PENYEBAB RENDAHNYA PARTISIPASI MASYARAKAT TERHADAP PROGRAM POSYANDU DI KORONG CAMPAGO KECAMATAN V
KOTO KAMPUNG DALAM KABUPATEN PADANG PARIAMAN
ARTIKEL ILMIAH
RICE YULIANA NPM. 11070205
PROGRAM STUDI PENDIDIKAN SOSIOLOGI
SEKOLAH TINGGI KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN (STKIP) PGRI SUMATERA BARAT
PADANG
2017
\I
I
HALAMAN PERSETUJUAI\ ARTIKEL
PENYEBAB
RENDAHTI"YAPARTISIPASI MASYARAKAT TERIIADAP PROGRAM POSYAIIDU DI KORONG CAMPAGO KECAMATAN V
KOTO KAMPUNGDALAM KAEUPATEN PADAI\G PARIAMAN
Nama
NIM
Program Studi Jurusan lnstitusi
Rice Yuliana 11070205
Pendidikan Sosiologi
Pendidikan
Ilmu
Pengetahuan SosialSekolah
Tingg
Keguruan danIlmu
pendidikan(srKlp)
PGRI Sumatera Barat.Artikel ini telah disetujui
olehdiserahkan ke Prodi pendidikan Sosiologi.
dosen pembimbing skripsi, *;
Padang, Februari 2017
Disetujui
olehDarmairal Rahmad, Sp,
M.pd
PembimbingII
Pernbimbing
I
A/ il
Firdaus,
M.Si
rt
Causes Low Against Citizens Participation Posyandu Programs In Korong Campago the District V Koto Kampung Dalam Padang Pariaman.
. Oleh
Rice Yuliana1,Firdaus2,Darmairal Rahmad3 Email: [email protected]
ABSTRACT
Posyandu Programs in the implementation of socialized in the society in which members of cadres and midwives dropped straight into the midst of the community to provide education such as providing information to mothers with toddlers on dangerous diseases that could someday have attacked their toddlers and all this can only be in overcome by immunization. The purpose of this posyandu developed is intended to accelerate the development of health penurunana mortality rate of infants and toddlers from birth rate, accelerate the acceptance of small family norm happy and prosperous and growing kegiata community functions according to the needs and abilities. The purpose of this study was mendeskipsikan causes of low participation to the program of Posyandu in Korong Campago In the District V Koto Kampung Padang Pariaman. The method in this research using qualitative methods. The technique used for data collection is obsrevasi techniques, interviews and documents. Informants in this study are set intentionally (purposive sampling) the number of informants is entirely 3, Mothers with babies and toddlers. The data used are primary data and secondary data. The unit of analysis used groups: people who have children. Analysis of the data used by the interactive data analysis model (Milles and Huberman), which includes four stages: data collection, data reduction, the stage of presentation of data, conclusion. Based on the results of the study revealed that there are four factors that lead to low community participation in the program Korong Campago posyandu in the District V Koto Kampung Dalam Padang Pariaman Regency namely: 1). Factors knowledge, 2). Economic factors, 3). Factors location. Government efforts to improve public participation in the Posyandu program, namely: 1) Provision of Medicines Pharmaceuticals Internet, 2) Conscious Nutrition Counseling.
Keyword : Participation, Posyandu Programs
1Mahasiswa Program Studi Pendidikan Sosiologi STKIP PGRI Sumatera Barat.
2Pembimbing I, Staf Pengajar Program Pendidikan Sosiologi STKIP PGRI Sumatera Barat.
3Pembimbing II,StafPengajarProgram Pendidikan Sosiologi STKIP PGRI Sumatera Barat.
