• Tidak ada hasil yang ditemukan

PENGUATAN MODAL SOSIAL BUDAYA DAN EKONOMI BERBASIS PENDEKATAN IPTEKS STRATEGIK

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2024

Membagikan "PENGUATAN MODAL SOSIAL BUDAYA DAN EKONOMI BERBASIS PENDEKATAN IPTEKS STRATEGIK"

Copied!
26
0
0

Teks penuh

(1)

Kode/Nama Rumpun Ilmu: 580 / Sosial Humaniora

LAPORAN AKHIR

PENGABDIAN MASYARAKAT

Program Pengabdian Masyarakat Internal

PENGUATAN MODAL SOSIAL BUDAYA DAN EKONOMI BERBASIS PENDEKATAN IPTEKS STRATEGIK

TIM PENGUSUL Ketua / Anggota Dosen

Dr. F. PRIYO SUPROBO, S.T., M.T. (0706067503 ) FRANSISCA LAORA SEVIANA, S.E., M.Pd.

Anggota Mahasiswa :

JONATHAN LIUZ LIMONO 31123002

UNIVERSITAS WIDYA KARTIKA

Desember, 2023

(2)

LEMBAR PENGESAHAN

LAPORAN PENGABDIAN MASYARAKAT

1 Judul Proposal

Pengabdian Masyarakat PENGUATAN MODAL SOSIAL BUDAYA DAN EKONOMI BERBASIS PENDEKATAN IPTEKS STRATEGIK

IDENTITAS PENELITI 2 Pelaksana

3 Nama (Pengusul) Dr. F. Priyo Suprobo, S.T., M.T.

Jabatan/Golongan Lektor/III-c

NPP/NIDN 0706067503

Bidang Keahlian Design Thinking, Riset Desain & Arsitektur, Metodologi Riset Unit/Fakultas/Jurusan Fakultas Teknik Program Studi Arsitektur Alamat Rumah Perum Griyo Taman Asri blok EC-7, Tawangsari, Taman, Sidoarjo No. Telp/Faks/Email Ketua 083831999977 [email protected]

4 Anggota Pelaksana (Dosen) Anggota (1) Anggota

Nama anggota (Pengusul) Fransisca Laora Seviana, S.E., M.Pd.

Jabatan/Golongan Tenaga Pengajar

NPP/NIDN

Bidang Keahlian Teknologi Pendidikan

Fakultas/Prodi/Unit Pusat Pengembangan Kepribadian dan Konseling

(PPKK)

5 Anggota Peneliti (Mahasiswa) Anggota Anggota

Nama JONATHAN LIUZ LIMONO

NIM 31123002

Fakultas/Prodi FT/ Teknik Informatika 6 Lokasi Penelitian Surabaya

7 Waktu Pelaksanaan 6 bulan 8 Dana yang Diusulkan Rp. 5.000.000,-

Terbilang Lima juta rupiah

9 Spesifikasi outcome penelitian Laporan Pengabdian Masyarakat Book Chapter

Hak Desain Industri

Surabaya, 31 Oktober 2023 Mengetahui

Ketua Program Studi Arsitektur

(Risma Andarini, S.T., M.T.) NIDN. 0705068004

Pengusul,

(Dr. F. Priyo Suprobo, S.T., M.T.) NIDN. 06067503

Menyetujui, Ketua LPPM

(Dr. Eka Fadilah, S.S., M.Pd,) NIDN. 0722038103

(3)

UNIVERSITAS WIDYA KARTIKA

Jl. Sutorejo Prima Utara II No. 1, Surabaya (60113), Indonesia Hotline : +62.31.5922403

E-mail : [email protected]

BERITA ACARA SERAH TERIMA LAPORAN AKHIR HASIL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT

Pada hari ini, Selasa tanggal tiga puluh bulan Januari tahun dua ribu dua puluh empat bertempat di Lembaga Penelitian dan Pengabdian pada Masyarakat (LPPM) Universitas Widya Kartika Surabaya diadakan serah terima laporan akhir dan logbook hasil Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat sumber dana internal UWIKA TA. 2023 yang dilaksanakan oleh :

1. Nama : Dr. Eka Fadilah, S.S., M.Pd

Jabatan : Ketua Lembaga Penelitian dan Pengabdian pada Masyarakat Universitas Widya Kartika Surabaya

Disebut sebagai PIHAK PERTAMA

2. Nama : Dr. F. Priyo Suprobo, S.T., M.T.

Skema : Program Pengabdian Masyarakat Internal - Pemberdayaan Berbasis Masyarakat (PBM)

Judul Kegiatan : PENGUATAN MODAL SOSIAL BUDAYA DAN EKONOMI BERBASIS PENDEKATAN IPTEKS STRATEGIK

Fak / Prodi : Teknik / Arsitektur Disebut sebagai PIHAK KEDUA

PIHAK KEDUA telah menyerahkan laporan akhir dan logbook hasil Pengabdian kepada Masyarakat sumber dana internal UWIKA TA. 2023 kepada PIHAK PERTAMA sebanyak 3 (tiga) eksemplar dokumen cetak.

Demikian berita acara ini dibuat dengan sebenarnya untuk dipergunakan sebagaimana mestinya.

PIHAK PERTAMA Ketua,

Dr. Eka Fadilah, S.S., M.Pd

PIHAK KEDUA Ketua Pelaksana,

Dr. F. Priyo Suprobo, S.T., M.T.

