• Tidak ada hasil yang ditemukan

PENGUKURAN PAPARAN DAPAT DILAKUKAN SECARA KUALITATIF

N/A
N/A
Nurmaladewi Watukila

Academic year: 2024

Membagikan "PENGUKURAN PAPARAN DAPAT DILAKUKAN SECARA KUALITATIF"

Copied!
15
0
0

Teks penuh

(1)

PAPARAN

(2)

PAPARAN

Pengalaman yang didapat

populasi atau organisme akibat terkena atau terjadinya kontak dengan suatu faktor agent

potensial yang berasal dari

lingkungan

.

(3)

Paparan dapat dibedakan dari istilah dosis yang diartikan sebagai jumlah zat yang masuk atau berada di dalam tubuh organisme.

Paparan dapat diukur dari luar, jadi belum tentu sama dengan jumlah yang memasuki tubuh. Jenis paparan dilihat dari sifat pemapar seperti zat kimiawi, fisika, biologis, atau campuran.

(4)

PENGUKURAN PAPARAN

DAPAT DILAKUKAN SECARA KUALITATIF

Contoh pengukuran kualitatif adalah apabila data didapat

dengan cara wawancara

ataupun kuesioner tentang

kebiasaan, kepercayaan, dan

lain-lainnya

.

(5)

PENGUKURAN KUANTITATIF

Pengukuran kuantitatif dapat

disamakan dengan pemantauan atau sistem pengukuran,

observasi yang bersifat kontinu

dengan tujuan tertentu.

(6)

Beberapa hal yang perlu

diperhatikan dalam melakukan

pengukuran adalah pengambilan sampel untuk mengukur

konsentrasi faktor pemapar : apa yang akan diukur, dimana,

berapa lama, ketelitian yang dikehendaki, metode dan

prosedur yang digunakan,

instrumentasi yang dipakai.

(7)

KARAKTERISTIK PAPARAN

Faktor utama yang mempengaruhi toksisitas yang berhubungan dengan situasi pemaparan terhadap bahan kimia tertentu adalah jalur masuk ke dalam tubuh, jangka waktu dan frekuensi

pemaparan.

(8)

JALUR MASUK DAN TEMPAT PEMAPARAN :

Jalur utama dimana bahan toksik dapat masuk ke dalam tubuh manusia adalah

1. Melalui saluran pencernaan atau gastro intestinal (menelan/ingesti) 2. Paru-paru (inhalasi), kulit (topikal)

3. Jalur parenteral lainnya (selain saluran usu/intestinal) 4. intramuscular, intradermal, dan subcutaneus.

Jalan masuk paparan yang bersumber dari industri umumnya

melalui kulit atau terhirup, sedangkan kejadian keracunan umumnya tertelan (ingestion).

(9)

JANGKA WAKTU DAN

FREKUENSI PEMAPARAN

Ahli toksikologi membagi paparan akibat bahan kimia yaitu : 1. Akut

2. Subakut 3. Subkronis 4. Kronis

(10)

ALIRAN TOKSIKAN DALAM TUBUH DAN LINGKUNGAN

1. Dinamika Bahan Toksik di Lingkungan : air, udara, tanah

(11)

2. PERJALANAN BAHAN TOKSIK DALAM TUBUH MANUSIA :

Setelah mengalami perjalanan panjang dalam lingkungan, maka toksikan akhirnya secara umum akan masuk ke dalam tubuh

manusia melalui jalur pencernaan, pernafasan dan kontak dengan kulit. Namun secara khusus dengan rekayasa manusia sendiri

toksikan dapat pula masuk ke dalam tubuh dengan jalan

intravenous, intraperitoneal, subcutaneous, dan intramuscular.

(12)

ABSORPSI TOKSIKAN

Absorpsi merupakan perpindahan toksikan dari luar organisme menuju ke aliran darah dari organisme.

1. Absorpsi toksikan dalam tubuh dapat terjadi pada beberapa bagian/organ tubuh, diantaranya (Mukono, 2010): 1) Adsorpsi toksikan pada saluran pencernaan.

2. Adsorpsi usus kecil (intestinal).

3. Absorpsi toksikan pada paru.

4. Absorpsi toksikan pada kulit.

(13)

DISTRIBUSI TOKSIKAN.

Kadar toksikan yang terkandung dalam darah tergantung pada cairan plasma, cairan intertitial dan cairan intracelular. Setelah

toksikan memasuki darah akan didistribusi dengan cepat ke seluruh tubuh. Laju distribusi akan menuju ke setiap organ di dalam tubuh.

Mudah tidaknya zat toksikan melewati dinding kapiler dan membran sel dari suatu jaringan sangat ditentukan oleh aliran darah ke organ tersebut

(14)

METABOLISME TOKSIKAN

Dalam proses metabolisme bahan toksik yang perlu diamati adalah tingkat keracunan/toksisitas bahan toksik tersebut dan kualitas

serta kuantitas kerusakan yang disebabkan oleh bahan toksik

tersebut. Pada metabolisme toksikan dalam tubuh manusia, harus diperhatikan beberapa faktor seperti dibawah ini, yaitu :

1) Adanya bahan toksik.

2) Pemakaian bahan toksik.

3) Selektivitas bahan toksik.

(15)

EKSKRESI TOKSIKAN

Toksikan dapat dieliminasi dari tubuh melalui beberapa rute. Ginjal merupakan organ penting untuk mengeluarkan racun. Beberapa

toksikan diubah terlebih dahulu menjadi bahan yang larut dalam air sebelum dikeluarkan dari tubuh. Rute lain yang menjadi lintasan

utama untuk beberapa senyawa tertentu diantaranya liver dan sistem empedu.

Referensi

Dokumen terkait