• Tidak ada hasil yang ditemukan

Pengolahan Produk Konsumer SAYURAN - Spada UNS

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2024

Membagikan "Pengolahan Produk Konsumer SAYURAN - Spada UNS"

Copied!
36
0
0

Teks penuh

(1)

FISIOLOGI HORTIKULTURA (SAYURAN)

Lailatul Azkiyah., S.TP., MP

(2)

Sifat-sifat sayuran

Berdasarkan struktur organ, sayuran dapat digolongkan ke dalam 3 kelompok utama, yaitu :

a. Sayuran biji dan polong,

b. Sayuran umbi lapis (bulb), umbi akar, dan umbi (tuber), dan c. Sayuran bunga, pucuk, daun, dan batang.

Beberpaa buah juga digolongkan sebagai sayuran diantaranya tomat.

Pada sayuran terutama sayuran daun umumnya tidak terjadi peningkatan dalam aktivitas metabolisme.

Berbeda dengan buah, pada sayur kualitas gizi ditentukan oleh rasa dan tekstur, bukan dari umur fisiologis.

(3)

Perubahan biokimia setelah panen dan dalam penyimpanan sangat berpengaruh terhadap karakteristik komoditas sayuran segar,

meliputi terutama :

Respirasi

Transpirasi

Perubahan warna

Perubahan tekstur

Perubahan cita rasa

Pada tanaman, Fase Pertumbuhan = Maturasi

(4)

Faktor yang mempengaruhi fase pertumbuhan :

Fotosintesis

Absorbsi air + mineral dari tanah

Substrat untuk metabolisme dihasilkan sendiri melalui proses ini

(5)

Setelah panen

Fase Pematangan dan Senesensi

Faktor yang mempengaruhi :

1. Respirasi , Transpirasi

2. Perubahan biokimia = fisiologi pasca panen

Hidup dipertahankan,

dengan menggunakan persediaan makanan + air yang masih ada dalam

sel, sampai habis

Mati
(6)

Perkembangan Degradasi

Kematangan Fisiologis Komoditas

Pada Berbagai Tk. Kematangan Komersial

Kematian

Squash

K.Polong

Ketimun Pertumbuhan

Maturasi

Pematangan

Senesensi

Pir

Apel

Melon

Tomat matang

(7)

Fase Hidup Utama

Pertumbuhan

Maturasi

Senesensi

Batas tidak bisa dibedakan dengan jelas,

Tumpang tindih

(8)

1. Fase Pertumbuhan

Pre maturasi

Pembelahan dan pembesaran sel

menentukan ukuran akhir produk

(9)

2. Fase Maturasi

Mulai sebelum fase pertumbuhan berakhir

Aktivitas berbeda-beda tergantung pada komoditas

Fase pertumbuhan/prematurasi + maturasi = Fase perkembangan

(10)

3. Fase Senesensi

Fase dimana proses-proses katabolisme (degradasi) lebih dominan daripada proses anabolisme (sintesis) dengan akibat terjadi penuaan (pelayuan) dan berakhir dengan kematian

Fase pematangan (ripening) hanya dijumpai pada buah- buahan ; fase akhir maturasi atau fase awal senesensi

(11)

Respirasi (Oksidasi Biologis)

Definisi 1

: Proses hidup yang dilakukan oleh setiap organisme hidup, dimana enargi potensial diubah menjadi energi kinetik dengan pembebasan panas.

Definisi 2

: Proses penguraian bahan kompleks

yang ada dalam sel (pati, gula, asam organik)

menjadi molekul yang lebih sederhana seperti

CO

2

, H

2

O disertai pembebasan energi dan

molekul lain yang akan digunakan untuk reaksi

sintetis dari sel

(12)

C6H12O6 + 6O2 6CO2 + 6H2O + Energi

Glukosa

Pati

Sakarida

Asam organik

Energi :

ATP 42 %

Panas sisanya

ATPdisimpan dalam sel, panas dibebaskan ke lingkungan

Respirasi bisa dalam keadaan :

1. Aerob : glikolisis + TCA + Rantai pernafasan 2. Anaerob : glikolisis jalur PP

(13)

Laju Respirasi dipakai sebagai :

Indikator aktivitas metabolisme dalam jaringan sehingga dapat ditentukan umur simpan potensial komoditas

Satuan ukuran

ml atau mg CO2.Kg-1.jam-1 ml atau mg O2.Kg-1.jam-1

(14)

Pola Respirasi

Kurva yang menggambarkan hubungan antara laju respirasi terhadap waktu selama periode perkembangan, maturasi, pematangan dan senesensi

Pola respirasi pada buah ada 2 tipe :

1. Klimaterik :tomat, mangga, pisang, apel

2. Non-klimaterik : jeruk lemon, anggur

(15)

 Pola respirasi sayuran tidak menunjukan ada klimaterik

 Umumnya sayuran buah bersifat non-klimaterik kecuali tomat

 Sayuran dari jaringan lain hanya

menunjukan penurunan laju

respirasi

(16)

Laju respirasi

buah klimaterik umumnya lebih tinggi

daripada buah non klimaterik

(17)

Laju Respirasi Sayuran dibedakan atas :

Laju respirasi tinggi : umumnya jaringan muda yg aktif tumbuh, contoh : mangga, asparagus, kapri

Laju respirasi rendah : umumnya jaringan penyimpanan, contoh : kentang, ubi, bawang

Laju respirasi sedang : antara lain sayuran daun, contoh : kubis

(18)

