• Tidak ada hasil yang ditemukan

PERANAN, SUMBER DAN KEBUTUH AN PROTEIN BAGI TERNAK

N/A
N/A
Wulan permata sari

Academic year: 2023

Membagikan "PERANAN, SUMBER DAN KEBUTUH AN PROTEIN BAGI TERNAK"

Copied!
17
0
0

Teks penuh

(1)

PERANAN, SUMBER DAN KEBUTUH AN PROTEIN BAGI TERNAK

Diampu Oleh:

Dr. Ir. Yuliaty Shafan Nur, M.S kelompok 1

Rimbun Utari 1910611014 Reci Aprillina 1910611038

Wulan Permata Sari 1910611060

Marsini 1910611067

Nissa Septiana 1910611068 Taufik Hidayat 1910611079

Dira Oktariza Putri 1910611080

(2)

PEMBAHASAN

1 Peranan Protein Bagi Ternak

2 Sumber Protein Bagi Ternak

3 Kebutuhan Protein Bagi Ternak

4

(3)

Peranan Protein Bagi Tern

1 ak

(4)

Peranan Protein Bagi Ternak

Protein adalah suatu makromolekul yang tersusun dari asam-asam amino yang dihubungkan satu sama lain dengan ikatan peptida.Protein sebagai sumber asam amino (esensial maupun yang nonesensial).

Peran protein bagi manusia dan hewan :

pembentuk struktur tubuh; biokatalis (enzim dan hormon) yang membentuk reaksi kimia dalam tubuh seperti metabolisme, pencernaan, pertumbuhan, ekskresi dan konversi energi kimia ke kinerja mekanis

protein plasma darah dan hemoglobin mengatur tekanan osmotik cairan tubuh

sangat dibutuhkan pada reaksi imunologis.

Ternak menyerap protein dengan cara memecahnya menjadi asam amino melalui pemanasan oleh asam kuat atau dipengaruhi enzim tertentu. Karena itu, kandungan protein dalam makanan sangat dipengaruhi oleh komposisi asam amino dan ketersediaan asam amino dalam tubuh ternak.

Sama halnya dengan ikan kebutuhan asam amino esensial untuk ternak unggas dan ruminansia harus terpenuhi secara tepat. Bahkan kebutuhan asam amino nonesensial untuk unggas perlu mendapat perha- tiaan khusus.

(5)

Sumber Protein Bagi Ternak

2

(6)

Sumber Protein Bagi Ternak

Bahan pakan sumber protein adalah bahan pakan yang mengandung protein lebih dari 20%.

Sumber protein terbagi 3 yaitu sumber protein nabati, hewani dan by product.

Bahan pakan hewani memiliki karakteristik yang membedakan dengan bahan pakan nabati yaitu :

a) Daya simpan rendah, dan bersifat lunak dan lembek

b) Bahan pakan hewani pada umumnya merupakan sumber protein dan lemak, sedangkan bahan pakan sumber nabati merupakan sumber karbohidrat, vitamin, mineral, lemak dan protein

c) Karakteristik dari masing-masing bahan pakan hewani tidak bisa digeneralisasi (disamaratakan)

Ciri -ciri spesifik dari sumber protein hewani antara lain kadar protein kasar berselang 34- 82% dan lemak kasar 0 -15% dan kandungan Ca dan P pada beberapa jenis tinggi.

(7)

Sumber Protein Bagi Ternak

4. Susu skim dalam keadaan kering mengandung protein 34-35% dengan nilai biologis mencapai 94%.

5. Butter milk merupakan sisa pembuatan mentega dengan kadar lemak lebih banyak dari susu skim yaitu 0.6-0.7%.

Kandungan protein butter milk dalam keadaan kering yaitu 32-33%.

6. Penggunaan untuk anak sapi berkisar 0.5 kg dalam ransum komplit.

7. Whey

8. Tepung bulu 9. Tepung ikan 1. Tepung daging, Komposisi: Bahan kering

88.5%; Abu 27.73%; protein 61.13%;

lemak 11.75%; serat kasar 2.71% dan Beta-N 0.68%.

2. Tepung darah, Komposisi: Kandungan protein berkisar 85% dengan bahan kering 90.00%; Abu 4.00%; protein 85.00%;

lemak 1.60%; serat kasar 1.00% dan Beta N 8.40%

3. Tepung hati, protein berkisar 60-62%;

lemak 16-17% dan banyak mengandung zat besi Fe, Mg dan Cu serta vitamin B1, riboflavin, niacin dan asam panthotenat.

Bahan Pakan Sumber Protein Asal Hewani

(8)

Sumber Protein Bagi Ternak

Bahan pakan sumber protein asal nabati Bahan pakan sumber protein asal nabati

kadar air 72,65%, abu 15,23%, protein kasar 29,16%, lemak kasar 1,25%, serat kasar 21,60%, Ca 0,48% dan P 0,36%.

