Perlawanan Kerajaan Perlawanan Kerajaan
Bali Terhadap Penjajah
Bali Terhadap Penjajah
Anggota Kelompok
M.Arfa dhiyaulhaq Ikmal hukama
Itsar faiz
Rayyis husni
Ravli ikhsan
Latar
Belakang
Perang ini dipicu oleh kegigihan raja raja bali mempertahankan apa yang disebut hak
tawan karang, hak tawan karang adalah hak yang dimiliki raja raja bali untuk merampas
perahu dan muatannya yang terdampar di wilayah kekuasaannya. Hal ini sangat
merugikan Belanda karena sering kali kapal Belanda terdampar di perairan Bali , pada
tahun 1839 Belanda meminta hak itu dihapus dan Belanda akan membayar pajaknya,
namun faktanya Belanda tidak pernah menepati janjinya untuk membayar uang tersebut.
Bentuk
Perlawanan
Kerajaan Bali, seperti Buleleng dan Klungkung, melawan secara langsung dengan mengerahkan pasukan mereka untuk menghadapi tentara Belanda. Salah satu pertempuran besar adalah Perang Buleleng (1846, 1848, 1849), di mana pasukan Bali mencoba melawan invasi militer Belanda dengan senjata tradisional.
Meski kalah dalam beberapa pertempuran, kerajaan-kerajaan Bali terus menunjukkan perlawanan secara fisik, meskipun jumlah dan peralatan mereka jauh lebih lemah dibandingkan Belanda yang memiliki persenjataan modern. Beberapa pemberontakan lokal juga terjadi sebagai bentuk perlawanan rakyat Bali terhadap pendudukan Belanda. Rakyat setempat, dengan dorongan dari raja-raja Bali, melakukan serangan kecil-kecilan terhadap pos-pos Belanda sebagai bentuk protes atas kebijakan kolonial yang memberatkan.