PENGARUH MOTIVASI KONSUMEN, PERSEPSI KONSUMEN, KEPERCAYAN KONSUMEN, DAN SIKAP KONSUMEN
TERHADAP KEPUTUSAN PEMBELIAN MINYAK GORENG BIMOLI SPESIAL
(Pada Citra Swalayan Sungai Balang)
Program Studi Pendidikan Ekonomi STKIP PGRI Sumatra Barat
ABSTRACT
This study aims to analyze the influence of consumer motivation, consumer perceptions, consumer confidence, and consumer attitudes towards purchasing decisions of special bimoli cooking oil (on citra swalayan sungai balang). The results showed that: 1) Consumer Motivation significant effect on Purchase Decision. This can be seen in the table that the value of regression coefficient of 0,510 and tcount value of 5.892> ttable of 1.98498, while significant value 0.000
<α0.025, 2) Consumer Perception significant effect on Purchase Decision. This can be seen in the table stating that the value of regression coefficient of 0.528 and tcount of 6.982> ttable of 1.98498, while significant value 0,000 <α0.025, 3) consumer trust significantly influence Purchase Decision. This can be seen in the table stating that the value of regression coefficient of 1.148 and tcount of 7.703>
ttable of 1.98498, while the significant value 0.000 <α0.025, 4) Consumer Attitudes significantly influence the Purchase Decision. This can be seen in the table that the regression coefficient value of 0.408 and tcount of 6.208> ttable of 1.98498, while the significant value 0.000 <α0.025, 5) Consumer Motivation, Consumer Perceptions, consumer trust and consumer attitudes significantly influence jointly to the purchase decision of Bimoli Special frying oil. This can be seen from the data processing using SPSS version 16.0 program, can be seen in table f test shows that the value of Fhitung 57,948> Ftable 2,47 and significant value 0,000 < α = 0,025.
Keywords: Consumer Motivation, Consumer Perception, Consumer Trust, Consumer Attitude, Purchasing Decision
PENDAHULUAN
Menurut keputusan Menteri Industri dan Perdagangan no.115/mpp/kep/2/1998, minyak goreng merupakan salah satu dari
sembilan bahan pokok yang dijual secara bebas di pasar dan dikonsumsi oleh seluruh masyarakat Indonesia.
Sebagai negara penghasil minyak kelapa sawit terbesar di dunia.
Pemerintah memiliki program “2015
Indonesia Bebas Minyak Goreng Curah”, yang efektif berjalan sejak Maret 2016 dengan melarang peredaran minyak goreng curah.
Pemerintah menganjurkan masyarakat untuk menggunakan minyak goreng kemasan yang sudah berlogo SNI, sehingga mutu dan kualitasnya dapat dipercaya.
Menurut Kotler dan Keller (2008:235) menguraikan definisi keputusan pembelian sebagai berikut: “Tahap proses keputusan dimana konsumen secara aktual melakukan pembelian produk”.
Konsumen akan melewati lima tahap proses pengambilan keputusan pembelian yaitu, pengenalan masalah atau kebutuhan, pencarian informasi, evaluasi alternatif, keputusan pembelian dan perilaku pasca pembelian.
Kemudian tahapan pertama pengenalan masalah, pada tahap ini konsumen mengenali sebuah kebutuhan, keinginan atau masalah.
Kebutuhan pada dasarnya dapat dicetuskan oleh rangsangan internal dan eksternal. Perusahaan harus menentukan kebutuhan, keinginan atau masalah mana yang mendorong
konsumen memulai proses membeli produk.
Tahapan yang kedua yaitu tahap pencarian masalah, dalam tahap ini konsumen yang terangsang kebutuhannya akan terdorong untuk mencari informasi yang lebih banyak tentang minyak goreng Bimoli., berakhlak mulia, sehat berilmu, cakap kreatif, mandiri dan menjadi warga negara yang demokratis dan bertanggung jawab”.
