Pembayaran antara BSM dan BNI Syariah sama-sama bersifat tetap (fixed) sejak awal perjanjian/perjanjian sampai dengan berakhirnya perjanjian). Sedangkan BNI Syariah memiliki R3 yang berarti restrukturisasi, rekondisi dan restrukturisasi berdasarkan kondisi keuangan nasabah.
Vokal
Kata Sandang
PENDAHULUAN
Latar Belakang Masalah
Pembiayaan properti syariah atau fasilitas kepemilikan rumah (PPR) merupakan produk pembiayaan yang tersedia dari bank syariah. Bank syariah akhirnya menciptakan produk Pembiayaan Pemilikan Rumah (PPR) yang berbeda dengan PPR di bank konvensional. Pada bank syariah, pembayaran angsuran tidak mengubah perjanjian akad awal antara kedua belah pihak karena bank syariah menggunakan sistem bagi hasil.
Transaksi yang biasa digunakan perbankan syariah di Indonesia dalam penerapan produk pembiayaan ekuitas rumah (PPR) antara lain penggunaan pembiayaan murâbaḥah.29. Status bank syariah dalam Pembiayaan Pemilikan Rumah (PPR) adalah pedagang karena bank membeli seluruhnya langsung dari pengembang. Untuk akad murâbaḥah dalam pembiayaan real estate syariah (PPR), kendala yang dihadapi bank syariah biasanya berkaitan dengan penanganan nasabah yang kesulitan membayar.35 Setiap bank mempunyai kebijakan tersendiri dalam menghadapi nasabah yang terlambat membayar, karena masing-masing bank memiliki kebijakan tersendiri dalam menghadapi nasabah yang terlambat membayar. pelanggan mempunyai karakter yang berbeda.
Fokus penelitian ini adalah permasalahan terkait akad murâbaḥah pembiayaan kepemilikan rumah dilihat dari konsep fatwa DSN-MUI, dan perlakuan bank syariah dalam menyelesaikan pembiayaan murâbaḥah bagi nasabah bermasalah dapat menjadi solusi yang diambil terhadap harta kekayaannya. . 36 Wawancara Bapak Saharuddin selaku Marketing Officer Bank Syariah Mandiri Kantor Cabang Ciputat Tangerang Selatan.
Permasalahan
- Identifikasi Masalah
- Pembatasan Masalah
- Perumusan Masalah
Konsep pelunasan piutang murâbaḥah bagi nasabah tidak mampu membayar di Bank Syariah Mandiri KC Ciputat dan BNI Syariah Fatmawati. Pelaksanaan akad murâbaḥah di Bank Syariah Mandiri KC Ciputat dan BNI Syariah Fatmawati telah sesuai dengan Fatwa DSN-MUI. Konsep penyelesaian piutang murâbaḥah pada pembiayaan pemilik rumah (PPR) pada BSM KC Ciputat dan BNI Syariah kepemilikan rumah (PPR) pada BSM KC Ciputat dan BNI Syariah Fatmawati.
47/DSN-MUI/II/2005 tentang Setelmen murâbaḥah bagi nasabah yang tidak mampu Pelunasan murâbaḥah bagi nasabah yang tidak mampu membayar di Bank Syariah Mandiri KC Ciputat dan BNI Syariah Fatmawati. Kesesuaian implementasi Akad Murâbaḥah dengan konsep Fatwa DSN-MUI di Bank Syariah Mandiri KC Ciputat dan BNI Syariah Fatmawati. Bagaimana konsep kliring klaim murâbaḥah bagi nasabah yang tidak dapat membayar di Bank Syariah Mandiri KC Ciputat dan BNI Syariah Fatmawati.
47/DSN-MUI/II/2005 tentang pelunasan murâbaḥah bagi nasabah tidak mampu membayar di Bank Syariah Mandiri KC Ciputat dan BNI Syariah Fatmawati. Apakah pelaksanaan akad Murâbaḥah di Bank Syariah Mandiri KC Ciputat dan BNI Syariah Fatmawati sudah sesuai dengan Fatwa DSN-MUI.
Tujuan Penelitian
Kegunaan Penelitian
Metodologi Penelitian
Tempat yang penulis gunakan untuk penelitian disertasinya adalah Bank Syariah Mandiri (BSM) KC Ciputat Tangsel Banten yang beralamat di Jalan Ir. Adapun waktu penulisan skripsi ini, setelah berkonsultasi dengan beberapa dosen, selanjutnya yang dilakukan penulis adalah meneliti terlebih dahulu BSM KC Ciputat pada tanggal 14 November 2018 pukul 15.30 WIB dan BNI Syariah Fatmawati pada tanggal 19 November 2018 pukul 09.00 WIB. Kemudian penulis melakukan penelitian lebih lanjut di BSM KC Ciputat mengenai pelunasan piutang murâbaḥah nasabah miskin pada tanggal 23 Mei 2019 pukul 14:00 WIB dan melakukan penelitian di BNI Syariah Fatmawati pada tanggal 17 Mei 2019 pukul 09.00 WIB.
