• Tidak ada hasil yang ditemukan

peran guru paud dalam penanaman moral anak

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2023

Membagikan "peran guru paud dalam penanaman moral anak"

Copied!
144
0
0

Teks penuh

PENDAHULUAN

Rumusan Masalah

Bagaimana peran guru PAUD dalam mengajarkan moralitas pada anak usia dini di Kelompok B TK Berkelanjutan Desa Srikaton Kec. Kendala apa saja yang dihadapi guru dalam menjalankan perannya dalam menanamkan moral pada anak?

Tujuan Penelitian

Manfaat Penelitian

Guru membentuk akhlak (jujur, suka menolong, santun, hormat, sportif, menjaga kebersihan diri dan lingkungan serta toleransi) pada anak usia dini. Guru menilai akhlak (jujur, suka menolong, sopan santun, hormat, sportif, menjaga kebersihan diri dan lingkungan serta toleransi) anak usia dini. Guru evaluasi menilai akhlak (jujur, suka menolong, santun, hormat, sportif, menjaga kebersihan diri dan lingkungan serta toleransi) anak usia dini.

Inspirasi Guru mencontohkan akhlak (perilaku jujur, suka menolong, sopan santun, hormat, sportif, menjaga kebersihan diri dan lingkungan, serta toleransi) kepada anak usia dini.

LANDASAN TEORI

Pengertian Peran

Dalam Kamus Pintar Bahasa Indonesia dijelaskan bahwa yang dimaksud dengan peran adalah: peran berasal dari kata “peran” yang berarti pelaku. Menurut Sojeono Soekanto, peran adalah aspek dinamis dari kedudukan (status) ketika seseorang melaksanakan hak dan kewajibannya sesuai dengan dan memenuhi suatu peran. Istilah peran dapat diartikan sebagai penokohan yang dilakukan oleh seorang aktor dalam sebuah pertunjukan drama dan dalam konteks sosial, peran diartikan sebagai fungsi yang dilakukan seseorang ketika menduduki suatu posisi dalam struktur sosial.

Berdasarkan teori di atas dapat disimpulkan bahwa peran adalah perilaku seseorang yang menduduki suatu jabatan serta melaksanakan hak dan kewajiban untuk menjalankan peran tersebut.

Pengertian guru

Istilah peran digunakan dalam lingkungan kerja sedemikian rupa sehingga orang yang mendapat jabatan diharapkan dapat memenuhi perannya. Guru adalah seseorang yang mempunyai wewenang dan tanggung jawab untuk membimbing dan mengembangkan peserta didik. Dalam Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia No. 14 Tahun 2005, guru adalah sebutan untuk kedudukan, kedudukan, dan profesi seseorang yang mengabdikan dirinya pada bidang pendidikan melalui interaksi pendidikan yang patut diteladani, formal, dan sistematis.

Berdasarkan teori di atas, penulis menyimpulkan bahwa guru adalah orang yang profesional dalam suatu situasi pendidikan untuk mencapai tujuan pendidikan, yang tugasnya mendidik, mengajar, membimbing, mengarahkan, melatih, menilai dan mengevaluasi.

Pengertian Peran Guru

Havighurst menjelaskan, peran guru di sekolah adalah sebagai pegawai dalam hubungan resmi, sebagai bawahan terhadap atasan, sebagai rekan dalam hubungan dengan rekan kerja, sebagai mediator dalam hubungan dengan siswa, sebagai pengatur disiplin, sebagai pengganti orang tua. Brown menyatakan, tugas dan peran guru antara lain menguasai dan mengembangkan bahan ajar, merencanakan dan mempersiapkan pembelajaran sehari-hari, memantau dan mengevaluasi kegiatan. Faderasi dan organisasi profesi guru di seluruh dunia menemukan bahwa peran guru di sekolah, tidak hanya sebagai pemberi ilmu pengetahuan, guru juga mengubah nilai dan sikap siswa.