Tahap yang ketiga yaitu evaluasi alternatif, pada tahapan ini konsumen melihat dari kelebihan dan kelemahan dari Bimoli, menyajikan kualitas minyak terbaik dengan melakukan proses pengolahan enam tahap, mulai dari penghilangan getah, penjernihan warna minyak, penghilangan asam lemak bebas, pemurnian aroma, pembentukan fraksi padat sampai pemisahan fraksi padat dan minyak. Termasuk juga mempunyai kandungan Omega 9 yang berfungsi menjaga kadar normal kolesterol
Tahapan yang keempat yaitu keputusan pembelian, pada tahap ini konsumen akan mengembangkan sebuah keyakinan atas merek dan
tentang posisi tidak merek berdasarkan masing-masing atribut yang berujung pada pembentukan citra produk. Selain itu, pada evaluasi alternatif konsumen juga membentuk sebuah prefensi atas produk-produk yang ada dalam kumpulan pribadi dan konsumen juga akan membentuk niat untuk membeli merek yang paling di sukai dan berujung pada keputusan pembelian.
Beragamnya minyak goreng yang menjadi pertimbangan konsumen dalam mengambil keputusan pembelian menyebabkan konsumen akhirnya harus menentukan pilihan secara selektif, minyak goreng mana yang akan dikonsumsi untuk keperluan sehari- hari. Pengambilan keputusan pembelian tidak terlepas dari keterlibatan konsumen dimana menggambarkan tingkat minat konsumen terhadap proses pembelian produk yang ditimbulkan oleh pentingnya pembelian minyak goreng dalam kehidupan sehari-hari konsumen. Fenomena ini menandakan adanya perbedaan perilaku konsumen akan suatu
produk minyak goreng di pasaran.
Salah satu usaha yang perlu dilakukan oleh produsen minyak goreng untuk meningkatkan penjualan produknya adalah mempelajari perilaku konsumen (consumer behavior) yang beragam.
Tahap yang kelima keputusan pembelian konsumen terhadap suatu produk pada dasarnya erat kaitanynya dengan perilaku konsumen. Perilaku konsumen merupakan unsur penting dalam kegiatan pemasaran suatu produk yang perlu diketahui oleh perusahaan karena perusahaan pada dasarnya tidak mengetahui mengenai apa yang ada dalam pikiran seorang konsumen pada waktu sebelum, sedang dan setelah melalukan pembelian produk tersebut.
Menurut Kotler (2008:214) perilaku pembelian konsumen dipengaruhi oleh empat faktor, diantaranya faktor psikologis faktor ini dipengaruhi oleh empat faktor utama diantaranya motivasi yaitu seseorang memiliki banyak kebutuhan pada waktu-waktu tertentu. Beberapa dari kebutuhan tersebut ada yang muncul dari
tekanan biologis seperti lapar, haus, dan rasa ketidaknyamanan.
Sedangkan beberapa kebutuhan yang lainnya dapat bersifat psikogenesis; yaitu kebutuhan yang berasal dari tekanan psikologis seperti kebutuhan akan pengakuan, penghargaan atau rasa keanggotaan kelompok. Ketika seseorang mengamati sebuah merek, ia akan bereaksi tidak hanya pada kemampuan nyata yang terlihat pada merek tersebut, melainkan juga melihat petunjuk lain yang samar seperti wujud, ukuran, berat, bahan, warna dan nama merek tersebut yang memacu arah pemikiran dan emosi tertentu.
Seseorang yang termotivasi siap untuk segera melakukan tindakan. Bagaimana tindakan seseorang yang termotivasi akan dipengaruhi oleh persepsinya terhadap situasi tertentu. Persepsi dapat diartikan sebagai sebuah proses yang digunkan individu untuk memilih, mengorganisasi, dan menginterpretasi masukan informasi guna menciptakan sebuah gambaran Kotler dan Keller (2008:78).
Persepsi tidak hanya bergantung pada rangsangan fisik tetapi juga pada rangsangan yang berhubungan dengan lingkungan sekitar dan keadaan individu yang bersangkutan. Melalui bertindak dan belajar, orang mendapatkan keyakinan dan sikap. Keduanya kemudian mempengaruhi perilaku pembelian konsumen.
