Judul Skripsi: Pengaruh Periode Perikatan Audit, Cap Size, Kondisi Keuangan dan Ukuran Perusahaan Terhadap Opini Audit Going Concern (Studi Empiris Pada Perusahaan Pertambangan Publik yang Terdaftar di BEI Tahun 2007-2012). Pengaruh masa tugas audit, ukuran KAP, posisi keuangan dan ukuran perusahaan terhadap opini audit operasional perusahaan.
PENDAHULUAN
- Latar Belakang Penelitian
- Pembatasan Masalah
- Perumusan Masalah
- Tujuan Penelitian
- Manfaat Penelitian
- Sistematika Penelitian BAB I PENDAHULUAN
Januarti dan Fitrianasari (2008) juga menyatakan bahwa masa perikatan audit (kinerja klien auditor) tidak berpengaruh signifikan terhadap opini audit kedepannya. Junaidi dan Hartono (2010) menegaskan bahwa semakin besar gelar auditor, maka semakin besar pula kemungkinan KAP (auditor) mengeluarkan opini audit secara berkelanjutan.
LANDASAN TEORI
METODOLOGI PENELITIAN
ANALISIS DAN PEMBAHASAN
KESIMPULAN DAN SARAN
Tinjauan Pustaka 1. Landasan Teori
- Jenis – Jenis Audit 1. Audit Operasional
- Standar Auditing
- Opini Audit
- Tanggung Jawab Hukum Auditor (KAP) Independen
- Kerangka Teoritis
- Opini Audit Going Concern
- Masa Penugasan Audit
- Ukuran KAP
- Kondisi Keuangan
- Ukuran Perusahaan
- Penelitian Terdahulu
Mengenai pendapat audit berkelanjutan, Januarti (2009), Junaidi dan Hartono (2010) dan AN Muttaqin (2012) menyatakan bahwa semakin lama mandat (masa penugasan audit), semakin tinggi kemungkinan klien untuk tidak menerima opini audit secara berkelanjutan. dasar. dari KAP (auditor). Susanto (2009) menemukan bahwa kondisi keuangan (Revisi Altman Model) berpengaruh negatif terhadap opini audit going concern. Junaidi dan Hartono (2010) menyatakan bahwa ukuran KAP (reputasi auditor) berpengaruh positif terhadap opini audit kedepannya.
Junaidi dan Hartono (2010) juga menemukan bahwa periode (periode) perikatan audit berpengaruh negatif terhadap pengesahan audit going concern. AN Muttaqin (2012) menemukan bahwa masa perikatan audit (masa jabatan klien auditor) berpengaruh negatif terhadap kemungkinan diterimanya opini audit going concern. Ukuran KAP (reputasi KAP) dan ukuran perusahaan (logaritma natural total aset) tidak mempunyai pengaruh signifikan terhadap opini audit kelangsungan usaha.
Gusnita, Nurul DP dan Darlis (2013) menemukan bahwa ukuran perusahaan (logaritma natural total aset) dan kondisi keuangan (Revisi Altman Model) berpengaruh negatif terhadap kontinuitas opini audit. Mengenai kondisi keuangan (Revisi Model Altman) menjelaskan bahwa semakin baik kondisi keuangan maka semakin kecil kemungkinan KAP (auditor) mengeluarkan opini audit secara berkelanjutan.
Kerangka Pemikiran
Hipotesis Penelitian
- Pengaruh Masa Penugasan Audit Terhadap Opini Audit Going Concern
- Pengaruh Ukuran KAP Terhadap Opini Audit Going Concern
- Pengaruh Kondisi Keuangan Perusahaan Terhadap Opini Audit Going Concern Ramadhani dan Lukviarman (2009) menyatakan bahwa kondisi keuangan
- Pengaruh Ukuran Perusahaan Terhadap Opini Audit Going Concern
- Pengaruh Masa Penugasan Audit, Ukuran KAP, Kondisi Keuangan Perusahaan, dan Ukuran Perusahaan Terhadap Opini Audit Going Concern
Januarti (2009), Junaidi dan Hartono (2010) dan AN Muttaqin (2012) menyatakan bahwa masa perikatan audit (kinerja klien auditor) berpengaruh negatif terhadap opini audit kedepannya. Periode penugasan audit tidak berpengaruh negatif signifikan terhadap tindak lanjut opini audit pada perusahaan pertambangan di Bursa Efek Indonesia tahun 2007-2012. Hal ini berbeda dengan penelitian Santosa dan Wedari (2007), Susanto (2009), AN Muttaqin (2012) dan Gusnita, Nur DP dan Darlis (2013) yang menyatakan bahwa ukuran KAP (reputasi auditor) tidak menjadi masalah penting. berdampak pada opini audit berkelanjutan.
