• Tidak ada hasil yang ditemukan

PENGHARMONISASIAN PRODUK HUKUM DAERAH

N/A
N/A
jisi

Academic year: 2024

Membagikan "PENGHARMONISASIAN PRODUK HUKUM DAERAH"

Copied!
24
0
0

Teks penuh

(1)

PENGHARMONISASIAN RANCANGAN PERATURAN DAERAH

DAN RANCANGAN PERATURAN KEPALA DAERAH

(2)

DASAR HUKUM

1. Undang-undang Nomor 12 Tahun 2011 Tentang Pembentukan Peraturan Perundang-undangan Sebagaimana Telah Beberapa Kali Diubah Terakhir Dengan Undang-undang Nomor 13 Tahun 2022 Tentang Perubahan Kedua Atas Undang-undang Nomor 12 Tahun 2011 Tentang Pembentukan Peraturan Perundang-undangan.

2. Peraturan Pemerintah Nomor 59 Tahun 2015 Tentang Keikutsertaan Perancang Peraturan Perundang-undangan Dalam Pembentukan Peraturan Perundang-undangan Dan Pembinaannya.

3. Peraturan Menteri Hukum Dan Hak Asasi Manusia Republik Lndonesia

Nomor 22 Tahun 2018 Tentang Pengharmonisasian Rancangan

Peraturan Perundang-undangan Yang Dibentuk Di Daerah Oleh

Perancang Peraturan Perundang-undangan.

(3)

DASAR HUKUM

4. Peraturan Menteri Hukum Dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia Nomor 30 Tahun 2018 Tentang Organisasi Dan Tata Kerja Kantor Wilayah Kementerian Hukum Dan Hak Asasi Manusia.

5. Peraturan Menteri Kementerian Hukum Dan Hak Asasi Manusia Nomor 28 Tahun 2023 Tentang Organisasi Dan Tata Kerja Kementerian Hukum Dan Hak Asasi Manusia.

6. Keputusan Menteri Hukum Dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia

Nomor M.HH-01.PP.02.01 Tahun 2023 Tentang Pedoman

Pengharmonisasian, Pembulatan, Dan Pemantapan Konsepsi Raperda

Dan Rancangan Peraturan Kepala Daerah.

(4)

DASAR HUKUM

UNDANG-UNDANG NOMOR 13 TAHUN 2022 TENTANG PERUBAHAN KEDUA ATAS UNDANG-UNDANG NOMOR 12 TAHUN 2011 TENTANG PEMBENTUKAN PERATURAN

PERUNDANG-UNDANGAN PASAL 58

(1) PENGHARMONISASIAN, PEMBULATAN, DAN PEMANTAPAN KONSEPSI RAPERDA PROVINSI DIKOORDINASIKAN OLEH MENTERI ATAU KEPALA LEMBAGA YANG MENYELENGGARAKAN URUSAN PEMERINTAHAN DI BIDANG PEMBENTUKAN PERATURAN PERUNDANG-UNDANGAN.

(2) PENGHARMONISASIAN, PEMBULATAN, DAN PEMANTAPAN KONSEPSI RAPERDA PROVINSI SEBAGAIMANA DIMAKSUD PADA AYAT (1) DILAKSANAKAN OLEH INSTANSI VERTIKAL KEMENTERIAN ATAU LEMBAGA YANG MENYELENGGARAKAN URUSAN PEMERINTAHAN DI BIDANG PEMBENTUKAN PERATURAN PERUNDANG-UNDANGAN

(5)

DASAR HUKUM

UNDANG-UNDANG NOMOR 13 TAHUN 2022 TENTANG PERUBAHAN KEDUA ATAS UNDANG-UNDANG NOMOR 12 TAHUN 2011 TENTANG PEMBENTUKAN PERATURAN

PERUNDANG-UNDANGAN

PASAL 63

KETENTUAN MENGENAI PENYUSUNAN PERATURAN DAERAH PROVINSI SEBAGAIMANA DIMAKSUD DALAM PASAL 56 SAMPAI DENGAN PASAL 62 BERLAKU SECARA MUTATIS MUTANDIS TERHADAP PENYUSUNAN PERATURAN DAERAH KABUPATEN/KOTA.

