Diterbitkan oleh Program Studi Pendidikan Kimia FKIP Universitas Lambung Mangkurat pISSN: 2086-7328, eISSN: 2550-0716. Terindeks di SINTA (Peringkat 3), IPI, IOS, Google Scholar, MORAREF, BASE, Research Bib, SIS, TEI, ROAD, Garuda dan Scilit.
Received : 02-03-2021, Accepted : 09-04-2021, Published : 30-04-2021
PENGEMBANGAN MEDIA PEMBELAJARAN KOKAMI (KOTAK KARTU MISTERIUS) TEMA PELESTARIAN LINGKUNGAN
UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR KOGNITIF
Development of Learning Media (Mysterious Card Box) Environmental Conservation Theme to Improve Cognitive Learning Outcomes
Siti Fatimah Nuralisa*, Mudmainah Vitasari, Adi Nestiadi Program Studi Pendidikan IPA, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan,
Universitas Sultan Ageng Tirtayasa
Jl. Ciwaru Raya No.25, Cipare, Serang 42117, Banten, Indonesia
*email: [email protected]
Abstrak. Proses pembelajaran dengan bantuan media pembelajaran akan meningkatkan hasil belajar kognitif yang optimal. Media pembelajaran yang dapat diaplikasikan dikelas dan dapat digunakan siswa dengan berdiskusi mengenai suatu permasalahan yang berkaitan dengan pencemaran lingkungan, sehingga siswa bisa memahami dan menerapkan upaya untuk melestarikan lingkungannya, media tersebut adalah media pembelajaran Kokami (kotak kartu misterius). Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan, mengetahui kevalidan dan kepraktisan pada media pembelajaran Kokami tema pelestarian lingkungan. Penelitian ini dilakukan pada bulan November 2020. Metode penelitian yang digunakan adalah Research and Development R&D, desain penelitian menggunakan desain Borg & Gall (2003) dan sampel penelitian menggunakan 40 siswa kelas VII SMP Negeri 1 Menes. Instrumen yang digunakan adalah lembar validasi untuk uji kevalidan yang dilakukan oleh 3 validator yaitu ahli media, ahli materi dan guru mata pelajaran IPA, serta angket respons siswa untuk uji kepraktisan. Hasil penelitian dan pengembangan menunjukan bahwa pengembangan media pembelajaran Kokami didesain berbeda dari pengembangan sebelumnya dilihat dari komponen, materi dan inovasi baru yang dibuat peneliti. Hasil uji kevalidan oleh tiga validator memiliki nilai rata-rata 92,9%, dengan kriteria “Sangat Baik” artinya valid dapat diuji coba. Hasil uji kepraktisan media pembelajaran Kokami pada respons siswa menghasilkan nilai rata-rata 96,5% dengan kriteria “Sangat Baik”.
Kata kunci: media pembelajaran kokami, tema pelestarian lingkungan, hasil belajar kognitif
Abstract. The learning process used learning media would improve optimal cognitive learning outcomes. Learning media that could be applied in the class and could be used by the students to discuss problems that related to environmental pollution, so the students could be understood and applied efforts to preserve the environment, those media are Kokami (kotak kartu misterius) learning media. This research aimed to develop, know the validity and practicality of Kokami learning media with an environmental conservation theme. This research was done in November 2020. The research method used is Research and Development (R&D), the research design used Borg & Gall design, and samples used 40 students of 7th grade in SMP Negeri 1 Menes. Instruments used are validation sheets to test the validity by 3 validators which are media expert, material expert, and science teacher, also questionnaires of students responses to the practical test. The result of research and development showed that the development of Kokami learning media was designed differently from the previous development according to the components, materials, and innovations that the researcher made. The
result of the validity test by three validators has an average value of 92,9% in the "Excellent" criteria, which meant that the result is valid to test. The result of the practical test of Kokami learning media to students responses has an average value of 96,5%, also in the "Excellent" criteria.
Keywords: kokami learning media, environmental conservation theme, cognitive learning outcome
PENDAHULUAN
Pembelajaran IPA terpadu adalah pendekatan yang dilakukan pada proses pembelajaran IPA yang dapat...membuat siswa menjadi aktif dalam mencari, untuk menemukan suatu konsep dan prinsip yang menyeluruh serta saling berkaitan.
Pembelajaran IPA terpadu terdiri dari konsep-konsep yang signifikan menjadi sebuah tema, tema tersebut hasil dari klasifikasi dan penggabungan beberapa materi, sehingga materi tidak disampaikan secara berulang, efisien dalam penggunaan waktu dan efektif untuk mencapai tujuan pembelajaran (Taufiq et al., 2014). Proses pembelajaran IPA terpadu memberikan kesempatan untuk mengembangkan potensi yang dimiliki siswa, dalam proses pembelajaranya mengharapkan dapat dilaksanakan dengan inspiratif, menyenangkan, komunikatif, memotivasi, menantang siswa menjadi aktif dalam proses pembelajaran serta meningkatkan kemampuan berpikir siswa, sehingga berdampak pada hasil belajar siswa menjadi lebih meningkat (D. Indriati, S.C.P., 2012).
Proses pembelajaran IPA terpadu dapat berlangsung dengan baik apabila tercipta interaksi yang interaktif dalam proses pembelajaran yang dilakukan dikelas.
Keterlibatan...guru dan siswa...dalam proses pembelajaran IPA mempengaruhi dalam kegiatan penyampaian materi. Guru..menggunakan beberapa jenis strategi pembelajaran, hal tersebut bertujuan agar proses pembelajaran menjadi lebih baik.
Strategi pembelajaran yang biasa digunakan dalam proses pembelajaran IPA terpadu yaitu strategi menggunakan media pembelajaran, penggunaan media pembelajaran bertujuan untuk mencapai kompetensi agar meningkatkan hasil belajar siswa (Fatimah, et al., 2014).
Bentuk usaha untuk menjadikan pembelajaran dapat berlangsung secara optimal, yaitu dengan mengembangkan media pembelajaran yang memiliki kriteria baik sehingga dapat membantu siswa dalam menerima dan memahami pembelajaran. Proses pembelajaran yang dibantu media pembelajaran dapat meningkatkan hasil belajar yang optimal, hal tersebut menuntut guru untuk meningkatkan kemampuan kreatif dan inovatifnya agar bisa membuat media pembelajaran yang baik untuk melancarkan penyampaian materi pembelajaran sehingga tujuan untuk meningkatkan hasil...belajar siswa, khususnya dalam aspek kognitif agar dapat tercapai dengan baik (Suryani, Setiawan and Putria, 2018).
