Tugas Tutorial 1
Nama : Mulyo Nugroho NIM : 042121795 Makul : Penganggaran
1. Ada beberapa alasan penting mengapa perusahaan harus melakukan perencanaan bisnis.
Alasan-lasan tersebut, antara lain, adalah bahwa rencana bisnis berfungsi sebagai alat pengawasan dan pengendalian, alat bantu dalam mecari pembiayaan, dasar pemilihan rekanan, dan memudahkan mencari sumber daya manusia berpengalaman.
a. Alat pengawasan dan pengendalian
Perencanaan bisnis yang tersusun dengan baik akan memudahkan para karyawan untuk menentukan penilaian atas kemungkinan penyimpangan pekerjaan yang dilakukan dari yang direncanakan. Perencanaan bisnis memudahkan pihak managemen untuk menentukan prioritas pekerjaan. Perencanaan bisnis berfungsi sebagai panduan untuk melaksanakan kegiatan operasioanal rutin dan berbagai program kerja lainnya.
Perencanaan bisnis yang matang dan tersampaikan kepada seluruh elemen organisasi perusahaan memastikan bahwa rencana bisnis yang tersusun akan dilaksanakan.
b. Alat bantu dalam mencari pembiayaan dari lembaga pemberi pinjaman
Perencanaan bisnis yang jelas dapat memudahkan perusahaan untuk menjalin kerja sama dengan berbagai pihak karena di dalam perencanaan bisnis terdapat aspek keuangan dan aspek pemasaran. Perencanaan bisnis yang menarik dan dianggap menguntungkan akan lebih berpeluang untuk mendapatkan pinjaman dari pihak bank, yang menjamin keberlangsungan bisnis.
c. Sebagai dasar pemilihan rekanan
Pemilihan rekanan yang tepat sangat penting dalam pengembangan bisnis. Memilih perusahaan yang akan diajak bekerja sama harus sesuai dengan rencana yang telah dikembangkan. Perusahaan yang akan dipilih untuk menjadi rekanan pun adalah perusahaan yang bisa memberikan keuntungan.
d. Memudahkan mencari sumber daya manusia berpengalaman
Perencanaan bisnis yang baik mengundang orang-orang yang potensial dan telah memiliki keahlian yang dibutuhkan untuk bergabung dengan perusahaan anda. Dalam realitas dunia bisnis, banyak sekali tawaran kepada para ahli untuk mau bekerja di perusahaan. Menawarkan kesempatan kepada para ahli yang diharapkan mau bergabung dengan cara memberikan prospek bisnis yang menarik dapat menjadi pilihan untuk merekrut orang-orang yang kita inginkan tanpa melanggar etika dalam berbisnis.
2. Analisis SWOT mengkaji keterkaitan antara kekuatan (strengths), kelemahan (weaknesses), peluang (opportunity), dan ancaman (threats). Secara garis besar, analisis SWOT membagi pengkajian menjadi (a) faktor internal (S dan W) dan (b) faktor eksternal (O dan T) perusahaan. Tujuan dari pelaksanaan analisis faktor eksternal adalah untuk mempertimbangkan peluang dan ancaman yang akan dihadapi perusahaan (dapat jangka pendek maupun jangka panjang). Sedangkan analisis internal digunakan untuk mempertimbangkan kekuatan dan kelemahan yang saat ini dimiliki oleh perusahaan untuk dapat mencapai tujuan.
Analisis internal biasanya dimulai dari pemahaman dari kemampuan perusahaan dalam mencapai berbagai faktor kuantitatif seperti angka-angka rasio keuangan, posisi daya saing, banyaknya kapitalisasi pasar, perkembangan pangsa pasar dan lain sebagainya.
Rasio-rasio keuangan yang dianalisis dengan sempurna menunjukkan kekuatan dan kelemahan internal. Atas dasar berbagai kategori pengukuran, termasuk rasio-rasio keuangan, manager melakukan penilaian kinerja masa lalu. Dalam pengukuran kinerja, manager biasanya menggunakan perpaduan antara pengukuran kinerja masa lalu, target saat ini, rata-rata industry dan kinerja pesaing.
3. Balanced scorecard dianggap sebagai alat bantu yang komprehensif dalam penyusunan rencana strategik karena mempertimbangkan permasalahan sumber daya manusia, modal, sistem informasi yang terintegrasi, unit-unit bisnis dan tim manajemen. Perpaduan antara analisis SWOT dan balanced scorecard memberikan gambaran kondisi eksternal dan internal perusahaan yang akan dikelompokkan ke dalam 4 perspektif utama (keuangan, konsumen, proses, serta pembelajaran dan pertumbuhan).
Dari sisi perspektif konsumen atau pelanggan, dapat dianalisis seberapa baik tingkat kepuasan mereka atas produk yang kita hasilkan dan seberapa baik mereka mengenal dan mengingat produk yang kita tawarkan. Perspektif proses dapat memberikan gambaran keunggulan dan kelemahan kegiatan operasional dalam menciptakan barang dan jasa yang memiliki nilai-nilai tertentu bagi konsumen. Perspektif pembelajaran dan pertumbuhan digunakan untuk mengidentifikasi berbagai kompetensi inti yang saat ini dimiliki setiap individu dalam perusahaan. Memadukan analisis SWOT dan balanced scorecard memperluas pandangan pihak managemen dalam melakukan kegiatan analisis dan merumuskan strategi.