PENDAHULUAN
Fokus Penelitian
Rumusan Masalah
Tujuan Penelitian
Manfaat Penelitian
Sistematika Pembahasan
KAJIAN PUSTAKA
Persepsi
Persepsi ini diartikan sebagai suatu proses yang menggabungkan dan mengorganisasikan data-data panca indra kita (penginderaan) untuk dikembangkan sedemikian rupa sehingga kita dapat sadar akan lingkungan sekitar kita, termasuk sadar akan diri kita sendiri.3 Persepsi terjadi pada saat seseorang menerima rangsangan dari lingkungan sekitar. dunia luar yang ditangkap oleh organ – organ pembantu yang kemudian masuk ke otak. Sedangkan persepsi manusia adalah proses menangkap makna dari objek dan peristiwa sosial yang kita alami di lingkungan kita, karena setiap orang mempunyai persepsi yang berbeda-beda terhadap lingkungan sosialnya. c.Ciri-ciri umum persepsi.
Pendidikan Seks dalam Islam
Pendidikan seks pada dasarnya merupakan upaya memberikan pengetahuan tentang fungsi alat reproduksi dengan menanamkan moral, etika dan komitmen untuk mencegah penyalahgunaan alat reproduksi tersebut. Selain itu, pendidikan seks juga bertujuan untuk memberikan pengetahuan dan mendidik anak agar berperilaku baik dalam urusan seksual, sesuai dengan norma agama, sosial, dan moral.26.
Kitab Fath}ul Iza>r
Artinya: dan janganlah kamu mendekati zina; Padahal, zina adalah perbuatan keji dan jalan yang buruk (QS. Al-Isra 32.) 29 Dari ayat di atas dapat kita simpulkan bahwa pendidikan seks pada dasarnya adalah upaya memberikan pengetahuan tentang fungsi alat reproduksi dengan menanamkan akhlak. . , etika dan hukum dalam agama untuk mencegah penyalahgunaan organ reproduksi. Pendidikan seks juga tidak hanya mengajarkan tentang hubungan seksual, fungsi organ tubuh dan kesehatan saja, namun juga disertai dengan penguatan keimanan, tentang larangan dalam syariat Islam dan aturan-aturan yang ada untuk mencegah terjadinya perilaku menyimpang seksual di kalangan umat Islam di seluruh dunia. Berbeda dengan buku yang sudah ada terjemahannya karena terjemahannya langsung dari penulisnya yaitu Abdullah Fauzi Al-Hajj.
Selanjutnya sampul belakang tidak jauh berbeda dengan sampul depan, namun terdapat 2 buah bunga mawar dan penulis berharap terjemahan ini dapat diperoleh. Pembahasan dalam Kitab Fath}ul Iza>r ini khusus tentang persetubuhan, yaitu berkaitan dengan timing, rahasia melakukan persetubuhan. Dapat juga digunakan bagi calon pengantin yang ingin menggunakan tata cara berhubungan intim secara Islami seperti yang dijelaskan dalam Kitab Fath}ul Iza>r.31.
Rumah Tangga
Lokasi ini dipilih karena peneliti ingin mengetahui bagaimana persepsi santri tentang pendidikan seksualitas dalam kitab Fath}ul Iza>r (studi kasus di Pondok Pesantren Al-Barokah Mengunsuman Siman Ponorogo). Dalam penelitian ini sumber data manusia adalah mengungkap upaya persepsi santri mengenai pendidikan seks dalam kitab Fath}ul Iza>r (studi kasus di Pondok Pesantren Al-Barokah Mengunsuman Siman Ponorogo). Pendidikan seks dalam kitab Fath}ul Iza>r yang dikembangkan di Pondok Pesantren Al-Barokah Mengunsuman Siman Ponorogo.
Siswa memahami materi dari kitab Fath}ul Iza>r dengan sangat baik. Analisis pendidikan seks dalam kitab Fath}ul Iza>r yang dikembangkan di Pondok Pesantren Al-Barokah, Mengunsuman Siman, Ponorogo. Analisis Implikasi Persepsi Santri Terhadap Pendidikan Seksualitas dalam Kitab Fath}ul Iza>r Terhadap Kesiapan Menikah di Pondok Pesantren Al-Barokah Mangunsuman Siman Ponorogo.
Telaah Hasil Penelitian Terdahulu
METODE PENELITIAN
Kehadiran Peneliti
Selain itu, dalam penelitian kualitatif, kehadiran peneliti di lapangan mutlak diperlukan, karena peneliti berperan sebagai pelaku dan pengumpul data. Untuk itu dalam penelitian ini peneliti berperan sebagai instrumen kunci, maka peneliti mencoba berkomunikasi langsung dengan peneliti dengan cara mewawancarai beberapa santri untuk mengumpulkan data terkait persepsi Santrwati mengenai pendidikan seks dalam Kitab Fath} ul Iza. >r (Studi kasus di Pondok Al-Barokah Mengunsuman Siman Ponorogo).
