• Tidak ada hasil yang ditemukan

Pengaruh Ukuran Perusahaan dan Return on Equity terhadap Earning per Share pada Perusahaan Pertambangan Batubara di BEI, Periode 2019-2022

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2023

Membagikan "Pengaruh Ukuran Perusahaan dan Return on Equity terhadap Earning per Share pada Perusahaan Pertambangan Batubara di BEI, Periode 2019-2022"

Copied!
10
0
0

Teks penuh

(1)

Volume 10 Nomor 1 (Januari – April) 2023

Pengaruh Ukuran Perusahaan dan Return on Equity terhadap Earning per Share pada Perusahaan Pertambangan Batubara di BEI, Periode 2019-2022

*Diajeng Reztrianti

Departemen Manajemen, Universitas Krisnadwipayana, Indonesia

* Email korespondensi: [email protected] ABSTRACT

Several coal companies have experienced a decline in profitability and solvency. During the period of 2019-2022, the Earnings Per Share (EPS) of coal mining companies listed on the Indonesia Stock Exchange (BEI) underwent fluctuations. It is suspected that factors such as company size and Return on Equity (ROE) may have influenced these variations in EPS. This study aims to determine the relationship between firm size and return on equity on earnings per share in coal mining companies listed on the Stock Exchange. The study reveals that in the case of the 10 coal mining companies listed on the Indonesia Stock Exchange (BEI), both the company size and Return on Equity (ROE) do not significantly contribute to an increase in Earnings Per Share (EPS). It further indicates that the company size itself has no significant impact on EPS. Additionally, the ROE does not promote an increase in EPS for these coal mining companies.

Keywords: firm size; return on equity; earnings per share

ABSTRAK

Beberapa perusahaan batubara mengalami penurunan profitabilitas dan solvabilitas. Selama periode 2019-2022, Earnings Per Share (EPS) perusahaan pertambangan batubara yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI) mengalami fluktuasi. Diduga faktor-faktor seperti ukuran perusahaan dan Return on Equity (ROE) dapat mempengaruhi variasi EPS tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara ukuran perusahaan dan return on equity terhadap earning per share pada perusahaan pertambangan batubara yang terdaftar di BEI. Penelitian ini mengungkapkan bahwa dalam kasus 10 perusahaan pertambangan batubara yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI), baik ukuran perusahaan maupun Return on Equity (ROE) tidak secara signifikan memberikan kontribusi terhadap peningkatan Earnings Per Share (EPS). Hal ini mengindikasikan bahwa ukuran perusahaan itu sendiri tidak memiliki dampak yang signifikan terhadap EPS. Selain itu, ROE tidak mendorong peningkatan EPS pada perusahaan-perusahaan pertambangan batubara tersebut.

Kata Kunci: Ukuran perusahaan; return on equity; earning per share

PENDAHULUAN

Pasar modal saat ini memiliki peran yang sangat penting dalam mempertahankan kelangsungan hidup perusahaan, terutama bagi mereka yang memerlukan dana jangka panjang untuk membiayai aktivitas operasional perusahaan. Pasar modal menjadi wadah yang mempertemukan perusahaan yang membutuhkan dana dan investor yang

ingin menyalurkan dana yang mereka miliki melalui investasi (Setiyono, 2016).

Investasi merupakan bentuk penundaan konsumsi saat ini untuk memperoleh konsumsi di masa depan, yang di dalamnya terkandung unsur risiko ketidakpastian. Oleh karena itu, dibutuhkan kompensasi atas penundaan tersebut. Investasi dapat diartikan sebagai komitmen penempatan sejumlah

(2)

Volume 10 Nomor 1 (Januari – April) 2023

dana pada satu atau beberapa objek investasi dengan harapan akan mendapatkan keuntungan di masa depan. Beberapa objek investasi, seperti surat utang (obligasi), ekuitas (saham), reksa dana, instrumen derivatif, dan instrumen keuangan jangka panjang lainnya, dapat diperdagangkan di pasar modal. Menurut (Tandelilin, 2010: 26), dengan memperdagangkan surat berharga, pasar modal menghubungkan pihak yang memiliki dana dan pihak yang membutuhkan dana. Pasar modal juga dapat diartikan sebagai peluang bisnis untuk berdagang panjang. Perlindungan pengangkutan yang sebagian besar memiliki harapan hidup lebih dari satu tahun seperti saham dan sekuritas.

Karena menawarkan tingkat keuntungan yang menggiurkan, saham menjadi instrumen yang banyak dipilih investor. Saham merupakan simbol penyertaan modal seseorang atau pihak dalam suatu perseroan atau perseroan terbatas.

