PENDAHULUAN
Identifikasi Masalah
Batasan Masalah
Rumusan Masalah
Tujuan Penelitian
Manfaat Penelitian
Sistematika Penulisan
LANDASAN TEORI
Pendidikan Agama Islam
Dengan demikian, pendidikan agama Islam berperan dalam membentuk manusia Indonesia yang beriman dan bertaqwa kepada Allah SWT, menghargai dan mengamalkan ajaran agamanya dalam kehidupan sehari-hari di masyarakat. Untuk lebih jelasnya, penulis akan memaparkan beberapa definisi pendidikan agama Islam menurut para ahli, antara lain sebagai berikut. Marimba menjelaskan pendidikan agama Islam adalah pengarahan atau kepemimpinan sadar yang dilakukan pendidik terhadap perkembangan jasmani dan rohani pendidik menuju terbentuknya kepribadian yang primer. 19.
Dari keempat pengertian tersebut dapat dipahami bahwa pendidikan agama Islam adalah pendidikan yang bertujuan untuk membentuk peserta didik, baik jasmani maupun rohani, yang harus berkepribadian muslim, yaitu sesuai dengan ajaran Islam. Bagi Indonesia, pendidikan agama Islam formal mempunyai landasan yang sangat kuat. Tujuan pendidikan agama Islam adalah untuk meningkatkan keimanan, pemahaman, penghayatan dan pengalaman peserta didik terhadap agama Islam, yang beriman dan bertaqwa kepada Allah SWT. dan mempunyai akhlak mulia dalam kehidupan pribadi, sosial, berbangsa dan bernegara serta dapat membangun akhlak.
Tujuan pendidikan agama Islam sesuai dengan tujuan misi Islam itu sendiri, yaitu penumbuhan nilai-nilai moral, untuk mencapai tujuan. Secara umum pendidikan agama Islam bertujuan untuk meningkatkan keimanan, pemahaman, penghayatan dan pengamalan siswa terhadap pendidikan agama agar menjadi umat Islam yang beriman dan bertaqwa kepada Allah (swt). hidup.
Remaja
Percakapan yang dilakukan peneliti dengan M. Teguh selaku orang tua di RT 2 mengatakan demikian. Sependapat dengan Pak Teguh, wawancara dengan Ibu Ike selaku orang tua di RT 2 mengatakan demikian. Para orang tua di RT 2 Kelurahan Embong Panjang, Kecamatan Lebong Tengah, Kabupaten Lebong sibuk bekerja sehingga kurang memperhatikan anak-anak remaja di sini.
Wawancara yang peneliti lakukan dengan Pak Tono selaku orang tua di RT 2 mengatakan bahwa,. Wawancara yang dilakukan peneliti dengan Ibu Nur selaku orang tua di RT 12 mengatakan bahwa,. Selanjutnya wawancara peneliti dengan Ny. Darma selaku orang tua di RT 2 yang mengatakan jawabannya sama dengan Ny. Nur masing-masing.
Wawancara yang dilakukan peneliti dengan Bpk. Kokon yang diwawancarai selaku orang tua di RT 12 mengatakan bahwa,. Selanjutnya peneliti mewawancarai Bapak. Diwawancarai Suhi selaku orang tua di RT 2 yang memberikan jawaban yang sama dengan Pak. Kata Kokon yaitu. Berdasarkan hasil wawancara yang diperoleh dalam penelitian ini, peneliti dapat menyimpulkan bahwa orang tua di RT 2 Desa Embong Panjang Kecamatan Lebong Tengah Kabupaten Lebong mengajarkan akhlak kepada anak remajanya.
Wawancara yang dilakukan peneliti dengan Bapak. Teguh selaku orang tua di RT 12 mengatakan,. Selain itu, peneliti juga melakukan wawancara dengan Bapak. Acen selaku orang tua di RT 2 mengatakan,. Kemudian peneliti melakukan wawancara dengan Ny. Eva selaku orang tua di RT 2 yang mengatakan jawaban yang sama dengan Pak. Acen, yaitu,.
