• Tidak ada hasil yang ditemukan

Perlawanan Kerajaan Bali Terhadap Penjajah

N/A
N/A
Enji

Academic year: 2024

Membagikan "Perlawanan Kerajaan Bali Terhadap Penjajah"

Copied!
7
0
0

Teks penuh

(1)

Perlawanan Kerajaan Perlawanan Kerajaan

Bali Terhadap Penjajah

Bali Terhadap Penjajah

(2)

Anggota Kelompok

M.Arfa dhiyaulhaq Ikmal hukama

Itsar faiz

Rayyis husni

Ravli ikhsan

(3)

Latar

Belakang

Perang ini dipicu oleh kegigihan raja raja bali mempertahankan apa yang disebut hak

tawan karang, hak tawan karang adalah hak yang dimiliki raja raja bali untuk merampas

perahu dan muatannya yang terdampar di wilayah kekuasaannya. Hal ini sangat

merugikan Belanda karena sering kali kapal Belanda terdampar di perairan Bali , pada

tahun 1839 Belanda meminta hak itu dihapus dan Belanda akan membayar pajaknya,

namun faktanya Belanda tidak pernah menepati janjinya untuk membayar uang tersebut.

(4)

Bentuk

Perlawanan

Kerajaan Bali, seperti Buleleng dan Klungkung, melawan secara langsung dengan mengerahkan pasukan mereka untuk menghadapi tentara Belanda. Salah satu pertempuran besar adalah Perang Buleleng (1846, 1848, 1849), di mana pasukan Bali mencoba melawan invasi militer Belanda dengan senjata tradisional.

Meski kalah dalam beberapa pertempuran, kerajaan-kerajaan Bali terus menunjukkan perlawanan secara fisik, meskipun jumlah dan peralatan mereka jauh lebih lemah dibandingkan Belanda yang memiliki persenjataan modern. Beberapa pemberontakan lokal juga terjadi sebagai bentuk perlawanan rakyat Bali terhadap pendudukan Belanda. Rakyat setempat, dengan dorongan dari raja-raja Bali, melakukan serangan kecil-kecilan terhadap pos-pos Belanda sebagai bentuk protes atas kebijakan kolonial yang memberatkan.

(5)

Tokoh Penting

I GUSTI KETUT JELANTIK

I Gusti Ketut Jelantik adalah tokok yang mempersatukan raja

raja bali untuk bersatu untuk bersatu menyerang dan mengambil

alih pos pos Belanda yang ada di Bali serta bertahan dari

serangan Belanda saat Belanda menyerang Bali dengan pasukan

yang lebih besar jumlahnya serta persenjataan yang lebih kuat.

(6)

Dampak/hasil perlawanan

1. Kehancuran dan Hilangnya Kedaulatan: Salah satu dampak utama dari perlawanan ini adalah kehancuran kerajaan-kerajaan Bali dan hilangnya kedaulatan mereka. Perlawanan kerajaan Bali yang gigih membuat banyak bangsawan dan rakyat Bali kehilangan nyawa.

2. Penguasaan Belanda: Meskipun ada perlawanan sengit, pada akhirnya Belanda berhasil menguasai Bali. Mereka memperluas pengaruhnya dengan strategi militer dan diplomatik.

Dengan jatuhnya kerajaan-kerajaan Bali, Belanda berhasil memantapkan kontrol atas

seluruh kepulauan Indonesia.

(7)

@KELOMPOK 2

Terima Kasih

Terima Kasih

Referensi

Dokumen terkait

Perjuangan petani Kaplongan terhadap penjajah Jepang pada april 1944 merupakan peristiwa yang penting, karena peristiwa itu menjadi perlawanan yang merambat ke beberapa

Perjuangan bangsa Indonesia terhadap kekuasaan penjajah telah dimulai sejak masa kerajaan-kerajaan, perlawanan yang gigih tersebut dilakukan di bawah pimpinan para raja, pangeran,

Perlawanan Rakyat di berbagai daerah dan niai-nilai kejuangannya Perang Padri Perang Pattimura (Maluku Perang Jagarana Bali Perang Banjar Perang Aceh Peralawan Rakyat

Berdasarkan analisis terhadap penelitian “Gerakan Perlawanan Ideologi Patriarki di Bali dalam Karya Sastra Oka Rusmini Tahun 2000-2012”, terdapat beberapa hal yang

Pluralisme yang ditunjukkan pada Pura Kebo Edan dan Pura Pusering Jagat-Pusering Tasik menunjukkan fungsi infrastruktur religi dalam suatu sistem religi pada Kerajaan

Belanda masuk ke wilayah kerajaan Banggai (1906), setelah melakukan perlawanan dengan rakyat kerajaan Banggai bangsa Belanda kemudian menguasai seluruh wilayah

Peranan tawan karang pada masa kolonial untuk kerajaan-kerajaan di Bali dan Pemerintah Belanda adalah sebagai salah satu taktik yang diwujudkan dalam sebuah kebijakan

Awalnya pada abad ke -19 di Bali terdapat sembilan kerajaan yaitu : Kerajaan Buleleng, Jembrana, Tabanan, Mengwi, Badung, Gianyar, Bangli, Klungkung dan