Data primer adalah data yang berasal dari sumber primer atau asli, diperoleh observasi langsung dari BSM KC Ciputat dan BNI Syariah Fatmawati serta dilakukan wawancara sistematis untuk memperoleh data dan informasi yang akurat melalui wawancara dengan praktisi perbankan syariah masing-masing praktisi di Bank Syariah Mandiri KC Ciputat dengan bapak . Saharuddin selaku Priority Banking Officer dan BNI Syariah Fatmawati bersama Bapak Azharuddin Anwar selaku Finance Marketing mencatat hasilnya. Penulis melakukan survey ke BSM KC Ciputat pada tanggal 14 November 2018 pukul 15.00 WIB dan langsung bertemu dengan Bpk. Sahar dan BNI Syariah Fatmawati pada tanggal 19 November 2018 pukul 09.00 WIB. Penulis kemudian melakukan penelitian lebih lanjut di BSM KC Ciputat mengenai penyelesaian piutang murâbaḥah bagi nasabah tidak mampu dengan cara mewawancarai langsung Bapak. Saharudin selaku Priority Banking Officer BSM KC Ciputat pada tanggal 23 Mei 2019 pukul 14.00 WIB dan juga melakukan penelitian di BNI Syariah Fatmawati pada tanggal 17 Mei 2019 pukul 09.00 WIB dengan mewawancarai Bapak. Lilik langsung sebagai nasabah penjualan Pembiayaan BNI Syariah Fatmawati di Jakarta Selatan.
Melalui kajian makalah ini diharapkan diperoleh data mengenai kerangka teori penelitian, konsep penyelesaian piutang Murȃbaḥah bagi nasabah tidak mampu membayar di BSM KC Ciputat dan BNI Syariah Fatmawati. Implementasi fatwa ini bersifat perbankan dan sesuai dengan kesesuaian pelaksanaan akad murâbaḥah dengan konsep fatwa DSN-MUI yang dilakukan oleh BSM KC Ciputat dan BNI Syariah Fatmawati.
Kajian Pustaka
Jika skripsi yang dibuat oleh Fithriyya Mawaddah ini lebih fokus pada permasalahan terkait bagaimana penerapan akad murâbaḥah dalam pembiayaan PPR. Namun tesis yang penulis kaji menitikberatkan pada penerapan fatwa-fatwa terkait akad murâbaḥah, khususnya fatwa penyelesaian tagihan murâbaḥah bagi pembeli yang wanprestasi, khususnya pembiayaan kepemilikan rumah (PPR), dan menganalisis fatwa-fatwa tersebut sebagaimana sejarahnya. tentang pembuatan fatwa, isi fatwa dan mekanisme murâbaḥah pada fatwa. Sementara itu, penulis lebih fokus pada implementasi fatwa terkait akad murâbaḥah khususnya fatwa tentang penyelesaian tagihan murâbaḥah bagi pihak yang tidak mampu membayar khususnya untuk pembiayaan kepemilikan rumah (PPR), dan menganalisis fatwa tersebut seperti sejarah terjadinya akad murâbaḥah. pembentukan fatwa, isi fatwa dan mekanisme murâbaḥah dalam sebuah fatwa.
Namun dalam skripsi yang penulis telaah, fokusnya adalah pada pelaksanaan fatwa terkait pelunasan piutang murâbaḥah bagi nasabah yang tidak mampu membayar, khususnya pada pembiayaan pemilik rumah (PPR). Selain itu penulis juga membahas tentang analisa fatwa seperti sejarah munculnya fatwa, isi fatwa dan mekanisme murâbaḥah pada fatwa. Namun dalam tesis yang dikaji penulis, fokusnya adalah pada penerapan fatwa terkait penyelesaian piutang murâbaḥah bagi nasabah yang tidak mampu membayar, khususnya pada pembiayaan pemilik rumah (PPR). Selain itu penulis juga membahas tentang analisis fatwa seperti sejarah munculnya fatwa, isi fatwa dan mekanisme murâbaḥah fatwa yang diterapkan di perbankan syariah. Persamaan yang ditemukan dalam skripsi ini adalah sama-sama membahas mengenai implementasi pembiayaan perumahan syariah (PPR).
Namun fokus skripsi yang penulis telaah berfokus pada implementasi fatwa terkait penyelesaian debitur murâbaḥah bagi nasabah yang tidak mampu membayar khususnya pada pembiayaan properti di BSM dan BNI Syariah. Namun fokus skripsi yang penulis teliti terfokus pada pelaksanaan fatwa terkait penyelesaian debitur murâbaḥah bagi nasabah yang tidak mampu membayar khususnya pembiayaan kepemilikan rumah (PPR) di BSM dan BNI Syariah.
