• Tidak ada hasil yang ditemukan

pengembangan media pembelajaran ips peninggalan

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2024

Membagikan "pengembangan media pembelajaran ips peninggalan"

Copied!
87
0
0

Teks penuh

PENDAHULUAN

Latar Belakang Masalah

Dengan menggunakan media pembelajaran berbasis teknologi memudahkan guru dalam menyampaikan materi dan memudahkan siswa dalam menerima materi yang disampaikan guru. Salah satu ciri media pembelajaran berbasis teknologi adalah memadukan teknologi sebagai alat yang digunakan dalam kegiatan belajar mengajar dengan tujuan untuk mengembangkan keterampilan proses belajar mengajar (Irfan Yusuf, 2015).

Identifikasi Masalah

Dari latar belakang tersebut, peneliti melakukan penelitian dan pengembangan yang bertajuk “Pengembangan Media Pembelajaran IPS Online dari Kerajaan Islam di Indonesia untuk Siswa Kelas IV SDN Singonegaran 2 Kota Kediri” yang bertujuan untuk menjadi media pembelajaran yang dapat menarik minat siswa. mempelajari.

Rumusan Masalah

Bagaimana efektivitas media online pembelajaran IPS peninggalan kerajaan Islam di Indonesia bagi siswa IV. kelas SDN Maron.

Tujuan Pengembangan

Bagaimana cara mengembangkan media pembelajaran IPS berbasis web peninggalan Kerajaan Islam di Indonesia untuk siswa kelas IV. Manfaat lembar validasi ahli media adalah untuk mengetahui validitas media pembelajaran berbasis web yang dikembangkan.

Sistem Penulisan

LANDASAN TEORI

Media Pembelajaran

  • Pengertian media pembelajaran
  • Prinsip-Prinsip Pembelajaran Berbasis Website
  • Fungsi media pembelajaran
  • Prinsip pemilihan media pembelajaran

Media pembelajaran sendiri merupakan seperangkat alat atau pelengkap yang digunakan oleh guru atau pendidik untuk berkomunikasi dengan siswa guna memperlancar proses pembelajaran. Media pembelajaran yang dipilih guru untuk kegiatan belajar mengajar di kelas hendaknya mempunyai fleksibilitas yang baik.

Website

Pembelajaran Berbasis Website

  • Konsep Pembelajaran Web
  • Karakteristik Pembelajaran Website

Interaksi berarti berkomunikasi dengan orang lain yang tertarik pada mata pelajaran yang sama atau menggunakan pembelajaran berbasis web yang sama. Artinya, yang terlibat dalam pembelajaran berbasis web tidak berkomunikasi dengan mesin, melainkan dengan orang lain (baik peserta maupun guru) yang mungkin tidak berada di lokasi atau bahkan waktu yang sama.

Peninggalan Kerajaan Islam di Indonesia

  • Kerajaan-kerajaan islam dan peninggalan kerajaan islam di
  • Pengaruh islam di Indonesia

Kerajaan Ternate atau biasa dikenal dengan Kerajaan Gapi merupakan kerajaan Islam pertama yang berada di wilayah timur Indonesia, tepatnya di kepulauan Maluku. Kerajaan Gowa atau biasa juga disebut Kesultanan Goa merupakan sebuah kerajaan Islam yang terletak di Indonesia bagian timur, tepatnya di provinsi Sulawesi Selatan. Kerajaan Gowa merupakan kerajaan Islam yang cukup besar yang berkembang pada abad ke-17. Saat itu Kerajaan Gowa menjadi kerajaan yang mempunyai kekuatan militer cukup besar dan menjadi pusat perdagangan di Indonesia bagian timur mulai dari Sulawesi, Maluku, NTT hingga Kalimantan Timur.

Kejayaan Kesultanan Melaka adalah pada abad ke-15 dan menjadi salah satu kerajaan Islam terbesar. Peninggalan Kerajaan Islam Melaka berupa Masjid Raya Baiturrahman Aceh, Masjid Agung Deli dan Johor Baru. Kerajaan Islam Cirebon atau Kesultanan Cirebon merupakan salah satu kerajaan Islam tertua di Indonesia dan tinggalannya masih ada hingga kini dan masih terpelihara.