Keyakinan dapat diartikan sebagai gambaran pemikiran seseorang tentang gambaran sesuatu.
Keyakinan orang tentang produk atau merek akan mempengaruhi keputusan pembelian mereka.
Sesuai dengan hasil survey Top Brand 2003-2012 beberapa produk minyak goreng dalam kemasan yang bersaing di pasaran saat ini diantaranya, Filma, Tropica, Sania, Kuncimas dan produk lainnya yang sejenis siap berlomba-lomba merebut pangsa pasar. Untuk lebih jelasnya dapat dilihat pada table beriku:
Tabel 1. Jumlah Data Penjualan Minyak Goreng Bimoli di Indonesia Pada Tahun 2003-2012 Berdasarkan LU
Tahun Produk
Bimoli Filma Tropical
2003 63,3 13,7 9,6
2004 57,5 19,2 8,5
2005 61,1 16,2 6,6
2006 58,5 17,3 9,5
2007 56,8 17,2 7,6
2008 59,3 13,0 5,6
2009 57,0 15,2 10,1
2010 57,8 11,9 7,9
2011 53,2 13,6 9,9
2012 48,2 11,7 9,5
Sumber: Majalah Marketing
Berdasarkan tabel LU (Last Usage) yang artinya pemakaian terakhir selama 10 tahun terakhir, menunjukan Bimoli tetap menjadi yang teratas dalam penjualan menurut pemakaian terakhir konsumen. Akan tetapi walaupun menjadi yang teratas dari tahun- ketahun dapat dilihat bahwa peminat konsumen semakain menurun dari tahun-ketahunya. Penurunan tabel diatas dapat dilihat dari jumlah
pembeli yang tertinggi terdapat pada tuhun 2003 dan yang terendah ditahun 2012 hal ini dapat ditelaah lebih dalam. Hal ini mengidentifikasi bahwa beberapa konsumen Bimoli mulai memutuskan untuk membeli dan mengkomsumsi produk minyak dengan merek lain.
sementara untuk top survey di citra sungai balang sendiri dapat dilihat berdasarkan tabel berikut ini:
Tabel 2. Jumlah Data Penjualan Minyak Goreng di Citra Padang Pada Tahun 2012-2016
Nama Merek
Tahun penjualan Per karton
2012 2013 2014 2015 2016
Sari Murni 960 1000 1100 1200 1300
Hemat 840 860 920 900 880
Bimoli 800 780 820 750 720
Sumber: Citra Swalayan Sungai Balang Berdasarkan tabel penjualan produk minyak goreng di Citra
Swalayan Sungai Balang, terlihat bahwa pejualan pertama dipegang
oleh produk Sari Murni, kemudian diurutan kedua produk Hemat, dan yang terakhir produk Bimoli.
Sementara untuk produk Bimoli sendiri dapat terlihat dalam periode tahun 2012 sampai dengan tahun 2016, pada kurun waktu lima tahun tersebut penjualannya mengalami peningkatan dan penurunan. Pada tahun 2014 penjualan produk mengalami peningkatan sebesar 820 karton dibandingkan dengan tahun 2013. Pada tahun berikutnya, yaitu tahun 2016, penjualan produk dimengalami penurunan sebesar 720 buah dibandingkan dengan tahun 2015.
Mempertimbangkan bahwa produk Bimoli saat ini banyak digunakan kalangan ibu rumah tangga terutama karena faktor psikologis, maka penelitian ini membatasi diri hanya menyelidiki faktor-faktor psikologi yang mempengaruhi keputusan pembelian konsumen atas produk Bimoli.
Faktor-faktor psikologi konsumen ini adalah motivasi, persepsi, keyakinan dan sikap.
Berdasarkan latar belakang masalah, maka masalah yang akan diteliti adalah :
Semakin banyaknya Persaingan bisnis yang semakin sengit antara produsen minyak goreng baik nasional maupun lokal.
Semakin banyaknya produk minyak goreng kemesan sejenis yang masuk di pasaran.