(6)

DASAR HUKUM

UNDANG-UNDANG NOMOR 13 TAHUN 2022 TENTANG PERUBAHAN KEDUA ATAS UNDANG-UNDANG NOMOR 12 TAHUN 2011 TENTANG PEMBENTUKAN PERATURAN

PERUNDANG-UNDANGAN PASAL 97D

PENGHARMONISASIAN, PEMBULATAN, DAN PEMANTAPAN KONSEPSI RAPERDA PROVINSI SEBAGAIMANA DIMAKSUD DALAM PASAL 58 DAN RAPERDA KABUPATEN/KOTA, SEBAGAIMANA DIMAKSUD DALAM PASAL 63 BERLAKU MUTATIS MUTANDIS TERHADAP PENGHARMONISASIAN, PEMBULATAN, DAN PEMANTAPAN KONSEPSI RANCANGAN PERATURAN KEPALA DAERAH PROVINSI DAN RANCANGAN PERATURAN KEPALA DAERAH KABUPATEN/KOTA.

(7)

DEFINISI

PENGHARMONISASIAN ADALAH PROSES PENYELARASAN SUBSTANSI RANCANGAN PERATURAN DAERAH DAN RANCANGAN PERATURAN KEPALA DAERAH DAN TEKNIK PENYUSUNAN PERATURAN PERUNDANG-UNDANGAN, SEHINGGA MENJADI PERATURAN DAERAH DAN PERATURAN KEPALA DAERAH YANG MERUPAKAN SATU KESATUAN YANG UTUH DALAM KERANGKA SISTEM HUKUM NASIONAL.

(8)

TUJUAN PENGHARMONISASIAN

 Peraturan Daerah Dan Peraturan Kepala Daerah Dibentuk Melalui Beberapa Tahapan Yaitu Perencanaan, Penyusunan, Pembahasan, Penetapan, Dan Pengundangan.

 Pada Setiap Tahapannya Terdapat Proses Pengharmonisasian, Pembulatan, Dan Pemantapan Konsepsi Atas Raperda Dan Peraturan Kepala Daerah.

 Dimaksudkan Agar Dalam Membentuk Peraturan Perundang-undangan Dilaksanakan Dengan Baik Pada Setiap Tahapannya, Terkordinir Dengan Baik, Serta Sesuai Dengan Ketentuan Peraturan Perundang-undangan.

 Dalam melaksanakan kegiatan Pengharmonisasian Kanwil Kemenkumham bekerja sama dengan Pemerintah Daerah dan DPRD untuk membentuk peraturan daerah dan peraturan kepala daerah dengan melihat kejelasan konsepsi Raperda dan rancangan peraturan kepala daerah yang dilakukan baik terhadap aspek substansi maupun aspek teknik penyusunan peraturan perundang-undangan.

(9)

TATA CARA DAN PROSEDUR PENGHARMONISASIAN,

PEMBULATAN, DAN PEMANTAPAN KONSEPSI RAPERDA DAN

RANCANGAN PERATURAN KEPALA DAERAH

(10)

TATA CARA PENGAJUAN PERMOHONAN

Permohonan pengharmonisasian diajukan secara tertulis ditandatangani oleh Kepala Daerah melalui Sekretaris Daerah untuk Raperda inisiasi pemerintah daerah, Ketua DPRD untuk Raperda inisiaasi DPRD dan disampaikan secara elektronik dan/atau nonelektronik kepada Kepala Kanwil Kemenkumham dilampiri dokumen persyaratan:

a. Permohonan Pengharmonisasian Raperda Yang Berasal Dari Pemda Berupa:

1. Naskah Akademik Atau Penjelasan/Keterangan (Format Terlampir);

2. SK Mengenai Pembentukan Tim Penyusun Rancangan Peraturan Daerah;

3. Raperda Yang Telah Mendapatkan Paraf Persetujuan Dari Sekretaris Daerah Dan Kepala PD Pemrakarsa;

4. Surat Keputusan DPRD Mengenai Propemperda Serta Lampiran Daftar Propemperda ;

5. SKB Kepala Daerah Dengan Ketua DPRD Yang Menyatakan Pembentukan Raperda Di Luar Propemperda (jika ada).

(11)

TATA CARA PENGAJUAN PERMOHONAN

b. Permohonan Pengharmonisasian Raperda Yang Berasal Dari DPRD Berupa:

1. Naskah Akademik Atau Penjelasan/Keterangan (Format Terlampir);

2. Raperda Yang Telah Mendapatkan Paraf Persetujuan Ketua DPRD; Dan

3. Surat Keputusan DPRD Mengenai Propemperda Serta Lampiran Daftar Propemperda.

c. Permohonan Pengharmonisasian Raperkada Berupa:

4. Penjelasan/Keterangan Atas Raperkada (Format Terlampir);dan

5. Raperkada Yang Telah Mendapat Persetujuan Dari Sekretaris Daerah Dan Pemrakarsa.

(12)

PROSEDUR PENGHARMONISASIAN

1. PEMERIKSAAN ADMINISTRATIF

Pemeriksaan Administratif Merupakan Proses Pemeriksaan Kelengkapan Dokumen Persyaratan Yang Dilakukan Terhadap Permohonan Dan Kelengkapan Dokumen Persyaratan Dalam Jangka Waktu 1 (Satu) Hari Kerja TST Permohonan Diterima Oleh Div Yankumham Kanwil Kemenkumham. Berdasarkan Hasil Pemeriksaan Administratif Dokumen Persyaratan:

a. Dinyatakan Telah Lengkap, Permohonan Pengharmonisasian Baik Raperda Maupun Raperkada Dilanjutkan Ke Proses Selanjutnya;

b. Dinyatakan Tidak Lengkap, Kanwil Kemenkumham Memberitahukan Secara Tertulis Kepada Pemrakarsa Untuk Segera Melengkapi Dokumen Persyaratan Dalam Waktu Paling Lama 3 (Tiga) Hari Kerja; Atau

c. Belum/Tidak Dilengkapi Dalam Jangka Waktu Lebih Dari 3 (tiga) Hari Kerja Sejak Tanggal Surat Pemberitahuan Diterima Pemrakarsa, Permohonan Pengharmonisasian Tidak Diproses.

(13)

2. ANALISIS KONSEPSI

Analisis konsepsi dilakukan oleh Pokja setelah dokumen persyaratan dinyatakan lengkap.

Pokja dimaksud ditetapkan berdasarkan Keputusan Dirjen PP tentang pembagian kelompok kerja dalam proses pengharmonisasian, pembulatan, dan pemantapan konsepsi di Kanwil Kemenkumham.

Analisis Konsepsi Dilaksanakan Oleh Perancang PUU Dengan Cara Menelaah Dan Memberikan Tanggapan terhadap:

a. Materi Muatan Dengan Pancasila, UUD 1945, Asas-asas Hukum, PUU Yang Lebih Tinggi Atau Setingkat, Putusan Pengadilan, Yurisprudensi, Perjanijan/Konvensi Internasional, Hukum Adat, RPJPN, RPJMN, DAN RKPD, Hubungan Terhadap Kelembagaan Yang Sudah Ada, Konsekuensi Terhadap Keuangan Daerah, Dan Unsur Lainnya Khusus Alasan Pembentukan, Dasar Kewenangan Dan Dasar Pembentukan, Arah Dan Jangkauan Pengaturan.

b. Teknik Penyusunan, Dengan Memperhatikan Ketentuan Lampiran IU UU No. 12 Tahun 2011 jo UU Nomor 15 Tahun 2019 jo UU Nomor 13 Tahun 2022.

PROSEDUR PENGHARMONISASIAN

(14)

PROSEDUR PENGHARMONISASIAN

3. RAPAT PENGHARMONISASIAN

a. Rapat Pengharmonisasian Dilakukan Untuk Memperoleh Kesepakatan Dan Kebulatan Konsepsi Raperda Dan Raperkada Yang Dilaksanakan Oleh Kanwil Kemenkumham. Peserta Rapat Pengharmonisasian Terdiri Dari:

1. Rapat Pengharmonisasian Konsepsi Raperda Yang Berasal Dari Pemerintah Daerah Dengan Mengikutsertakan:

a) Perangkat Daerah Yang Mengajukan Rancangan Peraturan Daerah;

b) Perangkat Daerah Terkait;

c) Instansi Vertikal Lain Terkait;

d) Peneliti; Dan/Atau e) Tenaga Ahli.

