PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang Masalah
Indonesia adalah Negara kepulauan serta ada banyak kekayaan alam yang terkandung di dalamnya, mulai dari keindahan alam yang dapat dijadikan sebagai tempat rekreasi sampai kekayaan alam yang dapat diolah menjadi sumber energi.
Salah satu dari kekayaan alam tersebut adalah berasal dari sektor pertanian, pertanian merupakan suatu kegiatan produksi yang berlandaskan proses pertumbuhan dari tanaman dan hewan. Menurut Suratiyah, (2015) dalam penelitiannya mengatakan bahwa pertanian merupakan kegiatan manusia dalam membuka lahan dan menanaminya dengan berbagai jenis tanaman, baik tanaman semusim atau tahunan, tanaman pangan ataupun non pangan, serta digunakan untuk memelihara ternak atau ikan. Sektor pertanian memiliki pengaruh yang besar dalam menunjang peningkatan perekonomian Indonesia. Pembangunan yang mendasar dalam sektor pertanian sangat dibutuhkan karena hasilnya dapat meningkatkan pendapatan penduduk dan kesejahteraan petani. Peran sektor pertanian pembangunan ekonomi Indonesia sangatlah penting karena sebagian besar penduduk di negara-negara berkembang menggantungkan hidupnya di bidang pertanian.
Pembangunan pertanian tidak lepas dari peran serta masyarakat tani. Oleh karena itu perlu diadakan pemberdayaan masyarakat tani, sehingga petani mampu menyelesaikan masalah yang dihadapinya. Salah satu usaha pemerintah dalam memberdayakan masayarakat tani adalah membentuk kelompok-kelompok
1
tani di pedesaan. Usaha meningkatkan sumber daya manusia petani dapat dilakukan melalui pembelajaran bimbingan penyuluhan, pelatihan, studi lapangan, pendampingan dan lain-lain. Menurut Departemen Pendidikan Nasional, (534;2002) menyatakan bahwa kelompok tani adalah sekumpulan manusia yang merupakan kesatuan beridentitas dengan adat istiadat dalam sistem norma yang mengatur pola-pola interaksi antara manusia.
Penduduk Desa Sumberbendo Kecamatan Bubulan Kabupaten Bojonegoro berjumlah 859 KK, sebagian besar penduduknya bermata pencaharian sebagai petani.
Peranan pendidikan di luar sekolah diupayakan untuk memperbaiki proses produksi pertanian, dengan peran tersebut proses produksi pertanian diharapakan lebih meningkat agar dapat mensejahterakan kehidupan masyarakat sumberbendo tersebut. Berdasarkan observasi yang telah dilakukan oleh peneliti bahwa Sumberbendo adalah salah satu Desa dari 5 Desa yang terletak di Kecamatan Bubulan Kabupaten Bojonegoro Provinsi Jawa Timur yang sangat aktif memproduksi padi dan jagung setiap tahunnya. Masyarakat Desa Sumberbendo masih menggunakan sistem bertani secara sederhana, oleh karena itu pembangunan pertanian menuju ketahanan pangan yang berkelanjutan harus terus di kembangkan. Kelompok tani menjadi salah satu organisasi pertanian yang memegang peranan penting serta sebagai ujung tombak dalam pembangunan pertanian. Menurut Novita, (2022) dalam penelitiannya mengatakan bahwa kelompok tani adalah lembaga atau organisasi yang efektif dalam meningkatkan pendapatan masyarakat yang disertai dengan adanya bantuan dari pemerintah dalam memanfaatkan teknologi.
Masih banyak permasalahan yang dihadapi kelompok tani Mulyo Agung di Desa Sumberbendo ini dalam mengembangkan usaha taninya dalam meningkatkan kesejahteraan hidupnya. Dengan berbagai potensi dan permasalahan terkait yang ada di
dalam kelompok tani Mulyo Agung, maka peneliti tertarik untuk melakukan penelitan agar dapat meningkatkan hasil panennya dan kesejahteraan hidup masyarakat Desa Sumberbendo, terutama kaum petani. Rendahnya ketrampilan dan pengetahuan yang dimiliki oleh petani menyebabkan hasil produksi menurun maka pendapatan petani juga mengalami berkurang. Melihat masalah tersebut maka harus ada upaya pemerintah dalam mengatasinya dengan cara yang tepat, yaitu melalui sebuah pendidikan di luar sekolah.
Menurut Undang-Undang RI no.20 pasal 26 ayat 3 tentang sistem pendidikan nasional dijelskan pendidikan non formal berfungsi mengembangkan potensi peserta didik dengan penekanan pada penguasaan pengetahuan dan ketrampilam fungsional serta pengembangan sikat dan kepribadian profesional. Melalui pendidikan luar sekolah seperti penyuluhan dapat membantu petani dalam meningkatkan produksinya. Penyuluhan merupakan cara yang diberikan kepada individu atau kelompok dalam memecahkan masalah pertanian sesuai yang ada dan dapat meningkatkan hasil produksi padi dan jagung.
Berdasarkan hasil observasi yang telah dilakukan oleh peneliti pada hari Rabu, 18 Januari 2023 dengan salah satu warga dari kelompok tani Mulyo Agung Desa Sumberbendo Kecamatan Bubulan Kabupaten Bojonegoro yaitu Bapak Nur Khozim mengatakan bahwa para petani diuntungkan dengan kondisi lahan yang terpenuhi, meskipun para petani ini memiliki lahan yang berbeda-beda, ada yang memiliki lahan seluas 1 hektare atau atau kurang dari 1 hektare untuk menanam padi dan jagung. Dalam menjalankan usaha tani padi dan jagung, para petani ini juga memiliki hambatan yang sangat besar dan berefek pada kualitas serta jumlah hasil panen. Hambatan yang dialami
saat ini adalah modal yang terbatas dan sulitnya mendapatkan pupuk serta sistem penjualan yang sangat rendah.
Dalam pengembangan usaha tani tingkat produksi dan pendapatan yang diperoleh petani dipengaruhi oleh beberapa hal diantaranya lahan, cuaca, modal, pupuk, sistem irigasi dan minimnya pengetahuan tentang penyuluhan pertanian. Berdasarkan latar belakang di atas, maka peneliti tertarik untuk melakukan sebuah penelitian terhadap usaha pertanian padi dan jagung di Desa Sumberbendo Kecamatan Bubulan Kabupaten Bojonegoro, dengan judul “Peran Kelompok Tani Mulyo Agung Dalam Budidaya Jagung untuk Meningkatkan Pendapatan Masyarakat Desa Sumberbendo Kecamatan Bubulan Kabupaten Bojonegoro” dengan harapan nantinya bisa memberikan kontribusi yang signifikan terhadap hasil serta pendapatan ekonomi masyarakat Sumberbendo.
1.2 Rumusan Masalah
Berdasarkan latar belakang masalah di atas, maka rumusan masalah dalam penelitian ini adalah:
1. Bagaimana peran kelompok tani mulyo agung dalam meningkatkan pendapatan masyarakat Desa Sumberbendo?
2. Apa saja kendala yang di hadapi oleh Kelompok Tani mulyo agung dalam budidaya tanaman jagung untuk meningkatkan pendapatan masyarakat Desa Sumberbendo?
1.3 Tujuan Penelitian
Berdasarkan rumusan masalah di atas, maka tujuan penelitian ini adalah:
1. Untuk mengetahui peranan kelompok tani mulyo agung dalam meningkatan pendapatan masyarakat desa sumberbendo.
2. Mengkaji kendala yang dihadapi oleh kelompok tani mulyo agung bagaimana cara meningkatkan hasil produksi jagung di Desa Sumberbendo Kecamatan Bubulan Kabupaten Bojonegoro.
1.4 Batasan Masalah
Berdasarkan latar belakang di atas, peneliti mengidentifikasi batasan masalah yang menjadi ruang lingkup dalam penelitian ini agar penelitian ini bisa lebih fokus.
Batasan- batasan masalah tersebut adalah:
1. Cara budidaya tanaman padi pada kelompok tani Mulyo Agung Desa Sumberbendo Kecamatan Bubulan Kabupaten Bojonegoro.
2. Faktor-faktor penghampat atau kendala yang dihadapi kelompok tani Mulyo Agung dalam meningkatkan hasil pertaniannya
3. Kontribusi usaha tani padi dan jagung dilihat dari segi pendapat.
4. Sistem penjualan hasil pertanian jagung.
1.5 Manfaat Penelitian
Manfaat penelitian secara teoritis adalah sebagai berikut:
1. Mendapatakan wawasan / ilmu pengetahuan tentang peran kelompok tani dalam meningkatkan hasil produksi jagung di Desa Sumberbendo Kecamatan Bubulan Kabupaten Bojonegoro.
2. Mendapatkan ilmu pengetahuan tentang tata cara bertani jagung.
Manfaat penelitian secara praktis adalah sebagai berikut:
1. Memberikan kontribusi usaha dalam bidang pertanian dalam meningkatkan hasil pendapatan kepada masyarakat.
2. Memberikan dukungan usaha tani kepada kelompok tani mulyo agung.
3. Bagi kelompok tani Mulyo Agung yang ada di Desa Sumberbendo Kecamatan Bubulan Kabupaten Bojonegoro dapat dijadikan bahan evaluasi dalam meningkatkan hasil produksi jagung.
4. Bagi pemerintah Desa dapat memberikan gambaran tentang potensi sektor pertanian jagung yang dimiliki oleh Desa Sumberbendo Kecamatan Bubulan Kabupaten Bojonegoro.
KAJIAN TEORI
2.1 Teori Pelatihan
2.1.1 Pengertian dan Cara Budidaya Jagung
Tanaman jagung (Zea Mays L) merupakan salah satu tanaman sumber karbohidrat pangan, selain gandum dan padi. Jagung termasuk tanaman berbiji tunggal (monokotil) dan berakar serabut. Menurut Nuridayanti, (2011) dalam penelitiannya bahwa tanaman jagung termasuk jenis tumbuhan musiman dengan umur ± 3 bulan. Tanaman jagung tidak terlalu banyak membutuhkan air dan sangat mudah perawatannya serta masa panen sangat cepat sekitar 3 bulan dari masa tanam.