Tembusan Yth.:

1. Para Wakil Rektor 2. Koord. Perpustakaan

(4)

PRAKATA

Puji syukur ke hadirat Tuhan Yang Maha Esa, yang telah melimpahkan rahmat dan berkat-Nya sehingga kami dapat menyelesaikan laporan kegiatan pengabdian masyarakat ini. Kegiatan pengabdian masyarakat yang berjudul "PENGUATAN MODAL SOSIAL BUDAYA DAN EKONOMI BERBASIS PENDEKATAN IPTEKS STRATEGIK" ini merupakan salah satu bentuk implementasi Tri Dharma Perguruan Tinggi, yaitu pengabdian kepada masyarakat. Kegiatan ini bertujuan untuk membantu penyelesaian masalah yang dihadapi masyarakat secara umum dalam hidup bersama sebagai suatu bangsa, baik di lingkup penguatan sosial budaya maupun dalam bidang ekonomi. Kegiatan ini ditancapkan dalam berbagai mata kuliah umum maupun yang spesifik di bidang strategis ekonomi. Dengan demikian, kegiatan ini melibatkan mahasiswa sebagai pelaku utama dalam memberikan pelayanan atau bantuan kepada masyarakat terkait dengan isu-isu pemberdayaan modal sosial untuk melawan intoleransi, korupsi, kekerasan sosial dan perundungan..

Kegiatan ini melibatkan 2 (dua) pelaksana yang terdiri atas dosen tetap internal dan pelaksana praktisi eksternal. Kegiatan ini didukung dengan 48 mahasiswa dan mitra yang berjumlah 22 komunitas/institusi dengan total subyek sasaran 36 laki-laki dan 43 perempuan. Luaran kegiatan sendiri mencoba untuk memberikan peta potensial yang dimiliki mitra dengan berproses melalui pendampingan perkuliahan pengembangan kepribadian, diantaranya dalam hal edukasi, kebutuhan workshop untuk peningkatan modal sosial mereka, dialog dua arah baik secara vertikal maupun horizontal, kampanye atas kepentingan ekologis dan kajian dari sisi sosial-ekonomi-humaniora.

Kegiatan pengabdian masyarakat ini merupakan salah satu bentuk pembelajaran yang penting bagi mahasiswa. Melalui kegiatan ini, mahasiswa dapat belajar untuk menerapkan ilmu pengetahuan dan keterampilan yang mereka dapatkan di bangku kuliah dalam kehidupan nyata. Selain itu, mahasiswa juga dapat belajar untuk berkontribusi kepada masyarakat dan membangun kepedulian sosial.

Kami menyadari bahwa kegiatan pengabdian masyarakat ini masih jauh dari sempurna.

Namun, kami berharap bahwa kegiatan ini dapat memberikan manfaat bagi mitra dan mahasiswa.

Kami mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang telah membantu dalam pelaksanaan kegiatan ini. Semoga kegiatan ini dapat memberikan dampak positif bagi masyarakat luas.

Surabaya, 31 Januari 2024 Penulis

(5)

DAFTAR ISI

LEMBAR PENGESAHAN 1

PRAKATA 2

DAFTAR ISI 3

DAFTAR TABEL 4

DAFTAR GAMBAR 5

DAFTAR LAMPIRAN 6

BAB 1. PENDAHULUAN 7

1.1. Analisis Situasi dan Permasalahan Mitra 7

1.2. Tujuan Kegiatan dan Relevansinya dengan MBKM serta IKU 7

1.3. Permasalahan Prioritas 8

BAB 2. TARGET DAN LUARAN 9

BAB 3. METODE PELAKSANAAN 10

3.1. Tahapan Pelaksanaan Solusi 10

3.2. Partisipasi Mitra dalam Pelaksanaan Program 10

3.3. Evaluasi dan Keberlanjutan Program 10

3.4. Peran dan Tugas Tim Pelaksana 10

3.5. Potensi Rekognisi SKS dan IKU 11

BAB 4. HASIL DAN LUARAN YANG DICAPAI 12

BAB 5. KESIMPULAN DAN SARAN 17

DAFTAR PUSTAKA 20

LAMPIRAN 21

(6)

DAFTAR TABEL

Tabel 1. Lingkup Solusi dan Justifikasinya 9

Tabel 2. Peran dan Tugas Tim Pelaksana 10

Tabel 3. Indikator Capaian Pengabdian pada Masyarakat 12

(7)

DAFTAR GAMBAR

Gambar 1. Suasana PkM Makan Bersama setelah Senam Tera Indonesia 17 Gambar 2. Contoh Kegiatan Pemetaan PkM atas popok bayi ekologis 19

(8)

DAFTAR LAMPIRAN

Berita Populer Zona Peristiwa - Pendidikan, 31 Januari 2024 21 https://zonaperistiwa.com/news-19487-modal-sosial-senam-tera-indonesia-sti-di-rangkul-u niversitas-wijaya-kartika

(9)

BAB 1. PENDAHULUAN

1.1. Analisis Situasi dan Permasalahan Mitra

Sebagaimana kita ketahui bersama bahwa tidak sedikit, program mata kuliah yang selama ini berjalan di Pendidikan Tinggi terbukti memberikan kontribusi langsung dalam pembangunan dan penguatan sosial budaya serta ekonomi masyarakat secara langsung.

Sebagai contoh adalah Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan (PPKn) maupun Pendidikan Agama yang seringkali hanya sebatas teori yang disampaikan di kelas tanpa adanya penerapan langsung di lapangan. Hal ini menyebabkan PPKn maupun Pendidikan Agama kurang menarik perhatian dan memotivasi mahasiswa, serta kurang memberikan dampak positif bagi pengembangan diri mereka maupun masyarakat yang merasakan kehadiran para mahasiswa tersebut. Sementara, dari sektor penguatan ekonomi juga dirasakan demikian pada beberapa mata kuliah yang kecenderungannya bersifat konsep, misalnya adalah manajemen strategik. Mata kuliah yang seharusnya bisa sebagai sarana kontributor bagi masyarakat melalui mahasiswa tidak berperan optimal, maka pada akhirnya masyarakat secara umum maupun masyarakat dalam bidang ekonomi, khususnya UMKM belum merasakan pengaruh pentingnya kehadiran program-program mata kuliah yang ada tersebut.