Peninggalan Kerajaan Islam ini berupa Masjid Agung Demak, Pintu Bledeg, Makam Sunan Kalijogo, Soko Guru, Pawestren. Kerajaan Islam di Indonesia lainnya adalah Banten yang berada di puncak pulau Jawa yaitu daerah Banten. Kerajaan Mataram merupakan salah satu kerajaan Islam yang kuat dan mempunyai wilayah yang cukup luas, meliputi pulau Jawa, Madura hingga Sukadana atau saat ini wilayah Kalimantan Barat.

Kajian Penelitian Terdahulu

Namun masih ada masyarakat yang menganut agama Hindu, Budha atau percaya pada makhluk halus. Perkembangan kebudayaan Islam di nusantara tidak serta merta menggantikan atau menghancurkan kebudayaan yang sudah ada. Kebudayaan Islam mengakomodasi kebudayaan yang sudah ada, tentunya dengan modifikasi dan penyesuaian agar tetap sesuai dengan ajaran Islam.

Hal ini terlihat dari rata-rata skor pretest sebesar 55 dan rata-rata skor posttest sebesar 82. Berdasarkan hasil validasi pengembangan media oleh ahli media dan ahli materi dinyatakan valid dan layak untuk diuji coba. Jadi berdasarkan data yang diperoleh, produk ini memenuhi tiga kriteria yaitu valid menurut para ahli, praktis menurut guru dan siswa, dan efektif sebagai media pembelajaran.

Kerangka Berfikir

Manfaat lembar validasi ahli materi adalah untuk menentukan validitas media pembelajaran berbasis web yang dikembangkan. Keefektifan suatu produk dapat dilihat dari hasil belajar siswa (post test) pada produk media pembelajaran berbasis web yang dikembangkan. Berdasarkan data dan hasil perhitungan dapat dikatakan bahwa materi yang digunakan pada media pembelajaran berbasis web valid (layak) untuk diterapkan.

Uji kepraktisan media pembelajaran berbasis website bagi siswa dilakukan dalam 2 tahap, yaitu uji terbatas dan uji ekstensif. Apakah Anda suka dan tertarik. media pembelajaran berbasis website? √ 6 siswa 2. Apakah saat menonton media. Uji ekstensif efektivitas penggunaan media pembelajaran berbasis website akan dilakukan terhadap 20 siswa dengan.

Media pembelajaran yang dikembangkan peneliti adalah media pembelajaran berbasis website pada materi “Warisan Kerajaan Islam di Indonesia” untuk siswa kelas IV Sekolah Dasar (SD) Maron. Media pembelajaran berbasis website memungkinkan siswa belajar mandiri di rumah dengan menggunakan telepon genggam (HP) pribadi.

Gambar 3.1 model pengembangan ADDIE  B.  Prosedur Pengembangan
Gambar 3.1 model pengembangan ADDIE B. Prosedur Pengembangan

METODE PENGEMBANGAN

Model Pengembangan

Prosedur Pengembangan

  • Tahap Analisa (Analyze)
  • Desain (Design)
  • Pengembangan (Develomant)
  • Implementasi (Implementation)
  • Evaluasi (Evaluation)

Lokasi Penelitian dan Subyek Penelitian

  • Lokasi Penelitian
  • Subjek Penelitian

Uji Coba Produk

  • Desain Uji Coba
  • Subjek Uji Coba

Validasi Produk

Validasi produk dalam hal ini bertujuan untuk mengetahui keabsahan media yang akan divalidasi oleh ahli media yaitu Nurita Primasatya, M.Pd.

Instrumen Pengumpulan Data

  • Pengembangan Instrumen
  • Validasi Instrumen

Data ini kemudian akan dinilai untuk menentukan apakah media pembelajaran berbasis web layak digunakan. Berdasarkan data dan hasil perhitungan, dapat dikatakan bahwa media pembelajaran online praktis digunakan dalam proses pembelajaran dan praktis digunakan. Hal ini juga berarti bahwa materi pembelajaran yang terdapat pada media pembelajaran online layak digunakan tanpa adanya perbaikan.

