• Tidak ada hasil yang ditemukan

PENGGUNAAN MODEL PROBLEM BASED LEARNING DALAM MENINGKATKAN HASIL BELAJAR PESERTA DIDIK PADA MATERI ASMAUL HUSNA KELAS VII.1 DI SMPN 02 BUANA PEMACA

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2023

Membagikan "PENGGUNAAN MODEL PROBLEM BASED LEARNING DALAM MENINGKATKAN HASIL BELAJAR PESERTA DIDIK PADA MATERI ASMAUL HUSNA KELAS VII.1 DI SMPN 02 BUANA PEMACA"

Copied!
7
0
0

Teks penuh

(1)

PENGGUNAAN MODEL PROBLEM BASED LEARNING DALAM MENINGKATKAN HASIL BELAJAR PESERTA DIDIK

PADA MATERI ASMAUL HUSNA KELAS VII.1 DI SMPN 02 BUANA PEMACA

Munawir 1

1 IAIN Palangka Raya E-mail: nawir 7278 @gmail.com1

Abstract

Penelitian tindakan kelas ini bertujuan untuk mengetahui penerapan model pembelajaran Problem Based Learning (PBL) dalam meningkatkan hasil belajar siswa.

Penelitian dilakukan di SMPN 02 Buana Pemaca sebanyak 20 siswa. Pelaksanaan penelitian ini terdiri dari dua siklus. Instrumen pengumpulan data yang digunakan adalah lembar observasi, tes, dan angket. Analisis data dilakukan dengan statistik deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terjadi peningkatan hasil belajar, aktivitas guru dan siswa, kemampuan guru dalam mengelola pembelajaran, dan respon siswa yang baik terhadap penerapan model pembelajaran problem based learning (PBL) di SMPN 02 Buana Pemaca. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Penggunaan Model Problem Based Learning Dalam Meningkatkan Hasil Belajar Peserta Didik Pada Materi Asmaul Husna kelas VII.1 SMPN 02 Buana Pemaca , maka peneliti menyimpulkan bahwa: Keberhasilan pembelajaran PAI di SMPN 02 Buana Pemaca dilihat dari hasil belajar peserta didik dapat ditingkatkan melalui Model problem based learning. Hal ini terlihat dari hasil tes belajar dari siklus I dan siklus II yang meningkat dari 56,25 % menjadi 87,5 %.

Kata Kunci : Model Pembelajaran Problem Based Learning (PBL), Aktivitas belajar siswa, dan Hasil belajar siswa

Pendahuluan

Proses pembelajaran di sekolah sebagai suatu aktivitas mengajar dan belajar yang didalamnya terdapat dua subjek yaitu guru (pendidik) dan peserta didik sebagai peserta didik. Tugas dan tanggung jawab utama dari seorang guru adalah menciptakan pembelajaran yang efektif, efisien, kreatif, dinamis, dan menyenangkan Hal ini berimplikasi pada adanya kesadaran dan keterlibatan aktif antara dua subyek pembelajaran yaitu guru sebagai penginisiatif awal, pembimbing dan fasilitator dengan peserta didik sebagai orang yang mengalami dan terlibat aktif untuk memperoleh perubahan diri dalam pembelajaran itu sendiri. Untuk mengoptimalkan pencapaian hasil belajar maka diperlukan sebuah interaksi edukatif dalam proses pembelajaran Pendidikan Agama Islam merupakan mata pelajaran pokok yang tidak hanya mengantarkan peserta didik untuk dapat menguasai berbagai kajian keislaman, tetapi lebih menekankan pada pengamalan dalam kehidupan sehari-hari di tengah-tengah masyarakat.

(2)

Guru di kelas masih berperan sebagai pusat pembelajaran dan siswa dibiarkan duduk, dengar, catat dan hafal. Siswa di kelas tidak dibiasakan untuk belajar secara aktif. Guru belum maksimal dalam menggunakan model yang tepat untuk melibatkan siswa secara langsung, sehingga siswa terbiasa diam, takut mengeluarkan ide atau pendapat dan tidak berani bertanya.