Di Desa Sumberbendo Kecamatan Bubulan Kabupaten Bojonegoro Provinsi Jawa Timur, jagung merupakan salah satu tanaman unggulan bagi masyarakat pedesaan sekitar, karena lahan perkebunan yang sangat subur dan mudah perawatannya.
Tanaman jagung membutuhkan air yang relatif sedikit dibandingkan dengan tanaman padi. Sehingga masyarakat bisa menanam jagung pada saat musim kemarau. Disamping itu juga mudah untuk mendapatkan bibit jagung di toko-toko terdekat. Berbagai jenis bibit jagung unggulan yang dijual di wilayah Bojonegoro adalah NK 121, Sumo, Bisi 2, Pertiwi, Perkasa, Pioneer dan lain-lain. Saat ini masyarakat sumberbendo banyak menanam jagung jenis NK 121, karena jagung jenis nk 121 ini mudah perawatan, pertumbuhan cepat, tongkol besar dan tahan terhadap hama serta memiliki bobot lebih berat di banding jenis jagung yang lain.
Cara menanam jagung yang dilakukan warga Sumberbendo selama ini adalah membersihkan lahan terlebih dahulu, kemudian membuat lubangan yang berdiameter 5 cm dengan jarak 10 cm setiap lubanya lalu setiap lubang diisi benih jagung 2 butir. Masyarakat Sumberbedo menanam jagung masih dengan cara
7
mempekerjakan orang, walau saat ini teknologi sudah cangih, ada bebrapa warga yang membuat lubangan dengan menggunakan mesin clek. Karena saat di gunakan berbunyi clek sehingga masyarakat menyebutnya dengan mesin clek. Kemudian setelah jagung tumbuh berusia 15 hari dilakukan pemupukan pertama. Menyiangi rumput tetap dilakukan agar pertumbuhan jagung tetap subur. Pemupukan kedua dilakukan saat jagung berbunga atau biji jagung terlihat. Jagung bisa dipanen saat kulit jagung berwarna coklat sekitar berumur 120 hari.
2.2 Pengertian Kelompok Tani
Kelompok tani adalah kumpulan dari beberapa petani, peternak, pekebun yang dibentuk atas dasar kesamaan kepentingan, kondisi lingkungan dan keakraban untuk meningkatkan dan mengembangkan usaha anggota. Pada dasarnya kelompok tani itu tidak lepas dari pengertian kelompok itu sendiri. Menurut Mulyana (2000) mengatakan bahwa kelompok adalah sekumpulan orang yang mempunyai tujuan bersama yang berinteraksi satu sama lain untuk mencapai tujuan bersama, mengenal antara anggota satu dengan anggota yang lainnya serta diharapkan mereka memandang bahwa mereka adalah bagian dari kelompok itu sendiri. Kelompok tani disebut juga pelaku utama atau pelaku usaha. Pelaku utaman adalah orang yang melakukan usaha tani dibidang pangan, hortikultura, peternakan dan perkebunan.
Sedangkan pelaku usaha adalah setiap orang yang melakukan usaha agar mereka mau dan mampu membantu dan mengorganisasikan dirinya dalam mengakses informasi pasar, teknologi dan sumber daya lainnya agar dapat meningkatkan produktivitas, efisiensi usaha, pendapatan, dan kesejahteraan sehingga mmampu meningkakan kesadaran dan pelestarian lingkungan hidup.
Secara filosofis kelompok tani dibentuk untuk memecahkan permasalahan yang dihadapi petani yang tidak bisa diatasi secara individu. Menurut Sadjad (2010) mengatakan bahwa pembentukkan kelompok tani merupakan proses perwujudan pertanian yang terkonsolidasi (consolidated agriculture) sehingga bisa berproduksi secara optimal dan efisien. Berdasarkan uraian di atas dapat ditarik kesimpulan bahwa kelompok tani adalah sekumpulan masyarakat yang dibentuk terdiri dari ketua, wakil, bendahara, sekretaris dan mempunyai aktivitas dalam bidang pertanian yang tumbuh berdasarkan tujuan yang sama, keinginan yang sama serta mengenal satu sama lain. Ketua kelompok tani dipilih dari salah satu anggota yang dianggap memiliki pengetahuan dan wawasaan yang luas. Kelompok tani yang terpilih diharapakan dapat menjalankan tugas dan kewajibannya dengan baik. Dalam kelompok tani Mulyo Agung Desa Sumberbendo Kecamatan Bubulan Kabupaten Bojonegoro, berjumlah 30 orang dan diketuai oleh bapak Jupri. Kelompok tani pada hakikatnya adalah untuk menggerakkan sumberdaya manusia petani. Kelompok tani ini mempunyai fungsi sebagai unit kelompok belajar, unit kerjasama, unit produksi usaha tani.
Tujuan dibentuk kelompok tani adalah untuk meningkatkan dan mengembangkan kemampuan petani dan keluarganya sebagai subjek pendekatan kelompok agar lebih berperan dalam pembangunan. Menurut Santosa (2004) menyatakan bahwa keberadaan kelompok tani memiliki beberapa fungsi sebagai berikut:
1) Kelompok tani sebagai wadah kerjasama.
2) Kelompok tani sebagai unit produksi.
3) Kelompok tani sebagai organisasi kegiatan bersama.
4) Kelompok tani sebagai swadaya dan swadana.
5) Kelompok tani sebagai kelas belajar atau wadah belajar kelompok tani untuk meningkatkan pengetahuan, keterampilan dan sikap kemandirian dalam usaha tani sehingga dapat meningkatkan pendapatan dan kesejahteraan hidup.
2.2.1 Ciri-Ciri Kelompok Tani
Kelompok tani memimiliki beberapa ciri-ciri yaitu saling mengenal, akrab dan saling percaya antara sesama anggota, mempunyai pandangan dan kepentingan yang sama dalam usaha tani. Menurut winardi (2005) menyatakan bahwa ciri-ciri suatu kelompok ada 4 yaitu:
1) Ada interaksi anatar anggota yang berlangsung secara kontinyu
2) Setiap anggota menyadari bahwa mereka adalah bagian dari kelompok, dan sebaliknya kelompok juga mengakui sebagai anggota.
3) Adanya kesepakatan bersama antar anggota
4) Adanya struktur kelompok, para anggota mengetahui adanya hubungan antar peranan, norma, tugas, hak, dan kewajiban.
Kecamatan Bubulan adalah salah satu Kecamatan yang sebagian besar penduduknya berkecinampung dibidang pertanian atau mayoritas bertani.
Salah satu Desa sumberbendo terdapat kelompok tani guna mendukung tersedianya tenaga serta pra sarana untuk membantu kegiatan bertani. Sedang menurut Slamet (2022) mengatakan bahwa ada 5 ciri-ciri kelompok, yaitu:
1) Terdiri atas individu.
2) Adanya saling ketergantungan
3) Adanya partisipasi yang terus menerus dari anggota 4) Mandiri.
5) Adanya keragaman yang terbatas.
Kelompok terbentuk dari afiliasi diantara orang-orang tertentu. Program pemerintah para petani ini akan disalurkan melalui wadah gapoktan dan kelompok tani. Berdasarkan hasil dari pendapat para ahli di atas, penulis menyimpulkan bahwa ciri-ciri kelompok tani adalah mengenal, saling akrab percaya, mempunyai kepentingan dan tujuan yang sama dalam hal bertani, tinggal dalam satu pemukiman, bertanggung jawab terhadap anggotanya, dan sebagainya.
2.2.2 Unsur Kelompok Tani
Menurut Permentan No 67 tahun 2016, Unsur kelompok tani adalah sekumpulan petani/peternak/pekebun yang dibentuk petani atas dasar kesamaan kepentingan, dan kondisi lingkungan dengan tujuan untuk mengembangkan usaha pertanian. Berikut adalah unsur kelompok tani untuk memperkuat anggota dan mempermudah untuk menjalankan fungsinya, yaitu:
1) Adanya kepentingan yang sama antara para anggota
2) Adanya kawasan usaha tani yang menjadi tanggung jawab bersama.
3) Adanya kader tani yang berdedikssi untuk menggerakkan para petani.
4) Adanya kegiatan yang dirasakan manfaatnya oleh para anggotanya.
5) Adanya dorongan atau motivasi dari tokoh masyarakat setempat untuk menunjang program pertanian.
Unsur kelompok tani Mulyo Agung Desa Sumberbendo Kecamatan Bubulan Kabupaten Bojonegoro adalah masyarakat Desa Sumberbendo yang bermatapencaharian sebagai petani, peternak atau pekebun.
2.2.3 Peran Kelompok Tani
Peran dapat diartikan mengatur perilaku seseorang juga dapat merubah perbuatan seseorang sehinga mereka bisa menyesuaikan perilakunya dengan perilaku dalam kelompok. Dalam hal ini peranan yang ditekankan adalah tanggung jawab semua pihak yang terkait dalam sektor pertanian. Jadi ekspetasi merupakan suatu hal perwujudan dari rasa tanggung jawab. Peranan merupakan sesuatu yang menjadi bagian yang utama dalam terjadinya suatu hal atau peristiwa, baik itu positif atau negatif. Menurut Azwar (2000) menyatakan bahwa peranan merupakan rasa tanggung jawab semua pihak dalam sector pertanian, karena pertanian sebagai leading sector yang merupaka tulang punggung pembangunan Indonesia.
Peran kelompok tani adalah kinerja yang dilakukan dalam bentuk kelompok yang beranggotakan para petani yang ada di desa tersebut. Kelompok tani sebagai wadah organisasi dan bekerja sama antar anggota mempunyai peranan yang sangat penting dalam kehidupan masyarakat tani, karena segala kegiatan dan permasalahan dalam usaha tani dilakukan oleh kelompok dan secara bersama.
