• Tidak ada hasil yang ditemukan

pengaruh modal kerja terhadap profitabilitas pada

N/A
N/A
Nguyễn Gia Hào

Academic year: 2023

Membagikan "pengaruh modal kerja terhadap profitabilitas pada"

Copied!
80
0
0

Teks penuh

Alhamdulillahi Rabbil Alamin, Puji dan syukur kehadirat Allah SWT yang telah melimpahkan rahmat, taufiq dan karunia-Nya sehingga penulis dapat menyelesaikan tesis yang berjudul “Pengaruh Modal Kerja Terhadap Profitabilitas Pada PT. memperoleh gelar sarjana ekonomi pada Program Studi Manajemen Fakultas Ekonomi Universitas Negeri Makassar Ucapan terima kasih yang sebesar-besarnya dan penghargaan serta penghargaan yang setinggi-tingginya kepada ayah tercinta Alimuddin dan Mama Sitti Aminah tercinta yang telah melahirkan, membesarkan dan memberikan doa, dukungan moril, dididik dengan kesabaran, ketabahan, kasih sayang yang tulus dengan penuh pengorbanan dan mencurahkan segala upaya untuk mendidik dan membiayai penulis dari sekolah dasar hingga masuk universitas sekarang, dan terus memotivasi penulis sehingga penulis dapat menyelesaikan studinya di Fakultas Ekonomi, Manajemen Program Studi, Universitas Negeri Makassar.

Ketua Program Studi Manajemen Fakultas Ekonomi Universitas Negeri Makassar sekaligus Penguji I yang telah banyak memberikan masukan dan bimbingan kepada penulis dalam penyelesaian skripsi ini. Muhammad Djufri, M.Pd penguji II, yang telah banyak memberikan saran dan bimbingan kepada penulis dalam penyelesaian skripsi ini. Pak. dan Ibu dosen serta seluruh staf dan pegawai Fakultas Ekonomi Universitas Negeri Makassar yang telah membantu dan membimbing penulis dalam proses belajar mengajar sejak awal perkuliahan.

Semen Tonasa (Persero) beserta jajarannya di bidang keuangan dan khususnya diklat yang telah membantu dalam memberikan data dan informasi yang diperlukan dalam penyusunan skripsi ini. Penulis memahami bahwa tidak ada yang dapat penulis berikan sebagai tanda syukur dan pahala yang sepantasnya kecuali doa semoga Allah swt. memberikan pahala yang melimpah atas segala kebaikan yang telah diberikan kepada penulis.

PENDAHULUAN

TINJAUAN PUSTAKA DAN KERANGKA PIKIR

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

KESIMPULAN DAN SARAN

Latar Belakang

Untuk itu perusahaan harus menyiapkan strategi untuk meningkatkan hasil produksi, dimana aset yang digunakan untuk operasi sehari-hari disebut modal kerja. Modal kerja adalah aset jangka pendek dikurangi kewajiban jangka pendek atau aset yang harus tersedia untuk membiayai operasi perusahaan sehari-hari, misalnya untuk membayar gaji karyawan, membeli bahan baku, membayar hutang, dan sejenisnya. Hal ini akan mengakibatkan kerugian bagi perusahaan yang pada gilirannya akan mengakibatkan penurunan tingkat profitabilitas perusahaan.

Rasio ini menjelaskan tingkat efisiensi perusahaan, yaitu sejauh mana perusahaan mampu menekan biaya operasi dalam periode tertentu. Sebaliknya, jika rasio ini menurun, maka kemampuan perusahaan untuk menekan biaya dianggap buruk. Alasan utama mengapa penting untuk membahas modal kerja ketika mencoba meningkatkan profitabilitas perusahaan adalah karena modal kerja merupakan bagian dari pengeluaran jangka pendek perusahaan, yang sejalan dengan tujuan profitabilitas jangka pendek perusahaan.

Semen Tonasa (Persero) selama 5 tahun terakhir menunjukkan adanya peningkatan modal kerja namun profitabilitas mengalami penurunan. Berdasarkan latar belakang tersebut, penulis tertarik untuk melakukan penelitian dengan judul “Pengaruh Modal Kerja Terhadap Profitabilitas Pada PT.

