i
PENGARUH PEMBIAYAAN MURABAHAH, MUDHARABAH, MUSYARAKAH, IJARAH TERHADAP ROA
DENGAN REVENUE SEBAGAI VARIABEL MEDIASI PADA BANK UMUM SYARI’AH TAHUN 2017-2020
Oleh:
MUHAMMAD JALALUDDIN 200404030
Tesis ini ditulis untuk memenuhi sebagian persyaratan untuk mendapat gelar Magister Ekonomi Syariah
PROGRAM STUDI EKONOMI SYARIAH
PASCASARJANA UNIVERSITAS ISLAM NEGERI MATARAM 2021
iii
PENGARUH PEMBIAYAAN MURABAHAH, MUDHARABAH, MUSYARAKAH, IJARAH TERHADAP ROA
DENGAN REVENUE SEBAGAI VARIABEL MODERASI PADA BANK UMUM SYARI’AH TAHUN 2017-2020
Pembimbing:
1. Dr. Muslihun, M. Ag
2. Dr. Muhammad Yusup, M.SI
Oleh:
MUHAMMAD JALALUDDIN 200404030
Tesis ini ditulis untuk memenuhi sebagian persyaratan untuk mendapat gelar Magister Ekonomi
PROGRAM STUDI EKONOMI SYARIAH
PASCASARJANA UNIVERSITAS ISLAM NEGERI MATARAM 2022
iv
PERSETUJUAN PEMBIMBING
Tesis oleh : Muhammad Jalaluddin, NIM : 200404030, dengan judul Pengaruh Pembiayaan Murabahah, Mudharabah, Musyarakah, dan Ijarah terhadap ROA dengan Revenue sebagai Variabel Mediasi pada Bank Umum Syariah tahun 2017-2020, telah memenuhi syarat dan disetujui untuk diuji.
Disetujui pada tanggal: 5 April 2022
Pembimbing I, Pembimbing II,
Dr. H. Muslihun, M. Ag, Dr. Muhammad Yusup, M. Si NIP. 19741231 200112 1 005 NIP. 19780701 200901 1 013
v
vii
viii ABSTRAK
Murabahah, mudharabah, musyarakah dan ijarah merupakan jenis pembiayaan yang dominan diberikan oleh bank syariah kepada nasabahnya. Dari pembiayaan tersebut pihak bank menghasilkan laba.
Pembiayaan tersebut memiliki pengaruh terhada ROA
Penelitian ini bertujuan untuk menguji pembiayaan murabahah, mudharabah, musyarakah dan ijarah berpengaruh terhadap ROA pada Bank Umum Syariah tahun 2017-2020, pembiayaan murabahah, mudharabah, musyarakah dan ijarah berpengaruh terhadap revenue pada Bank Umum Syariah tahun 2017-2020, dan menguji pembiayaan murabahah, mudharabah, musyarakah dan ijarah berpengaruh terhadap ROA melalui revenue pada Bank Umum Syariah tahun 2017-2020.
Metode yang digunakan adalah kuantitatif asosiatif. Alat yang digunakan untuk menguji data yang diteliti yaitu dengan program SPSS versi 25. Adapun untuk menguji pengaruh mediasinya dengan menggunakan SOBEL Test, yang merupakan macro yang dikembangkan oleh Andrew F. Hayes yang sudah terintegrasi dengan SPSS versi 25.
Populasi dalam penelitian ini yaitu seluruh Bank Umum Syariah dengan sampel Bank Syariah yang melakukan transaksi pembiayaan murabahah, pembiayaan mudharabah, pembiayaan musyarakah dan pembiayaan ijarah yaitu Bank Muamalat Indonesia, Bank Mandiri Syariah, Bank BNI Syariah, Bank BRI Syariah, Bank Jabar Banten Syariah, Bank BCA Syariah, dan Bank Bukopin Syariah.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa pembiayaan murabahah, pembiayaan mudharabah, pembiayaan musyarakah dan pembiayaan ijarah secara bersama-sama berpengaruh positif terhadap ROA, pembiayaan murabahah, pembiayaan mudharabah, pembiayaan musyarakah dan pembiayaan ijarah secara bersama-sama berpengaruh positif terhadap revenue, revenue mampu memediasi pengaruh pembiayaan murabahah, mudharabah dan ijarah terhadap ROA, namun revenue tidak memediasi pembiayaan musyarakah.
Penelitian ini menyatakan pembiayaan murabahah, pembiayaan mudharabah, pembiayaan musyarakah dan ijarah merupakan faktor yang dapat mempengaruhi naik turunnya nilai ROA dan revenue bank syariah dari penyaluran pembiayaannya.
ix
Kata Kunci: Pembiayaan murabahah, mudharabah, musyarakah, ijarah, ROA, revenue.
x
THE EFFECT OF MURABAHAH, MUDHARABAH, MUSYARAKAH, AND IJARAH FINANCINGS ON ROA WITH
REVENUE AS A MODERATING VARIABLE AT ISLAMIC COMMERCIAL BANKS IN 2017-2020
By:
MUHAMMAD JALALUDDIN ID 2004404030
ABSTRACT
Murabahah, Mudharabah, Musyarakah, and Ijarah are among the common types of financing provided by Islamic banks to customers in which the bank generates profit through this, and it also affects Return on asset (ROA).
This study aims to examine whether those four types of financing respectively impact ROA, revenue, and ROA through revenue at Islamic Commercial Banks in 2017-2020.
This quantitative associative study analyzes data using the SPSS version 25 program. Also, SOBEL, a macro developed by Andrew F.
Hayes which is integrated with SPSS, is used for testing the mediation effect. The population includes all Islamic Commercial Banks with samples of Islamic banks performing the transaction of the four financings are Bank Muamalat Indonesia, Bank Mandiri Syariah, Bank BNI Syariah, Bank BRI Syariah, Bank Jabar Banten Syariah, Bank BCA Syariah, and Bank Bukopin Syariah.
The study shows that those financings simultaneously have a positive effect on ROA and revenue. In addition, revenue is able to mediate the influence of murabahah, mudharabah, and ijarah financing on ROA, but it fails to mediate musyarakah.
This study concludes that the four financings are the factors that can affect the rise and fall of the ROA value and revenue of Islamic banks from the distribution of financing.
Keywords: Murabahah, mudharabah, musyarakah, ijarah, ROA, revenue.
xi
ﻀﳌاو ﺔﺤﺑاﺮﳌا ﻞ ﻮﻤﺗﺮﺛأ ﳌاو ﺔ ر ﺎ
ﺎﺸ ر ﻛ ةرﺎﺟ و ﺔ
رﺎﻤﺜ ﺳ ﺪﺋﺎﻋ ﻋ ﻐﺘﻣ ﻞﺜﻣ تاداﺮﻳ ﻊﻣ
لاﺪﺘﻋ
ﺮﺸﻟا يرﺎﺠﺘﻟا ﻚﻨﺒﻟا ﺔﻨﺳ
2017 - 2020
ﻦﻳﺪﻟا لﻼﺟ ﺪﻤﺤﻣ
:ﻞﻴ ﻟا ﻢﻗر
200404030
ﺚﺤﺒﻟا ﺺﻠﺨﺘﺴﻣ
ﮫﻣﺪﻘﺗ يﺬﻟا ﻞ ﻮﻤﺘﻟا ﻦﻣ ةﺪﺋﺎﺴﻟا عاﻮﻧ ةرﺎﺟ و ﺔﻛرﺎﺸﳌاو ﺔرﺎﻀﳌاو ﺔﺤﺑاﺮﳌا
ﺔﻴﻣﻼﺳ كﻮﻨﺒﻟا ﺪﺋﺎﻋ ﻋ ﺛﺄﺗ ﮫﻟ ﻞ ﻮﻤﺘﻟا .ﺎﺤر ﻚﻨﺒﻟا ﻖﻘﺤﻳ ،ﻞ ﻮﻤﺘﻟا اﺬ ﻦﻣ .ﺎ ﻼﻤﻌﻟ
.رﺎﻤﺜ ﺳ ﳌاو ﺔرﺎﻀﳌاو ﺔﺤﺑاﺮﳌا ﻞ ﻮﻤﺗ ﺛﺄﺗ رﺎﺒﺘﺧا إ ﺚﺤﺒﻟا اﺬ فﺪ
ﻋ ةرﺎﺟ و ﺔﻛر ﺎﺸ
ﺔﻴﻋﺮﺸﻟا ﺔ رﺎﺠﺘﻟا كﻮﻨﺒﻟا ﻋ رﺎﻤﺜ ﺳ ﺪﺋﺎﻋ ﺔﻨﺳ
2017 - 2020 ﺔﺤﺑاﺮﳌا ﻞ ﻮﻤﺗ ﺮﺛأو ،
ﳌاو ﺔ رﺎﻀﳌاو ﺸ
ﻛرﺎ ة ﻔﻟا ﺔﻴﻋﺮﺸﻟا ﺔ رﺎﺠﺘﻟا كﻮﻨﺒﻟا تاداﺮﻳإ ﻋ ةرﺎﺟ و ﺔ 2017
- 2020
،
ﳌاو ﺔ رﺎﻀﳌاو ﺔﺤﺑاﺮﳌا ﻞ ﻮﻤﺗ رﺎﺒﺘﺧاو ﺎﺸ
ر ﻛ لﻼﺧ ﻦﻣ رﺎﻤﺜ ﺳ ﺪﺋﺎﻋ ﻋ ﺮﺛﺆﺗ ةرﺎﺟ و ﺔ
ﺮﺸﻟا يرﺎﺠﺘﻟا ﻚﻨﺒﻟا تاداﺮﻳ 2017
- 2020 .