i
Penyebab Rendahnya Partisipasi Mayarakat Terhadap Program Posyandu Di Korong Campago Kecamatan V Koto Kampung Dalam Kabupaten Padang Pariaman
Oleh
Rice Yuliana4,Firdaus5,Darmairal Rahmad6 Email: [email protected]
ABSTRAK
Program Posyandu dalam pelaksanaan disosialisasikan dalam kehidupan masyarakat di mana para anggota kader maupun bidan turun langsung ketengah-tengah masyarakat untuk memberikan penyuluhan seperti memberikan penerangan ke pada ibu-ibu balita tentang penyakit berbahaya yang suatu saat dapat saja menyerang balita mereka dan semua ini hanya dapat di atasi dengan imunisasi. Tujuan dikembangkan posyandu ini adalah bertujuan untuk pembangunan kesehatan yakni mempercepat penurunana angka kematian bayi dan balita dari angka kelahiran, mempercepat penerimaan norma keluarga kecil bahagia dan sejahtera dan berkembangnya kegiata- kegiatan masyarakat sesuai dengan kebutuhan dan kemampuannya. Tujuan dari penelitian ini adalah mendeskipsikan penyebab rendahnya partisipasi masyarakat terhadap program posyandu di Korong Campago Kecamatan V Koto Kampung Dalam Kabupaten Padang Pariaman. Metode dalam penelitian ini menggunakan metode kualitatif. Teknik yang digunakan untu pengumpulan data adalah teknik obsrevasi, wawancara dan dokumen. Informan dalam penelitian ini ditetapkan secara sengaja (purposive sampling) jumlah informan seluruhnya adalah 3 orang, Ibu yang memiliki bayi dan balita . Jenis data yang digunakan adalah data primer dan data sekunder. Unit analisisnya digunakan kelompok yaitu masyarakat yang memiliki balita. Analisis data digunakan dengan model analisis data interaktif (Milles dan Huberman) yang mencakup empat tahap, yaitu (1) pengumpulan data (2) tahap reduksi data (3) tahap penyajian data (4) penarikan kesimpulan.
Berdasarkan hasil penelitian mengungkapkan bahwa terdapat 4 faktor yang menyebabkan rendahnya partisipasi masyarakat terhadap program posyandu di Korong Campago Kecamatan V Koto Kampung Dalam Kabupaten Padang Pariaman yaitu: 1). Faktor pengetahuan, 2). Faktor ekonomi, 3). Faktor lokasi. Upaya pemerintah untuk meningkatkan partisipasi masyarakat terhadap program posyandu yaitu: 1) Pemberian Obatan-Obatan Gratis, 2) Penyuluhan Sadar Gizi Kata Kunci : Partisipasi, Program Posyandu
1Mahasiswa Program Studi Pendidikan Sosiologi STKIP PGRI Sumatera Barat.
2Pembimbing I, Staf Pengajar Program Pendidikan Sosiologi STKIP PGRI Sumatera Barat.
3Pembimbing II,StafPengajarProgram Pendidikan Sosiologi STKIP PGRI Sumatera Barat.
ii
1
PENDAHULUAN
Di Indonesia setiap warga negara berhak memiliki tingkat kesehatan yang baik. Di dalam undang-undang Dasar 1945 pasal 28 H dan Undang-Undang Nomor 36 tahun 2009 tentang kesehatan, menetapkan bahwa kesehatan merupakan hak asasi manusia dan salah satu unsur kesejahteran yang harus diwujudkan sesuai dengan cita- cita bangsa Indonesia sebagaimana dimak- sud dalam Pancasila dan Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945.
Kesehatan adalah keadaan sehat, baik secara fisik, mental, spritual maupun sosial yang memungkinkan setiap orang untuk hidup produktif secara sosial dan ekonomis. Kesehatan merupakan salah satu kebutuhan dasar manusia disamping ke- butuhan akan sandang dan pangan, pemukinan dan pendidikan. Pelayanan ke- sehatan diindonesia menunjukan gejala adanya perpaduan antara modern dan tradisional. Berdasarkan pertimbangan ini seseorang tenaga profesi kesehatan harus tetap menjunjung tinggi kode etik profesi, namun dalam proses layanan kesehatan di masyarakat perlu untuk memperhatikan keanekaragaman budaya dengan tujuan untuk meningkatkan efektivitas layanan kesehatan. Karena hanya dalam keadaan sehatlah manusia dalam dapat hidup, tumbuh, berkarya dan berkreaksi dengan baik. Karena itu setiap individu, keluarga dan masyarakat berhak memperoleh perlindungan terhadap kesehatannya, dan negara bertanggung jawab mengatur penye- lenggaran pembangunan kesehatan agar terpenuhi hak hidup sehat bagi pen- duduknya
Pembangunan kesehatan ini di- arahkan untuk meningkatkan kualitas hidup masyarakat ke arah yang lebih baik. Di samping itu pula dilakukan perbaikan dan peningkatan sistem pembiayaan kesehatan sehingga menjadi lebih jelas, sarana dan prasaranan juga perlu diperhatikan mutunya, agar masyarakat mendapatkan pe- layanan kesehatan yang maksimal (Sudarma, 2008:44).
