1
POLA INTERAKSI ANTARA MASYARAKAT MUSLIM DAN NON MUSLIM DI PULAU KARAM PONDOK KECAMATAN
PADANG BARAT KOTA PADANG
JURNAL
NENGSI MARTALINGGA NPM :10070229
PROGRAM STUDI PENDIDIKAN SOSIOLOGI JURUSAN PENDIDIKAN ILMU PENGETAHUAN SOSIAL
STKIP PGRI SUMATERA BARAT PADANG
2014
2
POLA INTERAKSI ANTARA MASYARAKAT MUSLIM DAN NON MUSLIM DI PULAU KARAM PONDOK KECAMATAN
PADANG BARAT KOTA PADANG
Nengsi Martalingga
1Wahyu Pramono
2Rinel Fitlayeni
3STKIP PGRI Sumatera Barat
ABSTRACT
Indonesia people know as social complex system that consist of religion, races, ethnics, and culture in indonesia. In karam pondok island, subdistrict of west padang have society different religion although language and culture does not matter. However, there are never be conflict. This purpose research is descriptive design interaction between muslim society and non muslim society in karam pondok island, subdistrict of west padang.In this research used interaksionisme symbolic teory by George Herbert Mead this research used qualitative approach with descriptive research. This research take 17 people with used snowballing sampling collecting of data used observation, interview, study documentation and unit group analysa. Data miles and huberman There are three analysis data used in this research: reduction data, display data or The result of this research can conclude that interected design between muslim society and non muslim society. It can two from different form of assosiative and form of disasosiative, form of assosiative is cooperation like mutual aid and form of disasosiative is competition in level legislative conflict church building.
Keyword: Interaction, society
1. Mahasiswa Program Studi Pendidikan Sosiologi STKIP PGRI Sumatera Barat Angkatan 2010 2. Pembimbing I dan Dosen STKIP PGRI Sumatera Barat
3. Pembimbing II dan Dosen STKIP PGRI Sumatera Barat
3
PENDAHULUANBangsa Indonesia dikenal sebagai bangsa yang majemuk (plural societies). Baik itu majemuk dari segi etnis, agama, budaya dan lain sebagainya. kemajemukan tersebut dapat dilihat dengan adanya perbedaan yang jelas berupa agama yang ada di Indonesia. Sanderson dalam Martono (2011: 168) menyatakan bawha agama merupakan suatu ciri kehidupan sosial manusia yang universal, dalam arti bahwa setiap masyarakat memiliki cara- cara berfikir dan pola-pola prilaku yang memenuhi syarat untuk disebut sebagai agama.
Secara sosiologis, konsep agama terdiri atas berbagai symbol, citra, kepercayaan, serta nilai-nilai spesifik tempat makhluk manusia menginter- plestasikan eksistensi mereka.
Kepercayaan atau keyakinan itu menyangkut gagasan manusia tentang individu, orang lain, dan dunia supranatural. Kepercayaan adalah gejala yang bersifat intelektual terhadap kenyataan dari sesuatu atau kebenaran suatu pendapat. Dan terakhir, unsur pentingnya adalah bahasa, yakni sistem kodifikasi kode dan simbol baik verbal maupun non verbal, demi keperluan komunikasi manusia (Liliweri, 2004:
108).
Agama di Indonesia memegang peranan penting dalam kehidupan masyarakat. Hal ini dinyatakan dalam ideologi bangsa Indonesia, Pancasila
“Ketuhanan Yang Maha Esa”. Indonesia memiliki beranekaragam agama. Secara resmi Indonesia mengakui ada enam agama yang sah, yaitu Islam, Kristen, Katolik, Hindu, Budha dan Konghucu.
Dengan adanya enam agama yang diakui di Indonesia, maka peneliti juga melakukan observasi di daerah Kampung Pondok, khususnya di Pulau Karam, yang mana di daerah tersebut juga terdapat masyarakat yang memiliki agama yang berbeda-beda. Berdasarkan observasi awal tanggal 20 maret 2014, di Kelurahan Kampung Pondok ditemukan bahwa agama Non Muslim mayoritas dibandingkan agama Muslim.
Masyarakat antar agama yang ada di daerah Kampung Pondok, khususnya Pulau Karam ini hidup secara bersama-sama dalam lingkungan sosial.
Masyarakat antar agama disini memiliki bahasa dan budaya yang berbeda-beda.
