SISTEM PERTANIAN ORGANIK
Persyaratan Sistem Pertanian Organik
Dalam pertanian organik, pencegahan hama tidak menggunakan pestisida atau bahan kimia lainnya, melainkan dengan melakukan pengendalian fisik. Produk tanaman organik dihasilkan dari sistem pertanian organik yang menggunakan media tanah (soil-based system).
Tujuan Sistem Pertanian Organik
Asal Usul Konsep Pertanian Organik
Namun dari hasil penelitian IRRI (International Rice Research Institute) di China dan Filipina, tidak ditemukan perbedaan nyata dalam penerapan SNI. Dari hasil tersebut, para ahli padi menyimpulkan kemungkinan terdapat kesalahan pengukuran dan observasi dalam pelaksanaan studi SRI di Madagaskar.
Pengertian Pertanian Organik
Pertanian organik menekankan penggunaan manajemen yang mengutamakan input lokal yang dapat dicapai dengan menggunakan metode budaya, biologis, dan mekanis yang tidak digunakan. Keunggulan pertanian organik adalah tidak menggunakan pupuk atau pestisida buatan, sehingga tidak menimbulkan pencemaran lingkungan.
Tujuan Pertanian Organik
Prinsip-prinsip Pertanian Organik
Prinsip teknis disini dimaksudkan sebagai prinsip dasar dalam metode dan teknik yang digunakan dalam pengembangan pertanian organik. Dalam produksi dan pengolahan pertanian organik (termasuk peternakan dan perikanan) terdapat masa transisi dari metode konvensional (penggunaan bahan kimia) ke metode organik.
Budidaya Tanaman Pangan Organik
- Pengembangan Budidaya Organik
Pengembangan pertanian organik didasarkan pada prinsip perlindungan, kemudahan dan jaminan bagi petani dalam mengakses sumber daya pendukung pertanian organik. i) Kebijakan penetapan harga. Ahmad Sulaeman menyatakan dalam Gribaldi (2009) bahwa pengembangan budidaya organik dapat dilakukan dengan cara: (1) meningkatkan hasil produksi varietas organik, seperti beras organik, ayam organik, sayuran organik, buah-buahan dan yogurt organik; (2) Peningkatan luas lahan produksi pertanian organik; (3) Penjaminan mutu dan sertifikasi pertanian organik.
Sertifikasi Organik
Memberikan jaminan terhadap produk PO yang bersertifikat dan memenuhi persyaratan sistem PO nasional (SNI dan internasional (Codex & IFOAM) dengan kewajiban mencantumkan logo organik Indonesia pada setiap kemasan produk organik. Mendukung Go Organic Indonesia program yang diluncurkan pada tahun 2010 dan mendukung Indonesia sebagai produsen utama pertanian organik di dunia.
Proses Sertifikasi
Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh karakteristik spasial pola hulu dan hilir usahatani padi organik terhadap peningkatan perekonomian pedesaan. Identifikasi pola yang terbentuk dari karakteristik spasial pola hulu dan hilir usahatani padi organik menggunakan analisis spasial. Kegiatan pertanian organik di hulu dan hilir di Desa Gempol membentuk karakter spasial yang memberikan pengaruh terhadap peningkatan perekonomian.
PENGEMBANGAN PERTANIAN ORGANIK
Tujuan Pengembangan Pertanian Organik
Peluang Pengembangan Pertanian Organik
Kami menyadari potensi teknologi, kerapuhan lingkungan dan kemampuan budidaya manusia dalam merusak lingkungan padahal ketersediaan sumber daya terbatas. Pertanian ramah lingkungan, salah satunya dengan menerapkan pertanian organik, merupakan upaya pemanfaatan sumber daya secara berkelanjutan. Petani ingin dibayar secara adil atas usaha/pekerjaannya dalam memproduksi pangan organik dan untuk mendukung usaha pertaniannya di masa depan.
Sertifikasi itu mahal, keahlian mereka hilang dan uang yang dikeluarkan petani untuk menghasilkan pangan yang baik pun hilang, dalam hal ini hilang ke tangan pedagang (perantara) (FAO, 1999).
Strategi Pengembangan Pertanian Organik
Peluang pemasaran produk organik dalam negeri termasuk sayuran, buah-buahan dan perkebunan harus diidentifikasi. Selain itu, interaksi dan jaringan yang saling menguntungkan antara konsumen dan produsen harus dibangun untuk memastikan pemasaran produk organik yang berkelanjutan.
