Nama : Asro'i Tanjung, September 2020, Pengaruh Model Pembelajaran Tipe Image and Image Terhadap Motivasi Belajar IPS Kelas 4 Op. Variabel penelitian ini terdiri dari variabel X yaitu model pembelajaran tipe picture dan picture dengan motivasi belajar sebagai variabel Y.
Latar Belakang Masalah
Model pembelajaran yang diterapkan dalam pembelajaran IPS sampai saat ini masih didominasi dengan metode ceramah. Minat siswa yang rendah terhadap mata pelajaran IPS dapat mengakibatkan kurang optimalnya proses pembelajaran, sehingga materi tersebut.
Identifikasi Masalah
Berdasarkan uraian latar belakang di atas, serta observasi yang dilakukan oleh peneliti, maka peneliti tertarik untuk meneliti Pengaruh model kolaborasi tipe image dan image terhadap motivasi belajar siswa di SDIT AL-QALAM Bengkulu Selatan.
Batasan Masalah
Penelitian ini hanya membahas motivasi belajar siswa yaitu nilai siswa setelah pembelajaran IPS dengan model pembelajaran Picture-and-Picture. Penelitian ini hanya membahas pengaruh model pembelajaran kooperatif picture and picture siswa kelas IV SDIT Al Qalam Bengkulu Selatan dengan materi Tema 8 Subtema 2 keunikan daerah tempat tinggal saya.
Rumusan Masalah
Tujuan Penelitian
Kajian Penelitan Terdahulu
9 Retno Satya Utami, Pengaruh Model Pembelajaran Kooperatif Citra dan Citra Terhadap Hasil Belajar IPS Siswa Kelas IV Mi Ismaria Al-Qur' Aniyyah Bandar Lampung Tahun 2018 (Skripsi S1 Fakultas Tarbiyah dan Keguruan UIN Raden Intan Lampung, 2018). 10 Fifn Eka Yuliana, Keefektifan Model Picture and Picture Terhadap Hasil Belajar IPA Materi Perubahan Lingkungan Fisik Siswa Kelas IV SD Negeri Gugus Palangkawati Semarang, Tahun 2016 (Skripsi Fakultas: Ilmu Pendidikan Universitas Negeri Semarang, 2016).
LANDASAN TEORI
Kajian Teori
- Model pembelajaran Picture And Picture
- Teori Grand Picture and Picture
- Motivasi Belajar
Gambar-gambar tersebut menjadi alat utama dalam proses pembelajaran, untuk itu sebelum proses pembelajaran berlangsung guru telah menyiapkan materi atau gambar yang akan ditampilkan di kelas. Seorang guru dalam proses belajar mengajar harus benar-benar optimal dalam memanfaatkan atau menggunakan sarana dan prasarana pengajaran yang ada. Demikian juga dalam belajar, motivasi memegang peranan yang cukup besar untuk mencapai hasil. Tanpa motivasi, seseorang tidak dapat belajar. Motivasi dapat memberikan dorongan yang luar biasa bagi seseorang untuk berperilaku.
Apabila indikator tersebut muncul dan berkembang dalam proses pembelajaran di kelas, maka guru akan merasa nyaman dan antusias. Dan dengan motivasi tersebut siswa menjadi rajin dalam proses pembelajaran dan dengan motivasi tersebut juga dimungkinkan terwujudnya kualitas hasil belajar siswa. Siswa dalam proses pembelajaran memiliki motivasi yang kuat dan jelas, mereka pasti akan tekun dan berhasil dalam belajar.
Seperti halnya dalam dunia pendidikan, khususnya dalam proses pembelajaran untuk mencapai tujuan dan hasil belajar yang optimal, siswa sangat dipengaruhi oleh motif-motif yang berasal dari luar dirinya maupun yang berasal dari dalam dirinya sendiri atau yang berasal dari dalam dirinya sendiri. dapat dipengaruhi secara bersamaan sesuai dengan situasi yang berkembang.
Kerangka Berpikir
Dari uraian di atas dapat disimpulkan bahwa munculnya dan menguatnya motivasi yang ada pada siswa dapat dipengaruhi oleh beberapa hal yaitu: cita-cita atau cita-cita siswa, unsur-unsur dinamis dalam belajar dan pembelajaran dan upaya guru dalam pembelajaran siswa, guru harus dapat memanfaatkan faktor-faktor tersebut dengan tepat agar motivasi belajar siswa dapat berkembang secara optimal.
Kerangka Berpikir C. Hipotesis Penelitian
Tempat Penelitian Dan Waktu Penelitian
Pemangku Basri, Kecamatan Pasar Manna, Bengkulu Selatan Waktu penelitian yang direncanakan peneliti akan dilaksanakan pada bulan Januari 2020.