Namum, hal ini tidak menjadi penghalang bagi masyarakat untuk berinteraksi dan bekerja sama satu sama lain sehingga tidak terjadi konflik antar agama. Beberapa tahun yang lalu diisukan Kampung Pondok ini akan dihancurkan, mendengar isu tersebut warga Kampung Pondok saling bekerja
4
sama untuk mempertahankan tempat tinggal mereka dengan cara menutup area jalan sehingga tidak satupun yang bisa memasuki daerah tersebut.Bukti lain bahwa di Kelurahan Kampung Pondok tidak pernah terjadi konflik adalah prestasi yang diperoleh di Kelurahan Kampung Pondok tahun 2010 yaitu juara 1 lomba kelurahan berprestasi tingkat nasional, dan pada tahun 2013 juga memperoleh kejuaraan yaitu juara 2 manunggal bulan bhakti gotong royong masyarakat Kecamatan Padang Barat Kota Padang, juara 1 lomba masak kategori ibu-ibu maxim- teflon se Kota Padang, juara 2 lomba jus pinang siti nurbaya Kota Padang dan juara 3 lomba pemungutan restribusi PBB penerimaan pokok tunggakan wajib pajak.
Adanya keanekaragaman agama tesebut, maka masyarakat disana tetap memiliki kegiatan yang harus mereka lakukan, salah satunya adalah kegiatan gootng royong. Kegiatan gotong royong tersebut dilakukan satu kali dalm sebulan sesuai dengan keputusan dari kepala kelurahan. Keanekaragaman agama dan interaksi masyarakat yang ada di Pulau Karam, Pondok inilah yang membuat penulis mengambil judul:
“Pola Interaksi Antara Masyarakat Muslim dan Non Muslim di Pulau Karam Pondok Kecamatan Padang Barat
Kota Padang”. Berangkat dari latar belakang di atas maka tujuan penelitian ini adalah: untuk mendeskripsikan pola interaksi antara masyarakat Muslim dan Non Muslim di Pulau Karam Pondok Kecamatam Padang Barat Kota Padang”.
METODE
Penelitian ini dilakukan dari bulan Juni sampai Agustus 2014.
Penelitian ini dilaksanakan di Pulau Karam Pondok Kecamatan Padang Barat Kota Padang. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan tipe penelitian deskriptif berupa kata-kata tulisan atau lisan dari orang- orang dan prilaku yang dapat diamati, informan dalam penelitian ini berjumlah 17 orang. Teknik pengumpulan data adalah observasi, wawancara mendalam, dan dokumen. Teknik analisis data dalam penelitian ini menggunakan model interaktif dari Miles dan Huberman melalui tiga tahap, yaitu:
reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan.
HASIL PENELITIAN A. KERJASAMA
Kelurahan Kampung Pondok khususnya Pulau Karam masyarakatnya berusaha bekerja- sama menciptakan suatu usaha bersama antara orang perorangan atau kelompok untuk menciptakan tujuan bersama. Kerjasama
5
disini dilihat dari bentuk kegiatan sosial dengan tujuan lebih mengenal satu sama lainnya.Bentuk interaksi sosial masyarakat Muslim dan Non Muslim yaitu kerjasama seperti kegiatan gotong royong yang rutin dilakukan satu kali sebulan, jenis kegiatan gotong royong di Kampung Pondok khususnya Pulau Karam adalah seperti pembuatan jalan, pengecoran jalan, perbaikan Bandar, perbaikan jembatan, pengerukan Bandar, rehap balai pemuda dan mencor jalan setapak. Kegiatan gotong royong ini dilakukan dengan tujuan untuk kebersihan dan yang terlibat dalam kegiatan tersebut adalah seluruh masyarakat Muslim dan Non Muslim yang berada dikelurahan tersebut. Jika seandainya salah seorang warga tidak bisa mengikuti kegiatan gotong royong tersebut maka mereka memberikan bantuan berupa uang dan dicari penggantinya atau uang itu bisa dibelikan bahan-bahan yang diperlukan seperti semen. Selain kegiatan yang sosial yang dilakukan oleh Bapak- Bapak, Ibu-Ibu juga mempunyai kegiatan sosial yaitu sperti PKK, arisan, posyandu, kegiatan memasak dan ada juga kegiatan hari besar nasional dan hari besar keagamaan.
Kerjasama dapat dijumpai dalam setiap kehidupan sosial mulai dari
anak-anak hingga kehidupan keluarga, kelompok kekerabatan hingga kedalam komunitas sosial, kerjasama dapat terjadi karena didorong oleh kesamaan tujuan atau manfaat yang akan diperoleh dalam kelompok tersebut (Setiadi, 2011:
77).
Kampung Pondok bentuk kerjasama nya tidak hanya dijumpai dalam kegiatan gotong royong saja, tetapi dalam menangani bencana alam, seperti gempa bumi pada tahun 2009.
Mereka saling tolong-menolong, saling memberi satu sama lain. Tolong- menelong disini berupa sama-sama menangani korban gempa tidak membedakan mana yang Muslim atau Non Muslim. Ada juga bentuk kerjasama dalam pembangunan Mesjid, biasanya dalam urusan pembangunan masyarakat Non Muslim memberikan sumbangan dana seperti uang.
