Dakriosistisis
Adalah inflamasi di saccus lakrimalis krn sumbatan di saccus lakrimalis
Onset : kronik dan akut
Etiologic : kongenital dan didapat
Macam-macam etiologic : s. aureus.
Streptococcus sp, haemophillis, influenza Kongenital..
Epidemiologi : diderita usia balita dan usia lebigh dr 40 tahun, lebih sering di Wanita pada usia dewasa
Patofis : smbtn ductus lakrimalis aliran mata stagnan debris numpuk
mikroorganisme berkembang inflamasi
Bbl : sumbatan bisa sembuh sendiri dalam waktu satu tahun, bakteri yang sering ditemukan haemophilus influenza
Manifestasi :
Epifora (akut, kronik)
Pembengkakan ( akut, kronik bisa iya bisa tidak
Nyeri tekan : akut
Secret (akut purulent, kronik mucoid atau mukopurulen
Diagnosis
a. Anamnesis dan pf
b. Probing untuk membuktikan ada sumbatan atau tidak (tidak boleh dilakukan di fase akut)
c. Kultur dan tes sensitivitas antibiotic
DD : selulitis orbita, sinusitis paranasal,
Tx : kompres hangat 3x, analgetic, antibiotic oral (amoksisilin 3x500 mg 20-40 mg) (cephaxelin 4x500 mg 25 -50 mg dibagi 4 dosis), (eritromisin 4x500 30-50)
Terapi konservatif tidak sembuh dalam 5-7 hari dan ditemukan selulitis atau abses makan lakukan insisi drainase dengan anestesi topical Tindakan ini resiko fistula
Indikasi dakriosistorinostomi :
a. Obstruksi total ductus nasolacrimal b. …
c. … d. …
Dacryoadenitis
Merupakan akut inflamasi kelenjar lakrimal
Jarang terjadi
Sering tjd anak2 sbg komplikasi dr mumps, measles, influenza
Pada dewasa hubungannya dengan gonorrhea
Dakrioadenitis kronik adalah akibat dr infiltrasi benign lymphocytic, lymphoma, leukimia, tb.
Kadang terlihat bilateral akibat dr sarkoiditis
Klinis : pada sisi temporal kelopak atas terasa sakit, bengkak, inejksi dan seringkali
membentuk??
Terapi : bakteri diberi ab sistemik, jarang dilakukan pembedahan
Hordeolum
Adalah inflamasi akut dr kelenjar di palpebra (meibom, zeiss atau moll) krn infeksi bakteri
Dibagi interna dan eksterna. Interna pd kelenjar maeibom, eksterna krn bakteri zeiss
Klinis
a. Bengkak di kelopak mata nyeri merah b. Tanda klinis
Terapi : kompres hangat 3-4 x sehari selama 10-15 menit dengan posisi mata terpejam
Salep mata antibiotic pada saccus conjunctivalis (antibiotic salep seperti kloramfenikol 1% tiap 1-3 jam/polymyxin B atau neomycin 0,35% 1-4x sehari) Antibiotic oral : amoksisilin/asam
kllavulanat (anak-anak 20-40 mg/kgbb/hr dibagi 3 dosis, dewasa 3x500 mg)
Pemberian kortikosteroid tidak boleh
DD ; blefaritis marginalis, kalazion, dll
Komplikasi : selulitis (terapi selulitis ab sistemik)
CHALAZION
Adl lesi inflamasi pd kelopak mata yang paling sering krn sumbatan di kelenjar meibom
Klinis :
a. Benjolan besar/kecil
b. Diawali dg gejala akut inflaamasi pada kelopak mata (merah, bengkak, nyeri).
Jika inflamasi reda dpt terbentuk lesi spt kista berbatas tegas dan tdk nyeri c. Dapat nyeri / tidak nyeri
d. Daoat merah/tidak e. Batas tegas
f. Mengarah ke permukaan konjungtiva, yang mungkin sedikit merah
g. Beda dg hordeolum , hordeolum lebih ke akut
h. Pada saat akut : edema, hiperemia, nyeri fikal di area
Komplikasi : menekan bola mata, astimatigma, dll
Tx : berlangsung kronik berulang dan tidak responsive thd pengobatan perlu biopsy Pada fase inflamasi : kompres air hangat dengan pemijatan untuk mengusahakan ekstresi dari kelenjar meibom yang mengalami inflamasi
Prognosis baik bbrp kasus dpt berulang dan multiple