• Tidak ada hasil yang ditemukan

PENINGKATAN KINERJA

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2023

Membagikan "PENINGKATAN KINERJA "

Copied!
165
0
0

Teks penuh

PENDAHULUAN

Latar Belakang

Hasil observasi awal peneliti menyimpulkan Balai Besar Pendidikan dan Pelatihan Kesejahteraan Sosial (BBPPKS) Makassar memiliki jumlah pegawai sebanyak empat puluh tujuh orang per orang. Namun penelitian ini penting dan fokus pada hasil kinerja pegawai Balai Pendidikan dan Pelatihan Kesejahteraan Sosial (BPPPKS) Makassar yang fokus pada penilaian evaluasi kerja pegawai guna mengetahui tingkat keberhasilan kinerja pegawai dan dapat juga dapat digunakan sebagai pedoman yang berguna.

Rumusan Masalah

Bagaimana kreatifitas dalam melakukan kegiatan asesmen di Pusdiklat Kesejahteraan Sosial Makassar. Bagaimana kerjasama pegawai dalam pembuatan kegiatan asesmen di Pusdiklat Kesos Makassar.

Tujuan Penelitian

Bagaimana kehandalan pegawai diperluas pada seluruh kegiatan penilaian di Pusdiklat Kesos Makassar. Kerjasama pegawai yang berpengetahuan dalam penjabaran kegiatan penilaian di Balai Diklat Kesejahteraan Sosial Makassar.

Manfaat Penelitian

Pengakuan terhadap mutu kerja dalam pengolahan kegiatan evaluasi di Pusdiklat Kesejahteraan Sosial Makassar. Mengenali kreativitas dalam mengolah kegiatan penilaian di Pusdiklat Kesos Makassar.

TINJAUAN PUSTAKA

Penelitian Terdahulu

Berfokus pada penilaian hasil kinerja pegawai dalam memberikan pelayanan, khususnya pada kualitas pelayanan, komunikasi, kecepatan, kemampuan, dan inisiatif pegawai. Hasil penelitian terdahulu mengenai kinerja pegawai ASN juga menyimpulkan bahwa tanggung jawab dan kedisiplinan pegawai masih kurang, sehingga jika hal ini terus terjadi maka akan berdampak pada kurangnya kualitas output.

Teori dan Konsep

  • Pengertian Elaborasi
  • Pengertian Assessment
  • Fungsi, tujuan dan tahapan Assessment
  • Dimensi dan Tipe Assessment
  • Pengertian Kinerja Pegawai

Kinerja (prestasi kerja) adalah hasil kerja dari segi kualitas dan kuantitas yang dicapai oleh seorang pegawai dalam melaksanakan tugasnya sesuai dengan tanggung jawab yang diberikan kepadanya.” Oleh karena itu hendaknya pegawai ditempatkan pada pekerjaan yang sesuai dengan keahliannya. (orang yang tepat di tempat yang tepat, orang yang tepat di pekerjaan yang tepat).

Kerangka Pikir

Penelitian mengenai penciptaan evaluasi pegawai dalam upaya meningkatkan kinerja pegawai di Balai Besar Pendidikan dan Pelatihan Kesejahteraan Sosial (BBPPKS) Makassar ini akan dianalisis berdasarkan dimensi atau kriteria evaluasi menurut Faustino Cardoso Gomes dalam Parawu (2015), yaitu : (1) Jumlah pekerjaan ; (2) kualitas pekerjaan; (3) pengetahuan kerja; (4) Kreativitas; (5) kerjasama; (6) Keandalan; (7) inisiatif; (8) Karakteristik pribadi. Hasil penelitian ini nantinya diharapkan menjadi rekomendasi bagi Balai Besar Pendidikan dan Pelatihan Kesejahteraan Sosial (BBPPKS) Makassar agar kegiatan penilaian kinerja dalam meningkatkan kinerja pekerja kantoran dapat mempertahankan atau meningkatkan kinerja.

Fokus Penelitian

Penjelasan mengenai penilaian pegawai, yaitu penjelasan dan penelaahan secara cermat dan menyeluruh terhadap penilaian atau pengukuran kinerja pegawai dalam jangka waktu tertentu, dicatat dalam suatu catatan yang akan dijadikan acuan penilaian pegawai dan akan digunakan untuk pengembangan organisasi. sumber daya, khususnya di bidang sumber daya manusia: pemanfaatannya dinilai kurang optimal. Mengenai penjabaran penilaian pegawai dalam upaya meningkatkan kinerja pegawai pada Balai Besar Pendidikan dan Pelatihan Kesejahteraan Sosial (BBPPKS) Makassar, maka akan dianalisis berdasarkan dimensi atau kriteria penilaian menurut Faustino Cardoso Gomes dalam Parawu, (2015)), yaitu: (1) Jumlah pekerjaan; (2) Kualitas pekerjaan; (3) Pengetahuan profesional; (4) kreativitas; (5) Kolaborasi; (6) Keandalan; (7) Inisiatif; (8) Kualitas pribadi.