Hal ini sangat kontradiktif dengan peran mata kuliah umum pengembangan kepribadian seperti PPKn dan Pendidikan Spiritualitas yang bertujuan untuk membentuk karakter, sikap, dan perilaku mahasiswa sebagai warga negara Indonesia yang berdasarkan pada nilai-nilai Pancasila dan UUD 1945. PPKn juga diharapkan dapat meningkatkan kesadaran, tanggung jawab, dan partisipasi mahasiswa dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara. Oleh karena itu, perlu adanya inovasi dalam penyelenggaraan PPKn, Pendidikan Spiritualitas, bahkan Manajemen Strategik sebagai penunjang untuk memunculkannya penguatan modal sosial budaya dan ekonomi yang dapat mengintegrasikan antara teori dan praktek, serta melibatkan masyarakat sebagai mitra dan sasaran dari kegiatan perkuliahan tersebut. Hal ini jelasnya semakin menandaskan bahwa kebijakan pemerintah yang mencanangkan MBKM untuk peningkatan kualitas mahasiswa adalah sudah relevan di era zaman yang dinamis ini [1]. Salah satu inovasi yang dapat dilakukan adalah dengan mengadakan kegiatan pengabdian masyarakat berbasis luaran untuk PPKn dan Pendidikan Spiritualitas di lingkup penguatan modal sosial budaya serta manajemen strategik di penguatan ekonomi masyarakat usaha. Kegiatan ini merupakan bentuk implementasi dari Tri Dharma Perguruan Tinggi, yaitu pengajaran, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat. Kegiatan ini juga sejalan dengan konsep service learning [2], yaitu metode pembelajaran yang menggabungkan antara pengalaman belajar di kelas dengan pengalaman belajar di masyarakat. Dengan demikian, kegiatan ini dapat memberikan manfaat ganda bagi mahasiswa dan masyarakat.

1.2. Tujuan Kegiatan dan Relevansinya dengan MBKM serta IKU

Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini pada hakekatnya adalah membantu penyelesaian permasalahan yang dihadapi masyarakat secara umum dalam hidup bersama sebagai suatu bangsa, baik di lingkup penguatan sosial budaya maupun dalam bidang ekonomi. Kegiatan ini ditancapkan dalam berbagai mata kuliah umum maupun yang spesifik di bidang strategis ekonomi. Dengan demikian, kegiatan ini melibatkan mahasiswa sebagai pelaku utama dalam memberikan pelayanan atau bantuan kepada masyarakat

(10)

terkait dengan isu-isu pemberdayaan modal sosial untuk melawan intoleransi, korupsi, kekerasan sosial dan perundungan. Sementara, tidak terlepas itu juga dibutuhkan keseimbangan dalam penguatan di sektor ekonomi melalui pendekatan ipteks yang strategik, diantaranya adalah manajemen strategis.

Kegiatan ini dilakukan dengan menggunakan metode partisipatif, yaitu melibatkan masyarakat sebagai mitra dan sumber belajar bagi mahasiswa. Kegiatan ini juga menghasilkan luaran berupa produk atau karya yang dapat dimanfaatkan maupun sebagai rekomendasi dari dan untuk masyarakat sendiri. Hasil penelitian yang akan diimplementasikan untuk membantu permasalahan diantaranya dengan pendekatan design thinking atau juga yang biasa disebut Human-Centered Design . Pola-pola pendekatan ini telah dikembangkan oleh tim pelaksana pada saat masih di proses inkubasi [3] sampai terakhir diujikan ke konteks masyarakat kampung hijau di Surabaya [4].

Kegiatan ini diharapkan pada akhirnya memberikan relevansi yang baik dengan program MBKM (Merdeka Belajar Kampus Merdeka) yang digagas oleh Kemdikbud Ristek melalui Ditjen Dikti Ristek dan direncanakan ada 4 (empat) IKU yang akan dicapai, yakni:

1. Jumlah mahasiswa yang mendapatkan pengalaman di luar kampus dan diharapkan juga menghasilkan mahasiswa yang mencetak prestasi berskala nasional (IKU 2).

2. Jumlah luaran penelitian dan pengabdian kepada masyarakat yang berhasil diterapkan masyarakat. Dalam IKU ini, setidaknya melalui penelitian yang telah dihasilkan diharapkan akan tercapai 2-3 luaran pengabdian kepada masyarakat (IKU 5).

3. Jumlah program studi yang melaksanakan kerjasama dengan mitra. Dengan telah disepakatinya persetujuan kerjasama dengan Pemerintah Kota Surabaya, maka setidaknya dihasilkan 3-4 (empat) program studi yang diwakili dari para dosen dan mahasiswa untuk mewujudkan kerjasama tersebut (IKU 6).

4. Kelas yang kolaboratif dan partisipatif dengan evaluasi berbasis proyek kelompok atau studi kasus yang konkret di masyarakat (IKU 7).

1.3. Permasalahan Prioritas

Beberapa masalah strategis yang layak diangkat dalam kegiatan yang disarankan dan adalah seperti berikut ini:

1. Edukasi atas isu-isu peningkatan modal sosial budaya dikaitkan dengan nilai-nilai Pancasila, Kewarganegaraan, dan Spiritualitas yang dibutuhkan Masyarakat;

2. Kebutuhan workshop bagi peningkatan modal sosial budaya dikaitkan dengan nilai-nilai Pancasila, Kewarganegaraan, dan Spiritualitas yang dibutuhkan Masyarakat, seperti rekan guru, siswa, pemuda, tokoh masyarakat;

3. Diskusi atau dialog interaktif tentang nilai-nilai Pancasila, Kewarganegaraan, dan Spiritualitas dengan masyarakat, seperti mengenai isu-isu aktual, permasalahan sosial, atau nilai-nilai kebangsaan;

4. Aksi Kampanye tentang nilai-nilai Pancasila, Kewarganegaraan, dan Spiritualitas di masyarakat, seperti gerakan bersih-bersih lingkungan, donor darah, atau bakti sosial;

5. Kebutuhan kajian sosial humaniora yang menitikberatkan pada fenomena sosial interaksi dan aspek perilaku dalam kehidupan bermasyarakat ataupun kehidupan ekonomi di lingkungan UMKM.

