• Tidak ada hasil yang ditemukan

peran da'i dalam mengatasi problematika anak jalanan

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2023

Membagikan "peran da'i dalam mengatasi problematika anak jalanan"

Copied!
78
0
0

Teks penuh

PENDAHULUAN

Rumusan Masalah

Tujuan Penelitian

Manfaat Penelitian

Sebagai bahan penelitian untuk mengembangkan penelitian selanjutnya mengenai permasalahan anak jalanan di kabupaten Gowa. Selaku almamater saya, dan prodi KPI UNISMUH melakukan pendampingan terhadap anak-anak jalanan di kabupaten Gowa melalui dakwah dan dakwah. Sugeng Rahayu mengartikan anak jalanan adalah anak berusia di bawah 21 tahun yang hidup di jalanan untuk mencari nafkah dengan berbagai cara (tidak termasuk pengemis, tunawisma, bekerja di toko/kios).

Dalam buku “Intervensi Psikososial” anak jalanan merupakan anak yang menghabiskan sebagian besar waktunya untuk mencari nafkah atau. Penelitian ini merupakan gabungan antara penelitian kepustakaan dan penelitian lapangan yang berkaitan dengan anak jalanan. Dokumentasi akan dilakukan untuk mengetahui berapa jumlah anak jalanan dan berapa jumlah pendakwah yang ada di Kabupaten Gowa.

Berikut kisah salah satu anak jalanan yang mengaku menghadapi kendala saat bekerja di jalanan. Untuk mengetahui pihak mana saja yang bermasalah dengan anak jalanan, Anda bisa simak berikut ini: . A).

Tabel  1 Nama Pedesaan Kecamatan Pallangga
Tabel 1 Nama Pedesaan Kecamatan Pallangga

TINJAUAN PUSTAKA

Problematika Anak Jalanan

Faktor-Faktor Penyebab Timbul dan Tumbuhnya Gejala

Secara umum terdapat tiga tingkatan penyebab keberadaan anak jalanan: Tingkat mikro (penyebab langsung), yaitu faktor yang berhubungan dengan anak dan keluarganya. Pada tingkat mikro, penyebab-penyebab yang dapat diidentifikasi pada anak-anak dan keluarga saling berkaitan, namun bisa juga terjadi secara terpisah. Kabur dari keluarga, disuruh bekerja karena masih sekolah atau putus sekolah, berpetualang, bermain atau diajak teman.

Penyebab keluarga adalah penelantaran, ketidakmampuan orang tua dalam memenuhi kebutuhan pokok, penolakan orang tua, pengasuhan yang salah atau kekerasan dalam rumah tangga, permasalahan dengan keluarga/tetangga, perpisahan orang tua, sikap yang salah terhadap anak, keterbatasan dalam pengasuhan anak yang diakibatkannya. pada anak yang mengalami permasalahan fisik, psikis dan sosial.15. Di masyarakat miskin anak adalah aset untuk membantu memperbaiki keluarga, anak diajarkan bekerja yang mengakibatkan mereka putus sekolah. Keadaan perekonomian keluarga semakin dipersulit dengan banyaknya kebutuhan yang ditanggung oleh kepala keluarga, sehingga tidak dapat memenuhi kebutuhan keluarga, oleh karena itu anak diminta atau dengan sukarela membantu dalam keadaan perekonomian tersebut.

Ketidakharmonian dalam keluarga, sehingga anak-anak tidak selesa tinggal di rumah atau anak-anak lari dari keluarga. Berlaku keganasan atau salah laku ibu bapa terhadap anak-anak sehingga anak tersebut lari dari rumah.

Peran Da’I Dalam Mengatasi Problematika Anak Jalanan

Dai ialah orang yang menjalankan dakwah sama ada secara lisan atau tulisan atau tindakan dan sama ada secara individu, berkumpulan atau dalam bentuk organisasi atau institusi. Dan hendaklah ada di antara kamu segolongan orang yang menyeru kepada kebajikan, yang makruf dan mencegah dari yang mungkar; merekalah yang bertuah. Kamu adalah umat yang terbaik yang dilahirkan untuk manusia, menyuruh kepada yang ma'ruf dan mencegah dari yang munkar, dan beriman kepada Allah. Sekiranya Ahli Kitab beriman, tentulah itu lebih baik bagi mereka, di antara mereka ada yang beriman, dan kebanyakan mereka adalah orang-orang yang fasik.” (QS Ali Imran 110).

Siapakah yang lebih baik perkataannya daripada orang yang menyeru kepada Allah, mengerjakan amal yang saleh, dan berkata, "Sesungguhnya aku termasuk orang-orang yang berserah diri?" 23. Rasul ialah orang yang diutus oleh Allah swt untuk berdakwah kepada Allah. Sebagai umat Rasulullah SAW, kita mendapat keutamaan dalam berdakwah, mencontohi rasul-rasul dalam melaksanakan tugas mulia mereka juga sebagai bukti keutamaan cinta kepada Rasulullah. Dan barangsiapa yang mencontohkan keburukan, dan perbuatan itu dilakukan oleh orang lain, maka ditulis baginya dosa seperti dosa orang yang menirunya tanpa mengurangi orang yang menirunya.