Kelompok tani dapat menjalankan tugas dan kewajibannya yaitu mengkoordinasikan kegiatan secara bergotong royong. Dengan adanya kelompok tani ini para petani dapat bersama-sama memecahkan permasalahan seperti pemenuhan sarana produksi pertanian, teknis produksi dan pemasaran hasil.
Melihat potensi tersebut maka kelompok tani ini perlu dibina dan diberdayakan lenih lanjut agar kedepannya dapat berkembang secara optimal.
Mengembangkkan kelompok tani berarti membangun keinginan dan kepercayaan pada diri sendiri agar dapat bergerak secara metodis, berdayaguna, dan terorganisir. Menurut Wawarni dkk, (2005) menyatakan bahwa kelemahan dalam
usaha kelompok tani adalah usaha untuk membuat kelompok tani menjadi dinamis menjadi bersifat krusal dan saling menggangu kelancaran sarana produksi, situasi ini terjadi karena petani yang dikelompokan menurut hanparan lahan tidak selalu saling mengenal satu dengan yang lainnya. Kelompok tani merupakan bagian dari pemberdayaan petani oleh karena itu kelompok tani adalah wadah pembelajaran melalui suatu proses interaksi sejumlah orang-orang secara intensif terlibat dalam proses komunikasi, kepemimpinan, dan melakukan suatu tugas untuk tujuan bersama. Menurut Kalu (2008) menyatakan bahwa Peranan kelompok tani terhadap anggotanya diharapkan berdampak pada pembangunan pertanian rakyat, sehingga para anggota dengan serius dapat menggembangkan tanaman yang di budidayakannya.
2.2.4 Fungsi Kelompok Tani
Kelompok tani mempunyai fungsi untuk memberdayakan para petani agar mampu memiliki kekuatan mandiri, dan menerapkan inovasi, serta mampu memanfatkan azas skala ekonomi dan mampu menghadapi resiko, sehinnga dapat meningkatkan pendapatan dan kesejahteraan hidup yang layak. Pembinaan kelompok tani diharapkan dapat berfungsi sebagai kelas belajar, unit produksi dan tempat kerjasama. Menurut Kartasasmita (2003) menyatakah bahwa kelompok tani berfungsi sebagai wadah memelihara dan berkembangnya pengetahuan dan ketrampilan serta kegotong-royongan antar sesama anggotanya. Sedang menurut Deptan (2007) menyatakan bahwa fungsi kelompok tani ada 3 yaitu:
1) Kelas belajar
Kelompok tani sebagai wadah belajar mengajar bagi anggotanya guna meningkatkan pengetahuan dan ketrampilan, sikap, serta mandiri dalam usaha bertani, sehinnga mampu mencapai kehidupan yang layak sesuai harapan.
2) Wahana kerjasama
Merupakan tempat untuk memperkuat kerjasama diantara sesame petani dalam kelompok. Melalui usaha kerjasama ini diharapakan usaha bertaninya lebih efisien dan mampu menghadapi tantangan serta gangguan yang ada.
3) Unit produksi
Secara keseluruhan harus dipandang sebagai satu kesatuan usaha yang dapat dikembangkan untuk mencapai skala ekonomi, baik dari segi kualitas maupun kuantitas.
2.3 Pendapatan
Pendapatan adalah hasil yang diperoleh manusia setelah mereka bekerja.
Dimana seseorang yang telah bekerja mengharapkan sebuah imbalan dari orang yang telah mempekerjakannya. Secara garis besar pendapatan adalah kekayaan awal periode ditambah perubahan yang bukan diakibatkan perubahan modal dan hutang. Menurut Zaky Bridwan (2009) menyatakan bahwa pendapatana adalah aliran masuk atau kenaikan lain aktiva suatu badan usaha atau pelunasan hutangnya selama satu periode.
Sedangkan menurut Rosyidi (2009) adalah pendapatan harus didapatkan dari aktivitas produktif.
Berdasarkan pendapat para ahli di atas penulis menyimpulkan bahwa pendapatan adalah segala sesuatu yang diterima oleh seseorang setelah mengerjakan pekerjaan untuk memenuhi kebutuhan hidupnya.
2.3.1 Jenis- Jenis Pendapatan
Menurut Ramadan (2020) dalam penelitiannya jenis-jenis pendapatan adalah sebagai berikut:
1) Pendapatan Total (PT)
Merupakan jumlah atau kuantitas barang yang terjual , dikalikan dengan harga satuan. Dimana semakin banyak barang yang terjual akansemakin besar pendapatannya. Suatu perusahaan akan memperoleh laba yang besar jika pendapatan total lebih besar dari biaya pengeluaran. Pendapatan total dirumuskan dengan PT = P X Q
2) Pendapatan rata-rata (PR)
Merupakan pendapatan rata-rata yang diperoleh dari total penerimaan dibagi dengan barang yang dijual. Dan dapat dirumuskan dengan PR = PT/ Q
3) pendapatan Marjinal
Merupakan tambahan penerimaan karena adanya tambahan penjualan dari setiap satuan hasil produksi.
2.4 Keunggulan dan Kelemahan Kelompok Tani
Keberadaan kelompok tani sangat penting, pemerintan dan pihak swasta dapat menjalin kerjasama dengan petani dengan menjalin kemitraan. Oleh karena itu kelompok tani merupakan pelaku perubahan. Sebagai manusia termasuk petani di pedesaan, tentu tak lepas dari kelompok yaitu salah satunya adalah kelompok
tani. Dengan demikian jelas bahwa kelompok tani merupakan alat bagi petani untuk mencapai tujuan-tujuan kelompok.
2.4.1 Keunggulan Kelompok Tani
Menurut Fadli selaku penyuluh pertanian Desa Sumberbendo menyatakan bahwa pentingnya bergabung dalam kelompok tani adalah sebagai berikut:
1) Sebagai wadah belajar memimpin 2) Pengembangan kerjasama
3) Melatih anggota bermusyawarah 4) Mempererat silaturrahmi
5) Meningkatkan rasa percaya diri
Berdasarkahn hasil observasi yang telah dilakukan oleh peneliti dengan salah satu anggota kelompok tani Mulyo Agung yaitu Bapak Ahmad Ibrahim menuturkan bahwa setelah bergabung dengan kelompok tani ini mempunyai beberapa keunggulan yaitu sebagai berikut:
1) Tercipta kerukunan.
2) Mudah untuk mendapatkan pupuk bersubsidi.
3) Mendapatkan bibit pertanian dan bantuan teknologi 4) Saling belajar tentang pertanian.
5) Belajar meningkatkan tanggung jawab.
6) Meningkatkan kerjasama
7) Meningkatkan hasil pertanian, dan lain-lain.
2.4.2 Kelemahan Kelompok Tani
Kelompok tani juga memiliki kelemahan/kekurangan. Berikut adalah kelemahan/kekurangan kelompok tani Mulyo Agung Desa Sumberbendo Kecamatan Bubulan Kabupaten Bojonegoro:
1) Minimnya ilmu pengetahuan 2) Sulit untuk diajak berkumpul 3) Kurang komunikasi
4) Kurangnya rasa percaya diri
2.5 Potensi dan Kendala Kelompok Tani
Dalam usaha pertanian tentu memiliki kendala dan potensi yang berbeda setiap daerah masing-masing, berikut adalah potensi yang ada di wilayah Desa Sumberbendo Kecamatan Bubulan Kabupaten Bojonegoro.
2.5.1 Potensi Kelompok Tani
Secara ekonomis diperkirakan bahwa petani yang menguasai aset besar akan lebih responsif terhadap teknologi. Menurut Sri Nuryanti (2011) menyatakan bahwa ada beberapa potensi yang dapat mempercepat dan memperkuat adopsi teknologi secara berkelanjutan yaitu:
1) Besarnya jumlah anggota kelompok tani.
2) Luasnya hamparan lahan.
3) Kepatuhan petani terhadap kesepakatan kelompok, dan 4) Kesamaan persepsi.
Petani dalam kelompok adalah sebagai pelaku inovasi yang akan mendorong kelompoknya untuk mengadopsi inovasi teknologi guna meningkatkan
kesejahteraan kelompok dan anggotanya. Berikut adalah potensi yang ada dikelompok tani Mulyo Agung Desa Sumberbendo Kecamatan Bubulan Kabupaten Bojonegoro:
1) Tanah yang subur.
2) Sumber air yang melimpah.
3) Curah hujan yang cukup.
4) Toko pertanian yang lengkap 5) Tersedianya alat-alat pertanian
2.5.2 Kendala Kelompok Tani
Kendala dalam suatu kelompok tani yang ada di setiap daerah berbeda-beda. Menurut Musyafak (2005) mengatakan bahwa fenomena terkini dimana kelompok tani bermunculan dan digunakan sebagai alat mencairkan dana dari pemerintah tanpa proses evaluasi dan pendampingan secara berkelanjutan akan menimbulkan ketergantungan individu atau kelompok tani. Selain potensi kendala yang di hadapi menurut Sri Nuryanti (2011) adalah
1) Kemajemukan budaaya
2) Etos kerja dan profesionalisme pengurus kelompok yang masih rendah.
3) Kesadaran sebagian anggota yang rendah mempersulit untuk mempertahankan keutuhan kelompok.
4) Konflik kepentingan antara anggota menyulitkan untuk mencapai tujuan.
Berikut adalah kendala yang dihadapi kelompok tani Mulyo Agung Desa Sumberbendo Kecamatan Bubulan Kabupaten Bojonegoro yaitu Sulit mendapatkan pupuk, Sistem penjualan yang murah, dan maraknya obat-obatan palsu
2.6 Penelitian Terdahulu
Pada penelitian terdahulu ini menjadi salah satu acuan penulis dalam melakukan penelitian, sehingga penulis dapat memperbanyak teori yang digunakan dalam mengkaji penelitian yang dilakukan. Berdasarkan penelitian terdahulu, penulis tidak menemukan penelitan dengan judul yang sama seperti judul penelitian penulis.
Berikut adalah penelitian terdahulu berupa beberapa jurnal terkait dengan penelitian yang dilakukan oleh penulis.