Tabel  1.  Data  Modal  Kerja  dan  Profitabilitas  Pada  PT.  Semen  Tonasa   (Persero) pada periode 2010-2014
Tabel 1. Data Modal Kerja dan Profitabilitas Pada PT. Semen Tonasa (Persero) pada periode 2010-2014

Rumusan Masalah

Tujuan Penelitian

Manfaat Hasil Penelitian

Tinjauan Pustaka

  • Pengertian Laporan Keuangan
  • Jenis laporan keuangan
  • Tujuan Laporan Keuangan
  • Pengertian modal kerja
  • Jenis- jenis modal kerja
  • Pentingnya Modal Kerja
  • Sumber dan Penggunaan Modal Kerja a. Sumber-sumber modal kerja
  • Kebijakan Modal Kerja
  • Faktor-faktor yang Mempengaruhi Modal Kerja
  • Profitabilitas
  • Rasio profitabilitas
  • Hubungan Modal Kerja dengan Profitabilitas

Modal kerja adalah sejumlah dana yang selalu tersedia dalam suatu perusahaan dan digunakan untuk membiayai kegiatan usaha. Modal kerja merupakan investasi dalam aktiva jangka pendek atau investasi dalam aktiva lancar (current assets).Modal kerja dapat dibagi menjadi dua kategori, yaitu modal kerja kotor dan modal kerja bersih. Beberapa pengertian di atas menunjukkan bahwa modal kerja merupakan investasi perusahaan dalam aktiva jangka pendek atau aktiva lancar.

Dalam konsep ini, modal kerja berkaitan dengan jumlah utang lancar atau utang yang harus segera dilunasi. Modal kerja variabel adalah modal kerja yang jumlahnya berubah-ubah sesuai dengan perubahan kegiatan atau kondisi lain yang mempengaruhi usaha. Misalnya modal kerja permanen, sumber dananya berasal dari kredit jangka panjang atau ekuitas, sedangkan modal kerja.

Kebijakan ini membuat pembedaan yang tegas antara kebutuhan modal kerja yang bersifat tetap yang dibiayai dari sumber modal permanen atau sumber pembiayaan jangka panjang. Semakin lama waktu yang dibutuhkan untuk memproduksi atau memperoleh barang, semakin besar kebutuhan modal kerjanya. Sedangkan dari segi sales credit, semakin lunak (long term of credit) yang diberikan kepada pelanggan, maka semakin besar kebutuhan modal kerja untuk diinvestasikan dalam piutang.

Persyaratan modal kerja juga bergantung pada waktu yang diperlukan untuk mengubah piutang menjadi uang tunai. Jika piutang tertagih dalam waktu singkat, ini berarti kebutuhan modal kerja akan lebih rendah atau lebih kecil. Karena penurunan nilai wajar dibandingkan dengan nilai buku surat berharga, persediaan dan piutang, modal kerja akan menurun.

Untuk melindungi diri dari hal-hal yang tidak terduga, diperlukan modal kerja yang relatif besar dalam bentuk uang tunai atau surat berharga. Modal kerja yang diinvestasikan dalam persediaan meningkat secara bertahap pada bulan-bulan menjelang puncak penjualan. Sebaliknya, modal kerja yang kurang memadai dapat menjadi penyebab kemerosotan atau bahkan kegagalan suatu perusahaan.

Menurut Sutrisno (2009:45) masalah penting dalam pengelolaan modal kerja adalah menentukan berapa modal kerja yang dibutuhkan perusahaan. Begitu juga jika nilai modal kerja terlalu kecil, akan ada resiko proses produksi perusahaan kemungkinan besar akan terganggu.

Kerangka Pikir

Variabel Penelitian dan Desain Penelitian 1. Variabel penelitian

  • Desain Penelitian

Definisi Operasional dan Pengukuran Variabel 1. Definisi Operasional

  • Pengukuran Variabel

Modal kerja adalah seluruh aktiva lancar yang digunakan untuk membiayai kegiatan operasional sehari-hari pada PT. Semen Tonasa (Persero) dalam memperoleh profit/keuntungan selama periode tertentu dimana profitabilitas dalam penelitian ini dihitung dengan menggunakan Net Profit Margin. Pengukuran variabel yang digunakan dalam penelitian ini adalah modal kerja (Net Working Capital) yaitu selisih aktiva lancar dikurangi kewajiban lancar dan profitabilitas yang diukur dengan (Net Profit Margin) yaitu laba setelah bunga dan pajak dibagi penjualan bersih.

