PENDAHULUAN
Latar Belakang
Rumusan Masalah
Apa pengaruh penggunaan media boneka tangan terhadap keterampilan menyimak cerita siswa kelas II SDN 148 Pamolongan.
Tujuan Penelitian
Manfaat Penelitian
KAJIAN TEORI
Penelitian yang Relevan
Titik Nur Istiqomah, 2015 dengan judul “Pengaruh Penggunaan Media Boneka Tangan Terhadap Kemampuan Bercerita Siswa Kelas II SDN Kotagede 3 Yogyakarta”. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat pengaruh yang signifikan penggunaan boneka tangan terhadap kemampuan mendengarkan dongeng siswa kelas II SD Negeri Kotagede 3 Yogyakarta. 0,05 sehingga dapat disimpulkan terdapat pengaruh yang signifikan antara hasil post-test kelompok eksperimen dengan kelompok kontrol.
Berdasarkan penelitian yang relevan di atas, dapat disimpulkan bahwa penggunaan media pembelajaran dapat meningkatkan keterampilan mendengarkan siswa. Dari ketiga penelitian di atas persamaan penelitian yang akan dilakukan adalah sama-sama menggunakan boneka tangan, hanya penelitian relevan nomor 2. Bedanya penelitian relevan nomor 2 menggunakan penelitian PTK, lalu perbedaan penelitian relevan nomor 1 dan penelitian relevan nomor 2. 3 merupakan variabel terikat yang tidak sama.
Hasil Belajar
- Pengertian Hasil Belajar
- Faktor-Faktor yang Mempengarui Hasil Belajar
Hasil belajar seringkali dijadikan tolak ukur untuk mengetahui sejauh mana seseorang menguasai materi yang dipelajari. Hasil belajar hanya terjadi pada pembelajaran individu, tidak pada orang lain, dan setiap peserta didik akan menunjukkan perilaku belajar yang berbeda-beda. Purwanto (2010:44) mengartikan hasil belajar sebagai perolehan yang diperoleh setelah siswa mengalami belajar, sehingga mereka mengalami perubahan perilaku dibandingkan sebelumnya.
Berdasarkan berbagai pendapat di atas, dapat disimpulkan bahwa hasil belajar adalah kemampuan yang dimiliki siswa setelah menerima pengalaman belajar. Berkaitan dengan hasil belajar intelektual yang terdiri dari enam aspek yaitu pengetahuan atau ingatan, pemahaman, penerapan, analisis, sintesis dan evaluasi. Menurut Purwant (2006:21), terdapat beberapa faktor yang mempengaruhi proses pembelajaran, yang selanjutnya mempengaruhi pencapaian hasil belajar.
Keterampilan Menyimak
- Pengertian Menyimak
- Tujuan Menyimak
- Proses Menyimak
- Faktor-Faktor yang Berpengaruh dalam Menyimak
Berdasarkan pengertian menyimak di atas dapat disimpulkan bahwa menyimak adalah suatu proses kegiatan mengorganisasikan apa yang didengar dengan penuh perhatian, pengertian, penghayatan dan penafsiran guna memperoleh informasi dan makna komunikasi yang disampaikan oleh pembicara dapat dipahami melalui tuturan. atau interpretasi. Bahasa lisan. Dalam kehidupan sehari-hari, masyarakat tidak bisa lepas dari kegiatan mendengarkan, namun setiap orang mempunyai tujuan yang berbeda-beda dalam melakukan kegiatan mendengarkan. Fasilitas yang digunakan. dalam mendengarkan untuk mendapatkan fakta, termasuk melalui radio, televisi, pertemuan ilmiah dan ceramah.
Pada fase ini, pendengar mendengarkan segala sesuatu yang diucapkan pembicara dalam pidato atau percakapannya. Pendengar menyambut baik, mengkritik, menyerap dan menerima pemikiran atau gagasan yang dikemukakan pembicara dalam pidato atau percakapannya. Penyimak adalah individu yang berkedudukan menerima pesan, bersifat reseptif, individu yang mendengar dan memahami isi materi menyimak yang disampaikan oleh pembicara dalam suatu fenomena menyimak.