Tabel 2. 1 Penelitian Terdahulu
No Nama Peneliti Tahun Judul Hasil
1. Anisa Yulianti 2020 Upaya Kelompok Tani
Sejahtera Dalam
Meningkatkan Ekonomi Masyarakat Di Desa Gisting Tanggamus
Kelompok tani
merupakan usaha dan wadah bagi kelompok masyarakat untuk dapat meningkatkan jiwa dan kewirausahaan. Dengan demikian kelompok dapat meningkatkan ekonomi dengan dengan membangun jaringan
dan mewujudkan
kemampuan para petani
2. Ifan Nur Sopyan 2021 Efektivitas Fungsi
Kelompok Tani Dalam Meningkatkan Pendapatan Petani Padi Di Desa Handapherang Kecamatan Cijeungjing Kabupaten Ciamis
Besarnya pendapatan petani padi per hektar adalah Rp 11. 422.
385,22 dan efektivitas kelompok tani masih dalam kategori rendah
karena belum
tercapainya fungsi kelompok tani.
No Nama Peneliti Tahun Judul Hasil
3. Suliyanto 2017 Pengaruh Motivasi Terhadap Keatifan Anggota Kelompok Tani Ternak Sapi Potong Di Padang
Menunjukkan bahwa terjadi hubungan yang sedang antara motivasi dengan keaktifan berada pada rentan 0,400-0,599
Berdasarkan tabel penelitian terdahulu, terdapat perbedaan dengan penelitian yang dilakukan oleh penulis. Penelitian pertama membahas tentang jiwa kewirausahaan dan membangun jaringan kemampuan petani, sedangkan penulis lebih terfokus pada budidaya padi dan jagung. Sedangkan dari penelitian kedua yaitu fungsi kelompok tani, serta pada penelitian yang ketiga adalah hubungan anatara motivasi dengan keaktifan, meskipun terdapat beberapa kesamaan kata namun objek penelitian, waktu, dan tempat berbeda. Selain itu pembentukan kelompok tani dilakukan oleh pemerintah sedangkan dalam penelitian ini pembentukan kelompok berdasaarkan musyawarah masyarakat.
2.7 Kerangka Berpikir
Masalah yang selama ini dihadapi masyarakat Desa Sumberbendo dalam budidaya padi dan jagung adalah kurangnya pengetahuan penyuluhan tentang pertanian. Menurut Fajrin (2012) menyatakan bahwa salah satu upaya untuk meningkatkan daya saing petani adalah pengembangan kelembagaan pertanian, pemebrdayaan, dan peningkatan kemampuan kelompok-kelompok petani kecil. Petani sebagai orang yang terlibat langsung dalam kelompok tani dalam melakukan uasaha pertanian, maka petani membutuhkan suatu wadah agar dapat berinteraksi dalam melakukan suatu kepentingan bersamadan mencapai tujuan, sehingga mereka bergabung dalam suatu wadah yang disebut kelompok tani.
Adanya kendala dan masalah pertanian seperti hama dan penyakit yang menyerang tanaman serta kekurangan pupuk yang membuat petani mengalami kendala dalam bercocok tanam. Program kelompok tani diharapkan mampu membantu adanya masalah yang dihadapinya, dengan adanya kegiatan seperti penyuluhan, pelatihan dan studi banding, menyediakan input usaha tani dan penyaluran bantuan dari pemerintah menjadikan para petani ini lebih siap menghadapi musim tanam tiba. Potensi Desa Sumberbendo adalah pertanian, penerapan program kelompok tani dharapkan mampu meningkatkan hasil pertanian padi dan jagung serta meningkatkan taraf hidup masyarakat Desa Sumberbendo Dusun Sumurgempol Kecamatan Bubulan Kabupaten Bojonegoro.
Desa Sumberbendo Dusun Sumurgempol Kecamatan Bubulan Kabupaten Bojonegoro mayoritas penduduknya berpenghasilan dari bercocok tanam padi dan jagung sebagai penyambung hidup. Jika pertanian mengalami penurunan maka akan berdampak pada kehidupan dan perekonomian masyarakat pedesaan. Oleh sebab itu penting adanya pembangunan pertanian. Dalam menghadapi hal tersebut maka, masyarakat Desa Sumberbendo Dusun Sumurgempol Kecamatan Bubulan Kabupaten Bojonegoro membentuk suatu kelompok tani Mulyo Agung. Berikut adalah bagan kerangka berpikir penelitian yang sajikan oleh peneliti.
Bagan 2.1 Kerangka Berpikir Penelitian MASYARAKAT
Berdasarakan bagan kerangka berpikir di atas dapat dijelaskan bahwa penulis merupakan bagian dari salah satu dari masyarakat sumberbendo. Masyarakat desa sumberbendo mayoritas bekerja sebagai petani, melihat hal tersebut penulis ingin mengkaji serta mengetahui sistem pertanian di wilayah tersebut lebih dalam. Kemudian dari masyarakat tersebut dibentuklah suatu kelompok tani yang diberi nama kelompok tani mulyo agung, selama ini petani desa sumberbendo banyak yang membudidayakan tanaman jagung karena tanah yang subur, tidak membutuhkan banyak air, masa panen tidak lama serta sistem penjualan yang mudah.
Masyarakat Desa Sumberbendo dalam satu tahun dapat menanam jagung dua kali. Dalam budidaya tanaman jagung tentu ada kendala atau faktor yang menjadi penghambat keberhasilan, oleh karena itu di adakan pelatiahan pertanian dan penyuluhan tentang tata cara bertanam jagung. Tujuan dari pelatihan dan penyuluhan ini adalah
KELOMPOK TANI
BUDIDAYA JAGUNG
KENDALA
PENYULUHAN
PENINGKATAN HASIL PERTANIAN
PELATIHAN
HASIL PERTANIAN
meminimalisir hal-hal yang menjadi penghabat keberhasilan dalam budidaya tanaman jagung. Dari hasil pelatihan dan penyuluhan ini nantinya akan di terapkan pada kelompok tani mulyo agung bagaimana cara mengatasi permasalahan atau kendala khususnya tanaman jagung. Langkah ini sebagai penentu hasil pertanian selama ini. Kemudian dari hasil inilah kita dapat melihat apakah langkah-langkah ini dapat meningkatkan hasil panen jagung yang maksimal atau belum. Berdasarkan hal tersebut diharapakan masyarakat Sumberbendo dapat meningkatkan hasil pertaniannya.
3.1 Jenis dan Pendekatan 3.1.1 Metode Penelitian
Penelitian ini akan dilaksanakan di Dusun Sumorgempol Desa Sumberbendo Kecamatan Bubulan Kabupaten Bojonegoro. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kualitatif. Menurut Novtrianto (2016) menyatakan bahwa Pendekatan kualitatif adalah suatu bentuk penelitian yang mendeskripsikan peristiwa atau kejadian, perilaku orang atau suatu keadaan pada tempat tertentu secara rinci dan mendalam dalam bentuk narasi. Data yang diperoleh peneliti merupakan keseluruhan bahan, keterangan data fakta-fakta yang dapat diukur secara sistematis.
Peneliti memilih dengan menggunakan metode penelitian kualitatif dikarenakan dapat mempermudah peneliti mendapatkan informasi yang lebih detail tentang objek yang diteliti dan selanjutnya dapat digunakan untuk menentukan tujuan dari penelitian.
3.2 Subjek Penelitian
Menurut Novtrianto (2016) dalam penelitianya menyatakan bahwa subjek penelitian adalah seluruh anggota kelompok tani yang ada diwilayah Kelurahan Meras Kecamatan Bonaken mulai dari pengurus sampai anggotanya. Dalam penelitian ini yang menjadi subjek penelitian adalah seluruh anggota kelompok tani Mulyo Agung yang ada di Dusun Sumurgempol Desa Sumberbendo Kecamatan Bubulan Kabupaten Bojonegoro. Dimana jumlah subjek ditentukan secara purposive sampling
24
artinya pemilihan sampel secara sengaja dengan kriteria tertentu dan dipilih oleh peneliti berdasarkan bahwa mengetahui masalah yang diteliti.
3.3 Rancangan Penelitian 3.3.1 Tahapan Penelitian
Pada tahapan ini yang dilakukan oleh peneliti adalah mengumpulkan referensi yang akan digunakan sebagai dasar dalam penelitian. Berikut adalah rancangan tahap penelitian yang disajikan dalam bentuk tabel.
Tabel 3.1 Rancangan Tahap Penelitian
No Waktu Tempat Kegiatan
1. Selasa, 27 Desember 2022 Di Rumah Bpk Jupri selaku ketua kelompok tani Mulyo Agung
Izin penelitian pada ketua kelompok tani Mulyo Agung 2. Kamis, 5 Januari 2023 Di Desa Sumberbendo
Dusun Sumur Gempol
Survey kelompok tani Mulyo Agung
3. Rabu, 18 Januari 2023 Di Desa Sumberbendo Dusun Sumur Gempol
Melakukan wawancara dengan salah satu anggota kelompok tani Mulyo Agung
4. Senin, 6 Februari 2023 Di Desa Sumberbendo Dusun Sumur Gempol
Tahap pengumpulan data 5. Jumat, 31 maret 2023 Di Desa Sumberbendo
Dusun Sumur Gempol
Selesai
Langkah-langkah yang dilakukan peneliti adalah sebagai berikut:
1)Survei Pendahuluan
Maksud dan tujuan dari survei ini adalah mengidentifikasi seluruh permasalahan yang ada dilapangan, sehingga peneliti bisa mengambil langkah berikutnya.
2)Studi Pustaka
Studi pustaka yang digunakan oleh peneliti adalah berupa jurnal, dan catatan kuliah sebagai bahan acuan agar dapat melakukan tugas akhir dengan baik sesuai dengan tahapannya
3)Pengumpulan data
Setelah melakukan survey dan peneliti mengidentifikasi permasalahan yang ada dilapangan maka langkah selanjutnya yang harus dilakukan adalah mencari data pendukung untuk menyelesaikan permasalahan tersebut.