Pembangunan kesehatan me- rupakan bagian dari pembangunan nasional yang bertujuan meningkatkan kesadaran, kemauan dan kemampuan hidup sehat ba- gian setiap orang agar terwujud derajat
kesehatan masyarakat yang setinggi- tingginya. Pembangunan kesehatan tersebut merupakan upaya seluruh potensi bangsa indonesia baik masyarakat, swasta maupun pemerintah. Setiap warga masyarakat berhak mendapatkan pelayanan kesehatan yang baik dari pemerintah, pelayanan ke- sehatan, Agar tubuh dapat memper- tahankan kelangsungan hidupnya, tubuh melakukan pemeliharaan dengan mengganti jaringan yang rusak, melakukan kegiatan, dan pertumbuhan sampai mencapai usia dewasa (Gigney. Dkk, 2012:4).
Salah satu tempat pelayanan kesehatan masyarakat yang langsung ber- sentuhan dengan masyarakat di level bawahan adalah Posyandu. Posyandu me- rupakan salah satu bentuk Upaya Kesehatan Berbasis Masyarakat (UKBM), yang di- kelolah dan diselenggarakan oleh untuk masyarakat,guna penyelenggaraan pem- bangunan kesehatan guna masyarakat adalah nutuk memberdayakan masyarakat dan memberikan kemudahan kepada mas- yarakat dalam memperoleh pelayanan kesehatan dasar atau sosial dasar untuk mempercepat penurunan angka kematian ibu dan angka kematian bayi.
Kegiatan utama Posyandu dalam mendukung kesehatan masyarakat, yaitu pemantauan tumbuh kembang belita, pelayanan kesehatan ibu dan anak seperti imunisasi untuk mencegah penyakit, penangulangan diare, pelayananKB, serta penyuluhan konseling atau rujukan konseling (Notoatmodjo, 2011:13). Ke- giatan Posyandu ini juga harus didukung oleh sikap masyarakat yang terbuka, yaitu masyarakat yang sadar akan arti pentingnya kesehatan bagi kelangsungan hidup, serta kerja sama yang baik antara pihak Posyandu dengan masyarakat se-tempat.
Puskesmas mempunyai tanggung jawab dalam pembinaan dan pengembangan Posyandu diwilayah kerjanya masing- masing.
Dari observasi awal yang penulis lakukan itu ternyata hanya sebagian kecil dari masyarakat yang sudah mamanfaatkan kegiatan Posyandu secara maksimal.
Posyandu juga memiliki peranan dan kon- tribusi yang cukup besar yang mem- berikan arti bagi peningkatan derajat kesehatan masyarakat, maka setiap warga senantiasa bisa menggunakan pelayanan 1
2
kesehatan di Posyandu dengan baik.
Program kesehatan gratis adalah salah satu bentuk perhatian pemerintah akan pen- tingnya kesehatan bagi masyarakat.ini bisa dijadikan sebagai acuan bagi masyarakat dan tenaga medis agar dapat meng- optimalkan peranan Posyandu sebagai pelayanan kesehatan.
Posyandu adalah salah satu upaya untuk mengurangi angka kesakitan dan kematian balita adalah dengan melakukan pemeliharaan kesehatannya. Pemeliharaan kesehatan balita dititik beratkan kepada upaya pencegahan dan peningkatan ke- sehatandan pada pengobatan dan rehabilitasi. Pelayanan kesehatan anak balita ini dapat dilakukan di pukesmas, puskesmas pembantu, Polindes dan terutama di Posyandu.
Intervensi Gizi kesehatan ber- tujuan menberikan pelayanan langsung ke pada balita. Ada dua bentuk pelayanan yaitu pelayanan perorangan dan pelayanan masyarakat,pelayanan perorangan yaitu dalam rangka menyembuhkan dan me- mulihkan anak dari kondisi gizi buruk dan pelayanan masyarakat yaitu dalam rangka mencegah timbulnya gizi buruk di masyarakat mengingat bahwa asupan gizi yang cukup merupakan landasan dalam pembangunan kesehatan masyarakat.
Asupan gizi tersebut bisa di-lakukan melalui Posyandu. Berdasarkan hasil observasi awal yang peneliti lakukan pada tanggal 15 Desember 2015 di Korong Campago dapat dilihat sebagai berikut: a) Imunisasi Bayi, b)Pembagian makanan bergizi untuk bayi yang kurang gizi di berikan oleh Dinas kesehatan, c)Memeriksa ibu hamil, d)Memeriksa umum.
Bentuk rendahnya partisipasi mas- yarakat di korong campago adalah rendahnya kunjungan masyarakat untuk membawa bayi atau balitanya ke Posyandu.