Populasi Dan Sampel 1. Populasi
- Sampel
Sempel menurut Suharsimi Arikunto Ada juga yang berpendapat bahwa jika populasinya kurang dari 100 lebih baik diambil semuanya sebagai sampel, sehingga penelitiannya merupakan survei populasi. Menurut Suharsmi Arikunto, dalam waktu yang singkat, jika subjek kurang dari 100 lebih baik diambil semua, sehingga penelitian ini merupakan penelitian populasi. Dan apabila jumlah subjeknya banyak maka dapat diambil atau 25% atau lebih. Dalam penelitian ini peneliti menggunakan teknik Random Sampling, artinya sampel diambil secara acak.
Alat Pengumpulan Data
Dari definisi konseptual ini, indikator dapat dirumuskan untuk setiap variabel dan kemudian didaftar kisi-kisi dan item instrumen penelitian. Dalam penelitian ini ada dua variabel yang akan diteliti yaitu variabel bebas (model pembelajaran kooperatif tipe picture and picture dan adanya pembelajaran bersama) dan variabel terikat (motivasi belajar siswa). Menurut Subana, Moersedyorahadi dan Sudrajat, mengatakan bahwa angket atau kuisioner merupakan instrumen pengumpulan data yang digunakan dalam teknik komunikasi tidak langsung.
Kuesioner adalah teknik pengumpulan data yang dilakukan dengan cara memberikan seperangkat pertanyaan tertulis kepada responden untuk dijawab. Definisi konseptual: Motivasi belajar adalah dorongan yang timbul dari dalam diri pembelajar (intrinsik) dan dari luar pembelajar (ekstrinsik) untuk melakukan sesuatu. Untuk pertanyaan positif, jika menjawab A diberi skor 4, jika menjawab B diberi skor 3, jika menjawab C diberi skor 2, jika menjawab D diberi skor 1, jika menjawab E diberi skor skor skor 0.
Untuk pertanyaan negatif jika dijawab A diberi skor 0, jika dijawab B diberi skor 1, jika dijawab C diberi skor 2, jika dijawab D diberi skor 3 E diberi skor.
Teknik Analisis Data
- Uji normalitas
- Uji homogenitas varians
Korelasi motivasi belajar adalah skor responden yang diperoleh melalui angket, sehingga dapat menggambarkan kepuasan peran antar variabel yang memiliki 5 alternatif jawaban. Analisis data dilakukan dengan menggunakan statistik yaitu: data deskriptif, pengujian analitik sebagai persyaratan penggunaan statistik, dan teknik pengujian hipotesis. Uji normalitas data peningkatan dilakukan untuk mengetahui apakah data peningkatan kemampuan memahami atau menyelesaikan masalah matematika berasal dari populasi yang berdistribusi normal.
Menguji homogenitas varians data peningkatan untuk mengetahui apakah data peningkatan motivasi belajar memiliki varians yang homogen Hipotesis statistik yang diajukan adalah. Untuk menguji apakah peningkatan motivasi belajar melalui pembelajaran gambar dan gambar lebih baik dibandingkan siswa yang mendapat pembelajaran konvensional. Jika data berasal dari populasi yang berdistribusi normal dan homogen, maka uji statistik yang digunakan adalah uji-t dengan taraf signifikan ɑ.
Jika data berasal dari populasi yang tidak berdistribusi normal, maka uji statistik yang digunakan adalah uji non parametrik yaitu uji Mann-Whitney, dimana kriteria ujinya adalah Ho ditolak jika P < 0,05 Tetapi jika data berasal dari populasi , yang berdistribusi normal, tetapi variannya tidak homogen, maka digunakan uji-t, dimana kriteria ujinya adalah Ho ditolak jika P ≤ 0,05 dan Ho diterima jika P ≥ 0,05.
DESKRIPSI WILAYAH PENELITIAN
Sumber: Data Kepala SDIT AL QALAM Bengkulu Selatan Jumlah siswa kelas I – IV sebanyak 584 orang. Untuk mendukung kelancaran proses belajar mengajar, SDIT AL QALAM Bengkulu Selatan memiliki 56 tenaga kependidikan yang terdiri dari 1 kepala sekolah, 48 guru kelas, 3 guru PAI, 2 guru PE, 3 guru. Situasi dan kondisi sekolah SDIT AL QALAM Bengkulu Selatan. Situasi dan kondisi SDIT AL QALAM Bengkulu Selatan sudah baik karena sekolah ini merupakan sekolah dasar yang sudah memiliki akreditasi A, sarana dan prasarana sekolah ini juga cukup lengkap karena SDIT AL QALAM Bengkulu Selatan sudah memiliki perpustakaan dan media pembelajaran. tersedia sebagai alat bantu pengajaran.
Kondisi Guru di SDIT AL QALAM Bengkulu Selatan TABEL 4.3. Daftar nama guru dan staf administrasi. Irfi Senayati, S.Pt Guru Kelas S1 7. Lumi Hartini, S.Pd Guru Kelas S1 9. Hafizatul Hayati, S.Pd.I Guru Kelas S1 10. Sumber: SDIT AL Dokumen QALAM Bengkulu Selatan) 5. SDIT Sarana dan Prasarana AL QALAM Bengkulu Selatan.
