Upaya Pengendalian Vektor
Penyebab Penyakit DBD Dengan Melakukan Fogging Di Daerah
Pemukiman
KURNIA INTAN PERMATA SARI
NIM : P07133122020
Vektor penyebab
Nyamuk Aedes aegypti adalah vektor penyakit DBD
DBD
yang memiliki ciri- ciri berukuran kecil, mempunyai warna dasar hitam dengan bintik-bintik pada bagian badan dan setiap bulu kaki, kenyang gula apabila paha
kaki belakang sebagian besar putih. Demam Berdarah Dengue (DBD), merupakan salah satu masalah
kesehatan di wiliyah tropis.
UPAYA PENERAPAN 3M Plus
1.Menguras tempat penampungan air
2.Menutup tempat-tempat penampungan air
3.Mendaur ulang berbagai barang yang memiliki potensi untuk dijadikan tempat berkembang biak nyamuk Aedes aegypti yang membawa virus DBD pada manusia.
Selain 3 M diatas yang dimaksud pada poin Plus antara lain :
Menanam tanaman yang dapat menangkal nyamuk
Memeriksa tempat-tempat yang digunakan untuk penampungan air
Memelihara ikan pemakan jentik nyamuk
Menggunakan obat anti nyamuk
Memasang kawat kasa pada jendela dan ventilasi yang ada di rumah
Metode pemberantasan nyamuk dengan bahan kimia (fogging)
Fogging merupakan salah satu kegiatanpenanggulangan DBD (Demam Berdarah Dengue) yang dilaksanakan pada saat terjadi penularan DBD melalui penyemprotan insektisida daerah sekitar kasus DBD yang bertujuan memutus rantai penularan penyakit. Sasaran fogging adalah rumah serta bangunan dipinggir jalan yang dapat dilalui mobil di desa endemis tinggi.
a) Fogging Fokus Adalah pemberantasan nyamuk DBD dengan cara pengasapan terfokus pada daerah tempat atau pemukiman warga yang ditemukannya tersangka penderita DBD.
b) Fogging Massal Adalah kegiatan pengasapan secara serentak dan menyeluruh pada saat terjadi KLB DBD.
Fogging
dilaksanakan dalam
bentuk yaitu :
Pemberantasan jentik nyamuk, merupakan hal penting.
Namun, tidak melalui fogging secara langsung. Fogging merupakan upaya lanjutan setelah adanya uji
epidemiologi yang dilakukan oleh para ahli.
Uji epidemiologi tersebut dilakukan dalam radius 100 meter dari tempat kasus dilaporkan terjadi. Kemudian, masyarakat diperbolehkan untuk melakukan fogging
dalam radius tersebut.
intensitas fogging yang semakin sering dapat memicu nyamuk untuk menjadi lebih kebal terhadap zat
insektisida yang terkandung pada saat fogging. Oleh karena itu, sebelum melakukan fogging, Maxi
mengimbau masyarakat memperhatikan kebersihan lingkungan tinggalnya terlebih dahulu.
Keterlibatan masyarakat penting, dengan bagaimana
mewujudkan kebersihan di lingkungan rumah sehingga nyamuk tidak berkembang
kesimpulan
Nyamuk Aedes aegypti adalah vektor penyakit DBD ada beberapa metode pemberantasan nyamuk seperti metode fisik/mekanik, biologi, dan kimia.
Untuk pemberantasan di pemukiman
biasanya dinas Kesehatan dan
pemerintah melakukan metode
secara kimia yanitu melakukan
fogging
Saran/komentar
1.Sebaiknya pengendalian vector dengan fogging di hentikan, karena itu bisa menyebabkan kerusakan pada lingkungan dan berbahaya bagi Kesehatan manusia
2.Pengendalian vector dengan melakukan fogging, sebaiknya dilakukan dengan menggunakan bahan alami yang lebih aman dan ramah lingkungan
3.Menguras bak mandi 2 kali dalam seminggu agar nyamuk tidak dapat berkembangbiak
4.Melakukan Upaya 3M Plus bagi Masyarakat kampung dan pemukiman
5.Memakai baju lengan Panjang saat keluar rumah dan memakai lotion anti nyamuk