Kamu adalah umat terbaik yang dilahirkan dari manusia, menyuruh kepada yang ma'ruf, mencegah dari yang mungkar dan beriman kepada Allah. Sekiranya ahli kitab beriman, tentulah lebih baik bagi mereka, di antara mereka ada yang beriman dan kebanyakan mereka adalah orang-orang yang fasik. 25. Dalam urusan dakwah, menghormati orang tua dan menyayangi orang muda juga amat penting. Setiap orang mempunyai kebolehan yang sama untuk memberi nasihat, tetapi cara kita memberi nasihat kepada orang yang lebih tua tidak sama dengan ketika kita memberi nasihat kepada kawan atau orang muda.

Sesungguhnya Tuhanmu Dialah yang lebih mengetahui orang yang sesat dari jalan-Nya dan Dialah yang lebih mengetahui orang-orang yang mendapat petunjuk.” 27.

Jenis Penelitian

Lokasi dan Waktu Penelitian

Fokus dan Diskripsi Fokus Penelitian

Sumber Data

Instrumen Penelitian

Teknik Pengumpulan Data

Berbagai dokumen relevan yang berkaitan dengan penanganan anak jalanan baik dari Departemen Sosial maupun Pemerintah Kabupaten Gowa, artikel surat kabar, artikel jurnal dan majalah serta buku-buku yang relevan akan diteliti, disusun dan dijadikan kerangka teori dalam penelitian ini. . Program kerja instansi pemerintah dan organisasi sosial di masing-masing daerah dalam menangani anak jalanan juga dikaji secara kritis dan mendalam untuk memperoleh informasi penting mengenai tingkat partisipasi masyarakat dalam menangani anak terlantar melalui pemberdayaan ekonomi keluarga. Agar survei lapangan tersebut dapat memberikan hasil yang optimal, maka perlu dilakukan observasi langsung terhadap objek penelitian yaitu wilayah Gowa dan masyarakat sekitar.

Observasi ini bertujuan untuk melihat ‘potret’ kehidupan anak terlantar beserta keluarganya, mobilitas sosial ekonomi masyarakat sekitar dan lain sebagainya, sehingga hasil observasi ini dapat dijadikan acuan untuk data selanjutnya. . pengumpulan dan penggalian permasalahan anak jalanan di setiap daerah. Wawancara dan diskusi kelompok dilakukan secara terbatas, baik dengan informan yang menjadi fokus penelitian ini, yaitu keluarga anak terlantar, maupun dengan informan pendukung yaitu aparat desa/kelurahan.

Teknik Analisis Data

Gowa Dari hasil penelitian dan wawancara dengan seorang anak jalanan berusia sebelas tahun bernama Naila, ia menceritakan awal mula ia bekerja di jalanan; Hasil penelitian menunjukkan bahwa usia anak jalanan bervariasi, yaitu delapan hingga lima belas tahun. Klien yang bermasalah dengan anak jalanan berarti klien yang bermasalah dengan anak jalanan.

Jenis permasalahan dalam penelitian ini merupakan berbagai bentuk atau jenis permasalahan yang dihadapi anak jalanan dalam menjalankan aktivitasnya. Pemilihan anak jalanan sebagai subjek utama diadakannya suatu program atau kegiatan tentu sangat beralasan. Dari hasil penelitian, terdapat beberapa nama da'i dan da'iyah yang ikut serta dalam pendidikan anak jalanan, yaitu sebagai berikut: .. 46 Hasil wawancara, dengan Ustad Ahmad.

Da’i menggunakan pendekatan persuasif sebagai panduan bagi anak jalanan dengan memberikan ilmu dan pemahaman terkait ilmu-ilmu agama, misalnya: Fiqih, Al-Qur’an, Tauhid dan juga ilmu-ilmu akhlak. Berdasarkan hasil penelitian di atas, disarankan agar lembaga-lembaga sosial dan para pendakwah yang terkait dengannya lebih memperhatikan penanganan anak jalanan.

HASIL DAN PEMBAHASAN PENELITIAN

Karakteristik Anak Jalanan

Awalnya saya diajak oleh kakak laki-laki saya yang sudah terbiasa bekerja di jalanan untuk membantu keuangan keluarga kami. Saya berumur delapan tahun saat itu dan pergi bersama kakak laki-laki saya karena saya bisa mendapatkan uang jajan. Anak jalanan biasanya bekerja lebih dari 8 jam sehari, bagi yang tidak bersekolah, bahkan ada pula yang bekerja hingga 12 jam sehari.Anak yang bekerja terlalu keras tentu memerlukan perhatian khusus. Bagi anak jalanan, keterlibatan mereka dalam perekonomian biasanya menimbulkan rasa bangga atas kemampuan mereka dalam berkontribusi terhadap kelangsungan hidup keluarga.