Bentuk partisipasi masyarakat yang mem- bawa anak balitanya ke Posyandudi kenal dengan istilah D/S. D adalah jumlah balita yang datang ke Posyandu untuk di timbang pada periode waktu tertentu dan S adalah jumlah keseluruhan balita yang berada diwilayah kerja Posyandu
Dari 4 korong yang ada di wilayah Nagari Campago Kecamatan V Koto Kampung dalam Kabupaten Padang Pa- riaman. Korong campago merupakan
korong yang kunjungan Posyandu yaitu 65,78%. Dan Korong Sungai Jelatang dengan jumlah kunjungannya ke Posyandu yaitu 77,77%. Kemudian korong Bayur dengan jumlah kunjungan Posyandu yaitu 65,51%, Dan Korong kajai jumlah kun- jungannya ke Posyandu yaitu 67,85%. Jadi jumlah kunjungan ke Posyandu yang terendah masih berada di korong campago 65,78%, padahal kedatangan mereka ke Posyandu sangat penting dalam rangka pemantauan pertumbuhan dan per- timbangan anak melalui pertimbangan dan mengetahui keadaan kesehatan serta memberikan pelayanan kesehatan lainnya pada balita.
Tujuan dan program Posyandu yang telah di rencanakan tidak akan tercapai dengan baik jika tidak ada dukung dan partisipasi masyarakat untuk men- dapatkan gambar nyata dari fenonena tersebut penulis ingin meneliti dengan judul Penyebab Rendahnya Partisipasi Mas- yarakat Terhadap Program Posyandu di Korong Campago Kecamatan V Koto Kampung dalam Kabupaten Padang Pa- riaman.
Dari persoalan di atas maka tujuan dari penelitian ini mendeskripsikan pen- yebab rendahnya partisipasi masyarakat terhadap Posyandu di Korong Campago Kecamatan V Koto Kampung dalam Kabupaten Padang Pariaman dan rendahnya upaya pemerintah untuk meningkatkan partisipasi masyarakat terhadap program Posyandu.
METODE PENELITIAN
Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kualitatif, dengan tipe deskriptif, yaitu penelitian dengan memberikan gambaran secara jelas dan sistematis terkait dengan objek yang diteliti demi memberikan informasi dan data yang valid terkait dengan fakta dan fenomena yang ada di lapangan (Moleong, 2010:7). Dalam penelitian ini penulis meng- gunakan teknik purposive sampling, adapun informan dalam penelitian ini berjumlah 13 orang. Jenis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data primer dan sekunder.
Metode pengumpulan data dalam penelitian ini adalah pertama observasi, dalam penelitian ini penulis menggunakan
3
non-partisipant observation, karena penulis tidak terlibat langsung dalam kegiatan yang dilakukan informan. Kedua wawancara, wawancara yang penulis lakukan untuk mengumpulkan data adalah wawancara mendalam. Ketiga studi dokumen, berfungsi sebagai bukti dari adanya suatu penelitian didaerah yang diteliti.
Unit analisis dalam penelitian ini adalah kelompok yaitu masyarakat yang mempunyai bayi dan balita. Adapun teknik anlaisis data yang digunakan adalah teknik analisis data model interatif yang diajukan oleh Milles dan Huberman yaitu peng- umpulan data, reduksi data, penyajian data dan verifikasi. Penelitian dilakukan di korong Campago Kecamatan V Koto Kampung Dalam Kabupaten Padang Pariaman.
HASIL DAN PEMBAHASAN
A. Gambaran Umum Kegiatan Pos- yandu di Campago
Pemanfaatan Posyandu di desa sampai saat ini masih sangat rendah yang disebabkan karena keadaan geografis dan rendahnya kemampuan masyarakat untuk mencari pelayanan kebidanan yang profesional serta pengetahuan masyarakat tentang arti pentingnya kesehatan, seperti di daerah Korong Campago. Jenis kegiatan Posyandu, di Korong Campago antara lain adalah imunisasi bayi, pemberian Vitamin A, dan pemimbangan berat badan balita yang dilaksanakan hanya satu kali dalam sebulan. Pembagian makanan bergizi untuk bayi yang kurang gizi yang diberikan oleh kader-kader Posyandu, Imunisasi TT TA- CIN bagi calon ibu hamil dan juga untuk ibu hamil dilakukan satu bulan masa kehamilan yaitu pada umur tiga bulan dan tujuh bulan, pemeriksaan ibu hamil dan pemeriksaan umum.
Kegiatan Posyandu ini utamanya adalah timbang berat badan balita. Harapannya dengan adanya timbang badan itu perkembangan / pertumbuhan dan gizi balita dapat dipantau dengan baik.
Pemberian makanan tamhan (PMT) juga diberikan pada saat itu juga. Misalnya pemeberian makanan berupa bubur kacang ijo, susu, buah-buahan dan makanan gizi lainnya untuk balita. Posyandu merupakan kegiatan nyata yang melibatkan partisipasi masyarakat dalam upaya pelayanan
kesehatan ditugaskan adalah warga setempat yang telah dilatih oleh puskesmas.