Konsep ideal pada penelitian dan pengembangan ini mengacu pada kemampuan berpikir kognitif dalam pembelajaran IPA berperan sangat penting karena dapat meningkatkan hasil belajar yang optimal. Kemampuan berpikir kognitif yang merupakan salah satu kemampuan yang menentukan keberhasilan dalam pembelajaran IPA, karena sebagian besar dari aktivitas pembelajaran IPA melibatkan proses berpikir dan mengingat (Sari, I.K.W., and Wulandari, R., 2020).
Proses pembelajaran IPA pada hakikatnya, meminta siswa untuk melakukan pembelajaran dengan mencari tahu tentang alam secara sistematis sehingga pembelajaran IPA bukan hanya merupakan kumpulan fakta-fakta, konsep, atau prisip-prinsip saja akan tetapi merupakan suatu proses penemuan suatu ide-ide inovatif untuk menyelesaikan permasalahan (Dewi, K.D.M., Suardana, I.N., and
Selamet, K., 2020). Berdasarkan hal tersebut proses pembelajaran IPA sangat membutuhkan kemampuan berpikir kognitif siswa yang optimal, agar proses pembelajaran dapat berlangsung dengan baik, untuk merealisasikan hal tersebut dalam proses pembelajarannya dibutuhkan media pembelajaran yang dapat melatih kemampuan kognitif siswa.
Berdasarkan pada kenyataanya dari hasil observasi dan wawancara dengan guru mata pelajaran IPA di SMP Negeri 1 Menes, ditemukan permasalahan antara lain: 1) minimnya media pembelajaran yang digunakan, sehingga belum dapat memotivasi siswa untuk aktif pada kegiatan pembelajaran, serta membuat guru merasa kesulitan dalam menyampaikan materi pembelajaran 2) belum adanya media pembelajaran IPA Terpadu yang meningkatkan minat siswa pada proses pembelajaran, 3) belum pernah diadakannya pembelajaran secara IPA terpadu 4) hasil belajar kognitif siswa yang rendah dan 5) kurangnya pemahaman siswa dalam materi pelestarian lingkungan, serta tingkat kesadaran siswa dalam menjaga lingkungan sangat rendah, sehingga dilingkungan sekolah banyak kegiatan siswa yang menimbulkan pencemaran lingkungan.
Fakta lapangan lainnya yang dikaji mengenai permasalahan yakni minimnya media pembelajaran. Menurut Anitasari, et al., (2019) menyatakan bahwa tanpa adanya bantuan media pembelajaran dalam proses pembelajaran, maka akan mengakibatkan siswa mengalami kesulitan belajar, sehingga dapat menimbulkan miskonsepsi dan kurangnya pemahaman siswa terhadap materi yang disampaikan.
Ketika pemahaman siswa berkurang maka akan mengakibatkan hasil belajar yang rendah. Selanjutnya, survei yang dilakukan di Indonesia terkait hasil belajar siswa, dinyatakan bahwa hasil belajar siswa khususnya pada aspek kognitif mata pelajaran IPA dinyatakan belum maksimal. Hal tersebut dibuktikan oleh data hasil survei PISA tahun 2015, menyebutkan hasil sains Indonesia menempati peringkat 45 dari 48 negara dengan nilai rerata 403 (Kemendikbud, 2015).
Untuk mengatasi permasalahan tersebut...maka digunakan suatu media pembelajaran yang dapat diaplikasikan dalam kelas dan digunakan siswa dengan cara berdiskusi mengenai suatu permasalahan yang berkaitan dengan pencemaran lingkungan sehingga siswa bisa memahami dan menerapkan upaya untuk melestarikan lingkungannya, media tersebut yaitu media pembelajaran Kokami.
Media pembelajaran Kokami (kotak kartu misterius) yaitu media pembelajaran yang digunakan dengan cara permainan yang dapat meningkatkan minat siswa, menjadikan proses pembelajaran menjadi lebih aktif, dapat merangsang siswa agar berpikir kritis,..kreatif dan..inovatif sehingga dapat meningkatkan hasil.belajar siswa khususnya pada aspek kognitif (Paisah et al., 2013). Menurut Istiqomah, et al., (2016) menyatakan bahwa pembelajaran IPA dengan menggunakan media pembelajaran Kokami melalui permainan dan diskusi kelompok dapat meningkatkan kemampuan berpikir kognitif siswa dan hasil belajar siswa.
Pengembangan media pembelajaran Kokami pada penelitian dan pengembangan ini yaitu dilakukan dengan mengembangkan komponen-komponen yang ada pada media pembelajaran Kokami yaitu kotak, amplop dan kartu. kartu pada media pembelajaran Kokami meliputi kartu soal dan kartu peraturan penggunaan, setiap komponen dalam media pembelajaran Kokami akan dibuat dengan menggunakan bahan yang mengacu pada konsep 3R (Reduce, Reuse, Recycle) yang bertujuan untuk menerapkan sikap peduli lingkungan pada siswa untuk membantu melestarikan lingkungan disekitar sesuai tema pembelajaran yang akan disampaikan. Kemudian pada kartu soal akan dibuat pertanyaan-pertanyaan yang dikemas lebih menarik, pertanyaan tersebut disesuaikan pada dimensi pengetahuan dan dimensi proses berpikir kognitif siswa yang bertujuan agar
meningkatkan kemampuan kognitif siswa dalam menyelesaikan permasalahan lingkungan, ketika kemampuan kognitif siswa meningkat maka akan berdampak pada hasil belajar kognitifnya. Materi yang akan dibuat pada kartu soal media pembelajaran Kokami merupakan materi yang terpadu, jadi bukan hanya materi dalam 1 konsep saja melainkan materi yang bertema dengan model keterpaduan IPA tipe connected. Peneliti juga akan membuat inovasi baru, berupa konteks yang menarik untuk menambah pengetahuan siswa dalam melestarikan lingkungan dan kearifan lokal dilingkungannya. Berdasarkan paparan diatas, peneliti bertujuan untuk melakukan penelitian...dan...pengembangan dengan judul “Pengembangan Media Pembelajaran Kokami (Kotak Kartu Misterius) Tema Pelestarian Lingkungan untuk Meningkatkan Hasil Belajar Kognitif”.
Rumusan masalah dalam penelitian dan pengembangan ini, yaitu 1).
Bagaimana pengembangan media pembelajaran Kokami (kotak kartu misterius) tema pelestarian lingkungan untuk meningkatkan hasil belajar kognitif ?, 2).
Bagaimana kevalidan media pembelajaran Kokami (kotak kartu misterius) tema pelestarian lingkungan untuk meningkatkan hasil belajar kognitif ?, 3). Bagaimana kepraktisan media pembelajaran Kokami (kotak kartu misterius) tema pelestarian lingkungan untuk meningkatkan hasil belajar kognitif ?.