Lokasi Penelitian
Data dan Sumber Data
Data primer adalah data yang diperoleh dari sumber pertama atau primer yang berkenaan dengan apa yang ingin diteliti. Tindakan tersebut akan dilakukan oleh wali, ustadz Kitab Fathul Iza>r dan santriwati al-Barokah. Data sekunder merupakan data yang diperoleh dari observasi dan dokumentasi serta tulisan-tulisan yang sebelumnya dikumpulkan dari literatur lain yang berkaitan dengan penelitian.
Dilihat dari sumber datanya, bahan dari sumber tertulis dapat dibedakan menjadi Kitab Fath}ul Iza>r, terjemahan Kitab Fath}ul Iza>r, buku, jurnal ilmiah, sumber arsip, dokumen pribadi, dan dokumen resmi. . Data deskriptif ini sangat berharga dan sering digunakan untuk menyelidiki aspek subjektif, dan hasilnya biasanya dianalisis dengan induksi. Foto ini berisi data dan bukti adanya kegiatan pengajian Kitab Fath}ul Iza>r di Pondok Pesantren al-Barokah.
Prosedur Pengumpulan Data
Bagaimana pendidikan seks dalam Islam berkembang di Pondok Pesantren al-Barokah Mengunsuman Siman Ponorogo. Apa dampak berkembangnya pendidikan seks dalam Islam terhadap persepsi santri tentang pendidikan seks dalam Islam di Pondok Pesantren al-Barokah Mangunsuman Siman Ponorogo. Apa dampak persepsi santri tentang pendidikan seks dalam islam terhadap kesiapannya menikah di Pondok Pesantren al-Barokah Mangunsuman Siman Ponorogo.
Teknik ini digunakan untuk memperoleh informasi dari sumber langsung tentang Pendidikan Seksualitas Islam yang dikembangkan di Pondok Pesantren al-Barokah, implikasi Pendidikan Seksualitas Islam yang dikembangkan terhadap persepsi santri terhadap Pendidikan Seksualitas Islam di Pondok Pesantren al-Barokah. dan Implikasi persepsi siswi tentang pendidikan seks dalam Islam terhadap kesiapan menikah di Pondok Pesantren al-Barokah Mangunsuman Siman Ponorogo. Dalam penelitian ini peneliti melakukan untuk memperoleh informasi terkait persepsi santri mengenai pendidikan seks dalam kitab Fath}ul Iza>r (survei. Wawancara akan dilakukan dengan guru Pondok Pesantren Al-Barokah pimpinan Madin Nurul Burhani, dan para santri yang mengikuti Kajian Agama Islam Kitab Fath}ul Iza>r 3.
Teknik Analisis Data
Berikut hasil observasi beberapa situs di Pondok Pesantren Al Barokah untuk melakukan penelitian mengenai persepsi santri mengenai pendidikan seks pada kitab Fath}ul Iza>r (studi kasus di Pondok Pesantren Al-Barokah Mengunsuman Siman Sekolah Ponorogo). Menurut Ustad Ashif Fuadi, kitab Fath}ul Iza>r khusus membahas tentang pendidikan seks mengenai hubungan seksual dalam rumah tangga. Ustadz Ashif menjelaskan materi dalam kitab Fath}ul Iza>r dengan sangat gamblang dan disertai contoh.”6.
Dari keterangan Ma'rifah, ia tidak ada masalah dalam mempelajari Fath}ul Iza>r. Menurut saya, pembacaan Kitab Fath}ul Iza>r merupakan salah satu keistimewaan di pesantren. Implikasi Persepsi Santri Terhadap Pendidikan Seks dalam Kitab Fath}ul Iza>r Terhadap Kesiapan Menikah di Pondok Pesantren Al-Barokah Mangunsuman. Tentang Kesiapan Menikah di Pondok Pesantren Al-Barokah Mangunsuman Siman Ponorogo.
Mempelajari kitab Fath}ul Iza>r memberikan banyak manfaat khususnya bagi santri di Pondok Pesantren Al-Barokah Mangunsuman Siman Ponorogo karena sebagian besar santrinya adalah santri. Analisis implikasi pendidikan seks dalam kitab Fath}ul Iza>r yang dikembangkan, terhadap persepsi Santriwati mengenai pendidikan seks dalam kitab Fath}ul Iza>r di Pondok Pesantren Al-Barokah Mangunsuman Siman Ponorogo. Nampaknya menurut para santri, pembacaan Kitab Fath}ul Iza>r merupakan salah satu keistimewaan di pesantren.
Dengan demikian Ustadz dapat mengetahui sejauh mana santri menyerap materi Kitab Fathul Izar.
Pengecekan Keabsahan Penelitian
HASIL DAN PEMBAHASAN
Sejarah Pondok Pesantren al- Barokah Mangunsuman Siman Ponorogo
Biografi Kiai Pondok Pesantren Al Barokah Mangunsuman Siman Ponorogo
Dalam perjalanan menuntut ilmu, pertama kali ia masuk ke Pondok Pesantren Mamba'ul Hikmah yang diasuh oleh KH Maghfur Hasbullah, dan diantara gurunya adalah KH Syamsul Huda Kertosari Babadan Ponorogo, KH Khirsudin Hasbullah Coper, Pengasuh Pondok Pesantren Dipokerti. sekolah, KH Muhaiat Syah Kertosari , KH Fathur Pulung Pengasuh Pondok Fathul Ulum, KH Mahfud Oro-oro ombo Madiun, KH Nur Salim Malang, KH Muklas Joresan, KH Ma'sum Kedung Gudel Ngawi, KH Mad Watu Congol, KH Dalhar Muntilan.