Pelaku Pengembangan Pertanian Organik
Organisasi Pengembangan Pertanian Organik
Produk pertanian organik diyakini dapat menjamin kesehatan manusia dan lingkungan karena dihasilkan melalui proses produksi yang berwawasan lingkungan. Terwujudnya pertanian organik dapat terlaksana dengan adanya kerjasama seluruh pemangku kepentingan dan inovasi teknologi budidaya. Prinsip produksi pertanian organik harus diterapkan pada lahan yang sedang dalam masa konversi dengan ketentuan sebagai berikut: (1) dilakukan 2 tahun sebelum penyemaian untuk tanaman semusim, (2) dilakukan pada tahun sebelum panen pertama untuk tanaman tahunan. (3) Tanpa masa konversi (zero konversi) untuk lahan yang ditanami tanaman liar (tidak dibudidayakan) tanpa asupan bahan kimia sintetik.
Kegiatan pertanian organik dan anorganik berbeda dalam hal bangunan, lahan, area produksi, dan area persiapan.
Kuantitas Padi Organik dibandingkan Padi Anorganik
Kualitas Padi Organik dibanding Padi Anorganik
Berdasarkan hal tersebut muncul rumusan masalah mengenai pengaruh karakter spasial budidaya padi organik pola atas dan bawah terhadap peningkatan perekonomian pedesaan. Terdapat hubungan antara kegiatan yang membentuk budidaya padi organik pola atas dan bawah dengan peningkatan perekonomian pedesaan. Dengan demikian terlihat bahwa karakter spasial pola budidaya padi organik atas dan bawah mempunyai pengaruh yang kuat terhadap variabel terikat yaitu peningkatan perekonomian pedesaan.
Berdasarkan analisis regresi linier berganda diketahui bahwa pengaruh karakter spasial pola budidaya padi organik hulu dan hilir mempunyai pengaruh yang kuat terhadap seluruh komponen peningkatan perekonomian pedesaan.
HAMBATAN SEKTOR HULU HILIR
Hambatan Sektor Hilir
Konsumen beras organik masih tergolong terbatas pada kalangan menengah atas karena harga beras organik lebih mahal. Dengan demikian, pemasaran beras organik masih terbatas pada supermarket di kota-kota besar, dimana akses petani terhadap lembaga pemasaran relatif terbatas karena lemahnya lembaga pemasaran (Ristianingrum, et al., 2016). Minimnya jaringan pemasaran beras organik menyebabkan penjualan beras organik tidak terjamin sehingga membuat petani enggan beralih ke sektor beras organik (Ristianingrum, et al., 2016). Minimnya sertifikat organik karena terbatasnya modal petani menyebabkan rendahnya kepercayaan konsumen, sehingga seringkali harga beras organik sama atau sedikit lebih tinggi dibandingkan beras non-organik sehingga tidak sesuai dengan harapan petani (Ristianingrum, dkk. .., 2016).
Keterbatasan sumber permodalan, volume penjualan yang rendah dan kurangnya kemampuan pemasaran membuat daya tawar petani menjadi rendah, sehingga pemasaran beras dan beras organik masih dikuasai oleh perantara (Ristianingrum, dkk., 2016).
Hambatan Kelembagaan dan Regulasi
Berdasarkan analisis tersebut diketahui bahwa karakter spasial pola budidaya padi organik hulu dan hilir mempunyai pengaruh yang kuat terhadap setiap komponen peningkatan ekonomi pedesaan. Usahatani padi organik hulu dan hilir mengadopsi teori agribisnis karena mewakili proses hulu (pengadaan bahan baku) hingga proses hilir (proses distribusi produk) pertanian. Pola hulu dan hilir usahatani padi organik dibentuk melalui teori hulu dan hilir padi organik serta teori lokasi sehingga membentuk pola keruangan.
Unggul, Karakter spasial pola budidaya padi organik hulu dan hilir memberikan dampak yang tinggi terhadap seluruh komponen peningkatan perekonomian di desa Gempol dengan koefisien determinasi antara.
SISTEM PERTANIAN ORGANIK
Mekanisme dan Jaringan Pemasaran Padi Organik
Pemasaran beras organik biasanya dilakukan melalui kelompok tani untuk didistribusikan ke pedagang besar kota/kabupaten pada saluran pemasaran non kota/kabupaten dan didistribusikan ke pengecer pada saluran pemasaran untuk pasar di daerah penghasil beras organik lokal. Saluran kedua adalah dari kelompok tani Sri Makmur kemudian dijual ke pedagang beras organik, dari pedagang beras organik kemudian dijual ke konsumen beras organik. Produk yang dihasilkan dari lahan organik kelompok tani “Dewi Ratih II” berupa gabah yang akan diolah menjadi beras dan dijual ke konsumen.
Gabah hasil anggota kelompok tani dibeli, diolah dan dipasarkan ke konsumen melalui pengurus kelompok tani.
Consumer’s Market
Tantangan model pemasaran pasar konsumen adalah bagaimana membangun keunggulan kompetitif beras organik hingga tingkat mikro agar produknya terserap pasar, antara lain dengan memenuhi kemampuan mengungkap dan memenuhi preferensi konsumen sehingga produsen dapat menentukan pemasaran. strategi yang sejalan dengan pasar konsumen dengan mempertimbangkan tiga faktor utama yaitu: Merek, Produk dan Konsumen (Hartati dan Putri, 2016).