Aktivitas belajar siswa yang rendah tersebut berpengaruh terhadap hasil belajarnya yang cenderung rendah. Untuk menemukan solusi dari permasalahan tersebut, maka peneliti tertarik untuk melakukan penelitian dengan menerapkan salah satu model pembelajaran inovatif, yaitu model pembelajaran Problem Based Learning.

Pada tahun pelajaran 2022/2023 dari hasil pengamatan peneliti yang juga merupakan guru mata pelajaran PAI Budi Pekerti yang mendapat tugas mengajar di kelas VII.1, bahwa hasil belajar peserta didik dengan model pembelajaran ceramah, peserta didik yang terlibat aktif dalam kegiatan belajar ini hanya 40%. Selain itu hasil tes formatif yang diberikan menunjukkan bahwa hanya 45 % peserta didik yang tuntas dalam belajar dengan daya serap 65%.

Berdasarkan latar belakang yang telah dikemukakan, maka penulis melakukan penelitian tindakan kelas dengan judul : Penggunaan Model Problem Based Learning Untuk Meningkatkan Hasil Belajar Peserta Didik Pada Materi Asmaul Husna kelas VII.1 SMPN 02 Buana Pemaca”

Metode/Metodologi

Jenis penelitian yang digunakan adalah Penelitian Tindakan Kelas. Penelitian Tindakan Kelas merupakan suatu pencermatan terhadap kegiatan belajar berupa sebuah tindakan, yang sengaja dimunculkan dan terjadi dalam sebuah kelas secara bersamaan (Suharsimi, 2014 : 3).

Bentuk Penelitian Tindakan Kelas yang digunakan yaitu Penelitian Tindakan Kelas Partisipan, yakni peneliti langsung ikut serta dalam penelitian.

Penelitian Tindakan Kelas yang sedang diteliti mengambil mata pelajaran Pendidikan Agama Islam (PAI) materi Asmaul Husna dengan penerapan model problem based learning.

Teknik ini menggunakan :

1.Teknik pengamatan langsung dengan alat observasi untuk mengambil data Penerapan Model Pembelajaran Problem Based Learning yang dilakukan oleh guru, guna mengetahui situasi dan aktivitas peserta didik dalam melakukan kegiatan belajar mengajar

2. Teknik tes dengan alat tes tertulis / tes kognitif untuk mengambil data tentang hasil belajar peserta didik dalam materi Asmaul Husna (Al-„Alim Al- Khabir, As Sami’ dan Al- Basir) dengan Penerapan Model Pembelajaran Problem Based Learning

Identifikasi Subbagian

(3)

1. Hasil tes kognitif yang diperoleh melalui tes akhir dianalisis secara deskriptif untuk mengetahui pencapaian Kriteria Ketercapaian Tujuan Pembelajaran.

2. Hasil pengamatan (observasi) dianalisis secara deskriptif untuk mengetahui situasi pembelajaran

Indikator kinerja dapat dikatakan berhasil apabila memenuhi kriteria sebagai berikut :

1. Hasil belajar peserta didik dapat mencapai nilai 70 ke atas atau daya serap 70 %.

2. Persentase aktivitas peserta didik mencapai 80 % dan minimal 85 % aspek kegiatan belajar mengajar terlaksana dan memperoleh nilai pengamatan dengan kategori baik dan baik sekali

Karakteristik Peserta (Subjek)

Subjek penelitian ini adalah siswa VII.1 SMPN 02 Buana Pemaca dengan jumlah peserta didik 20 orang, yang terdiri dari peserta didik laki-laki 8 anak dan peserta didik perempuan 12 anak. Penelitian ini didasarkan atas pertimbangan bahwa prestasi peserta didik belum optimal.

Hal ini nampak pada perolehan nilai rata-rata peserta didik di kelas ini relatif masih rendah.

Desain penelitian

Penelitian tindakan kelas ini dilaksanakan dengan alokasi waktu 2 jam pelajaran, 2 kali pertemuan dan dilaksanakan dalam 2 siklus. Apabila pada siklus I belum memperlihatkan hasil sebagaimana yang diharapkan, maka akan dilanjutkan pada siklus berikutnya (siklus II).