METODE PENELITIAN
Penelitian dan pengembangan ini, menggunakan metode (Research and Development R&D). Research and Development (R&D) merupakan metode penelitian dan pengembangan yang..digunakan untuk menghasilkan suatu produk..serta menguji kualitas dari produk tersebut (Sugiyono, 2015). Desain penelitiannya dengan menggunakan model Borg & Gall (2003). Pada penelitian dan pengembangan digunakan 7 tahapan dari 10 tahapan penelitian model Borg & Gall (2003) yaitu sampai pada tahap revisi produk. Hal tersebut karena adanya keterbatasan waktu, biaya dan kondisi yang tidak memungkinkan untuk melakukan penelitian pada seluruh langkah penelitian menurut model Borg & Gall (2003). Hal tersebut..sejalan dengan pendapat..Borg & Gall (2003) yang menyarankan dalam penelitian untuk..jenjang S1, penelitian dapat dibatasi dalam skala kecil yaitu sampai dihasilkannya produk. 7 tahap penelitian dan pengembangan dari model Borg & Gall.(2003) sebagai berikut : (1) studi pendahuluan, (2) merencanakan penelitian (planning), (3) pengembangan desain produk (develop preliminary of product), (4) uji kevalidan media, (5) revisi hasil uji kevalidan media, (6) uji kepraktisan media, dan (7) revisi hasil uji kepraktisan media. Dalam Penelitian dan....pengembangan ini menggunakan sebanyak 40 sampel siswa kelas VII dari 320 siswa sebagai populasi. Penentuan sampel penelitian menggunakan Simple Random Sampling dengan rumus Slovin. Teknik Simple Random Sampling, yaitu teknik yang dilakukan peneliti untuk memberikan peluang yang sama pada setiap anggota populasi untuk dijadikan sampel penelitian, pemilihan dilakukan secara acak tanpa memperhatikan strata yang ada dalam populasi tersebut (Sugiyono, 2015).
Data utama dalam penelitian dan pengembangan ini berupa data penilaian kevalidan oleh ahli materi, ahli media, dan guru mata pelajaran IPA dan data penilaian kepraktisan menggunakan respons siswa pada media pembelajaran Kokami tema pelestarian lingkungan. Teknik pengumpulan data menggunakan: 1) Teknik angket berupa lembar validasi oleh ahli media, ahli materi dan guru mata pelajaran IPA, untuk melakukan uji kevalidan media. 2) Teknik angket respons siswa dengan menggunakan google form, untuk melakukan uji kepraktisan media.
Teknik analisis data digunakan teknik analisis deskriptif yaitu untuk
mendeskripsikan data kevalidan dan data kepraktisan media pembelajaran Kokami tema pelestarian lingkungan. Dalam penelitian dan pengembangan ini menggunakan skala Likert positif dengan 4 skala yang digunakan untuk menilai instrumen dalam bentuk angket tersebut, Skala likert yang digunakan seperti pada tabel 1. dibawah ini:
Tabel 1. Skala likert
No Kriteria Skor
1 Sangat Baik 4
2 Baik 3
3 Cukup 2
4 Tidak Baik 1
(Sugiyono, 2017).
Lembar validasi untuk uji kevalidan terdiri dari 20 butir pernyataan dan angket respons siswa untuk uji kepraktisan terdiri dari 10 butir pernyataan. Masing- masing memiliki 4 pilihan kriteria jawaban sesuai pada Tabel 1 Skala Likert.
Berdasarkan standar penilaian yang telah ditetapkan, dapat diketahui hasil dari penilaian terhadap media pembelajaran Kokami yang dikembangkan. Untuk menghitung skor total rata-rata dalam penilaian media, maka digunakan rumus sebagai berikut:
Keterangan:
NP = Nilai persen yang dicari R = Jumlah skor jawaban responden SM = Jumlah skor jawaban tertinggi 100 = Bilangan tetap
(Purwanto, 2013)
Untuk menentukan hasil penilaian pada uji kevalidan oleh para validator, dan uji kepraktisan dengan menggunakan respons siswa, maka hasil perhitungan tersebut diberikan kriteria penilaian yang disesuaikan berdasarkan tabel berikut:
Tabel 2. Kriteria deskriptif uji kevalidan media pembelajaran kokami tema pelestarian lingkungan oleh ahli media, ahli materi dan guru mata pelajaran IPA
(Riduwan, 2013)
Tabel 3. Kriteria deskriptif uji kepraktisan media pembelajaran kokami tema pelestarian lingkungan menggunakan respons siswa
(Riduwan, 2013)
No Nilai dalam persen % Kategori Kevalidan
1 A = 76% - 100% Sangat Baik (valid dapat diuji coba) 2 B = 51% - 75% Baik (valid, perlu sedikit revisi) 3 C = 26% - 50% Cukup (cukup valid, perlu banyak revisi)
4 D = 0% - 25% Tidak Baik (tidak valid)
No Nilai dalam persen % Kategori Kepraktisan
1 A = 76% - 100% Sangat Baik
2 B = 51% - 75% Baik
3 C = 26% - 50% Cukup
4 D = 0% - 25% Tidak Baik
HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN
Berdasarkan dari tujuan penelitian ini, yaitu mengembangkan, mengetahui kevalidan dan kepraktisan pada media pembelajaran Kokami tema pelestarian lingkungan yang telah dilakukan, maka diperoleh hasil sebagai berikut:
Pengembangan Media Pembelajaran Kokami (Kotak Kartu Misterius) Tema Pelestarian Lingkungan
Berdasarkan tahapan penelitian dan pengembangan Borg and Gall (2003) pada pengembangan media pembelajaran Kokami (kotak kartu misterius) Tema Pelestarian Lingkungan, penelitian dilakukan sesuai langkahnya, yaitu 1).