(11)

BAB 2. TARGET DAN LUARAN

Solusi untuk kelima permasalahan prioritas yang akhirnya dipilih dan disepakati dapat dijabarkan pada tabel 1 sebagai berikut:

Tabel 1. Lingkup Solusi dan Justifikasinya

No Solusi Ditawarkan Target Luaran Indikator Capaian 1 Edukasi berbagai Topik

nilai-nilai Pancasila, Kewarganegaraan, dan Spiritualitas yang dibutuhkan Masyarakat

1. Dihasilkannya narasi pengalaman tim pelaksana bersama mitra

2. Poster, video,

podcast, atau website topik PPKn;

3. Laporan kegiatan dilengkapi dengan bukti-bukti seperti foto, video, dokumen.

1. Terbit Book Chapter dengan ber-ISBN 2. Tersosialisasikannya

Poster, video, podcast, atau

website topik PPKn;

3. Terdokumentasi dan masuk Repository atas Laporan kegiatan dilengkapi dengan bukti-bukti seperti foto, video, dokumen.

2 Pelatihan atau workshop tentang nilai-nilai Pancasila, Kewarganegaraan, dan Spiritualitas bagi masyarakat, seperti rekan guru, siswa, pemuda, tokoh

3 Diskusi atau dialog interaktif tentang nilai-nilai Pancasila, Kewarganegaraan, dan Spiritualitas dengan

masyarakat, seperti mengenai isu-isu aktual, permasalahan sosial, atau nilai-nilai kebangsaan

4 Aksi Kampanye tentang nilai-nilai Pancasila, Kewarganegaraan, dan Spiritualitas di masyarakat, seperti gerakan bersih-bersih lingkungan, donor darah, atau bakti sosial

5 Kajian sosial humaniora yang menitikberatkan pada

fenomena sosial interaksi dan aspek perilaku dalam

kehidupan bermasyarakat ataupun kehidupan ekonomi di lingkungan UMKM

Publikasi Terbit publikasi dalam media populer

(12)

BAB 3. METODE PELAKSANAAN 3.1. Tahapan Pelaksanaan Solusi

Metode untuk kegiatan ini terdiri dari beberapa tahap, yaitu:

1. Persiapan : Tahap ini meliputi perencanaan, koordinasi, dan persetujuan kegiatan antara perguruan tinggi yang diwakili oleh dosen pengampu mata kuliah PPKn, mahasiswa sendiri, dan masyarakat sebagai mitra sasaran/pendamping. Tahap ini juga meliputi penentuan tema, sasaran, lokasi, waktu, dan rencana luaran kegiatan.

2. Pelaksanaan : Tahap ini meliputi pelaksanaan kegiatan pengabdian masyarakat berbasis luaran untuk PPKn sesuai dengan rencana yang telah disusun. Tahap ini juga meliputi monitoring dan evaluasi kegiatan oleh dosen pengampu mata kuliah PPKn dan perwakilan masyarakat.

3. Pelaporan dan Publikasi : Tahap ini meliputi penyusunan dan pengiriman laporan kegiatan oleh mahasiswa kepada dosen pengampu mata kuliah PPKn. Laporan kegiatan harus mencakup deskripsi kegiatan, proses pelaksanaan, hasil dan dampak kegiatan, kendala dan solusi, serta saran dan rekomendasi. Laporan kegiatan juga harus dilengkapi dengan bukti-bukti pendukung, seperti foto, video, dokumen, atau produk luaran. Sementara, untuk publikasi disepakati sesuai rencana luaran kegiatan yang disinggung pada bagian 2) Uraian Kegiatan dan 8) Produk Luaran.

Secara keseluruhan tahapan agar bisa efektif, untuk pendekatan kegiatan berbasis luaran dan dijalankan secara tim atau kolaboratif, dapat digunakan pendekatan design thinking . Design thinking biasanya mengikuti lima tahap: empati, definisi, ideasi, prototipe, dan tes.

Tujuan dari design thinking adalah untuk memahami preferensi pengguna dan menyelesaikan masalah mereka. Design thinking mendorong pemikiran yang beragam untuk menghasilkan ide-ide baru dan menantang asumsi tradisional secara kreatif.

3.2. Partisipasi Mitra dalam Pelaksanaan Program

Mitra dalam pelaksanaan program menjadi rekan aktif dan turut bekerja mewujudkan program-program yang telah disepakati maupun yang dihasilkan selama berproses. Dalam pelaksanaan pemetaan daya saing, mitra dan tim pelaksana belajar bersama melalui workshop. Sementara, para mitra berkolaborasi dengan tim pelaksana dalam pelaksanaan penguatan sosial budaya dan kegiatan bersama masyarakat.

3.3. Evaluasi dan Keberlanjutan Program

Proses evaluasi kegiatan ini dijalankan dengan merujuk pada target capaian dan indikator keberhasilan atas setiap pelaksanaan solusi. Target-target capaian yang terukur ini menjadi dasar untuk menilai sejauh mana program ini telah efektif dalam mencapai tujuan program.

Sementara untuk keberlanjutan program, tim pelaksana berkomitmen untuk senantiasa mendampingi dan memotivasi para mahasiswa serta warga dalam intens menjalankan hasil penguatan sosial budaya dan ekonomi sebagai rencana strategis program.

3.4. Peran dan Tugas Tim Pelaksana

Tabel 2. Peran dan Tugas Tim Pelaksana

Nama Institusi Peran Uraian Tugas

(13)

Nama Institusi Peran Uraian Tugas koordinasi

pelaksanaan, evaluasi dan laporan.