Berdasarkan pendapat para ahli, penulis dapat menyimpulkan bahwa peran guru selain mengorganisasikan lingkungan belajar, juga sebagai fasilitator yang memberikan pengetahuan dan membentuk kepribadian siswa.

Komponen Kinerja Profesional Guru

Berdasarkan teori di atas, penulis dapat menyimpulkan bahwa komponen kinerja profesional guru adalah gaya mengajar guru, kemampuan guru menciptakan iklim kelas, kemampuan berkomunikasi dengan siswa, komunikasi verbal dan komunikasi nonverbal, dan komunikasi personal. ciri-ciri sikap antusias, optimis, ramah dan bersahabat dalam berinteraksi dengan siswa. .

Penanaman Moral Anak Usia Dini

  • Pengertian Moral
  • Tahap Perkembangan Moral
  • Karakteristik Perilaku Moral pada Anak Usia Dini . 17
  • Faktor-faktor yang mempengaruhi perkembangan moral 19
  • Metode Penanaman Moral Anak Usia Dini
  • Indikator Perkembangan Moral Anak Usia Dini Usia 5-6
  • Bentuk Kegiatan Dalam Pengembangan Moral Anak Usia

Hakikat perilaku moral pada anak usia dini menurut PERMENDIKNAS (Peraturan Menteri Pendidikan Nasional tentang Standar Pendidikan Prasekolah) (2014) adalah sebagai berikut. 36 Riski Ananda, Implementasi Nilai Moral dan Agama pada Anak Usia Dini, (Jurnal: Pendidikan Anak Usia Dini, Vol 1 No 1, 2017), hal.23. Banyak metode yang dapat digunakan oleh guru atau pendidik dalam melaksanakan penanaman nilai moral pada anak usia dini.

40 Sutarjo Adisusilo, Pembelajaran Nilai Karakter, (Jakarta: Rajawali Pres, 2014), hal.128. Pendidikan nilai Pendidikan akhlak pada anak usia dini dilaksanakan dengan cara sebagai berikut: 41.

Peran Guru Dalam Menanamkan Moral Anak Usia Dini

  • Ciri-ciri Peran Guru yang Baik
  • Strategi Guru dalam Pembelajaran
  • Indikator Peran Guru Dalam Penanaman Moral pada

Oleh karena itu pembelajaran akhlak pada anak usia dini sangatlah penting, dalam hal ini guru berperan dalam membentuk akhlak anak agar dapat berkembang secara maksimal. Indikator Peran Guru dalam Pembelajaran Akhlak pada Anak Usia Dini Guru adalah pendidik yang menjadi teladan bagi guru Guru adalah pendidik yang menjadi teladan bagi peserta didik di lingkungannya. 49 Atik Sukmawati Peran Guru dalam Pembinaan Akhlak Anak Usia Dini, (Jurnal: Tadris IPA Biologi FITK IAIN Mataram Vol VIII No 1 2015), hal.91.

Kita jarang menyadari bahwa sebenarnya anak kecil sangat mudah meniru apa yang dilihat dan diperhatikannya (masa imitasi).

Kajian Penelitian Terdahulu

Proses pemberian petunjuk/arahan guru kepada anak dalam proses penanaman akhlak (jujur, suka menolong, baik hati, hormat, sportif, menjaga kebersihan diri dan lingkungan serta toleransi) pada anak usia dini. Peran guru sebagai pembina dalam proses penanaman moralitas (jujur, suka menolong, baik hati, hormat, sportif, menjaga kebersihan diri dan lingkungan serta toleransi) pada anak usia dini. Peran guru sebagai motivator dalam proses penanaman moralitas (ikhlas, suka menolong, baik hati, hormat, sportif, menjaga kebersihan diri dan lingkungan serta toleransi) pada anak usia dini.

