Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh umur, modal, pertumbuhan, leverage, ukuran dan harga terhadap kinerja perusahaan kelapa sawit pada periode tersebut. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh umur, modal, pertumbuhan, leverage, ukuran dan harga terhadap kinerja periode perusahaan kelapa sawit.
METODE PENELITIAN
ANALISIS DAN PEMBAHASAN
KESIMPULAN DAN SARAN
Latar Belakang Masalah
Oleh karena itu, manajemen perusahaan kelapa sawit harus mampu mengantisipasi perubahan harga minyak kelapa sawit secara efektif agar tidak mempengaruhi kinerja perusahaan secara signifikan. Dari beberapa penelitian mengenai kinerja keuangan perusahaan kelapa sawit di atas terlihat adanya gap antara penelitian yang satu dengan penelitian yang lain.
Identifikasi Masalah
Pembatasan Masalah
Perumusan Masalah
Tujuan Penelitian
Manfaat Penelitian
Tinjauan Pustaka 1. Laporan Keuangan
- Profitability (Kinerja)
- Capital
- Firm Size
- Leverage
- Growth
- Price
- Penelitian Terdahulu
Perusahaan yang telah beroperasi lebih lama dapat tumbuh lebih cepat untuk mencapai profitabilitas yang lebih tinggi. Hal ini juga dilakukan oleh Ramasamy et al (2005) yang mengukur leverage pada perusahaan kelapa sawit.
Kerangka Pemikiran
- Pengaruh Variabel Age terhadap Kinerja Perusahaan
- Pengaruh Variabel Capital terhadap Kinerja Perusahaan
- Pengaruh Variabel Size terhadap Kinerja Perusahaan
- Pengaruh Variabel Growth terhadap Kinerja Perusahaan
- Pengaruh Variabel Leverage terhadap Kinerja Perusahaan
- Pengaruh Variabel Price terhadap Kinerja Perusahaan
- Pengaruh Age, Capital, Growth, Leverage, Size, Price secara bersama- sama terhadap pengaruh kinerja perusahaan
Karena perusahaan yang mempunyai modal besar akan lebih mudah menyelesaikan proses modernisasi dan meningkatkan kualitas produk, serta biaya produksi per unitnya. satuannya akan lebih murah. Ukuran juga berhubungan dengan kinerja perusahaan, hubungan ini dapat dijelaskan melalui trade-off skala ekonomi, biaya transaksi dan biaya keagenan (Kaen dan Baumann, 2003). Hubungan positif antara ukuran dengan kinerja perusahaan juga dapat dijelaskan karena perusahaan yang mempunyai aset yang relatif besar akan lebih efisien dalam kegiatan operasional dan investasinya, karena perusahaan dengan aset yang lebih besar dapat menghasilkan jumlah output yang lebih besar, sehingga biaya per perusahaan lebih besar. unit produksi menjadi lebih murah Hal ini akan menurunkan biaya produksi dan pada akhirnya meningkatkan profitabilitas perusahaan.
Saat ini perusahaan yang mempunyai nilai DER kecil belum tentu lebih baik dibandingkan perusahaan yang mempunyai DER lebih besar, karena pada dasarnya perusahaan tidak dapat menghindari hutang. Penelitian Ramasamy dkk (2005) menemukan bahwa faktor Age, Capital, Growth, Leverage, Size, Price secara bersama-sama berpengaruh signifikan terhadap kinerja perusahaan kelapa sawit di Malaysia. Hasil pengujian menunjukkan bahwa faktor fundamental perusahaan dan faktor harga merupakan faktor yang saling berkaitan dan berdampak terhadap kinerja perusahaan.
Dengan kata lain, perusahaan yang ingin meningkatkan kinerjanya tidak bisa hanya memperhatikan satu jenis tokoh kunci saja, namun harus menyertakan faktor-faktor di atas sekaligus, sehingga dapat dicapai hasil peningkatan kinerja perusahaan yang optimal. Berdasarkan pemikiran tersebut, penelitian ini menguji pengaruh age, capital, growth, leverage, size, price secara bersama-sama terhadap pengaruh kinerja perusahaan pada perusahaan kelapa sawit di Indonesia.
