabel di atas diketahui bahwa residu model persamaan regresi mempunyai nilai Asymp. Hasil VIF yang lebih besar dari 10 menunjukkan adanya gejala multikolinearitas, sedangkan nilai VIF yang kurang dari 10 menunjukkan tidak adanya gejala multikolinearitas. Berdasarkan hasil diatas diketahui bahwa variabel kompensasi finansial mempunyai nilai VIF = 1,053, variabel kompensasi non finansial mempunyai nilai VIF = 1,042, dan variabel lingkungan kerja mempunyai nilai VIF = 1,022.
Ketiga variabel tersebut mempunyai nilai toleransi > 0,1 sehingga dapat dikatakan model regresi tidak mempunyai permasalahan kolinearitas. Jika titik-titik pada grafik tersebar dan tidak membentuk pola tertentu serta berada di bawah 0 pada sumbu Y, maka dapat disimpulkan tidak terjadi masalah heteroskedastisitas pada model regresi (Priyatno, 2010). Berdasarkan tabel 4.5 dapat dikatakan tidak terjadi heteroskedastisitas atau dengan kata lain H0 diterima dalam model regresi ini, sehingga model regresi ini layak digunakan karena tidak terdapat pola yang jelas pada grafik dan titik-titiknya tersebar diatas. dan di bawah angka 0 pada sumbu Y. .
Analisis Regresi
- Pembahasan Model Regresi
Uji Hipotesis
- Uji t
- Analisis Koefisien Determinasi (R²)
Implikasi Manajerial
Kesimpulan dan Saran
Saran
- Bagi KONI DKI Jakarta
- Bagi Penelitian Selanjutnya
KONI DKI harus melakukan pendekatan dan survei atau penelitian secara berkala untuk memahami secara jelas kebutuhan yang diharapkan dan tingkat kebutuhan setiap atlet polo air DKI Jakarta agar dapat memenuhi kebutuhan yang diharapkan tersebut. Berdasarkan hasil pendekatan dan survei atau penelitian yang akan dilakukan KONI DKI Jakarta, maka akan dihasilkan skema manfaat yang tepat bagi atlet polo air DKI Jakarta, sehingga dapat membantu KONI DKI memenuhi kebutuhan dan taraf yang diharapkan. kebutuhan masing-masing atlet. Capaian Indonesia masih jauh dari target. http://www.tribunnews.com/sport standings-akhir-perolehan-hasibuanmedali-sea-games-2015-raihan-indonesia-jauh-dari-target.
Website: http://m.metrotvnews.com/olahraga/sea-games/zNP6a7Pk-ketum- perbasi-kurang-perhatian-terhadap-atletnya. The influence of discipline, work environment, organizational culture and competence on workers' performance through motivation, job satisfaction (Study in the Regional Development Planning Board of Sukoharjo Regency). Employee performance in the oil and gas sector: An empirical investigation. International Journal of Psychological Studies, 7(1), 23.
Pengaruh imbalan finansial dan non finansial terhadap kinerja pegawai (studi pada Bank Rakyat Indonesia Cabang Jember). Untuk itu saya mohon dengan hormat bantuan rekan-rekan atlet daerah polo air DKI Jakarta untuk mengisi kuesioner ini dengan jawaban yang benar-benar sesuai dengan pengalaman saat latihan.