H03 : Kondisi keuangan perusahaan tidak berpengaruh negatif signifikan terhadap opini audit going concern pada perusahaan pertambangan di Bursa Efek Indonesia tahun 2007-2012. Ha3 : Kondisi keuangan perusahaan berpengaruh negatif signifikan terhadap opini audit going concern pada perusahaan pertambangan di Bursa Efek Indonesia tahun 2007-2012. Ha4: Ukuran Perusahaan berpengaruh negatif signifikan terhadap opini audit going concern pada perusahaan pertambangan di Bursa Efek Indonesia tahun 2007-2012.
Pemilihan Objek Penelitian
Metode Pengumpulan Data
- Jenis Data dan Data yang Dihimpun
- Metode Pengambilan Sampel
- Teknik Pengumpulan Data
Data dalam penelitian ini diperoleh dari berbagai sumber antara lain situs resmi BEI (Bursa Efek Indonesia) dan ICMD (Indonesia Capital Market Directory). Data yang tersedia di Bursa Efek Indonesia dan ICMD (Indonesia Capital Market Directory) dianggap sebagai sumber data yang dapat diandalkan karena sumber data ini digunakan oleh berbagai pengguna sehari-hari dan juga dikenal luas. Penulis telah menetapkan bahwa populasi yang akan digunakan dalam penelitian ini adalah seluruh perusahaan manufaktur yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia pada tahun 2007 hingga 2012.
Sampel dalam penelitian ini terdiri dari 12 perusahaan pertambangan yang terdaftar dan go public di Bursa Efek Indonesia pada tahun 2007-2012 dari seluruh perusahaan pertambangan di Bursa Efek Indonesia. Metode pengambilan sampel dalam penelitian ini adalah purposive sampling, dimana peneliti mempunyai kriteria tertentu terhadap sampel yang akan diteliti. Penulis mengumpulkan berbagai teori yang diperlukan untuk mendukung kesimpulan penelitian ini dengan mempelajari berbagai buku atau literatur terkait, luar dan dalam negeri.
Metode Analisis Data
- Definisi Variabel Operasional
- Opini Audit Going Concern (GCAO)
- Masa Penugasan Audit (MPA)
- Ukuran KAP (KAP)
- Kondisi Keuangan (ALTMAN)
- Ukuran Perusahaan (LNSIZE)
- Teknik Pengolahan Data
- Analisis Statistik Deskriptif
- Uji Asumsi Klasik
- Analisis Statistik Inferensial
- Uji Kelayakan Model Regresi Logistik (Goodness of Fit)
- Rasio Kecenderungan (Odds Ratio)
Opini audit kelangsungan usaha adalah opini audit yang dimodifikasi dimana, dalam pandangan auditor, terdapat ketidakmampuan atau ketidakpastian yang signifikan mengenai kelangsungan kelangsungan hidup perusahaan. Opini audit going concern diberi kode 1, sedangkan opini audit non-going concern (opini wajar tanpa pengecualian) diberi kode 0. Pengujian hipotesis dalam penelitian ini menggunakan analisis multivariat dengan menggunakan regresi logistik (logistic regresi) karena variabel bebasnya adalah 0.
Dalam penelitian ini y = 1 jika perusahaan sampel menerima pernyataan going concern dan y = 0 jika perusahaan sampel tidak menerima pernyataan going concern. Pada penelitian ini y = 1 jika KAP menerbitkan pernyataan going concern dan y = 0 jika KAP menerbitkan laporan auditor non-going concern. Jika odds rasio = 1, maka peluang diujinya kedua keputusan yaitu mengeluarkan opini audit going concern dan opini audit non-going concern adalah sama.
Teknik Pengujian Hipotesis
- Uji Parsial (Uji Wald)
- Uji Simultan (Uji G² / Overall Model Fit Test)
Rasio odds adalah peluang terjadinya suatu peristiwa dibagi peluang tidak terjadinya peristiwa” (Anderson dkk. Uji parsial dilakukan untuk melihat hubungan parsial setiap parameter variabel independen dengan variabel dependen. Pengujian ini disebut dilakukan dengan membandingkan nilai statistik Wald dengan signifikansi Chi tabel -Square α(5%) dan derajat kebebasan (df = 1), atau dengan menggunakan p-value (Sig.).