Investor mengandalkan data keuangan ketika membuat keputusan dalam ekonomi yang tidak pasti. Pihak luar (investor, kreditur, dan calon kreditur) sangat bergantung pada informasi keuangan yang akurat untuk menentukan apakah suatu investasi akan menghasilkan laba atas investasi dengan menganalisis kinerja keuangan perusahaan di masa depan.

(Rahardjo, 2005) menyatakan bahwa dalam berinvestasi, pembeli saham biasa umumnya lebih memperhatikan penghasilan per lembar sahamnya karena EPS ini yang nantinya akan mempengaruhi harga saham di pasaran untuk memperoleh capital gain.

Sedangkan menurut (Darminto, 2007), semakin besar laba yang tersedia bagi pemegang saham maka pembayaran dividen kepada pemegang saham akan semakin besar pula. Dengan begitu dapat dikatakan bahwa perilaku investor terhadap saham dipengaruhi oleh informasi akuntansi yang dalam hal ini

diwakili oleh EPS sebagai cerminan kinerja keuangan.

Pada dasarnya tujuan utama perusahaan adalah untuk meningkatkan dan memaksimalkan keuntungan para pemilik perusahaan. Keuntungan perusahaan tercermin dalam laba bersih perusahaan, sedangkan keuntungan pemilik perusahaan tercermin dalam laba untuk para pemegang saham biasa atau yang sering disebut dengan Earning Per Share (EPS). EPS menunjukkan seberapa besar kemampuan perusahaanuntuk menghasilkan laba bagi setiap lembar saham yang dimiliki oleh para pemegang saham biasa. Jadi, semakin tinggi EPS yang dihasilkan oleh suatu perusahaan, semakin menarik saham tersebut bagi para investor.

Oleh karena itu, banyak investor yang mempertimbangkan EPS dalam menentukan keputusan investasi mereka.

Earnings per Share (EPS) merupakan indikator utama dalam berinvestasi dan mempengaruhi tingkat kepercayaan investor.

Pertumbuhan investasi saham di Indonesia telah berkembang pesat, dengan pertumbuhan harga saham perusahaan nasional yang mencapai 2000% (Kiswara, 2013). Rasio keuangan menjadi alat analisis penting untuk menilai kinerja keuangan perusahaan (Taani & Banykhaled, 2011).

Teori pensinyalan menyatakan bahwa perusahaan memberikan sinyal kepada pemegang saham melalui dividen. Indonesia Stock Exchange (IDX) merupakan tempat bagi investor untuk mempelajari saham dan perusahaan yang go public. Sektor pertambangan, khususnya batubara, memiliki nilai kapitalisasi besar dan potensial. Namun, penurunan harga batubara dapat mempengaruhi perekonomian negara (kontan.co.id, 2019).

Beberapa perusahaan batubara mengalami penurunan profitabilitas dan solvabilitas (World Bank, 2019). Pada periode 2019-

(3)

Volume 10 Nomor 1 (Januari – April) 2023

2022, EPS perusahaan pertambangan batubara di BEI mengalami fluktuasi. Ukuran perusahaan dan Return on Equity (ROE) diduga mempengaruhi EPS. Ukuran perusahaan menunjukkan seberapa besar perusahaan tersebut (Sjahrial, 2008).

Penelitian menunjukkan pengaruh signifikan antara ukuran perusahaan terhadap EPS (Shinta & Laksito, 2014; Karlina et al., 2019;

Subhan et al., 2019; Riawan, 2020). Namun, penelitian lain menyatakan tidak ada pengaruh terhadap EPS (Barlianta Uno et al., 2014).

Investor sangat memperhatikan rasio keuangan, terutama profitabilitas dan ROE.

ROE menunjukkan kemampuan modal ekuitas untuk menghasilkan pengembalian bagi pemegang saham (Syamsudin, 2009).

(Taani dan Banykhaled, 2011) menyatakan bahwa ROE yang tinggi dapat meningkatkan EPS. Sebagai tambahan lainnya, beberapa penelitian tidak menemukan pengaruh signifikan antara ROE dan EPS (Muhfiatun, 2009).

Earnings Per Share (EPS) adalah rasio yang menilai laba per saham atau nilai buku, yang digunakan untuk mengukur keberhasilan manajemen menciptakan keuntungan bagi pemegang saham (Kasmir, 2013:207). (Darmadji dan Fakhrudin, 2012:154) menyebutkan bahwa EPS mencerminkan kemampuan perusahaan menghasilkan laba per saham beredar, sementara (Irham Fahmi, 2012:96) dan (Abdul Halim, 2005:16) menjelaskan bahwa EPS merupakan keuntungan bersih setelah pajak yang diperoleh emiten dibagi dengan jumlah saham beredar.

EPS menghitung keuntungan yang diterima pemegang saham per lembar saham yang dimiliki. Rasio rendah mengindikasikan kinerja perusahaan yang kurang baik, yang mungkin disebabkan penjualan yang tidak lancar atau biaya operasional tinggi.