ﺘﺧﻻ ﺔﻣﺪﺨﺘﺴﳌا ةاد .ﺔﻴﻄﺑاﺮﺗ ﺔﻴﻤﻛ ﺔﻣﺪﺨﺘﺴﳌا ﺔﻘ ﺮﻄﻟا ﻊﻣ تﺎﻧﺎﻴﺒﻟا رﺎﺒ
ﺞﻣﺎﻧﺮﺑ SPSS راﺪﺻ 25 رﺎﺒﺘﺧا ماﺪﺨﺘﺳﺎﺑ ﺔﻃﺎﺳﻮﻟا ﺛﺄﺗ رﺎﺒﺘﺧﻻ ﺔﺒﺴ ﻟﺎﺑ ﺎﻣأ . SOBEL
ﻮ و ،
راﺪﺻ ﻊﻣ ﮫﺠﻣد ﻢﺗو ﺰﻳﺎ .ف ورﺪﻧأ ﻩرﻮﻃ وﺮﻛﺎﻣ 25
ﻦﻣ SPSS ﻮ ﺚﺤﺒﻟا اﺬ ﻊﻤﺘﺠﳌا .
ﻣﺎﻌﻣ يﺮﺠﺗ ﻟا ﺔﻴﻋﺮﺸﻟا كﻮﻨﺒﻟا ﻦﻣ تﺎﻨﻴﻋ ﻊﻣ ﺔﻴﻋﺮﺸﻟا ﺔ رﺎﺠﺘﻟا كﻮﻨﺒﻟا ﻊﻴﻤﺟ ﻞ ﻮﻤﺗ تﻼ
،ﺔﻌﺮﺸﻟا يﺮﻳﺪﻧﺎﻣ ﻚﻨ و ،ﺎﻴﺴ ﻧوﺪﻧإ تﻼﻣﺎﻌﻣ ﻚﻨﺑ و ،ةرﺎﺟ و ﺔﻛرﺎﺸﳌاو ﺔرﺎﻀﳌاو ﺔﺤﺑاﺮﳌا ﺘﻧﺎﺑ رﺎﺒﺟ ﻚﻨ و ،ﺔﻌﺮﺸﻟا يآ رآ ﻲ ﻚﻨ و ،ﺔﻌﺮﺸﻟا يآ نإ ﻲ ﻚﻨ و ﻲ ﻚﻨ و ،ﺔﻌﺮﺸﻟا ن
.ﺔﻌﺮﺸﻟا ن ﻮ ﻮﺑ ﻚﻨ و ﺔﻴﻋﺮﺸﻟا ﮫﻳإ رﺎﻀﳌاو ﺔﺤﺑاﺮﳌا ﻞ ﻮﻤﺗ نأ ﺞﺋﺎﺘﻨﻟا تﺮ ﻇأو
ﺛﺄﺗ ﮫﻟ نﺎ ﺎﻌﻣ ةرﺎﺟ و ﺔﻛرﺎﺸﳌاو ﺔ
ﺛﺄﺗ ﺎﻌﻣ ةرﺎﺟ و ﺔﻛرﺎﺸﳌاو ﺔﺑارﺎﻀﳌاو ﺔﺤﺑاﺮﳌا ﻞ ﻮﻤﺘﻟ نﺎ و ،رﺎﻤﺜ ﺳ ﺪﺋﺎﻋ ﻋ ﻲ ﺎﺠﻳإ ﺔرﺎﻀﳌاو ﺔﺤﺑاﺮﳌا ﻞ ﻮﻤﺗ ﺛﺄﺗ ﻂﺳﻮﺘﻟا ﻦﻣ تاداﺮﻳ ﺖﻨﻜﻤﺗو ،تاداﺮﻳ ﻋ ﻲ ﺎﺠﻳإ ﻢﻟ تاداﺮﻳ ﻦﻜﻟو ،رﺎﻤﺜ ﺳ ﺪﺋﺎﻋ ﻋ ةرﺎﺟ و .ﺔﻛرﺎﺸﳌا ﻞ ﻮﻤﺗ ﻂﺳﻮﺘﺗ
ﺮﺛﺆﺗ نأ ﻦﻜﻤﻳ ﻞﻣاﻮﻋ ةرﺎﺟ و ﺔﻛرﺎﺸﳌاو ﺔرﺎﻀﳌاو ﺔﺤﺑاﺮﳌا ﻞ ﻮﻤﺗ نأ ﺚﺤﺒﻟا اﺬ ﺮﻛﺬﻳ
.ﻞ ﻮﻤﺘﻟا ﻊ زﻮﺗ ﻦﻣ ﺔﻴﻣﻼﺳ كﻮﻨﺒﻟا تاداﺮﻳإورﺎﻤﺜ ﺳ ﺪﺋﺎﻋ ﺔﻤﻴﻗ ضﺎﻔﺨﻧاو عﺎﻔﺗرا ﻋ
xii
ةرﺎﺟ ،ﺔﻛرﺎﺸﳌا ،ﺔ رﺎﻀﳌا ،ﺔﺤﺑاﺮﳌا ﻞ ﻮﻤﺘﻟا :ﺔﻴﺣﺎﺘﻔﳌا تﺎﻤﻠ ﻟا
،رﺎﻤﺜ ﺳ ﺪﺋﺎﻋ ،
.تاداﺮﻳ
xiii MOTTO
َ ْ ِﻨ ِﻣ ْﺆ ﱡﻣ ْﻢُﺘ ْ ُ ﻛ ْ ن ِا ْﻢ ُ
ﻜ ﱠ
ٌ ْ َ ِﷲا ُﺖﱠِﻘ َﺑ ٍﻆْﻴ ِﻔ َ ۚە
ِ ْﻢ ُ ﻜْ َ َ ۠
ﺎَﻧ َ ا ٓﺎ َﻣ َو
1
“Sisa (yang halal) dari Allah adalah lebih baik bagimu jika kamu orang yang beriman. Dan aku bukanlah seorang penjaga atas dirimu.”
1Kementerian Agama RI, Al-Qur’an Dan Terjemahnya (Jakarta: Pantja Cemerlang, 2020).
xiv
PERSEMBAHAN
Penulis persembahkan tesis ini kepada Ayah dan Ibu yang dengan penuh kasih sayang, tiada pernah lelah mendoakan demi tercapainya cita-cita anaknya. Untuk istriku tercinta Insya Allah menjadi pendamping dunia dan akhirat yang selalu memberikan support agar penulis bisa secepatnya menyelesaikan studi ini, kepada semua anak-anakku, karena kalianlah Ayah bisa seperti ini.
xv
KATA PENGANTAR
ِﻢ ْﻴ ِﺣﱠﺮﻟا ِﻦٰﻤْﺣﱠﺮﻟا ِﮫ ﱣ
ﻠﻟا ِﻢ ْﺴِ
Alhamdulillahirabbil’alamin penulis haturkan kepada Allah, Tuhan semesta alam yang telah menganugerahkan rahmat dan hidayah- Nya. Shalawat dan salam semoga selalu terlimpahkan kepada Nabi Muhammad, keluarga, sahabat, serta para pengikutnya yang bertaqwa.
Amin.
Penulis menyadari dalam proses penyelesaian penyusunan tesis ini tidak akan sukses tanpa bantuan dan keterlibatan berbagai pihak. Oleh karena itu, penulis memberikan penghargaan setinggi-tingginya dan ucapan terimakasih kepada pihak-pihak yang telah membantu dan terlibat, mereka diantaranya:
1. Prof. Dr. H. Masnun, M. Ag selaku Rektor UIN Mataram yang telah memberi tempat bagi penulis untuk menuntut ilmu.
2. Prof. Dr. H. Fahrurrozi, MA selaku Direktur Pascasarjana UIN Mataram.
3. Dr. Baiq Ratna Mulhimah, M.H dan Dr. Muh Azkar, M. PdI sebagai Ketua dan Sekretaris Prodi Ekonomi Syariah Pascasarjana UIN Mataram.
4. Dr. Muslihun, M. Ag sebagai pembimbing I dan Dr. Muhammad Yusup, M.SI, sebagai pembimbing II yang telah memberikan bimbingan, koreksi yang detail, dan motivasi tanpa bosan di tengah kesibukan beliau dalam suasana akrab sehingga menjadikan tesis ini lebih matang dan selesai tepat waktu.
5. Dr. Riduan Mas’ud, M. Ag dan Dr. Yudin Citriadin, M. Pd., sebagai penguji yang telah memberikan saran dan masukan yang konstruktif bagi penyempurnaan tesis ini.
6. Seluruh dosen pengajar dan staff akademik pada Program Pascasarjana UIN Mataram.
7. Teman-teman seperjuangan grup Guyonan MESBE, tempat diskusi dan hiburan saat suntuk dalam pengerjaan tesis ini.
8. Para pihak yang tidak bisa penulis sebut satu persatu dengan tidak mengutangi rasa hormat.
xvi
Semoga amal kebaikan berbagai pihak tersebut mendapatkan pahala yang berlipat ganda dari Allah SWT, dan semoga tesis ini bermanfaat bagi semesta. Amin.