Pengembangan media pembelajaran berbasis website pada pembelajaran IPS tentang “Warisan Kerajaan Islam di Indonesia” diterima dengan baik oleh siswa dan wali kelas Kelas IV SD Maron. Penelitian ini menggunakan media pembelajaran berbasis website pada materi “peninggalan Kerajaan Islam di Indonesia” untuk siswa kelas IV Sekolah Dasar (SD) Maron.

Tabel 3.1 Angket Ahli Media
Tabel 3.1 Angket Ahli Media

Teknis Analisis Data

  • Analisis Data Validitas
  • Analisis Data Praktikalitas
  • Analisis Data Efektifitas

DESKRIPSI, INTERPRESTASI DAN PEMBAHASAN

Hasil Studi Pendahuluan

  • Deskripsi Hasil Studi Lapangan
  • Interprestasi Hasil Studi Pendahuluan
  • Desain Media Pembelajaran Berbasis Website

Hasil Uji Validitas

  • Validitas Produk Media Pembelajaran Berbasis Website dari Ahli
  • Validitas Produk Media Pembelajaran Berbasis Website dari Ahli

Uji validitas pada penelitian kali ini dilakukan untuk menguji apakah media pembelajaran materi “Peninggalan Kerajaan Islam Indonesia” berbasis website sudah valid dan layak digunakan sebelum diterapkan dalam proses belajar mengajar secara langsung di kelas. Data yang digunakan untuk uji validitas media yang akan dirancang dan digunakan dalam proses pembelajaran diperoleh dari proses pengisian angket yang akan dibagikan kepada ahli media dan materi. Penelitian yang sedang dilakukan adalah pengembangan metode pengajaran baru dengan menggunakan media pembelajaran berbasis web, yang akan diujikan pada materi “Warisan Kerajaan Islam Indonesia”.

Pada tahap ini validator bertugas mengisi kuesioner yang telah peneliti sediakan sebelumnya mengenai indikator penilaian terhadap media yang telah dibuat. Kuesioner yang disediakan diisi oleh validator dengan memberi tanda centang (√) pada kolom alternatif jawaban (skala Linkert) untuk setiap indikator yang tercantum pada kuesioner. Setelah seluruh indikator dilengkapi, maka hasil angket akan dihitung untuk mengetahui tingkat validitas media pembelajaran berbasis website yang disiapkan oleh peneliti berupa ahli media.

Berdasarkan data dan hasil perhitungan, dapat dikatakan bahwa media pembelajaran online tersebut valid (layak) untuk digunakan sebagai media. Pada tahap ini validator bertugas mengisi kuesioner yang telah diberikan sebelumnya oleh peneliti mengenai indikator evaluasi materi yang telah disiapkan. Setelah seluruh indikator terpenuhi, maka hasil angket akan dihitung untuk mengetahui derajat validitas materi pada media pembelajaran online yang disusun peneliti dari sudut pandang ahli materi.

Hasil Uji Coba

  • Hasil Uji Coba Kepraktisan Media Pembelajaran Berbasis
  • Hasil Uji Coba Keefektifan Media Pembelajaran Berbasis

Uji kepraktisan media pembelajaran berbasis web akan dilakukan oleh 2 orang responden yaitu wali kelas yang sekaligus guru dan siswa. Pengujian kepraktisan media pembelajaran berbasis web bagi pengajar ke rumah (guru) dilakukan dengan memberikan angket kepada guru kelas IV SD Maron yaitu Ny. Wahyu Wulantri Harna, S.Pd.SD, Gr. Berdasarkan data dan hasil perhitungan dapat dikatakan bahwa media pembelajaran berbasis web praktis digunakan dalam proses pembelajaran dan praktis diterapkan tanpa perbaikan.