3.4 Teknik Pengumpulan Data
Tujuan dari penelitian ini adalah untuk memperoleh data, maka metode pengumpulan data merupakan langkah yang paling utama dalam penelitian. Menurut Sugiyono (2018) pengumpulan data dapat di lakukan dalam berbagai setting, sumber, dan cara. Jika dilihat dari sumber datanya maka pengumpulan data dapat menggunakan data primer dan skunder. Selanjutnya jika dilihat dari segi teknik, maka teknik pengumpulan data dapat dilakukan dengan pengamatan (observasi), Wawancara (interview), kuisioner (angket). Adapun metode pengumpulan data dalam penelitian ini adalah:
1) Observasi
Salah satu teknik yang dapat digunakan untuk mengetahui kapasitas air embung yakni dengan menggunakan teknik observasi. Menurut Sugiyono, (2018) observasi merupakan teknik pengumpulan data yang mempunyai ciri yang spesifik bila di bandingkan dengan teknik lain. Melalui kegiatan observasi ini peneliti juga belajar tentang cara memanfaatkan air embung dengan tepat. Observasi dalam penelitian ini adalah dengan melakukan pengamatan langsung di lapangan untuk
mengetahi kondisi kelompok tani mulyo agung di Desa Sumberbendo, Kecamatan Bubulan Kabupaten Bojonegoro.
2) Wawancara
Wawancara menjadi salah satu teknik yang digunakan untuk mengumpulkan data penelitian. Menurut Yusuf, (2014) Wawancara merupakan suatu kejadian atau proses interaksi antara pewawancara dan narasumber melalui komunikasi secara langsung atau bertanya langsung mengenai suatu objek yang diteliti. Tujuan dari wawancara ini adalah untuk mendapatkan informasi yang relevan dan valid dalam penelitian. Informan dalam penelitian ini salah satunya adalah anggota kelompok tani mulyo agung, mengapa mereka lebih memilih menanam jagung dan kendala apa yang selama ini menjadi penghambat dalam usaha bertani jagung?
3) Dokumentasi
Menurut Sugiyono (2018) dokumentasi adalah cara yang digunakan untuk memperoleh data dan informasi dalam bentuk arsip, buku, foto dan lain-lain, yang berupa laporan serta keterangan yang dapat mendukung penelitian. Dokumen yang digunakan dalam penelitian ini adalah foto dan angket.
3.5 Teknik Analisis Data
Setelah data terkumpul maka langkah selanjutnya adalah proses analisis data. Menurut Sugiyono (2018) mengatakan bahwa analisis data adalah proses mencari dan menyusun data secara sistematis yang didapat setelah wawancara, dokumentasi, serta menjabarkan kedalam unit-unit dan membuat kesimpulan sehingga mudah untuk dipahami. Tujuan dari analisis ini yaitu menyederhanakan data yang diperoleh oleh peneliti sehingga mudah untuk dipahami dan dimengerti. Adapun teknik analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah teknik kualitatif. Analisis data
dalam penelitian kualitatif dilakukan pada saat pengumpulan data berlangsung. Berikut adalah langkah dalam analisis data yaitu pengumpulan data, reduksi/ merangkum data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Berikut adalah langkah-langkah analisis data 1. Pengumpulan data
Peneliti mengumpulkan bebrapa data lapangan yang diperoleh saat melakukan wawancara dengan ketua kelompok tani mulyo agung terkait permasalahan mengenai peraan kelompok tani dalam budidaya jagung untuk meningkatan pendapatan.
2. Reduksi/merangkum data
Dalam hal ini peneliti fokus pada hal-hal objek penelitian, dengan mereduksi data penelita dapat memberikan gambaran yang lebih jelas dan dapat dipertanggung jawabkan. Dalam penelitian ini tahap mereduksi data adalah sebagai berikut:
a. Memilah dan mengambil hasil wawancara dalam penelitian.
b. Hasil wawancara kemudian disederhanakan dan di tuangkan dalam bentuk tulisan.
c. Meringkas hasil wawancara.
Berikut adalah hasil wawancara dengan ketua kelompok tani yang sudah di reduksi oleh peneliti.
Table 3.2 Wawancara
No Pertanyaan Jawaban.
1. Bagaimana kondisi perekonomian anggota kelompok tani mulyo agung di Desa Sumberbendo Kecamatan Bubulan saat ini?
“Alhamdulilah pak, setelah dibentuk adanya kelompok tani di Desa ini kondisi ekonomi masyarakat lebih baik dari pada sebelumnya.
Karena kita banyak mendapatkan keuntungan setelah bergabung dikelompok.
No Pertanyaan Jawaban.
2. Bagaimana peran kelompok tani mulyo agung ini dalam budidaya jagung untuk
meningkatkan pendapatan?
“Merencanakan keegiatan kelompok, meningkatkan hubungan antar anggota,
memanfaatkan modal secara rasional,
menggunakan teknologi sebagai sarana informasi dan komunikasi antar anggota kelompok.”
3. Kendala apa saja yang dihadapi dalam budidaya jagung pada kelompok tani mulyo agung?
“Minimnya ilmu pengetahuan, sulit mendapatkan pupuk, modal terbatas, peralatan yang masih tradisonal, dan sistem penjualan yang murah saat panen.”
4. Berapa pendapatan masyarakat, sebelum dan sesudah bergabung di kelompok tani mulyo agung?
“Pendapatan sebelum bergabung berkisar Rp.15.000.000,00 dan setelah bergabung pendapatan menjadi Rp.15.650.000,00 sampai 17.000.000,00.”
3. Penyajian data
Bentuk penyajian data pada penelitian ini adalah dalam bentuk penjelasan yang singkat, gambar dan tabel. Agar mudah di pahami. Pada penelitian ini terdapat bagan kerangkan berpikir dan tabel pendapatan masyarakat sebelum dan sesudah bergabung dikelompok tani mulyo agung. Yang dapat dilihat pada lampiran 1 halaman 46 4. Penarikan kesimpulan
Penarikan kesimpulan dan verifikasi adalah sebuah kesimpulan awal yang sementara dan berubah atau tidaknya semua tergantung dari ada atau tidaknya bukti pendukung saat mengumpulkan data. Kesimpulan yang berikan oleh peneliti diharapkan dapat
memberikan gambaran objek yang lebih jelas tentang penelitian tersebut. Pada penelitian ini peneliti menarik kesimpulan bahwa peran kelompok tani mulyo agung dalam budidaya jagung dapat meningkatkan pendapatan masyarakat Desa Sumberbendo Kecamatan Bubulan Kabupaten Bojonegoro. Berikut adalah data responden kelompok tani mulyo agung Desa Sumberbendo Kecamatan Bubulan Kabupaten Bojonegoro dapat dilihat pada lampiran 2 halaman 47
3.5.1 Usia Responden
Usia seseorang merupakan salah satu faktor penting dalam melakukan suatu usaha, terutama dalam usaha pertanian. Karena hal ini akan berpengaruh dalam kempuan mengelola usaha pertanian. Usia produktif dianggap mempunyai kemampuan fisik yang lebih baik dibandingkan dengan usia petani yang tidak produktif, sebab kempuan fisiknya sudah menurun sehingga tidak maksimal dalam bertani padi dan jagung. Berdasarkan hasil observasi yang telah dilakukan oleh peneliti bahwa rata-rata umur petani Mulyo Agung Desa Sumberbendo Kecamatan Bubulan Kabupaten Bojonegoro yang diambil sebagai responden adalah berusia 48- 53 tahun dengan persentase 30% berada dalam golongan usia produktif. Responden yang berusia 30-35 tahun sebanyak 4 orang dengan persentase 13,3%, hal ini menunjukkan bahwa pemuda di Dusun Sumurgempol Desa Sumberbendo lebih memilih bekerja di perusahaan swasta atau bekerja di kota dibandingkan bekerja menjadi seorang petani. Sedangkan usia 36-41 tahun sebanyak 7 orang dengan persentase 23,33% lebih memilih bekerja sebagai karyawan swasta atau memiliki usaha sendiri. Kemudian usia 42-47 sebanyak 5 dengan persentase 16,7% mereka lebih memilih bekerja serabutan dibandingkan harus bekerja menjadi seorang petani. Usia 54-59 tahun ada 3 orang dengan persentase 10% dan usia 60-65 tahun ada 2 orang dengan persentase 6,67% sebagian besar mereka memiliki lahan persawahan tetapi lebih memilih mempekerjakan usaha taninya karena usia tersebut
sudah tidak produktif lagi. Berikut adalah data usia petani Mulyo Agung Desa Sumberbendo Kecamatan Bubulan Kabupaten Bojonegoro dapat dilihat pada lampiran 3 halaman 48
3.5.2 Luas Lahan
Petani yang mempunyai status lahan milik sendiri mempunyai kebebasan dalam memanfaatkan dan menggunakan lahan pertaniannya. Luas lahan ini merupakan salah satu faktor penting yang dapat mempengaruhi hasil produksi usaha tani.
Berdasarkan hasil observasi yang dilakukan oleh peneliti bahwa luas lahan pertanian yang dimiliki masyarakat dusun Sumurgempol Desa Sumberbendo Kecamatan Bubulan dalah rata-rata 1-1,5 Ha, sebanyak 28 orang dengan persentase 93,33%
sedangkan luas lahan 2 Ha, sebanyak 2 orangdengan persentase 6,67%. Hal ini menunjukkan bahwa petani di Desa Sumberbendo memiliki luas lahan pertanian yang luas dan potensi untuk terus meningkatkan hasil produktivitas usaha budidaya jagung.
Berikut adalah data luas lahan pertanian jagung Desa Sumberbendo Kecamatan Bubulan Kabupaten Bojonegoro dapat dilihat pada lampiran 4 halaman 50
3.5.3 Pendidikan Responden
Pendidikan pada umumnya akan mempengaruhi pola pikir seorang, maka semakin tinggi tingkat pendidikan seseorang semakin mudah menerapkan ivovasi teknologi, sehingga para petani ini bisa meningkatkan dan mengembangkan usaha pertaniannya. Pendidikan para petani merupakan salah satu faktor penting khususnya dalam menerima inovasi dan informasi teknologi yang saat ini semakin cangih.