Mataram, April 2022 Penulis,
Muhammad Jalaluddin
xvii
PEDOMAN TRANSLITERASI ARAB-LATIN
KONSONAN
Konsonan
Transliterasi
Akhir Tengah Awal Tunggal
ـا ا tidak dilambangkan
ـﺑ ـﺒـ ﺐـ ب b
ـﺗ ـﺘـ ﺖـ ت t
ـﺛ ـﺜـ ﺚـ ث th
ـﺟ ـﺠـ ﺞـ ج j
ـﺣ ـﺤـ ﺢـ ح ḩ
ـﺧ ـﺨـ ﺦـ خ kh
ـد د d
ـذ ذ dh
ـر ر r
ـز ز z
ـﺳ ـﺴـ ﺲـ س s
ـﺷ ـﺸـ ﺶـ ش sh
ـﺻ ـﺼـ ﺺـ ص ş
ـﺿ ـﻀـ ﺾـ ض d}
ـط ـﻄـ ﻂـ ط t}
ـظ ـﻈـ ﻆـ ظ z}
ـﻋ ـﻌـ ﻊـ ع ‘
ـﻏ ـﻐـ ﻎـ غ gh
ـﻓ ـﻔـ ﻒـ ف f
xviii
ـﻗ ـﻘـ ﻖـ ق q
ـﻛ ـﻜـ ﻚـ ك k
ـﻟ ـﻠـ ﻞـ ل l
ـﻣ ـﻤـ ﻢـ م m
ـﻧ ـﻨـ ﻦـ ن n
ـة
،
ـھ ـﮭـ ھ ة،ه h
ﻮـ و w
ـﯾ ـﯿـ ﻲـ ي y
Vokal dan Diftong
َ
= aا َ
= āْي ِ
= iُ
= uى َ
= áْو َ
= awِ
= iو ُ
= ūْي َ = ay
xix DAFTAR ISI
SAMPUL LUAR ... i
LEMBAR LOGO ... ii
KOVER DALAM ... iii
PERSETUJUAN PEMBIMBING ... iv
PENGESAHAN PENGUJI ... v
PERNYATAAN KEASLIAN KARYA ... vi
LEMBAR PENGECEKAN PLAGIARISME ... vii
ABSTRAK ( Indonesia, Arab, dan Inggris ) ... viii
MOTTO ... xiii
PERSEMBAHAN ... xiv
KATA PENGANTAR ... xv
PEDOMAN TRANSLITERASI ARAB-LATIN ... xvii
DAFTAR ISI ... xix
DAFTAR TABEL ... xxi
DAFTAR GAMBAR ... xxii
DAFTAR LAMPIRAN ... xxiii
BAB I PENDAHULUAN ... 1
A. Latar Belakang Masalah ... 1
B. Rumusan dan Batasan Masalah ... 10
C. Tujuan dan Manfaat Penelitian ... 10
D. Definisi Operasional ... 11
1. Pembiayaan ... 11
2. Murabahah ... 12
3. Mudharabah ... 17
4. Musyarakah... 19
5. Ijarah (Sewa-Menyewa) ... 21
6. ROA ... 24
7. Revenue ... 25
BAB II PENELITIAN TERDAHULU DAN HIPOTESIS PENELITIAN... 27
A. Penelian Terdahulu yang Relevan ... 27
B. Kerangka Teori ... 31
xx
C. Hipotesis Penelitian ... 31
BAB III METODE PENELITIAN ... 33
A. Jenis dan Pendekatan Penelitian ... 33
B. Populasi dan Sampel ... 33
C. Variabel Penelitian... 34
D. Waktu dan Tempat Penelitian ... 34
E. Desain Penelitian. ... 34
F. Instrumen/Alat dan Bahan Penelitian ... 35
G. Teknik Pengumpulan Data ... 35
H. Teknik Analisis Data ... 35
BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN ... 38
A.Hasil Penelitian ... 38
1. Deskriptif Data ... 38
2. Uji Asumsi Klasik ... 40
a. Uji Normailtas ... 40
b. Uji Multikolinieritas ... 41
c. Uji Heterokedastisitas ... 43
d. Uji Autokorelasi ... 44
3. Model Regresi. ... 46
4. Uji Hipotesis. ... 49
a. Uji Determinasi ... 49
b. Uji t ... 50
c. Uji F ... 54
d. Uji Hipotesis Mediasi SOBEL Test ... 56
1) Pengaruh Pembiayaan Murabahah terhadap ROA melalui Revenue... 57
2) Pengaruh Pembiayaan Mudharabah terhadap ROA melalui Revenue... 58
3) Pengaruh Pembiayaan Musyarakah terhadap ROA melalui Revenue... 60
4) Pengaruh Pembiayaan Ijarah terhadap ROA melalui Revenue... 62
xxi
B.Pembahasan ... 63
1. Pengaruh Pembiayaan Murabahah, Pembiayaan Mudharabah, Pembiayaan Musyarakah dan Pembiayaan Ijarah terhadap ROA ... 63
2. Pengaruh Pembiayaan Murabahah, Pembiayaan Mudharabah, Pembiayaan Musyarakah dan Pembiayaan Ijarah terhadap Revenue ... 66
3. Pengaruh Pembiayaan Murabahah, Pembiayaan Mudharabah, Pembiayaan Musyarakah dan Pembiayaan Ijarah terhadap ROA melalui Revenue ... 69
BAB V PENUTUP ... 73
A.Kesimpulan ... 73
B.Implikasi Teoritik ... 73
C.Saran ... 74
DAFTAR PUSTAKA ... 76
LAMPIRAN ... 80
DAFTAR RIWAYAT HIDUP ... 95
xxii
DAFTAR GRAFIK
Grafik 1.1 Pertumbuhan Pembiayaan dan Kredit, 2.
Grafik 1.2 Rasio Return on Asset (ROA), 4.
xxiii
DAFTAR TABEL
Tabel 1.1 Pembiayaan Berdasarkan Jenis Akad, 3.
Tabel 2.1 Perbedaan dan Persamaan Penelitian terdahulu dengan penelitian saat ini, 29
Tabel 4.1 Output Deskriptif Data, 38.
Tabel 4.2 One Uji Normalitas Kolmogorov Smirnov, 41.
Tabel 4.3 Output Uji Multikolinearitas ROA, 42.
Tabel 4.4 Output Uji Multikolinearitas Revenue, 42.
Tabel 4.5 Output Uji Heterokedastisitas ROA, 43.
Tabel 4.6 Output Uji Heterokedastisitas Revenue, 44.
Tabel 4.7 Output Uji Autokorelasi ROA, 45.
Tabel 4.8 Output Uji Autokorelasi Revenue, 46.
Tabel 4.9 Output Regresi ROA, 46.
Tabel 4.10 Output Regresi Revenue, 48.
Tabel 4.11 Output Uji Determinasi ROA, 50.
Tabel 4.12 Output Uji Determinasi Revenue, 50.
Tabel 4.13 Output Uji t ROA, 52.
Tabel 4.14 Output Uji t Revenue, 53.
Tabel 4.15 Output Uji F ROA, 55.
Tabel 4.16 Output Uji F Revenue, 56.
Tabel 4.17 Output SOBEL Test Pengaruh Pembiayaan Murabahah terhadap ROA melalui Revenue,57-58.
Tabel 4.18 Output SOBEL Test Pengaruh Pembiayaan Mudharabah terhadap ROA melalui Revenue,59-60.
Tabel 4.19 Output SOBEL Test Pengaruh Pembiayaan Musyarakah terhadap ROA melalui Revenue,61.
Tabel 4.20 Output SOBEL Test Pengaruh Pembiayaan Ijarah terhadap ROA melalui Revenue,62-63.
xxiv
DAFTAR GAMBAR
Gambar 1.1 Skema Transaksi Bai’ Murabahah, 14.
Gambar 1.2 Skema Transaksi Syirkah Mudharabah, 18.
Gambar 1.3 Skema Transaksi Musyarakah, 21.
Gambar 1.4 Skema Transaksi Ijarah, 23.
Gambar 2.1 Gambar Kerangka Teori, 32.
xxv
DAFTAR LAMPIRAN
Lampiran 1 Uji Deskriptif dan Uji Normalitas Lampiran 2 Uji Multikolinearitas
Lampiran 3 Uji Heteroskedastisitas Lampiran 4 Uji Determinasi
Lampiran 5 Uji Regresi Lampiran 6 Uji F
Lampiran 7 Output SOBEL Test Lampiran 8 Data Penelitian
1 BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah
Perkembangan perbankan syariah dalam beberapa tahun ini memiliki perkembangan yang sangat pesat. Lembaga perbankan pertama kali yang beroperasi di Indonesia yaitu Bank Muamalat.
Bank Muamalat mulai beroperasi tahun 1992. Selain lembaga perbankan, terdapat lembaga finansial lainnya non bank yang berprinsip pada akad syariah seperti asuransi syariah, pegadaian syariah, lembaga penjaminan syariah, koperasi Syariah, dan pegadaian syariah. Dalam pelaksaannya lembaga keuangan bank ataupun keuangan non bank pada prinsipnya mengindari adanya bunga yang sering terjadi pada lembaga keuangan konvensional.
Dimana perbankan syariah diawali dengan produk “prinsip bagi hasil”
yang pelaksanaannya dengan menggunakan akad (perjanjian). Prinsip bagi hasil tentunya jauh berbeda pelaksanaannya dengan lembaga keuangan konvensional.
Sistem perbankan di Indonesia tidak hanya lembaga konvensional akan tetapi terdapat pula sistem perbankan syariah.
Sebagaimana tahun 1998, pemerintah dengan Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) menyempurnakan Undang-Undang No.7/1992”menjadi Undang-Undang No. 10 tahun 1998 dengan menyatakan terdapat dua sistem di dalam perbankan (dual banking system) yakni sistem bank konvensional dan sistem bank syariah (OJK).1 Saat ini ditandai dengan berdirinya bank syariah di Indonesia, yakni bank umum syariah dan bank unit syariah. Dengan perkembangan bank syariah saat ini selain “transaksi bagi hasil”, berbagai produk-produk perbankan syariah dalam bentuk pembiayaan yang tertuang dalam Undang-Undang No. 21 tahun 2008 Tentang Perbankan syariah.