Posyandu sangat penting bagi ibu yang memilki balita untuk datang ke Posyandu tujuannya untuk mengetahui perkembangan balita, imunisasi, me- ningkatkan pelayanan kesehatan, pe- naggualangan diare, maka dari itu Posyandu sangat di butuh kan oleh ibu-ibu yang memiliki balita supaya tumbuh kembang anak terpantau setiap bulannya, dengan adanya Posyandu kesehatan anak terjaga.
Kegiatan Posyandu merupakan kegiatan warga masyarakat setempat maka kader pemuka masyarakat berperan untuk menumbuhkan kesadaran semua warga agar menyadari bahwa Posyandu adalah milik warga. Pemerintah khususnya petugas kesehatan hanya berperan membantu kegiatan Posyandu.
Masyarakat Korong Campago merupakan masyarakat yang telah lama menetap di Korong Campago. Sebagian dari masyarakat tersebut memiliki balita sekitar 38 orang, Korong Campago meng- adakan Posyandu Campago II pada setiap hari selasa dimulai dari pukul 10:00 Wib sampai pukul 12:00 Wib. Posyandu Campago II ini diadakan dalam 1 bulan satu kali dalam setiap bulannya Korong Campago mendatangkan bidan yang bernama Roza A.Md. Keb yang akan melaksanakan kegiatan Posyandu.
Kegiatan Posyandu Campago II ini di bantu oleh kader yang terlatih atau warga masyarakat untuk membantu proses Posyandu tersebut. Jumlah kader yang bertugas pada hari perlaksanaan Posyandu Campago II ini adalah 5 orang atau lebih, kurang dari 5 orang kader kewalahan melayani sasaran yang datang ke Posyandu Campago II . Kader Posyandu Campago II di dalam pengurus Posyandu terdiri oleh anggota masyarakat yang bersedia, mampu dan memiliki waktu unruk penyelenggaraan kegiatan Posyandu. Kader Posyandu Cam- pago II ini menyelenggarakan ke-giatan Posyandu secara sukarela, di-utamakan dari anggota masyarakat dapat baca dan tulis huruf latin, bersedia bekerja sukarela.
Tujuan diselenggarakannya Pos- yandu adalah untuk kepentingan mas- yarakat sehingga pembentukan, pen- yelenggaraan dan pemanfaatannya me- merlukan peraan serta aktif masyarakat
4
dalam bentuk partisipasi penimbangan balita setiap bulannya, sehingga dapat meningkatkan status gizi balita. Kegiatan ini membutuhkan partisipasi aktif Ibu-Ibu yang memiliki anak balita untuk membawa balita-balita mereka ke Posyandu sehingga mereka dapat memantau tumbuh kembang balita melalui berat badannya setiap bulan.
Adapun sasaran yang ingin dicapai dari pelayanan Posyandu ini adalah untuk meningkatkan kesehatan masyarakat.
Khususnya kesehatan Ibu dan Anak, Keluarga Berencana, Imunisasi, gizi, dan penanggulangan diare kepada masyarakat setempat.
Dari hasil penelitian dilakukan di Posyandu Campago 1 bahwa dapat dilihat masyarakat di sekitar Korong Campago dapat membawa anaknya ke Posyandu untuk di periksa atau di imunisasi, memberikan Vitamin A, Dan menimbang berat badan bayi dan balita. Kemudian Posyandu Campago 1 ini diadakan dirumah salah satu warga supaya masyarakat disekitar situ agar mudah di datangi oleh masyarakat supaya tidak terlalu jauh.
Makanya Posyandu Campago ini dibagi menjadi dua agar masyarakat mudah datang untuk membawa anaknya berimunisasi Posyandu Campago 1 ini terletak tidak jauh dari rumah masyarakat.
Kegiatan Posyandu Campago 1 ini dilaksanakan dirumah Etek nidah di- rumahnyalah dilaksanakan Posyandu tersebut. Posyandu ini dilaksanankan satu kali dalam sebulannya yang diadakan pada hari kamis jam 09:12 Wib, tetapi di Posyandu Campago 1 ini tidak terlalu banyak masyarakat membawa anak untuk ikut Posyandu anak yang datang atau yang ikut ke Posyandu pesertanya adalah 22 orang, sedangkan yang lain tidaklah ikut.
Untuk mengetahui Posyandu di Campago 1 ini di umumkan oleh salah satu dari kader supaya meningatkan masyarakat untuk kapan Posyandu itu akan di mulai.
