• Tidak ada hasil yang ditemukan

pola pendidikan anak berkebutuhan khusus (studi kasus

N/A
N/A
Nguyễn Gia Hào

Academic year: 2023

Membagikan "pola pendidikan anak berkebutuhan khusus (studi kasus"

Copied!
105
0
0

Teks penuh

PENDAHULUAN

Rumusan Masalah

Tujuan Penelitian

Manfaat Penelitian

Definisi Operasional

KAJIAN PUSTAKA

Pola

Anak autis adalah anak yang mengalami gangguan dalam proses perkembangannya, dimana anak tersebut tidak dapat berkomunikasi dan berinteraksi dengan baik dengan lingkungannya, cenderung menyendiri dan sibuk dengan dirinya sendiri. Keluarga adalah orang yang tinggal bersama anak autis, yang merupakan keluarga inti anak autis tersebut.

Pendidikan

Jadi, menurut ulasan di atas jelaslah bahwa manusia memiliki hak dan kewajiban kodrati terhadap pendidikan. Sedangkan dalam kaitannya dengan potensi kreatif, manusia memiliki kemampuan menentukan sikap kreatif untuk mengendalikan dinamika inisiatif dan membangun sistem dunia universal.

Pendidikan dan Dunia Sosial

Tak terkecuali anak autis yang mengalami hambatan komunikasi, interaksi sosial dan perilaku. Pola yang dimaksud disini adalah bagaimana metode yang diajarkan oleh anak autis di SLB Kabupaten Barru. Namun, tidak dapat dipungkiri bahwa keberadaan anak autis tetap menjadi keluhan setiap orang tua.

Adapun faktor penghambat dalam pembelajaran pengembangan diri kamar mandi pada anak autis di SLB Barru adalah sebagai berikut:

Tabel : Data Sisiwa SLB Tahun Ajaran 2016/2017 SMP SLB
Tabel : Data Sisiwa SLB Tahun Ajaran 2016/2017 SMP SLB

Definisi Anak

Berkebutuhan Khusus

Pendidikan luar biasa adalah pendidikan bagi peserta didik yang karena kelainan fisik, emosional, psikis, sosial, sulit mengikuti proses pembelajaran dan/atau memiliki potensi kecerdasan dan bakat istimewa. Tawaran pengajaran teknis pendidikan khusus bagi peserta didik difabel atau peserta didik dengan kecerdasan luar biasa dapat diselenggarakan secara inklusif atau dalam bentuk satuan pendidikan khusus pada jenjang pendidikan dasar dan menengah.

Autis

ABK memerlukan suatu bentuk bekal pendidikan khusus yang disesuaikan dengan kemampuan dan potensinya, misalnya bagi penyandang tunanetra perlu mengubah teks bacaan menjadi huruf braille, dan penyandang tunarungu yang berkomunikasi menggunakan bahasa isyarat. Autisme adalah kecacatan perkembangan seumur hidup yang memengaruhi kemampuan seseorang untuk berkomunikasi dan berhubungan dengan orang lain di sekitarnya.

Hakikat Sekolah

Tidak apa-apa, jika Anda ingin berkomunikasi dengan anak autis, segera lakukan seperti Anda berkomunikasi dengan orang normal. Saat melakukan evaluasi, evaluasi berkomunikasi dengan anak autis menurut peneliti melalui evaluasi tes dan non tes. Pola pendidikan anak autis di SLB Barru Jalan Melati adalah anak cenderung mementingkan diri sendiri dan lebih suka menyendiri.

Dengan adanya model atau metode yang diajarkan di sekolah diharapkan anak dapat berubah melalui pendidikan anak autis di sekolah.

Terapi Pada Siswa Autis di Sekolah

Masyarakat

Pada dasarnya, versi terjemahan mana pun yang digunakan, ternyata rujukannya didasarkan pada makna konseptual yang sama. Dalam sosiologi kita mengenal bahwa ada dua jenis masyarakat yaitu masyarakat paguyuban dan masyarakat petambayan. Masyarakat paguyuban memiliki hubungan personal antar anggota yang menimbulkan ikatan batin di antara mereka. Dalam masyarakat patambayan terdapat hubungan yang mementingkan diri sendiri antar anggotanya.

Teori

Dalam pengertian sosiologis, keluarga dapat diartikan secara luas sebagai sekumpulan orang yang dipersatukan oleh perkawinan, ikatan darah atau adopsi, membentuk struktur keluarga, berinteraksi dan berkomunikasi satu sama lain, sehingga menimbulkan peran sosial bagi suami dan istri. , ayah dan ibu, putra dan putri, saudara laki-laki dan perempuan dan merupakan pelestarian budaya bersama. Dalam arti psikologis, keluarga adalah sekumpulan orang yang hidup bersama dalam satu rumah bersama dan setiap anggotanya merasakan adanya hubungan batin sehingga ada saling mempengaruhi, saling menjaga dan saling pasrah (Soelaeman.