Tabel 1. Ln Earnings Per Share (Ln EPS)

KODE PERUSAHAAN 2019 2020 2021 2022

BSSR

Baramulti Sukses

Sarana Tbk 5,91 5,08 5,12 7,02 BYAN Bayan Resources Tbk 5,34 6,88 7,26 8,54 DEWA Darma Henwa Tbk 7,42 7,77 7,04 6,57

GEMS

Golden Energy Mine

Tbk 5,45 5,04 5,43 6,74

HRUM Harum Energy Tbk 5,15 4,61 5,81 6,03

MBAP

Mitrabara Adiperdana

Tbk 6,35 6,00 5,75 7,07

MYOH Samindo Resource Tbk 5,27 5,10 4,98 5,16 PTBA Bukit Asam Tbk 6,17 5,92 5,36 6,55 PTRO Petrosea Tbk 5,76 6,06 6,13 6,18 TOBA TBS Energi Utama Tbk 4,18 3,83 3,79 4,45

Sumber: Data Diolah, 2022

Berdasarkan tabel 1, Ln earnings per share (Ln EPS) perusahaan masing-masing pada perusahaan pertambangan batubara periode 2019 – 2022, TBS Energi Utama Tbk memiliki Ln EPS 3,79 terendah pada tahun 2021 dan Darma Henwa Tbk memiliki Ln EPS 7,77 tertinggi pada tahun 2020.

Ukuran perusahaan merupakan faktor penting dalam analisis investasi dan kinerja keuangan (Hery, 2015; Sjahrial, 2008:205;

Adiwiratama, 2012). Berbagai metrik seperti total aset, penjualan, nilai pasar saham, jumlah tenaga kerja, dan kapitalisasi pasar digunakan untuk mengukur ukuran perusahaan. Perusahaan besar dianggap lebih mampu mengakses pasar modal dan menarik investor karena memiliki reputasi yang kuat, stabilitas operasional, dan tingkat pertumbuhan yang lebih rendah (Sustrianah, 2020).

Perusahaan beraset besar lebih mampu menghadapi risiko (Dyer & McHugh, 1975;

Stocken, 2000) dan cenderung memiliki profitabilitas serta return lebih tinggi (Hashemi dan Saidi, 2009; Sugiarto, 2011;

Yuliantari dan Sujana, 2014). Ukuran

(4)

Volume 10 Nomor 1 (Januari – April) 2023

perusahaan berdampak signifikan pada keputusan investasi dan kinerja keuangan, serta mempengaruhi risiko dan laba yang diperoleh.

UU No. 20 Tahun 2008 mengkategorikan ukuran perusahaan berdasarkan kekayaan, penjualan tahunan, dan struktur kepemilikan perusahaan. Badan Standardisasi Nasional, Sujarweni (2015:211), dan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) memberikan panduan dalam mengklasifikasikan ukuran perusahaan di Indonesia.

Tabel 2. Ln Ukuran Perusahaan

KODE PERUSAHAAN 2019 2020 2021 2022

BSSR Baramulti Sukses

Sarana Tbk 29 29 29 29

BYAN Bayan Resources

Tbk 30 31 31 31

DEWA Darma Henwa Tbk 29 30 30 30

GEMS Golden Energy

Mine Tbk 30 30 30 30

HRUM Harum Energy Tbk 30 29 30 30

MBAP Mitrabara

Adiperdana Tbk 29 29 29 29

MYOH Samindo Resource

Tbk 28 28 28 28

PTBA Bukit Asam Tbk 31 31 31 31

PTRO Petrosea Tbk 30 30 30 30

TOBA

TBS Energi Utama

Tbk 30 30 30 30

Sumber: Data Diolah, 2022

Berdasarkan tabel 2. Ln Ukuran Perusahaan masing-masing pada perusahaan pertambangan batubara periode 2019 – 2022, Samindo Resource Tbk memiliki Ln Ukuran Perusahaan terendah selama periode 2019 – 2022 dan Bukit Asam Tbk memiliki Ln Ukuran Perusahaan tertinggi selama periode 2019 – 2022.

ROE (Return on Equity) adalah rasio yang menunjukkan kemampuan perusahaan menghasilkan laba dari pengelolaan modal (Kasmir, 2014). Rasio ini mencerminkan efektivitas perusahaan dalam

mengidentifikasi peluang investasi dan pengelolaan biaya. (Lukman Syamsuddin, 2009; Agus Sartono, 2010). ROE yang tinggi menunjukkan perusahaan efisien dalam mengelola modal, sehingga menarik investor.

ROE berkaitan dengan EPS (Earnings Per Share) dan keduanya menunjukkan posisi pemilik perusahaan yang baik jika tinggi.