Berdasarkan hasil observasi yang telah dilakukan oleh peneliti bahwa tingkat pendidikan petani Mulyo Agung di Desa Sumberbendo Kecamatan Bubulan Kabupaten
Bojonegoro cukup tinggi dan sudah sadar betapa pentingnya pendidikan. Dengan pendidikan ini akan berpengaruh dalam upaya penerapan dan pengelolahan teknologi dalam bidang pertanian khususnya dalam meningkatkan hasil jagung. Berikut adalah data pendidikan petani Mulyo Agung Desa Sumberbendo Kecamatan Bubulan Kabupaten Bojonegoro dapat dilihat pada lampiran 5 halaman 52
3.5.4 Pengalaman Usaha Tani Jagung
Pengalaman yang dimiliki para petani ini berbeda-beda dan akan mempengaruhi pola piker serta hasil produsi panen mereka. Petani yang memiliki pengalaman usaha tani lama akan lebih mampu merencanakan usaha pertaniannya dengan baik. Jadi semakin lama pengalaman mereka semakin lebih baik sehingga produksi panennya menjadi lebih tinggi. Berdasarkan hasil observasi yang telah dilakukan oleh peneliti bahwa masyarakat Dusun Sumurgempol Desa Sumberbendo Kecamataan Bubulan ini mempunyai pengalaman bertani yang paling tinggi sekitar 16 tahun sampai 20 tahun ada 10 orang dan semakin lama semakin sedikit. Sehingga dari tabel tersebut bahwa para petani ini mempunyai perencanaan yang baik untuk mengelola dalam usaha pertaniannya khususnya pertanian jagung. Berikut adalah data pengalaman responden petani Mulyo Agung Desa Sumberbendo Kecamatan Bubulan Kabupaten Bojonegoro dalam budidaya jagung dapat dilihat pada lampiran 6 halaman 54
4.1 Hasil Penelitian
Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan oleh peneliti, sebagai bahan kajian data peneliti melakukan aktivitas pencrian data melalui wawancara dengan salah satu pengurus kelompok tani mulyo agung dan anggota, observasi dan dokumentasi dilakukan selama kegiatan berlangsung sehingga menghasilkan data yang dapat dijadikan bahan pengolahan data. Data yang dimaksud adalah sebagai berikut:
4.1.1 Gambaran Umum Masyarakat Desa Sumberbendo Kecamatan Bubulan Kabupaten Bojonegoro.
Desa Sumberbendo merupakan salah satu Desa yang terletak di wilayah Kecamatan Bubulan Kabupaten Bojonegoro. Secara administratif Bubulan merupakan salah satu dari 27 Kecamatan yang ada di Kabupaten Bojonegoro. Batas Desa Sumberbendo ini adalah sebagai berikut:
Sebelah Utara : Berbatasan dengan Kecamatan Dander
Sebelah Selatan : Berbatasan dengan Kecamatan Gondang Dan Sekar Sebelah Timur : Berbatasan dengan Kecamatan Temayang
Sebelah Barat : Berbatasan dengan Kecamatan Ngasem.
Berdasarkan data sensus penduduk tahun 2022 Desa Sumberbendo memiliki jumlah penduduk 1922 jiwa. Yang terdiri 922 laki-laki dan 1000 perempuan dan jumlah kepala keluarga sebanyak 900 KK. Berikut adalah gambar wilayah Desa Sumberbendo Kecamatan Bubulan Kabupaten Bojonegoro.
33
Gambar 4.1 Wilayah Desa Sumberbendo
Desa Sumberbendo merupakan salah satu Desa dari 5 Desa yang ada di Kecamatan Bubulan, Kabupaten Bojonegoro. Daerah studi ini terletak di wilayah Bojonegoro bagian selatan tepatnya di Desa Sumberbendo Dusun Sumurgempol Kecamatan Bubulan Kabupaten Bojonegoro. Dusun Sumurgempol terletak di bagian paling utara dari balai Desa Sumberbendo dan berbatasan dengan Desa Clebung Dusun Brangkal bagian barat. Ini adalah salah satu alasan peneliti memilih lokasi tersebut dikarenakan potensi pertanian di sekitar daerah tersebut sangat luas dan tanahnya sangat subur disamping itu jarak rumah peneliti juga dekat. Berikut adalah gambar wilayah Dusun Sumurgempol yang menjadi tempat penelitian. Dusun ini dikelilingi oleh hamparan lahan pertanian seperti tanaman jagung dan padi.
Mayoritas penduduk daerah tersebut bermata pencaharian sebagai petani. Melihat kondisi alam seperti itu peneliti tertarik ingin melakukan penelitian serta memberi motivasi kepada masyarakat untuk terus mengembangkan dan meningkatkan sumber pangan, terutama budidaya jagung. Berikut adalah gambaran pertanian jagung di Dusun Sumorgempol Desa Sumberbendo Kecamatan Bubulan Kabupaten Bojonegoro.
Gambar 4.2 Lahan Untuk Tanaman Jagung di Dusun Sumurgempol
Sebagian besar warga masyarakat Desa Sumberbendo adalah bekerja sebagai petani. Karena hampir 80% dari mereka mempunyai sawah dan ladang di sekitar rumah mereka. Melihat potensi yang ada pemerintah Desa Sumberbendo berupaya mengadakan dan membentuk kelompok tani Mulyo Agung agar dapat meningkatkan hasil panen yang baik serta taraf hidup masyarakat Sumberbendo lebih sejahtera.
4.1.2 Profil Kelompok Tani Mulyo Agung Kecamatan Bubulan Kabupaten Bojonegoro.
Kelompok tani mulyo agung terletak di Dusun Sumurgempol Desa Sumberbendo Kecamatan Bubulan Kabupaten Bojonegoro, dibentuk pada tanggal 10 bulan Februari 2020, yang diketuai oleh Bapak Jupri dan wakilnya adalah bapak Jupri yang beranggotakan 30 orang. Kelompok tani ini didirikan untuk membantu masyarakat sekitar dalam usaha pertanian serta membantu masyarakat untuk mendapatkan pupuk bersubsidi dan bibit unggul serta peralatan pertanian agar hasil panen lebih baik. Berikut adalah profil struktur kelompok tani mulyo agung Desa Sumberbendo Kecamatan Bubulan Kabupaten Bojonegoro.
Gambar 4.3 Profil Kelompok Tani Mulyo Agung
Berikut adalah struktur organisasi kelompok tani Mulyo Agung Desa Sumberbendo Kecamatan Bubulan Kabupaten Bojonegoro yang peneliti dapatkan saat observasi di lapangan.
Bagan 4.1 Struktur Organisasi Kelompok Tani Mulyo Agung KETUA
Jupri
SEKRETARIS Kisworo
BENDAHARA Lasno
ANGGOTA:
Nur Khozim Suwarno Ahmad Agus
Sukiman Munawar Jupri Yono
Ngatiyar Jarmu Sugianto Lasiman
Kusnan Kusnadi Ngadiman Lasno
Wadi Darmo Marsono Munadi
Maji Eko Supriono Munawar
Suwito Lasiman Mukarom Qudori
Sutrisno Riyagung
Berdasarkan bagan diatas bahwa kelompok tersebut diketuai oleh bapak jupri, sekretarisnya adalah bapak Kisworo dan bendaharanya adalah bapak Lasno kelompok tani mulyo agung pertama kali berdiri beranggotakan 30 orang dan sekarang telah beranggotakan lebih dari 50 warga yang tergabung dalam kelompok tani mulyo agung.
4.1.3 Deskripsi Umum Pendapatan Masyarakat Sebelum dan Sesudah Bergabung Di Kelompok Tani Mulyo Agung.
Berikut adalah hasil wawancara dengan salah satu anggota kelompok tani Bapak Sugianto tentang deskripsi pendapatan masyarakat Dusun Sumurgempol Desa Sumberbendo Kecamatan Bubulan Kabupaten Bojonegoro sebelum tergabung dalam kelompok tani mulyo agung dalam budidaya jagung dalam sekali panen dimana dalam 1 hektar tanah biasanya dapat menghasilkan 5 ton jagung yang dikalikan dengan harga jual yakni Rp 3.000,00 per kilo gram. Jadi dapat disimpulkan sebelum menjadi kelompok tani, masyarakat dalam sekali panen memperoleh uang sebesar Rp. 15.000.000,00. Adapun setelah bergabung menjadi kelompok tani mulyo agung pendapatan masyarakat sumberbendo bertambah menjadi lebih besar dikarenakan adanya bantuan dari pemerintah yang diberikan kepada kelompok tani tersebut yakni sebesar Rp. 16.000.000.
Hasil panen menjadi lebih sedikit pada saat mereka belum tergabung dalam kelompok tani ini dikarenakan para petani lambat dalam menangani hama pada tanaman jagung saat tanaman jagung sedang menjelang berbunga. Hama ini menyerang pada batang dan daun sehingga banyak tanaman jagung yang mati.
Selain itu langkanya pupuk bersubsidi membuat tanaman jagung tumbuh tidak sempurna dan berakibat pada buahnya yang kecil sehingga para petani mengalami kerugian yang cukup besar karena hasil panen yang kecil. Oleh karena itu dalam
merawat tanaman jagung para petani hendaknya melakukan penyemprotan secara berkala dan pemupukan tepat waktu. Berikut adalah deskripsi pendapatan masyarakat Dusun Sumurgempol Desa Sumberbendo Kecamatan Bubulan Kabupaten Bojonegoro sebelum tergabung dalam kelompok tani mulyo agung dalam budidaya jagung.