Uji simultan digunakan untuk menunjukkan pengaruh koefisien regresi variabel independen secara bersama-sama terhadap variabel dependen.
Gambaran Umum Objek Penelitian
Statistik Deskriptif
Berdasarkan tabel 4.6 diatas dapat dilihat hasil statistik deskriptif variabel periode perikatan audit (MPA), kondisi keuangan (ALTMAN) dan ukuran perusahaan (SIZE) dari 72 observasi. Sampel dengan nilai periode mandat audit (MPA) minimal 1 terdiri dari seluruh sampel perusahaan pertambangan yang diamati pada tahun yang berbeda. Nilai minimum MPA ini menunjukkan bahwa masa penugasan audit terpendek adalah satu tahun bagi perusahaan pertambangan periode 2007-2012.
Nilai maksimum MPA ini menjelaskan masa penugasan paling lama adalah empat tahun bagi perusahaan pertambangan pada periode 2007-2012. Hal ini menunjukkan rata-rata masa penunjukan audit adalah 2 tahun yaitu tahun 2007-2012 pada perusahaan pertambangan. Hal ini menunjukkan bahwa kondisi keuangan perusahaan pertambangan sampel pada tahun 2007-2012 berada pada area rawan kebangkrutan (grey area).
Uji Asumsi Klasik
- Uji Normalitas
- Uji Multikolinearitas
Berdasarkan Tabel 4.9 hasil uji Kolmogorov-Smirnov Z untuk variabel kondisi keuangan (ALTMAN) memberikan nilai sebesar 0,558 dengan probabilitas (p-value) sebesar 0,915 jauh diatas signifikansi = 0,05 sehingga dapat disimpulkan bahwa H0 (hipotesis nol) tidak dapat ditolak (H0 diterima) yang berarti variabel kondisi keuangan (ALTMAN) berdistribusi normal. Variabel ukuran perusahaan (LNSIZE) pada hasil uji Kolmogorov-Smirnov Z juga menunjukkan hal yang sama, variabel ukuran perusahaan (LNSIZE) mempunyai nilai sebesar 1,244 dengan probabilitas (p-value) sebesar 0,090 berada diatas signifikansi = 0,05, yang berarti H0 (hipotesis nol) tidak dapat ditolak atau variabel ukuran perusahaan (LNSIZE) berdistribusi normal.
Uji multikolinearitas ini merupakan uji yang digunakan untuk memastikan tidak adanya korelasi (hubungan) antar variabel independen. Uji multikolinearitas terlihat dari nilai antar variabel independen yaitu nilai antar variabel independen tidak mendekati satu (1). Hal ini ditunjukkan dengan nilai korelasi antara MPA dan KAP -0.094, nilai korelasi antara MPA dan ALTMAN -0.012, nilai korelasi antara MPA dan LNSIZE -0.079, nilai korelasi antara KAP dan ALTMAN 0.376, nilai korelasi antara KAP dan LNSIZE 0,313, nilai korelasi antara ALTMAN dengan LNSIZE sebesar 0,033.
Analisis Regresi Logistik
- Uji Kelayakan Model Regresi Logistik (Goodness of Fit Test)
- Hosmer and Lemeshow Test
- Classification Plot
- Nagelkerke’s R Square
- Interpretasi Model Regresi Logistik
- Pembentukan Model Regresi Logistik
- Uji Parsial (Uji Wald)
- Hasil Pengujian Hipotesis 1
- Hasil Pengujian Hipotesis 2
- Hasil Pengujian Hipotesis 3
- Hasil Pengujian Hipotesis 4
- Uji Simultan (Uji / Overall Test)
H01 : Masa perikatan audit tidak berpengaruh negatif signifikan terhadap opini audit going concern pada perusahaan pertambangan di Bursa Efek Indonesia tahun 2007-2012. Ha1 : Periode perikatan audit berpengaruh negatif signifikan terhadap opini audit going concern pada perusahaan pertambangan di Bursa Efek Indonesia tahun 2007-2012. Ha2 : Ukuran KAP berpengaruh positif signifikan terhadap opini audit going concern pada perusahaan pertambangan di Bursa Efek Indonesia tahun 2007-2012.