Peran guru sebagai inspirator dalam proses penanaman moralitas (jujur, suka menolong, baik hati, hormat, sportif, menjaga kebersihan diri dan lingkungan serta toleransi) pada anak usia dini. Peran guru sebagai evaluator dalam proses penanaman moralitas (jujur, suka menolong, baik hati, hormat, sportif, menjaga kebersihan diri dan lingkungan serta toleransi) pada anak usia dini. Kendala yang dihadapi guru dalam menanamkan akhlak (jujur, suka menolong, baik hati, hormat, sportif, menjaga kebersihan diri dan lingkungan serta toleransi) pada anak usia dini.

Peran Guru dalam Penanaman Moralitas Anak Usia Dini di Kelompok B TK Berkelanjutan Desa Srikaton Kec. Peran guru selanjutnya adalah sebagai motivator, dalam penelitian ini motivator adalah menanamkan moral (jujur, suka menolong, santun, hormat, sportif, menjaga kebersihan diri dan lingkungan serta toleransi) pada anak usia dini. Peran Guru PAUD dalam Penanaman Akhlak Anak Usia Dini di Kelompok B TK Berkelanjutan Desa Srikaton Kec.

Menurut Bunda, jika kesehatan anak bisa menjadi kendala dalam menanamkan moralitas pada anak usia dini. Apa kendala utama para ibu dalam menanamkan moralitas pada anak kecil di sini?

Kerangka Berpikir

METODE PENELITIAN

Tempat dan Waktu Penelitian

Sumber Data

Fokus Penelitian

Teknik Pengumpulan Data

Memberikan contoh keseharian kepada anak tentang sikap jujur, suka menolong, santun, hormat, sportivitas, kebersihan diri dan lingkungan, serta sportivitas. Sarana/media tertentu untuk mencontohkan sikap adil, suka menolong, santun, saling menghargai, sportif, kebersihan diri dan lingkungan, serta sportivitas terhadap anak. Alat evaluasi untuk menilai perilaku jujur, suka menolong, santun, hormat, sportif, menjaga kebersihan diri dan lingkungan, serta toleransi pada anak 1.3.

Teknik Keabsahan Data

Dokumentasi yang diperoleh antara lain: transkripsi sejarah berdirinya Taman Lestari, struktur organisasi sekolah, kemudian lokasi dan prasarana Taman Lestari. Selain itu juga terdapat foto proses pembelajaran di TK Lestari.

Teknik Analisis Data

Pada bagian ini peneliti ingin mengetahui dan mendeskripsikan hasil penelitian mengenai peran guru dalam implementasi pembentukan moral yang baik pada anak usia dini kelompok B (5-6 tahun) di Lestari Kleuter. Peran guru dalam penanaman moral pada anak usia dini sangat penting dilaksanakan sejak usia dini karena usia dini merupakan masa yang baik untuk mengembangkan kecerdasan moral anak. Peran guru dalam membentuk akhlak yang baik pada anak dalam hal ini anak usia dini (5-6 tahun) di TK Berkelanjutan berdasarkan indikator penelitian ini adalah: sebagai pembimbing, pelatih, motivator, pemberi inspirasi dan sebagai evaluator.

116 Maria Fatima Mardina Angkur, “Peran Guru dalam Pendidikan Anak Usia Dini,” Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini Lonto Leok, VOL. 117 Ati Sukmawati, “Peran Guru dalam Perkembangan Moral Anak Usia Dini,” Jurnal Tradisi Sains Biologi FITK IAIN Mataram, Vol. 120 Ati Sukmawati, “Peran Guru dalam Perkembangan Moral Anak Usia Dini,” Jurnal Tradisi Sains Biologi FITK IAIN Mataram, Vol.

Pembentukan nilai-nilai moral dan agama pada anak usia dini di TK Goemerlang Bandar Lampung (Disertasi: Program Studi Pendidikan Islam Anak Usia Dini Fakultas Tarbiyah dan Keguruan Universitas Islam Negeri Raden Intan Lampung 2019). Penerapan pembelajaran tematik dalam penanaman moral pada anak usia dini di Raudlatul Athfal Assalam Jati Agung Lampung Selatan.” Peran guru dalam mengenalkan perilaku moral pada anak usia dini 5-6 tahun di TK Darussalam (Jurnal: Pendidikan dan File.