Tabel 4. 1 Profil Pendapatan Petani Sebelum dan Sesudah Bergabung di Kelompok Tani
No Nama PETANI Luas
Lahan Ha Pendapatan
Sebelum (Rp) Pendapatan Sesudah (Rp)
1. Nur khozim 1 15.000.000 15.500.000 – 16.000.000
2. Suwarno 1,5 15.750.000 16.250.000 – 16.750.000
3. Ahmad Ibrahim 1 15.000.000 15.500.000 – 16.000.000
4. Agus bargowo 1,5 15.750.000 16.250.000 – 16.750.000
5. Sukiman 1 15.000.000 15.500.000 – 16.000.000
6. Munawar 1 15.000.000 15.500.000 – 16.000.000
7. Jupri 1 15.000.000 15.500.000 – 16.000.000
8. Yono 1,5 15.750.000 16.250.000 – 16.750.000
9. Ngatiyar 1 15.000.000 15.500.000 – 16.000.000
10. Jarmu 1 15.000.000 15.500.000 – 16.000.000
11. Sugianto 1 15.000.000 15.500.000 – 16.000.000
12. Lasiman 1 15.000.000 15.500.000 – 16.000.000
13. Kusnan 2 30.000.000 30.500.000 - 31.000.000
14 Kusnadi 1 15.000.000 15.500.000 – 16.000.000
15. Ngadiman 1 15.000.000 15.500.000 – 16.000.000
16. Lasno 1 15.000.000 15.500.000 – 16.000.000
17 Wadi 1 15.000.000 15.500.000 – 16.000.000
18 Darmo 1 15.000.000 15.500.000 – 16.000.000
19 Marsono 1 15.000.000 15.500.000 – 16.000.000
20 Munadi 1,5 15.750.000 16.250.000 – 16.750.000
21 Maji 1 15.000.000 15.500.000 – 16.000.000
22 Eko 1 15.000.000 15.500.000 – 16.000.000
23 Supriono 1,5 15.750.000 16.250.000 – 16.750.000
24 Munawar 2 30.000.000 30.500.000 - 31.000.000
25 Suwito 1 15.000.000 15.500.000 – 16.000.000
26 Lasiman 1 15.000.000 15.500.000 – 16.000.000
27 Mukarom 1 30.000.000 30.500.000 - 31.000.000
28 Qudori 1 15.000.000 15.500.000 – 16.000.000
29 Sutrisno 1 15.000.000 15.500.000 – 16.000.000
30 Riyagung 1 15.000.000 15.500.000 – 16.000.000
4.2 Pembahasan Penelitian
4.2.1 Peran Kelompok Tani Dalam Meningkatkan Pendapatan
Berdasarkan hasil observasi yang telah dilakukan oleh peneliti bahwa peran kelompok tani mulyo agung dalam meningkatkan pendapatannya adalah sebagai berikut:
1. Merencanakan kegiatan kelompok 2. Meningkatkan hubungan antar anggota
3. Melaksanakan tugas dan kewajiban masing-masing 4. Memanfaatkan modal secara rasional
5. Menerapkan teknologi sebagai sarana informasi dan kerjasama antar kelompok.
Selain itu peran kelompok tani di atas pertama adalah sebagai wadah diskusi antar anggota kelompok dalam menyelesaikan masalah dan mencari solusi secara bersama-sama. Untuk kelompok tani mulyo agung diajarkan tentang tata cara mengenai penanganan panen dan pasca panen yang benar. Sebelum jagung di panen terlebih dahulu dilakukan pengecekan bahwa jagung sudah sudah benar-benar tua dan siap untuk di panen. Salah satunya adalah warna kulit jagung coklat dan rambut jagung coklat kehitaman serta biji jagung mengkilat dan keras.
Setelah jagung dipanen selanjutnya di lakukan pemipilan jagung yaitu melepaskan biji jagung dari tongkolnya dengan menggunakan mesin pemipil yang biasanya masyarakat Sumberbendo menyebunya dengan “Blower”. Kemudian jagung tersebut di jemur hingga kering, lama penjemuran tergaantung dari cuaca, jika cuaca mendung biasanya proses penjemuran lebih lama sekitar 5-7 hari.
Sebaliknya jika cuaca cerah jagung akan kering dalam 3-4 hari. Kedua sebagai wadah informasi antar anggota kelompok tani artinya bahwa para petani ini akan
mendapatkan informasi tentang tata cara menggunakan bibit unggul dan obat- obatan yang benar dan penanganan hama penyakit saat menyerang tanaman serta sistem penjualan.
Ketiga sebagai unit produksi, bahwa di dalam kelompok ini telah menyediakan sarana dan prasarana produksi pertanian. Seperti tangki, obat-obatan, bibit unggul, mesin pemotong rumput dan lain-lain. Selain itu observasi juga dilakukan oleh peneliti dalam penelitian ini tentang faktor apa saja yang menjadi penghambat/ kendala para petani dalam meningkatkan pendapatan masyarakat Dusun Sumurgempol Desa Sumberbendo Kecamatan Bubulan Kabupaten Bojonegoro.
4.2.2 Kendala Yang Dihadapi Kelompok Tani Mulyo Agung
Berdasarkan hasil observasi dan wawancara dengan salah satu anggota kelompok tani mulyo agung Desa Sumberbendo Kecamatan Bubulan Kabupaten Bojonegoro Bapak jupri mengatakan bahwa selama ini yang menjadi faktor penghambat atau kendala dalam kelompok tani tersebut adalah sebagai berikut:
1. Minimnya Ilmu pengetahuan tentang pertanian
2. Sulitnya mendapatkan Pupuk bersubsidi dari pemerintah.
3. Peralatan pertanian yang masih tradisional 4. Sistem penjualan yang murah
5. Maraknya obat-obatan palsu 6. Modal yang terbatas 7. Cuaca
8. Dan lain-lain
Beberapa hal yang menjadi poin utama dalam meningkatkan pendapatan masyarakat yaitu. pertama ilmu pengetahuan sangatlah penting dalam menangani setiap permasalahan yang terjadi dalam hal ini oleh karena itu ilmu pengetahuan sangatlah diperlukan. Pupuk menjadi faktor kedua dalam keberhasilan panen, jika pupuk tidak tepat waktu maka jagung akan mengalami kerdil dan berdampak pada hasil panen. Jika pemberian pupuk tepat waktu maka hasil panen akan meningkat. Ketiga sistem penjualan, harga penjualan jagung menjadi titik keberhasilan dalam kesejahteraan masyarakat, jika harga jagung tinggi maka pendapatan masyarakat Desa Sumberbendo juga mengalami kenaikan.
Sebaliknya jika harga jual jagung rendah maka pendapatan masyarakat juga ikut mengalami penurunan dan berdampak pada kesejahteraan hidup masyarakat Desa Sumberbendo. Keempat adalah modal, dimana jika seseorang memiliki modal yang besar maka ia dapat memperbesar usahanya, dalam hal ini jika masyarakat memiliki modal yang besar, maka mereka dapat menanam jagung dalam jumlah yang banyak dan tentu hasil panen yang banyak pula. Dari beberapa hasil di atas peneliti menyimpulkan bahwa peran kelompok tani mulyo agung dalam budidaya jagung untuk meningkatkan pendapatan masyarakat Desa Sumberbendo Kecamatan Bubulan Kabupaten Bojonegoro.
5.1 Kesimpulan
Berdasarkan hasil pembahasan deskripsi dan analisis data tentang peran kelompok tani mulyo agung dalam budidaya jagung untuk meningkatkan pendapatan masyarakat Desa Sumberbendo Kecamatan Bubulan Kabupaten Bojonegoro secara umum dapat dikatakan bahwa hasil penelitian ini telah menjawab rumusan masalah yang telah melatar belakangi perlunya penelitian ini dilakukan sehingga dapat disimpulkan bahwa:
Peran kelompok tani mulyo agung dalam budidaya jagung untuk meningkatkan pendapatan masyarakat yaitu dengan merencanakan kegiatan kelompok, meningkatkan hubungan antar anggota dan menerapkan teknologi sebagai sarana informasi. Selain itu penggunaan bibit ungggul, obat-obatan yang resmi, serta pemupukan yang tepat waktu,
5.2 Saran
Penulis menyadari masih banyak kekurangan dalam penelitian ini, meskipun demikian hasil penelitian ini diharapkan dapat memberikan sumbangan yang berarti dalam upaya meningkatkan kualitas budidaya jagung bagi para petani.
Penulis ingin memberikan beberapa saran kepada:
1. Bagi Kelompok Petani
Manfaatkan sumber teknologi yang sedang berkembang sebagai sarana informasi dan komunikasi antar kelompok, jalin hubungan silatuhrami untuk memperkuat rasa kekeluargaan terhadap kelompok dan gunakan bibit unggul, pupuk dan obat-obatan secara seimbang dan tepat waktu agar hasil kualitas panen
42
jagung meningkat, untuk pengurus kelompok tani harus lebih bertanggung jawab dengan para anggotanya agar peran kelompok tani bisa lebih dirasakan oleh para anggota, dan diperlukan ilmu penegetahuan dan ketrampilan serta kerjasama yang baik untuk menyelesaikan permasalahan yang terjadi di dalam kelompok.
2. Bagi Pemerintah
Peran pemerintah dalam hal ini sangatlah penting dan sangat dibutuhkan oleh para petani, terutama dalam pemberian bantuan pupuk bersubsidi agar para petani tidak kesulitan mendapatakan pupuk saat pemupukan.
3. Peneliti yang Lain atau Peneliti Selanjutnya
Disarankan untuk bisa mengadakan penelitian di daerah yang mempunyai karakteristik yang berbeda dengan tempat dimana penulis melakukan penelitian, sehingga kemungkinan besar akan terlihat keberhasilan peran kelompok tani dalam budidaya jagung untuk meningkatkan pendapatan masyarakat.
Baridwan, Zaki.2009. Sistem Akutansi:Penyusunan Prosedur dan Metode, Edisi Kelima, Badan Penerbitan Fakultas Ekonomi, Yogyakarta.
Departemen Pendidikan Nasional.2022, Kamus Besar Bahasa Indonesia, Edisi III, Balai Pustaka, Jakarta.
