• Tidak ada hasil yang ditemukan

Perjalanan Polisi Hutan

N/A
N/A
Rizki Dania Tasya

Academic year: 2024

Membagikan "Perjalanan Polisi Hutan"

Copied!
3
0
0

Teks penuh

(1)

“Perjalanan Polisi Hutan”

Suara ayam berkokok sangat terdengar nyaring di telinga Dani dan mengusik tidur nyanyak Dani. Dani menguap dan melihat jam di samping tempat tidurnya, jam menunjukkan pada pukul 05.30 WIB. Dani bergegas bangun untuk menjalani rutinitasnya sebagai warga negara Indonesia yang baik dan benar yaitu sebagai polisi hutan. Setelah Dani mandi, berpakaian rapi, dan Dani telah mengisi perutknya dengan roti isi. Dani bergegas pergi kelaur rumah untuk berangkat bekerja menggunakan motor mengarah ke Taman Nasional Berbak yang terletak di provinsi Jambi. Taman Nasional Berbak mempunyai luas sekitar 141.261,94 hektare dan memiliki berbagai tumbuhan yang langka seperti Anggrek Bulbophylum dan Pohon Jelutung. Sedangkan jenis hewan di Taman Nasional Berbak ini sendiri seperti Harimau Sumatera, Tapir, Beruang Madu, dan masih banyak lagi.

Pada saat Dani tiba di pos Taman Nasional Berbak, Dani mulai memakirkan motornya dan turun dari motor untuk menghampiri 2 orang teman kerja Dani yang berada di pos. Dani pun mulai menyapa Riski dan Hadi. Setelah Dani menyapa Riski dan Hadi, Dani mengajak Riski dan Hadi untuk mengecek keadaan di Taman Nasional Berbak menggunakan drone. Hadi mengambil drone di dalam lemari dan menyiapkan drone untuk digunakan sebagai pemantau Taman Nasional Berbak.

Drone yang telah disiapkan mulai diterbangkan untuk mengecek kondisi sekitar, drone pun mulai mengudara. Dani, Riski, serta Hadi melihat tampilan gambar pada stik drone yang dikendalikan oleh Hadi. Tidak berselang lama kemudian, raut wajah Riski terlihat aneh.

Merasa ada yang janggal Riski menunjuk pada arah layar drone Riski: “Eh lihat, sepertinya ada bekas pohon yang sudah di tebang”

Hadi pun membalas: ”Oh iya, itu disana juga. Sepertinya sudah 2 pohon di tebang”

Dani: “Ini tidak bisa dibiarkan, ayo kita bergerak tempat kesasaran”

Setelah Riski menitik tempat lokasi kejadian perkara. Dani, Riski, dan juga Hadi pun menaiki sepeda motornya masing-masing untuk bergegas pergi mengarah ke dalam hutan.

Perjalanan pun dimulai, pada memakan waktu perjalanan sekitar 15 menit masuk kedalam hutan tiba-tiba

BRAAAAKKKKK

Dani melihat Riski terpental ke arah selatan dari motor sejauh 1 meter. Dani dan Hadi benar- benar terkejut atas kejadian Riski jatuh dari sepeda motornya. Dani dan Hadi bergegas turun dari motor untuk mnyelamatkan Riski yang tergeletak di tanah dengan ekspresi kesakitan.

Hadi segera membangunkan Riski yang tergeletak di tanah sedangkan Dani mengelurkan air minum serta obat-obatan yang di bawa. Dan untunglah kondisi Riski tidak terluka cukup parah. Riski pun meminum air yang Dani bawa sedangkan Hadi dan Dani mengobati luka goresan yang ada di kaki Riski menggunakan antiseptic dan obat merah.

Hadi: “Gimana Riski ada yang kamu rasakan sakit di bagian tubuh lain selain kaki?” tanya hadi kepada Riski.

(2)

Riski menggeleng dan menjawab: “Tidak”

Dani: “Kita Kembali ke pos saja, untuk memulihkan kondisi Riski yang tidak memungkinkan untuk melanjutkan kesana” kata Dani.

Riski bersikeras dan berkata: ”Tidak ini harus dilanjutkan pohon sangat penting untuk bumi dan makhluk bumi khususnya manusia, kita semua manusia memerlukan udara dari pohon.

Tidak ada udara dari pohon manusia mati dan tidak ada kehidupan di bumi” seru Riski lantang.

Dani, Hadi, dan Riski pun melanjutkan perjalanan ke lokasi perkara dengan kondisi Hadi berboncengan dengan Riski mengingat kondisi Riski kaki nya sakit. Setelah memakan waktu perjalanan cukup lama Dani, Riski, dan juga Hadi pun turun dari motor untuk memarkirkan sepeda motor mereka.

Dani, Riski, serta Hadi berjalan ke arah titik lokasi untuk mrnangkap orang pembalakan liar.

Dani berjalan paling depan disusul dengan Riski dan yang terakhir Hadi. Dani memberikan komando dengan mengangkat tangan kanan menandakan perjalanan berhenti. Dani menoleh ke belakang

Dani: ”Aku melihat pondok kecil di arah timur, ayo kita hampiri pondok tersebut” ajak Dani kepada Riski dan juga Hadi.

Riski dan Hadi pun mengangguk dan mengekori Dani yang berjalan ke arah timur yaitu ke arah pondok kecil yang berada di antara pepohonan. Dani, Riski, dan Hadi mengendap- endap untuk menuntaskan masalah ini.

Setelah berjarak tiga meter dari pondok. Riski, Dani, dan Hadi pun memutuskan dating dari arah yang berbeda-beda agar memudahkan penangkapan manusia yang melakukan

pembalakan liar di taman yang dilindungi negara Indonesia.

BRAAAKK

Bunyi kencang suara pintu yang di tending oleh kaki Dani.

"Jangan bergerak!!” seru Dani kepada dua orang yang sedang linglung karena baru bangun dari tidur nyenyak.

Riski dan Hadi langsung bergerak memborgol ke dua tangan dua orang yang baru bangun tidur.

Dani, Riski, dan Hadi membawa Hasan dan Hagi yang merupakan pelaku pembalakan liar ke pengadilan untuk di introgasi.

Tiba-tiba Hagi yang dicekal oleh Riski berlari cepat secepat kilat untuk berusaha terlepas dari Riski.

Dani dan Riski mengejar Hagi untuk menangkap tetapi tiba-tiba Riski terjatuh BRUKKKK

“AAAKKKH kaki ku” Dani langsung berlari menolong Riski yang terjatuh.

(3)

Riski berkata: “Kejar ia Dani tak perlu hiraukan aku, Hadi jangan lepaskan dia”

Hadi menangguk sementara Dani mengejar Hagi dengan kecepatan maksimal.

Di tengah-tengah hutan, Hagi duduk dengan detak jantung cepat akibat capek berlari. Tiba- tiba Hagi tertangkap oleh Dani dari belakang punggung Hagi.

“Jangan bergerak dan jelaskan di pengadilan” ucap Dani.

Sesampainya di pengadilan Dani, Riski, dan Hadi menyerahkan dua orang pelaku pembalakan liar kepada Hakim untuk di proses introgasi dan hukum.

Setelah di proses introgasi pelaku pembalakan liar diberikan sosialisai tentang pentingnya pohon bagi kehidupan manusia. Seperti untuk proses udara yang sangat penting bagi manusia.

Referensi

Dokumen terkait