PENDAHULUAN
Latar Belakang
Rumusan Masalah
Tujuan Penelitian
Manfaat Penelitian
TINJAUAN PUSTAKA
- Peran Da`i
- Pengertian Peran
- Pengertian Da`i
- Karakteristik Da`i
- Pembinaan Akhlak
- Pembinaan
- Akhlak
- Masyarakat Islam
- Pengertian Masyarakat Islam
- Teori Masyarakat Islam
- Kerangka Konseptual
Secara etimologis, da’i berasal dari bahasa Arab, salah satu bentuk isim gagal (kata yang menunjukkan orang yang zalim) dari situlah berasal kata dakwah yang berarti orang yang berdakwah. Da’i yang dimaksud adalah orang yang melakukan dakwah, atau dapat diartikan sebagai orang yang menyampaikan pesan dakwah kepada orang lain (mad’u).7. Sosok seorang da'i yang mempunyai kepribadian yang sangat tinggi dan tidak pernah kering untuk dijadikan inspirasi dan teladan adalah kepribadian Nabi Muhammad SAW.
Yang dimaksudkan dengan da'i ialah seseorang yang memahami hakikat Islam, dan dia mengetahui apa yang sedang berkembang. Satu perkara penting yang perlu diingat dalam jalan dakwah ialah seorang pendakwah hendaklah memudahkan jalannya, dan menghilangkan kesusahan sebagaimana kaedah dakwahnya kepada Allah swt. Sesungguhnya seorang da'i tidak akan pernah berjaya dalam dakwahnya selagi dia tidak tahu kepada siapa orang yang didakwahnya, tahu berdakwah kepada mereka, tahu apa yang harus didahulukan dan yang mana harus berakhir.
Salah satu petunjuk Al-Qur'an bagi orang yang berdakwah adalah agar pendakwah yang mengamalkan dakwah harus menyesuaikannya dengan tingkat kemampuan intelektual orang yang didakwah (mad'u) dan sesuai dengan bahasa. , difahami oleh mad'unya.
METODE PENELITIAN
- Jenis dan Lokasi Penelitian
- Lokasi dan Objek Penelitian
- Fokus Penelitian
- Deskripsi Penelitian
- Sumber Data
- Instrumen Penelitian
- Teknik Pengumpulan Data
- Teknik Analisis Data
Di Desa Kolai terdapat fasilitas kesehatan berupa 1 (satu) Puskesdes tetap dan 1 (satu) unit Posyandu.59. Kesimpulan dari pembahasan di atas, masyarakat Desa Kolai secara umum mempunyai akhlak yang baik. Peran Da`i dalam memajukan akhlak masyarakat Islam di Desa Kolai Kecamatan Malua Kabupaten Enrekang Kecamatan Malua Kabupaten Enrekang.
Demikian pendapatnya mengenai pertanyaan mengenai peran seorang khatib dalam pengembangan akhlak masyarakat Islam di Desa Kolai. Perlu juga berdiskusi dengan para misionaris di desa Kolai mengenai tugas dan tanggung jawab mereka sebagai orang tua dalam membesarkan anak. Respon masyarakat terhadap kehadiran dai di desa Kolai diterima dengan sangat baik oleh masyarakat setempat.
Hal ini membuktikan bahwa masyarakat secara umum masih sangat membutuhkan dakwah dan kehadiran mubaligh di Desa Kolai. Faktor Pendukung dan Penghambat Peran Da`i dalam Mempromosikan Akhlak Umat Islam di Desa Kolai Kecamatan Malua Kabupaten Enrekang, Umat Islam di Desa Kolai Kecamatan Malua Kabupaten Enrekang. Begitu pula dengan anaknya yang terdaftar mengaji di setiap lembaga TPA di Desa Kolai.
Salah satu pendorong seorang da`i dalam menyebarkan ilmu melalui dakwahnya adalah sifat terbuka masyarakat Desa Kolai dan rasa ingin tahunya. Hiruk pikuknya berbagai masyarakat Desa Kolai menjadi salah satu faktor penghambat dalam menerima dakwah. Kepada seluruh umat Islam khususnya Muballigh agar mengetahui apa saja peran da’i dalam memajukan akhlak masyarakat di Desa Kolai.
HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN
Gambaran Umum Lokasi Penelitian
Pada tahun tersebut, Pak Bakhtiar Mantang yang menjabat sebagai sekretaris desa pada era Pak Jamaluddin SH diangkat menjadi Kepala Desa Persiapan Kolai selama kurang lebih tiga tahun dan pada tahun 1990 diadakan pemilihan kepala desa secara demokratis di desa Kolai. Pada bulan September 2005 (setelah tahun 2002, Kecamatan Malua resmi terbentuk dari pecahan Kecamatan Anggeraja), diadakan pemilihan kepala desa demokratis kedua pada tahun itu. Empat tokoh masyarakat Desa Kolai dicalonkan menjadi kepala desa, yaitu: Bakhtiar M. sebagai Incamben.), Sudarman Datma, Syukur, S.Ip dan Suhardi B. Pada tahun 2011, tepatnya pada bulan Desember, Syukur periode pertama, S.IP berakhir maka diadakanlah pemilihan kepala desa berikutnya, dengan tiga tokoh masyarakat Desa Kolai saling bersaing yaitu; Bakhtiar M, Sudarman Datma, Syukur S.Ip dan Syukur S.Ip terpilih kembali menjadi kepala desa periode tahun ini.
Secara umum iklim dan curah hujan di Desa Kolai hampir sama dengan wilayah lain di Kabupaten Enrekang, yaitu terdapat 2 musim (musim hujan dan kemarau). Dengan melihat perkembangan lingkungan strategis dan potensi Desa Kolai yang dapat dijadikan landasan dalam merumuskan strategi untuk mendukung keberadaannya. Masyarakat Desa Kolai mempunyai latar belakang budaya gotong royong yang telah lama terbentuk, yang dibentuk oleh keteladanan tokoh dan tokoh masyarakat.
Hal ini menjadi tantangan bagi pemerintah desa Kolai dalam mencapai visi Manusia Munuju yang berkualitas. Sarana dan Prasarana Pemerintahan Desa Kolai Pada saat naskah ini disusun, Prasarana Kantor Desa Kolai. Sedangkan pembangunannya menggunakan dana awal yaitu ADD pada tahun 2014, sebelumnya kantor desa Kolai menggunakan bangunan bekas SDN 38 Kolai yang dibongkar.
Sarana pendidikan yang tersedia di Desa Kolai adalah satu unit TK dan kelompok bermain, satu (1) unit SD Negeri, 7 (tujuh) unit Taman Pendidikan Al-Qur’an.58. Setelah mengidentifikasi data dari seluruh elemen masyarakat Desa Kolai dan pemangku kepentingan lainnya, maka dapat dirumuskan beberapa permasalahan. Kapasitas pelayanan pemerintahan desa masih minim akibat belum tuntasnya penyelesaian kantor desa Kolai dan masih minimnya kapasitas perangkat desa dan lembaga desa lainnya.
Akhlak Masyarakat Islam Desa Kolai Kecamatan Malua
Maka tidak jarang anak akan melawan orang tuanya dan tidak menuruti nasehat orang tuanya. Kalau bicara moral, sosial budaya masyarakat justru mendukung adanya hubungan timbal balik antara anak dan orang tua. Namun dengan situasi saat ini, kesibukan orang tua nampaknya mengurangi intensnya interaksi keluarga.
Disinilah perlunya pembinaan akhlak orang tua terhadap anak, serta memberikan perhatian dan kasih sayang selayaknya orang tua terhadap anak, karena hal tersebut sangat penting dan dibutuhkan oleh anak. Oleh karena itu kerjasama antar orang tua dalam pendidikan anak khususnya dalam hal akhlak menjadi hal yang utama untuk didiskusikan sebagai orang tua agar tidak lagi menyalahkan pihak sekolah jika terjadi permasalahan akibat pergaulan anak di dalam atau di luar sekolah. Seorang anak merupakan amanah Allah dan menjadi orang tua merupakan suatu kedudukan yang mulia dan sangat diimpikan oleh pasangan suami istri yang belum dikaruniai anak.
Salah satu tugas atau tanggung jawab orang tua adalah mendidik anaknya dalam segala aspek, terutama yang berkaitan dengan akhlak. Di sinilah perlunya kerjasama kedua orang tua dalam membesarkan anak agar tidak terkena dampak negatif dari pergaulan sosial saat ini. Sehingga kebanyakan dari mereka berani mengolok-olok orang tua masing-masing jika terjadi perkelahian di antara mereka.
Di sinilah timbul permasalahan besar, yaitu ketika orang tua yang bersangkutan ikut campur dalam permasalahan anaknya. Sindiran yang tadi dilontarkan salah satu anak warga menjadi masalah besar karena melibatkan orang tua yang bersangkutan di dalamnya. Tidak jarang mereka yang mengadu kepada orang tuanya dan pada akhirnya orang tualah yang bertanggung jawab dan menyelesaikan permasalahan tersebut.