Melakukan studi pendahuluan, yang meliputi kajian pustaka dan wawancara pada guru IPA Kelas VII SMPN 1 Menes, untuk melakukan analisis masalah yang ada pada proses pembelajaran, analisis kebutuhan siswa, analisis kurikulum yang digunakan dan analisis materi. Berdasarkan wawancara didapatkan hasil bahwa di SMPN 1 Menes menggunakan kurikulum 2013, pada pembelajarannya ditemukan masalah keterbatasan media pembelajaran IPA khususnya dalam materi pencemaran lingkungan. Media yang pernah digunakan guru belum ada yang dapat meningkatkan minat siswa untuk belajar sehingga berakibat pada hasil belajar kognitif siswa rendah, serta siswa tidak menerapkan kesadaran dalam melestarikan lingkungan, dari permasalahan tersebut maka dibutuhkan media pembelajaran yang sesuai dengan karakter siswa, yang dapat membantu siswa dalam memahami materi, memperjelas materi, meningkatkan minat siswa, serta melatih kemampuan berpikir kognitif siswa sehingga hasil belajar kognitif siswa dapat meningkat serta menumbuhkan kesadaran siswa dalam melestarikan lingkungan sekitar. Setelah dilakukan studi pandahuluan didapatkan solusi dalam menyelesaikan masalah yang ada yaitu dengan melakukan proses pembelajaran IPA dengan menggunakan media pembelajaran Kokami 2). Merencanakan penelitian (Planning), dilakukan dengan mencari teori-teori tentang media pembelajaran Kokami, langkah-langkah menggunakannya, memahami pengembangan media pembelajaran Kokami sebelumnya yang dilakukan peneliti lain, untuk dijadikan acuan dalam mengembangkan media pembelajaran Kokami pada penelitian ini, merumuskan tujuan penelitian, manfaat penelitian, metode penelitian, perencanaan desain, dan jadwal penelitian.
Setelah dilakukan studi pendahuluan dan perencanaan penelitian (planning) dilanjutkan pada langkah selanjutnya yaitu pengembangan desain. 3).
pengembangan desain yaitu melakukan desain produk media pembelajaran Kokami, diawali dengan mendesain terlebih dahulu komponen dalam media pembelajaran Kokami yaitu kotak, amplop, kartu soal dan kartu peraturan. Pengembangan media pembelajaran Kokami yang telah dilakukan yaitu peneliti membuat desain yang berbeda dengan pengembangan media pembelajaran Kokami sebelumnya, baik dari segi komponen (berupa kotak, amplop, kartu soal dan kartu peraturan penggunaan), materi yang disampaikan dan inovasi baru yang dibuat pada media pembelajaran Kokami. Hasil pengembangan media pembelajaran Kokami dilihat dari segi komponennya diawali dengan pengembangan desain produk (develop preliminary of product) yaitu mendesain produk yang dikembangkan, yaitu kotak, amplop, kartu soal, dan kartu petunjuk penggunaan, yang disesuaikan dengan tema pelestarian lingkungan pada media pembelajaran Kokami.
Kotak didesain disesuaikan dengan tema pelestarian lingkungan. Desain dibuat dengan fleksibel, sehingga kotak tersebut dapat dilipat, mudah digunakan, disimpan, dan dibawa. Bahan kotak menggunakan bahan yang ramah lingkungan
yaitu triplek yang dibalut oleh kain linen dan kain perca bermotif batik. Desain kotak media pembelajaran Kokami seperti pada gambar 1.
Gambar 1. Desain kotak media pembelajaran kokami
Amplop dalam media pembelajaran kokami didesain dibagian depan dengan menggunakan gambar yang berkaitan dengan tema pelestarian lingkungan, sedangkan untuk bagian belakang amplop di desain konteks yang bernama "Taukah kamu" yang merupakan inovasi baru yang dibuat peneliti, dalam konteks "Taukah kamu" memiliki konsep materi mengenai ciri khas daerah Banten yanng harus dilestarikan untuk menjaga kearifal lokal daerah Banten. Desain amplop seperti pada gambar 2.
Gambar 2. Desain amplop media pembelajaran kokami
Kartu soal pada media pembelajaran Kokami berisi pertanyaan, yang dibuat berdasarkan dimensi pengetahuan dan dimensi proses berpikir kognitif siswa dari tingkatan kognitif C3 (mengaplikasi) sampai C6 (mencipta), dalam kartu tersebut terdapat pertanyaan bonus, pertanyaan bonus dibuat berdasarkan tingkatan kognitif tertinggi yaitu C6 (mencipta). Kartu soal pada media pembelajaran Kokami ini menggunakan materi tema pelestarian lingkungan. Desain kartu media pembelajaran Kokami seperti pada gambar 3.
Gambar 3. Desain kartu soal media pembelajaran kokami
Kartu peraturan dalam menggunakan media pembelajaran Kokami merupakan beberapa aturan dalam menggunakan media pembelajaran Kokami yang disesuaikan dalam proses pembelajaran IPA, seperti pada gambar 4.
Gambar 4. Desain kartu peraturan dalam menggunakan media pembelajaran kokami
Hasil pengembangan media pembelajaran Kokami dilihat dari segi materi, dapat dilihat pada kartu soal media pembelajaran Kokami. Materi tersebut berbentuk tema yaitu materi dengan tema pelestarian lingkungan, materi tersebut dibuat terpadu dengan menggunakan model keterpaduan connected. Model keterpaduan tipe connected adalah suatu model yang terdiri dari 1 KD Utama yaitu KD 3.8 menganalisis mengenai pencemaran lingkungan dan beberapa KD Pendukung yaitu KD 3.7 menganalisis mengenai ekosistem, KD 3.9 menganalisis mengenai perubahan iklim, dan KD 4.8 mengenai menerapkan cara mengatasi pencemaran lingkungan.
Berdasarkan hasil penelitian pada pengembangan media pembelajaran Kokami yang telah dilakukan, bahwa pengembangan media pembelajaran Kokami dari segi komponennya, yaitu kotak, amplop, kartu soal dan kartu peraturan penggunaan, komponen-komponen tersebut dikembangkan sebaik mungkin, dan saling berkaitan antara desain tampilan (bentuk dan warna), pemilihan bahan, dan materi. Bahan yang digunakan dalam setiap komponen media pembelajaran Kokami memiliki kualitas bahan yang efektif, efisien, dan ramah lingkungan karena mengacu konsep 3R. Penggunaan bahan dengan konsep 3R, Reduce (mengurangi), Reuse (menggunakan kembali), dan Recycle (mendaur ulang sampah) bertujuan agar
siswa lebih memaknai pembelajaran mengenai materi tema pelestarian lingkungan sehingga pembelajaran yang dilakukan lebih bermakna. Pembelajaran lebih bermakna yaitu pembelajaran yang meningkatkan penambahan suatu ilmu atau informasi serta dapat meningkatkan kemampuan siswa untuk menganalisis dan mencipta (Nurrita Teni, 2018).
Konsep 3R digunakan dalam penggunaan bahan pada pembuatan media pembelajaran Kokami agar menggunakan bahan ramah lingkungan dan memanfaatkan limbah yang sudah tidak digunakan, bahan tersebut seperti triplek, kain linen, kain perca batik, dan kertas. Selain itu juga konsep 3R juga masuk kedalam materi tema pelestarian lingkungan, sehingga untuk melatih kemampuan siswa untuk mencipta sesuai dengan tingkatan kemampuan kognitif C6, agar materi tema pelestarian lingkungan nyata diterapkan dalam proses pembelajaran IPA.