ROE memiliki tujuan dan manfaat seperti mengukur laba perusahaan, menilai posisi laba tahun-tahun sebelumnya, menilai perkembangan laba, menilai laba bersih setelah pajak terhadap modal sendiri, dan mengukur produktivitas dana perusahaan.

Dalam penelitian, ROE digunakan untuk mengukur seberapa baik perusahaan menggunakan modal untuk menghasilkan keuntungan (Kasmir, 2014).

Menghitung ROE dilakukan dengan membandingkan pendapatan bersih (net income) dengan ekuitas pemegang saham (shareholder's equity) (Brigham dan Houston, 2013). Net income dapat merujuk pada Earning After Taxes (EAT) atau laba tahun berjalan.

Tabel 3. Ln Return of Equity (Ln ROE)

KODE PERUSAHAAN 2019 2020 2021 2022

BSSR

Baramulti Sukses

Sarana Tbk 5,49 4,67 4,67 6,58

BYAN

Bayan Resources

Tbk 7,29 6,49 6,87 8,17

DEWA Darma Henwa Tbk 0,06 0,45 -

0,38 -0,79

GEMS

Golden Energy Mine

Tbk 5,04 4,63 4,99 6,30

HRUM Harum Energy Tbk 4,94 4,24 5,34 5,83

MBAP

Mitrabara

Adiperdana Tbk 6,15 5,79 5,54 6,84

MYOH

Samindo Resource

Tbk 4,16 3,99 3,84 4,02

PTBA Bukit Asam Tbk 6,10 5,86 5,34 6,55 PTRO Petrosea Tbk 4,24 4,54 4,58 4,62

TOBA

TBS Energi Utama

Tbk 5,04 4,60 4,40 5,00

Sumber: Data Diolah, 2022

(5)

Volume 10 Nomor 1 (Januari – April) 2023

Berdasarkan tabel 3. Ln return on Equity (Ln ROE) perusahaan masing-masing pada perusahaan pertambangan batubara periode 2019 – 2022, Darma Henwa Tbk memiliki Ln ROE -0,79 terendah pada tahun 2022 dan Bayan Resources Tbk memiliki Ln ROE 8,17 tertinggi pada tahun 2022.

Menurut hasil penelitian yang dilakukan oleh (Sriyono, et al., 2018), analisis Return on Equity (ROE) terhadap Earning Per Share (EPS) pada 16 perusahaan manufaktur subsektor makanan dan minuman menemukan bahwa ROE tidak mempengaruhi EPS, yang menunjukkan bahwa profitabilitas yang dihasilkan dari modal sendiri tidak cukup efisien sehingga tidak dapat berkontribusi pada EPS.

Sementara itu, penelitian (Andriana dan Herry, 2018), mengkaji pengaruh Kinerja Perusahaan dan Ukuran Perusahaan terhadap EPS, menemukan bahwa ROE memiliki pengaruh signifikan terhadap EPS. Dalam artian, semakin tinggi ROE, semakin tinggi pula laba bersih yang dihasilkan setiap rupiah dana yang diinvestasikan dalam ekuitas.

Berdasarkan penelitian-penelitian terdahulu diatas, terdapat perbedaan hasil dari beberapa peneliti sebelumnya, peneliti ingin menguji kembali tentang pengaruh Ukuran Perusahaan dan Return on Equity terhadap Earning per Share sehingga dapat memberikan gambaran yang lebih akurat dan berdasarkan data yang terbaru pada perusahaan Pertambangan Batubara di BEI periode 2019 - 2022. Berdasarkan uraian tersebut diatas maka yang menjadi permasalahan dalam penelitian ini adalah sebagai berikut:

1. Bagaimana pengaruh Ukuran Perusahaan dan ROE (Return of Equity) terhadap EPS (Earning Per Share)?

2. Bagaimana pengaruh Ukuran Perusahaan terhadap EPS (Earning Per Share)?

3. Bagaimana pengaruh ROE (Return on Equity) terhadap EPS (Earning Per Share)?

METODE

Penelitian ini dilakukan pada perusahaan pertambangan subsector batubara yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI) dengan periode input data tahun 2019-2022.

Data tersebut dapat diakses melalui website www.idx.co.id. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Desember 2021 hingga Februari 2022. Populasi yang digunakan dalam penelitan ini adalah perusahaan Pertambangan yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia periode 2019-2022 sebanyak 20 (dua puluh) perusahaan. Sedangkan sampel yang diambil hanya 10 (sepuluh) perusahaan pertambangan yang memenuhi kriteria.

Metode analisis menggunakan analisis regresi linier berganda. Sebelum dianalisis, terlebih dahulu dilakukan uji asumsi klasik.