Populasi dan Sampel 1. Populasi

  • Sampel

Sampel dalam penelitian ini berasal dari neraca dan laporan laba rugi pada PT.

Jenis dan Sumber Data a. Jenis Data

Teknik Pengumpulan Data

  • Wawancara
  • Dokumentasi

Dalam penelitian ini data yang diperoleh melalui metode dokumentasi adalah sejarah perusahaan, struktur organisasi, dan laporan keuangan yang meliputi laporan laba rugi dan neraca.

Teknik Analisis Data

  • Pabrik Semen Tonasa I
  • Pabrik Semen Tonasa II
  • Pabrik Semen Tonasa III
  • Pabrik Semen Tonasa IV
  • Pabrik Semen Tonasa V
  • Konsolidasi dengan PT Semen Gresik (Persero)
  • Status Perusahaan
  • Wilayah Pemasaran
  • Visi dan Misi Perusahaan a. Visi

Pabrik Semen Tonasa I terletak di Desa Tonasa, Kecamatan Balocci, Kabupaten Pangkep, Provinsi Sulawesi Selatan, yang didirikan berdasarkan surat keputusan sementara DPR RI No. Pabrik Semen Tonasa I dibangun di atas tanah seluas 639,7 hektar dengan luas bangunan 55.182 m2 dan beroperasi dengan kapasitas terpasang 20.000 ton semen per tahun. 54 Tahun 1971 tanggal 8 September 1971, pabrik Semen Tonasa I ditetapkan dengan status proyek sebagai BUMN berbentuk perusahaan umum (perum).

Selain itu, telah dilakukan commissioning pabrik Semen Tonasa II yang mengakibatkan dilakukannya decommissioning pabrik Semen Tonasa I yang dilakukan pada bulan November 1984. Pabrik Semen Tonasa II menggunakan proses kering dan mulai beroperasi secara komersial pada tahun 1980 dengan kapasitas terpasang sebesar 510.000 ton semen per tahun, dan pada tahun 1991 pabrik dioptimalkan secara swakelola dengan menggunakan dana dan tenaga sendiri, sehingga kapasitas produksi meningkat menjadi 590.000 ton semen per tahun. Dengan meningkatnya kebutuhan semen, maka dibangunlah pabrik Semen Tonasa III yang berlokasi di sebelah pabrik Semen Tonasa II, berdasarkan persetujuan BAPPENAS No. 32/XC-LC/B.V/1981.

Untuk memenuhi permintaan semen baik dalam negeri maupun ekspor, dibangun pabrik Semen Tonasa IV yang berlokasi di lokasi yang sama dengan pabrik Semen Tonasa II dan III yang dimulai pada triwulan III tahun 1994. Pabrik Semen Tonasa IV diresmikan oleh Presiden Suharto pada tanggal 10 September 1996 dengan kapasitas terpasang 2.300.000 ton semen per tahun. Oleh karena itu, pemerintah melalui PT Semen Indonesia (persero) Tbk dan salah satu anak perusahaan operasionalnya, PT Semen Tonasa, telah merealisasikan proyek strategis pembangunan pabrik Semen Tonasa V berkapasitas 2.500.000 ton/tahun untuk memenuhi permintaan yang terus meningkat. konstruksi di Indonesia bagian timur. .

Pembangunan proyek Tonasa V dimulai pada 24 Februari 2009, seiring dengan dialihkannya risalah proyek dari PT Semen Gresik (persero) Tbk ke PT Semen Tonasa saat itu. Setelah pabrik Semen Tonasa unit V beroperasi, PT Semen Tonasa beroperasi dengan kapasitas 6,7 juta ton, menandakan PT Semen Tonasa dapat memenuhi kebutuhan semen untuk wilayah timur Indonesia. Sesuai kesepakatan Asosiasi Semen Indonesia (ASI) tentang pembelian semen dalam negeri di bawah koordinasi Dinas Perindustrian dan Perdagangan, PT Semen Tonasa telah ditetapkan wilayah penjualan semen di Indonesia Timur (KTI), sedangkan untuk semen pasar ekspor, Tonasa menjual beberapa negara di kawasan Asia.

