• Tidak ada hasil yang ditemukan

perbandingan profil lipid pada pasien diabetes melitus

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2024

Membagikan "perbandingan profil lipid pada pasien diabetes melitus"

Copied!
76
0
0

Teks penuh

PENDAHULUAN

Latar Belakang

Rumusan Masalah

Tujuan Penelitian

  • Tujuan Umum
  • Tujuan Khusus

Manfaat Penelitian

  • Teoritis
  • Praktis

TINJAUAN PUSTAKA

Diabetes melitus

  • Definisi Diabetes melitus
  • Epidemiologi Diabetes melitus
  • Klasifikasi Diabetes melitus
  • Metabolisme Glukosa
  • Pemeriksaan Glukosa Darah
    • Macam-Macam Pemeriksaan Glukosa Darah
    • Metode Pemeriksaan Glukosa darah

Diabetes melitus atau yang biasa disebut kencing manis merupakan penyakit yang disebabkan oleh peningkatan gula darah (hiperglikemia) akibat penurunan hormon insulin secara absolut dan relatif. Diabetes melitus disebabkan oleh kekurangan insulin dalam darah yang terjadi akibat rusaknya sel beta pankreas. Sering buang air kecil (terutama pada malam hari), sering lapar dan haus merupakan gejala yang paling jelas terlihat, dan sebagian besar penderita diabetes melitus jenis ini dalam keadaan normal atau lemah.

Akibatnya, kadar gula darah tetap tinggi sehingga menyebabkan hiperglikemia. 75% penderita diabetes melitus tipe 2 mengalami obesitas atau kelebihan berat badan dan diabetes biasanya terdiagnosis setelah usia 30 tahun [8]. Laporan penelitian dari berbagai daerah di Indonesia pada tahun 1980an menunjukkan bahwa prevalensi diabetes melitus tipe 2 berkisar antara sekitar 0,8% di Tanah Toraja hingga 6,1% di Manado. Contohnya sebagai berikut: pada sebuah penelitian di Jakarta, daerah perkotaan, prevalensi diabetes melitus meningkat dari 1,7%.

Menurut perkiraan, pada tahun 2003 terdapat 8,2 juta penderita diabetes melitus di perkotaan dan 5,5 juta penderita di pedesaan. Angka-angka tersebut menunjukkan bahwa jumlah penderita diabetes melitus di Indonesia semakin meningkat dan hal ini menjadi beban yang sangat berat bagi perawatan seorang dokter spesialis atau bahkan seluruh tenaga medis.

Tabel 2.1. Nilai Rujukan Glukosa Darah  1[14]
Tabel 2.1. Nilai Rujukan Glukosa Darah 1[14]

Profil Lipid

  • Definisi
  • Macam-Macam Profil Lipid
  • Klasifikasi Profil Lipid
  • Masalah klinis profil lipid
  • Metabolisme Profil Lipid
  • Patofisiologi Cholesterol pada pasien DM tipe 1 dan DM tipe 2
  • Metode Pemeriksaan Profil Lipid

Ketika sel-sel tubuh menghasilkan energi, enzim lipase dalam sel lemak dapat memecah trigliserida menjadi gliserol dan asam lemak dan menyebar ke pembuluh darah. Ketika masuk dan keluar molekul trigliserida di jaringan adiposa, asam lemak ini berguna untuk glukoneogenesis. Asam lemak umumnya dihasilkan dari makanan, dan ada pula yang diperoleh dari pemecahan glukosa di hati dan jaringan adiposa.

Lipid sederhana (simple lipids), yaitu komponen ester asam lemak dan alkohol yang bila dihidrolisis menghasilkan dua komponen. Lipid kompleks (lipid komposit), yaitu komponen ester asam lemak dengan alkohol dan gugus tambahan yang jika dihidrolisis menghasilkan tiga komponen atau lebih. Fosfolipid Universitas Binawan (30%), kolesterol (14%) dan kolesterol ester (36%), serta sejumlah kecil asam lemak rantai panjang.

Asam lemak bebas berikatan dengan albumin, tetapi kolesterol, trigliserida, dan fosfolipid dibawa melalui kompleks lipoprotein. Selama pencernaan, sebagian besar triasilgliserol dihidrolisis menjadi monoasilgliserol dan asam lemak dan diesterifikasi ulang di mukosa usus. Universitas Binawan Trigliserida dalam kilomikron dihidrolisis menjadi asam lemak bebas dan gliserol oleh enzim lipoprotein lipase dari endotel kapiler.