Fasilitas Sekolah SDIT AL QALAM di Bengkulu Selatan TABEL 4.5. Data Fasilitas Sekolah SDIT AL QALAM Bengkulu Selatan Tahun Ajaran Sumber: Dokumen SDIT AL QALAM Bengkulu Selatan).
Deskripsi Data
Berdasarkan hasil pengujian diketahui bahwa normalitas data pretest siswa yang belajar dengan gambar dan gambar adalah 0,409. Karena 0,409 > 0,05 berarti data pretest siswa yang belajar dengan gambar dan gambar berasal dari populasi yang berdistribusi normal. Hasil uji normalitas untuk data peningkatan siswa penerima pembelajaran arus utama adalah 0,354 yang juga berarti bahwa data peningkatan berasal dari populasi yang berdistribusi normal.
Untuk menguji hipotesis apakah peningkatan motivasi belajar siswa yang belajar dengan model gambar dan gambar lebih baik daripada siswa yang belajar baru maka diajukan hipotesis statistik. Berdasarkan hasil pengujian diketahui bahwa normalitas data peningkatan siswa yang belajar dengan gambar dan gambar adalah 0,409. Data hasil uji normalitas peningkatan siswa yang belajar dengan rata-rata peningkatan motivasi belajar siswa yang belajar bersama.
Artinya peningkatan motivasi belajar siswa yang belajar dengan gambar dan gambar lebih baik daripada peningkatan motivasi belajar siswa yang mendapat pembelajaran biasa.
Pembahasan hasil penelitian
Motivasi belajar pada mata pelajaran IPS siswa kelas IV yang dibelajarkan dengan model pembelajaran picture and picture lebih baik daripada siswa yang tidak menggunakan model pembelajaran picture and picture di SDIT AL-QALAM Bengkulu Selatan. Berdasarkan deskripsi data penelitian dapat diketahui bahwa terdapat perbedaan motivasi belajar antara kelompok siswa yang belajar dengan model pembelajaran berbasis gambar dan kelompok siswa yang belajar dengan model pembelajaran biasa. . Kelompok siswa yang belajar dengan menggunakan model pembelajaran berbasis gambar memiliki motivasi belajar yang lebih tinggi dibandingkan dengan kelompok siswa yang belajar dengan menggunakan model pembelajaran konvensional.
Hal ini terlihat ketika proses pembelajaran siswa yang diajar melalui penerapan model pembelajaran picture and picture menjadi aktif dan bersemangat selama pembelajaran.Hal ini juga senada dengan pendapat Wibowo yang menyatakan bahwa proses pembelajaran IPS diupayakan secara aktif. menjadi. , kreatif dan menyenangkan sehingga motivasi belajar siswa dapat meningkat 29 Model picture and picture mengandalkan gambar sebagai media internal. 29Ni membuat Ayu Santi Paramita, “Pengaruh Model Pembelajaran Gambar dan Gambar Berorientasi Pendidikan Karakter Terhadap Motivasi Belajar IPS Siswa Kelas V”. 32Wahyul Mimbaar, penerapan model pembelajaran picture and picture untuk meningkatkan kemampuan membaca permulaan siswa kelas I Sekolah Swasta Arvena Sei.
Penerapan model pembelajaran pendidikan karakter picture and picture pada kelompok eksperimen memiliki pengaruh positif yang ditunjukkan dengan prestasi belajar siswa yaitu meningkatnya nilai, hal ini sesuai dengan pendapat Griffin dan Nix Assessment adalah statement based. pada sejumlah fakta untuk menjelaskan ciri-ciri seseorang.atau sesuatu.37.
PENUTUP
SARAN
Bagi guru menerapkan model pembelajaran gambar dan gambar. Diharapkan dari seorang guru bahwa dalam menggunakan model pembelajaran tipe picture and picture ini harus lebih efektif dan benar-benar profesional dengan mempertimbangkan berbagai aspek termasuk kesesuaian dengan langkah-langkah dalam menggunakan media 2. Menjadikan prestasi belajar sebagai hasil yang dapat memotivasi diri sendiri untuk belajar lebih giat. Penelitian selanjutnya diharapkan menggunakan periode pengamatan yang lebih lama dengan tujuan mendapatkan hasil yang lebih baik.
Budiningsih Asri, 2013, Pembelajaran dan Pembelajaran, Jakarta: rineka cipta Haryati Mimin, 2007, Model dan Teknik Penilaian Tingkat Satuan. Ni Made Ayu Santi Paramita, “Pengaruh Model Pembelajaran Picture and Picture Berorientasi Pendidikan Karakter Terhadap Motivasi Belajar IPS Siswa Kelas V”. Yatima Durotul, 2017, Pengantar Pendidikan, Banten: Universitas Terbuka Wahyul Mimbaar, Penerapan Model Pembelajaran Citra dan Citra pada.