Hipotesis Penelitian
Desain Penelitian
Populasi dan Sampel Penelitian
Variabel Penelitian dan Definisi Oprasional Variabel
Lokasi dan Waktu Penelitian
Prosedur Pengumpulan Data
Teknik Analisis Data
- Pemilihan Model Estimasi
- Uji Normalitas
- Uji Multikolinieritas
- Uji Autokorelasi
- Uji Heteroskedastisitas
Kemampuan untuk mengontrol heterogenitas individu ini kemudian memungkinkan data panel digunakan untuk menguji dan membangun model perilaku yang lebih kompleks. Dalam regresi data panel terdapat tiga jenis pendekatan (Gujarati, 2003) yang terdiri dari pendekatan pooled less square, pendekatan fixed effect, dan pendekatan random effect. Dalam metode ini digunakan variabel dummy untuk menghasilkan nilai parameter yang berbeda-beda baik antar satuan penampang maupun antar waktu (time series), kemudian modelnya diestimasi menggunakan model OLS sebagai berikut.
Dari ketiga pendekatan model data panel di atas, untuk menentukan pendekatan mana yang lebih baik digunakan Uji F Restricted dan Uji Haussman. Uji ini digunakan untuk mengetahui model antara pendekatan Pooled Least Square (PLS) dan Random Effect Model (REM). Uji Hausman digunakan untuk mengetahui model antara pendekatan Fixed Effect Model (FEM) dan Random Effect Model (REM).
Cara mendeteksi ada atau tidaknya gangguan multikolinearitas adalah dengan melihat besarnya variance inflasi faktor (VIF) dan toleransi arah model regresi yang bebas dari gangguan multikolinearitas adalah sebagai berikut (Alhusin. White (1980) menunjukkan bahwa kesalahan standar yang kuat terhadap heteroskedastisitas (yang juga tidak diketahui bentuknya) dapat dihitung dengan menggunakan rumus berikut.
Uji Hipotesis
- Uji Hipotesis dengan Uji t
- Uji Hipotesis dengan Uji F
H0 : β7 = 0 Age, capital, growth, leverage, size dan harga secara bersama-sama tidak berpengaruh terhadap dampak kinerja keuangan perusahaan. H1 : β7 ≠ 0 Terdapat pengaruh age, capital, growth, leverage, size dan price secara bersama-sama terhadap pengaruh kinerja keuangan perusahaan. Pengujian hipotesis regresi digunakan untuk mengetahui signifikan atau tidaknya variabel independen terhadap variabel dependen dengan uji t pada tingkat kesalahan yang dipilih sebesar 5% (α = 0,05).
Kondisi n-3-1 digunakan untuk menentukan t tabel pada tingkat signifikansi 5% (tingkat kesalahan 5% atau 0,05) atau tingkat kepercayaan 95% atau 0,95. Uji hipotesis menggunakan uji F (f-test) dalam penelitian ini untuk menguji signifikansi koefisien secara simultan dengan uji F pada tingkat kesalahan 5% (Supranto, 2004:222).
Deskripsi Objek Penelitian
Analisis Statistik Deskriptif
Dapat dijelaskan bahwa nilai minimum sebesar 0,032 pada INDOAGRI pada tahun 2006 dan nilai tertinggi sebesar 362 pada WILMAR pada tahun 2007. Dapat dijelaskan bahwa nilai minimum sebesar -0,982 pada INDOAGRI pada tahun 2006 dan nilai tertinggi sebesar 174,24 diperoleh INDOAGRI pada tahun 2007. Dapat dijelaskan bahwa nilai terendah dicapai pada INDOAGRA pada tahun 2006 sebesar 0,0013 dan nilai tertinggi dicapai pada BSP pada tahun 2006 dengan nilai sebesar 1,48.