2. Rapat Pengharmonisasian, Konsepsi Raperda Yang Berasal Dari Dprd, Dengan Mengikutsertakan:

a) Anggota DPRD, Komisi, Gabungan Komisi, Atau Bapemperda;

b) Perangkat Daerah Terkait;

c) Instansi Vertikal Lain Terkait;

d) Peneliti; Dan/Atau e) Tenaga Ahli

(15)

PROSEDUR PENGHARMONISASIAN

3. RAPAT PENGHARMONISASIAN

4. Rapat Pengharmonisasian, Konsepsi Raperkada Dengan Mengikutsertakan:

a) Perangkat Daerah Yang Mengajukan Rancangan Peraturan Kepala Daerah;

b) Perangkat Daerah Terkait;

c) Instansi Vertikal Lain Terkait;

d) Peneliti; Dan/Atau e) Tenaga Ahli.

b. Selain mengikutsertakan peserta rapat tersebut di atas, rapat pengharmonisasian mengikutsertakan perancang PUU yang bertanggung jawab pada wilayah kerja atau zonasinya dan dapat mengikutsertakan analis hukum sesuai dengan kebutuhan rapat.

c. Rapat Pengharmonisasian Dipimpin Oleh Kepala Kanwil Kemenkumham Atau Kepala Divisi Pelayanan Hukum Dan Hak Asasi Manusia Selaku Ketua Kelompok Kerja I Dan Kelompok Kerja II Pengharmonisasian Atau Kepala Divisi Lainnya Yang Ditunjuk Oleh Kepala Kanwil Kemenkumham.

(16)

PROSEDUR PENGHARMONISASIAN

4. PEMBUATAN BERITA ACARA PENGHARMONISASIAN

Berdasarkan hasil rapat pengharmonisasian, dibuat berita acara pengharmonisasian yang ditandatangani oleh pemrakarsa dan Kepala Divisi Pelayanan Hukum dan Hak Asasi Manusia atau Kepala Bidang Hukum serta disetujui oleh Kepala Kanwil Kemenkumham atau Kepala Divisi Pelayanan Hukum Dan Hak Asasi Manusia.

Dalam hal berita acara pengharmonisasian yang telah dibuat menyatakan Raperda atau Raperkada terdapat catatan untuk diperbaiki, Kanwil Kemenkumham mengembalikan rancangan tersebut untuk segera dilakukan perbaikan.

Perbaikan Raperda atau Raperkada dilakukan paling lama 5 (lima) hari kerja sejak berita acara pengharmonisasian disampaikan kepada pemrakarsa.

Apabila pemrakarsa dalam jangka waktu yang telah ditentukan belum mengembalikan hasil perbaikan, Kanwil Kemenkumham tidak dapat memproses ke tahapan selanjutnya dan dokumen persyaratan pengharmonisasian dikembalikan kepada pemrakarsa.

(17)

PROSEDUR PENGHARMONISASIAN

5. PARAF PERSETUJUAN

 Raperda Atau Raperkada Yang Telah Diharmonisasikan Harus Mendapat Paraf Persetujuan Pada Setiap Lembar Raperda Atau Raperkada Dari Wakil Peserta Rapat Pengharmonisasian.

 Dalam Hal Raperda Atau Raperkada Hasil Pengharmonisasian Harus Dilakukan Perbaikan Berdasarkan Berita Acara Pemeriksaan, Paraf Persetujuan Dibubuhkan Pada Setiap Lembar Raperda Dan Raperkada Hasil Perbaikan Terakhir Dari Wakil Peserta Rapat Pengharmonisasian.

(18)

6. PENYAMPAIAN SURAT SELESAI HARMONISASI

a. Setelah Berita Acara Pengharmonisasian Ditandatangani, Kepala Kanwil Kemenkumham Mengeluarkan Surat Selesai Harmonisasi Yang Menyatakan Bahwa Substansi Hasil Harmonisasi Tidak Bertentangan Dengan Peraturan Perundang- undangan Yang Lebih Tinggi, Peraturan Perundang-undangan Yang Setingkat, Dan Putusan Pengadilan Serta Dapat Ditindaklanjuti Ke Tahapan Selanjutnya.

b. Surat Selesai Harmonisasi Dari Kepala Kanwil Kemenkumham Disampaikan Kepada Pemrakarsa, Dengan Tembusan:

1) Menteri Hukum Dan Hak Asasi Manusia; dan

2) Direktur Jenderal Peraturan Perundang-undangan.

