• Tidak ada hasil yang ditemukan

penjelasan - Otoritas Jasa Keuangan

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2023

Membagikan "penjelasan - Otoritas Jasa Keuangan"

Copied!
3
0
0

Teks penuh

(1)

- 1 -

PENJELASAN ATAS

PERATURAN OTORITAS JASA KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA

NOMOR /POJK.03/2019 TENTANG

PERUBAHAN ATAS PERATURAN OTORITAS JASA KEUANGAN NOMOR 19/POJK.03/2017 TENTANG PENETAPAN STATUS DAN TINDAK LANJUT

PENGAWASAN BANK PERKREDITAN RAKYAT DAN BANK PEMBIAYAAN RAKYAT SYARIAH

I. UMUM

Dalam rangka penerapan manajemen risiko dan tata kelola bank perkreditan rakyat, perlu dilakukan perubahan terhadap sistem penilaian tingkat kesehatan bank perkreditan rakyat. Penilaian tingkat kesehatan tersebut berkaitan dengan salah satu kriteria bank perkreditan rakyat dalam pengawasan intensif. Dengan mempertimbangkan bahwa saat ini sedang dilakukan perubahan terhadap sistem penilaian tingkat kesehatan, pengaturan mengenai penilaian tingkat kesehatan masih mengacu pada ketentuan yang saat ini berlaku sampai dengan diterbitkannya ketentuan yang baru.

Dalam pelaksanaan pemeriksaan, pengawas menetapkan tindakan pengawasan dengan mewajibkan bank perkreditan rakyat dan bank pembiayaan rakyat syariah untuk menyusun rencana tindak dalam rangka penyelesaian permasalahan berdasarkan hasil temuan pengawas dalam pemeriksaan tersebut. Tindakan pengawasan tersebut juga diterapkan untuk mencegah agar bank perkreditan rakyat dan bank pembiayaan rakyat syariah tidak memenuhi kriteria sebagai bank perkreditan rakyat dan bank pembiayaan rakyat syariah dalam pengawasan intensif. Dengan mempertimbangkan hal tersebut, tindakan pengawasan tersebut tidak perlu diatur dalam ketentuan mengenai penetapan status dan tindak lanjut

(2)

- 2 -

pengawasan bank perkreditan rakyat dan bank pembiayaan rakyat syariah, namun menjadi muatan dalam ketentuan mengenai penilaian tingkat kesehatan bank perkreditan rakyat dan bank pembiayaan rakyat syariah.

Sehubungan dengan hal-hal tersebut, diperlukan penyesuaian terhadap ketentuan penetapan status dan tindak lanjut pengawasan bank perkreditan rakyat dan bank pembiayaan rakyat syariah.

II. PASAL DEMI PASAL

Pasal 3

Dihapus.

Pasal 5 Ayat (1)

Huruf a

Kewajiban BPR atau BPRS untuk memiliki rasio KPMM mengacu pada peraturan Otoritas Jasa Keuangan mengenai KPMM dan pemenuhan modal inti minimum BPR dan peraturan Otoritas Jasa Keuangan mengenai KPMM dan pemenuhan modal inti minimum BPRS.

Huruf b

CR rata-rata selama 6 (enam) bulan terakhir dihitung berdasarkan posisi laporan bulanan BPR atau BPRS selama 6 (enam) bulan terakhir.

Huruf c

Tingkat kesehatan BPR atau BPRS adalah sebagaimana dimaksud dalam ketentuan peraturan perundang-undangan yang mengatur mengenai tata cara penilaian tingkat kesehatan BPR dan sistem penilaian tingkat kesehatan BPR berdasarkan prinsip syariah.

Yang dimaksud dengan “periode” adalah periode penilaian tingkat kesehatan BPR atau BPRS sebagaimana dimaksud dalam ketentuan peraturan perundang-undangan yang mengatur tata cara penilaian tingkat kesehatan BPR dan sistem penilaian tingkat kesehatan BPR berdasarkan prinsip syariah.

(3)

- 3 -

Ayat (2)

Cukup jelas.

Ayat (3)

Cukup jelas.

Pasal 13

Cukup jelas.

Pasal 15 Ayat (2)

Cukup jelas.

Pasal 45

Cukup jelas.

TAMBAHAN LEMBARAN NEGARA REPUBLIK INDONESIA NOMOR

Referensi

Dokumen terkait

Selain itu, diperlukan harmonisasi ketentuan Sertifikasi Kompetensi Kerja dengan Peraturan Otoritas Jasa Keuangan yang mengatur mengenai BPR dan BPRS, yang memuat

Sesuai dengan Pasal 6 Peraturan Otoritas Jasa Keuangan Nomor.../POJK.03/2016 tentang Rencana Bisnis BPR dan BPRS, Rencana Bisnis BPR paling sedikit mencakup

Berhubungan secara langsung maupun tidak langsung dengan pihak yang diperiksa atau akan diperiksa oleh OJK karena diduga melakukan pelanggaran peraturan perundang- undangan di

Yang dimaksud dengan “peraturan perundang-undangan di bidang pasar modal terkait dengan Pendanaan Perusahaan Efek”, antara lain peraturan yang mengatur mengenai

Pasal 128 1 BPR mengajukan permohonan untuk mendapatkan persetujuan prinsip perubahan bentuk badan hukum BPR sebagaimana dimaksud dalam Pasal 127 ayat 3 huruf a kepada Otoritas Jasa

Pasal 8 Ayat 1 Huruf a Yang dimaksud dengan “pegawai yang ditugaskan untuk melaksanakan kegiatan usaha yang berbasis imbalan jasa fee based” adalah pegawai Perusahaan, Unit Syariah,

Ayat 2 Sebagai contoh “proporsional” dalam ketentuan ini antara lain adalah apabila Manajer Investasi menerima Rabat dari Perantara Pedagang Efek untuk transaksi Efek yang dimaksudkan

Disgorgement Fund adalah dana yang dihimpun dari pengenaan Disgorgement kepada Pihak yang melakukan pelanggaran terhadap peraturan perundang-undangan di bidang Pasar Modal dengan tujuan