Posyandu Campago 1 ini juga men- datangkan bidan yang sama dari Posyandu Campago 2 tetap hanya hari dan tempatnya saja yang berbeda. Kader dari Posyandu Campago 1 ini ada dari warga masyarakat ada juga dari kader yang terlatih dari puskesmas, jumlah kader di Posyandu Campago 1 ini adalah 3 orang, dari 3 kader itu mempunyai tugas masing-masing.
Kegiatan kader dan tugas kader itu adalah untuk mencatat nama bayi yang datang ke Posyandu dan mempersiapkan alat-alat untuk penimbangan bayi dan balita seperti timbangan bayi, alat ukur dan sarung timbangan kegiatan kader yang lain sudah bayi dan balita di timbang melaporkan ke kader yang mencatat berat badan,panjang bayi dan balita lalu memberikan obat tetes seperti Vitamin A.
B. Penyebab Rendahnya Partisipasi Masyarakat Terhadap Program Posyandu
Faktor rendahnya partisipasi masyarakat terhadap Program Posyandu di Korong Campago Kecamatan V Koto Kampung Dalam Kabupaten Padang Pariaman yaitu:
1)Faktor Pengetahuan
Rendahnya partisipasi ibu hamil dan menyusui atau ibu yang memiliki Balita di Posyandu Campago berdasarkan hasil penelitian ini menunjukkan bahwa informan tidak begitu banyak pengentahuannya tentang pentingnya penyelenggaraan Pos- yandu di lingkungan tempat tinggal mereka.
Hal ini karena masyarakat tidak tidak begitu tahu mengenai posyandu. Adapun pen- yelenggaraan Posyandu meliputi aspek:
1. Pelayanan Ibu hamil dalam bentuk: 1) Penyuluhan tanda bahaya pada ibu hamil, persiapan salinan, persiapan menyusui, KB, dan gizi, 2) Perawatan payudara dan pemberian ASI, 3) Peragaan pola makan ibu hamil, 4) Peragaan perawatan bayi baru lahir, 5) Senam ibu hamil.
2. Pelayanan kepada ibu nifas dan menyusui; pelayanan yang di selenggarakan untuk ibu nifas dan menyusui mencakup: 1) Penyuluhan ke- sehatan, KB,ASI, dan gizi, ibu nifas, perawatan kebersihan jalan jaluran, 2) Pemberian Vitamin A tablet besi, 3) Perawatan payudara, 4) Senam ibu hamil
3. Bayi dan anak balita, pelayanan Pos- yandu dalam bentuk; 1) penimbangan berat badan, 2) penentuan status per- tumbuhan, 3) penyuluhan, 4) jika ada tenaga kesehatan puskesmas, dilakukan pemeriksaan kesehatan, imunisasi, dan
5
deteksi dini tumbuh kembang apabila kelainan segera di rujuk kepuskesmas.
4. Keluarga Berencana; pelayanan KB di Posyandu yang dapat diselenggarakan oleh kader ada pemberian kondom dan pil ulangan. Jika ada tenaga kesehatan puskesmas dilakukan suntikan KB dan konseling KB. Apabila tersedia ruangan dan peralat yang menujukan dilakuakn pemasangan IUD.
5. Imunisasi; Pelayanan imunisasi di Pos- yandu hanya dilaksanankan apabila ada petugas puskesmas. Jenis imunisasi yang di berikan disesuaikan dengan program baik terhadap bayi dan balita maupun terhadap ibu hamil.
6. Gizi; pelayanan gizi di Posyandu di- lakukan oleh kader sasaranya adalah bayi, balita, ibu hamil, dan Wanita Usia Subur (WUS). Jenis pelayanan yang di berikan meliputi penimbangan berat badan, deteksi dini gangguan per- tumbuhan, penyuluhan gizi, penberian PMT, Pemberian Vitamin A dan pem- berian sirup fe. Khusus untuk ibu hamil dan ibu nifas, di tambah dengan pemberian tablet besi serta kapsul yodium untuk bertempat tinggal di daerah gongok endemic. Apabila setelah 2 kali penimbangan tidak ada kenaikan berat badan segera dirujukan ke puskesmas.
7. Pencegahan dan penanggulangan Diare;
Pencegahan diare di Posyandudilakukan antara lain dengan Penyuluhan Prilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS).
Penanggulangan diare di Posyandu di- lakukan antara lain dengan penyuluhan, pemberian larutan gula garam yang dapat di buat sendiri oleh masyarakat dan pemberian oralit yang disediakan (Depkes RI, 2006:27-31).