Berdasarkan Undang-Undang No. 21 tahun 2008 tentang Perbankan syariah, Pembiayaan merupakan penyediaan dana atau tagihan dapat berupa pertama transaksi bagi hasil dengan produk
1Otoritas Jasa Keuangan, “Sejarah Perbankan Syariah,” diakses Juli 29, 2021, https://www.ojk.go.id/id/kanal/Syariah/tentang-Syariah/pages/sejarah-perbankan-
Syariah.aspx.
2
mudharabah dan musyarakah. Kedua transaksi sewa dengan produk ijarah (sewa beli) dengan produk ijarah muntahiya bittamlik. Ketiga transaksi jual beli dalam produk piutang murabahah, istishna dan salam. Keempat transaksi pinjam-meminjam dengan produk piutang qardh dan kelima transaksi sewa jasa dengan produk ijarah dalam transaksi multijasa.2 Dari berbagai macam produk pembiayaan syariah nilai pembiayaan pada perbankan syariah lebih tinggi dibandingkan dengan perbankan konvensional hal ini dapat dilihat pada grafik 1.1 :
Grafik 1.1
Pertumbuhan Pembiayaan dan Kredit3
Sumber : Otoritas Jasa Keuangan, 2020
Berdasarkan grafik 1.1 Pertumbuhan Pembiayaan dan Kredit, Pembiayaan Yang Diberikan (PYD) Perbankan Syariah pada akhir tahun 2020 mencapai 8,08% mengalami perlambatan pertumbuhan sebelumnya di awal tahun mencapai 10,68%. Sedangkan kredit perbankan konvensional diawal tahun 2020 pertumbuhan kredit mencapai 7,82% dan di akhir tahun 2020 pertumbuhan kredit
2Otoritas Jasa Keuangan, “UU No. 21 Tahun 2008,” accessed June 21, 2021, https://www.ojk.go.id/id/kanal/perbankan/regulasi/undang-undang/Documents/504.pdf.
3Otoritas Jasa Keuangan, “Statistik Perbankan Syariah,” diakses Agustus 30, 2021, https://www.ojk.go.id/id/kanal/Syariah/data-dan-statistik/laporan-perkembangan- keuangan-Syariah-indonesia/Documents/Laporan Perkembangan Keuangan Syariah Indonesia 2020.pdf.
3
mencapai -4,20%. Pertumbuhan pembiayaan dan kredit ini salah satu faktor penyebabnya dengan masuknya covid-19 di Indonesia. Namun jika dari grafik 1 pertumbuhan pembiayaan perbankan syariah lebih tinggi dibandingkan dengan kredit perbankan konvensional. Jika dilihat berdasarkan jenis pembiayaan dalam perbankan syariah pertumbuhan masing-masing pembiayaan ada yang mengalami perlambatan pertumbuhan dan ada yang mengalami peningkatan pertumbuhan akad. Berikut tingkat pertumbuhan pembiayaan berdasarkan jenis akad dapat dilihat pada tabel 1.1 :
Tabel 1.1
Pembiayaan Berdasarkan Jenis Akad4
Sumber : Otoritas Jasa Keuangan, 2020
Berdasarkan tabel 1.1 Pembiayaan Berdasarkan Jenis Akad, akad murabahah, multijasa yang mengalami penguatan pertumbuhan sedangkan untuk akad musyarakah, mudharabah, qardh, ijarah, istisna, multijasa mengalami perlemahan pertumbuhan pembiayaan.
Selain itu pembiayaan murabahah mendominasi dengan nilai akad
4Sejarah Perbankan, diakses Agustus 29, 2021, https://www.ojk.go.id/id/kanal/Syariah/data-dan-statistik/laporan-perkembangan-
keuangan-Syariah-indonesia/Documents/Laporan Perkembangan Keuangan Syariah Indonesia 2020.pdf.
4
tertinggi dibandingkan dengan akad yang lainnya, yaitu senilai Rp.
181,95 triliun. Akad yang menjadi fokus penelitian ini yaitu empat pembiayaan akad yang memiliki nilai tertinggi dan merupakan pemasukan bagi pihak perbankan yakni murabahah, musyarakah, mudharabah dan ijarah. Sedangkan untuk akad qardh tidak digunakan sebagai variabel penelitian karena dana qardh berasal dari modal perbankan tidak dibagi hasilkan.
Dari berbagai akad tersebut diduga memiliki kaitan erat dengan Return on Aset (ROA) dan pendapatan yang diterima oleh pihak perbankan. Pada posisi ROA Bank Umum Syariah (BUS) berada pada peringkat terendah dibandingkan dengan Unit Usaha Syariah (UUS), Bank Pembiayaan Unit Syariah (BPRS). Posisi ROA dapat dilihat pada grafik berikut ini :
Grafik 1.2
Rasio Return on Asset (ROA)5
Sumber : Otoritas Jasa Keuangan, 2020
Berdasarkan grafik 1.2 Rasio ROA pada BUS menduduki ROA terendah yaitu berada pada angka 1,40% ditahun 2020. Secara grafik posisi dari tahun 2016 posisi rasio ROA hingga 2019 mengalami peningkatan akan tetapi ditahun 2020 mengalami penurunan. Jika
5Otoritas Jasa Keuangan, “Statistik Perbankan Syariah.”
5
dilihat berdasarkan surat edaran Otoritas Jasa Keuangan posisi ROA peringkat 2 yaitu rentang 1,215%<ROA≤1,450. Semakin tinggi nilai ROA semakin tinggi pula tingkat pengembalian perbankan dari total aset yang dimiliki.
ROA merupakan kemampuan perbanakan dalam menghasilkan laba atas jumlah aset yang dimiliki pihak perbankan. ROA dihitung dengan cara membandingkan antara laba setelah pajak dengan total aktiva/total asset.6 Murabahah, mudharabah, musyarakah, ijarah diduga memiliki pengaruh terhadap ROA. Murabahah merupakan transaksi penjualan barang dengan adanya kesepakatan harga perolehan dan keuntungan diantara penjual dan pembeli.7
Berbagai penelitian terdahulu mengambil topik mengenai pengaruh pembiayaan murabahah terhadap ROA diantaranya penelitian yang dilakukan oleh Hati dan Diana dengan judul
“Pengaruh Pembiayaan Murabahah Terhadap Return On Assets”, hasil penelitian dari keduanya menyimpulkan bahwa pembiayaan murabahah memiliki pengaruh yang positif dan signifikan terhadap ROA.8 Berbeda dengan penelitian yang dilakukan oleh Hasibuan dengan mengenai Pengaruh Pembiayaan Murabahah, Terhadap Return On Asset dengan hasil pembiayaan murabahah tidak berpengaruh terhadap ROA.9 Berbeda dengan penelitian yang dilakukan oleh Fazriani dan Mais mengenai Pengaruh Pembiayaan Murabahah Terhadap Return On Asset melalui Non Performing Financing Sebagai Variabel Intervening yang hasil penelitiannya
6Francis Hutabarat, Analisis Kinerja Keuangan Perusahaan (Banten:
Muliavisitama, 2020), 83.
7Slamet Wiyono dan Taufan Maulamin, Akuntansi Syariah Di Indonesia (Jakarta:
Wacana Media, 2013), 129.
8Alifah Susila Hati dan Nana Diana, “Pengaruh Pembiayaan Mudharabah, Pembiayaan Musyarakah dan Pembiayaan Murabahah Terhadap Return On Assets Bank Umum Syariah Di Indonesia Periode 2012 - 2018” 3 (2020): 7–16, diakses September 1, 2021, https://journal.uir.ac.id/index.php/syarikat/article/view/5741.
9Faisal Umardani Hasibuan, “Analisis Pengaruh Pembiayaan Murabahah, Mudharabah, Dan Musyarakah Terhadap Return On Asset Studi Kasus Pada PT Bank Muamalah Indonesia TBK. Periode 2015-2018,” Human Falah 6, no. 1 (2019): 19–36,
accessed September 1, 2021,
http://jurnal.uinsu.ac.id/index.php/humanfalah/article/view/4162.
6
menyimpulkan bahwa pembiayaan murabahah berpengaruh negatif terhadap ROA.10
Mudharabah diduga memiliki pengaruh terhadap ROA.
Mudharabah yakni percampuran modal dengan jasa dengan perolehan keuntungan yang dibagi berdasarkan nisbah yang disepakati.11 Adapun penelitian yang mendukung mengenai pengaruh mudharabah terhadap ROA yakni penelitian yang dilakukan oleh Hasibuan dengan mengenai “Pengaruh Pembiayaan Mudharabah Terhadap Return On Asset”, dengan hasil pembiayaan mudharabah berpengaruh signifikan positif terhadap ROA.12 Berbeda dengan penelitian yang dilakukan oleh Fazriani dan Mais mengenai “Pengaruh Pembiayaan Mudharabah, Terhadap Return On Asset melalui Non Performing Financing Sebagai Variabel Intervening”, menyimpulkan bahwa pembiayaan mudharabah berpengaruh negatif terhadap ROA.13 Lain halnya penelitian yang dilakukan oleh Romdhoni mengenai
“Pengaruh Pembiayaan Mudharabah Terhadap Profitabilitas (ROA)”
menyimpulkan pembiayaan mudharabah tidak berpengaruh terhadap ROA.14
Musyarakah diduga memilik pengaruh terhadap ROA.
Musyarakah, yakni akad kerjasama antara kedua pihak atau lebih dalam melakukan usaha tertentu yang halal dengan besarnya
10Anisya Dwi Fazriani dan Rimi Gusliana Mais, “Pengaruh Pembiayaan Mudharabah, Musyarakah, Dan Murabahah Terhadap Return On Asset melalui Non Performing Financing Sebagai Variabel Intervening (Pada Bank Umum Syariah Yang Terdaftar di Otoritas Jasa Keuangan),” Jurnal Akuntansi dan Manajemen 16, no. 01
(2019): 1–34, diakses September 1, 2021,
https://stei.ac.id/ojsstei/index.php/JAM/article/view/265.