Letak Geografis
Visi dan Misi
Sarana dan Prasarana
Tata Tertib Pondok
Ponsel harus diambil paling lambat 17.15 WIB. Jika Anda melebihi waktu ini, pengambilan ponsel akan tertunda hingga 21.30 WIB. i) Mengumpulkan telepon seluler pada malam Jumat setelah beraktivitas (kecuali siswa yang masih bersekolah). j) Menjaga dan menjamin hak milik pribadi masing-masing. Tidak patuh pada manajemen. i) Anda tidak boleh kembali ke pondok setelahnya 17.30 WIB. j) Membawa handphone ke Legi pada Sabtu malam.. k) Membawa alat elektronik kecuali handphone, laptop, setrika, kipas USB, powerbank dan kotak musik.. l) Meninggalkan cottage tanpa izin. m) Memakai rok dari bahan ketat dengan belahan di atas lutut.. n) Memakai selendang pashmina. o) Keluarlah untuk makan camilan setelahnya 17.30 WIB, baik di luar gubuk maupun di sekitar gubuk.
Keadaan Ustadz dan Santri
Kegiatan Pondok
Peraturan Pondok
Paparan Data
- Pendidikan Seks Dalam Kitab Fath}ul Iza>r Yang Dikembangkan Di Pondok
- Implikasi Pendidikan Seks Dalam Kitab Fath}ul Iza>r Yang Dikembangkan,
- Implikasi Persepsi Santriwati Tentang Pendidikan Seks Dalam Kitab Fath}ul
Kitab Fath}ul Iza>r merupakan kitab yang memuatkan masalah-masalah perkahwinan dalam rumah tangga yang begitu lengkap berbanding kitab-kitab lain. Sebagai contoh, kitab Uqud al-Ijain hanya membincangkan tentang hak dan kewajipan suami isteri, tetapi kitab Fathul Iza>r sudahpun mengupas masalah hubungan intim yang dikaji dalam kitab Uqud. al-Ijain. Apa yang saya lihat selama ini ialah para santri masih sangat bersemangat ketika saya menerangkan Kitab Fathul Iza>r." 4.
Saat ustadz menjelaskan isi kitab Fath}ul Iza>r, beliau memisahkannya dengan sesekali bercanda dengan murid-muridnya. Dalam kitab Fath}ul Iza>r juga tertulis lima keadaan yang tidak dianjurkan dalam hubungan intim, yaitu pertama-tama berhubungan intim dengan istri sambil berbicara, kemudian lahirlah anak yang bisu. Usai menunaikan shalat Isya, para santri berkumpul di aula pesantren untuk ditanyai pemahamannya terhadap kitab Fath}ul Iza>r.
Pembahasan
Berdasarkan observasi di lapangan, saat penulis memberikan pertanyaan sekilas kepada siswa tentang isi kajian Kitab Fath}ul Iza>r yang dilaksanakan pada malam hari setelah Diniyah di Al-Barokah berakhir . Balai Islam Mangunsuman Siman Ponorogo.33. Berdasarkan hasil penelitian, kitab Fath}ul Iza>r merupakan salah satu jenis kitab kuning berbahasa Arab yang digunakan sebagai pedoman pembelajaran tentang pendidikan rumah tangga di Pondok Pesantren Al-Barokah Mangunsuman Siman Ponorogo. Pembelajaran kitab Fath}ul Iza>r berjalan dengan baik dan menggunakan metode bandongan yang biasa digunakan oleh residen Islam Salaf lainnya.
Berdasarkan hasil penelitian ini, peneliti menganalisis bahwa pemahaman siswa terhadap materi tentang pendidikan rumah tangga yang diberikan kepada siswanya melalui kitab Fath}ul Iza>r dapat diterima dan dipahami dengan baik. Pendidikan Seks dalam Kitab Fath}ul Iza>r di Pondok Pesantren al-Barokah Mengunsuman Siman Ponorogo yaitu Kitab Fath}ul Iza>r merupakan salah satu jenis kitab kuning yang berisi tentang pendidikan tentang rumah tangga yang diajarkan di Pondok Pesantren al-Barokah Mangunsuman Siman Ponorogo menggunakan metode bandongan. Pandangan positif siswi terhadap pendidikan seks dalam Kitab Fath}ul Izar dapat menjadi pengetahuan dasar yang dapat membantu dan menciptakan kehidupan berumah tangga yang aman, tenteram dan sejahtera.
Santriwati diharapkan lebih memperhatikan dan memperhatikan secara serius materi yang ada di Kitab Fath}ul Iza>r. Untuk itu siswi hendaknya mempersiapkan diri dengan mempelajari Kitab Fath}ul Iza>r dan memperluas wawasannya mengenai pendidikan seks untuk kesiapan menikah.