Fajrin, Rifky.2012. Kelembagaan Yang Dikembangkan dalam Rangka Mewujudkan Swadaya Petani. [Skripsi] Universitas Brawijaya Malang.
Hermansyah.2015. Bentuk Partisipasi Anggota Kelompok Tani Dalam Pemberdayaan Kelompok Di Kelurahan Togo-Togo Dikecamatan Batangnkabupten Jeneponto.
[skripsi]. Fakultas Pertanian. Universitas Muhammadiyah. Makasar.
http://digilibadmin.Unismuh.ac.id . Diakses pada 2 Februari 2023 pukul 20.15 Kartasasmitra.2003. Pembangunan Ekonomi Antara Pertumbuhan Dan Demokrasi. Jakarta.
Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi.
Kasriani.2018. Peran Kelompok Tani Dalam Meningkaatkan Produktivitas Tanaman Padi.
[Skripsi]. Fakultas Pertanian. Universitas Hasanudin. Makasar.
https://digilib.unhas.ac.id Diakses pada 30 Mei 2023 pukul 21.00 Mulyadi.2000. Akutansi Biaya. Ed. Ke-5. Yogyakarta. Aditya Media.
Novita.2022 Peran Kelompok Tani Dalam Meningkatkan Pendapatan Masyarakat Di Desa Pembuniang Kecamatan Malangke Barat. [Skripsi]. Universitas Iain Palopo.
http://repository.iainpalopo.ac.id. Diakses pada 29 Januari 2023 pukul 20.00 Novtrianto.2016. Dinamika Kelompok Tani Cempaka Dikelurahan Meras Kecamatan
Bunaken Kota Manado.[Jurnal]
Nuridayanti.2011. Pengertian Tanaman Jagung. https://repository.poltekkes-denpasar.ac.id Nuryanti.2011. Peran Kelompok Tani Dalam Penerapan Teknologi Pertanian Roles Of
Famer’s Group In Agricultural Technology Adoption. [Jurnal]
Permentan.2016. Unsur Kelompok Tani https://peraturan.bpk.go.id
Ramadan.2020. Analiis Pendapatan Petani Jagung Di Kecamatan Marpoyan Damai Kota Pekan Baru. [Skripsi]. Universitas Islam Riau. https://repository.uir.ac.id Rosyidi.2009. Pengantar Teori Ekonomi; Pendekatan Kepada Teori Ekonomi Mikro Dan
Makro. Jakarta: PT Raja Grafindo Persada.
Rusdian.2012. Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Pendapatan Petani Padi Di Kelurahan Mustikasari Kota Bekasi. [Skripsi]. Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah. Jakarta. https://repository.uinjkt.ac.id
44
Sadjad.2010. Kelompok Tani. http://www.sinartani.com/agri-wacana/kelompok-tani-apa- lanjutannya-1234154859.htm
Santosa.2004. Dinamika Kelompok. Edisi Revisi Cetakan 1. Bumi Aksara Jakarta.
http://digilibadmin.unismuh.ac.id
Soekartawi.2006. Analisis Usaha Tani. Jakarta. UI Press.
https://perpustakaan.pancabudi.ac.id
Sugiyono. 2018. Metode Peneliitan Kombinasi (Mix Methods). Bandung Alfabeta Suratiyah. 2015. Ilmu Usaha Tani. Jakarta. Penebar Swadaya
Lampiran 1
Profil Pendapatan Petani Sebelum dan Sesudah Bergabung di Kelompok Tani Mulyo Agung
No Nama PETANI Luas
Lahan Ha
Pendapatan Sebelum (Rp)
Pendapatan Sesudah (Rp)
1. Nur khozim 1 15.000.000 15.500.000 – 16.000.000
2. Suwarno 1,5 15.750.000 16.250.000 – 16.750.000
3. Ahmad Ibrahim 1 15.000.000 15.500.000 – 16.000.000
4. Agus bargowo 1,5 15.750.000 16.250.000 – 16.750.000
5. Sukiman 1 15.000.000 15.500.000 – 16.000.000
6. Munawar 1 15.000.000 15.500.000 – 16.000.000
7. Jupri 1 15.000.000 15.500.000 – 16.000.000
8. Yono 1,5 15.750.000 16.250.000 – 16.750.000
9. Ngatiyar 1 15.000.000 15.500.000 – 16.000.000
10. Jarmu 1 15.000.000 15.500.000 – 16.000.000
11. Sugianto 1 15.000.000 15.500.000 – 16.000.000
12. Lasiman 1 15.000.000 15.500.000 – 16.000.000
13. Kusnan 2 30.000.000 30.500.000 - 31.000.000
14 Kusnadi 1 15.000.000 15.500.000 – 16.000.000
15. Ngadiman 1 15.000.000 15.500.000 – 16.000.000
16. Lasno 1 15.000.000 15.500.000 – 16.000.000
17 Wadi 1 15.000.000 15.500.000 – 16.000.000
18 Darmo 1 15.000.000 15.500.000 – 16.000.000
19 Marsono 1 15.000.000 15.500.000 – 16.000.000
20 Munadi 1,5 15.750.000 16.250.000 – 16.750.000
21 Maji 1 15.000.000 15.500.000 – 16.000.000
22 Eko 1 15.000.000 15.500.000 – 16.000.000
23 Supriono 1,5 15.750.000 16.250.000 – 16.750.000
24 Munawar 2 30.000.000 30.500.000 - 31.000.000
25 Suwito 1 15.000.000 15.500.000 – 16.000.000
26 Lasiman 1 15.000.000 15.500.000 – 16.000.000
27 Mukarom 1 30.000.000 30.500.000 - 31.000.000
28 Qudori 1 15.000.000 15.500.000 – 16.000.000
29 Sutrisno 1 15.000.000 15.500.000 – 16.000.000
30 Riyagung 1 15.000.000 15.500.000 – 16.000.000
Lampiran 2
Tabel 3.1. Identitas Responden Kelompok Tani Mulyo Agung
No Nama Responden
1. Nur khozim 2. Suwarno 3. Ahmad Ibrahim 4. Agus bargowo 5. Sukiman 6. Munawar 7. Jupri 8. Yono 9. Ngatiyar 10. Jarmu 11. Sugianto 12. Lasiman 13. Kusnan 14 Kusnadi 15. Ngadiman 16. Lasno 17 Wadi 18 Darmo 19 Marsono 20 Munadi 21 Maji 22 Eko 23 Supriono 24 Munawar 25 Suwito 26 Lasiman 27 Mukarom 28 Qudori 29 Sutrisno 30 Riyagung
Lampiran 3
Tabel 3.2 Usia Responden
No Nama Responden Umur (Tahun)
1. Nur khozim 42
2. Suwarno 39
3. Ahmad Ibrahim 30
4. Agus bargowo 33
5. Sukiman 36
6. Munawar 38
7. Jupri 45
8. Yono 40
9. Ngatiyar 50
10. Jarmu 41
11. Sugianto 45
12. Lasiman 52
13. Kusnan 40
14 Kusnadi 51
15. Ngadiman 53
16. Lasno 35
17 Wadi 61
18 Darmo 53
19 Marsono 56
20 Munadi 43
21 Maji 60
22 Eko 34
23 Supriono 49
24 Munawar 47
25 Suwito 50
26 Lasiman 38
27 Mukarom 54
28 Qudori 48
29 Sutrisno 55
30 Riyagung 48
Lampiran 3
Tabel 3.2 Usia Responden
Lampiran 4
Tabel 3.3 Luas Lahan Pertanian
No Nama Responden Luas Lahan Ha
1. Nur khozim 1
2. Suwarno 1,5
3. Ahmad Ibrahim 1
4. Agus bargowo 1,5
5. Sukiman 1
6. Munawar 1
7. Jupri 1
8. Yono 1,5
9. Ngatiyar 1
10. Jarmu 1
11. Sugianto 1
12. Lasiman 1
13. Kusnan 2
14 Kusnadi 1
15. Ngadiman 1
16. Lasno 1
17 Wadi 1
18 Darmo 1
19 Marsono 1
20 Munadi 1,5
21 Maji 1
22 Eko 1
23 Supriono 1,5
24 Munawar 2
25 Suwito 1
26 Lasiman 1
27 Mukarom 1
28 Qudori 1
29 Sutrisno 1
30 Riyagung 1
Lampiran 4
Luas 3.3 Lahan Pertanian
Lampiran 5
No Luas lahan (Ha) Responden (jiwa) Persentase (%)
1 1-1,5 28 93,33
2 2 2 6,67
Jumlah 30 100
Tabel 3.6 Pendidikan Terakhir Responden
\
\
Lampiran 5
No Nama Responden Pendidikan Terakhir
1. Nur khozim SMP
2. Suwarno SD
3. Ahmad Ibrahim SMA
4. Agus bargowo SMA
5. Sukiman SMP
6. Munawar SMP
7. Jupri SD
8. Yono SMP
9. Ngatiyar SD
10. Jarmu SMP
11. Sugianto SMP
12. Lasiman SD
13. Kusnan SMP
14 Kusnadi SMP
15. Ngadiman SD
16. Lasno SMP
17 Wadi SD
18 Darmo SD
19 Marsono SD
20 Munadi SD
21 Maji Tdk sekolah
22 Eko SMA
23 Supriono SD
24 Munawar SMP
25 Suwito SD
26 Lasiman SMA
27 Mukarom Tdk sekolah
28 Qudori SMA
29 Sutrisno Tdk sekolah
30 Riyagung SD
Tabel 3. 6 Pendidikan Responden Petani Mulyo Agung
Lampiran 6
Tabel 3.7 Pengalaman Usaha Tani Jagung
No Pendidikan Responden (jiwa) Persentase (%)
1. Tidak sekolah 3 10
2. SD 12 40
3. SMP 10 33,33
4. SMA 5 16,67
Jumlah 30 100
Lampiran 6
Tabel 3.7 Pengalaman Usaha Tani Jagung No Pengalaman Usaha Tani
Jagung (Tahun)
Responde n (jiwa)
Peersentase (%)