Kerjasama yang lain antara masyarakat Muslim dan Non Muslim terlihat dalam bidang perdagangan.
kerjasama disini merupakan kerjasama yang tidak nampak atau tidak disadari, yang bertujuan untuk saling melengkapi satu sama lainnya. Selain dengan adanya kerjasama masyarakat Kampung Pondok juga tidak pernah terjadi konflik diantara mereka. Hal ini ini telah dibuktikan bahwa meskipun seluruh agama yang ada di Pulau Karam mereka saling
6
menghargai agama yang satu dengan agama yang lainnya. Masyarakat Kampung Pondok tidak pernah terjadi konflik diantara mereka, buktinya saja Kelurahan Kampung Pondok banyak memiliki prestasi yang mereka dapati.B. PERSAINGAN
Menurut Soekanto (2007: 83) persaingan dapat diartikan sebagai proses sosial, di mana individu atau kelompok-kelompok manusia yang bersaing mencari keuntungan melalui bidang-bidang kehidupan yang pada suatu tertentu menjadi pusat perhatian umum dengan cara menarik perhatian publik atau dengan mempertajam prasangka yang telah ada tanpa mempergunakan ancaman atau kekerasan.
Persaingan antara masyarakat Muslim dan Non Muslim terlihat pada persaingan dalam mencalonkan diri sebagai anggota legislatif dan persaingan dalam acara pemerintahan (pemilu).
Persaingan dalam bidang pollitik, yang mana mereka berusaha menjadi yang lebih baik diantara orang lain, dan berusaha untuk lebuh maju. banyak masyarakat Non Muslim yang mencalonkan diri menjadi anggota legislatif. Ada salah seorang masyarakat Thionghoa yang menang menjadi anggota legislatif ditingkat pusat.
Meurut Soekanto (2007: 86) hasil suatu persaingan terkait dengan kemajuan karena persaingan akan mendorong seseorang untuk bekerjas keras sehingga mengalami kemajuan.
C. KONFLIK
Berbaurnya dua kelompok masyarakat yang berbeda agama, budaya dan bahasa biasanya akan menimbulkan konflik pun tidak dapat terhindarkan yang dikarena kan masyarakat akan selalu berinteraksi dengan kelompok lain. Konflik yang ditemukan di Kelurahan Kampung Pondok adalah konflik dalam pembangunan gereja. Pembangunan gereja di Kelurahan Kampung Pondok awal nya tidak ada, data dari kelurahan memang tidak ada juga. Semenjak tsumani di Aceh pada tahun 2004 banyak masyarakat Nias yang pindah di daerah Kampung Pondok. Ada satu komplek yang mana komplek tersebut mayoritas orang Nias, disana ada bangunan ruko tiga tingkat milik orang thionghoa, awalnya warga Nias membeli ruko tersebut kepada orang Thionghoa awalnya hanya untuk berdagang tetapi mereka membentuk persatuan agar ruko tersebut dijadikan gereja. Setiap hari minggu gereja tersebut ramai didatangi masyarakat Non Muslim untuk pergi sembahyang, banyak kendaraan bermotor berparkiran ditepi jalan,
7
masyarakat Muslim merasa terganggu karena letak bangunan tersebut di area rumah warga.KESIMPULAN
Dilihat dari bentuk interaksi ada yang bersifat asosiatif yaitu berupa kerjasama masyarakat disini saling bekerjasama antara agama yang satu dengan agama yang lainnya, dengan tujuan untuk menyatukan satu sama lainnya, salah satu bentuk kerjasamanya adalah kegiatan gotong royong yang dilakukan oleh Bapak-Bapak, ada juga kegiatan sosial yang dilakukan oleh Ibu- Ibu, kegiatan nya seperti PKK, kegiatan memasak, posyandu,arisan dan dalam perdagangan. Bentuk disosiatif adanya persaingan, persaingan yang bersifat positif justru dengan adanya persaingan pasti akan maju dan konflik dalam pembangunan gereja.
DAFTAR PUSTAKA
Liliweri, Alo.2004. Dasar-dasar komunikasi antar budaya . Yogyakarta: Pustaka Pelajar.
Martono, Nanang.2011.Sosiologi Perubahan Sosial. Jakarta:
Rajawali Pers.
Setiadi, Elly & Kolip, Usman. 2011.
Pengantar Sosiologi
Pemahaman Fakta dan Gejala Pemecahan. Jakarta: Kencana.
Soekanto, Soerjono. 2009. Sosiologi Suatu Pengantar. Jakarta:
Rajawali Pres.