• Tidak ada hasil yang ditemukan

PENYAKIT DEGENERATIF (THRESIA DEWI KARTINI)

N/A
N/A
Thresia Dewi Kartini Gizi

Academic year: 2024

Membagikan "PENYAKIT DEGENERATIF (THRESIA DEWI KARTINI)"

Copied!
27
0
0

Teks penuh

(1)

PENYAKIT

DEGENERATIF

THRESIA DEWI KARTINI

(2)

EPIDEMIOLOGI

WHO

Puluha n juta ORANG

DEGENERATIF

UNPRODUKTIF

DEATH

(3)

DEFINISI

Penyakit degeneratif  penyakit yg timbul akibat kemunduran

fungsi sel

Penyakit degeneratif  istilah

medis untuk menjelaskan suatu penyakit yg muncul akibat

proses kemunduran fungsi sel tubuh yaitu dari keadaan

normal menjadi lebih buruk. 

(4)

PENYEBAB PENYAKIT DEGENERATIF DARI GAYA HIDUP YANG SALAH

1. Merokok

2. Konsumsi alkohol yang berlebih 3. Kurang aktifitas fisik

(sedentary lifestyle)

4. Kurang konsumsi serat 5. Konsumsi padat energi

6. Obesitas sentral (abdominal

obesity).

(5)

MAKANAN YANG BISA JADI PENYEBAB PENYAKIT

DEGENERATIF

1. Daging berlemak 2. Junk foods

3. Soft drink (yg bergula) 4. Mentega/margarine/cre

am/santan 5. Alkohol

6. Gula

7. Minyak

(6)

DATA EPIDEMIOLOGI

Data Riset Kesehatan Dasar tahun 2013 prevalensi stroke tertinggi

terdapat di Sulawesi Selatan 17,9%

Prevalensi penyakit stroke juga

meningkat seiring bertambahnya usia. Kasus stroke tertinggi adalah usia 75 tahun keatas (43,1%) dan lebih banyak pria (7,1%)

dibandingkan dengan wanita

(6,8%) (Depkes, 2013).

(7)

Survei Sample Regristration System (SRS) pada 2014 di Indonesia

menunjukkan, Penyakit Jantung Koroner (PJK) menjadi penyebab kematian tertinggi pada semua

umur setelah stroke, yakni sebesar 12,9%, DM 6,7% dan Stroke 21,1%

Data Riskesdas tahun 2013

menunjukkan, prevalensi tertinggi untuk penyakit Kardiovaskuler di Indonesia adalah PJK, yakni

sebesar 1,5%.

DATA EPIDEMIOLOGI

(8)

DISLIPIDEMIA

Dislipidemia = suatu gangguan metabolisme lipid yg ditandai

peningkatan / penurunan kadar lipid dlm darah.

Dislipidemia secara klinis : Hiperkolesterolemia,

Hipertrigliseridemia, kombinasi hiperkolesterolemia dan

hipertrigliseridemia, isolated hipo –

hight – density lipoproteinemia.

(9)

PRIMER

Common

hypercholesterolemia

Familial

hypercholesterolemia

Remmaint (type III) hiperlipidemia

Familial combined hiperlipidemia

Familial combined hiperlipidemia

chylomicronemia syndrome

SEKUNDER

 Gagal ginjal

 Sindroma nefrotik

 Diabetes mellitus

 Sepsis

 Hipotiroidisme

 Sirosis hati

TIPE DISLIPIDEMIA

(10)

STROKE

(11)

STROKE

Kerusakan pada bagian otak yang terjadi bila pembuluh darah yang membawa oksigen dan zat-zat gizi ke bagian otak tersumbat atau

pecah

Berakibat  dapat terjadi beberapa kelainan yang berhub dengan

kemampuan makan pasien 

berakibat penurunan status gizi 

diperlukan diet khusus

(12)

ALUR PENYEMPITAN & PENYUMBATAN

PEMBULUH DARAH

(13)

DIABETES

Adalah keadaan hiperglikemia kronis, sebagai akibat dari

berbagai faktor lingkungan

atau genetik, atau keduanya

(14)

KLASIFIKASI DM

1.Tipe 1 : Insulin Dependent Diabetes Mellitus

* Juvenil diabetes (< 25 th)

* Terjadi kerusakan sel beta pankreas

karena proses autoimmune.