PROSEDUR PENGHARMONISASIAN

(19)

FORMAT NASKAH AKADEMIK

Bab I Pendahuluan

A. Latar Belakang

B. Identifikasi Masalah C. Maksud Dan Tujuan D. Metode

Bab II Kajian Teoretis Dan Praktik Empiris A. Kajian Teoretis

B. Kajian Terhadap Asas/Prinsip

C. Kajian Terhadap Praktik Penyelenggaraan, Kondisi Yang Ada, Serta Permasalahan Yang Dihadapi

D. Kajian Terhadap Implikasi Penerapan Sistem Baru Yang Akan Diatur Dalam Undang-undang Atau Peraturan Daerah Terhadap Aspek Kehidupan Masyarakat Dan Dampaknya Terhadap Aspek Beban Keuangan Negara Bab III Evaluasi Dan Analisis Peraturan Perundang-undangan Terkait

Bab IV Landasan Filosofis, Sosiologis, Dan Yuridis

Bab V Jangkauan, Arah Pengaturan, Dan Ruang Lingkup Materi Bab VI Penutup

A. Simpulan B. Saran Daftar Pustaka

Lampiran: Rancangan Peraturan Daerah

(20)

FORMAT PENJELASAN/KETERANGAN

JUDUL

KATA PENGANTAR DAFTAR ISI

BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang

B. Identifikasi Masalah C. Tujuan Penyusunan D. Dasar Hukum

BAB II POKOK PIKIRAN BAB III MATERI MUATAN

A. Sasaran, Jangkauan dan Arah Pengaturan B. Ruang Lingkup Materi

BAB IV PENUTUP A. Simpulan B. Saran DAFTAR PUSTAKA

(21)

KOP SURAT

Nomor : tempat, tanggal, bulan, tahun

Sifat :

Lampiran : Kepada YTH,

Kepala Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan HAM Bengkulu

di- Bengkulu Perihal : Permohonan Harmonisasi

Rancangan Peraturan Daerah Tentang……..

Melaksanakan ketentuan Pasal 58 (jika permohonan diajukan oleh Kabupaten/kota, ditambahkan frase “jo Pasal 63”) Undang- Undang Nomor 12 Tahun 2011 Tentang Pembentukan Peraturan Perundang-Undangan sebagaimana telah diubah terakhir dengan Undang-Undang Nomor 13 Tahun 2022 Tentang Perubahan Kedua Atas Undang-Undang Nomor 12 Tahun 2011 Tentang Pembentukan Peraturan Perundang-Undangan, bersama ini dengan hormat kami sampaikan permohonan harmonisasi Rancangan Peraturan Daerah Provinsi/Kabupaten/Kota…………(pilih sesuai dengan tingkatan daerah dan nama daerah) tentang ………..(nama raperda).

Sebagai kelengkapan administrasi, bersama ini kami lampirkan dokumen persyaratan sebagai berikut:

1. Naskah Akademik/Penjelasan/Keterangan (sesuaikan dengan dokumen yang dimiliki);

2. SK Mengenai Pembentukan Tim Penyusun Rancangan Peraturan Daerah;

3. Raperda Yang Telah Mendapatkan Paraf Persetujuan Dari Sekretaris Daerah Dan Kepala PD Pemrakarsa;

4. Surat Keputusan DPRD Mengenai Propemperda Serta Lampiran Daftar Propemperda ;

5. Surat Keputusan Bersama Kepala Daerah Dengan Ketua DPRD Yang Menyatakan Pembentukan Raperda Di Luar Propemperda (jika ada).

Demikian disampaikan, atas bantuan dan kerjasama yang baik, diucapkan terimakasih.

Sekretaris Daerah Provinsi/Kabupaten/kota,

………..

Tembusan :

………..

Catatan :

1. Template ini untuk permohonan pengharmonisasian perda yang berasal dari Pemda.

2. Format surat dapat disesuaikan dengan tata naskah dinas yang berlaku di daerah masing-masing.

(22)

KOP SURAT

Nomor : tempat, tanggal, bulan, tahun

Sifat :

Lampiran : Kepada YTH,

Kepala Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan HAM Bengkulu

di- Bengkulu Perihal : Permohonan Harmonisasi

Rancangan Peraturan Daerah Tentang……..

Melaksanakan ketentuan Pasal 58 (jika permohonan diajukan oleh Kabupaten/kota, ditambahkan frase “jo Pasal 63”) Undang- Undang Nomor 12 Tahun 2011 Tentang Pembentukan Peraturan Perundang-Undangan sebagaimana telah diubah terakhir dengan Undang-Undang Nomor 13 Tahun 2022 Tentang Perubahan Kedua Atas Undang-Undang Nomor 12 Tahun 2011 Tentang Pembentukan Peraturan Perundang-Undangan, bersama ini dengan hormat kami sampaikan permohonan harmonisasi Rancangan Peraturan Daerah Provinsi/Kabupaten/Kota …………(pilih sesuai dengan tingkatan daerah dan nama daerah) tentang ………..(nama raperda) inisiatif DPRD.