Berdasarkan data dan hasil perhitungan dapat dikatakan bahwa media pembelajaran berbasis web praktis digunakan dalam proses pembelajaran dan praktis digunakan tanpa perbaikan. Pengujian keefektifan media pembelajaran berbasis web dilakukan dengan cara mengajukan pertanyaan pilihan ganda kepada siswa sebelum media pembelajaran digunakan (pretest) dan setelah media pembelajaran berbasis web diterapkan/digunakan (posttest). Dengan demikian, tingkat keberhasilan belajar siswa pada hasil tes terbatas sebelum siswa menerima media pembelajaran di website (pretest) adalah 33,4% dengan skor rata-rata 63,3.

Dengan demikian keberhasilan belajar siswa dari nilai tes terbatas setelah siswa menerima media pembelajaran website (post-test) adalah 83,4% dengan nilai rata-rata 73,3. Dengan demikian, tingkat keberhasilan belajar siswa pada tes komprehensif sebelum siswa menerima media pembelajaran website (pre-test) adalah. Dengan demikian, tingkat keberhasilan belajar siswa pada tes luas setelah siswa menerima media pembelajaran website (post-test) adalah 90%, dan nilai rata-rata yang diperoleh 20 siswa adalah 77.

Pembahasan dan Hasil Penelitian

  • Spesifikasi Media Pembelajaran Berbasis Website
  • Kevalidan, Kepraktisan dan Keefektifaan Media
  • Prinsip-prinsip, Keunggulan dan Kelemahan Model
  • Faktor Pendukung dan Penghambat Implementasi Media Pembelajaran

Media pembelajaran online telah dikembangkan menggunakan website Google dengan bantuan koneksi internet untuk proses desain hingga implementasi dalam pembelajaran. Nilai tersebut termasuk dalam kriteria “Sangat Valid” yang berarti media pembelajaran berbasis situs layak digunakan tanpa perlu adanya perbaikan. Pengujian kepraktisan media pembelajaran berbasis web dilakukan dengan cara meminta guru dan siswa mengisi angket untuk mengetahui kepraktisan media pembelajaran yang digunakan (media berbasis web).

Dengan demikian dapat dikatakan bahwa media pembelajaran berbasis website didasarkan pada tanggapan guru, praktis digunakan dalam proses pembelajaran dan praktis diterapkan tanpa perbaikan. Hasil respon siswa mengenai praktik penerapan media pembelajaran berbasis website dilakukan dalam 2 tahap yaitu uji terbatas pada 6 siswa, dan uji ekstensif pada 20 siswa. “Sangat Praktis”, yaitu secara terbatas maupun luas, media pembelajaran berbasis website sudah praktis dan layak digunakan tanpa perlu adanya penyempurnaan.

Media pembelajaran praktikum berbasis website digunakan dengan hasil tes praktik dari angket guru bernilai 90% dan tes terbatas pada siswa bernilai 81% sedangkan hasil tes ekstensif pada siswa bernilai 91%. Persentase tersebut termasuk dalam kriteria “Sangat Praktis”, sehingga dapat dinyatakan bahwa media pembelajaran berbasis website praktis digunakan dalam proses pembelajaran dan praktis diterapkan tanpa perbaikan. Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan di SDN Maron berupa pengembangan media pembelajaran berbasis website pada materi “warisan kerajaan Islam di Indonesia” yang mempunyai pengaruh besar terhadap minat dan motivasi belajar serta efektivitas siswa. dalam mengikuti kegiatan pembelajaran yang terlihat dari hasil rata-rata nilai siswa kelas IV SDN Maron diatas KKM.

Bagi guru, media pembelajaran berbasis website dapat digunakan guru untuk diterapkan dalam proses pembelajaran guna meningkatkan motivasi dan minat siswa. Bagi siswa, media pembelajaran berbasis website dapat digunakan untuk meningkatkan minat siswa dalam belajar dan membantu siswa untuk lebih mudah memahami materi yang disampaikan.

Gambar 4.7  Tampilan Menu Materi
Gambar 4.7 Tampilan Menu Materi

SIMPULAN, IMPLIKASI DAN SARAN

Simpulan

Implikasi

Bagi penelitian selanjutnya, hasil penelitian saat ini dapat dijadikan sebagai sumber rujukan dalam penyusunan penelitian baru yang serupa dengan perkembangan topik dan jenis media yang digunakan.

Saran

Referensi

Dokumen terkait