Kerangka Pikir

Salah satu ciri anak autis adalah mengalami defisit perhatian yang secara khusus dapat berdampak besar pada bidang perkembangan lainnya, oleh karena itu diperlukan pelayanan dan perhatian khusus dalam pendidikannya. Pelaksanaan pembelajaran pengembangan diri mandi pada anak autis didasarkan pada hasil asesmen, dan dalam pelaksanaannya menggunakan instruksi yang jelas, konsisten dan pemberian penguatan untuk memperkuat perilaku yang diinginkan berupa reward.

Deskripsi Fokus Penelitian

Seperti yang kita ketahui bahwa anak autis adalah anak yang mengalami gangguan jiwa, tidak mudah berkomunikasi dan berkomunikasi dengan orang lain. Kebanyakan orang berinteraksi dengan anak autis secara verbal, dimana mereka hanya memberikan instruksi tanpa bantuan apapun. Saat mendidik anak autis, orang tua terlebih dahulu harus memperdalam pengetahuan tentang autisme dan cara menghadapi anak autis.

Ada juga hal-hal yang biasanya tidak kita jumpai dalam perjalanan kita bertemu dengan anak autis dalam hal menanggapi orang lain.

METODE PENELITIAN

Lokus Penelitian

Informan Penelitian

Informan baseline adalah tokoh masyarakat yang memberikan informasi tentang sebagian besar interaksi dan pola hubungan sosial pada masyarakat Desa Tongko Kabupaten Enrekang, dan menginformasikan informan kunci yang akan membantu penyidik ​​dalam memperoleh informasi yang lebih mendalam. Informan kunci adalah seseorang yang mengetahui secara lengkap dan menyeluruh informasi yang akan menjadi masalah dalam penyelidikan.

Fokus Penelitian

Instrumen Penelitian

Bahkan ketika anak autis mulai berbicara, mereka akan memotong kata-kata/pesan yang perlu disampaikan kepada pendengarnya. Anak autis cenderung melakukan tindakan yang sangat berbeda dengan anak normal yaitu cenderung sibuk dengan dunianya sendiri tanpa mempedulikan hal-hal yang ada disekitarnya.

Jenis dan Sumber Penelitian

Teknik Pengumpulan Data

Proses atau teknik wawancara yang akan digunakan dalam penelitian ini adalah penggunaan teknik wawancara terstruktur. Selain wawancara dan observasi, pengumpulan data dilakukan oleh peneliti dalam penelitian ini dengan menggunakan teknik dokumentasi.

Teknik Analisis Data

  • Teknik Keabsahan Data

Triangulasi waktu digunakan untuk memvalidasi data terkait perubahan suatu proses dan perilaku manusia yang berubah dari waktu ke waktu. Triangulasi sumber data dilakukan untuk menguji keabsahan data dengan cara mengecek data yang diperoleh dari beberapa sumber.

Jadwal penelitian

Dari hasil observasi dan wawancara dapat disimpulkan bahwa dalam pembelajaran berkomunikasi dengan anak autis, SLB Barru tetap berpegang pada apa yang telah disiapkan pada tahap persiapan. Anak autis yang memiliki kemampuan berbicara dan berbahasa yang lebih baik tentunya akan lebih cepat berhasil dan lebih baik.

GAMBARAN DAN HISTORIS LOKASI PENELITIAN

Program Pendidikan

Jurusan (Deaf With Speech Impairment) adalah anak yang kehilangan sebagian atau seluruh pendengarannya sehingga kurang atau tidak dapat berkomunikasi secara lisan, meskipun telah diberikan alat bantu dengar, tetapi tetap memerlukan pelayanan/pendidikan khusus. Lansia (autisme) adalah anak yang mengalami kelainan pada otak yang menimbulkan hambatan dalam perkembangan tingkah lakunya, seolah-olah memiliki dunianya sendiri, disertai ketidakmampuan untuk belajar dan menyesuaikan diri dengan lingkungan tersebut, yang memerlukan pendidikan dan pelayanan khusus.

Fasilitas dan Program Kegiatan

Anak yang dianggap tersosialisasi dengan baik, terutama anak autis, dikelompokkan dengan anak berkebutuhan khusus lainnya, dan anak yang belum tersosialisasi dengan baik ditempatkan di ruangan khusus.

Keadaan Siswa dan Guru di SLB Barru

Perilaku yang digambarkan dapat membuat kita mengerti bahwa anak autis membutuhkan orang yang bisa. Di atas adalah tanggapan masyarakat dari hasil wawancara dengan anak berkebutuhan khusus, khususnya anak autis. orang yang peduli atau acuh tak acuh terhadap anak autis dapat dilihat dari jawaban yang diberikan.

HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

Keadaan Kelas Anak Autis

Hal ini dikarenakan kurangnya guru yang mengajar di sekolah ini sehingga ada guru yang harus bisa mengajar di kelas gabungan dimana terdapat anak dengan latar belakang yang berbeda. Menurut penuturan guru yang mengajar di kelas mengatakan bahwa terapi dapat dilakukan tidak hanya di ruang terapi saja, tetapi juga di ruangan lain dan di lapangan.

Keadaan Guru Yang Mengajar Siswa Autis

Hal ini disampaikan oleh seorang guru yang juga mengajar di kelas siswa autis tentang alasan mereka ingin menjadi guru (Hj.sahidh S.Pd, 45 tahun) di sekolah. Menurut saya mengajar di sini seperti mengajar anak-anak di sekolah biasa, tetapi anak yang paling bodoh di kelas membutuhkan waktu yang lama, tetapi kita diajarkan untuk bersabar dalam mengajar mereka.

Kendala Yang Dihadapi Guru Di SLB Barru

Pola Pengajaran Keluarga Pada Anak Autis

Dengan menempatkan anak autis dalam terapi, proses penyembuhan dapat berjalan dengan cepat, karena dalam terapi anak akan terlatih dengan baik. Pola pendidikan anak autis dalam keluarga Dalam menangani anak autis, peran orang tua dan terapi sangat dibutuhkan, karena selain orang tua, tempat terapi juga akan melatih anak secara maksimal, sehingga proses pemulihan anak akan lebih cepat.

Interaksi Kekeluargaan Anak Autis Dalam Keluarga

Perilaku Anak Autis

Ketika Reyhan masih kecil, sekitar 2 tahun, anak-anak seusia itu sudah mulai ingin bermain, tapi kenapa yang ini tidak diajak bermain, setidaknya seperti suara-suara keras. Jika ada suara yang keras, dia langsung berteriak dan kemudian menangis. Sangat berbeda dengan kakak-kakaknya saat masih kecil. Ketika kami memanggilnya, dia tidak mau melihat dirinya sendiri. .".

Penerimaan Orang Tua Terhadap Anak Autis

Banyak tindakan tidak wajar yang dilakukan oleh anak autis, dimana mereka sangat mementingkan diri sendiri dan bermain dengan hal-hal yang disukainya seolah-olah anak autis tersebut berada di dunia lain. Penerimaan oleh orang tua terhadap anaknya yang tumbuh menjadi anak autis memang sangat sulit, namun orang tua berusaha menerima keadaan tersebut karena orang tua menganggap bahwa dirinya adalah anugerah dari Allah SWT.

Pengetahuan Orang Tua Tentang Autis

Saya bisa melihat mengapa Dimas sangat berbeda dari anak-anak lain sehingga mereka paling takut dengan suara keras. Minimnya pengetahuan orang tua tentang autisme membuat orang tua tidak mengetahui kondisi anaknya, sehingga penanganan yang dilakukan masih lambat.

Keuntungan Terapi Khusus Autis

Nah mungkin ini penyebab kenapa anak saya lebih takut dengan suara keras.Setelah itu saya membaca tentang anak autis,maka dari situ saya juga mencarikan sekolah untuk anak saya,karena tidak mungkin anak saya bisa gabung dengan anak normal. Kata dokter baiknya Reyhan dikirim ke pusat terapi agar cepat sembuh. Ketika Reyhan berusia 3 tahun, dia dikirim ke pusat terapi dan setelah itu kami mengirim Reyhan ke SLB BARRU.

Pandangan Masyarakat Tentang Pendidikan Anak Autis

Dulu, ketika saya pertama kali bertemu dengan anak autis, saya menghindarinya karena saya takut dia menjadi gila, tetapi setelah mengetahui kejadian yang dialami anak autis, saya tidak lagi menghindar. saat aku bertemu dengannya di jalan. Berinteraksi dengan masyarakat bagi anak autis memang penting karena anak autis tidak sendirian di rumah, mereka harus masuk ke lingkungan masyarakat untuk melihat hal-hal yang terjadi di luar sana untuk proses penyembuhan dan melatih diri.

Pembahasan

Subyek merupakan tipe anak autis yang parah, kemampuan anak dalam berbicara dan berkomunikasi juga kurang baik, yang tentunya menghambat keberhasilan belajar berkomunikasi. Dari faktor penghambat yang terdapat pada pembelajaran berkomunikasi dengan anak autis di SLB Barru dapat disimpulkan bahwa pembelajaran pada anak autis dapat dilihat. sukses jika dilakukan secara konsisten dan konsisten.

Gambar

Tabel : Data Sisiwa SLB Tahun Ajaran 2016/2017 SMP SLB
Tabel : Daftar Guru Yanh Mengajar di SLB BARRU

Referensi

Dokumen terkait

Ketika di rumah juga biasanya anak saya sering menirukan nyanyian-nyanyian yang diajarkan oleh ibu guru di sekolah 2 P Apakah benar guru di kelompok bermain Ma‟arif NU Taman Fajar