Pada awal berdirinya pabrik Semen Tonasa I yang sedang dibangun, perusahaan masih berstatus “proyek” di bawah naungan Kementerian Perindustrian dan Pembangunan. pada tanggal 2 November 1968, status perusahaan ditingkatkan menjadi status. Pada tanggal 8 September 1971, pabrik Semen Tonasa dinyatakan sebagai BUMN berbentuk “Perusahaan Umum” (PERUM) berdasarkan PP No. 54 Tahun 1971. Luar Negeri: PT Semen Tonasa juga telah mengekspor produknya ke mancanegara, salah satunya Dili.

Penyajian Data dan Analisis Data 1. Penyajian Data

  • Pembahasan Hasil Penelitian

Dalam penelitian ini, penulis menggunakan modal kerja bersih sebagai alat untuk mengukur kemampuan perusahaan dalam membiayai aktivitas operasinya. Berdasarkan data diatas dapat diketahui bahwa perkembangan modal kerja bersih PT. Semen Tonasa (Persero) di Kabupaten Pangkep mengalami fluktuasi selama periode tersebut, dengan peningkatan terbesar terjadi pada tahun 2013 sebesar 72,88% karena pabrik Semen Tonasa V telah beroperasi. Hasil operasi ini meningkatkan pendapatan yang menjadi sumber modal kerja perusahaan yang mengalami penurunan sangat drastis sebesar 43,50 pada tahun 2014 karena biaya yang lebih tinggi untuk biaya, seperti yang ditunjukkan dalam laporan laba rugi (halaman 53).

Analisis regresi linier sederhana ini digunakan untuk mengetahui hubungan antara dua variabel yaitu modal kerja (X) dan profitabilitas (Y). Dari tabel 6 terlihat koefisien korelasi (r) sebesar 0,421 yang menunjukkan adanya korelasi yang sedang. Dari hasil perhitungan dengan menggunakan program SPSS 16 terlihat bahwa koefisien determinasi (R square) yang diperoleh sebesar 0,177 atau 17,7%.

Pengujian hipotesis yang diajukan adalah jika thitung lebih besar dari ttabel, maka modal kerja (X) dapat dikatakan berpengaruh signifikan terhadap profitabilitas (Y). Sebaliknya jika thitung lebih kecil dari ttabel maka dapat dikatakan modal kerja (X) tidak berpengaruh signifikan terhadap tingkat profitabilitas (Y). Karena nilai thitung 0,804 lebih kecil dari ttabel 2,183 maka H0 diterima dan H1 ditolak, artinya modal kerja tidak berpengaruh signifikan terhadap profitabilitas. Semen Tonasa (Persero) yang dikaji penulis menunjukkan bahwa terjadi peningkatan modal kerja yang berbanding terbalik dengan penurunan profitabilitas perusahaan.

Berdasarkan penelitian yang dilakukan diketahui bahwa modal kerja berpengaruh positif dan tidak signifikan terhadap profitabilitas pada PT. Hasil yang sama juga diperoleh oleh Junizar Riana (2013) yang meneliti analisis modal kerja terhadap profitabilitas pada PT.

Tabel 3.   Profitabilitas  yang  diukur  dengan  Net  Profit  Margin  (NPM)  Pada  PT
Tabel 3. Profitabilitas yang diukur dengan Net Profit Margin (NPM) Pada PT

Kesimpulan

Saran

Gambar

Tabel  1.  Data  Modal  Kerja  dan  Profitabilitas  Pada  PT.  Semen  Tonasa   (Persero) pada periode 2010-2014
Gambar 1. Skema Kerangka Pikir  C. Hipotesis
Gambar 2. Skema Desain Penelitian
Tabel 3.   Profitabilitas  yang  diukur  dengan  Net  Profit  Margin  (NPM)  Pada  PT
+4

Referensi

Dokumen terkait

Salah satu rumus untuk menghitung tentang perputaran modal kerja adalah working capital turnover rumus ini digunakan untuk mengukur kemampuan modal kerja netto yang berputar pada suatu