Fransisca Laora

Seviana, S.E., M.Pd. PPKK - UWIKA Anggota

Pendukung atas kegiatan PPEPP dan dukungan laporan dan luaran

JONATHAN LIUZ LIMONO

Mahasiswa Teknik Informatika - UWIKA

Anggota (Mahasisw

a)

Pendukung atas kegiatan Pelaksanaan, Pelaporan dan Luaran 3.5. Potensi Rekognisi SKS dan IKU

Kegiatan dalam program ini berpotensi untuk melibatkan mahasiswa secara multidisiplin.

Perumusan pelaksanaannya dapat dikategorikan sebagai kegiatan magang pengabdian masyarakat yang efektif dijalankan selama satu semester Gasal 2023-2024, yakni sampai dengan bulan Desember 2023. Dengan demikian, total potensi pengakuan atas kegiatan magang pengabdian kepada masyarakat ini adalah sesuai besaran mata kuliah yang diikuti, yakni 2-3 sks. Pengakuan lainnya adalah adanya penghargaan tersertifikasi dari Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM) UWIKA sehingga dapat menjadi SKPI para mahasiswa yang bersangkutan. Hal lainnya sebagai tambahan adalah diakuinya kegiatan tersebut juga dalam Satuan Kredit Kegiatan Kemahasiswaan (SKK) melalui BAK.

(14)

BAB 4. HASIL DAN LUARAN YANG DICAPAI Tabel 3. Indikator Capaian Pengabdian pada Masyarakat No Indikator Capaian Pilihan/Isian

A Identitas

1 Mitra Sasaran Masyarakat Ekonomi Produktif

Masyarakat Ekonomi Non-Produktif 2 Status Sosial Mitra

Masyarakat Ekonomi Produktif Pengusaha Mikro/UMKM Anggota Koperasi

Kelompok Petani/Nelayan/Peternak Kelompok Industri Rumah Tangga Masyarakat Ekonomi

Non-Produktif Kelompok Pendidikan (PAUD, SD,

SMP, SMA/SMK/Pesantren) Kelompok PKK/Karang Taruna Puskesmas/Posyandu

Mitra Kelompok Masyarakat Umum

3 Jumlah Mitra 22 mitra

4 Pendidikan Mitra S-3

S-2 S-1 Diploma SMA SMP SD

tidak berpendidikan 5 Bidang Permasalahan Mitra Teknologi

Manajemen Sosial Ekonomi Hukum

Keamanan

6 Jarak ke Mitra < 50 KM

50 - 100 KM 101 - 200 KM

< 200 KM (beda provinsi) 7 Jenis Kelamin Tim Pengusul

(15)

No Indikator Capaian Pilihan/Isian

Perempuan 1 orang

8 Jenis Kelamin Mitra

Laki-Laki 36 orang

Perempuan 43 orang

9 Jumlah Mahasiswa 48 orang

10 Jenis Kelamin Mahasiswa

Laki-Laki 28 orang

Perempuan 20 orang

11 Metode Pelaksanaan Kegiatan Penyuluhan Pendampingan Pendidikan

Demplot/Percontohan Rancang Bangun Pelatihan

12 Waktu Efektif Pelaksanaan 4 bulan

13 Keberlanjutan Program Berlanjut Berhenti

14 Kapasitas sebelum program Sebelum program dijalankan, kapasitas yang dimiliki oleh tim pelaksana dan mitra adalah bersifat pengetahuan, keterampilan dasar pendampingan, dan kedekatan dalam berelasi.

15 Kapasitas setelah program Setelah program selesai dijalankan, kapasitas yang dikembangkan oleh tim pelaksana dan mitra adalah pendampingan yang berdampak dengan mampu memetakan masalah yang riil dihadapi dan melihat potensi-potensi yang dapat dikembangkan.

B Kontribusi Mitra

1 Peran Mitra dalam Kegiatan Objek Kegiatan Subjek Kegiatan 2 Peran Mitra dalam Kegiatan

Aktif (sebutkan kegiatan yang

dilaksanakan) Mitra sebagai subyek selama ini tetap menjalankan aktivitas/kegiatannya dengan sebagaimana mestinya. Kehadiran tim

(16)

No Indikator Capaian Pilihan/Isian

pelaksana adalah seperti aksi bayangan yang tidak perlu dihiraukan. Atas dasar inilah maka peran aktif mitra memegang peranan yang dominan, menjalankan tugas dan fungsinya di lingkungan selama ini yang mereka kuasai dengan sangat baik.

Pasif (jelaskan alasan pasif) -

3 Peran Pemerintah Daerah dukungan dana dukungan kebijakan

dukungan pelaksanaan kegiatan 4 Kontribusi Pendanaan Pemerintah Daerah dalam hal ini Pemerintah

Kota Surabaya telah memayungi dengan MoU bersama Universitas Widya Kartika

(UWIKA). Untuk daerah-daerah di luar kota Surabaya, para pelaksana PkM unsur

mahasiswa melakukan pendekatannya dengan mengembangkan relasi kekerabatan yang baik.

C Luaran Program

1 Artikel Ilmiah pada jurnal nasional terakreditasi SINTA 1-6

- 2 Prosiding dan Seminar Nasional

ber-ISBN -

3 Publikasi Media Massa Modal Sosial Senam Tera Indonesia di Mulyorejo

4 Peningkatan Daya Saing

Meningkat (Jelaskan) Kemampuan tim pelaksana dan mitra turut meningkat dalam mampu memetakan masalah yang riil dihadapi dan melihat potensi-potensi yang dapat dikembangkan.

Tidak Meningkat (Jelaskan) - 5 Peningkatan Penerapan IPTEKS

Meningkat (Jelaskan) IPTEKS yang dikembangkan di sini adalah metode yang dipilih oleh tim pelaksana dan kemudian ditularkan kepada mitranya.