Pengertian tingkat pendidikan ini seperti yang dikemukakan oleh Mantra yang menyatakan bahwa tingkat pendidikan penduduk suatu daerah dapat mencerminkan tingkat kecerdasan di daerah tersebut, sehingga dapat dijadikan sebagai indikator tingkat kemajuan masyarakat. . Tingkat pendidikannya dapat tergolong pendidikan rendah yaitu tidak sekolah sampai tidak tamat SMP; Tingkat pendidikan anak jalanan akan mempengaruhi kegiatan usahanya, misalnya untuk mencari lokasi yang strategis, dan untuk menarik simpati masyarakat terhadap barang dan jasa yang ditawarkannya.

Dengan rendahnya tingkat pendidikan maka pengetahuan dan wawasan anak jalanan sangat terbatas sehingga dapat dimanfaatkan oleh pihak-pihak yang kurang bersimpati dan kurang bertanggung jawab terhadap mereka. Dalam penelitian pada anak jalanan ini, tingkat pendidikan dikelompokkan dari pendidikan luar sekolah hingga pendidikan menengah.37.

Penghasilan Anak Jalanan

Permasalahan yang dihadapi Anak Jalanan

Di sisi lain, sasaran penelitian ini adalah anak-anak jalanan yang masih terikat dengan keluarganya sehingga pergi dan pulang dari rumah orang tuanya masing-masing untuk menjalankan usahanya. Melihat kondisi anak-anak jalanan yang sudah bisa jalan-jalan, kita tidak bisa serta merta menghentikan mereka dari pekerjaan yang mereka lakukan, namun justru mencari waktu luang untuk berdakwah kepada mereka dan mengajak mereka untuk perlahan-lahan meninggalkan kebiasaannya. Anak-anak jalanan yang diidentifikasi dengan kebiasaan memilih menghabiskan waktunya bekerja di jalanan rata-rata mempunyai pendidikan ekonomi dan standar yang rendah bahkan ada yang tidak bersekolah karena faktor ekonomi yang tidak mencukupi sehingga membatasi mereka dalam hal tersebut, maka kami berinisiatif untuk melakukan hal tersebut. menyeleksi anak-anak jalanan untuk diberikan bimbingan dan pendidikan khususnya dalam pengembangan agama Islam.

Dari pembentukan bidang ini atau pembagian kelompok, saya lebih banyak membahas bidang keagamaan karena dalam bidang ini lebih berperan dalam orientasi dan pendekatan terhadap anak jalanan, sedangkan bidang organisasi, keilmuan, dan sosial lebih banyak kegiatannya. di masyarakat sekitar, misalnya membantu warga dalam membangun masjid, membersihkan lingkungan, dan lain-lain. Materi tentang fiqh dan ilmu Al-Qur'an biasanya lebih diprioritaskan karena para da'i ingin meningkatkan kualitas ibadahnya dan juga memperbaiki cara membaca ayat-ayat suci Al-Qur'an terlebih dahulu. Sebelum diberikan pelajaran seperti diatas, mereka masih belum mengetahui cara membaca Al-Qur'an yang baik, shalat yang sesuai syariat, berbicara yang baik dan sopan, namun setelah menerima pelajaran yang diberikan oleh para da'i dan da'iyah , mereka sudah bisa menerapkan apa yang dipelajarinya dan ada perubahan yang terlihat di dalamnya.

Melihat perubahan tersebut kami sangat bersyukur karena merasa program atau kegiatan kami dapat dikatakan berhasil karena anak jalanan dapat menerima dan menerapkan apa yang telah kami pelajari. Adapun solusi yang diberikan khatib ketika anak jalanan bermasalah dengan aparat, Satpol PP, preman dan dinas sosial saat bekerja, khatib memberikan pemahaman kepada mereka bahwa memilih bekerja di jalanan sangatlah salah. baik dan dapat mengancam keselamatan mereka dan di usia yang masih terlihat masih sangat muda, sudah seharusnya mereka lebih banyak belajar dan melakukan aktivitas lain yang bermanfaat dibandingkan bekerja di jalanan.

Peran da’I dalam mengatasi problematika anak jalalanan

PENUTUP

Saran

Dalam hal ini ada tiga hal yang dapat direkomendasikan yaitu pendidikan agama, pendekatan, perlindungan yaitu melindungi hak-haknya dan juga memberdayakan dan memberikan pendidikan agama Islam agar mereka dapat hidup mandiri secara sosial dan ekonomi.

Gambar

Tabel  1 Nama Pedesaan Kecamatan Pallangga

Referensi

Dokumen terkait

Saat ini, saya sedang melakukan penelitian mengenai Pengaruh Word Of Mouth Pada #Racunshopee Di TikTok Terhadap Pembelian Impulsif Produk Fashion Oleh Remaja Di Kelapa