Peran Da`i Dalam Membina Akhlak Masyarakat Islam Desa
Tidak hanya memberikan ceramah agama di masjid tetapi juga memberikan contoh perilaku baik yang bisa ditiru di desa Kolai. Oleh karena itu, untuk membesarkan anak dari segi akhlaknya, keteladanan pertama-tama dari orang tua sangat diperlukan. Mulailah dari hal kecil, misalnya kita tidak malu untuk meminta maaf kepada anak jika kita sebagai orang tua salah atau melakukan kesalahan.
Di sinilah pentingnya peran orang tua sebagai teladan bagi anak agar mereka terus belajar dan berusaha memahami metode-metode yang baik dan cocok bagi dirinya. Menyarankan kepada orang tua agar anaknya disekolahkan di tempat yang lingkungannya baik dan berlandaskan agama Islam. Sebagai orang tua, Anda harus terus memantau perkembangan pendidikan anak Anda agar tidak terjadi kelakuan buruk atau hal-hal aneh yang selama ini dilakukan anak Anda.
Oleh karena itu, sebagai orang tua atau calon orang tua, sebaiknya Anda lebih teliti dan berhati-hati dalam memilih sekolah untuk anak Anda. Alhamdulillah, suatu keberkahan bagi kami sebagai warga desa Kolai memiliki seorang khatib yang selalu menyampaikan hal-hal yang berkaitan dengan akhlak dalam kajiannya. Masyarakat Desa Kolai juga sangat bersyukur karena mendapat pencerahan ketika mendengar khutbah Jumat dari para khatib, begitulah.
Mereka pun menyambut baik dakwah para dai dan masih sangat membutuhkan pencerahan dari para Muballigh untuk membimbing mereka menjadi sosok orang tua yang lebih baik. Demikianlah beberapa reaksi dari perwakilan masyarakat yang menyambutnya dengan sangat baik dan positif serta merupakan momen rasa syukur yang luar biasa bagi masyarakat Desa Kolai sendiri. Faktor Pendukung dan Penghambat Peran Da`i Dalam Mempromosikan Akhlak Masyarakat Islam Di Desa Kolai Kecamatan Malua Kabupaten Enrekang.
Faktor Pendukung dan Penghambat Peran Da`i Dalam Membina
Hal ini akan sangat mempengaruhi perkembangan dan kemajuan pemahaman masyarakat Desa Kolai khususnya dalam hal ilmu agama dan pembinaan moral. Dan cara pemerintah di desa Kolai memberikan solusi terbaik sesuai dengan keadaan masyarakat yaitu menghadirkan para khatib sebagai bentuk perhatian dari pemerintah. Salah satu tantangan bagi seorang da'i dalam menjalankan dakwahnya adalah dari segi finansial, apalagi jika seorang da'i sudah mempunyai istri dan anak.
Akan sulit bagi seorang da`i untuk menafkahi keluarganya jika ia tidak mempunyai keuangan yang cukup. Oleh karena itu, tidak jarang seorang khatib tidak melanjutkan perjuangannya karena terkendala keuangan. Masyarakat Desa Kolai masih sangat membutuhkan pembinaan, namun yang terjadi di wilayah tersebut masih sangat sedikit pendakwah yang mau mengabdikan diri kepada masyarakat.
Lokasi Dakwah juga sangat penting bagi seorang dakwah untuk melaksanakan dakwahnya. Seorang da`i juga harus mampu menarik hati dan berbaur dengan masyarakat dari berbagai kalangan, hal ini bertujuan agar dakwahnya dapat diterima dengan baik di masyarakat. Peran Da’i dalam pembinaan akhlak masyarakat Islam di Desa Kolai dapat disimpulkan bahwa pembinaan tersebut tidak hanya sekedar menyuruh orang lain untuk beramal shaleh saja, namun mengambil titik tolak dari dirinya sendiri yaitu memberikan teladan atau peran yang baik. model bagi masyarakat Desa Kolai pada umumnya.
Faktor pendukungnya antara lain antusiasme masyarakat Desa Kolai yang turut serta menyambut kedatangannya dan keterbukaan dalam menerima dakwah dari para Muballigh. Begitu pula dengan keterlibatan pemerintah daerah di Kabupaten Enrekang dalam pengiriman misionaris ke Desa Kolai. Agar seluruh umat Islam mengetahui apa saja faktor pendukung dan penghambat peran seorang da`i dalam berdakwah.
PENUTUP
Kesimpulan
Saran
Sebagai contoh betapa menyedihkannya akhlak anak-anak di Desa Kolai, mereka tidak sopan dan tidak menghargai orang yang lebih tua darinya.