Cerita
- Pengertian Cerita
- Unsur-Unsur Cerita
- Manfaat Cerita
Menurut Nurgiyantoro, unsur pembentuk cerita ada dua macam, yaitu unsur ekstrinsik dan unsur intrinsik. Sedangkan unsur intrinsik merupakan unsur pembentuk cerita yang berasal dari dalam diri, yaitu: a) tokoh, b) alur cerita, c) latar, d) tema, e) moral, f) sudut pandang, dan g) gaya dan nada. Menurut Supriyadi, tokoh cerita yang menyampaikan pesan atau pesan adalah tokoh protagonis, sedangkan tokoh cerita yang mempunyai sifat buruk disebut tokoh antagonis.
Wellek (Supriyadi 2006: 60) mengartikan alur sebagai rangkaian peristiwa yang disusun secara logis dalam suatu cerita. Menurut Nurgiyantoro, latar atau latar adalah tempat terjadinya cerita, waktu terjadinya cerita, dan lingkungan sosial budaya. Misalnya, menurut Nurgiyantoro, moralitas adalah sesuatu yang ingin disampaikan kepada pembaca: bermanfaat bagi kehidupan, bermakna positif, dan mendidik.
Menurut Nurgiyantoro, gaya berkaitan dengan masalah pemilihan aspek kebahasaan berbeda yang digunakan dalam sebuah teks naratif. Contoh perilaku yang baik dimaksudkan agar siswa dapat meniru dan menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari. Sedangkan contoh perilaku buruk dimaksudkan agar siswa menghindari dan tidak meniru perbuatan buruk tersebut dalam kehidupan sehari-hari.
Seorang anak perlu menyalurkan imajinasinya mengenai berbagai hal yang selalu muncul di benaknya. Imajinasi yang ditunjukkan anak ketika mendengarkan cerita akan berpengaruh positif terhadap kemampuannya memecahkan masalah secara kreatif. Dengan mendengarkan cerita, seseorang menambah pengetahuannya tentang hal-hal yang belum diketahuinya.
Misalnya saja materi mendengarkan cerita anak berupa cerita yang mempunyai ciri budaya, sehingga anak dapat belajar tentang nama tempat, adat istiadat masyarakat yang tinggal di daerah tertentu, bahasa yang digunakan dan hal-hal lain yang sebelumnya tidak diketahui anak.
Boneka Tangan sebagai Media Pembelajaran Menyimak Cerita
- Pengertian Boneka Tangan
- Jenis-Jenis Boneka Tangan
- Penggunaan Media Boneka Tangan dalam Pembelajaran
- Manfaat Media Boneka Tangan
Ha: Terdapat pengaruh penggunaan media boneka tangan terhadap kemampuan mendengarkan cerita siswa kelas II SDN 148 Pamolongan. Ho: Tidak terdapat pengaruh penggunaan media boneka tangan terhadap kemampuan mendengarkan cerita siswa kelas II SDN 148 Pamolongan. Setelah itu, dengan menggunakan boneka tangan, masing-masing kelompok menceritakan hasil yang mereka dengarkan di depan kelas.
Hal ini membuktikan bahwa pembelajaran dengan bantuan wayang sarung berpengaruh terhadap keterampilan menyimak siswa kelas II SDN 148 Pamolongan. Dengan demikian dapat disimpulkan hipotesis Ha (Ha: µ1. > µ2) diterima dan HO ditolak. Dengan demikian, terdapat pengaruh yang signifikan penggunaan media wayang sarung terhadap pemahaman menyimak siswa Kelas II di SDN 148 Pamolongan. . Artinya penggunaan media wayang sarung berpengaruh terhadap pemahaman menyimak siswa kelas II SDN 148 Pamolongan, sebelum dan sesudah penggunaan media wayang sarung dalam pembelajaran bahasa Indonesia.