Unsur-unsur dalam Pemasaran
Tantangan Pemasaran
Strategi Pemasaran
Oleh karena itu, diperlukan strategi pemasaran seperti strategi produk berupa peningkatan kualitas, strategi penetapan harga, strategi promosi, dan strategi distribusi. Agustina dalam (Zulkifli, 2017) menjelaskan bahwa faktor promosi merupakan salah satu faktor yang mempengaruhi perilaku konsumen. Berdasarkan analisis yang telah dilakukan maka faktor-faktor yang mempengaruhi perilaku konsumen dalam membeli beras organik antara lain faktor kualitas (tekstur, butiran, warna, rasa), faktor promosi (informasi teman, leaflet, penjual, kemasan), faktor kesehatan (nutrisi). ). kandungan dan kebutuhan gizi), faktor keamanan konsumen (tempat pembelian, sertifikasi, residu pestisida) dan faktor harga.
Strategi pemasaran yang dapat digunakan untuk memasarkan beras organik antara lain dengan mempertahankan sistem produksi, meningkatkan upaya promosi dengan menggunakan teknologi dan layanan informasi, strategi distribusi yang lebih agresif dan lebih luas, menambah sumber daya lain untuk produksi di daerah dan meningkatkan kerjasama dengan pemerintah.
Personal Selling
Mass Selling
- Promosi Penjualan
Public Relation
Direct Marketing
Untuk mencapai hal tersebut digunakan teknik analisis spasial untuk mengetahui bagaimana pola budidaya padi organik hulu dan hilir terbentuk, teknik skoring untuk mengetahui bagaimana pengaruh karakteristik spasial yang ada dan seberapa besar peningkatan ekonomi yang terjadi. Secara spasial, pola budidaya padi organik hulu dan hilir dapat terbentuk mulai dari pola pengadaan bahan baku, pola budidaya hingga pola pemasaran. Semakin efisien sifat dan pola tata ruang yang terbentuk maka keuntungan yang diperoleh akan semakin meningkat.Artinya sifat tata ruang pada pola budidaya padi organik hulu dan hilir dapat berdampak pada peningkatan perekonomian pedesaan sebagai komponen peningkatan upah buruh.
STUDI KASUS
Metode
Proses pengumpulan data dilakukan dengan melakukan survei primer berupa penyebaran kuesioner kepada petani di Desa Gempol untuk mengetahui pengaruh karakteristik spasial pola hulu dan hilir usahatani padi organik terhadap peningkatan perekonomian pedesaan, melakukan survei lapangan. observasi, dan survei data sekunder. 1 Lokasi bahan baku berada di lokasi terpencil yang hanya dapat dijangkau oleh kendaraan tidak bermotor. 2 Lokasi bahan baku berada di. Identifikasi pola perolehan bahan baku disesuaikan dengan teori-teori terkait pola, antara lain teori pola pedesaan menurut Daldjoeni & A., (2004), Burgess dalam Yunus (2006), dan teori menurut Bintarto, (1989).
Hasil dan Pembahasan
Hal ini sejalan dengan teori (August Losch, 1954; Haggblade et al, 1993; Puglise, 2001; Adisasmita, 2010) yang menyatakan bahwa karakter spasial yang terbentuk akan membentuk pola distribusi kegiatan ekonomi yang kompleks. Sifat keruangan pola atas dan bawah mempengaruhi jaringan ekonomi pertanian yang ada, karena pola dan aliran produksi membentuk suatu keseimbangan atau konsentrasi, sehingga terbentuklah struktur kegiatan berupa jaringan ekonomi pertanian. Peningkatan perekonomian pedesaan dapat dicapai salah satu caranya dengan meningkatkan jumlah dan upah pekerja.
Hal ini sejalan dengan teori (Von Thunen, 1842; August Losch, 1954; Haggblade et al, 1993; Puglise, 2001; Adisasmita, 2010) bahwa pola spasial yang terbentuk dari jaringan transportasi dan teori lokasi yang ada akan berdampak positif terhadap peningkatan perekonomian pedesaan..
Kesimpulan
Jika hal ini terjadi maka petani padi organik akan mengalami kerugian atau setidaknya hanya memperoleh keuntungan yang sangat minim. Di sisi lain, lahan produksi juga memberikan manfaat bagi kesehatan lingkungan, karena tanah sebagai media tanam beras organik tidak terkontaminasi zat. Dalam rangka mendukung penerapan model keseimbangan hulu dan hilir untuk mendukung pengembangan pertanian organik, maka perlu adanya strategi pemasaran beras organik.
Analisis Perbandingan Sistem Pertanian Padi Organik dan Anorganik di Desa Catur Kecamatan Sambi Kabupaten Boyolali.
PENUTUP