11Andrianto dan Anang Firmansyah, Manajemen Bank Syariah (Implementasi Teori dan Praktek) (Pasuruan: Qiara Media Partner, 2019), 58.
12Hasibuan, “Analisis Pengaruh Pembiayaan Murabahah, Mudharabah, Dan Musyarakah Terhadap Return On Asset Studi Kasus Pada PT Bank Muamalah Indonesia TBK. Periode 2015-2018.”
13Fazriani dan Mais, “Pengaruh Pembiayaan Mudharabah, Musyarakah, dan Murabahah terhadap Return On Asset melalui Non Performing Financing sebagai Variabel Intervening (pada Bank Umum Syariah yang Terdaftar di Otoritas Jasa Keuangan).”
14Abdul Haris Romdhoni and Ferlangga El Yozika, “Pengaruh Pembiayaan Mudharabah, Musyarakah Dan Ijarah Terhadap Profitabilitas Bank Muamalat Indonesia,”
Jurnal Ilmiah Ekonomi Islam 4, no. 03 (2018): 177, accessed September 1, 2021, http://www.jurnal.stie-aas.ac.id/index.php/jei/article/view/314.
7
keuntungan berdasarkan kesepakatan dan dibagikan sesuai dengan nisbah yang telah disepakati.15 Adapun penelitian yang mendukung mengenai pengaruh musyarakah terhadap ROA yakni penelitian yang dilakukan oleh Hasibuan mengenai “Pengaruh Pembiayaan Musyarakah Terhadap Return On Asset”, dengan hasil pembiayaan musyarakah berpengaruh negatif terhadap ROA.16 Lain halnya dengan Penelitian yang dilakukan oleh Wijaya, Irawan dan Ramadhan mengenai “Pengaruh Pendapatan Murabahah, Mudharabah dan Musyarakah Terhdap Return On Asset Bank Syariah Mandiri”.
Menyimpulkan pembiayaan musyarakah tidak berpengaruh terhadap ROA.17
Ijarah diduga memilik pengaruh terhadap ROA. Ijarah merupakan sewa menyewa dalam memperoleh manfaat suatu barang terhadap objek yang diperjanjikan.18 Adapun penelitian yang bertolak belakang dengan dugaan mengenai pengaruh ijarah terhadap ROA yakni penelitian yang dilakukan oleh Romdhoni dan Haris, mengenai
“Pengaruh Pembiayaan Ijarah Terhadap Profitabilitas (ROA)”, menyimpulkan pembiayaan ijarah tidak berpengaruh terhadap ROA.19
Revenue atau pendapatan pada bank syariah merupakan hasil yang diterima oleh bank dari penyaluran dana (investasi) ke dalam bentuk aktiva produktif, yaitu penempatan dana pihak lain. Hal ini merupakan selisih atau angka lebih dari aktiva produktif dengan hasil penerimaan bank.20 Murabahah, mudharabah, musyarakah, ijarah diduga memiliki pengaruh terhadap revenue.
15Wiyono dan Maulamin, Akuntansi Syariah Di Indonesia, 42.
16Hasibuan, “Analisis Pengaruh Pembiayaan Murabahah, Mudharabah, Dan Musyarakah Terhadap Return On Asset Studi Kasus Pada PT Bank Muamalah Indonesia TBK. Periode 2015-2018.”
17Ismed Wijaya dkk., “Analisis Pengaruh Pendapatan Murabahah, Mudharabah Dan Musyarakah Terhdap Return On Asset PT Bank Syariah Mandiri,” Ekonis: Jurnal Ekonomi dan Bisnis 16, no. 2 (2016): 1–5, http://e- jurnal.pnl.ac.id/ekonis/article/view/468/452.
18Andrianto dan Firmansyah, Manajemen Bank Syariah (Implementasi Teori dan Praktek), 52.
19Romdhoni and Yozika, “Pengaruh Pembiayaan Mudharabah, Musyarakah Dan Ijarah Terhadap Profitabilitas Bank Muamalat Indonesia.”
20Fahmi Medias, Ekonomi Mikro Islam (Magelang: UNIMMA, 2018), 147.
8
Berbagai penelitian terdahulu diduga memiliki pengaruh antara murabahah dengan revenue. Penelitian yang dilakukan oleh Syahruddin dan Nurmi dengan judul “Pengaruh Murabahah Terhadap Peningkatan Pendapatan (Studi Komperatif)”, dapat disimpulkan bahwa pembiayaan murabahah berpengaruh terhadap pendapatan.21 Sepadan dengan Penelitian Yang dilakukan oleh Zulfa dan Kurnia dengan mengenai Pengaruh Pembiayaan dan Simpanan Terhadap Pendapatan Menyimpulkan bahwa pembiayaan (murabahah, pembiayaan ijarah, pembiayaan mudharabah, pembiayaan musyarakah dan IMBT) berpengaruh secara simultan terhadap pendapatan.22
Adapun Penelitian terdahulu diduga memiliki pengaruh antara mudharabah dengan revenue, yakni Penelitian yang dilakukan oleh Syahruddin dan Nurmi mengenai “Pengaruh Pembiayaan Mudharabah terhadap Peningkatan Pendapatan (Studi Komperatif)”, yang mana hasil penelitiannya dapat disimpulkan bahwa pembiayaan mudharabah berpengaruh terhadap pendapatan.23 Berbeda dengan penelitian yang dilakukan oleh Mahbub dengan judul “Pengaruh Pembiayaan Mudharabah terhadap Pendapatan”. Dari hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa tidak terdapat pengaruh pembiayaan Mudharabah terhadap pendapatan.24
Penelitian terdahulu lainnya diduga memiliki pengaruh antara pembiayaan musyarakah dengan revenue, yakni penelitian yang dilakukan oleh Alfian dan Yuedrika dengan judul “Analisis Pengaruh Pembiayaan Musyarakah terhadap Pendapatan Nasabah”. Hasil
21Syahruddin Yasen dan Nurmi Nurmi, “Pengaruh Pembiayaan Mudharabah dan Murabahah Terhadap Peningkatan Pendapatan (Studi Komparatif),” HES (Hukum Ekonomi Syariah) 1, no. 1 (2017): 87–95, diakses September 1, 2021, https://36.89.54.123/index.php/jhes/article/view/1639.
22Marina Zulfa dan Vievie Ova Kurnia, “Analisis Pengaruh Pembiayaan Dan Simpanan Terhadap Pendapatan BNI Syariah Cabang Pekanbaru,” Syarikat: Jurnal Rumpun Ekonomi Syariah 3, no. 1 (2020): 20–31.
23Yasen and Nurmi, “Pengaruh Pembiayaan Mudharabah Dan Murabahah Terhadap Peningkatan Pendapatan (Studi Komparatif).”
24Mahbub, “Pengaruh Pembiayaan Mudharabah Terhadap Pendapatan BMT UGT Sidogiri Capem Songgon Kabupaten Banyuwangi,” Jurnal Hukum Islam, Ekonomi dan Bisnis 2, no. 2 (2016): 63–80, accessed August 30, 2021, https://ejournal.iaida.ac.id/index.php/istiqro/article/view/30.
9
penelitiannya dapat disimpulkan bahwa terdapat pengaruh positif dan signifikan pembiayaan musyarakah terhadap pendapatan nasabah bank syariah.25 Hasil penelitian ini sepadan dengan Penelitian Yang dilakukan oleh Zulfa dengan judul: “Analisis Pengaruh Pembiayaan Dan Simpanan terhadap Pendapatan”. Menyimpulkan bahwa pembiayaan (murabahah, pembiayaan ijarah, pembiayaan mudharabah, pembiayaan musyarakah dan IMBT) berpengaruh secara simultan terhadap pendapatan.26
Penelitian terdahulu diduga memiliki pengaruh antara ijarah dengan revenue yakni penelitian yang dilakukan oleh Damanhur dan Rahayu dengan judul “Analisis Aplikasi Akad Ijarah terhadap Pendapatan”, menyimpulkan bahwa secara parsial akad ijarah berpengaruh signifikan terhadap pendapatan.27 Sama halnya dengan penelitian yang dilakukan oleh Mubarok, Tanjung dan Trisiladi dengan Judul “Analisis Hubungan Pembiayaan Ijarah Terhadap Pendapatan Usaha Kecil”, menunjukkan hasil bahwa terdapat hubungan positif antara ijarah dengan pendapatan.28
Dari berbagai penelitian terdahulu terdapat perbedaan hasil penelitian murabahah terhadap ROA, mudharabah terhadap ROA, Musyarakah terhadap ROA dan Ijarah terhadap ROA. Lain halnya dengan penelitian terdahulu terkait pembiayaan murabahah, mudharabah musyarakah dan ijarah terhadap revenue hampir memiliki kesamaan hasil penelitian. Berdasarkan hasil penelitian terdahulu pembiayaan murabahah, mudharabah musyarakah dan
25Ian Alfian dan Talia Yuedrika, “Analisis Pengaruh Pembiayaan Musyarakah terhadap Pendapatan Nasabah Pada PT. Bank Sumut Cabang Syariah Padangsidimpuan,”
Al Qasd 1, no. 2 (2017): 144–158, diakses Agustus 30, 2021, https://www.e- journal.potensi-utama.ac.id/ojs/index.php/AL-QASD/article/view/506/776.
26Zulfa dan Kurnia, “Analisis Pengaruh Pembiayaan dan Simpanan terhadap Pendapatan BNI Syariah Cabang Pekanbaru.”
