Nama : I Dewa Made Arisudana No : 06
Kelas : XII MIPA 6
=>Pengertian Dasa Yama Brata
Kata Dasa Yama Brata berasal dari Bahasa Sanskerta yang terdiri dari tiga kata yaitu: Dasa, Yama dan Brata.
Dasa berarti sepuluh, Yama berarti Pengendalian,
Brata sama artinya dengan Wrata berarti keinginan atau kemauan.
Jadi arti dari Dasa Yama Brata adalah sepuluh pengendalian keinginan untuk mendapatkan kesempurnaan hidup.
=>Pengertian Dasa Nyama Brata
Dasa Nyama Brata juga berasal dari Bahasa Sanskerta, yang terdiri dari tiga kata, yaitu:
Dasa berarti sepuluh,
Nyama berarti pengendalian dalam tahap mental, Brata/Wrata berarti keinginan atau kemauan.
Jadi Dasa Nyama Brata berarti sepuluh macam pengendalian keinginan dalam tingkat mental untuk mencapai kesempurnaan hidup.
=>Bagian-bagian Dasa Yama Brata dan artinya
1.Anresangsya artinya tidak mementingkan diri sendiri.
2.Ksama artinya suka mengampuni dan tahan uji dalam kehidupan.
3.Satya berarti setia dengan ucapan sehingga menyenangkan hidup.
4.Ahimsa berarti tidak membunuh dan tidak menyakiti atau menyiksa.
5.Dama artinya dapat menasehati diri sendiri.
6.Arjawa artinya jujur mempertahankan kebenaran.
7.Priti artinya cinta kasih saying terhadap sesama makhluk.
8.Prasada berarti berpikir dan berhati suci tanpa pamerih.
9.Madurya artinya ramah tamah, lemah lembut, sopan santun.
10.Madarwa artinya rendah hati.
=>Bagian-bagian Dasa Nyama Brata dan artinya
1. Dana berarti pemberian sedekah.
2. Ijya artinya pemujaan terhadap Ida Sang Hyang Widhi dan leluhur.
3. Tapa artinya menggembleng diri.
4. Dhyana artinya tekun memusatkan pikiran terhadap Ida Sang Hyang Widhi.
5. Swadyaya berarti mempelajari dan memahami ajaran-ajaran suci.
6. Upasthanigraha adalah mengendalikan hawa nafsu kelamin.
7. Brata adalah taat akan sumpah.
8. Upawasa adalah berpuasa.
9. Mona berarti membatasi perkataan.
10. Snana artinya melakukan penyucian diri sendiri setiap hari dengan jalan membersihkan badan dan bersembahyang.
=>Contoh-contoh Pelaksanaan Dasa Yama Brata
Tujuannya agar kita dapat mengikutinya untuk meningkatkan kesempurnaan hidup.
1.Anresangsya
artinya tidak mementingkan diri sendiri. Contoh-contoh pelaksanaan ajaran Anresangsya:
a.Membatalkan janji pribadi untuk melaksanakan kepentingan warga masyarakat.
b.Mendahulukan kepentingan umum di atas kepentingan pribadi.
c.Memberi kesempatan kepada penyebrang jalan dengan memperlambat kecepatan sepeda motor/mobil.
d.Memberikan tempat duduk kita di dalam bus/angkutan kepada orang tua atau orang hamil.
e.Membiasakan antre atau menunggu giliran di SPBU, Puskesmas, rumah sakit atau kantor.
2.Ksama
artinya suka mengampuni dan tahan uji dalam kehidupan Contoh-contoh pelaksanaa ajaran Ksama, seperti:
a.memaafkan kesalahan teman.
b.tidak marah atau tersinggung bila dijelek-jelekkan teman.
c.tetap melanjutkan sekolah walaupun tidak naik kelas.
d.tidak merasa minder/berkecil hati walaupun merasa diri ada kekurangan,dll.
3.Satya
berarti setia dengan ucapan sehingga menyenangkan hidup. Satya berarti juga kejujuran atau kebenaran. Contoh-contoh pelaksanaan ajaran Satya, seperti:
a).Mengatakan dengan sebenarnya apa yang dilihat, di dengar.
b).Bertanggung jawab terhadap yang telah diperbuat.
c).Menepati janji.
d).Jujur terhadap kata hati.
Melaksanakan Panca Satya, yaitu:
a.Satya Wacana: setia terhadap ucapan.
b.Satya Laksana: setia terhadap perbuatan.
c.Satya Mitra setia terhadap teman, berteman dalam keadaan senang maupun susah.
d.Satya Semaya: selalu menepati janji yang diucapkan.
e.Satya Hredaya: jujur terhadap kata hati 4.Ahimsa
artinya tidak membunuh, tidak menyiksa atau menyakiti makhluk. Contoh pelaksanaan ajaran Ahimsa, seperti:
a.Tidak membunuh binatang sembarangan.
b.Tidak meracuni hewan.
c.Tidak mengganggu hewan yang sedang tidur.
d.Tidak memfitnah.
e.Tidak menghina teman yang memiliki kekurangan.