Asam lemak yang terikat erat pada membran sel berdifusi dengan cepat ke adiposit dari jaringan adiposa dan ke hepatosit. Kolesterol HDL tumbuh hingga mencapai makrofag untuk mengeluarkan kolesterol yang disimpan di makrofag. Untuk menampung kolesterol HDL yang terus bertambah, maka kolesterol bebas pada makrofag harus diangkut ke permukaan membran sel makrofag melalui suatu transporter yang dikenal dengan nama adenosine triphosphate binding cassette transporter-1 atau disingkat ABC-1.

Pada metabolisme lipoprotein, ciri utama dislipidemia adalah peningkatan kadar trigliserida, penurunan nilai kolesterol HDL dan peningkatan jumlah partikel kecil LDL padat yang disebut model LDL subkelas B. Rumus Friedewald menggunakan Kadar kolesterol total, trigliserida, kolesterol HDL untuk mengetahui konsentrasi kolesterol LDL. Pengukuran trigliserida Pengukuran trigliserida diawali dengan reaksi hidrolisis trigliserida oleh lipase menjadi gliserol dan asam lemak.

Gambar 2.2 Reaksi pengukuran Cholesterol  1[16]
Gambar 2.2 Reaksi pengukuran Cholesterol 1[16]

Dislipidemia

  • Definisi Dislipidemia
  • Klasifikasi Dislipidemia dan kadar Lipid Normal

Klasifikasi dislipidemia mungkin didasarkan pada penyebab utama yang tidak diketahui etiologinya dan penyakit sekunder yang mendasari seperti sindrom nefrotik, diabetes melitus, dan hipotiroidisme. Bentuk terakhir adalah yang paling umum.[18] Mengenai lipid normal, sebenarnya sulit untuk mengatakan satu angka, jadi apa yang normal bagi satu orang mungkin tidak normal bagi orang lain.

Tabel 2.2 Spesifikasi kadar Cholesterol dalam darah  1[17]
Tabel 2.2 Spesifikasi kadar Cholesterol dalam darah 1[17]

Kerangka Teori

Hipotesis

METODOLOGI PENELITIAN

  • Jenis dan Desain Penelitian
  • Tempat dan waktu penelitian
    • Gambaran Umum Lokasi Penelitian
  • Populasi dan Sampel Penelitian
    • Populasi
    • Sampel Penelitian
  • Variabel dan Kerangka Konsep
  • Definisi Operasional
  • Teknik Pengumpulan Data
  • Teknik Pengolahan data
  • Teknik Analisis Data
  • Alur Penelitian

Populasi penelitian adalah seluruh rekam medis pasien diabetes tipe 1 dan diabetes tipe 2 di RSUD Pasar Rebo yang menjalani pemeriksaan profil lipid pada bulan Juli sampai Desember 2021. Pasien diabetes tipe 1 dan diabetes tipe 2 tidak dimasukkan data laboratorium glukosa darah. , profil puasa dan lipid di klinik internal RSUD Pasar Rebo. Pada pasien diabetes tipe 1 dan diabetes tipe 2, berdasarkan hasil pemeriksaan laboratorium, pasien menjalani pemeriksaan profil lipid dengan parameter kolesterol total.

Penderita diabetes melitus tipe 1 dan diabetes melitus tipe 2 diperiksa profil lipidnya dengan parameter kolesterol HDL pada catatan hasil pemeriksaan laboratorium. Dari analisa perbedaan kadar profil Lipid pada Pasien Diabetes Melitus Tipe 1 dan Diabetes Mellitus Tipe 2 akan diperoleh Profil Lipid pada Pasien Diabetes Mellitus Tipe 1 dan Pasien Diabetes Mellitus Tipe 2 di Klinik Penyakit Dalam RSUD Pasar Rebo.

Karakteristik profil lipid pada penderita diabetes melitus tipe 1 dan diabetes melitus tipe 2 disajikan pada tabel 4.3 dan 4.4. Hasil perbedaan kadar profil lipid pada penderita diabetes melitus tipe 1 dan penderita diabetes melitus tipe 2 dapat dilihat pada tabel 4.5. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengungkap hasil perbandingan profil lipid yang terdapat pada penderita diabetes melitus tipe 1 dan diabetes melitus tipe 2.