Deskripsi Fokus Penelitian

Pegawai Balai Besar Pendidikan dan Pelatihan Kesejahteraan Sosial (BBPPKS) Makassar mengetahui dengan jelas peran dan tanggung jawab pekerjaannya dalam pengelolaan ilmu dan pelaksanaannya. Sebuah jawaban yang dimiliki oleh pegawai Balai Besar Pendidikan dan Pelatihan Kesejahteraan Sosial (BBPPKS) Makassar tentang proses pemberian pelayanan/solusi terkait permasalahan yang muncul.

METODE PENELITIAN

  • Waktu dan Lokasi
  • Jenis dan Tipe Penelitian
  • Sumber Data
  • Informan
  • Teknik Pengumpulan Data
  • Teknik Analisis Data
  • Teknik Pengabsahan Data

Informan penelitian ini adalah pegawai Balai Besar Pendidikan dan Pelatihan Kesejahteraan Sosial (BBPPKS) Makassar. Berdasarkan penelitian yang dilakukan penulis di Balai Besar Pendidikan dan Pelatihan Kesejahteraan Sosial (BBPPKS). Selanjutnya peneliti mewawancarai informan pegawai Pusdiklat Kesos Makassar dengan pertanyaan yang sama.

Berikut ini diuraikan temuan penelitian mengenai penyusunan penilaian pegawai untuk meningkatkan kinerja pegawai di Balai Besar Pendidikan dan Pelatihan Kesejahteraan Sosial (BBPPKS) Makassar. Kuantitas pekerjaan adalah banyaknya pekerjaan yang dapat dilakukan oleh pegawai Pusdiklat Kesejahteraan Sosial. Balai Besar Pendidikan dan Pelatihan Kesejahteraan Sosial (BBPPKS) Makassar melakukan pemantauan kinerja untuk menjaga kinerja pegawai guna meningkatkan kinerja.

Apakah pegawai Balai Besar Pendidikan dan Pelatihan Kesejahteraan Sosial (BBPPKS) Makassar memiliki jiwa kepemimpinan dan integritas pribadi? Apakah pegawai Balai Besar Pelatihan dan Kesejahteraan Sosial (BBPPKS) Makassar mencapai kualitas yang sama dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat seperti.

Tabel 3.1 Tabel Informan
Tabel 3.1 Tabel Informan

HASIL PENELI TIAN DAN PEMBAHASAN

Diskripsi Singkat Obyek Penelitian

Hasil Penelitian

Makassar melalui Surat Keputusan Nomor: 53/HUK/2003 tentang Organisasi dan Tata Kerja Pusat Pendidikan dan Pelatihan Kesejahteraan Sosial. Selanjutnya peneliti melakukan wawancara dengan informan kepala Balai Besar Pendidikan dan Pelatihan Kesejahteraan Sosial (BBPPKS) Makassar untuk menanyakan bagaimana proses penilaian pegawai membantu meningkatkan kinerja pegawai di kantor tersebut. Bagi saya sebagai pegawai yang juga menjadi asisten Kepala Balai Besar Pendidikan dan Pelatihan Kesejahteraan Sosial (BBPPKS) Makassar dalam proses pemberian pelayanan.

Selanjutnya peneliti mewawancarai informan yaitu Kepala Balai Besar Pendidikan dan Pelatihan Kesejahteraan Sosial Makassar untuk menanyakan proses evaluasi peningkatan kinerja pegawai berdasarkan jumlah pekerjaan yang dapat dilakukan pegawai. Berikut ini data hasil survei kepuasan masyarakat terhadap pelayanan yang diberikan oleh pegawai Pusdiklat Kesejahteraan Sosial Makassar. Berikut informasi standar kualifikasi yang dibutuhkan pegawai Balai Besar Pendidikan dan Pelatihan Kesejahteraan Sosial (BBPPKS) Makassar dalam menjalankan tugas pokok dan fungsinya sesuai jabatannya.