Sistematika Penulisan
Jika tesis yang dibuat oleh Syafi'i dan Agus Setiawan ini lebih fokus pada faktor-faktor yang mempengaruhi nasabah dalam mengambil keputusan memilih KPR iB Muamalat untuk produk pembiayaan pemilik rumah. Selain itu penulis juga membahas tentang analisa fatwa seperti sejarah munculnya fatwa, isi fatwa serta mekanisme murâbaḥah yang diterapkan di BSM dan BNI Syariah. Dengan menjelaskan latar belakang sejarah munculnya fatwa, isi fatwa dan mekanisme murâbaḥah fatwa.
Bab ini membahas tentang sejarah singkat perjalanan Bank Syariah Mandiri dan Bank BNI Syariah, Visi dan Misi Bank Syariah Mandiri dan BNI Syariah, Struktur Organisasi Bank Syariah Mandiri dan BNI Syariah, Produk dan Layanan Bank Syariah Mandiri dan BNI Syariah, Implementasi akad murâbaḥah pada PPR dan Perawatan Bank Syariah dalam penyelesaian debitur murâbaḥah. Uraiannya adalah: Pertama, bagaimana konsep penyelesaian debitur murâbaḥah bagi nasabah yang tidak dapat membayar di Bank Syariah Mandiri KC Ciputat dan BNI Syariah Fatmawati. 47/DSN-MUI/II/2005 tentang pelunasan debitur murâbaḥah bagi nasabah yang tidak dapat membayar di Bank Syariah Mandiri KC Ciputat dan BNI Syariah Fatmawati.
Ketiga, pelaksanaan akad murâbaḥah di Bank Syariah Mandiri KC Ciputat dan BNI Syariah Fatmawati sudah sesuai dengan konsep fatwa DSN-MUI.
PENUTUP
Kesimpulan
Sedangkan penyelesaian debitur murâbaḥah bagi klien yang tidak dapat membayar terdapat 2 pengobatan yaitu Reschedule dan Restrukturisasi. Sementara itu, BNI Syariah Fatmawati telah menyesuaikan R3 yaitu Penjadwalan Ulang, Renovasi dan Restrukturisasi dengan kondisi perekonomian nasabah. Pelaksanaan akad murâbaḥah pada Bank Syariah Mandiri KC Ciputat dan BNI Syariah Fatmawati telah sesuai dan sejalan dengan ketentuan yang terdapat dalam Fatwa DSN-MUI No.04/DSN-MUI/IV/2000.
Walaupun dalam prakteknya masih ada yang kurang sejalan yaitu untuk pembiayaan kepemilikan rumah, BNI Syariah memberikan uang muka yang tidak sesuai ketentuan OJK, seharusnya 10% tetapi hanya 5% karena bank bekerja sama langsung dengan pengembang. dan BSM memberikan uang muka sesuai ketentuan OJK dan BSM.Ketika nasabah mempercepat pembayaran kepemilikan rumah, bank hanya mengambil margin yang ada. Dalam praktiknya, akad murâbaḥah BSM dan BNI Syariah akan mengeksekusi akad pada saat bank secara prinsip telah memiliki barangnya. Ketika BSM ditanya tentang keterkaitan penyaluran dana dengan akad wakalah, jawabannya ragu-ragu antara ya dan tidak.
Kemudian menyangkut hak-hak nasabah yang tidak terpenuhi dalam fasilitas properti karena kurangnya pengawasan dari pihak bank.
Saran
Darsono dkk, Perbankan Syariah di Indonesia Kelembagaan dan Kebijakan serta Tantangan Masa Depan, Depok: Rajawali Press, 2017. Ghozali, Ahmad, Beragam Kredit Syariah: Jangan Ada Kepentingan di Antara Kita, Jakarta: PT Elex Media Komputindo Gramedia Group, 2005. Ibrahim , Azharsyah dan Arinal Rahmati, “Analisis Solusi Penyelesaian Masalah Pembiayaan pada Bank Syariah: Kajian Produk Murâbaḥah di Bank Muamalat Indonesia Banda Aceh”, dalam Jurnal Iqtishadia Kajian Ekonomi dan Bisnis Islam, Vol.
Machmud, Amir & Rukmana, Sharia Bank Theory, Policy & Empirical Studies in Indonesia, Jakarta: PT. Sjahdeini, Sutan Remi, Sharia Banking Products and Legal Aspects, Jakarta: PT Jayakarta Agung Offset, 2010. Sadi, Muhamad, Juridiske koncepter for Sharia Banking; Relationship Patterns as Intermediary Institutions and Investment Agents, Malang, East Java: Setara Press, 2015.
Suardi, Didi, "Maqasid al-syari'ah Review of Murabahah Financing Mechanisms in Sharia Banks", Thesis, (Jakarta: Postdoctoraal UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, 2016), niet gepubliceerd (td). Turmudi, Muhamad, "Beheer van probleemfinancieringsregelingen in sharia-bankinstellingen", in LilFalah Journal of Islamic Economic and Business Studies, Vol.