Peran ibu sebagai evaluator, bagaimana cara menilai moralitas pada anak usia dini bersama kita. Judul Skripsi : Peran Guru PAUD dalam Pembinaan Moralitas Anak Usia Dini di Taman Kanak-kanak Berkelanjutan Kelompok B Desa Srikaton Kecamatan.

HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

Pembahasan

Peran guru dalam menanamkan nilai moral keagamaan pada anak usia 3-4 tahun melalui metode sejarah Islam di Ra Plus Ja-Alhaq Kota Bengkulu. Tesis: Program Studi Pendidikan Islam Anak Usia Dini, Fakultas Tarbiyah dan Tadris, Institut Agama Islam Negeri Bengkulu. Program Studi Pendidikan Anak Usia Dini Fakultas Tarbiyah dan Keguruan Universitas Islam Negeri Raden Intan Lampung.

Peran guru PAUD dalam meningkatkan perkembangan moral anak usia 5-6 tahun di Kecamatan Tenayan Raya Kota Pekanbaru. Ummah, Musunjungul A.M “Menanamkan Akhlak Anak Usia Dini dalam Kegiatan Role Play di Raudlatul Athfal Baitul Muttaqin Sumbersari Jember”.

PENUTUP

Saran

Perlu adanya kajian yang sangat mendalam di era modern saat ini, khususnya mengenai perkembangan moral anak usia dini, karena dengan berjalannya waktu maka semakin diperlukan penanaman moralitas pada anak usia dini agar dapat membentuk anak menjadi anak yang baik. generasi penerus bangsa. moral yang mulia. Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia Nomor 137 Tahun 2014 tentang Standar Nasional Pendidikan Anak Usia Dini. Peran bimbingan guru terhadap perkembangan moral anak usia 5-6 tahun di TK Aisyiyah Tanjung Bintang Lampung Selatan.

Peran Guru dalam Penanaman Nilai Keagamaan dan Akhlak pada Anak Usia Dini di TK Medinatul Ulum Desa Cangkring Kecamatan Jenggawah Tahun Ajaran : Program Studi Pendidikan Agama Islam Fakultas Tarbiyah dan Keguruan Institut Agama Islam Negeri Islam , Januari 2015). Upaya Guru Mengembangkan Akhlak Pada Anak Usia Dini 5-6 Tahun Melalui Metode Bercerita di Ra-Rasyid Kecamatan Sukabumi Kota Bandar Lamung (Skripsi: Program Studi Pendidikan Agama Islam Anak Usia Dini (PIAUD) Fakultas Tarbiyah dan Tadris Negeri Islam Raden Universitas Intan, Lampung Cara Evaluasi Apa yang saya lakukan terhadap moralitas anak usia dini didasarkan pada ketentuan yang tercantum dalam RPPM dan RPPH yang telah disusun dan ditetapkan oleh pimpinan sekolah, seperti melalui catatan anekdot, penilaian dengan format checklist.

Gambar 1. Peneliti wawancara dengan Ibu Sadinah, S.Pd,
Gambar 1. Peneliti wawancara dengan Ibu Sadinah, S.Pd,

Gambar

Gambar 2. Peneliti wawancara dengan Ibu Suharni, S.Pd,
Gambar 1. Peneliti wawancara dengan Ibu Sadinah, S.Pd,
Gambar 3. Peneliti wawancara dengan Ibu Sri Rohani
Gambar 4. Siswa melakukan kegiatan sholat dhuha
+3

Referensi

Dokumen terkait

Saya merasa bahwa saya adalah anak yang suka memperhatikan dan memperdulikan orang lain.. Saya banyak disukai