Selain kegiatan di atas, ada kegiatan tambahan yang dapat dilaksanakan oleh Posyandu adalah sebagai berikut, yuaitu 1) Bina Keluarga Belita (BKB), 2) Kelompok peminatan kesehatan ibu dan anak, 3) Penemuan dini dan pengamatan penyakit potensial Kejadian Luar Biasa (KLB) seperti Diare, ISPA, DBD, Gizi buruk, polio, campak, tetanus, dan 4) usaha kesehatan gizi masyarakat desa.
2)Faktor Ekonomi/Kesibukan
Berdasarkan hasil penelitian ini menunjukan bahwa salah satu penyebab seseorang tidak berpartisipasi untuk datang ke Posyandu adalah perkerjaan. Seseorang yang mempunyai pekerjaan dengan waktu yang cukup padat akan mempengaruhi ketidakhadiran dalam pelaksanaan Pos- yandu. Pada umumnya orangtua tidak mempunyai waktu luang, sehingga semakin tinggi aktivitas pekerjaan maka orangtua semakin sulit datang ke Posyandu. Ibu Ririn mengungkapkan bahwa karena ibu Ririn ikut sama suaminya untuk bekerja.
Sehingga hal tersebut dapat menyebabkan partisipasi ibu balita ke Posyandu meng- alami penurunan karena ada ke-mungkinan mereka mencari nafkah untuk memenuhi kebutuhan. serta tidak ada waktu Ibu mencari informasi karena kesibukan mereka dalam bekerja. Hal ini dapat menyebabkan rendahnya partisipasi ibu yang memiliki balita untuk kunjungan ke Posyandu akan berkurang
3)Faktor Lokasi
Berdasarkan hasil penelitian ini ada 10 orang ibu yang memiliki bayi (balita) yang tempat tinggalnya sejauh 1,5 sampai 2 Km dan kondisi jalan menunju lokasi Posyandu cukup baik. Dari 10 orang ibu ini hanya 7 orang yang punya motor dan 3 ibu yang tidak punya motor roda dua. 7 Ibu yang memiliki motor ini rutin datang kePosyandu setiap bulan. Sementara itu 3 orang ibu yang tidak memiliki motor ini hanya sekali dalam dua bulan datang ke Posyandu. Adapun alasan mereka jarang datang Posyandu adalah: 1) kadang punya ongkos kadang tidak. 2) ada rasa khawatir.
3) cenderung merasa tidak perlu lagi menimbang dan memeriksa anaknya di Posyandu setelah anak diimunisasi pada usia tiga tahun.
C. Upaya Pemerintah Untuk Me- ningkatkan Partisipasi Masyarakat Terhadap Program Posyandu
1)Pemberian Obat Gratis
Pemerintah selalu memberikan obat-obatan gratis diadakan di Puskesmas dan Polides. Puskesmas disalurkan ke Polides menyalurkan kepada masyarakat setiap satu kali dalam setahun. Pemberian Obat-obatan tersebut ditujukan untuk mas- yarakat agar tetap sehat tanpa memerlukan
6
uang. Dengan adanya pengobatan gratis masyarakat Korong Campago tidak kuatir dengan kesehatan begitu juga dengan bayi dan balita adalah pemberian vitamin A seperti obat berupa sirup dan lain- lain.
kepada bayi dan balita yang dilakukan oleh kader-kader Posyandu yang memiliki bayi atau balita. Pelayanan gizi di Posyandu meliputi pemantauan pertumbuhan melalui penimbangan berat badan pemberian kapsul Vitamin A, zat besi (Fe), pemberian larutan oralit, dan pemberian Vaksin.
2)Penyuluhan Sadar Gizi
Penyuluhan sadar gizi dilakukan satu kali dalam satu tahun, penyuluhan tersebut dilakukan agar orangtua bayi dan balita tersebut mengetahui bagaimana cara menjaga kesehatan bayi dan balitanya terutama dalam memberi asupan gizi yang baik agar bayi dan balita tersebut tidak mudah terserang penyakit dan tidak ke- kurangan gizi. Penyuluhan ini dilakukan di Puskesmas dan juga di Polindes yang ada di lingkungan sekitar mereka. penyuluhan ini dilakukan melalui imbauan-imbauan melalui lewat mix mesjid atau orang perorangan.penyuluhan ini diberikan obat- obatan seperti obat pencegah kaki gajah, obat penambah darah dan obat para- sitamol.penyuluhan untuk balita dan anak diberikan obat vitamin A dan berupa sirup, kapsul vitamin A, tablet tambah darah, dan obat parasitamol untuk penurunan panas dan penghilang rasa sakit.