27Damanhur dan Sri Rahayu, “Analisis Aplikasi Akad Ijarah terhadap Pendapatan Petani Tambak Budidaya Ikan Bandeng di Kecamatan Samudera Kabupaten Aceh Utara,” Jurnal Visioner dan Strategis 5, no. 2 (2017): 13, diakses Agustus 30, 2021, https://journal.unimal.ac.id/visi/article/view/206.
28Zahid Mubarok dkk., “Analisi Hubungan Pembiayaan Ijarah Pada Bank Pembiayaan Rakyat Syariah terhadap Pendapatan Usaha Kecil,” Kasaba 10, no. 1 (2017):
101–112, http://150.107.142.43/index.php/Kasaba/article/view/2389.
10
ijarah terhadap revenue masih sangat jarang diteliti sehingga sekiranya menjadi salah satu pembaharuan dari penelitian ini.
Berdasarkan latar belakang yang diuraikan sebelumnya maka peneliti tertarik mengambil judul “Pengaruh Pembiayaan Murabahah, Mudharabah, Musyarakah, Ijarah terhadap ROA dengan Revenue Sebagai Variabel Moderasi Pada Bank Umum Syariah Tahun 2017- 2020”.
B. Rumusan dan Batasan Masalah
Rumusan masalah dalam penelitian ini yaitu :
1. Apakah pembiayaan murabahah, mudharabah, musyarakah dan ijarah berpengaruh terhadap ROA pada Bank Umum Syariah tahun 2017-2020?
2. Apakah pembiayaan murabahah, mudharabah, musyarakah dan ijarah berpengaruh terhadap revenue pada Bank Umum Syariah tahun 2017-2020?
3. Apakah pembiayaan murabahah, mudharabah, musyarakah dan ijarah berpengaruh terhadap ROA melalui revenue pada Bank Umum Syariah tahun 2017-2020?
Batasan Masalah dalam penelitian ini adalah:
1. Data yang digunakan, yaitu terbatas pada laporan keuangan tahunan Bank Umum Syariah periode tahun 2017-2020.
2. Variabel yang diteliti hanya sebatas variabel independent dan variabel dependen, tanpa adanya moderasi tetapi mediasi.
C. Tujuan dan Manfaat Penelitian
Adapun Tujuan dari penelitian ini yakni :
1. Untuk menguji pengaruh pembiayaan murabahah mudharabah, musyarakah dan ijarah terhadap ROA pada Bank Umum Syariah tahun 2017-2020.
2. Untuk menguji pengaruh pembiayaan murabahah, mudharabah, musyarakah dan ijarah terhadap revenue pada Bank Umum Syariah tahun 2017-2020.
3. Untuk menguji pengaruh pembiayaan murabahah mudharabah, musyarakah dan ijarah terhadap ROA melalui revenue pada Bank Umum Syariah tahun 2017-2020.
11 Adapun manfaat penelitian ini yakni : 1. Akademisi
Diharapkan hasil penelitian dapat memberikan kontribusi mengenai akad yang ada pada perbankan syariah khususnya transaksi pembiayaan murabahah, mudharabah, musyarakah dan ijarah terhadap ROA dan revenue pada Bank Umum Syariah.
2. Penelitian Selanjutnya
Bagi peneliti selanjutnya diharapkan menjadi referensi mengenai akad-akad yang ada pada perbankan syariah, khususnya refrensi berkaitan mengenai pengaruh transaksi pembiayaan murabahah, mudharabah, musyarakah dan ijarah terhadap revenue pada Bank Umum Syariah.
3. Bank Syariah
Sebagai bahan kajian pada bank syariah dalam khususnya peningkatan nilai transkasi pembiayaan murabahah, mudharabah, musyarakah, ijarah yang pengaruhnya terhadap pengukuran kinerja perbankan.
4. Peneliti
Memberikan pengetahuan dan pembeda mengenai akad- akad yang ada pada perbankan syariah khususnya transaksi pembiayaan murabahah, mudharabah, musyarakah, ijarah, ROA dan revenue sebagai pengukur kinerja perbankan.
D. Definisi Operasional 1. Pembiayaan
Pembiayaan merupakan salah satu aktivitas dari bank syariah yang menyalurkan dananya kepada masyarakat atau pihak lain berdasarkan pada prinsip syariah. Pembiayaan diberikan atas dasar kepercayaan dari pihak pemilik dana (bank/pihak ketiga) kepada pengguna dana pasti akan membayar. Penerima dana berkewajiban dalam mengembalikan dana dalam hal ini pembiayaan yang diterimanya sesuai dengan jangka waktu yang disepakati di dalam akad. Pembiayaan pada bank syariah berbeda dengan pembiayaan (kredit) pada bank konvensional. Di dalam bank syariah, return
12
dari pembiayaan bukan dalam bentuk bunga tetapi dalam bentuk lain yang kesesuainya dengan akad di bank syariah.29
Berdasarkan Undang-Undang Perbankan No. 10 Tahun 1998, Pembiayaan merupakan penyediaan uang ataupun tagihan dengan kesepakatan atau persetujuan diantara bank dengan pihak lain (nasabah) dibiayai untuk mengembalikan sejumlah uang setelah jangka waktu tertentu dengan imbalan atau bagi hasil. Pada perbankan Syariah, pembiayaan yang diberikan kepada pengguna dana berdasarkan pada prinsip Syariah. Aturan yang digunakan yakni sesuai dengan hukum Islam.
Berdasarkan Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 21 Tahun 2008 tentang Perbankan Syariah, Pembiayaan adalah penyediaan dana atau tagihan yang dipersamakan dengan itu berupa:
a. Transaksi bagi hasil dalam bentuk mudharabah dan musyarakah,
b. transaksi sewa-menyewa dalam bentuk ijarah atau sewa beli dalam bentuk ijarah muntahiya bittamlik,
c. transaksi jual beli dalam bentuk piutang murabahah, salam, dan istishna’,
d. transaksi pinjam meminjam dalam bentuk piutang qardh, dan e. transaksi sewa-menyewa jasa dalam bentuk ijarah untuk
transaksi multijasa.
2. Murabahah
Jual beli dalam istilah fiqh disebut dengan al-bai’ yang berarti menjual, mengganti dan menukar sesuatu dengan sesuatu yang lain. Lafal al’ba’i dalam bahasa Arab digunakan untuk mengganti lawannya yaitu kata asy’syira’ (beli). Dengan demikian, kata al-bai’ berarti jual, tetapi sekaligus juga berarti beli.30 Ba’i al- murabahah adalah bagian dari jenis bai’ yaitu jual beli dimana harga jual terdiri dari harga pokok barang yang dijual ditambah dengan sejenis keuntungan (ribhun) yang disepakati oleh kedua belah pihak, pembeli dan penjual. Pada transaksi murabahah,
29 Ismail, Perbankan Syariah, None (Jakarta: Prenada media, 2016), 83.
30 Nasrun Haroen, Fiqh Muamalah (Jakarta: Gaya Media Pratama, 2013), 111.
13
penyerahan barang dilakukan saat transaksi sementara pembayaran dapat dilakukan secara tunai, tangguh ataupun dicicil.31
Murabahah adalah transaksi penjualan barang dengan menyatakan harga perolehan dan keuntungan (margin) yang disepakati oleh penjual dan pembeli. Dalam murabahah, bank Syariah dapat bertindak sebagai penjual dan juga sebagai pembeli.
Sebagai penjual apabila bank Syariah menjual barang kepada nasabah, sedangkan sebagai pembeli apabila bank Syariah membeli barang kepada supplier untuk dijual kepada nasabah.32 Murabahah dalam pengertian aslinya menurut Islam adalah “is simply a sale”, jual beli. Pembayaran, bisa dilakukan secara tunai atau pada suatu tanggal yang telah disepakati para pihak.33
Berdasarkan beberapa pengertian yang telah diutarakan sebelumnya dapat disimpulkan murabahah merupakan transaksi diantara penjual dan pembeli, dimana pihak penjual menyatakan keuntungan yang diperoleh atas traksaksi yang dilakukan diantara penjual dan pembeli serta transaksi bisa dilakukan secara tunai atau angsuran/bertahap.
Dasar Hukum Murabahah sama seperti dalil tentang transaksi jual beli dalam surat “Al-Baqarah 275”34 :
ْۚ ا ٰﻮَ ِّﺮﻟٱ َمﱠﺮ َﺣَو َﻊۡﻴَﺒۡﻟٱ ُﮫﱠﻠﻟٱ ﱠﻞ َﺣ َ أ َو
“Allah menghalalkan jual beli dan mengharamkan riba..”
“surat An-Nisa’ 29”35 :
َﺮ ﺗ ﻦ َﻋ َ ً ةَﺮ ﺠِﺗ َٰ َ
نﻮ ُ ﻜ ﺗ ن َ َ
أ ٓ ﱠ
ﻻ ِإ ِﻞ ِﻄ َٰﺒۡﻟﭑ ِﺑ ﻢ ُ ﻜ ﻨۡ َﺑ ﻢ َ ُ
ﻜ َ
ﻟ َٰﻮۡﻣَأ ْآﻮُﻠُ ۡﺄَﺗ َﻻ ْاﻮُﻨ َﻣاَء َﻦﻳ ِﺬﱠﻟٱ ﺎَ ﱡ َ ﺄ ﻳ َٰٓ
ۚۡﻢ ُﻜﻨِّﻣ ٖضا
“Wahai orang-orang yang beriman, janganlah kamu sekalian saling memakan hartamu dengan cara bathil kecuali dengan jalan perdagangan yang didasari suka sama suka diantara kamu…”
31 Wiyono dan Maulamin, Akuntansi Syariah Di Indonesia, 34.
32 Wiyono dan Maulamin, Akuntansi Syariah Di Indonesia.129
33 Sugeng Widodo, Seluk Beluk Jual Beli Murabahah Pepspektif Aplikatif (Yogyakarta: Asgard Chapter, 2010), 19.
34Kementerian Agama RI, Al-Qur’an Dan Terjemahnya (Jakarta: Pantja Cemerlang, 2020).