Perbandingan profil lipid pada pasien diabetes melitus tipe 1 dapat dilihat pada Tabel 4.5 dari 108 pasien diabetes melitus dan setelah dilakukan pengujian dengan uji T independen. Sedangkan nilai profil lipid pada pasien diabetes melitus tipe 2 menghasilkan kolesterol total 233 mg/dL, kolesterol HDL 48 mg/dL, kolesterol LDL 148 mg/dL dan trigliserida 232 mg/dL. Hasil pemeriksaan kadar profil lipid menunjukkan terdapat perbedaan kadar profil lipid pasien diabetes melitus tipe 1 dan diabetes melitus tipe 2.

Pasien diabetes melitus tipe 1 menghasilkan kadar profil lipid yang lebih tinggi dibandingkan dengan kadar profil lipid yang lebih rendah pada pasien diabetes melitus tipe 2. Perbandingan profil lipid pada pasien diabetes mellitus tipe 2 dengan kontrol glikemik terkontrol dan kontrol glikemik tidak terkontrol di RSUD Dr. Perbandingan profil lipid dengan hipertensi pada diabetes melitus tipe 2 dengan atau tanpa hipertensi di RS H.

Gambar 3.2 kerangka konsep Diabetes melitus
Gambar 3.2 kerangka konsep Diabetes melitus

HASIL PEMBAHASAN

Hasil Penelitian

  • Karakteristik Sampel
  • Perbandingan Profil Lipid pada Pasien DM tipe 1 dan DM tipe 2

Berdasarkan Tabel 4.1 yaitu distribusi frekuensi umur penderita diabetes melitus terlihat bahwa umur penderita diabetes melitus yang menjalani pemeriksaan profil lipid dapat dikelompokkan menjadi 3 kelompok dengan jumlah sampel sebanyak 108 pasien. Penjelasan sampel berdasarkan jenis kelamin pasien diabetes melitus di poliklinik penyakit dalam RSUD Pasar Rebo. Berdasarkan Tabel 4.2 yang menjelaskan jenis kelamin pasien diabetes melitus yang menjalani pemeriksaan profil lipid, dapat disimpulkan bahwa 33,3% pasien berjenis kelamin laki-laki dan 66,7% pasien berjenis kelamin perempuan.

Universitas Binawan Pada tabel 4.3 diperoleh nilai profil lipid pada pasien diabetes melitus tipe 1 masing-masing kadar kolesterol total mempunyai nilai minimal 245 mg/dL dan nilai maksimal 396 mg/dL, untuk kolesterol HDL minimal kadarnya adalah 28 mg/dL dan nilai maksimumnya adalah 72 mg/dL, kemudian untuk Kolesterol LDL nilai minimumnya adalah 183 mg/dL dan nilai maksimumnya adalah 299 mg/dL dan untuk Trigliserida nilai minimumnya adalah 163 mg/dL dan nilai maksimalnya adalah 672 mg/dL dan pada tabel 4.4 diperoleh nilai profil lipid pada penderita diabetes melitus tipe 2 yaitu kadar kolesterol total dengan nilai minimal 133 mg/dL dan nilai maksimal 715 mg/dL. nilai kolesterol HDL minimal 29 mg/dL dan maksimal 100 mg/dL, kemudian untuk kolesterol LDL nilai minimal 71 mg/dL dan maksimal 505 mg/dL dan untuk trigliserida nilai minimal 40 mg/dL. dan maksimumnya adalah 420 mg/dL. Berdasarkan Tabel 4.5 ditemukan adanya perbandingan yang bermakna antara diabetes melitus tipe 1 dan diabetes melitus tipe 2 pada nilai kolesterol. Hasilnya adalah 0,000 sig. pada pasien diabetes melitus tipe 2. Kolesterol HDL dan diabetes tipe 1 dan 2, dengan nilai sig.(2-tailed) sebesar 0,001 yang berarti terdapat perbedaan bermakna antara kadar kolesterol HDL pada pasien diabetes tipe 2. 1 Diabetes Mellitus dan Diabetes Mellitus Tipe 2, Kadar Kolesterol LDL Untuk kolesterol diperoleh nilai sig.(2-tailed) sebesar 0,000 yang berarti terdapat perbedaan yang sangat signifikan antara kadar Diabetes Mellitus Tipe 1 dan Diabetes Mellitus pada diabetes melitus tipe 2 diperoleh nilai sig.(2-tailed) sebesar 0,000 untuk kadar trigliserida yang berarti terdapat perbedaan bermakna antara kadar diabetes melitus tipe 1 dengan diabetes melitus tipe 2.

