• Tidak ada hasil yang ditemukan

Perancangan Campuran Beton 20 MPa

N/A
N/A
Muhammad Andrian

Academic year: 2024

Membagikan "Perancangan Campuran Beton 20 MPa"

Copied!
4
0
0

Teks penuh

(1)

OPSI I

Langkah pembuatan mix design :

1. Tentukan mutu = 20 MPa, maka Fc’r 27 MPa

2. Tentukan FAS, yaitu dengan interpolasi, ambil batas atas dan bawah, didapat 0,582 3. Tentukan slump, yaitu 55 mm, didapat dari SNI

4. Tentukan air, yaitu 205 kg/m3, didapat dari SNI

5. Tentukan semen, yaitu 340, didapat dari batas bawah tambah batas atas nilai slump ukuran agregat (SNI), lalu dibagi 2, lalu dibagi FAS

6. Tentukan persentase AK, yaitu berdasarkan MHB AH (SNI), 64%

Jumlah masing-masing material per m³ beton dengan kondisi kadar lengas menjadi :

* Berat air = 205 kg

* Berat semen = 340 kg

* Berat Agregat Halus (wet) = 681.3377 kg

* Berat Agregat Kasar (wet) = 881.6455 kg

2107.983 kg

Penyesuain terhadap volume silinder

Dimensi Silinder: Diameter : = 0.15 m

Jari-jari = 0.075 m

Tinggi = 0.3 m

Volume 1 Silinder = 0.00530 m3

Dalam pelaksanaan, diberikan faktor penyusutan sebesar = 0.3 Maka :

Volume Beton

Untuk 1

SILINDER = 0.00689 m3

dan Jika 9 SILINDER = 0.06200 m3

Berat material Material

Per 𝑚3 Per 1 sampel Per 3 sampel

Air 205 1,41 4,24

Semen 340 2,34 7,03

AH 681.33 4,7 14,09

AK 881.65 6,07 18,23

(2)

OPSI II

Langkah pembuatan mix design :

1. Tentukan mutu = 20 MPa, maka Fc’r 27 MPa

2. Tentukan FAS, yaitu dengan interpolasi, ambil batas atas dan bawah, didapat 0,573 3. Tentukan slump, yaitu 55 mm, didapat dari SNI

4. Tentukan air, yaitu 215 kg/m3, didapat dari SNI

5. Tentukan semen, yaitu 375, didapat dari batas bawah tambah batas atas nilai slump ukuran agregat (SNI), lalu dibagi 2, lalu dibagi FAS

6. Tentukan persentase AK, yaitu berdasarkan MHB AH (SNI), 64%

Jumlah masing-masing material per m³ beton dengan kondisi kadar lengas menjadi :

* Berat air = 215 kg

* Berat semen = 375 kg

* Berat Agregat Halus (wet) = 681.33 kg

* Berat Agregat Kasar (wet) = 881.64 kg

2152.97 kg

Penyesuain terhadap volume silinder

Dimensi Silinder: Diameter : = 0.15 m

Jari-jari = 0.075 m

Tinggi = 0.3 m

Volume 1 Silinder = 0.00530 m3

Dalam pelaksanaan, diberikan faktor penyusutan sebesar = 0.3 Maka :

Volume Beton

Untuk 1

SILINDER = 0.00689 m3

dan Jika 9 SILINDER = 0.06200 m3

Berat material Material

Per 𝑚3 Per 1 sampel Per 3 sampel

Air 215 1,48 4,44

Semen 375 2,59 7,76

AH 681.33 4,7 14,09

AK 881.64 6,09 18,24

(3)

OPSI III

Langkah pembuatan mix design :

1. Tentukan mutu = 20 MPa, maka Fc’r 27 MPa

2. Tentukan FAS, yaitu dengan interpolasi, ambil batas atas dan bawah, didapat 0,573 3. Tentukan slump, yaitu 55 mm, didapat dari SNI

4. Tentukan air, yaitu 215 kg/m3, didapat dari SNI

5. Tentukan semen, yaitu 340, didapat dari batas bawah tambah batas atas nilai slump ukuran agregat (SNI), lalu dibagi 2, lalu dibagi FAS

6. Tentukan persentase AK, yaitu berdasarkan MHB AH (SNI), 64%

Jumlah masing-masing material per m³ beton dengan kondisi kadar lengas menjadi :