Banyaknya toko sembako, swalayan, mini market, dan supermarket di kota padang menjual produk-produk yang sejenis dengan berbagai macam bentuk yang memiliki perbedaan dengan pesaingnya.
Berdasarkan identifikasi masalah di atas, penulis membatasi permasalahan penelitian pada pengaruh motivasi konsumen, persepsi konsumen, kepercayaan konsumen dan sikap konsumen teradap keputusan pembelian minyak goreng Bimoli Spesial (Pada Citra Swalayan Sungai Balang).
Berdasarkan latar belakang yang ada, maka dirumusan permasalahan sebagai berikut:
Bagaimanakah Pengaruh Motivasi Konsumen, Persepsi
Konsumen, Kepercayaan Konsumen, dan Sikap Konsumen Terhadap Kepitusan Pembelian Minyak Goreng Bimoli Spesial (pada Citra Swalayan Sungai Balang) ?
Adapun tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui dan menganalisi:
Pengaruh antara Motivasi konsumen, persepsi konsumen, kepercayaan konsumen dan sikap konsumen terhadap keputusan pembelian pembelian minyak goreng Bimoli Spesial (pada Citra Swalayan Sungai Balang)
Berdasarkan tujuan penelitian yang disebutkan diatas, maka manfaat yang dapat diambil dari penelitian ini adalah:
Bagi perusahaan yang bergerak di bidang industri minyak goreng sebagai masukan dan pertimbangan bagi pihak menajemen perusahaan, agar dapat mengetahui Pengaruh Motivasi Konsumen, Persepsi Konsumen, Kepercayaan Konsumen, dan Sikap Konsumen Terhadap Kepitusan Pembelian Minyak Goreng Bimoli Spesial (pada Citra Swalayan Sungai Balang).
METODE PENELITIAN
Penelitian ini digolongkan kepada penelitian asosiatif. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh konsumen yang membeli Minyak Goreng Bimoli Spesial Citra Swalayan Sungai Balang. dan jumlah sampel dalam penelitian ini yaitu sebanyak 100 orang.
Adapun variabel dalam penelitian ini adalah keputusan pembelian (Y), motivasi konsumen (X1), persepsi konsumen (X2) kepercayaan konsumen (X3) dan sikap konsumen sebagai variabel bebas.
Teknik analisis data yang digunakan untuk menguji hipotesisadalah analisis regresi berganda.
HASIL DAN PEMBAHASAN Deskriptif Keputusan Pembeli (Y)
Diketahui bahwa variabel Keputusan Pembeli (Y) memiliki skor rata-rata skor sebesar 3,76 dengan tingkat capaian responden (TCR) sebesar 75,21%. Hal ini menunjukkan bahwa variabel keputusan pembeli berada pada
kategori cukup. Dengan demikian dapat dikatakan bahwa keputusan pembeli perlu ditingkatkan lagi sehingga akan meningkatkan penjualan. Tanggapan responden yang tertinggi terdapat pada indikator Pengenalan Masalah dengan rata- rata skor sebesar 3,93 dengan TCR 78,55% berada pada ketegori cukup, Sedangkan tanggapan yang terendah berada pada indikator Evaluasi Alternatif dengan rata-rata skor sebesar 3,59 dengan TCR 71,73%
berada pada ketegori cukup.
Deskriptif Motivasi Konsumen (X1)
Diketahui bahwa variabel motivasi konsumen memiliki skor rata-rata skor sebesar 4,01 dengan tingkat capaian responden (TCR) sebesar 80,28%. Hal ini menunjukkan bahwa variabel motivasi konsumen berada pada kategori Cukup. Dengan demikian dapat dikatakan bahwa Motivasi konsumen terhadap keputusan pembeli perlu ditingkatkan lagi sehingga akan meningkatkan penjualan. Tanggapan responden yang tertinggi terdapat pada indikator Dorongan Akan Kegemaran Produk
dengan rata-rata skor sebesar 4.16 dengan TCR 83.15% berada pada ketegori cukup, Sedangkan tanggapan yang terendah berada pada indikator Dorongan Kebutuhan Akan menggunakan produk setiap saat dengan rata-rata skor sebesar 3.89 dengan TCR 77,73% berada pada ketegori cukup.