Metode yang dipilih adalah Human Centered

(17)

No Indikator Capaian Pilihan/Isian

pendekatan untuk mendengarkan dan

berempati atas dinamika yang dihadapi mitra, selanjutnya memetakan potensi-potensi yang telah dimiliki mitra dan hal ini kemudian disampaikan kepada mitra. Pengembangan selanjutnya diserahkan kembali kepada mitra untuk menindaklanjutinya.

Tidak Meningkat (Jelaskan) 6 Perbaikan Tata Nilai Masyarakat

(Jelaskan)

7 Metode atau Sistem Participatory Rural Appraisal (PRA) Logical Framework Approach (LFA) Focus Group Discussion (FGD) Oriented-Project Planning (OPP) Rapid Rural Appraisal (RRA) Action Research

8 Produk (Barang atau Jasa)

Barang (Jelaskan) -

Jasa (Jelaskan) -

9 Transfer knowledge untuk mitra

Ada (jelaskan) Pengetahuan yang diperoleh mitra disesuaikan dengan kontekstual masalah yang dihadapi mitra sendiri. Tim Pelaksana hampir dikatakan tidak memberikan solusi. Semua proses pemetaan sampai hasilnya diketahui merupakan pola yang dihasilkan oleh mitra sendiri dengan didampingi tim pelaksana.

10 Teknologi yang diberikan

Ada (jelaskan) Teknologi itu adalah Pendekatan Human Centered Design (HCD) yang dasarnya adalah pendekatan untuk mendengarkan dan

berempati atas dinamika yang dihadapi mitra, selanjutnya memetakan potensi-potensi yang telah dimiliki mitra dan hal ini kemudian disampaikan kepada mitra. Pengembangan selanjutnya diserahkan kembali kepada mitra untuk menindaklanjutinya.

Tidak Ada (jelaskan) -

(18)

No Indikator Capaian Pilihan/Isian 11 Penyelesaian masalah yang

diterapkan Setiap pelaksanaan Pengabdian pada

Masyarakat ini menekankan pentingnya pemberdayaan mitra sehingga penyelesaian masalah adalah diletakkan pada kemampuan mitra selama pendampingan oleh tim.

12 Perubahan pola pikir yang

dihasilkan Masyarakat Terlibat

Masyarakat Memanfaatkan

Perubahan pola pikir, sikap dan keuntungan

Jelaskan

D Luaran Tambahan Program

1 HKI Paten

Paten Sederhana Merk

Hak Cipta Desain Industri DTLST

Indikasi Geografis Rahasia Dagang PVT

2 Buku ber-ISBN Draft Book Chapter berjudul PANDANGAN SANG PEMBELAJAR ATAS DINAMIKA WARGA NEGARA NEGERI

3 Publikasi Internasional -

(19)

BAB 5. KESIMPULAN DAN SARAN

Dalam setiap permasalahan yang dihadirkan di tengah masyarakat, pada akhirnya dapat dipetakan adanya kepentingan edukasi, kebutuhan workshop untuk peningkatan modal sosial, dialog dua arah baik secara vertikal maupun horizontal, kampanye atas kepentingan ekologis dan kajian dari sisi sosial-ekonomi-humaniora. Kelima kebutuhan penyelesaian tersebut telah terjawab dalam beberapa aksi yang dilakukan oleh tim pelaksana.

Edukasi atas isu-isu peningkatan modal sosial budaya dikaitkan dengan nilai-nilai Pancasila, Kewarganegaraan, dan Spiritualitas yang dibutuhkan Masyarakat telah dijalankan oleh tim pelaksana. Diantaranya yang dilakukan adalah bersama mitra-mitra dengan topik sebagai berikut:

1. Menangkap fenomena keberagaman studi kasus Senam Tera Indonesia di Surabaya bersama tim pelaksana oleh Lina dan Yessica;

2. Edukasi narkoba kepada warga Surabaya bersama pelaksana oleh Achmad Idrus Chamiduddin;

3. Optimalisasi integrasi keberagaman dalam studi kasus teritorial warga Sidoarjo dan Surabaya bersama tim pelaksana oleh oleh Calvin Marcellino Santoso, Merry Christiana, Eugenia Feodora Agatha;

4. Bimbingan kajian kitab Hadits dan Ilmu Pancasila di Pondok Pesantren Syaichona Moh Cholil Bangkalan oleh pelaksana Achmad Shoim;

5. Persatuan dalam keberagaman agama pada masyarakat Gading oleh tim pelaksana Michael Setiawan, Gerealdo Christoper, Nathaniel

Gambar 1. Suasana PkM Makan Bersama setelah Senam Tera Indonesia

Kebutuhan workshop bagi peningkatan modal sosial budaya dikaitkan dengan nilai-nilai Pancasila, Kewarganegaraan, dan Spiritualitas yang dibutuhkan Masyarakat, seperti rekan guru, siswa, pemuda, tokoh masyarakat. Diantaranya yang dilakukan adalah bersama mitra-mitra dengan topik sebagai berikut:

(20)

1. Pengembangan model karakter berbasis etika dan moral pada siswa kelas II SDK Xaverius Surabaya oleh tim pelaksana Angelina, Deby Febiola, Visiencia Angelica Nyoto;

2. Implementasi gerakan literasi membaca peserta didik Santa Agnes Surabaya oleh tim pelaksana Clevino Elyong, James Phanry, Christopher Verrill;

3. Pengenalan lebih dekat dengan anak-anak Taman Kanak-Kanak untuk Indonesia di Surabaya oleh tim pelaksana Wynona Felicya Caesarina, Petra Jacelyn, Henoch Immanuel Kurnia;

4. Peran paguyuban dalam memberikan contoh moral dan etika yang baik pada orang tua murid di sekolah oleh pelaksana Kamal Karim

Diskusi atau dialog interaktif tentang nilai-nilai Pancasila, Kewarganegaraan, dan Spiritualitas dengan masyarakat, seperti mengenai isu-isu aktual, permasalahan sosial, atau nilai-nilai kebangsaan. Diantaranya yang dilakukan adalah bersama mitra-mitra dengan topik sebagai berikut:

1. Implementasi kehidupan nilai-nilai Kristen dalam hidup sebagai warga negara oleh tim pelaksana Jason Felix, Jerome, Robby;

2. Nilai-nilai keberagaman di dalam komunitas sel Gereja Kristen DLC Max di Surabaya oleh tim pelaksana Steven Gabriel, Steven Alberto, Damario Indra W.;

3. Dinamika hidup dan menghidupi Persekutuan Doa Kairos di tengah keberagaman ideologi dan agama oleh tim pelaksana Felix Gavin Anggono, Jonathan Liuz, Patricia Marciela;

4. Peran masyarakat di kegiatan Majelis Sabilu Taubah dalam meningkatkan keamanan Jamaah oleh pelaksana Kerenina Bunga Cahyantika;

5. Fenomena pergulatan pribadi dewasa dalam menghadapi pasca perundungan oleh tim pelaksana Melan Agustine Budhi Setiawati, Maria Veronica Noesy dan Lia Kristianti;

6. Fenomena suporter dalam game yang agresif oleh tim pelaksana Leonardus Milan Pratama, Valentino Candra

Aksi Kampanye tentang nilai-nilai Pancasila, Kewarganegaraan, dan Spiritualitas di masyarakat, seperti gerakan bersih-bersih lingkungan, donor darah, atau bakti sosial.

Diantaranya yang dilakukan adalah bersama mitra-mitra dengan topik sebagai berikut:

1. Upaya peningkatan kesadaran dan partisipasi masyarakat melalui program tanam pohon mangrove oleh tim pelaksana Vanesia Gabriela Agustin Soehendro, Jacklyn Julieta Kusuma, Mariana Welujeng Bay;

2. Perkembangan edukasi penggunaan popok bayi ekologis pada warga Stren Kali Brantas di Surabaya oleh Natasia Utama, David Prastiya Immanuel, Darren Christian Simadjaja.

(21)

Gambar 2. Contoh Kegiatan Pemetaan PkM atas popok bayi ekologis

Kebutuhan kajian sosial humaniora yang menitikberatkan pada fenomena sosial interaksi dan aspek perilaku dalam kehidupan bermasyarakat ataupun kehidupan ekonomi di lingkungan UMKM. Diantaranya yang dilakukan adalah bersama mitra-mitra dengan topik sebagai berikut:

1. Literasi digital bagi peningkatan kemandirian ekonomi keluarga di kalangan Ibu Rumah Tangga dan para Petani di Dusun Bacek jombang oleh pelaksana Agus Purnawan;

2. Fenomena kontradiksi marketplace terhadap keberlanjutan sosial toko retail di Desa Mano’an Bangkalan oleh Tim Pelaksana Ahmad Sayadi, Holil, Fatli

3. Implementasi nilai-nilai keadilan sosial dalam perspektif calon wakil rakyat daerah dan warga yang diwakilinya di Surabaya oleh tim pelaksana Tiffany Sopamena, Evelyn Mulyono

(22)

DAFTAR PUSTAKA

1. Muchtar AA, Wahyudin Y, Niarrofah N, Muthiah S. Efektivitas Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM) bagi Mahasiswa Program Kampus Mengajar. Asatiza J Pendidik. 2023;4(3):249–58.

2. Kurniawan M, Setyaningtyas EW. SERVICE LEARNING: IMPLEMENTASI BAHASA DAN SASTRA KREATIF BAGI SISWA PAUD DAN SD DI KOTA SALATIGA. J Pendidik Dan Pengabdi Masy. 2023;6(2):94–100.

3. Suprobo FP. Design thinking as a medium of professionalism and learning: A case of business incubator. Cogent Arts Humanit. 2018;5(1):1458457.

4. Suprobo FP, Mutfianti RD. Environmental Innovation Model with Product and Outcomes Dimension of Green Kampung in Surabaya City. Civ Eng Archit.

2021;9(1):1–8.

(23)

Modal Sosial Senam Tera Indonesia ( STI ) di Rangkul Universitas Wijaya Kartika

  

Repoter : Zonaperistiwa - Pendidikan Rabu, 31 Jan 2024 00:13 WIB

Surabaya,zonaperistiwa.com - Paguyuban Organisasi Senam Tera Indonesia ( OSTI ) yang terkenal di Mulyorejo,Surabaya Rencana akan dikelola oleh 2 Mahasiswa dari Universitas Wijaya Kartika ( UWIKA ) dalam Bimbingan dan Monitor Rektor Dr F Priyo Suprobo.,M.T Selasa,30/01/24

Ide Cemerlang ini muncul ketika 2 Mahasiswa UWIKA ini sebut saja Lina Tanias dan Yesicca Yonathan yang telah menimbang dengan cara esensi Modal dan Sosial serta manfaat Kesehatan yang sangat besar dan luar biasa

Awal mula Organisasi Senam Tera Indonesia (OSTI) ini berdiri sejak 2 Agustus 1998, Senam ini diadopsi dari Senam/ Bela diri Kungfu "Tai Chi" (China) oleh Bambang dan di Resmikan Presiden Soeharto berganti nama menjadi Senam Tera Indonesia ( STI )

Lanjut " Dr Priyo ( Rektor UWIKA ) Menyampaikan bahwa Senam Tera Indonesia

Merupakan organisasi nonlaba yang bertujuan mengajak Anggota Serta Masyarakat

Indeks Berita

y

(24)

bugar bersama dengan berolahraga Setiap harinya bisa membakar /Mengurangi Kalori dari dalam tubuh

Manfaat Senam Tera ini bukan hanya Olahraga untuk Sehat dan Bugar saja tapi senam ini juga bisa Menciptakan Tubuh yang Ideal ( Langsing ) juga bisa Mengencangkan otot dan Awet Muda dengan berolahraga badan kita akan menjadi fit Setiap harinya