Tingginya hasil belajar mendengarkan cerita siswa pada post-test disebabkan adanya pengaruh pembelajaran dengan bantuan boneka tangan dalam proses pembelajaran ini. Hal ini menunjukkan bahwa terdapat pengaruh yang signifikan penggunaan media boneka tangan terhadap keterampilan menyimak cerita siswa kelas II SDN 148 Pamolongan tahun pelajaran 2018/2019 setelah menggunakan media boneka tangan dalam pembelajaran bahasa Indonesia. Penggunaan boneka tangan dapat membuat siswa memahami isi cerita yang disampaikan oleh guru, sehingga nilai keterampilan menyimak cerita siswa kelas II SDN 148 Pamoolongan menjadi lebih baik.
Rata-rata post-test hasil belajar siswa kelas II SDN 148 Pamolongan lebih besar dari rata-rata pre-test yaitu 85 > 70,28 sehingga terdapat perbedaan akibat penggunaan media boneka tangan. Setiap kelompok diberi kesempatan untuk mendemonstrasikan dialog yang telah mereka tulis dengan boneka tangan di depan kelas. F. Setiap kelompok diberi kesempatan untuk mendemonstrasikan dialog yang telah mereka tulis dengan boneka tangan di depan kelas.
Jadi dari analisis data diatas penggunaan media boneka tangan mempunyai pengaruh yang signifikan terhadap keterampilan menyimak cerita siswa kelas II SDN 148 Pamolongan karena nilai t hitung lebih besar dari t tabel yaitu 11,253 >.
Kerangak Pikir
Hipotesis
METODE PENELITIAN
- Jenis Penelitian
- Desain Penelitian
- Variabel Penelitian
- Defenisi Operasional Variabel
- Populasi dan Sampel Penelitian
- Instrument Penelitian
- Teknik Pengumpulan Data
- Teknik Analisis Data
Variabel terikat (terkait) dalam penelitian ini adalah keterampilan menyimak cerita siswa kelas II SDN 148 Pamolongan. Media boneka tangan merupakan binatang peniru yang digerakkan dari bawah oleh seseorang yang tangannya dimasukkan ke dalam pakaian boneka. Penggunaan boneka tangan melibatkan guru terlebih dahulu memberikan penjelasan materi cerita, kemudian guru menggunakan boneka untuk menceritakan sebuah cerita kepada siswa, kemudian siswa secara berkelompok menuliskan kembali cerita yang didengarnya.
Melalui penggunaan media wayang sarung, pembelajaran bahasa Indonesia materi mendengarkan cerita siswa kelas II SDN 148 Pamolongan akan merasakan hasil belajar yang lebih baik, memotivasi siswa dalam belajar dan pembelajaran menjadi menyenangkan bagi siswa. Berdasarkan tabel tersebut terlihat rata-rata nilai pretest sebesar 70,28 dan rata-rata nilai posttest dengan menggunakan media boneka tangan sebesar 85. Daya tarik wayang yang sangat kuat, termasuk media wayang sarung, dapat meningkatkan motivasi belajar di kalangan siswa.
Hal ini terlihat dari mean atau mean pretest dengan mean atau mean posttest setelah menggunakan sarana boneka tangan dan juga dari uji hipotesis. Berdasarkan penjelasan di atas, penggunaan media boneka tangan dalam proses pembelajaran dapat menarik perhatian siswa sehingga meningkatkan motivasi belajar pada siswa. Penggunaan boneka tangan dalam proses pembelajaran juga membuat pesan atau isi cerita yang disampaikan guru secara lisan menjadi lebih konkrit dan jelas, sehingga mudah dipahami oleh siswa.