HASIL DAN PEMBAHASAN Hasil Uji Asumsi Klasik

Uji Normalitas

Tabel 4. Hasil Uji Normalitas One-Sample Kolmogorov-Smirnov Test

Unstandardiz ed Residual

N 40

Normal Parametersa,b Mean ,0000000 Std. Deviation 1,00678830 Most Extreme

Differences

Absolute ,101

Positive ,093

Negative -,101

Test Statistic ,101

Asymp. Sig. (2-tailed) ,200c,d

a. Test distribution is Normal.

b. Calculated from data.

c. Lilliefors Significance Correction.

d. This is a lower bound of the true significance.

Sumber: SPSS, Des 2022

(6)

Volume 10 Nomor 1 (Januari – April) 2023

Berdasarkan tabel 4. Hasil Uji Normalitas di atas, diketahui nilai Test Statitistic One Sample Kolmogorov Smirnov untuk variabel Earning Per Share, Ukuran Perusahaan dan Return on Equity adalah sebesar 0,101 dan nilai Asymp. Sig. (2-tailed) adalah 0,2.

Berdasarkan pada ketentuan pengambil keputusan, nilai Asymp. Sig. (2-tailed) > 0,05 maka dapat dikatakan nilai residual pada penelitian ini terdistribusi normal.

Uji Multikolinieritas

Tabel 5. Hasil Uji Multikolinieritas

Model

Unstandardized Coefficients

Standardized Coefficients

Collinearity Statistics

B Std.

Error Beta Toler

ance VI

F

1

(Constant

) -4,387 5,699

LN_UK 0,353 0,195 0,294 0,94

2 1,0

62 LN_ROE -0,049 0,087 -0,092 0,94

2 1,0

62 a. Dependent Variable: LN_EPS

Sumber: SPSS, Des 2022

Dari tabel 5. Hasil Uji Multikolonieritas di atas diketahui nilai Tolerance Ukuran Perusahaan dan ROE (Return on Equity) adalah 0,942. Nilai Variance Inflation Factor (VIF) Ukuran Perusahaan dan ROE (Return On Equity) 1,062. Karena nilai Tolerance 0,942 > 0,1 dan VIF dari Ukuran Perusahaan dan ROE (Return On Equity 1,062 < 10 maka tidak ada multikolonieritas antara variabel independen dalam regresi.

Uji Autokorelasi

Tabel 6. Hasil Uji Autokorelasi

Model R R Square

Ad justed R Square

St d.

Error of the Estima te

Dur bin- Watson

1 ,286a 0,082 0,0

32

1,0

336 2,13

a. Predictors: (Constant), LN_ROE, LN_UK b. Dependent Variable: LN_EPS

Sumber: SPSS, Des 2022

Data pada tabel 6. Hasil Uji Autokorelasi dapat dilihat nilai Durbin Watson adalah 2,130. Dengan jumlah pengamatan (n) 40 dengan menggunakan nilai signifikansi 5%

dan jumlah variabel X adalah 2 (k=2), maka pada tabel Durbin Watson nilai dl = 1,3908 dan du = 1,600.

Oleh karena nilai DW 2,130 lebih besar dari batas du 1,600 dan kurang dari 4 – 1,3908 (4 – du) atau dapat diartikan 1,600 <

2,130 < (4 – 1,3908), maka dapat disimpulkan bahwa tidak ada autokorelasi positif atau negative pada penelitian ini.

Uji Regresi Linier Berganda

Tabel 7. Hasil Analisis Regresi Linier Berganda

Model

Unstandardi zed Coefficients

Standa rdized Coeffi cients

t Sig.

B Std . Err or

Beta

1

(Con stant)

- 4,38 7

5,6

99 -0,77 0,4

46 LN_

UK

0,35 3

0,1

95 0,294 1,81 2

0,0 78 LN_

ROE - 0,04 9

0,0

87 -0,092 - 0,56 7

0,5 74 a. Dependent Variable: LN_EPS

Sumber: SPSS, Des 2022

Berdasarkan tabel 7. Hasil Analisis Regresi Linier Berganda dapat dilihat Konstanta (a) adalah sebesar -4,387 yang artinya Earning Per Share akan memiliki

(7)

Volume 10 Nomor 1 (Januari – April) 2023

nilai -4,387 apabila variabel Ukuran Perusahaan dan Return On Equity bernilai 0.

Variabel Ukuran Perusahaan memiliki pengaruh positif terhadap Earning Per Share.

Adapun nilai koefisien regresi bernilai 0,353 artinya apabila variabel Ukuran Perusahaan meningkat 1% maka dapat meningkatkan Earning Per Share sebesar 35,3%.

Variabel Return on Equity tidak berpengaruh terhadap Earning Per Share.

Adapun nilai koefisien regresi bernilai -0,049 artinya apabila variabel Return on Equity meningkat 1% maka dapat berpengaruh negatif terhadap Earning Per Share sebesar 4,9%.