Jadwalnya yang ditentukan dari Komunitas Senam Mulai hari Senin - Sabtu dari pukul 05.30 - 06.30 Wib diLapangan Central Park, Mulyorejo Surabaya

Ternyata Senam ini terdiri dari berbagai Macam senam yang dapat diikuti oleh semua anggotanya setiap hari diantaranya adalah senam aerobic, linedance, Senam paket, Senam beban dan Senam kreasi juga ada yang bersepeda bersama (gowes) yang bisa di ikuti Anggota baik anak - anak, remaja dan orang tua pada hari Minggu pagi mulai dari pukul 05.30 Wib - Selesai

Masih" Dr Priyo F ( Rektor UWIKA ) Menambahkan tempat dan Fasilitas yang telah dipersiapkan Panitia dari Universitas Wijaya Kartika ( UWIKA ) dengan berbagai tujuan Destinasi wisata dalam kota yang menarik dan sambil berolahraga seluruh anggota juga bisa mencicipi Wisata kuliner yang ada dilokasi dengan berbagai menu yang Sehat dan Saat ini Jumlah anggota sudah di rekrut mencapai kurang lebih 220 orang diluar pengurus dan peraga" Tuturnya

Melalui mata kuliah Pendidikan Kewarganegaraan, 2 Mahasiswa ini telah mampu memetakan bahwa terdapat nilai-nilai modal sosial yang Cukup Besar dan mampu menyatukan berbagai Suku, Usia, Sosial Ekonomi bahkan pangkat maupun derajat"

Kata Beliaunya

Senam ini juga mengandung Filosofi yang Kuat yang berarti juga Senam Sehat,

Tenteram dan Indah.Seperti Makna yang Mendasar dari Senam tera ini maka senam ini mengedepankan roh semangat atas jiwa sosial yang tinggi, berbela rasa, berbagi rasa, bebas dan sukarela untuk membuat anggota merasa nyaman, saling menghormati, menghargai, dan saling mendukung satu sama lain dengan tidak membicarakan SARA, Politik, dan materi perbedaan lainnya.

Perkuliahan Pendidikan Kewarganegaraan di UWIKA sepertinya sudah tidak sama

(25)

bekerjasama, berelasi dengan masyarakat, dan membentuk karakter bangsa yang kuat ditempuh dengan cara yang smart, yakni tidak perlu jauh-jauh, mahal, dan syarat atas target-target perubahan yang signifikan.

Dengan nilai-nilai multikultural dan sikap hidup toleransi tidak lagi hanya selesai di pembahasan tekstual teoritis di kelas-kelas. UWIKA telah membuktikannya melalui para mahasiswa tersebut bahwa dengan membawa segala wawasan ditancapkan bersama dengan mengenal lingkungan, mendalaminya, mendampingi, bahkan hidup bersama mengalami dinamika dengan mereka, maka segala yang dipelajari akan terus menjadi ilmu dan Wawasan yang luar biasa" Pungkas Dr Priyo F ( Rektor UWIKA Surabaya). ( Willy.k)

Editor : zonaperistiwa

Modal Sosial Senam Tera Indonesia ( STI ) di Rangkul Universitas Wijaya Kar

Berita Terbaru

Polri 6 Jam Yang Lalu

H-14 Pemilu Polda Bali ajak masyarakat Jaga Situasi Kamtibmas

BALI,ZONAPERISTIWA.COM Kasatgas Humas Operasi Mantap Brata Kombes Pol Jansen Avitus Panjaitan S.I.K., M.H., memasuki H-14 Pemilu 2024 ajak

Polri 6 Jam Yang Lalu

Minimalisir Kerawanan Kamtibmas Jelang Pencoblosan Polsek Denbar Optimalkan Patroli Tiga Pilar

BALI,ZONAPERISTIWA.COM Denpasar - Polsek Denpasar Barat (Polsek Denbar) bersama TNI dan ASN dari Aparatur Desa maupun Kelurahan gencar menciptakan

Polri 8 Jam Yang Lalu

Terkait Pencurian Viral Di Medsos Polda Bali Berhasil Amankan Pelaku

BALI,ZONAPERISTIWA.COM Kabid Humas Polda Bali Kombes Pol Jansen Avitus Panjaitan S.I.K., M.H., membenarkan pelaku saat ini sudah

(26)

Pendidikan 14 Jam Yang Lalu

Modal Sosial Senam Tera Indonesia ( STI ) di Rangkul Universitas Wijaya Kartika

Surabaya,zonaperistiwa.com - Paguyuban Organisasi Senam Tera Indonesia ( OSTI ) yang terkenal di Mulyorejo,Surabaya Rencana akan dikelola oleh 2

Ekonomi & Bisnis 15 Jam Yang Lalu

Pemenuhan Kebutuhan Uang Periode Pemilu, BI Jatim Siapkan 500 Titik Layanan Penukaran

Zonaperistiwa SURABAYA - Bincang Bareng Media (BBM) edisi bulan Januari 2024 digelar di Ruang Blambangan Lt. 4 Kantor Perwakilan Bank Indonesia…

Pendidikan 21 Jam Yang Lalu

KONSISTEN MENDUKUNG POTENSI SMK, WARINGIN

HOSPITALITY BERIKAN BEASISWA BAGI BEST TRAINEE TAHAP KE-8

Zonaperistiwa Surabaya - Memasuki awal tahun 2024 , Waringin Hospitality Hotel Group kembali mendukung pendidikan perhotelan di Indonesia dengan…

Konten media kolaborasi Aliansi Wartawan Surabaya

Rabu, 31 Jan 2024 14:35 WIB

Mayjen TNI Rafael Minta Prajurit dan Persit Bijak Bermedsos dan Netral dalam Pemilu Mendatang

awsnews.id

Referensi

Dokumen terkait