Tabel 4.3 Kadar Profil Lipid pada Diabetes Melitus Tipe 1  1 Profil Lipid  Jumlah  Persen
Tabel 4.3 Kadar Profil Lipid pada Diabetes Melitus Tipe 1 1 Profil Lipid Jumlah Persen

Pembahasan

  • Karakteristik Sampel
  • Distribusi Kadar Profil Lipid
  • Perbandingan Profil Lipid pada Pasien DM tipe 1 dengan DM tipe 2 42

Fungsi ginjal juga dapat menurun seiring bertambahnya usia, menurut sebuah studi tahun 2018 oleh RISKESDAS, yang menemukan bahwa seiring bertambahnya usia pasien, yang mencapai puncaknya antara usia 55 dan 64 tahun, fungsi ginjal menurun ketika mereka melebihi rentang usia tersebut. menunjukkan bahwa risiko terkena diabetes dan kerusakan ginjal meningkat seiring bertambahnya usia.[10] Seiring bertambahnya usia, produksi insulin di pankreas juga menurun dan usia menjadi salah satu faktor penyebab penyakit diabetes melitus. Peningkatan seluruh bagian profil lipid seperti kolesterol total, HDL, LDL dan trigliserida pada pasien diabetes tipe 1 mungkin disebabkan oleh disregulasi hormon insulin di pankreas, pengatur penting metabolisme karbohidrat, lipid dan protein. Hal ini sesuai dengan penelitian Firdayanti, F., dkk (2017) yang menyatakan bahwa kondisi diabetes melitus pada penderita resistensi insulin merupakan suatu kelainan yang mendasari metabolisme lipoprotein yang ditandai dengan peningkatan kadar trigliserida, penurunan HDL, peningkatan tingkat konsentrasi partikel LDL yang lebih kecil dan lebih besar, diikuti dengan peningkatan kadar kolesterol total.[1]

Diperoleh nilai signifikansi sebesar 0,000 menunjukkan bahwa perbandingan kadar kolesterol total pada penderita diabetes melitus tipe 1 dan diabetes melitus tipe 2 mempunyai signifikansi sebesar 0,000. Universitas Binawan mempunyai perbedaan yang signifikan, bahwa diabetes melitus tipe 1 menyebabkan kolesterol lebih tinggi dibandingkan dengan diabetes melitus tipe 2 yang lebih rendah. Dengan menggunakan statistik uji T independen, dari data 108 pasien diabetes tipe 1 dan tipe 2 diperoleh nilai signifikansi sebesar 0,001 yang menunjukkan adanya perbandingan konsentrasi HDL yang signifikan pada diabetes melitus tipe 1 dan diabetes melitus tipe 2.

Rerata diabetes melitus tipe 1 sebesar 66,27 dan rerata diabetes melitus tipe 2 sebesar 48,27 yang menunjukkan adanya perbedaan kadar HDL yang bermakna antara pasien diabetes melitus tipe 1 dengan diabetes melitus tipe 2. Setelah dilakukan pengujian dengan uji independen T-statistic u test. nilai signifikansi sebesar 0,000 menunjukkan bahwa terdapat perbedaan kadar kolesterol LDL antara diabetes melitus tipe 1 dan diabetes melitus tipe 2 dengan mean pada diabetes melitus tipe 1 sebesar 230,53 dan mean pada diabetes melitus tipe 2 sebesar 148,41. Universitas Binawan mempunyai penyakit diabetes melitus tipe 1 dan diabetes melitus tipe 2. Nilai rata-rata diabetes melitus tipe 1 sebesar 276,00 dan diabetes melitus tipe 2 sebesar 147,71.

2014) menyatakan bahwa penderita diabetes melitus tipe 2 dapat menyebabkan peningkatan kadar trigliserida.[6] karena kenaikan kadar trigliserida dipengaruhi oleh faktor lain, seperti jumlah asupan makanan dan aktivitas fisik, peningkatan pembentukan VLDL dan tingginya kadar trigliserida dalam plasma darah.

Simpulan

Saran

Perbedaan Kadar Kolesterol HDL (High Density Lipoprotein) Menggunakan Metode Semi Mikro dan Makro (Disertasi Doktor Universitas Muhammadiyah Surabaya). Pusat Data dan Informasi Kementerian Kesehatan RI, Tetap produktif, cegah dan atasi, file:///C:/Users/ADIABETES MELITUSIN/Downloads/Infodatin- 2020-Diabetes-Melitus%20(1).pdf (Kementerian Kesehatan, 2020). Contoh Laporan Pemeriksaan Glukosa Darah Metode GOD-PAP. Laporan Pemeriksaan Glukosa Darah Metode GOD-PAP.

Gambar 1 Alat Pengambilan Darah
Gambar 1 Alat Pengambilan Darah

Referensi

Dokumen terkait