35 Kementerian Agama RI, Al-Qur’an dan Terjemahnya.
14
Adapun skema dari transaksi bai’ al-Murabahah digambarkan pada gambar berikut ini:36
Gambar 1.1
Skema transaksi bai’ al-Murabahah Sumber : Wiyono, Selamet dan Maulamin Taufan. 2013
Berdasarkan gambar 1.1. skema murabahah tersebut dapat diuraikan gambaran skema dari murabahah yaitu penjual akan menyerahkan barang kepada pembeli yang disertai dengan akad murabahah atau akad transaksi jual beli. Setelah dilakukan akad diantara penjual dan pembeli dengan adanya keuntungan disepakati barulah dilakukan transaksi pembanyaran yang dilakukan oleh pembeli kepada penjual bisa secara tunai ataupun dicicil atau berangsur.
a. Rukun dan Syarat Murabahah
Berikut ini diuraikan rukun dan syarat murabahah yaitu : 1) Penjual, dengan syarat penjual memberitahu biaya modal
kepada pembeli (nasabah), dan penjual harus menjelaskan kepada pembeli bila terjadi cacat atas barang sesudah pembelian, serta penjual harus menyampaikan semua hal yang berkaitan dengan pembelian, misalnya jika pembelian dilakukan secara utang.
36 Wiyono dan Maulamin, Akuntansi Syariah Di Indonesia.35 2. Akad Murabahah
15
2) Pembeli, memahami kontrak yang telah disepakati bersama dan tidak ada unsur merugikan pembeli.
3) Barang yang dibeli, tidak cacat dan sesuai dengan kesepakatan bersama.
4) Akad/sighat, kontrak pertama harus sah sesuai dengan rukun yang ditetapkan dan kontrak harus bebas dari riba.
5) Secara prinsip, jika syarat penjual memberitahu biaya modal kepada nasabah, penjual harus menjelaskan kepada pembeli bila terjadi cacat atas barang sesuadah pembelian, dan penjual harus menyampaikan semua hal yang berkaitan dengan pembelian, misalnya jika pembelian dilakukan secara utang tidak dimemenuhi, maka pembeli mempunyai pilihan : a) Melanjutkan pembelian seperti apa adanya,
b) Kembali kepada penjual dan menyatakan ketidaksetujuan atas barang yang dijual,
c) Membatalkan kontrak.37
b. Ketentuan Umum Murabahah dalam Bank Syariah
Adapun ketentuan umum murabahah dalam bank Syariah berdasarkan Fatwa Dewan Syariah Nasional No. 04/DSN- MUI/IV/2000 tentang murabahah yaitu bank dan nasabah harus melakukan akad murabahah yang bebas riba yaitu :
1) Barang diperjualbelikan tidak diharamkan oleh Syariah Islam.
2) Bank membiayai sebagian atau seluruh harga pembelian barang dengan disepakati kualifikasinya.
3) Bank membeli barang berdasarkan keperluan nasabah dengan nama bank serta pembelian harus bebas riba dan sah.
4) Bank akan menyampaikan segala hal berkaitan mengenai pembelian yang dilakukan oleh nasabah apabila dilakukan secara hutang
5) Bank akan menjual barang kepada nasabah yang disebut pemesan dengan harga jual ditambah dengan keuntungan yang disepakati diantara bank dengan nasabah.
37Abu Azam Al Hadi, Fikih Muamalah Kontemporer (Depok: Raja Grafindo Persada, 2017), 55.
16
6) Beserta harga pokok dan biaya yang dikeluarkan
7) Nasabah membayar berdasarkan jangka waktu tertentu berdasarkan kesepakatan.
8) Dalam pencegahan penyalahgunaan akad ataupun kerusakan didalam akad, pihak bank dapat mengadakan perjanjian dengan nasabah.
9) Bank mewakilkan nasabah dalam memberi barang yang dipesan, akad murabahah dilakukan setelah barang menjadi milik pihak bank.
c. Ketentuan Murabahah kepada Nasabah
Adapun ketentuan murabahah kepada nasabah bank berdasarkan Fatwa Dewan Syariah Nasional No. 04/DSN- MUI/IV/2000 tentang murabahah yaitu :
1) Nasabah dapat mengajukan permohonan pembelian terhadap suatu barang ataupun aset kepada bank.
2) Apabila pihak bank menerima permohonan tersebut maka nasabah membeli barang/set yang dipesannya dengan pedagang secara sah.
3) Kemudian pihak bank akan menawarkan barang/aset tersebut kepada nasabah. Nasabah akan membeli barang tersebut sesuai dengan kesepakatan dengan perjanjian dan antara bank dan nasabah membuat kontrak jual beli.
4) Bank hanya diperbolehkan meminta uang muka kepada nasabah saat penandatangan perjanjian pada awal pemesanan.
5) Apabila nasabah menolak pembelian barang yang dipesan tersebut maka biaya yang dikeluarkan bank atau biaya rill bank diambil dari uang muka tersebut.
6) Apabila nilai uang muka tersebut kurang, maka resiko ditanggung oleh bank dan bank dapat juga meminta sisa kerugian yang ada kepada nasabah
7) Apabila memakai kontak “urbun”, sebagai salah satu alternatif uang muka maka :
a) Nasabah yang memutuskan dalam memberli barang, maka nasabah ia akan membayar sisa harga
17
b) Apabila nasabah batal membeli barang tersebut, maka uang muka menjadi milik bank dengan jumlah maksimal sebesar kerugian dan kerugian tersebut ditanggung oleh bank. Apabila uang muka tidak mencukupi untuk menutupi kerugian maka nasabah wajib melunasi kekurangan dari kerugian tersebut.
3. Mudharabah
Syirkah al-Mudharabah merupakan kesepakatan di antara pemilik modal dengan pengelola untuk mengelola uang tersebut dari pemilik modal. Di mana keuntungan dibagi sesuai dengan perjanjian atau kesepakatan diantara pemilik modal dan pengelola serta kerugian ditanggung oleh pemilik modal.38 Mudharabah adalah percampuran modal dengan jasa (keterampilan atau keahlian) keuntungan dibagi berdasarkan nisbah (porsi bagi hasil dalam persentase) yang telah disepakati. Kerugian ditanggung oleh penyandang modal (shahibul maal), sedangkan yang mendistribusikan jasanya kehilangan waktu dan peluang financial.39
Dapat disimpulkan al-Mudharabah merupakan persetujuan di antara pemilik modal dalam pengelolaan uang dengan membagi keuntungan berdasarkan kesepakatan dan kerugian ditanggung oleh pemilik modal.
Skema Transaksi Mudharabah
Berikut skema transkasi Al-Mudharabah dapat terlihat pada gambar 1.2:40
38Wiyono dan Maulamin, Akuntansi Syariah Di Indonesia.47
39Andrianto dan Firmansyah, Manajemen Bank Syariah (Implementasi Teori dan Praktek), 58.
40Wiyono dan Maulamin, Akuntansi Syariah Di Indonesia.47
18 Gambar 1.2
Skema Transaksi Syirkah Al-Mudharabah Sumber : Wiyono, Selamet dan Maulamin Taufan. 2013
Berdasarkan skema transaksi mudharabah, shahibul maal (pemilik modal) akan menyerahkan modalnya kepada mudharib (pengelola usaha). Selanjutnya modal yang diberikan oleh shahibul maal akan dikelola oleh mudharib. Dalam pengelolaan usaha yang dilakukan oleh Mudharib akan memperoleh keuntungan. Dimana dalam perolehan keuntungan/laba akan dibagi atau bagi hasil kepada shahibul maal sesuai dengan kesepakatan bersama diantara shahibul maal dengan Mudharib.
Dimana jika terjadi rugi maka yang menanggung rugi yaitu shahibul maal.
Rukun dan Syarat Pembiayaan:
a. Sahibul mall (penyedia dana) dan mudharib (pengelola dana) harus cakap secara hukum.
b. Terdapat pernyataan ijab dan qabul diantara para pihak.
c. Modal dapat berupa sejumlah uang dan atau aset yang diberikan oleh penyedia dana kepada pengelola dana
d. Keuntungan mudharabah merupakan jumlah yang diperoleh dari kelebihan dari modal. Jumlah keuntungan dibagi berdasarkan kesepakatan bersama diantara pemilik modal dan pengelola modal. Sedangkan yang menagung kerugian yaitu penyedia dana dan dalam hal ini pengelola dana tidak
19
menaggung kerugian kecuali ada unsur kesengajaan, kelalaian ataupin pelanggaran dari perjanjian atau kesepakatan sebelumnya.
e. Sebagai muqabil (perimbangan) modal yang tersedia oleh penyedia dana memperhatikan hal yaitu :
a. Kegiatan usaha merupakan hal pengelola dana tanpa ada campur tangan dari penyedia dana, akan tetapi penyedia dana ada hak dalam melakukan pengawasan
b. Penyedia dana tidak diperkenankan dalam mempersempit tindakan dalam pengelolaan dada yang dapat menghalangi dalam mencapai tujuan, yaitu keuntungan.