Dapat dijelaskan bahwa nilai Size terendah terjadi pada INDOAGRI pada tahun 2006 mencapai 11,215 dan nilai tertinggi terjadi pada WILMAR pada tahun 2011 dengan nilai sebesar 19,70. Diketahui nilai harga terendah sebesar 62,52 terjadi pada tahun 2009 dan nilai tertinggi sebesar 137,28 terjadi pada WILMAR pada tahun 2013.
Pembahasan Hasil Penelitian 1. Uji Asumsi Klasik
- Estimasi Regresi Data Panel
- Pemilihan Model Regresi Data Panel Terbaik a. Chow-Test
- Analisis Hasil Panel
- Uji t (Pengujian Hipotesis Secara Persial)
- Uji F (Pengujian Hipotesis Secara Simultan)
Menurut Priyatno, uji multikolinearitas digunakan untuk menguji apakah model regresi menemukan adanya korelasi antar variabel independen. Kemudian dapat diketahui bahwa variabel USIA dan MODAL signifikan secara statistik jika nilai probabilitasnya dibandingkan dengan α = 5%. Dari tabel diatas terlihat bahwa dengan menggunakan model fixed effect, hasil Adjusted R2 adalah sebesar.
Dari hasil regresi diatas tidak jauh berbeda dengan hasil metode common effect bahwa variabel GROWTH, LEVERAGE, SIZE dan PRICE tidak signifikan secara statistik terhadap ROA jika dibandingkan dengan nilai probabilitas α = 5%. Berdasarkan hasil uji chow diatas terlihat nilai probabilitas uji F dan chi-square kurang dari 0,05. Pada tabel diatas terlihat nilai probabilitas pada uji cross-section random effect menunjukkan nilai sebesar 0,0000 yang berarti signifikansi rendah dengan tingkat signifikansi 95% (α = 5%) dan Chi -Distribusi persegi (Gujarati, 2004:651).
Selanjutnya tujuan penggunaan metode fixed effect pada data panel adalah untuk melihat hubungan antara variabel dependen kinerja perusahaan yang ditentukan oleh return on assets (ROA) dengan variabel independen AGE, CAPITAL, GROWTH, LEVERAGE, SIZE, PRICE. Kesimpulan dapat diambil berdasarkan hasil persamaan analisis regresi, seperti terlihat pada Tabel 4.12 di bawah ini. Hasil analisis determinasi dapat dilihat pada keluaran model Model Summary dari hasil analisis regresi linier sederhana.
KESIMPULAN DAN SARAN
Kesimpulan
Pertumbuhan mempunyai pengaruh yang signifikan terhadap ROA, sehingga dapat disimpulkan bahwa tingkat pertumbuhan suatu perusahaan menentukan tingkat profitabilitas perusahaan kelapa sawit. Hasil ini sejalan dengan Setiawan (2009) yang menyatakan bahwa growth opportunity merupakan peluang bagi perusahaan untuk tumbuh di masa depan. Financial leverage tidak berpengaruh signifikan terhadap ROA, sehingga dapat disimpulkan bahwa tingkat profitabilitas perusahaan kelapa sawit tidak dipengaruhi oleh besarnya hutang perusahaan.
Hasil tersebut menunjukkan bahwa utang dinilai semakin membebani keuangan perusahaan dan meningkatkan risiko perusahaan. Ukuran tidak berpengaruh signifikan terhadap ROA, sehingga dapat disimpulkan bahwa ukuran tidak menentukan tingkat profitabilitas perusahaan. Hasil ini tidak sejalan dengan penelitian yang dilakukan oleh Ramasamy dkk (2005), dimana perusahaan yang berukuran besar mempunyai kemampuan yang lebih besar dalam menikmati skala ekonomi, dimana skala ekonomi tersebut mempunyai pengaruh yang sangat positif terhadap kinerja perusahaan (Penrose dalam Majumdar, 2006).
Harga tidak berpengaruh signifikan terhadap ROA sehingga dapat disimpulkan bahwa harga minyak sawit di pasar internasional tidak menentukan tingkat profitabilitas perusahaan. Age, Capital, Growth, Leverage, Size, Price secara bersama-sama berpengaruh signifikan terhadap ROA, sehingga dapat disimpulkan bahwa sebaiknya manajemen perusahaan menerapkan 6 faktor tersebut secara proporsional dalam upaya meningkatkan ROA.