Perubahan Pada Sayuran

Pada sayuran tidak ada peningkatan aktivitas

metabolisme setara dengan klimaterik pada buah

Perubahan pada sayuran kecambah (taoge):

a. Perubahan anatomi

b. Perubahan komposisi : kadar gula naik,

hasil penguraian lemak atau KH

(19)

Perubahan Pada Sayuran Biji dan Polong

Polong-polongan yang dikonsumsi sbg bahan makanan pokok memiliki kadar air rendah shg aktivitas metabolisme rendah. Panen pada umumnya pada k.a 15%

Biji-bijian dan polong-polongan yang dikonsumsi sebagai sayuran antara lain sweet corn, kapri, buncis, memiliki aktivitas metabolisme yang tinggi

Kualitasnya ditentukan oleh citarasa dan tekstur (bukan umur fisiologisnya)

umumnya ketika masih muda lebih manis dan empuk

Panen pada sayuran umumnya pd k.a 70%

(20)

Sayuran Akar dan Umbi

Organ ini adalah organ persediaan makanan untuk pertumbuhan

Laju metabolisme saat panen memang rendah dan selama penyimpanan, dengan kondisi penyimpanan tertentu dormansi dapat diperpanjang

(21)

Sayuran batang, daun, tunas dan bunga

Aktivitas metaboliknya sangat berbeda, karena itu umur simpannya juga berbeda

Sayuran batang dan daun cepat mengalami senesensi, sehingga nilai inderawi dan nilai gizinya berkurang

Umumnya tekstur merupakan faktor penentu untuk saat panen dan kualitas

Cita rasa alami komoditas ini kurang diperhatikan

karena pada umumnya dikonsumsi setelah dimasak

dan diberi bumbu

(22)

Penyimpanan Sayur dan Buah-buahan

Tujuan : menyediakan suplai yang cukup sepanjang tahun untuk konsumen dan industri

pengolahan

Cara penyimpanan : Refrigerasi, Controlled Atmosphere Storage (CAS)

Micro-environment Packaging

(23)

Refrigerasi

 Metode yang sudah dikenal lama

 Tiap komoditas mempunyai suhu dan Rh optimal sendiri-sendiri

 Suhu rendah

(24)

Controlled Atmosphere

Komposisi atmosphere diubah untuk

memperlambat respirasi dan proses biokimia lain O

2

diturunkan

CO

2

dinaikan

Catatan udara :

Na 78.08%

O2 20.95%

CO2 0.03%

Pada apel :

O2 = 1-3%

CO2 = 1-5%

(25)

Sayuran yang disimpan dengan CA : Kol, Lettuce dan Asparagus

Catatan :

Refrigerasi dan CA memerlukan fasilitas yang mahal

Penyimpanan pada suhu rendah tidak

disarankan pada sayuran umbi-umbian

yang banyak mengandung pati. Misalnya

kentang. Knp???

(26)

Golongan sayuran umbi-umbian yang banyak mengandung pati akan mengalami penurunan kadar pati yang sangat lambat setelah panen Akan tetapi penyimpanan pada suhu rendah (5OC), proses hidrolisis pati akan terangsang dan penurunan kadar pati akan berlangsung lebih cepat. Contoh fenomena ini terjadi pada umbi kentang.

Kentang yang disimpan pada kondisi suhu rendah akan mengalami kenaikan kadar gula pereduksi, sehingga rasanya menjadi agak manis.

Padahal rasa manis pada kentang tidak ada. Timbulnya rasa manis tersebut sebenarnya merupakan penyimpangan. Pada dunia industri makanan berbahan kentang, rasa manis tidak diharapkan, karena gula pereduksi yang ada akan menyebabkan munculnya reaksi pencoklatan non-enzimatik (reaksi Maillard). Untuk menghilangkan kemungkinan tersebut, biasanya terhadap umbi kentang yang disimpan dalam ruang pendingin, bila akan digunakan terlebih dahulu dibiarkan pada kondisi suhu kamar untuk beberapa saat.Dengan cara ini, kandungan gula pereduksi akan berkurang.

(27)

• Golongan sayuran umbi-umbian yang banyak mengandung pati akan

mengalami penurunan kadar pati yang sangat lambat setelah panen

• Akan tetapi penyimpanan pada suhu rendah (5

O

C), proses hidrolisis pati

akan terangsang dan penurunan kadar pati akan berlangsung lebih cepat.

Contoh fenomena ini terjadi pada umbi

kentang.

(28)

Kentang yang disimpan pada kondisi suhu rendah akan mengalami

kenaikan kadar gula pereduksi, sehingga rasanya menjadi agak

manis.

Padahal rasa manis pada kentang tidak ada. Timbulnya rasa manis tersebut sebenarnya merupakan

penyimpangan.

(29)

Timbulnya rasa manis tersebut sebenarnya merupakan

penyimpangan. Pada dunia industri makanan berbahan kentang, rasa manis tidak diharapkan, karena gula

pereduksi yang ada akan

menyebabkan munculnya reaksi pencoklatan non-enzimatik (reaksi

Maillard).

(30)

• Untuk menghilangkan

kemungkinan tersebut, biasanya terhadap umbi kentang yang

disimpan dalam ruang pendingin,

bila akan digunakan terlebih dahulu dibiarkan pada kondisi suhu kamar untuk beberapa saat.

• Dengan cara ini, kandungan gula

pereduksi akan berkurang.

(31)

Micro-environment Packaging

Pengemasan bahan satu per satu dengan : PE densitas tinggi atau PVC

Sering juga diberi pelapisan dengan lilin/minyak

Efek :

a. Mengurangi keriput

b. Mengurangi susut berat

c. Mengurangi cacat

(32)
(33)
(34)
(35)
(36)

Referensi

Dokumen terkait