Bahan yang ramah lingkungan seperti triplek dan kain linen berrguna untuk mengurangi pencemaran lingkungan disekitar, menjadikan limbah menjadi barang yang lebih berguna sehingga lingkungan dapat dilestarikan, dalam penggunaan kain perca batik, tujuannya untuk melestarikan budaya Indonesia yang dikenal dengan ciri khas batik, jadi bukan hanya lingkungan saja yang dilestarikan, budaya juga sangat penting untuk dilestarikan. Kemudian bahan kertas untuk kartu soal dan kartu peraturan penggunaan menggunakan kertas, karena kertas lebih ramah lingkungan dan mudah terurai. Kemudian soal pada media pembelajaran Kokami disesuaikan dengan dimensi pengetahuan dan dimensi proses berpikir kognitif siswa, sehingga diharapkan soal tersebut mampu meningkatkan hasil belajar kognitif siswa. Selanjutnya, untuk tahapan penelitian dan pengembangan berikutnya mengenai uji kevalidan dan uji kepraktisan media pembelajaran Kokami dipaparkan pada point berikutnya.
Kevalidan Media Pembelajaran Kokami (Kotak Kartu Misterius) Tema Pelestarian Lingkungan
Uji Kevalidan merupakan kegiatan menguji produk berupa media pembelajaran Kokami dengan menilai berbagai kriteria penilaian oleh 1 dosen ahli media, 1 dosen ahli materi, dan 1 guru mata pelajaran IPA sebagai ahli pembelajaran. Hasil uji kevalidan oleh masing-masing validator media pembelajaran Kokami sebagai berikut :
Uji Kevalidan Media Pembelajaran Kokami oleh Ahli Media
Uji kevalidan oleh dosen ahli media pada setiap penilaian terbagi menjadi tiga aspek. 1). Aspek tampilan yaitu aspek yang menilai kevalidan media pembelajaran Kokami dari tampilan media tersebut, dilihat dari setiap komponennya yaitu kotak, amplop dan kartu, disesuaikan dari desain yang telah dibuat, kesesuaian dengan materi tema pelestarian lingkungan, ketepatan dalam pemilihan bahan, kesesuaian penggunaaan huruf yang digunakan dan ketepatan dalam penggunaan bahasa sesuai ejaan KBBI. Penilaian aspek tampilan memiliki 15 indikator 2). Aspek penggunaan yaitu aspek yang menilai kevalidan media pembelajaran Kokami dilihat dari kemudahan dalam menggunakannya, kemudahan dalam penyimpananya, dan kejelasan petunjuk penggunaan yang ada dalam media pembelajaran Kokami. Penilaian aspek penggunaan memiliki 3 indikator. 3). Aspek pemanfaatan yaitu aspek yang menilai kevalidan media pembelajaran Kokami dilihat dari manfaat media pembelajaran Kokami tersebut untuk siswa. Penilaian aspek pemanfaatan memiliki 2 indikator. Berikut gambar persentase hasil uji kevalidan oleh ahli media pada setiap aspek :
Gambar 5. Persentase hasil uji kevalidan oleh ahli media pada setiap aspek
Secara keseluruhan hasil uji kevalidan oleh dosen ahli media, diperoleh skor rata-rata sebesar 100% dengan kategori “Sangat Baik”, skor tersebut diperoleh dari penilaian dosen ahli media pada setiap aspek, 1) Aspek tampilan yang memperoleh skor 100%, dengan hasil penilaian yang menyatakan media pembelajaran Kokami sudah memenuhi kesesuaian desain, kesesuaian dengan materi tema pelestarian lingkungan, ketepatan dalam pemilihan bahan, kesesuaian penggunaaan huruf, dan ketepatan dalam penggunaan bahasa sesuai ejaan KBBI. 2) Aspek penggunaan yang memperoleh skor 100%, dengan hasil penilaian yang menyatakan media pembelajaran Kokami, mudah untuk digunakan, mudah untuk disimpan, dibawa karena bentuknya yang fleksibel serta petunjuk penggunaan pada media pembelajaran Kokami jelas dan mudah dipahami. 3) Aspek pemanfaatan yang memperoleh skor 100%, dengan hasil penilaian yang menyatakan media pembelajaran Kokami dapat menambah ilmu pengetahuan siswa, meningkatkan kemampuan berpikir siswa, khususnya kemampuan kognitif, sehingga media pembelajaran Kokami dapat meningkatkan hasil belajar kognitif siswa serta dapat memberikan pengetahuan sebanyak-banyaknya mengenai ciri khas daerah Banten yang ada pada konteks “Taukah Kamu”. Sehingga dari hasil penilaian dosen ahli media tersebut dapat dinyatakan bahwa media pembelajaran Kokami valid dan dapat diuji coba.
Uji Kevalidan Media Pembelajaran Kokami oleh Ahli Materi
Uji kevalidan yang dilakukan oleh dosen ahli materi, pada setiap penilaian terbagi menjadi tiga aspek penilaian yaitu 1). Aspek kualitas materi/isi yaitu aspek yang menilai kevalidan media pembelajaran kokami dilihat dari kualitas materi yang disajikan dalam media pembelajaran Kokami dengan materi tema pelestarian lingkungan. Penilaian aspek kualitas materi/isi memiliki 9 indikator. 2). Aspek kualitas pembelajaran yaitu aspek yang menilai kevalidan media pembelajaran kokami dilihat dari kualitas pembelajaran yang didapatkan pada saat proses pembelajaran menggunakan media pembelajaran Kokami dengan materi tema pelestarian lingkungan. Penilaian aspek kualitas pembelajaran memiliki 7 indikator.