Adapun materi yang diajarkan sesuai dengan Capaian Pembelajaran dan Tujuan Pembelajaran Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti di Kelas VII.1 SMPN 02 Buana Pemaca dengan materi Asmaul Husna (Al-„Alim Al- Khabir As Sami’ dan Al Basyir).

Adapun prosedur tindakan penelitian adalah sebagai berikut : 1. Tahap Persiapan (perencanaan)

a. Membuat jadwal penelitian

b. Melakukan diskusi dengan teman sejawat, guru mitra dan semua pihak yang membantu dalam pelaksanaan tindakan.

c. Menyusun Modul Pembelajaran

d. Membuat lembar observasi yang digunakan dalam pengamatan proses belajar mengajar

e. Menetapkan alat bantu dan sumber belajar yang relevan dengan materi pelajaran

f. Merancang alat evaluasi untuk melihat penguasaan materi pembelajaran sekaligus hasil belajar peserta didik .

2. Tahap Pelaksanaan Tindakan

(4)

Sebelum melaksanakan tindakan, peserta didik dikondisikan untuk siap belajar. Guru menyampaikan kompetensi yang harus dicapai oleh peserta didik dan melakukan apersepsi.

Pelaksanaan tindakan dilakukan di dalam kelas pada saat membaca dan menelaah informasi serta mengisi lembaran kerja, penggunaan media audio visual melalui penayangan film Asmaul Husna.

3. Tahap Observasi dan Evaluasi

a. Guru memantau situasi aktivitas peserta didik dalam proses pembelajaran dan pelaksanaan kegiatan belajar mengajar melalui lembar observasi,

b. Guru memberikan evaluasi melalui soal-soal uraian 4. Tahap Analisis dan Refleksi

Melaksanakan analisis dan refleksi terhadap hasil penilaian dan pengamatan Jika pada siklus I belum memberikan hasil yang diharapkan maka dilanjutkan ke siklus berikutnya.

Validasi instrumen kualitatif untuk meningkatkan hasil belajar PAI pada materi Al-Asma Al-Husna menggunakan model Problem Based Learning.

Instrumen ini digunakan untuk mengumpulkan data kualitatif yang berfokus pada pemahaman siswa terhadap materi Al-Asma Al-Husna setelah menerapkan model Problem Based Learning. Instrumen ini terdiri dari pertanyaan terbuka yang memungkinkan siswa memberikan respon yang lebih mendalam dan bervariasi

Hasil Penelitian dan Pembahasan

Pembahasan dalam penelitian ini didasarkan pada hasil pengamatan yang dilanjutkan dengan kegiatan evaluasi dan refleksi. Berdasarkan hasil penelitian siklus I dan II menunjukkan bahwa pembelajaran PAI dan BP dengan menggunakan model pembelajaran problem based learning mengalami peningkatan, baik dari segi peningkatan aktivitas peserta didik dan hasil belajar selama proses pembelajaran berlangsung. Model pembelajaran problem base learning berusaha mengoptimalkan aktivitas peserta didik.

Hal ini dapat terlihat dalam langkah-langkah model pembelajaran problem based learning yang tercermin selama proses pembelajaran yang didominasi oleh aktivitas peserta didik. Pembelajaran dilakukan oleh peserta didik dengan cara mencocokan kartu yang berisi soal dan jawaban yang dibagi kepada teman sekelas yang berbeda beda (Problem base learning ) selanjutnya peserta didik mencari pasangan masing-masing untuk mencocokan jawaban mencari pasangan. Penggunaan model pembelajaran problem base learning dapat meningkatkan kerjasama peserta didik dalam memecahkan masalah dan memahami materi. Melalui model pembelajaran problem base learning, diharapkan peserta didik dapat memahami materi mengenai Asmaul Husna

(5)