Panjang, Kecamatan Lebong Tengah, Kabupaten Lebong, orang tua menghukum anak remajanya jika melakukan kesalahan. Selanjutnya peneliti melakukan wawancara kepada Ibu Eva selaku orang tua di RT 2 yang memberikan jawaban yang sama dengan Bapak. Tono, yaitu,. Selanjutnya wawancara peneliti dengan Ny. Santi selaku orang tua di RT 2 mengatakan hal yang sama dengan Pak. Santi menyatakan bahwa,
Kajian Penelitian Terdahulu
Kerangka Berpikir
METODE PENELITIAN
- Tempat dan Waktu
- Sumber Data
- Insrtumen Penelitian
- Teknik Pengumpulan Data
- Teknik Keabsahan Data
- Teknik Analisa Data
Berdasarkan wawancara yang diperoleh peneliti dalam penelitian ini, peneliti dapat mengambil kesimpulan bahwa di RT 2 Desa Embong Panjang Kecamatan Lebong Tengah Kabupaten Lebong orang tua mengajarkan pendidikan agama kepada remaja. Sebagai orang tua tentunya saya mengajarkan dan memberikan contoh akhlak yang baik kepada anak-anak saya. Berdasarkan hasil wawancara yang dilakukan peneliti terhadap orang tua dan anak remaja di RT 2 Kelurahan Embong Panjang Kecamatan Lebong Tengah Kabupaten Lebong, peneliti dapat menyimpulkan bahwa orang tua selalu menjadi teladan moral yang baik bagi anaknya.
Berdasarkan observasi peneliti di RT 2 Kelurahan Embong Panjang Kecamatan Lebong Tengah Kabupaten Lebong, orang tua masih memberikan contoh moral yang baik kepada anak remajanya meskipun orang tuanya bekerja. Berdasarkan wawancara yang diperoleh peneliti dalam penelitian ini, peneliti dapat mengambil kesimpulan bahwa di RT 2 Desa Embong Panjang Kecamatan Lebong Tengah Kabupaten Lebong, orang tua memberikan nasihat kepada anak remaja apabila melakukan kesalahan. Berdasarkan wawancara yang diperoleh peneliti dalam penelitian ini, peneliti dapat mengambil kesimpulan bahwa di RT 2 Desa Embong Panjang Kecamatan Lebong Tengah Kabupaten Lebong, orang tua mendidik anaknya khususnya remaja untuk memilih teman.
Sebagai orang tua, saya tentu mengajarkan anak-anak saya untuk saling membantu. Berdasarkan hasil wawancara yang peneliti lakukan terhadap orang tua dan anak remaja di RT 2 Kecamatan Embong Panjang Kecamatan Lebong Tengah Kabupaten Lebong dapat disimpulkan bahwa orang tua selalu mendidik anaknya untuk menjaga kelestarian alam.
HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN
Sejarah Singkat Kelurahan Embong Panjang
Kabupaten Lebong merupakan sebuah kabupaten di Provinsi Bengkulu. Kabupaten Lebong beribukota di Tubei. Awalnya Kecamatan Embong Panjang adalah Desa Embong Panjang dan kini Desa Embong Panjang menjadi Kecamatan Embong Panjang di bawah kepemimpinan kepala desa. Akses jalan sangat memadai karena Kecamatan Embong Panjang merupakan perlintasan Muara yang aman dan terjal.
Sejak dahulu kala, kecamatan ini disebut dengan Embong Panjang, bermula dari desa saat berdirinya hingga kini menjadi sebuah kecamatan.
Keadaan Geografis
Keadaan Sosial Budaya Penduduk Kelurahan Embong Panjang 45
Keadaan pendidikan di Kecamatan Embong Panjang cukup baik, hal ini terlihat dari masyarakat yang rata-rata berpendidikan setingkat SMP. Untuk lebih jelasnya dapat dilihat pada tabel : 66.
Hasil Penelitian
Namun, orang tua tidak sepenuhnya mengajarkan agama kepada anak remajanya karena kesibukan orang tuanya. Waktunya dibagikan, biasanya saya ajarkan kepada anak-anak setelah Maghrib atau Isya.” 89 Selanjutnya wawancara peneliti dengan Ny. Ike selaku orang tua di RT 2 mengatakan,. Tapi jika saya melakukan kesalahan, orang tua saya akan memukuli saya.” 111 Selanjutnya wawancara peneliti dengan Pak Syahrul, imam masjid, mengatakan bahwa,.
Pembahasan
PENUTUP
Saran
Sebaiknya orang tua menanamkan pendidikan agama Islam pada anak sejak dini agar remaja tidak mudah terpengaruh. Dampak pergaulan bebas dan upaya orang tua dalam memberikan pendidikan Islam pada keluarga generasi muda di Pagar Dewa Kota Bengkulu. Pengaruh tingkat pendidikan orang tua dan lingkungan terhadap jiwa keagamaan siswa di SDN 2 Bubi Restu Kecamatan Abung Surakarta Kabupaten Lampung Utara.