PENDAHULUAN
Identifikasi Masalah
Kesibukan orang tua yang bekerja sebagai petani membuat mereka hanya mempunyai sedikit waktu untuk mendidik anaknya, khususnya pendidikan agama Islam.
Batasan Masalah
Rumusan Masalah
Tujuan Penelitian
Manfaat Penelitian
Keluarga petani diharapkan dapat memberikan motivasi untuk lebih memajukan pendidikan agama Islam di lingkungan keluarga. Hal ini diharapkan dapat memotivasi anak untuk lebih giat menunaikan shalat dalam kehidupan sosialnya.
LANDASAN TEORI
Pendidikan Agama Islam
Pendidikan Islam mengakui bahwa fitrah manusia mempunyai potensi yang baik dan cenderung ke arah kebaikan dan kebaikan. Pendidikan Islam merupakan bimbingan jasmani dan rohani berdasarkan hukum agama Islam dan mengarah pada pembentukan kepribadian primer sesuai dengan standar Islam. Secara garis besar landasan pendidikan Islam ada tiga, yaitu: Al-Quran, Sunnah dan hukum-hukum yang berlaku di negara kita17. 1) Al-Qur'an.
Al-Qur'an dijadikan sebagai sumber pendidikan Islam yang pertama dan terpenting karena mempunyai nilai mutlak yang diturunkan dari Tuhan18. Dengan demikian, pendidikan Islam yang sesuai dengan bentuk ibadah yang diyakininya diperbolehkan dan dijamin oleh negara. Pendidikan Islam diharapkan dapat menghasilkan manusia yang berguna bagi dirinya dan masyarakatnya, yang senang dan gembira dalam mengamalkan dan mengembangkan ajaran Islam dalam hubungannya dengan Allah SWT dan sesamanya, mampu mengambil manfaat yang semakin besar dari alam semesta untuk memberi manfaat bagi kehidupan. di dunia dan di akhirat.
Model pendidikan Islam berarti bentuk atau model pendidikan agama Islam yang dilaksanakan dalam keluarga atau oleh orang tua. Kajian tentang pola pendidikan Islam dalam keluarga menyoroti tujuan pendidikan Islam yang ingin dicapai.
Secara Umum
Aspek Fiqh menekankan kebolehan melakukan ibadah dan mu'amalah yang benar dan baik. Aspek sejarah/sejarah kebudayaan Islam menekankan kebolehan mengambil iktibar (lesson/wisdom) daripada peristiwa sejarah, mencontohi tokoh-tokoh berprestasi tinggi dan mengaitkannya dengan fenomena sosial, budaya, politik, ekonomi, sains dan lain-lain untuk membangunkan budaya. dan tamadun Islam34.
Secara Khusus
Dalam pengertian yang lain, solat adalah salah satu alat perhubungan antara seorang hamba dengan Tuhannya sebagai bentuk ibadah di mana ia merupakan amalan yang terdiri daripada pelbagai perkataan dan perbuatan yang diawali dengan takbiratul ikhram dan diakhiri dengan salam, serta sesuai dengan syarat dan rukun yang ditentukan oleh syarak 35. Daripada beberapa definisi di atas dapat disimpulkan bahawa solat adalah ibadah kepada Allah, berupa perkataan dan perbuatan yang dimulai dengan takbir dan diakhiri dengan salam, menurut syarat dan rukun yang ditetapkan oleh Syara. ditentukan. Dari segi istilah, negara ialah apa-apa yang, jika tidak wujud, memerlukan ketiadaannya, dan kewujudannya tidak memerlukan kewujudan atau ketiadaannya sendiri.
Aurat menutup aurat lelaki, aurat lelaki antara pusat dan lutut, manakala wanita menutupi seluruh anggota badan kecuali muka dan kedua-dua belah tapak kaki. Rukun atau fardhu solat ialah segala perbuatan dan perkataan dalam solat yang jika ditinggalkan akan membatalkan solat. Solat Subuh: Sebaik sahaja anda pergi, anda akan ditempatkan di neraka selama 30 tahun, iaitu bersamaan dengan 60,000 tahun di dunia.
Solat Isya: Meninggalkan sekali tidak akan diredhai Allah SWT untuk kekal di bumi atau di bawah langit dan makan dan minum nikmat-Nya.
Keluarga Petani
Lokasi yang penulis gunakan untuk melakukan penelitian ini adalah di Desa Teras Terunjam Kecamatan Teras Terunjam Kabupaten Mukomuko. Dalam penelitian ini yang menjadi informan adalah masyarakat Desa Teras Terunjam Kecamatan Teras Terunjam Kabupaten Muko-Muko. Dalam penelitian ini yang menjadi informan adalah masyarakat yang berprofesi sebagai petani di Desa Teras Terunjam Kecamatan Teras Terunjam Kabupaten Muko-Muko.