PEMBAHASAN

Pengaruh Ukuran Perusahaan dan Return on Equity terhadap Earning Per Share Perusahaan Pertambangan Batubara yang Terdaftar di Bursa Efek Indonesia

Berdasarkan hasil penelitian ini bahwa Ukuran Perusahaan dan Return on Equity (ROE) tidak berpengaruh terhadap Earning Per Share (EPS) menunjukkan bahwa perubahan nilai kedua variabel tersebut tidak mempengaruhi EPS yang dapat dibagikan perusahaan kepada para pemegang saham.

Namun, hasil penelitian ini bertentangan dengan penelitian Andriana dan Herry (2018) yang mengevaluasi pengaruh Kinerja Perusahaan dan Ukuran Perusahaan terhadap Laba Per Saham perusahaan properti di BEI periode 2012-2016, yang menemukan bahwa ROE dan Ukuran Perusahaan berpengaruh terhadap Laba Per Saham. Selain itu, hasil ini juga tidak sejalan dengan penelitian Husna (2017) yang menganalisis pengaruh Current Ratio, Debt to Equity Ratio, Net Profit Margin, ROE, Ukuran Perusahaan, dan Arus Kas Operasi terhadap EPS, yang menyatakan bahwa ROE dan Ukuran Perusahaan

memiliki pengaruh terhadap EPS secara simultan.

Pengaruh Ukuran Perusahaan terhadap Earning Per Share Perusahaan Pertambangan Batubara yang Terdaftar di Bursa Efek Indonesia

Berdasarkan hasil penelitian ini bahwa Ukuran Perusahaan tidak mempengaruhi Earning Per Share (EPS), hasil ini didukung oleh penelitian Mohamad Barliantan Uno et al. (2014) yang menganalisis pengaruh Kinerja Keuangan, Ukuran Perusahaan, dan Arus Kas Operasional terhadap EPS pada industri tekstil di BEI. Namun, hasil ini bertentangan dengan penelitian Riawan (2020) yang menganalisis pengaruh Return on Asset, Ukuran Perusahaan, dan Debt To Equity Ratio pada EPS, yang menunjukkan bahwa Ukuran Perusahaan berpengaruh pada EPS secara parsial. Temuan ini juga tidak sejalan dengan penelitian Subhan et al.

(2019), Karlina et al. (2019), serta Husna (2017) yang menemukan bahwa Ukuran Perusahaan mempengaruhi EPS.

Perusahaan besar biasanya didukung oleh sumber daya yang memadai dan lebih mudah dalam memenuhi kebutuhan modal, termasuk melalui modal asing, yang memungkinkan ekspansi usaha lebih mudah dibandingkan perusahaan kecil. Kelebihan ini seharusnya memperbesar peluang perusahaan besar untuk mendapatkan laba yang lebih besar.

Oleh karena itu, seharusnya ukuran perusahaan mempengaruhi besarnya keuntungan dari investasi yang diproyeksikan dalam bentuk EPS (Riawan, 2020).

(8)

Volume 10 Nomor 1 (Januari – April) 2023

Pengaruh Return on Equity terhadap Earning Per Share Perusahaan Pertambangan Batubara yang Terdaftar di Bursa Efek Indonesia

Berdasarkan hasil penelitian ini menunjukkan bahwa Return on Equity (ROE) tidak berpengaruh signifikan terhadap Earning per Share (EPS), penelitian ini sejalan dengan penelitian (Sriyono et al., 2018) yang menganalisa pengaruh Return on Equity, Current Ratio, Net Profit Margin dan Debt To Equity Ratio terhadap Earning Per Share pada 16 (enam belas) perusahaan manufaktur di Indonesia dengan subsektor perusahaan makanan dan minuman yang beroperasi di BEI periode 2012-2016 dan (Diaz et al., 2014) yang menganalisa Return on Asset dan Return on Equity pada Earning Per Share di perusahaan Asuransi yang tercatat di BEI. Namun, temuan ini bertentangan dengan penelitian (Amin Setio Lestiningsih, 2017) dan (M. Dedy Lesmana et al., 2018), yang menemukan bahwa ROE berpengaruh secara signifikan terhadap EPS.

Penelitian ini juga tidak sejalan dengan penelitian (Faruq et al., 2021) yang menyatakan bahwa ROE mempengaruhi EPS.

ROE menggambarkan efektivitas perusahaan dalam menghasilkan laba dari pengelolaan modal, termasuk modal sendiri dan pihak investor. Keberhasilan manajemen terlihat dari pemanfaatan peluang investasi dan pengendalian biaya, menarik minat investor untuk menginvestasikan dananya.