Sebagai kelengkapan administrasi, bersama ini kami lampirkan dokumen persyaratan sebagai berikut:

1. Naskah Akademik Atau Penjelasan/Keterangan (sesuaikan dengan dokumen yang dimiliki);

2. Raperda Yang Telah Mendapatkan Paraf Persetujuan Ketua DPRD; dan

3. Surat Keputusan DPRD Mengenai Propemperda Serta Lampiran Daftar Propemperda.

Demikian disampaikan, atas bantuan dan kerjasama yang baik, diucapkan terimakasih.

Ketua DPRD Provinsi/Kabupaten/kota,

………..

Tembusan :

………..

Catatan :

1. Template ini untuk permohonan pengharmonisasian perda yang berasal dari inisiatif DPRD.

2. Format surat dapat disesuaikan dengan tata naskah dinas yang berlaku di daerah masing-masing.

(23)

KOP SURAT

Nomor : tempat, tanggal, bulan, tahun

Sifat :

Lampiran : Kepada YTH,

Kepala Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan HAM Bengkulu

di- Bengkulu Perihal : Permohonan Harmonisasi

Rancangan Peraturan

Gubernur/Bupati/Walikota……….

Tentang……..

Melaksanakan ketentuan Pasal 97D Undang-Undang Nomor 13 Tahun 2022 Tentang Perubahan Kedua Atas Undang-Undang Nomor 12 Tahun 2011 Tentang Pembentukan Peraturan Perundang- Undangan, bersama ini dengan hormat kami sampaikan permohonan harmonisasi Rancangan Peraturan Gubernur/Bupati/Walikota

…………(pilih sesuai dengan tingkatan daerah dan nama daerah) tentang ………..(nama raperkada).

Sebagai kelengkapan administrasi, bersama ini kami lampirkan dokumen persyaratan sebagai berikut:

1. Penjelasan/Keterangan Atas Rancangan Peraturan Gubernur/Bupati/Walikota (sesuaikan dengan dokumen yang dimiliki);dan

2. Rancangan Peraturan Gubernur/Bupati/Walikota Yang Telah Mendapat Persetujuan Dari Sekretaris Daerah Dan Pemrakarsa.

Demikian disampaikan, atas bantuan dan kerjasama yang baik, diucapkan terimakasih.

Sekretaris Daerah Provinsi/Kabupaten/kota,

………..

Tembusan :

………..

Catatan :

1. Template ini untuk permohonan pengharmonisasian Raperkada yang berasal dari Pemda.

2. Format surat dapat disesuaikan dengan tata naskah dinas yang berlaku di daerah masing-masing.

(24)

TERIMA KASIH

Referensi

Dokumen terkait

Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 86 Tahun 2017 tentang Tata Cara Perencanaan, Pengendalian dan Evaluasi Pembangunan Daerah, Tata Cara Evaluasi Rancangan Peraturan

Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 86 Tahun 2017, tentang Tata Cara Perencanaan, Pengendalian dan Evaluasi Pembangunan Daerah, Tata Cara Rancangan Peraturan Daerah

Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 86 Tahun 2017 tentang Tata Cara Perencanaan, Pengendalian dan Evaluasi PembangunanDaerah, Tata Cara Evaluasi Rancangan Peraturan Daerah

Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 86 Tahun 2017 tentang Tata Cara Perencanaan, Pengendalian dan Evaluasi Pembangunan Daerah, Tata Cara Evaluasi Rancangan Peraturan

Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 86 Tahun 2017 tentang Tata Cara Perencanaan, Pengendalian dan Evaluasi Pembangunan Daerah, Tata Cara Evaluasi Rancangan Peraturan

Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 86 Tahun 2017 tentang Tata Cara Perencanaan, Pengendalian dan Evaluasi Pembangunan Daerah, Tata Cara Evaluasi Rancangan Peraturan

Peraturan Daerah Provinsi Kepulauan Bangka Belitung Nomor 7 Tahun 2008 tentang Organisasi dan Tata Kerja badan Perencanaan Pembangunan Daerah dan Statistik serta

Nomor 86 Tahun 2017 tentang Tata Cara Perencanaan, Pengendalian dan Evaluasi Pembangunan Daerah, Tata Cara Evaluasi Rancangan Peraturan Daerah tentang Rencana