3). Aspek kebahasaan yaitu aspek yang menilai kevalidan media pembelajaran Kokami dilihat dari tata bahasa dan kesesuaian dengan KBBI dan EYD yang digunakan pada media pembelajaran Kokami dengan materi tema pelestarian lingkungan. Penilaian aspek kebahasaan memiliki 4 indikator. Berikut gambar persentase hasil uji kevalidan oleh ahli materi pada setiap aspek :
100% 100% 100%
0%
20%
40%
60%
80%
100%
120%
Aspek Tampilan Aspek Penggunaan
Aspek Pemanfaatan
Persentase Penilaian
Aspek Penilaian Ahli Media
Uji Kevalidan oleh Ahli Media pada Setiap Aspek
Gambar 6. Persentase hasil uji kevalidan oleh ahli materi pada setiap aspek
Secara keseluruhan hasil uji kevalidan oleh dosen ahli materi, diperoleh skor rata-rata sebesar 85% dengan kategori “Sangat Baik”, skor tersebut diperoleh dari penilaian dosen ahli materi pada setiap aspek, 1) Aspek kualitas materi/isi yang memperoleh skor 83%, dengan hasil penilaian yang menyatakan media pembelajaran Kokami sudah memenuhi kesesuaian dengan KI, KD dan tujuan pembelajaran pada materi tema pelestarian lingkungan, kesesuaian pada keluasan dan kedalaman soal, kejelasan soal, kesesuaian soal dengan permasalahan kehidupan sehari-hari, kesesuaian soal dengan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi (IPTEK), kejelasan dalam menyajian gambar pada soal. Selanjutnya untuk kesesuaian soal dengan dimensi proses kognitif siswa dari C3 (mengaplikasi) sampai C6 (mencipta) ada sedikit revisi, revisi awal oleh dosen ahli materi yang mendapat penilaian cukup, karena dari soal tersebut perlu direvisi terkait kesesuaiannya dengan dimensi proses berpikir kognitif siswa agar soal yang dibuat lebih sesuai dengan tingkatan kognitifnya. 2) Aspek kualitas pembelajaran yang memperoleh skor 89%, dengan hasil penilaian yang menyatakan media pembelajaran Kokami, dapat menumbuhkan rasa ingin tahu siswa, dapat memicu keaktifan siswa, mendorong siswa untuk mencari informasi lebih jauh, soal-soal yang buat dengan dimensi berpikir kognitif tingkat tinggi dari C3 (mengaplikasi) dan C6 (mencipta) yang melatih kemampuan kognitif siswa sehingga mempengaruhi hasil belajar siswa, meningkatkan interaksi antara siswa dan siswa serta siswa dan guru, serta dapat memudahkan siswa untuk memahami materi tema pelestarian lingkungan. 3) Aspek kebahasaan yang memperoleh skor 81%, dengan hasil penilaian yang menyatakan media pembelajaran Kokami memiliki tata bahasa yang baik, sesuai dengan KBBI dan EYD, kelugasan bahasa dan ketepatan istilah, serta kesesuaian bahasa dengan kemampuan berpikir kognitif siswa tingkat SMP, sehingga bahasa pada media pembelajaran Kokami mudah untuk dipahami siswa.
Sehingga dari hasil penilaian dosen ahli materi tersebut dapat dinyatakan bahwa media pembelajaran Kokami valid dan dapat diuji coba.
Uji Kevalidan Media Pembelajaran Kokami oleh Guru Mata Pelajaran IPA Pada penelitian ini guru sebagai ahli pembelajaran, jadi penilaian yang dilakukan oleh guru terhadap media pembelajaran Kokami lebih komplek yaitu mencakup semua aspek, baik dari aspek tampilan media, kualitas materi dan kualitas pembelajaran. Uji kevalidan yang dilakukan oleh guru mata pelajaran IPA, pada setiap penilaian terbagi menjadi tiga aspek penilaian yaitu 1). Aspek tampilan media yaitu aspek yang menilai kevalidan media pembelajaran Kokami dari
83%
89%
81%
76%
78%
80%
82%
84%
86%
88%
90%
Aspek Kualitas Materi/Isi
Aspek Kualitas Pembelajaran
Aspek Kebahasaan
Persentase Penilaian
Aspek Penilaian Ahli Materi
Uji Kevalidan oleh Ahli Materi pada Setiap Aspek
tampilan media tersebut, dilihat dari setiap komponennya yaitu kotak, amplop dan kartu, disesuaikan dengan desain yang telah dibuat, kesesuaian dengan materi tema pelestarian lingkungan, ketepatan dalam pemilihan bahan, serta ketepatan dalam penggunaan bahasa sesuai ejaan KBBI. Penilaian aspek tampilan media memiliki 8 indikator 2). Aspek kualitas materi/isi yaitu aspek yang menilai kevalidan media pembelajaran Kokami dilihat dari kualitas materi yang disajikan dalam media pembelajaran Kokami dengan materi tema pelestarian lingkungan. Penilaian aspek kualitas materi/isi memiliki 6 indikator. 3). Aspek kualitas pembelajaran yaitu aspek yang menilai kevalidan media pembelajaran kokami dilihat dari kualitas pembelajaran yang didapatkan siswa pada saat proses pembelajaran IPA menggunakan media pembelajaran Kokami dengan materi tema pelestarian lingkungan. Penilaian aspek kualitas pembelajaran memiliki 6 indikator. Berikut gambar persentase hasil uji kevalidan oleh guru mata pelajaran IPA pada setiap aspek :
Gambar 7. Persentase uji kevalidan oleh guru mata pelajaran IPA pada setiap aspek
Secara keseluruhan hasil uji kevalidan oleh guru mata pelajaran IPA, diperoleh skor rata-rata sebesar 94% dengan kategori “Sangat Baik”, skor tersebut diperoleh dari penilaian guru mata pelajaran IPA pada setiap aspek, 1) Aspek tampilan media yang memperoleh skor 94%, dengan hasil penilaian yang menyatakan media pembelajaran Kokami sudah memenuhi kesesuaian desain, kesesuaian dengan materi tema pelestarian lingkungan, ketepatan dalam pemilihan bahan, kejelasan petunjuk penggunaan dan ketepatan dalam penggunaan bahasa sesuai ejaan KBBI. 2) Aspek kualitas materi/isi yang memperoleh skor 92%, dengan hasil penilaian yang menyatakan media pembelajaran Kokami sudah memenuhi kesesuaian dengan KI, KD dan tujuan pembelajaran pada materi tema pelestarian lingkungan, kesesuaian pada keluasan dan kedalaman soal, kejelasan soal, kesesuaian soal dengan permasalahan kehidupan sehari-hari, kesesuaian soal dengan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi (IPTEK), serta soal yang dibuat sesuai dengan dimensi proses kognitif siswa dari C3 (mengaplikasi) sampai C6 (mencipta). 3) Aspek kualitas pembelajaran yang memperoleh skor 96%, dengan hasil penilaian yang menyatakan media pembelajaran Kokami, dapat menumbuhkan rasa ingin tahu siswa, dapat memicu keaktifan siswa, mendorong siswa untuk mencari informasi lebih jauh, soal-soal dibuat berdasarkan dimensi berpikir kognitif tingkat tinggi dari C3 (mengaplikasi) dan C6 (mencipta) yang melatih kemampuan kognitif siswa, sehingga dapat mempengaruhi hasil belajar kognitif siswa, meningkatkan interaksi
94%
92%
96%
89%90%
91%92%
93%94%
95%96%
97%
Aspek Tampilan Media
Aspek Kualitas Materi/Isi
Aspek Kualitas Pembelajaran
Persentase Penilaian
Aspek Penilaian Guru Mata Pelajaran IPA Uji Kevalidan oleh Guru Mata Pelajaran IPA
pada Setiap Aspek
antara siswa dan siswa serta siswa dan guru, memudahkan siswa untuk memahami materi tema pelestarian lingkungan, serta dapat mewakili guru dalam menjelaskan materi tema pelestarian lingkungan. Sehingga dari hasil penilaian guru mata pelajaran IPA tersebut dapat dinyatakan bahwa media pembelajaran Kokami valid dan dapat diuji coba.
