PAPARAN
PAPARAN
Pengalaman yang didapat
populasi atau organisme akibat terkena atau terjadinya kontak dengan suatu faktor agent
potensial yang berasal dari
lingkungan
.Paparan dapat dibedakan dari istilah dosis yang diartikan sebagai jumlah zat yang masuk atau berada di dalam tubuh organisme.
Paparan dapat diukur dari luar, jadi belum tentu sama dengan jumlah yang memasuki tubuh. Jenis paparan dilihat dari sifat pemapar seperti zat kimiawi, fisika, biologis, atau campuran.
PENGUKURAN PAPARAN
DAPAT DILAKUKAN SECARA KUALITATIF
Contoh pengukuran kualitatif adalah apabila data didapat
dengan cara wawancara
ataupun kuesioner tentang
kebiasaan, kepercayaan, dan
lain-lainnya
.PENGUKURAN KUANTITATIF
Pengukuran kuantitatif dapat
disamakan dengan pemantauan atau sistem pengukuran,
observasi yang bersifat kontinu
dengan tujuan tertentu.
Beberapa hal yang perlu
diperhatikan dalam melakukan
pengukuran adalah pengambilan sampel untuk mengukur
konsentrasi faktor pemapar : apa yang akan diukur, dimana,
berapa lama, ketelitian yang dikehendaki, metode dan
prosedur yang digunakan,
instrumentasi yang dipakai.
KARAKTERISTIK PAPARAN
Faktor utama yang mempengaruhi toksisitas yang berhubungan dengan situasi pemaparan terhadap bahan kimia tertentu adalah jalur masuk ke dalam tubuh, jangka waktu dan frekuensi
pemaparan.
JALUR MASUK DAN TEMPAT PEMAPARAN :
Jalur utama dimana bahan toksik dapat masuk ke dalam tubuh manusia adalah
1. Melalui saluran pencernaan atau gastro intestinal (menelan/ingesti) 2. Paru-paru (inhalasi), kulit (topikal)
3. Jalur parenteral lainnya (selain saluran usu/intestinal) 4. intramuscular, intradermal, dan subcutaneus.
Jalan masuk paparan yang bersumber dari industri umumnya
melalui kulit atau terhirup, sedangkan kejadian keracunan umumnya tertelan (ingestion).
JANGKA WAKTU DAN
FREKUENSI PEMAPARAN
Ahli toksikologi membagi paparan akibat bahan kimia yaitu : 1. Akut
2. Subakut 3. Subkronis 4. Kronis
ALIRAN TOKSIKAN DALAM TUBUH DAN LINGKUNGAN
1. Dinamika Bahan Toksik di Lingkungan : air, udara, tanah
2. PERJALANAN BAHAN TOKSIK DALAM TUBUH MANUSIA :
Setelah mengalami perjalanan panjang dalam lingkungan, maka toksikan akhirnya secara umum akan masuk ke dalam tubuh
manusia melalui jalur pencernaan, pernafasan dan kontak dengan kulit. Namun secara khusus dengan rekayasa manusia sendiri
toksikan dapat pula masuk ke dalam tubuh dengan jalan
intravenous, intraperitoneal, subcutaneous, dan intramuscular.
ABSORPSI TOKSIKAN
Absorpsi merupakan perpindahan toksikan dari luar organisme menuju ke aliran darah dari organisme.
1. Absorpsi toksikan dalam tubuh dapat terjadi pada beberapa bagian/organ tubuh, diantaranya (Mukono, 2010): 1) Adsorpsi toksikan pada saluran pencernaan.
2. Adsorpsi usus kecil (intestinal).
3. Absorpsi toksikan pada paru.
4. Absorpsi toksikan pada kulit.
DISTRIBUSI TOKSIKAN.
Kadar toksikan yang terkandung dalam darah tergantung pada cairan plasma, cairan intertitial dan cairan intracelular. Setelah
toksikan memasuki darah akan didistribusi dengan cepat ke seluruh tubuh. Laju distribusi akan menuju ke setiap organ di dalam tubuh.
Mudah tidaknya zat toksikan melewati dinding kapiler dan membran sel dari suatu jaringan sangat ditentukan oleh aliran darah ke organ tersebut
METABOLISME TOKSIKAN
Dalam proses metabolisme bahan toksik yang perlu diamati adalah tingkat keracunan/toksisitas bahan toksik tersebut dan kualitas
serta kuantitas kerusakan yang disebabkan oleh bahan toksik
tersebut. Pada metabolisme toksikan dalam tubuh manusia, harus diperhatikan beberapa faktor seperti dibawah ini, yaitu :
1) Adanya bahan toksik.
2) Pemakaian bahan toksik.
3) Selektivitas bahan toksik.
EKSKRESI TOKSIKAN
Toksikan dapat dieliminasi dari tubuh melalui beberapa rute. Ginjal merupakan organ penting untuk mengeluarkan racun. Beberapa
toksikan diubah terlebih dahulu menjadi bahan yang larut dalam air sebelum dikeluarkan dari tubuh. Rute lain yang menjadi lintasan
utama untuk beberapa senyawa tertentu diantaranya liver dan sistem empedu.