Indi g ofe ra

01

mempunyai kadar air 90,69%, abu 14,75%, protein kasar 32,63%, lemak kasar 3,08%, serat kasar 29,24%, Ca 1,14% dan P 0,92%

Alfa lfa

02

kadar air 76,63%, abu 10,98%, protein kasar 19,87%, lemak kasar 1,51%, serat kasar 32,27%, Ca 1,82% dan P 0,19%.

Styosanthes

03

kadar air 77 , 72% , abu 12,75%, protein kasar 26,29%, lemak kasar 1,94%, serat kasar 30,83%, Ca 2,00% dan P 0,35%.

Ga ma l

04

05

kadar air 76,63%, abu 8,31%, protein kasar 36,37%, lemak kasar 0,66%, serat kasar 21,00%, Ca 0,99% dan P 0,35

L a m t o r o g u n g ( L e u c a e n a l e u c o c e p h a l a L )

06

kadar air 80,55%, abu 9,29%, pro- tein kasar 27,59%, lemak kasar 2,93%, serat kasar 23,17%, Ca 1,49% dan P 0,31%

T uri

*Semua hasil Pengujian Mutu dan Sertifikasi Pakan (BPMSP) Bekasi tahun 2015

(9)

Sumber Protein Bagi Ternak

Bahan pakan sumber protein asal limbah pertanian/peternakan

1

3 2

4

5

mengandung protein yang tinggi diband- ingkan dengan bijian lainnya yang umum dipakai untuk pakan. Kandungan protein kasar rata-rata tepung kedelai adalah 37.9%.

K a c a n g k e d e l a i

Protein kasar : 42 – 50 %, Energi metabolis: 2825 – 2890 Kkal/kg, dan Serat kasar : 6 %

B u n g k i l k e d e l a i

protein sekitar 46.62% dan serat kasar 5.5%, protein tercerna 42.4% dan TDN 84.5%.

B u n g k i l k a c a n g t a n a h

Kandungan nutrisi dari bekatul adalah energi metabolisme sebesar 1.630 Kkl/kg.

protein kasar 10,8%, lemak kasar 2,9%, serat kasar 4,9%, mudah tengik; tidak mengandung kulit gabah.

Be ka tu l

Dedak padi yang berkualitas baik mem- punyai protein rata-rata dalam bahan ker- ing adalah 12.4%, lemak 13.6% dan serat kasar 11.6%.

Deda k

6

kandungan protein berkisar 21-34%

tergantung pada proses pengolahan dan kualitas bahan yang digu- nakan

Ampa s kec a p

(10)

Kebutuhan Protein Bagi Ternak

3

(11)

Kebutuhan Protein Bagi Ternak

A.Kebutuhan protein untuk ternak unggas

1.Kebutuhan protein untuk masa pertumbuhan unggas

Kebutuhan harian akan protein untuk hidup pokok, pertumbuhan dan produksi telur menurut Scoot et al. (1982) dapat diformulasikan sebagai berikut :

Untuk hidup pokok : ( BB x 0,0016 )/ 0,61 Dimana : BB = berat badan (gr)

0,0016 = kehilangan protein endogen sebesar 1,6g/kg BB 0,61 = efisiensi penggunaan protein

Untuk pertumbuhan bulu : ( 0,07 x PBB x 0,82 )/ 0,61 Dimana : 0,07 = persentase berat bulu

PBB = pertambahan bobot badan (gr) 0,82 = kandungan protein bulu 0,61 = efisiensi penggunaan protein

Untuk pertumbuhan : (PBB x 0,18)/ 0,61 Dimana : PBB = pertambahan bobot badan (gr)

0,18 = kandungan protein dalam daging 0,61 = efisiensi penggunaan protein

(12)

Kebutuhan Netto Asam Amino (g/hari) : ( PBB x 0,18 x AAt ) + (PBB1 x 0,82 x AA1) Dimana : AAt = asam amino dalam protein daging

PBB = pertambahan bobot badan (gr) 0,18 = kandungan protein dalam daging 0,82 = kandungan protein bulu

PBB1 = pertambahan berat badan bulu (gr ) AA1 = asam amino dalam bulu

Dengan mengetahui kebutuhan netto asam amino dan memperhatkan ketersediaannya dari asam amino tesebut dalam bahan makanan maka dapatlah disusun pakan yang mengandung asam amino sesuai dengan kebutuhan.