* Defisiensi insulin absolute

* Akut

2.Tipe 2 : Non-Insulin Diabetes Mellitus

* Resistensi Insulin

* Gangguan sekresi insulin dari sel beta pankreas

* Penyebab : Perubahan pola makan, usia lanjut, obsitas, & kurang aktivitas fisik

3. Gestasional Diabetes

(15)

1. Poliuria 2. Polidipsia 3. Dehidrasi 4. Polifagia 5. Lemas

6. Aktivitas turun 7. BB turun

8. Tekanan darah turun 9. Kesemutan, gatal,

impoten (pria),

10.Pruritus vulvae (wanita)

11.Ketoasidosis 12.Glikosuria

13.Komplikasi pembuluh darah

TANDA & GEJALA

(16)

DASAR-DASAR PENGOBATAN

1. Pengaturan DM

Makanan :

Jenis, Jumlah dan Jam

2. Obat-obatan hipoglikemik

3. Olah raga teratur 4. Pendidikan Gizi

5. Kurangi stress

(17)

OSTEOPOROSIS

(18)

Adalah penyakit metabolik tulang yg ditandai dg penurunan massa tulang progresif & perub.

mikroarsitektur tulang dg akibat meningkatnya fragilitas tulang

serta kecenderungan mengalami fraktur.

Tulang belakang, pergelangan

tangan (laki-laki), tulang panggul

(wanita)

(19)

PENYAKIT GINJAL

(20)

GAGAL GINJAL KRONIK

Gangguan fungsi ginjal yang terjadi

secara kronis (lebih dari 3 bln) dengan ditandai Laju Filtrasi Glomeruli

(LFG)/GFR

Menurunnya fungsi nefron, sehingga ginjal kehilangan kemampuan untuk mengeluarkan sisa metabolisme

nitrogen, & cairan + elektrolit.

GFR (Glomerular Filtration Rate)

menurun → kreatinin & urea klirens 

 an kemampuan untuk memekatkan

dan mengencerkan urin → asidosis

(21)

KRITERIA DERAJAT PENYAKIT GINJAL KRONIK

Derajat I = LFG ≥ 90 ml/menit/1,73 m² Derajat II = LFG ≥ 60-89

ml/menit/1,73 m²

Derajat III = LFG ≥ 30-59 ml/menit/1,73 m²

Derajat IV = LFG ≥ 15-29 ml/menit/1,73 m²

Derajat I = LFG < 15 ml/menit/1,73 m²

(22)

12/01/24

22 ISNA

KEADAAN KURANG GIZI

PROGRESIVITAS

GAGAL GINJAL ASUPAN ZAT-ZAT GIZI

TIDAK MENCUKUPI

(23)

BATU GINJAL

Merupakan salah satu masalah

yang banyak dihadapi terutama pada laki-laki usia 30-50 th,

yang juga mempunyai riwayat keturunan mengalami batu

ginjal dan seringkali timbul

berulang-ulang

(24)

MACAM-MACAM BATU GINJAL

1. Batu kalsium oksalat (60%) 2. Batu kalsium oksalat dan

kalsium fosfat (10%)

3. Batu kalsium fosfat (10%) 4. Batu asam urat (5-10%)

5. Batu struvite (5-10%) 6. Batu sistine (1%)

01/12/24

24 MI

(25)

Faktor yang Faktor yang

meningkatkan

meningkatkan Faktor yang Faktor yang menghambat menghambat

Volume urine sedikitVolume urine sedikit

OksalatOksalat

Asam uratAsam urat

NatriumNatrium

pH asampH asam

StasisStasis

KalsiumKalsium

Volume urin banyak Volume urin banyak dan lancar

dan lancar

MagnesiumMagnesium

01/12/24 MI 25

(26)

Khusus mengenai kencing manis atau DM, dapat dicegah agar tidak timbul dengan mewaspadai faktor yang

mempengaruhinya, seperti keturunan, kegemukan, hingga nutrisi yang

berlebih.

Selain itu, dapat dilakukan pengobatan sebaik-baiknya, dicegah agar tidak

terjadi komplikasi walaupun sudah sakit.

Jika sudah terjadi komplikasi, dicegah

agar tidak terjadi kecacatan lebih lanjut.

Misalnya dengan periksa mata tiap 6-12 bulan, foto dada setiap 1-2 tahun, EKG tiap 1 tahun, cek urin rutin dan periksa kaki secara berkala

(27)

Referensi

Dokumen terkait