Hasil wawancara dengan informan pegawai Bagian Kearsipan dan Humas dapat diartikan menunjukkan pengetahuan kerja pegawai Pusdiklat Kesejahteraan Sosial dalam pelaksanaannya. Berbagai pelatihan dan pendidikan menjadi sarana yang digunakan untuk mengembangkan keterampilan pribadi pegawai Balai Diklat Kesejahteraan Sosial Makassar. Peneliti kemudian melakukan wawancara kepada informan Direktur Pusdiklat Kesos Makassar untuk menanyakan bagaimana proses evaluasi yang digunakan untuk meningkatkan kinerja pegawai berdasarkan kehandalan yang ditunjukkan pegawai balai tersebut.

Suatu sikap yang menunjukkan semangat pegawai Pusdiklat Kesos Makassar dalam menjalankan tugas baru ke arah peningkatan tanggung jawab. Hasil wawancara dengan informan pegawai Bagian Kearsipan dan Humas dapat diartikan bahwa inisiatif pegawai Pusat Pendidikan dan Pelatihan Kesejahteraan Sosial dalam pelaksanaannya sudah sesuai dengan tugas pokok dan fungsinya. Peneliti selanjutnya melakukan wawancara kepada informan Direktur Pusdiklat Kesos Makassar untuk menanyakan bagaimana proses evaluasi yang digunakan untuk meningkatkan kinerja pegawai berdasarkan kualitas pribadi yang ditunjukkan oleh pegawai.

Tabel 2.1 : Tabel Penelitian  Terdahulu
Tabel 2.1 : Tabel Penelitian Terdahulu

Pembahasan

Pegawai dalam produksi volume tenaga kerja dijelaskan lebih detail pada kegiatan evaluasi pegawai peningkatan kinerja pegawai BBPPKS Makassar. Dalam menciptakan kualitas kerja pegawai, kegiatan evaluasi pegawai dirancang untuk meningkatkan kinerja pegawai di BBPPKS Makassar. Penerapan pengetahuan kerja dalam produksi kegiatan evaluasi pegawai dalam meningkatkan kinerja pegawai di BBPPKS Makassar.

Teori indikator inisiatif yang dikemukakan oleh Faustino Cardoso Gomes di Parawu cocok diterapkan di Balai Diklat Kesejahteraan Sosial Makassar karena sesuai dengan semangat tanggung jawab pegawai dalam melaksanakan tugas dan mengambil tindakan untuk menghadapi permasalahan. Karakteristik pribadi pegawai dijabarkan dalam kegiatan penilaian pegawai untuk meningkatkan kinerja pegawai di BBPKS Makassar. Apakah karyawan menjalankan tugasnya berdasarkan semangat tugas dan tanggung jawab terpenting setiap karyawan untuk meningkatkan tanggung jawabnya?

Jika ada yang tidak sesuai dengan mutu pekerjaan, apa yang akan dilakukan pegawai dalam memberikan pelayanan? Apakah karyawan menjalankan tugasnya berdasarkan semangat tugas dan tanggung jawab terpenting setiap karyawan untuk meningkatkan tanggung jawabnya?

PENUTUP

Kesimpulan

Dari segi jumlah pekerjaan menunjukkan bahwa dalam melaksanakan tugasnya khususnya dalam memberikan pelayanan, pegawai telah bekerja dengan baik walaupun belum mampu menghasilkan jumlah pekerjaan sesuai tujuannya dan harus ditingkatkan. Pada tahun 2021 terdapat realisasi pencapaian target sebesar 50% yang terlihat dari keberhasilan beberapa pelaksanaan pelayanan dan hasil luaran berupa dokumen yang lengkap. Aspek kualitas kerja menunjukkan bahwa pegawai mampu menghasilkan hasil kerja yang berkualitas dan memenuhi kebutuhan pengabdian kepada masyarakat. Pegawai telah memberikan pelayanan yang terbaik sesuai dengan standar yang ditetapkan pusat dalam pelaksanaan tugas pokoknya, mereka berusaha mencari jawaban/solusi terhadap permasalahan, jika tidak mampu menyelesaikan permasalahan, misalnya permasalahan tidak sesuai. dengan bidangnya.

Aspek pengetahuan kerja menunjukkan bahwa pegawai mempunyai pengetahuan dan keterampilan yang cukup sehubungan dengan pekerjaan atau tanggung jawab yang dilakukannya. Dari segi kerjasama, pegawai telah mewujudkan kerjasama antar anggota organisasi dalam menjalankan tugas dan pelayanannya. Aspek reliabilitas menunjukkan hubungan kesadaran dan kepercayaan terhadap kehadiran pegawai adalah baik.