Bahwa salah satu hal yang penting untuk mendukung keberhasilan melahirkan bayi yang sehat adalah seorang ibu ditumbuhkan oleh gizi didalam rahimnya. Bila ibu hamil kurang makan, maka bayi yang akan dilahirkan kecil dan lemah karena ke- sehatan ibu amatlah penting di dalam program Posyandu dalam pelayanan ke- sehatan ibu dan anak yaitu memberikan pil tambahan darah ( ibu hamil), pemberian imunisasi tetanus toxoid (TT), Imunisasi, dan penimbangan balit, pemberian oralit dan pemberian makan tambahan (PMT).
Berdasarkan hasil pembahasan dengan teori yang digunakan adalah bahwasanya me- nurut Mikkelsen dalam proses yang di- lakukan empat tahap yaitu partisipasi pasif dan pelatihan dan informasi seperti ko- munikasi yang diterapkan masyarakat setempat pada saat kunjungan ke desa.
Tahap kedua partisipasi aktif komunikasi
dua arah memberikan kesempatan kepada masyarakat untuk berinteraksi dengan petugas penyuluhan dan pelatihan dari luar.
Tahap ketiga partisipasi dengan keterkaitan masyarakat sebagai pribadi maupun ke- lompok kecil diberikan pilihan untuk terikat pada sesuatu tanggung jawab atas setiap kegiatan pada masyarakat. Tahap keempat partisipasi permintaan tempat dalam pe- nelitian ini adalah keterlibatan atau keikutsertaan masyarakat atau individu secara suka rela atas kemauannya sendiri dalam menyelenggarakan kesehatan di Posyandu. peran serta aktif anggota mas- yarakat dalam berbagai kegiatan dan keterlibatan masyarakat untuk menjalin kemitraan antar sesama masyarakat atau pemerintah dalam perencanaan, pelak- sanaan maupun berbagai kegiatan dalam pembangunan kesehatan masyarakat di Korong Campago. Proses kegiatan yang dilakukan masyarakat Korong Campago dengan mengadakan kegiatan Program Pos- yandu akan diterlibatan masyarakat atau ikut sertakan masyarakat untuk membantu kegiatan Posyandu tersebut.
KESIMPULAN DAN SARAN
Berdasarkan hasil penelitian ini dengan judul Penyebab Rendahnya Par- tisipasi Masyarakat Terhadap Program Posyandu di Korong Campago Kecamatan V Koto Kampung Dalam Kabupaten Padang Pariaman. Maka dapat disimpulkan sebagai berikut: 1. Penyebab Rendahnya Partisipasi Masyarakat Terhadap Program Posyandu di Korong Campago Kecamatan V Koto Kampung Dalam Kabupaten Padang Pariaman adalah : a) Faktor peng- etahuan. b) Faktor ekonomi. c) Faktor Lokasi. 2. Upaya Meningkatkan Partisipasi Masyarakat Terhadap Program Posyandu a)Setiap bulannya pemerintah menyalurkan obat-obatan dan vitamin untuk masyarakat demi kesehatan bayi dan balita di ling- kungan masyarakat tersebut. b)Pemerintah juga mengadakan program penyuluhan ibu- ibu hamil (klas bumil) setiap bulannya yang dilakukan di Pus-kesmas dan Polindes- Polindes yang ada dilingkungan masyarakat tersebut.
c.) Penyuluhan gizi yang dilakukan dua kali dalam satu tahun.
Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan penelitian penulis men-
7
yarankan sebagai berikut: 1)Diharapkan kepada Ibu-Ibu untuk lebih meningkatkan pengetahuan mengenai pentingnya kegiatan Posyandu. 2)Diharapkan kepada Ibu-Ibu untuk tetap meluangkan waktunya meng- ikuti kegiatan Posyandu di tengah sibuknya pekerjaan. 3)Diharapkan kepada Dinas Kesehatan untuk menambah Posyandu, agar masyarakat bisa lebih mudah menjangkau lokasi Posyandu tersebut. 4)Diharapkan kepada pemerintah khusunya Dinas Ke- sehatan untuk terus mengadakan pen- yuluhan mengenai pentingnya kegiatan Posyandu dan mengembangkan program Posyandu ini.
DAFTAR PUSTAKA.
Gigney, dkk. 2012. Gizi dan Kesehatan Masyarakat. Jakarta : PT Raja Grafindo Persada.
Notoatmodjo, Soekidjo.2011. Kesehatan Masyarakat Indonesia Ilmu dan Seni Jakarta : Rineka Cipta.
Moleong Lexy. 2010. Metodologi Penelitian Kualitatif. Remaja Rosda Karya : Bandung.
Sudarma, Momon. 2009. Sosiologi Untuk Kesehatan. Jakarta : Salemba Medika