Berikut gambar persentase hasil uji kevalidan oleh validator:
Gambar 8. Persentase hasil uji kevalidan oleh validator
Berdasarkan hasil uji kevalidan yang telah dilakukan oleh tiga validator yaitu dosen ahli materi, dosen ahli media, dan guru mata pelajaran IPA memperoleh nilai rata-rata 92,9%, secara keseluruhan menunjukan bahwa media pembelajaran Kokami (kotak kartu misterius) yang dikembangkan memiliki nilai A, dengan kategori “Sangat Baik” artinya media pembelajaran Kokami valid dan dapat diuji coba.
Meskipun media pembelajaran Kokami yang dikembangkan sudah mendapat kategori sangat baik, akan tetapi para validator memberikan beberapa saran:
1. Perbaiki ketahanan dari media pembelajaran Kokami.
2. Kurangi pengetahuan faktual pada soal, ganti dengan pengetahuan konseptual dan prosedural.
3. Terapkan IPTEK secara maksimal pada soal.
4. Perbaiki kalimat soal yang memungkinkan akan sulit dimengeti siswa.
5. Sebaiknya gambar yang digunakan real keadaan sekitar.
Setelah dilakukan revisi pada media pembelajaran Kokami tema pelestarian lingkungan berdasarkan saran dari validator tersebut, kemudian dilanjutkan pada uji kepraktisan.
Kepraktisan Media Pembelajaran Kokami (Kotak Kartu Misterius) Tema Pelestarian Lingkungan
Tingkat kepraktisan adalah menguji kriteria kualitas media pembelajaran yang dikembangkan, dalam mengembangkan media pembelajaran disesuaikan dengan masalah dan kebutuhan dilapangan, tingkat kepraktisan pada media pembelajaran yang dikembangkan dapat ditentukan melalui angket respons yang diberikan pada pengguna media pembelajaran (Mustami, M.K., et al., 2019).
Uji kepraktisan pada media pembelajaran Kokami dilakukan penilaian pada 2 aspek yaitu aspek tampilan media yang memiliki 4 indikator dan aspek kualitas pembelajaran yang memiliki 6 indikator
100%
85%
94%
75%
80%
85%
90%
95%
100%
105%
Dosen Ahli Media
Dosen Ahli Materi
Guru Mata pelajaran IPA
Persentase Penilaian
Validator
Hasil Uji Kevalidan oleh Validator
Berikut gambar persentase hasil uji kepraktisan pada setiap aspek:
Gambar 9. Persentase hasil uji kepraktisan melalui angket respons siswa pada setiap aspek
Hasil uji kepraktisan melalui angket respons siswa pada media pembelajaran Kokami, dinyatakan bahwa media pembelajaran Kokami memiliki nilai kepraktisan yang tinggi dengan nilai rata-rata sebesar 96,5%, dengan kriteria “Sangat Baik”.
Nilai tersebut diperoleh dari sampel 40 siswa yang menjawab 10 indikator pernyataan. Siswa sebagai pengguna menilai kepraktisan media pembelajaran Kokami dalam setiap aspek, 1). Aspek tampilan media yang memperoleh skor 94%, dengan hasil penilaian yang menyatakan media pembelajaran Kokami sesuai dengan kebutuhan siswa, siswa mudah menggunakan, menyimpan dan membawa media pembelajaran Kokami karena bentuknya yang fleksibel, dan soal pada media pembelajaran Kokami mudah dipahami. 2). Aspek kualitas pembelajaran yang memperoleh skor 92%, dengan hasil penilaian yang menyatakan media pembelajaran Kokami dapat memicu siswa aktif dalam proses pembelajaran IPA, mendorong siswa untuk mencari informasi lebih jauh untuk mendapatkan jawaban dari kartu soal media pembelajaran Kokami, dapat membantu siswa untuk memahami materi dengan tema pelestarian lingkungan, meningkatkan kemampuan berpikir kognitif siswa agar hasil belajar kognitif siswa meningkat, serta meningkatkan pengetahuan mengenai ciri khas daerah Banten untuk menjaga kearifal lokal daerah Banten. Berdasarkan hasil uji kepraktisan tersebut dapat dipaparkan bahwa media pembelajaran Kokami tema pelestarian lingkungan sangat baik digunakan dalam proses pembelajaran IPA.
Kebaruan media pembelajaran Kokami yang dikembangkan peneliti yaitu peneliti melakukan pengembangan pada setiap komponen-komponenya (yaitu kotak, amplop, kartu soal, dan kartu peraturan penggunaan), materi dan membuat inovasi baru. Pengembangan pada setiap komponen media pembelajaran Kokami, dapat dilihat dari penggunaan bahannya yang mengacu pada konsep 3R (Reduce, Reuse, Recycle) yang bertujuan untuk menerapkan sikap peduli lingkungan pada siswa untuk membantu melestarikan lingkungan agar pencemaran lingkungan disekitar menjadi lebih berkurang. Pengembangan pada soal media pembelajaran Kokami mengacu pada dimensi pengetahuan dan dimensi proses berpikir kognitif siswa dari C3 (mengaplikasi) sampai C6 (mencipta) yang bertujuan agar meningkatkan kemampuan kognitif siswa, kemudian materi yang digunakan bukan hanya materi dalam satu konsep saja melainkan materi dalam bentuk tema dengan keterpaduan IPA yang terdiri dari beberapa konsep yang saling berkaitan. Inovasi baru yang dibuat peneliti berupa konteks “Tahukah Kamu” yang ada dibagian
94%
92%
90%
91%
92%
93%
94%
Aspek Tampilan
Media
Aspek Kualitas Pembelajaran
Persentase Penilaian
Aspek Penilaian Siswa
Uji Kepraktisan melalui Angket Respons Siswa pada Setiap Aspek
belakang amplop media pembelajaran Kokami, pembuatan konteks tersebut guna untuk melestarikan budaya daerah Banten, dengan memberikan informasi mengenai ciri khas daerah Banten, untuk menjaga kearifan lokal daerah Banten, jadi pada konteks “Tahukah Kamu” meminta siswa untuk melestarikan ciri khas budaya daerah yang dimiliki, karena bukan hanya lingkungan saja yang penting dilestarikan, ciri khas daerah pun sangat penting dilestarikan. Jadi setiap komponen, materi, dan inovasi baru yang dibuat peneliti pada pengembangan media pembelajaran Kokami saling berkaitan satu sama lain, keterkaitan tersebut mengacu dalam sebuah tema pembelajaran yang disampaikan yaitu materi tema pelestarian lingkungan.