Dengan adanya penghargaan terhadap pasangan dengan kinerja terbaik, juga merupakan salah satu motivasi bagi peserta didik untuk meningkatkan aktivitas selama proses pembelajaran. Setiap pasangan bersaing untuk mendapatkan poin tertinggi dalam kelas, hal ini memotivasi peserta didik untuk berinteraksi dengan guru maupun peserta didik sehingga peserta didik juga termotivasi untuk mempelajari dan memahami materi dengan baik. Berdasarkan hasil pengamatan dan refleksi pada siklus 1 dapat diketahui bahwa pelaksanaan pembelajaran dengan model pembelajaran tersebut keterlibatan aktif peserta didik belum dapat berlangsung secara optimal dari hasil observasi pengamatan aktivitas peserta didik baru mencapai 56,25 %. Peserta didik masih merasa malu untuk bertanya dan takut dalam menjawab pertanyaan dari guru atau peserta didik lain sehingga lebih banyak peserta didik yang diam. Peserta didik juga belum bisa bekerjasama secara maksimal dalam diskusi dengan pasangannya serta belum memahami tata cara permainan problem base learning pada saat pelaksanaan permainan meskipun secara keseluruhan peserta didik merasa senang dan semangat mengikuti pembelajaran.

Aktivitas belajar yang kurang maksimal disebabkan karena peserta didik belum terbiasa dengan model pembelajaran problem based learning yang baru pertama kali diterapkan pada pembelajaran PAI dan BP di kelas SMPN 02 Buana Pemaca. Dari latar belakang tersebut kemudian peneliti melanjutkan pembelajaran siklus II. Dari hasil aktivitas peserta didik siklus II diperoleh persentase tingkat aktivitas peserta didik meningkat menjadi 87,5

%.

Berdasarkan pengamatan pada siklus II peserta didik lebih aktif mengikuti proses pembelajaran di kelas, tidak malu lagi bertanya maupun menjawab pertanyaan dari guru atau peserta didik lain. Peserta didik telah mampu berdiskusi secara tertib dan baik. Peserta didik juga banyak berani menyampaikan maupun menanggapi hasil diskusi. Masing-masing pasangan ingin terlihat lebih menonjol dan mendapatkan nilai lebih baik.

Pembelajaran yang dikombinasikan dengan diskusi ini menciptakan suasana yang menyenangkan, peserta didik terlibat langsung dalam pembelajaran. Adanya pembelajaran ini menjadikan peserta didik merasa senang dan semangat dalam mengikuti proses pembelajaran. Hal ini memotivasi peserta didik untuk berperan aktif dalam pembelajaran agar dapat memberikan hasil yang terbaik

Hasil analisis data dan hasil pelaksanaan kegiatan penelitian dalam 2 siklus tindakan dan 2 kali pertemuan pada masing-masing siklusnya dapat dijelaskan pada tabel-tabel di bawah ini.

Tabel 1 Rekapitulasi Peningkatan Nilai Hasil Belajar Peserta didik Pada Setiap Siklus Pelaksanaan Kegiatan Penelitian

(6)

Peserta

didik Rata / Siklus Ketuntasan

T B

1 Awal 20 53,79 - B

2 I 20 64,23 - B

3 II 20 78,35 T -

Penjelasan mengenai ketuntasan berdasarkan hasil belajar peserta didik dari kondisi awal, siklus pertama dan siklus kedua dapat dijelaskan pada tabel di bawah ini

Tabel 2 Rekapitulasi Peningkatan Ketuntasan Belajar Peserta didik Pada Setiap Siklus Pelaksanaan Kegiatan Penelitian

No Kegiatan Tuntas Belum Tuntas

Jml % Jml %

1 Pra Siklus 7 37,5 13 62,5

2 Siklus I 11 56,25 9 43,75

3 Siklus II 18 87,5 2 12,5

Berdasarkan rekapitulasi data hasil tes tertulis siklus I dan siklus II dapat dijelaskan bahwa prestasi belajar mata pelajaran PAI dan BP pada materi Asmaul Husna terus mengalami peningkatan pada setiap siklusnya.

Peningkatan hasil belajar juga meningkat dari ketuntasan pada kondisi awal sebesar 30,76% atau 4 peserta didik meningkat menjadi 61,54% atau 8 peserta didik dan 92,31% atau 12 peserta didik pada siklus terakhir dengan nilai rata- rata secara klasikal dari 46,15 pada kondisi awal meningkat menjadi 61,54 pada siklus pertama dan 77,24 pada siklus kedua.