Berdasarkan uji hipotesis dengan menggunakan uji t dapat disimpulkan bahwa penggunaan media boneka tangan dapat mempengaruhi hasil belajar keterampilan menyimak cerita siswa kelas II SDN 148 Pamolongan, setelah diperoleh nilai thitung > ttabel masing-masing. 11.253 > 1.740. Dari hasil penelitian diatas, media boneka tangan cocok atau layak digunakan dalam pembelajaran menyimak cerita karena dapat meningkatkan hasil belajar siswa dalam menyimak cerita. Kepala sekolah hendaknya bisa membeli media, termasuk media boneka tangan pada mata pelajaran bahasa Indonesia, agar pembelajaran bisa lebih inovatif.
Media: Boneka Jari Macan Tutul dan Singa I. Penilaian.. a) Tata cara penilaian: Post-test b) Jenis penilaian: Tertulis c) Format tes: Bentuk singkat.
HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN
Hasil Penelitian
- Analisis Data Deskriptif
- Analisis Data Inferensial
Soal pre-test ini diberikan untuk mengetahui kemampuan awal menyimak cerita siswa. Hasil pretest keterampilan menyimak cerita di atas dapat dihitung sebagai nilai rata-rata. atau berarti. Dari data di atas terlihat rata-rata hasil pre-test siswa II. kelas di SDN 148 Pamolongan 70,28.
Berdasarkan tabel skor posttest di atas terlihat bahwa 9 siswa memperoleh nilai antara 85 – 100 dan 9 siswa memperoleh nilai antara 70 – 84. Nilai skor posttest keterampilan menyimak cerita di atas dapat dihitung sebagai rata-rata atau indeks prestasi akademik. Dari data di atas terlihat rata-rata nilai postes siswa kelas II SDN 148 Pamolongan adalah 85.
Berdasarkan data penelitian menunjukkan bahwa terdapat perbedaan mean antara pretest dan posttest yang terlihat pada tabel berikut. Berdasarkan hasil pengujian hipotesis penelitian dengan menggunakan uji-t sebagaimana disajikan pada Lampiran 4 diperoleh nilai thitung sebesar 11,253, sedangkan nilai tt pada taraf signifikansi α = 0,05 dan derajat kebebasan (dk) = 17 adalah 1.740 .
Pembahasan
Metode Bercerita Menggunakan Boneka Jari untuk Mengembangkan Keterampilan Sosial dan Emosional Anak Kelompok B di TK Aisyiyah Bustanul Athfal II Babat Lamongan, (online), (http://jurnalmahasiswa.unesa.ac.id/article/1716/article .pdf, diakses 6 Februari 2018). Kemudian siswa mendengarkan teks bacaan yang berjudul ‘Keledai Sakit’. siswa dapat dengan tepat menyebutkan tema dari cerita tersebut. 2. Setelah siswa mendengarkan teks bacaan ‘Keledai Sakit’. Siswa dapat menyebutkan nama tokoh-tokoh dalam cerita dengan benar. Kemudian siswa mendengarkan teks bacaan yang berjudul ‘Keledai Sakit’. Siswa dapat mengungkapkan pesan cerita dengan benar.
Setelah siswa menyimak teks bacaan berjudul ‘Bersyukur dan Ikhlas’. Siswa dapat menyebutkan nama tokoh-tokoh dalam cerita dengan benar. Setelah siswa menyimak teks bacaan berjudul ‘Macan Tutul Sedih’. Siswa dapat dengan tepat menunjukkan latar peristiwa dalam cerita. Setelah siswa menyimak teks bacaan berjudul ‘Bersyukur dan Ikhlas’. Siswa dapat dengan benar menyatakan pesan dalam cerita.
Kemudian dengarkan teks bacaan 'Bersyukur dan Ikhlas'. Siswa dapat menerapkan nilai-nilai dari cerita tersebut dengan tepat dalam kehidupan sehari-hari.
Simpulan dan Saran
Simpulan
Saran
- Keadaan Populasi
- Keadaan Sampel
- Distribusi Nilai Pretest
- Distribusi Nilai Posttest
- Perbandingan Nilai Mean Pretest dan Mean Posttest