Saran
- Saran Bagi Perusahaan
- Saran Bagi Peneliti Akan Datang
Ukuran Perusahaan dan Profitabilitas: Studi Empiris Pada Perusahaan Manufaktur yang Terdaftar di Bursa Efek Jakarta. Faktor-faktor yang mempengaruhi kelengkapan pengungkapan laporan keuangan pada perusahaan manufaktur yang terdaftar di Bursa Efek Jakarta. Analisis Pengaruh Insider Ownership, Kebijakan Hutang dan Dividen Terhadap Nilai Perusahaan dan Faktor-faktor yang Mempengaruhinya, Jurnal Bisnis dan Ekonomi, Vol.10, no.2.
Pengaruh harga saham, umur perusahaan dan rasio profitabilitas perusahaan terhadap tindakan perataan laba pada perusahaan perbankan yang terdaftar di Bursa Efek Jakarta.
UNIVERSITAS PERSADA INDONESIA Y.A.I FAKULTAS EKONOMI
PROGRAM STUDI MAGISTER MANAJEMEN JAKARTA
APRIL 2015
Judul Skripsi: Pengaruh Sumber Daya Keuangan, Harga dan Umur Perusahaan Terhadap Kinerja Keuangan Perusahaan Kelapa Sawit yang Go Public di Indonesia. Menyatakan dengan jujur bahwa Karya Ilmiah berupa Jurnal yang saya buat dengan judul di atas bukanlah Karya Ilmiah orang lain, melainkan hasil Karya Ilmiah saya sendiri dengan mengutip kutipan orang lain. Apabila di kemudian hari terbukti Karya Ilmiah ini merupakan hak milik atau plagiarisme atau mengandung unsur PLAGIARISME, maka saya bersedia menerima sanksi sesuai ketentuan hukum yang berlaku.
Sungguh-sungguh menyatakan memberikan izin kepada Universitas Persada Indonesia Y.A.I atas karya ilmiah saya dalam bentuk jurnal untuk dipublikasikan di website Universitas Persada Indonesia Y.A.I.
Apakah umur, modal, pertumbuhan, leverage, ukuran, harga secara bersama-sama berpengaruh terhadap kinerja perusahaan kelapa sawit pada periode tersebut? Pengaruh Age, Capital, Growth, Leverage, Size, Price secara bersama-sama mempengaruhi kinerja perusahaan kelapa sawit pada periode tersebut. Perusahaan besar mempunyai kemampuan yang lebih besar dalam menikmati skala ekonomi, dimana skala ekonomi ini mempunyai pengaruh yang sangat positif terhadap kinerja perusahaan (Penrose dalam Majumdar, 2006).
Penelitian Ramasamy dkk (2005) menemukan bahwa faktor umur, modal, pertumbuhan, leverage, ukuran dan harga secara bersama-sama berpengaruh signifikan terhadap kinerja perusahaan kelapa sawit di Malaysia. Berdasarkan pemikiran tersebut, penelitian ini menguji pengaruh age, capital, growth, leverage, size dan price secara bersama-sama terhadap dampak kinerja perusahaan pada perusahaan kelapa sawit di Indonesia. H7: Umur, modal, pertumbuhan, leverage, ukuran dan harga secara bersama-sama mempengaruhi kinerja perusahaan.
Selain itu tujuan penggunaan metode fixed effect pada data panel adalah untuk melihat hubungan antara kinerja variabel dependen perusahaan yang ditentukan oleh return on assets (ROA) dengan variabel independen Age, Capital, Growth, Leverage, Ukuran dan Harga. Berdasarkan hasil uji t diketahui bahwa secara individual variabel ekuitas dan pertumbuhan berpengaruh signifikan terhadap kinerja perusahaan (ROA) karena mempunyai nilai probabilitas <0,05.