Dengan menggunakan rumus - rumus tersebut maka kebutuhan protein bagi seekor ayam

dapat dihitung. Sebagaimana diketahui kebutuhan akan protein sebenarnya adalah kebutuhan

akan asam amino esensial. Adapun untuk menghiung kebutuhan asam amino dapat

menggunakan rumus yang diajukan oleh Scoot et al. (1982) sebagai berikut :

(13)

Kebutuhan Protein Bagi Ternak

2. Kebutuhan Protein ( Asam Amino) untuk Ayam Petelur

Ayam petelur membutuhkan protein untuk telur. Satu butir telur segar rata-rata men- gandung 66% air, 12% protein, 10% lemak, dan 11% abu. Jadi untuk satu butir telur yang beratnya 50 gram memerlukan protein sebesar 6 gram. Mengingat bahwa efisiensi penggunaan protein untuk pembentukan protein telur hanya 55%, maka untuk satu butir telur dibutuhkan protein dalam makanan sebesar 10,9% gram. Sedangkan untuk kehidupan pokok hanya dibutuhkan protein sebe- sar 3-4 gram/hari. Dengan demikian kebutuhan protein pada ayam petelur sangat tergantung pada tingkat produksi telur.

Untuk menghitung kebutuhan protein bagi ayam petelur dapat juga dipakai rumus dibawah ini ( Nakajima et al, 1985).

Keterangan:

BB = berat badan (kg) BT = berat telur (g)

HD = hen day egg production 0,8 = daya cerna protein

0,6 = nilai biologis protein

(14)

Kebutuhan protein biasanya dinyatakan dalam persentase protein total dan protein dapat dicerna dalam ransum. Pada ransum berserat kasar tinggi, kandungan protein dapat dicerna sekitar 60% dari protein total dan sekitar 70% pada ransum berkonsentrat tinggi.

Kebutuhan protein ruminansia dapat pula dipenuhi dengan nitrogen bukan protein (NBP), misalnya urea. Untuk sapi-sapi yang digemukan, nitrogen bukan protein dapat diberikan sebanyak 1/3 dari kebu- tuhan protein total. Sementara pada induk bunting dan menyusui, NBP bisa diberikan sebanyak ¼ dari kebutuhan protein total. Pemberian NBP ini harus dibarengi dengan pemberian sumber energi mudah dicerna, misalnya molases, agar NH3 yang terbentuk dari NBP di dalam rumen cepat dapat di- tangkap oleh mikroba rumen. Pemberian NBP tidak boleh lebih dari 1% dari total ransum.

3. Kebutuhan Protein untuk Ruminansia

Kebutuhan protein untuk pokok hidup diperkirakan 0,88 gram per berat metabolik. Berat

metabolik adalah berat badan sesungguhnya dipangkatkan 0,75.

(15)

Contoh :

Sebagai contoh, pada steer yang mempunyai besar rangka sedang dengan bobot badan 190 Kg dan pertambahan bobot badan sebesar 2 Kg/hari, akan menimbun 0,19 Kg protein. Namun, pada bobot 450 Kg, hanya akan menimbun 0,11 Kg protein.

Pada sapi yang sedang tumbuh, pemberian pakan dengan jumlah protein 540 g/ekor/hari dan kan- dunganenergi metabolis 32 MJ/ekor/hari menghasilkan pertambahan bobot hidup yang tertinggi (558 g/hari)dibandingkan perlakuan 25 MJ energi metabolis dan 400 g protein atau kombinasinya (THANGet al., 2010).

Pada kambing hitam di Korea (Korean black goats) dilaporkan bahwa kebutuhan protein op- timal di dalam campuran pakan (Total Mixed Ration) adalah 18% untuk mendapatkan pertambahan bobot hidup harian yang tertinggi, dibandingkan tingkat kandungan protein 14, 16 atau 20%

(HWANGBOet al., 2009).

Kebutuhan protein untuk pertumbuhan berhubungan langsung dengan jumlah protein yang

ditimbun setiap hari dalam jaringan tubuh. Meskipun energi ransum cukup untuk

pertambahan bobot badan sebesar 1,5 kg/hari, tetapi jumlah protein hanya cukup untuk

pertambahan bobot jaringan tubuh sebesar 1 kg saja per hari.

(16)

KESIMPULAN

Berdasarkan hasil pembahasan diatas maka dapat disimpulkan bahwa Peranan protein sangat penting dalam tubuh ternak, tidak saja sebagai penentu kualitas produksi, tapi juga untuk keperluan hidup pokok. Penggunaan protein sebagai sumber energi digunakan bila persediaan Karbohidrat dan lemak sudah tidak ada. Bahan pakan sumber protein adalah bahan pakan yang mengandung protein lebih dari 20%. Sumber protein terbagi 3 yaitu sumber protein nabati, hewani dan by product.

Sumber protein hewani berasal dari hewan dan hewan air, sumber protein nabati be- rasal dari tanaman dan sumber protein yang berasal dari by product atau hasil ikutan limbah pertanian dan peternakan. Kebutuhan protein bagi ternak harus tercukupi, karena protein penting bagi pembentukan jaringan tubuh ternak. Protein dibutuhkan ternak untuk membentuk jaringin tubuh yang baru, pertumbuhan dan sumber energi. Molekul protein banyak mengandung nitrgen, sulfur, dan fosfor

(17)

Thank you

Referensi

Dokumen terkait