KESIMPULAN

Berdasarkan hasil analisis penelitian yang telah dilakukan mengenai pengaruh Ukuran Perusahaan, Return on Equity (ROE) terhadap Earning Per Share (EPS) pada perusahaan pertambangan batubara yang

terdaftar di BEI periode 2019 – 2022, kesimpulan yang dapat diperoleh yaitu sebagai berikut: 1) Ukuran Perusahaan dan Return on Equity (ROE) tidak mendorong peningkatan pada Earning Per Share (EPS) pada 10 perusahaan pertambangan batubara yang terdaftar di BEI. 2) Ukuran Perusahaan tidak berpengaruh signifikan terhadap Earning Per Share (EPS) pada 10 perusahaan pertambangan batubara yang terdaftar di BEI.

3) Return on Equity (ROE) tidak mendorong peningkatan atas Earning Per Share (EPS) pada 10 perusahaan pertambangan batubara yang terdaftar di BEI.

Adapun saran terkait penelitian ini agar investor mempertimbangkan untuk mendiversifikasi portofolionya dengan berinvestasi pada sektor atau perusahaan lain yang memiliki korelasi rendah dengan perusahaan pertambangan batubara dan mengkaji faktor-faktor lain yang dapat mempengaruhi EPS seperti: likuiditas, solvabilitas dan kondisi eksternal serta pembayaran. Pertimbangan aspek ESG (Environmental, Social, Governance) dan pengembangan sektor energi terbarukan.

Selain itu, penting untuk mengevaluasi tren perkembangan kinerja perusahaan dalam jangka panjang dan mempertimbangkan faktor-faktor lain yang dapat mempengaruhi kinerja di masa depan.

DAFTAR PUSTAKA

Diaz, R. dan J. (2014). Pengaruh Return on Asset (ROA) dan Return on Equity terhadap Earning per Share pada perusahaan asuransi yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia.

Jurnal Manajemen dan Bisnis, 14(2).

Drajat P.D, Andriana dan Herry Achmad Buchory. (2018). Pengaruh Kinerja Perusahaan dan Ukuran Perusahaan Terhadap Earning Per Share Pada Perusahaan Properti yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia periode 2012-2016. STIE Ekuitas. Bandung

Dyer, J., C., IV and A., J., McHugh. (1975). The Timeliness of Australian Annual Report.

(9)

Volume 10 Nomor 1 (Januari – April) 2023

Journal of Accounting Research. Autumn.

Pp. 204-219

Fahmi, I. (2012). Analisis Kinerja Keuangan.

Bandung: Alfabeta.

Faruq, Ach., I Made Wianto Putra dan Ni Putu Riasning. (2021). Pengaruh Current Ratio, Debt to Equity Ratio dan Return on Equity terhadap Earning Per Share pada Perusahaan Subsektor Batu Bara yang terdaftar di BEI 2014-2018. Jurnal Riset Akuntansi Warmadewa. Universitas Warmadewa. Bali Halim, A. (2005). Analisis Investasi, Edisi 2.

Jakarta: PT Salemba Emban Patria.

Hashemi A, Saedi R. (2009). Investigation of The Effect of Particular Characteristics of The Companies on The Information Content of Profits and Operating Cash Flows in Explaining Stock Returns. Journal of Financial Accounting. 1(4): 108-130.

Hery. 2015. Analisis Laporan Keuangan.

Yogyakarta: CAPS (Center for Academic Publishing Service).

Houston, J.F, Eugene D, dan Brigham. (2010).

Dasar-Dasar Manajemen Keuangan. Edisi Sebelas. Buku Dua. Jakarta: Salemba Empat.

Husna. (2017). Pengaruh Current Ratio, Debt to Equity Ratio, Net Profit Margin, Ukuran Perusahaan dan Arus Kas Operasi terhadap Earning Per Share Perusahaan Pertambangan Terbuka d BEI. Universitas Sumatera Utara.

Karlina, Berlian dan Muhamad Rifki Ramadhan.

(2019). The Effect of Financial Leverage, Company Size, Basic Earning Power, and Activity Ratio to Earning Per Share.

Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Budi Luhur. Jakarta

Kasmir. (2014). Analisis Laporan Keuangan.

Edisi Pertama, Cetakan Ketujuh. PT.

Rajagrafindo Persada. Jakarta

Kiswara., I. (2013). Pengaruh Perbedaan Laba Akuntansi Dan Laba Fiskal Terhadap Persistensi Laba Dengan Komponen Akrual Dan Aliran Kas Sebagai Variabel Moderasi (Studi Empiris pada Perusahaan Manufaktur yang Terdaftar di Bursa Efek Indonesia 2008-2011). Diponegoro Journal of Accounting. 2(2), pp. 1–13.