Deskriptif Variabel Persepsi Konsumen (X2)
Diketahui bahwa variabel Persepsi Konsumen memiliki skor rata-rata skor sebesar 4.17 dengan tingkat capaian responden (TCR) sebesar 83,49%. Hal ini menunjukkan bahwa variabel Persepsi Konsumen berada pada kategori baik. Dengan demikian dapat dikatakan bahwa variabel persepsi konsumen terhadap keputusan pembeli perlu ditingkatkan lagi.. Tanggapan responden yang tertinggi terdapat pada indikator Pemahaman Tentang Keistimewaan Produk dengan rata- rata skor sebesar 4,54 dengan TCR 90,85% berada pada ketegori sangat baik, Sedangkan tanggapan yang terendah berada pada indikator Pemahaman Tentang Variasi Tipe
Produk dengan rata-rata skor sebesar 3.62 dengan TCR 72,33% berada pada ketegori cukup.
Deskriptif Kepercayaan Konsumen (X2)
Diketahui bahwa variabel kepercayaan konsumen memiliki skor rata-rata skor sebesar 4,54 dengan tingkat capaian responden (TCR) sebesar 90,87%. Hal ini menunjukkan bahwa variabel kepercayaan konsumen berada pada kategori sangat baik. Dengan demikian dapat dikatakan bahwa kepercayaan konsumen perlu ditingkatkan lagi sehingga akan meningkatkan keputusan pembelian.
Tanggapan responden yang tertinggi terdapat pada indikator Kejujuran dalam pengelolan jual beli dengan rata-rata skor sebesar 4,67 dengan TCR 93,36% berada pada sangat baik, Sedangkan tanggapan yang terendah berada pada Informasi yang diberikan dapat dipercaya dengan rata-rata skor sebesar 4,47 dengan TCR 89,36% berada pada ketegori baik.
Deskriptif Sikap Konsumen (X4) Diketahui bahwa variabel Sikap Konsumen memiliki skor rata- rata skor sebesar 3,85 dengan tingkat capaian responden (TCR) sebesar 77,09%. Hal ini menunjukkan bahwa indicator Sikap Konsumen kategori cukup. Tanggapan responden yang tertinggi terdapat pada indikator Produk Yang Dibeli Adalah Produk Terkenal dengan rata-rata skor sebesar 4,10 dengan TCR 81,92%
berada pada ketegori baik, Sedangkan tanggapan yang terendah berada pada indikator Produk Yang Dibeli Adalah Produk Yang Diinginkan dengan rata-rata skor sebesar 3,70 dengan TCR 73,95%
berada pada ketegori cukup.
Dari model persamaan regresi linear berganda dibawah dapat diketahui bahwa nilai konstanta sebesar 5,411 yang berarti bahwa tanpa adanya pengaruh dari variabel motivasi belajar, kepercayaan diri dan locus of control maka perilaku menyontek telah mencapai 5,411.
Tabel 3. Hasil Analisis Regresi Berganda
No Variabel Koefisien Regresi thitung Sig keterangan
1 (Constant) -110.048 -8.769 0.00 Signifikan
2 X1 0.510 8.987 0.00 Signifikan
3 X2 0.528 6.982 0.00 Signifikan
4 X3 1.148 7.303 0.00 Signifikan
5 X4 0.408 6.208 0.00 Signifikan
Fhitung = 57,948 Sig = 0,00 Rsquare = 0,709
Sumber: Olahan Data Primer, 2017 Koefisien regresi variable motivasi belajar (X1) sebesar 0,510 yang bertanda negatif. Hal ini berarti adanya pengaruh signifikan motivasi konsumen terhadap perilaku keputusan pembelian, apabila nilai variabel motivasi konsumen meningkat sebesar satu satuan maka keputusan pembelian akan naik sebesar satu satuan dalam setiap satuannya, begitupun sebaliknya.
Dengan asumsi variabel lain mengalami perubahan atau konstan.