c. Pengelola tidak diperkenankan menyalahi aturan hukum syariah Islam dan harus mematuhi kebiasaan atau aturan yang berlaku dalam aktivitas mudharabah
4. Musyarakah
Musyarakah adalah akad kerjasama atau percampuran antara dua pihak atau lebih untuk melakukan suatu usaha tertentu yang halal dan produktif dengan kesepakatan keuntungan akan dibagikan sesuai dengan nisbah yang disepakati dan resiko akan ditanggung sesuai dengan porsinya.41 Al-Qur’an yang melandasi musyarakah yakni surat “An-Nisa :12”42 :
ۚ ِﺚ ُ ﻠ ﱡ
ﺜﻟٱ ِ ُء ﺎَ َﺮ ُﺷ ۡﻢُ َﻓ ٓ
“Maka mereka berserikat dalam sepertiga harta”
“Surat Shaad : 24”43
ْ اﻮ ُ
ﻠ ِﻤ َﻋَو ْاﻮُﻨ َﻣاَء َﻦﻳ ِﺬﱠﻟٱ ﱠﻻِإ ٍﺾۡﻌَ ٰ َ َ ﻋ ۡﻢ ُ ُﻀۡﻌَ ِ ۡﺒَﻴَﻟ ِءٓﺎَﻄَﻠ ُ ۡٱ َﻦِّﻣ اٗ ِﺜ َﻛ ﱠنِإَو
ۗۡﻢ ُ ﺎﱠﻣ ٞﻞﻴِﻠَﻗَو ِﺖَٰ ِ ٰﱠﺼﻟٱ
“Sesungguhnya kebanyakan dari orang-orang yang berserikat itu sebagian mereka berbuat zalim kepada sebagian yang lain, kecuali orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal saleh dan amal sedikit mereka ini…”
41Wiyono dan Maulamin, Akuntansi Syariah Di Indonesia.42
42Kementerian Agama RI, Al-Qur’an Dan Terjemahnya.
43Kementerian Agama RI, Al-Qur’an dan Terjemahnya.
20
Musyarakah ialah kerjasama diantara para pemilik modal dengan mencampurkan modal diantara mereka yang tujuannya untuk memperoleh keuntungan. Musyarakah dari sifatnya dibagi menjadi dua, yaitu permanen dan menurun. Pada musyarakah permanen bagian modal setiap mitra ditentukan jumlahnya tetap sampai akhir akad. Sedangkan musyarakah menurun yakni bagian dari modal pemilik dana dialihkan secara bertahap kepada mitranya sehingga bagian modal pemilik dana menurun dan di masa akhir akad, mitra di sini akan menjadi pemilik usaha.44 Skema Musyarakah:
Berikut ini dapat digambarkan skema transaksi dari musyarakah:45
Gambar 1.3
Skema Transaksi Musyarakah
Sumber : Wiyono, Selamet dan Maulamin Taufan. 2013 Berdasarkan fatwa Dewan Syariah Nasional No.
08/DSN-MUI/IV/2020 tentang Pembiayaan Musyarakah terdapat beberapa Ketentuan diantaranya:
a. Pernyataan ijab dan qabul harus dinyatakan oleh para pihak untuk menunjukkan kehendak mereka dalam mengadakan
44Wiyono dan Maulamin, Akuntasi Syariah Di Indonesia 203
45Wiyono dan Maulamin, Akuntasi Syariah Di Indonesia.43
21
kontrak (akad), dengan memperhatikan penawaran dan penerimaan menunjukkan tujuan akad, penerimaan dari penawaran kontrak dilakukan pada saat akad dan akad tertuang secar tertulis.
b. Pihak yang berkontrak cakap hukum
c. Objek akad yakni modal, kerja, keuntungan/laba dan kerugian d. Biaya operasional dibebankan dalam modal bersama, jika
terjadi perselisihan diantara salah satu pihak dengan tidak menunaikan kewajibannya maka penyelesaian dapat dilakukan melalui Badan Arbitrasi Syariah setelah atau tidak tercapai kesepakatan melalui musyawarah.
5. Ijarah (Sewa-Menyewa)
Ijarah berasal dari bahasa Arab yang berarti upah, sewa, jasa atau imbalan.46 Ijarah merupakan sewa-menyewa untuk mendapatkan manfaat barang atau upah-mengupah tenaga kerja tanpa ada perubahan kepemilikan terhadap objek yang diperjanjikan.47 Ijarah adalah akad transaksi sewa-menyewa.
Pada transaksi ijarah yang menajdi jaminan yakni penggunaan manfaat dari suat aset tersebut. Secara konvensional al-ijarah sering disebut leasing. Dalam ijarah nasabah dapat memiliki barang yang disewanya tersebut setelah masa sewa selesai atau pembayaran sudah selesai.48
Dapat ditarik kesimpulan definisi dari ijarah merupakan perpindahan hak atas transaksi sewa-menyewa dengan mendapatkan manfaat atau hak guna atas suatu barang atau jasa yang telah disepakati atau diperjanjikan. Adapun dalam Al Qur’an mengenai ijarah :
“QS. Al-Baqarah :233”49 :
ﻢ ﺘۡ ُ ﺗا َء َ ٓ ﺎ ﱠﻣ ﻢ ﺘ ۡﻤ ُ ﱠ
ﻠ َﺳ ا َ
ذ ِإ ۡﻢ ُﻜۡﻴَﻠَﻋ َحﺎَﻨ ُﺟ َﻼَﻓ ۡﻢ ُﻛ َﺪ َٰ
ﻟ ۡو َ أ ْ
ا ٓﻮُﻌ ِﺿۡ َ ۡﺴَ نَأ ۡﻢﱡﺗدَرَأ ۡن ِإ َو
ٞ ِﺼ َﺑ َنﻮُﻠ َﻤۡﻌَ ﺎ َﻤِﺑ َﮫ ﱠ ﻠﻟٱ ﱠن َ
أ ْ ا ٓﻮ ُﻤ َ
ﻠ ۡﻋٱ َو َﮫ ﱠ ﻠﻟٱ ْ
اﻮ ﻘ ُ ﺗٱ َو ﱠ ۗ
ِفوُﺮ ۡﻌَ ۡﳌﭑِﺑ
46Haroen, Fiqh Muamalah.228
47Andrianto dan Firmansyah, Manajemen Bank Syariah (Implementasi Teori dan Praktek).52
48Wiyono dan Maulamin, Akuntansi Syariah Di Indonesia.215
49Kementerian Agama RI, Al-Qur’an Dan Terjemahnya.
22
“Dan jika kamu ingin anakmu disusukan oleh orang lain, maka tidak ada dosa bagimu apabila kamu memberikan pembayaran menurut yang patut. Bertaqwalah kepada Allah dan ketahuilah bahwa Allah maha melihat apa yang kamu kerjakan.”
Skema Transaksi Ijarah
Berikut ini skema transaksi Ijarah dapat dilihat pada gambar 1.4:50
Gambar 1.4 Skema Transaksi Ijarah
Sumber : Wiyono, Selamet dan Maulamin Taufan. 2013
Berdasarkan skema tersebut dapat diuraikan bahwa Penyewa (musta’jir) dan Pemberi Sewa (mu’ajir) melakukan transaksi akad Ijarah yang didalamnya sudah tertera harga (ujrah). Setelah penetapan harga (ujrah), Penyewa (musta’jir) akan melakukan pembayaran baik dalam bentuk uang muka ataupun cicilan. Berbarengan dengan hal tersebut terjadi pengalihan hak atas barang kepada Penyewa (musta’jir) dan diakhir masa sewa (ijarah) terjadi perpindahan hak milik kepada Penyewa (musta’jir).
Rukun ijarah :
1) Musta’jir (penyewa);
2) Mu’ajir (pemberi sewa);
50Wiyono dan Maulamin, Akuntasi Syariah Di Indonesia. 39
23 3) Ma’jur (objek yang disewa);
4) Ujrah (harga dari sewa);
5) Manfaah (manfaat da 6) Ijab dan qabul (sighat);
Syarat Ijarah :
Syarat-Syarat Ijarah :
1. Kedua belah pihak yang berakad (penjual dan pembeli) harus menyatakan kerelaannya dalam melakukan transaksi ijarah.
Bila diantara salah seorang diantara keduanya dengan cara terpaksa dalam melakukan transaksi, maka akad ijarah semacam ini tidak sah. Sebagaimana firman Allah SWT.
Dalam surat An-Nisa’ Ayat 2951 :
ﻦ َﻋ ً ةَﺮ ﺠِﺗ َٰ َ
نﻮ ُ ﻜ َ
ﺗ ن َ أ ٓ ﱠ
ﻻ ِإ ِﻞ ِﻄ َٰﺒۡﻟﭑ ِﺑ ﻢ ُ ﻜ َ
ﻨۡ َﺑ ﻢ ُ ﻜ َ
ﻟ َٰﻮۡﻣَأ ْآﻮُﻠُ ۡﺄَﺗ َﻻ ْاﻮُﻨ َﻣاَء َﻦﻳ ِﺬﱠﻟٱ ﺎَ ﱡ َ ﺄ ﻳ َٰٓ
ۚۡﻢ ُﻜﻨِّﻣ ٖضاَﺮَﺗ
Artinya :”Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu saling memakan harta sesamamu dengan jalan yang batil, kecuali dengan jalan perniagaan yang berlaku dengan suka sama suka diantara kamu”
2. Bagi kedua orang yang melakukan transaksi (akad), menurut ulama Syafi’iyah dan Hanabilah disyaratkan telah baliqh dan berakal. Maka dari itu bagi orang yang belum baliqh dan tidak berakal seperti anak kecil dan orang gila transaksinya menjadi tidak sah. Beda dengan ulama Hanafiyah dan Malikiyah, bahwa kedua orang yang bertransaksi itu harus berusia baliqh, namun anak yang mumayyiz (yang bisa membedakan) boleh melakukan transaksi ijarah deng