Aspek inisiatif menunjukkan bahwa semangat pegawai untuk meningkatkan tanggung jawab sesuai dengan tugas dan fungsinya masing-masing telah teraktualisasi dengan baik. Aspek karakteristik pribadi menunjukkan bahwa karyawan dan manajer telah memiliki jiwa kepemimpinan dan integritas pribadi yang baik.

Saran

Sebagai pengelola kantor, apakah menurut Anda setiap pegawai Balai Besar Pelatihan dan Kesejahteraan Sosial (BBPPKS) Makassar dalam kegiatan pelayanan mampu memenuhi kebutuhan penerima layanan? Apakah pegawai Balai Besar Pendidikan dan Pelatihan Kesejahteraan Sosial (BBPPKS) Makassar bersedia bekerjasama dengan anggota organisasi lainnya dalam melaksanakan tugasnya? Apakah pegawai Balai Besar Pendidikan dan Pelatihan Kesejahteraan Sosial (BBPPKS) Makassar mencapai target jumlah pekerja dalam jangka waktu tertentu dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat?

Apakah pegawai Balai Besar Pendidikan dan Pelatihan Kesejahteraan Sosial (BBPPKS) Makassar mempunyai pengetahuan dan keterampilan di atas rata-rata terkait pekerjaan yang dijalaninya? Menurut Anda, selama melayani kebutuhan di Balai Besar Pendidikan dan Pelatihan Kesejahteraan Sosial (BBPPKS) Makassar, pernahkah ada permintaan layanan yang belum terpenuhi? Menurut Anda, dalam memenuhi kebutuhan di Pusdiklat Kesejahteraan Sosial (SSWEC), bagaimana kualitas pelayanan yang diberikan?

Apakah menurut Anda petugas Balai Besar Pendidikan dan Pelatihan Kesejahteraan Sosial (BBPPKS) Makassar memiliki pengetahuan dan keterampilan yang sesuai dengan kebutuhan Anda saat menerima layanan? Apabila Anda datang ke Balai Besar Pendidikan dan Pelatihan Kesejahteraan Sosial (BBPPKS) Makassar dengan pertanyaan menarik, apakah Anda datang lebih awal sebelum petugas?

Gambar

Tabel 2.1        Tabel Penelitian  Terdahulu.............................................................10  Tabel 3.1     Tabel Informan  Penelitian..............................................................42  Tabel 4.1        Tabel Sarana Dan Prasara
Gambar 2.1       Gambar Kerangka Pikir................................................................34  Gambar 4.1       Grafik  Jumlah  Seluruh  Pegawai Balai Besar Pendidikan  dan
Tabel 2.1 : Tabel Penelitian  Terdahulu
Gambar  2.1 Kerangka pikir
+7

Referensi

Dokumen terkait

Balai Besar Pendidikan dan Pelatihan Kesejahteraan Sosial (BBPPKS) Bandung sesuai tugan dan fungsi lembaga menyelenggarakan pelatihan perlindungan anak terhadap Tenaga

Soeharso Surakarta, tujuan untuk mengetahui pengaruh tingkat pendidikan, masa kerja terhadap kinerja pegawai pada Balai Besar Rehabilitasi Sosial Bina Daksa (BBRSBD) Prof.

Pokja Pengadaan Barang/Jasa ULP Kementerian Sosial RI, Balai Besar Pendidikan dan Pelatihan Kesejahteraan Sosial (BBPPKS) Makassar akan melaksanakan Pemilihan

BALAI BESAR PENDIDIKAN DAN PELATIHAN KESEJAHTERAAN SOSIAL (BBPPKS) MAKASSAR POKJA PENGADAAN BARANG DAN JASA.. Jalan Perintis

Hasil pengukuran kinerja/kesepakatan kinerja/perjanjian kinerja antara Kepala Badan PPSDMP dan Kepala Balai Besar Pelatihan Pertanian Binuang untuk mewujudkan

Implementasi Manajemen Stratejik dalam Pengembangan Program Pendidikan dan Pelatihan di Era Otonomi Daerah Pada Balai Besar Pendidikan dan Pelatihan Kesejahteraan Sosial

Dalam rangka untuk mengetahui pengaruh pelatihan, tingkat pendidikan dan budaya kerja terhadap kinerja pegawai Studi pada pegawai Kantor Camat Puding Besar Kabupaten

Berkenaan hal tersebut Balai Besar Pendidikan dan Pelatihan Kesejahteraan Sosial (BBPPKS) Bandung yang merupakan unit pelaksana tekhnis (UPT) Badan Pelatihan