Koefisien regresi variabel persepsi konsumen (X2) sebesar 0,528 yang bertanda signifikan. Hal ini berarti adanya pengaruh persepsi
konsumen terhadap keputusan pembelian, apabila nilai variabel persepsi konsumen meningkat sebesar satu keputusan pembelian akan naik dalam satuannya. Dengan asumsi variabel lain mengalami perubahan atau konstan.
Koefisien regresi variable kepercayaan konsumen (X3) sebesar 1,148 yang bertanda signifikan. Hal ini berarti adanya pengaruh terhadap kepercayaan konsumen apabila nilai variabel kepercayaan konsumen meningkat sebesar satu satuan maka akan meningkatkan keputusan pembelian dalam setiap satuannya.
Tabel 4. Hasil Koefisien determinasi (R2) Model Summary
Model R R Square
Adjusted R Square
Std. Error of the Estimate
1 .842a .709 .697 6.49083
a. Predictors: (Constant), X4, X2, X1, X3 Sumber: Olahan Data Primer 2017
Berdasarkan hasil pada Tabel diatas pengolahan data yang dapat dilihat pada tabel model summary diperoleh hasil nilai Adjusted R Square sebesar 0,697 yang artinya 69,7% perubahan pada variabel dependen (keputusan pembelian) dapat dijelaskan oleh variabel independen (motivasi konsumen, persepsi konsumen, kepercayaan konsumen, dan sikap konsumen) sedangkan sisanya sebesar 29,1%
dipengaruhi oleh variabel lain yang tidak termasuk dalam penelitian ini.
Table 5. Hasil Uji t
Coefficientsa
Model
Unstandardized Coefficients
Standardized Coefficients
T Sig.
B Std. Error Beta
1 (Constant) -110.048 12.550 -8.769 .000
X1 .510 .057 .535 8.987 .000
X2 .528 .076 .402 6.982 .000
X3 1.148 .157 .437 7.303 .000
X4 .408 .066 .350 6.208 .000
a. Dependent Variable: Y
Sumber: Olahan Data Primer 2017 Uji Hipotesis
Uji hipotesis dalam penelitian ini terdiri dari dua macam yaitu uji t (parsial) dan uji F (simultan).
Dari Tabel di atas dapat dilihat pengaruh masing-masing variable bebas yang mempengaruhi keputusan pembelian adalah:
1) Hipotesis 1, terdapat pengaruh signifikan antara Motivasi Konsumen (X1) terhadap Keputusan pembelian (Y) diperoleh nilai thitung sebesar 58,987> ttabel sebesar 1,98498 dengan nilai signifikan 0,000 <
= 0,025, berarti Ha diterima dan
H0 ditolak dengan demikian dapat dikatakan bahwa terdapat pengaruh yang signifikan secara parsial antara Motivasi konsumen terhadap Keputusan pembelian. Berarti hal ini menunjukkan semakin baik Motivasi Konsumen maka akan meningkatkan keputusan pembelian..
2) Hipotesis 2, terdapat pengaruh signifikan antara Persepsi konsumen (X2) terhadap Keputusan pembelian (Y) diperoleh nilai thitung sebesar 6,982> ttabel sebesar1,98498 dengan nilai signifikan 0,000 <
= 0,025, berarti Ha diterima dan H0 ditolak dengan demikian dapat dikatakan bahwa terdapat pengaruh yang signifikan secara parsial antara Persepsi Konsumen terhadap Keputusan pembelian. Hal ini berarti semakin tinggi Persepsi Konsumen akan semakin tinggi pula keputusan pembelian.