Ha3 : Kondisi keuangan perusahaan berpengaruh negatif signifikan terhadap opini audit going concern pada perusahaan pertambangan di Bursa Efek Indonesia tahun 2007-2012. H04: Ukuran perusahaan berpengaruh negatif tidak signifikan terhadap opini audit terhadap kelangsungan hidup perusahaan pertambangan di Bursa Efek Indonesia tahun 2007-2012 Ha4: Ukuran perusahaan berpengaruh negatif signifikan terhadap opini audit terhadap kelangsungan hidup perusahaan pertambangan di Bursa Efek Indonesia tahun 2007- 2012 .
Analisis Hasil Penelitian
- Pengaruh Masa Penugasan Audit (MPA) terhadap Opini Audit Going Concern
- Pengaruh Ukuran KAP (KAP) terhadap Opini Audit Going Concern
- Pengaruh Kondisi Keuangan (ALTMAN) terhadap Opini Audit Going Concern
- Pengaruh Ukuran Perusahaan terhadap Opini Audit Going Concern
- Pengaruh Masa Penugasan Audit, Ukuran KAP, Kondisi Keuangan, dan Ukuran Perusahaan terhadap Opini Audit Going Concern
Hasil penelitian menunjukkan terdapat pengaruh yang signifikan antara ukuran KAP terhadap opini audit going concern. Hasil penelitian ini sejalan dengan penelitian Susanto (2009) dan Gusnita, Nur DP, dan Darlis (2013) yang menunjukkan bahwa kondisi keuangan perusahaan berpengaruh terhadap adopsi opini audit going concern. Kondisi keuangan yang buruk dapat dijadikan pertimbangan bagi auditor (KAP) untuk memberikan opini audit going concern.
Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa tidak terdapat pengaruh antara ukuran perusahaan terhadap opini audit going concern. Hal ini menunjukkan adanya pengaruh periode perikatan audit, cap size, kondisi keuangan dan ukuran perusahaan secara bersama-sama terhadap opini audit going concern. Perubahan faktor finansial (kondisi keuangan dan ukuran perusahaan) dan faktor non finansial (masa perikatan audit dan ukuran KAP) dapat mempengaruhi pertimbangan KAP (auditor) dalam memberikan opini audit going concern.
Implikasi Manajerial
Terkait dengan kondisi keuangan perusahaan klien, sebaiknya auditor (KAP) berhati-hati dalam memberikan opini audit secara berkelanjutan. Memburuknya kondisi keuangan pada perusahaan klien menjadi sinyal bagi auditor (PAA) untuk mengeluarkan opini audit lanjutan. Sehubungan dengan itu, kondisi keuangan perusahaan yang diaudit (klien) dapat menjadi salah satu pertimbangan auditor (PAA) dalam memberikan opini audit lanjutan.
Semakin lama masa perikatan audit (MPA) tidak dapat dijadikan acuan oleh pemangku kepentingan (manajemen dan investor) ketika KAP memberikan laporan audit going concern. Manajemen tidak dapat menjadikan indikator masa tugas audit sebagai alasan KAP mengeluarkan opini audit non-going concern atau tidak. Semakin besar ukuran perusahaan tidak dapat dijadikan acuan bagi auditor (KAP) ketika KAP menerbitkan laporan audit going concern.
Kesimpulan
Hal ini menunjukkan bahwa ukuran suatu perusahaan tidak akan mempengaruhi keputusan KAP dalam mengeluarkan opini audit going concern. Hal ini menunjukkan bahwa semakin baik faktor finansial dan non finansial maka akan semakin mempengaruhi keputusan KAP dalam mengeluarkan opini audit berkelanjutan.
Saran
Hal ini dibuktikan dengan temuan peneliti mengenai pengaruh kondisi keuangan terhadap opini audit going concern. Hal ini dilakukan untuk melakukan analisis opini audit going concern dengan lebih baik dan akurat. Analisis pengaruh rasio keuangan dan faktor non keuangan terhadap penerimaan opini audit going concern (studi empiris pada perusahaan manufaktur di BEI tahun 2008-2010).
Analisis Pengaruh Faktor Perusahaan, Kualitas Auditor, Kepemilikan Perusahaan Terhadap Penerimaan Opini Audit Going Concern (Perusahaan Manufaktur yang Terdaftar di Bursa Efek Indonesia). Pengaruh kualitas audit, kondisi keuangan perusahaan, opini audit tahun sebelumnya terhadap pertumbuhan perusahaan terhadap opini audit going concern. Opini Audit Going Concern dan Faktor-Faktor yang Mempengaruhi: Studi Pada Perusahaan Manufaktur di Bursa Efek Indonesia.