Yaitu data model pendidikan agama Islam yang diterapkan keluarga petani dalam mendidik anaknya dalam kehidupan sehari-hari di Desa Teras Terunjam Kecamatan Teras Terunjam Kabupaten Mukomuko. Disini peneliti mencocokkan atau mengoreksi data yang diperoleh di lapangan yaitu data pola pendidikan agama Islam pada rumah tangga petani di Desa Teras Terunjam Kecamatan Teras Terunjam Kabupaten Mukomuko yang datanya telah diorganisasikan sebelumnya. Desa Teras Terunjam termasuk dalam Kecamatan Teras Terunjam Kabupaten Mukomuko dengan luas wilayah 144.360 ha.
Selain itu juga terdapat karang taruna yang menjadi wadah seluruh kegiatan kepemudaan di Desa Teras Terunjam. Penduduk menurut kelompok umur berdasarkan perekonomian masyarakat di Desa Teras Terunjam Kecamatan Teras Terunjam. Pembacaan dan penulisan Al-Quran (TPQ/IQRO) untuk anak-anak dilaksanakan setiap sore (ba'da asar) di masjid desa Teras Terunjam.
Dan untuk lembaga pendidikan agama Islam hanya ada satu yaitu MI (Madrasah Ibtidaiyah) Ulul Albab yang terletak di Desa Teras Terunjam Kecamatan Teras Terunjam Kabupaten Mukomuko.
Hasil Penelitian Terdahulu
Kerangka Berfikir
Pendidikan agama Islam merupakan upaya sadar generasi tua untuk mentransfer ilmu pengetahuan, keterampilan dan pengalaman kepada generasi muda agar menjadi umat Islam yang bertaqwa kepada Allah SWT, berbudi luhur dan berakhlak mulia yang memahami, menghayati dan mengamalkan ajaran agama Islam dalam kehidupan sehari-hari. kehidupan mereka. Untuk menjadi manusia yang beriman dan bertaqwa kepada Allah serta berakhlak mulia diperlukan upaya berupa pendidikan dan pelatihan untuk memperoleh kebahagiaan hidup di dunia dan akhirat. Untuk meningkatkan pendidikan dan pelatihan diperlukan beberapa cara atau metode yang sesuai dengan ajaran agama Islam.
Selain itu, diperlukan beberapa pola dasar pendidikan agama Islam dalam keluarga dalam beberapa pola sesuai dengan tingkat ilmunya. Pendidikan anak tidak hanya bergantung pada pendidikan di sekolah saja, namun harus didukung oleh pendidikan di lingkungan keluarga. Anak diasuh dan dibesarkan oleh orang tua dalam sebuah keluarga, hal ini harus dibarengi dengan keteladanan positif dari orang tua itu sendiri.
Selain itu, orang tua juga hendaknya memberikan nasehat disertai adaptasi terhadap perilaku anak di lingkungan keluarga. Masyarakat Desa Teras Terunjam Kecamatan Teras Terunjam Kabupaten Mukomuko yang mayoritas penduduknya berprofesi sebagai petani diharapkan dapat memberikan motivasi kepada anak-anaknya untuk menjadi bagian dari sumber daya manusia yang unggul dalam segala bidang khususnya dalam pembentukan pribadi muslim yang sempurna. . .
METODE PENELITIAN
- Setting Penelitian
- Informan Penelitian
- Teknik Pengumpulan Data
- Teknik Keabsahan Data
- Teknik Analisis Data
Sebab masyarakat Desa Teras Terunjam yang semuanya beragama Islam sudah seharusnya mencerminkan nilai-nilai Islam dalam kehidupannya. Data Pola Pendidikan Agama Islam pada Keluarga Petani di Desa Teras Terunjam Kecamatan Teras Terunjam Mukomuko. Hasil wawancara dengan orang tua keluarga petani di desa Teras Terunjam mengenai kinerja ibadah salat.
Berdasarkan hasil wawancara, warga desa Teras Terunjam mengajarkan agama Islam di keluarganya masing-masing. Dari hasil wawancara yang dilakukan dapat disimpulkan bahwa masyarakat Desa Teras Terunjam mayoritas adalah petani yang memenuhi kebutuhan keluarganya melalui hasil pertanian. Berdasarkan hasil wawancara dan observasi, para orang tua di desa Teras Terunjam meskipun memiliki kesibukan sebagai petani, namun tidak lupa untuk mengajarkan kepada anaknya pentingnya sholat dalam kehidupan sehari-hari.
Para orang tua di desa Teras Terunjam memperhatikan anaknya jika anaknya malas dalam beribadah, baik dengan menasihati atau memarahi demi kepentingan anak. Keluarga petani di Desa Teras Terunjam Kecamatan Teras Terunjam Kabupaten Mukomuko dalam mendidik anaknya tentang agama Islam khususnya dalam melaksanakan shalat di lingkungan keluarga menggunakan beberapa metode yaitu metode pembiasaan dan metode penyuluhan.
HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN
Hasil Penelitian
Dalam penelitian ini peneliti terlibat langsung dalam melakukan observasi di lokasi penelitian dengan tujuan untuk memperoleh gambaran konkrit mengenai kondisi Masyarakat Desa Teras Terunjam Kecamatan Teras Terunjam Kabupaten Mukomuko. Metode ini digunakan peneliti untuk memperoleh data yang berasal dari data dokumen atau arsip mengenai visi dan misi desa, profil desa, struktur organisasi pemerintahan desa, kondisi geografis desa, potensi desa, kondisi sarana dan prasarana, dan lain sebagainya di Teras. Desa Terunjam, Kecamatan Teras Terunjam, Kabupaten Mukomuko. . Radius Desa Teras Terunjam dengan pusat pemerintahan kecamatan adalah 5 Km, sedangkan jarak dari Ibukota Kabupaten adalah 39,4 Km, dan untuk mencapai Ibukota Provinsi harus menempuh jarak 247,2 Km.
Pemerintahan desa Teras Terunjam dalam menjalankan pemerintahan desa, selain dibantu oleh perangkat desa dan BPD, juga dibantu oleh beberapa Kepala Dusun (Kadus). Berdasarkan tabel diatas terlihat bahwa pada tahun 2019 jumlah penduduk Desa Teras Terunjam sebanyak 611 jiwa, meningkat dari tahun sebelumnya yang hanya berjumlah 534 jiwa. Berdasarkan observasi, Desa Teras Terunjam dinilai dari segi sosial cukup baik yaitu masih terdapat rasa kebersamaan, gotong royong, solidaritas sosial dan toleransi yang cukup tinggi.
Berdasarkan hasil wawancara dengan salah satu ketua pimpinan perempuan Yasinan desa Teras Terunjam diketahui bahwa terdapat berbagai jenis kegiatan keagamaan di desa Teras Terunjam, berbagai kegiatan tersebut dilakukan baik untuk orang tua maupun anak. Pengajian mingguan setiap jumat sore untuk ibu-ibu muslim di Masjid Desa Teras Terunjam. Menurut Kepala Desa Teras Terunjam sebagaimana disebutkan di atas, warga desa ini tidak sama dalam pendidikan akidah Islam di setiap keluarga, hal ini disebabkan oleh perbedaan tingkat pendidikan orang tua di setiap keluarga. , jadi cara pendidikannya berbeda. juga berbeda.
Harapan kami semoga desa tercinta Teras Terunjam menjadi desa maju yang masyarakatnya sejahtera, aman, damai dan tenang.
Pembahasan
Oleh karena itu, dalam mendidik anaknya salat, Pak Kariman menerapkan model pendidikan otoriter dimana anak harus taat sepenuhnya pada perintah orang tuanya. Hal ini bukan untuk melakukan kekerasan terhadap pendidikan anaknya, namun untuk menunjukkan bahwa orang tua sangat peduli bila anaknya tidak mengikuti mereka. Sebab pendidikan Islam dalam keluarga diajarkan oleh orang tua kepada anaknya dan merupakan suatu kebanggaan jika anak dapat menaatinya atau menerapkannya dengan baik.
Namun dari hasil wawancara terhadap seluruh informan dapat disimpulkan bahwa empat dari lima orang tua menggunakan pola pengajaran otoritatif, sedangkan 1 dari lima informan orang tua menggunakan pola pengajaran otoriter. Keluarga petani di Desa Teras Terunjam Kecamatan Teras Terunjam Kabupaten Mukomuko sangat mementingkan doa dalam mendidik anaknya tentang agama islam, walaupun sibuk bekerja sebagai petani namun tetap mengutamakan pendidikan anaknya dan memantau aktivitas anaknya secara terus menerus khususnya dalam pelaksanaan shalat. Orang tua harus lebih memperhatikan pendidikan anaknya, jangan sampai anaknya luput dari bimbingan, bimbingan, pengawasan dan pendidikan keluarga, karena anak merupakan manusia yang masih sangat membutuhkan pendidikan dan bimbingan dari orang tuanya.
Dalam mendidik anaknya, alangkah baiknya jika orang tua menggunakan pola pengajaran dan metode pengajaran agama yang disesuaikan dengan tingkat pertumbuhan dan perkembangan mental anak, sehingga anak mudah menerima materi yang diajarkan. orang tuamu agar menjadi anak yang berbakti kepada orang tuamu.
PENUTUP
Saran
Signifikansi Pendidikan Anak Bagi Masyarakat Petani di Desa Munggu Kecamatan Petanahan Kabupaten Kebumen. Peran masyarakat petani dalam meningkatkan mutu pendidikan.”