Hasil analisis data yang bersumber dari hasil pengamatan aktivitas peserta didik dalam kegiatan pembelajaran mengalami kenaikan yang cukup baik dari pelaksanaan pada kondisi awal, siklus pertama dan kedua.

Kesimpulan

Dari penelitian yang dilakukan oleh peneliti terhadap Penggunaan Model Problem Based Learning Dalam Meningkatkan Hasil Belajar Peserta Didik Pada Materi Asmaul Husna kelas VII.1 SMPN 02 Buana Pemaca , maka

(7)

peneliti menyimpulkan bahwa: Keberhasilan pembelajaran PAI di SMPN 02 Buana Pemaca dilihat dari hasil belajar peserta didik dapat ditingkatkan melalui Model problem based learning. Hal ini terlihat dari hasil tes belajar dari siklus I dan siklus II yang meningkat dari 56,25 % menjadi 87,5 %.

Hasil observasi dalam penggunaan model dalam meningkatkan hasil belajar peserta didik pada materi Asmaul Husna. yang diikuti oleh peserta didik pada waktu tindakan menunjukkan adanya peningkatan aktivitas peserta didik yang berkategori baik dan memuaskan dengan rentang pada siklus II.

Penggunaan model problem based learning juga dapat meningkatkan efisiensi pembelajaran PAI di SMPN 02 Buana Pemaca dan membuat pembelajaran menjadi menyenangkan dan menarik bagi peserta didik

Referensi

Parasamya, C.E, Wahyuni, A. 2017. Upaya Peningkatan Hasil Belajar Fisika Siswa Melalui Penerapan Model Pembelajaran Problem Based Learning (PBL).

Jurnal Ilmiah Mahasiswa (JIM) 2(1): 42-49 ←Journal

Jasiah. 2019. Analisis Kebutuhan Pengembangan Bahan Ajar Mata Kuliah Budaya Lokal di IAIN Palangka Raya, : Palangka Raya ←Journal

Rudi Ahmad Suryadi dan Sumiyati. 2020. PAI dan Budi Pekerti Kelas 7.Kemdikbud

←Book

Nuryanti, Lilis, Siti Zubaidah, and Markus Diantoro. 2018 "Analisis kemampuan berpikir kritis siswa SMP." Jurnal Pendidikan: Teori, Penelitian, dan Pengembangan 3.2 : 155-158. ←Journal

Sarjiyati. 2017. Peningkatan Kemampuan Berbicara Siswa SD melalui Metode Diskusi dengan Bantuan Media Audio Visual. Jurnal Ide guru. Vol.2(2) 13-25

←Journal

Ervina , vivi. 2014 . Hubungan Minat dan Penguasaan kosakata dengan kemampuan Bacaan pemahaman, siswa kelas x negeri di kota yogyakarta. Yogyakarta:

Universitas Negeri Yogyakarta. Diakses pada Tanggal 02 januari 2016 Insani Madani Istarani, 2014. Model Pembelajaran Inovatif. Medan: Media

Persada ←Book

Ahyani, A., Listiana, I. D., & Larasati, S. P. D. 2020. Motivasi Belajar Siswa Sma Pada Pembelajaran Daring Di Masa Pandemi COVID-19. IQ (Ilmu Al- Qur’an): Jurnal Pendidikan Islam, 3(1), 123–140←Journal

Lilis Nuryanti, Siti Zubaidah, Markus Diantoro. 2018. Analisis Kemampuan Berpikir Kritis Siswa SMP. Jurnal Pendidikan: Teori, Penelitian, dan Pengembangan Volume: 3 Nomor: 2 Bulan Februari Tahun 2018 Halaman:155—158. ←Journal

Chaer, A.2014. Perkenalan Awal dengan Al-qur’an . Jakarta : Rineka Cipta. ←Book Rasjid, Sulaiman, 2018. Fiqh Islam,Bandung: Sinar Baru Algensindo. ←Book

Referensi

Dokumen terkait

PENGGUNAAN MODEL PEMBELAJARAN STAD UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR PESERTA DIDIK PADA MATA PELAJARAN PAI KELAS VIII SMPN 1 KOTAGAJAH LAMPUNG TENGAH TAHUN PELAJARAN 2016/2017 ABSTRAK