* Berat air = 215 kg

* Berat semen = 340 kg

* Berat Agregat Halus (wet) = 681.33 kg

* Berat Agregat Kasar (wet) = 881.64 kg

2117.98 kg

Penyesuain terhadap volume silinder

Dimensi Silinder: Diameter : = 0.15 m

Jari-jari = 0.075 m

Tinggi = 0.3 m

Volume 1 Silinder = 0.00530 m3

Dalam pelaksanaan, diberikan faktor penyusutan sebesar = 0.3 Maka :

Volume Beton

Untuk 1

SILINDER = 0.00689 m3

dan Jika 9 SILINDER = 0.06200 m3

Berat material Material

Per 𝑚3 Per 1 sampel Per 3 sampel

Air 215 1,48 4,44

Semen 340 2,34 7,03

AH 681.33 4,7 14,09

AK 881.64 6,08 18,24

(4)

OPSI IV

Langkah pembuatan mix design :

1. Tentukan mutu = 20 MPa, maka Fc’r 27 MPa

2. Tentukan FAS, yaitu dengan interpolasi, ambil batas atas dan bawah, didapat 0,573 3. Tentukan slump, yaitu 55 mm, didapat dari SNI

4. Tentukan air, yaitu 215 kg/m3, didapat dari SNI

5. Tentukan semen, yaitu 375, didapat dari batas bawah tambah batas atas nilai slump ukuran agregat (SNI), lalu dibagi 2, lalu dibagi FAS

6. Tentukan persentase AK, yaitu berdasarkan MHB AH (SNI), 64%

Jumlah masing-masing material per m³ beton dengan kondisi kadar lengas menjadi :

* Berat air = 215 kg

* Berat semen = 375 kg

* Berat Agregat Halus (wet) = 696 kg

* Berat Agregat Kasar (wet) = 1044 kg

2330 kg

Penyesuain terhadap volume silinder

Dimensi Silinder: Diameter : = 0.15 m

Jari-jari = 0.075 m

Tinggi = 0.3 m

Volume 1 Silinder = 0.00530 m3

Dalam pelaksanaan, diberikan faktor penyusutan sebesar = 0.3 Maka :

Volume Beton

Untuk 1

SILINDER = 0.00689 m3

dan Jika 9 SILINDER = 0.06200 m3

Berat material Material

Per 𝑚3 Per 1 sampel Per 3 sampel

Air 215 1,48 4,44

Semen 375 2,6 7,76

AH 681.33 4,8 14,39

AK 881.64 7,2 21,6

Referensi

Dokumen terkait

UNIVERSITAS KRISTEN MARANATHA STUDI EKSPERIMENTAL PENGGUNAAN PORTLAND COMPOSITE CEMENT DENGAN KUAT TEKAN BETON MUTU TINGGI fc’ = 45 MPa PADA BENDA UJI SILINDER.. DIAMETER 150

Dari penelitian ini lama pengadukan campuran beton juga berpengaruh terhadap kekentalan adukan beton, dengan diperolehnya nilai slump yang

Kedua SNI memberikan hubungan empiris dan relatif dari terhadap bahan beton dalam campuran, sehingga rancangan kadar bahan yang dihasilkan oleh masing-masing metode akan

Pada pengujian workability, untuk nilai slump sama yaitu 75 mm, campuran beton dengan menggunakan substitusi abu dasar membutuhkan penambahan air yang lebih

Hubungan kadar penambahan superplasticizer (Structuro 335) terhadap kuat tekan beton berdasarkan hasil pengujian untuk batasan nilai slump rencana 10 – 30 mm,

 Mencari proporsi campuran yang tepat untuk membuat beton mutu normal ƒ’c 40 Mpa dengan menggunakan acuan ACI 211.4R-08 yang dikoreksi sesuai ACI 211.7R-15.  Menguji

Untuk menentukan persentase jumlah agregat halus dapat dilihat pada Gambar 3.3 karena ukuran butir maksimum yang digunakan yaitu 20 mm dan slump yang digunakan adalah sebesar 30-60 mm..

Hasil dari penelitian ini yaitu kuat tekan tertinggi berada pada beton tanpa campuran Fly ash FA 0% sebesar 34-42 Mpa pada umur 7-56 hari, lalu beton dengan campuran Fly ash sebesar