SIMPULAN
Berdasarkan hasil penelitian dan pengembangan yang telah dilakukan maka dapat disimpulkan bahwa 1). Pengembangan media pembelajaran Kokami didesain berbeda dengan pengembangan media pembelajaran kokami sebelumnya, pada komponennya (yaitu kotak, amplop, kartu soal, dan kartu peraturan penggunaan) dibuat dari bahan yang ramah lingkungan mengacu pada konsep 3R, materi pada media pembelajaran Kokami, dalam bentuk keterpaduan IPA tipe connected dengan tema pelestarian lingkungan dan inovasi baru yang dibuat peneliti berupa konteks
“Tahukah Kamu” yang ada pada bagian amplop media pembelajaran Kokami. 2).
Hasil uji kevalidan oleh tiga validator memiliki nilai rata-rata 92,9%, dengan kriteria “Sangat Baik”, perolehan nilai tersebut dari penilaian yang dilakukan oleh ahli media (menilai aspek tampilan, penggunaan dan pemanfaatan), penilaian oleh ahli materi (menilai aspek kualitas materi/isi, kualitas pembelajaran dan kebahasaan) dan penilaian guru mata pelajaran sebagai ahli pendidikan (menilai aspek tampilan media, kualitas materi/isi, kualitas pembelajaran. Sehingga dari hasil penilaian uji kevalidan tersebut dapat dinyatakan media pembelajaran Kokami valid dan dapat diuji coba. 3). Hasil uji kepraktisan media pembelajaran Kokami menghasilkan nilai rata-rata 96,5% dengan kriteria “Sangat Baik” perolehan nilai tersebut dari hasil respons siswa selaku pengguna media pembelajaran Kokami (menilai aspek tampilan media dan aspek kualitas pembelajaran). Sehingga dari hasil respons siswa pada uji kepraktisan tersebut dapat dinyatakan bahwa media pembelajaran Kokami “Sangat Baik”digunakan dalam proses pembelajaran IPA.
DAFTAR RUJUKAN
Anitasary, B., Winarti, A., & Rusmansyah. (2019). Media Simulasi PhET (Physics Education Technology) untuk Mereduksi Miskonsepsi Siswa pada Konsep Asam Basa. Quantum: Jurnal Inovasi Pendidikan Sains, 10(1), 8-15.
Borg & Gall. (2003). Education Research. New York : Allyn and Bacon.
D. Indriati, S.C.P. (2012). Meningkatkan Hasil Belajar IPA Konsep Cahaya Melalui Pembelajaran Science-Edutainment Berbantuan Media Animasi. Jurnal Pendidikan IPA Indonesia (JPII), 1(2), 192-197.
Dewi, K.D.M., Suardana, I.N., & Selamet, K. (2020). Pengaruh Peta Konsep dalam Model Learning Cycle 5E terhadap Hasil Belajar IPA SMP. Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Sains Indonesia (JPPSI), 3(1), 1-11.
Fatimah, F., & Widiyatmoko, A. (2014). Pengembangan Science Comic Berbasis Problem Based..Learning sebagai Media Pembelajaran pada..Tema Bunyi dan Pendengaran untuk Siswa SMP. Jurnal Pendidikan..IPA Indonesia JPII, 3(2), 146-153.
Istiqomah, F., Widiyatmoka A., & Wusqo. (2016). Pengaruh Media Kokami terhadap Keterampilan Berpikir Kreatif dan Aktivitas Belajar Tema Bahan Kimia. Unnes Science Education Journal, 5(2), 1217-1226.
Kemendikbud. (2015). Undang-undang nomor 53 Tahun 2015 tentang Penilaian Hasil Belajar Peserta Didik pada Jenjang Dasar dan Pendidikan Menengah.
Jakarta: Permendikbud.
Mustami, M. K., Syamsudduha, S., Safei., & Ismail, M. I. (2019). Validity, Practicality, and Effectiveness Development of Biology Textbooks Integrated with Augmented Reality on High School Students. International Journal of Technology Enhanced Learning, 11(2), 187-200.
Nurrita, T. (2018). Pengembangan Media Pembelajaran untuk Meningkatkan Hasil Belajar Siswa. Miskyat, 3(1), 171-187.
Paisah, N., Fatmaryanti, S. D., & Akhdinirwanto, R. W. (2013). Penerapan Media Kotak dan Kartu Misterius (Kokami) untuk Peningkatan Keterampilan Berpikir Kritis pada Siswa Kelas VII SMP Negeri 25 Purworejo. Radiasi:
Jurnal Berkala Pendidikan Fisika, 3(1), 28-32.
Purwanto, M. (2013). Prinsip-prinsip. dan. Teknik. Evaluasi. Pembelajaran.
Bandung: Remaja Rosdakarya.
Riduwan. (2013). Pengantar Statistika untuk Penelitian Pendidikan, Sosial, Ekonomi, Komunikasi, dan Bisnis. Bandung: Alfabeta.
Sari, I.K.W., & Wulandari, R. (2020). Analisis kemampuan kognitif dalam pembelajaran IPA. Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Sains Indonesia (JPPSI), 3(2), 145-152.
Sugiyono. (2015). Metode Penelitian Kombinasi (Mix Methods). Bandung: Alfabeta.
Sugiyono. (2017). Metode Penelitian Kuantitatif Kualitatif dan R&D. Bandung:
Alfabeta.
Suryani, Nunuk. Setiawan, Achmad. Putria, Aditin. (2018). Media Pembelajaran.
Inovatif dan Pengembangannya. Bandung: PT Remaja Rosdakarya.
Taufiq, M., Dewi, N. R., & Widiyatmoko, A. (2014). Pengembangan Media Pembelajaran IPA Terpadu Berkarakter Peduli Lingkungan Tema
“Konservasi” Berpendekatan Science-Edutainment. Jurnal Pendidikan IPA Indonesia, 3(2), 140-145.