3) Hipotesis 3, terdapat pengaruh signifikan antara Kepercayaan konsumen (X3) terhadap
Keputusan Pembelian (Y) Variabel Kepercayaan Konsumen diperoleh nilai thitung sebesar 7.303> ttabel sebesar 1,98498 dengan nilai signifikan 0,000 < = 0,025 berarti Ha
diterima dan H0 ditolak dengan demikian dapat dikatakan bahwa terdapat pengaruh yang signifikan secara parsial antara kepercayaan konsumen terhadap Keputusan Pembelian. Hal ini berarti semakin tinggi Kepercayaan Konsumen maka akan semakin tinggi Keputusan Pembeli
4) Variabel Hipotesis 4, terdapat pengaruh signifikan antara Sikap Konsumen (X4) terhadap Keputusan Pembelian Sikap Konsumen diperoleh nilai thitung
sebesar 6,208> ttabel sebesar 1,98498 dengan nilai signifikan 0,000 < = 0,05 berarti Ha diterima dan H0 ditolak.
Table 6. Hasil Uji f
ANOVAb Model
Sum of
Squares Df Mean Square F Sig.
1 Regression 9765.564 4 2441.391 57.948 .000a
Residual 4002.436 95 42.131
Total 13768.000 99
a. Predictors: (Constant), X4, X2, X1, X3 b. Dependent Variable: Y
Sumber: Olahan Data Primer 2017
Dari hasil pengolahan data dengan menggunakan program SPSS versi 16.0, dapat dilihat pada tabel di atas menunjukkan bahwa nilai Fhitung
57,948> Ftabel 2,47 dan nilai signifikan 0,000 < = 0,025. Hal ini berarti H0 ditolak dan Ha diterima.
Dengan demikian dapat dikatakan bahwa Motivasi Konsumen, Persepsi Konsumen, Kepercayaan Konsumen dan Sikap Konsumen berpengaruh dan signifikan terhadap Keputusan Pembeli, artinya semakin baik Motivasi Konsumen, Persepsi Konsumen, Kepercayaan Konsumen dan Sikap Konsumen maka akan semakin tinggi keputusan pembeli.
KESIMPULAN
Berdasarkan hasil analisis data yang telah dilakukan dapat diambil kesimpulan sebagai berikut:
Motivasi Konsumen, Persepsi Konsumen, Kepercayaan konsumen dan sikap konsumen berpengaruh signifikan secara Bersama – sama terhadap keputusan pembeli minyak Goreng Bimoli Spesial. Hal ini dapat dilihat Dari hasil pengolahan data dengan menggunakan program SPSS versi 16.0 menunjukkan bahwa nilai Fhitung 57,948> Ftabel 2,47 dan nilai signifikan 0,000 < = 0,025.
DAFTAR PUSTAKA
Citra Swalayan Andaleh. (2017). Data Penjualan Minyak Goreng padang:
Citra Swalayan Sungai Balang.
Efendi Usman, S.Sos., M. . (2016).
Psikologi Konsumen (satu).
Jakarta: PT. rajagrafindo persada.
Federeca, B. G., & Chair. (2010).
Pengaruh Psikologi Konsumen Terhadap Keputusan Pembelian Kembali Smartphone Blackberry.
Manajemen Teori Dan Terapan, Vol 3 No 2, Agustus 2010, pp.
128–143
https://www.portalgaruda.org/articl e.php.
Kanuk, dkk. (2008). perilaku konsumen (ketujuh). PT. Indeks.
Kotler, dkk. (2008). Manajemen Pemasaran. (E. Maulana & W.
Hardani, Eds.) (5th ed.). Jakarta:
Erlangga.
Robbins, S. P. dan Mary. C. (2010).
menajemen (sepuluh). Erlangga.
Setiadi, N. J. (2008). Perilaku Konsumen. (K. P. M. Grup, Ed.) (Edisi Pert). Jakarta
Suliyanto. (2011). Ekonometrika Terapan, Teori Dan Aplikasi Dengan SPSS. Yogyakarta: Andi Thamrin Abdullah, M.M., M.Pd.dan
Francis Tantri, S.E., M. . (2012).
Menajemen Pemasaran. Jakarta.
Yulna, D. H. (2012). Pengaruh Bauran Pemasaran Terhadap Keputusan Pembelian Minyak Goreng Sari Murni. Journal of Economic and Economic Education, Vol 1 No 1, pp 97–190 http://ejournal.stkip- pgri-
sumbar.ac.id/index.php/economica.