Lesmana, M. dedy, Mursidah Nurfadillah dan Praja Had Saputra. (2018). Pengaruh Return

on Equity, Kebijakan Dividend an Struktur Modal terhadap Earning Per Share dan Harga Saham pada perusahaan manufaktur di BEI. Universitas Muhammadiyah Kalimantan Timur

Lestiningsih, Amin Setio. (2017). Pengaruh ROA dan ROE Industri Farmasi terhadap Earning Per Share. Konferensi Nasional Ilmu Sosial

& Teknologi (KNIST)

Mohamad Barlianta Uno, Hendra Tawas, P.V.R.

(2014). Analisis Kinerja Keuangan, Ukuran Perusahaan, Arus Kas Operasional Pengaruhnya terhadap earning per Share, Jurnal EMBA [Preprint].

Muhfiatun. (2011). Pengaruh Financial Laverage dan Profilitabilitas Terhadap Earnings per Share (Studi pada Perusahaan yang Masuk Daftar Efek Syariah Tahun 2009).

Yogyakarta: Universitas Sunan Kalijaga.

Rahardjo, Budi. (2005). Laporan Keuangan Perusahaan: Membaca, Memahami dan Menganalisis. UGM. Yogyakarta

Riawan. (2020). Return on Assets, Ukuran Perusahaan dan Debt to Equity Ratio terhadap Earning Per Share. Trunojoyo University of Madura.

Setiyono, E., Amanah, L. (2016). ‘Pengaruh Kinerja Keuangan dan Ukuran Perusahaan terhadap Return Saham. Jurnal Ilmu dan Riset Akuntansi, 5(5).

Shinta, K. dan H.L. (2014). Pengaruh Kinerja Keuangan, Ukuran Perusahaan Dan Arus Kas Operasi Terhadap Earning Per Share.

Universitas Dipenogoro. Semarang.

Sjahrial, D. (2008). Pengantar Manajemen Keuangan. Jakarta: Mitra Wacana Media.

Sriyono, detak prapanca, andi setyo budi. 2018.

Aanalisis Return on Equity (ROE), Current Ratio (CR), Net Profit Margins (NPM) dan Debt to Equity Ratio (DER) terhadap Earning per Share (EPS). Jurnal Bisnis Manajemen dan Perbankan, 4(2), pp. 95–

163.

Sustrianah. (2020). Pengaruh Volume Perdagangan Saham dan Ukuran Perusahaan Terhadap Return Saham Perusahaan yang Terdaftar pada Indeks LQ45. Ekonomi dan Manajemen, 6, 48–59.

Subhan, Muhamad, Edi Wijayanto dan M. Abdul Kodir. (2019). Analisis Pengaruh Current Ratio, Debt to Equity Ratio, Net Profit

(10)

Volume 10 Nomor 1 (Januari – April) 2023

Margin dan Firm Size terhadap Earning Per Share (Studi pada perusahaan sektor industry dasar dan kimia yang tercatat di BEI 2014-2018). Keunis Majalah Ilmiah.

Politeknik Negeri Semarang.

Sugiarto, A. (2011). Analisis Pengaruh Beta, Size Perusahaan, DER, dan PBV Ratio Terhadap Return Saham. Jurnal Dinamika Akuntansi.

Vol. 3, No. 1, Maret: pp.8-14.

Sujarweni, Wiratna. (2015). Akuntansi Manajemen. Pustaka Baru Press.

Yogyakarta.

Syamsuddin, L. (2009). Manajemen Keuangan Perusahaan. Jakarta: Raja Grafindo Persada.

Taani, K., & Banykhaled, M.H.H. (2011). The Effect of Financial Ratios, Firm Size, And Cash Flows from Operating Activities on Earning Per Share. International Journal of Social Sciences and Humanity Studies. 3(1), 1309-8063.

Tandelilin, E. (2010). Portofolio dan Investasi Teori dan Aplikasi. Yogyakarta: Kanisius.

World Bank (2019, Dec 31). Commodity Markets Outlook: Lower Energy Prices Offset Rise in Non-Energy Commodity Prices. Retrieved from:

https://www.worldbank.org/en/news/press- release/2019/10/29/commodity-markets- outlook-lower-energy-prices-offset-rise-in- non-energy-commodity-prices

Yuliantari dan Sujana, I Ketut. (2014). Pengaruh Financial Ratio, Firm Size, Dan Cash Flow Operating Terhadap Return Share Perusahaan F&B. Jurnal Akuntansi dan Bisnis. Universitas Udayana.

www.idx.co.id/. (n.d.). Data diunduh pada Des 2022

www.invesnesia.com. (n.d) Data diunduh pada Des 2022

Referensi

Dokumen terkait

Denny (2008) melakukan penelitian tentang pengaruh Deviden Per Share dan Return On Equity terhadap harga saham (Studi pada lima perusahaan yang tergabung dalam sector

Pengaruh Current Ratio, Return On Assets, Earning Per Share, Debt to Equity Ratio, Dan Tingkat Inflasi Terhadap Harga Saham Pada Perusahaan Makanan Dan Minuman