POTRET PENDIDIKAN DI ERA REFORMASI POTRET PENDIDIKAN DI ERA REFORMASI
DAN IMPLIKASINYA TERHADAP DAN IMPLIKASINYA TERHADAP
PEMBANGUNAN SDM DI INDONESIA PEMBANGUNAN SDM DI INDONESIA
Dosen Pengampu :
Prof. Dr. Sofia Hartati, M.Si,.
Kelompok 6
Anggota Kelompok 6 Anggota Kelompok 6
Mauren Aurelia Wijaya Noer Fadillah Zainab
Okky Amanda Siregar
(1406623011)
(1406623068)
(1406623006)
Apa itu Pendidikan?
Apa itu Pendidikan?
Pendidikan berasal dari Bahasa Yunani yaitu Paedagogy yang artinya seorang anak yang pergi dan pulang sekolah yang diantar oleh seorang pelayan. Dalam Bahasa Romawi,
pendidikan berasal dari istilah Educate yang berarti mengeluarkan sesuatu yang ada di dalam. Bangsa Jerman melihat pendidikan sebagai “Erzichung” yang setara dengan
educare, yakni membangkitkan kekuatan terpendam atau mengaktifkan kekuatan/potensi anak.
-> Jadi, Pendidikan adalah segala pengalaman belajar yang berlangsung dalam segala lingkungan dan sepanjang hidup. Pendidikan itu adalah segala situasi hidup yang
mempengaruhi pertumbuhan dan perkembangan hidup (Kadir, 2012: 59).
Zaman reformasi di Indonesia sudah dimulai sejak tahun 1998,
dimana reformasi ini ditandai dengan mundurnya Presiden Soeharto setelah 32 tahun menjabat sebagai Presiden RI. Reformasi adalah suatu aksi yang dilakukan oleh massa dan mahasiswa yang menuntut
adanya perubahan dalam masyarakat, bangsa dan negara ke arah konstitusi yang lebih baik.perubahan dalam kehidupan ke arah yang
lebih baik, demokratis dan berdasarkan prinsip-prinsip kebebasan, kesetaraan, persaudaraan, dalam bidang politik, ekonomi, hukum,sosial
dan budaya
Lahirnya Reformasi
Lahirnya Reformasi
Perubahan yang paling menonjol pada era Reformasi yaitu UU No.22 Tahun 1999 tentang Pemerintahan Daerah. Apalagi tantangan yang terkait regulasi adalah kondisi UU No.2 Tahun 1989 tentang Sistem Pendidikan Nasional (UU SPN) yang menganut sentralisasi pengelolaan pendidikan, dan masih fokus pada pengelolaan
pendidikan oleh pemerintah yang sesuai dengan prinsip otonomi daerah.
Terkait kualifikasi guru di Indonesia, tenaga pendidik di negara ini tergolong masih jauh dari harapan. Hal ini terlihat dari statistik berikut ini :
Guru SD sebanyak 1.141.161 orang, 53% diantaranya berpendidikan D-2 dan statusnya masih rendah.
1.
Guru SLTP berjumlah 441.174 orang, 36% diantaranya berpendidikan D-2 atau lebih rendah, 24,9% berijazah D-3.
2.
Guru Sekolah Menengah berjumlah 346.783 orang yang berijazah D-3, sebanyak 32% masih berpendidikan D-3 atau lebih rendah statusnya. Sementara itu, pengangkatan tenaga pendidik yang baru setiap tahun hanya dipenuhi 25% dari usulan kebutuhan akan tenaga pendidik.
3.
B. Sistem Pendidikan di Era B. Sistem Pendidikan di Era
Reformasi
Reformasi
B. Sistem Pendidikan di Era B. Sistem Pendidikan di Era
Reformasi Reformasi
Menurut implikasi situasi bangsa Indonesia saat ini, keadaan di Indonesia menyebabkan sering terjadinya pergantian kabinet dalam waktu kurang dari 10 tahun. Tentu saja hal ini secara tidak langsung berdampak terhadap sistem
pendidikan di Indonesia. Adanya pergantian kabinet, termasuk Menteri
Pendidikan Nasional dapat mengakibatkan terjadinya perubahan kurikulum
yang diterapkan di seluruh sekolah dan perguruan tinggi di Indonesia.
Era reformasi memberikan ruang yang luas untuk perumusan kebijakan pendidikan baru yang bersifat reformatif dan revolusioner. Pada era
reformasi ini, pemerintah memenuhi amanat UUD 1945 dengan memberikan prioritas pendanaan pendidikan minimal 20% dari APBN.
C. Perkembangan Pendidikan di Era C. Perkembangan Pendidikan di Era
Reformasi Reformasi
Pendidikan era reformasi juga belum dianggap sepenuhnya berhasil, karena pemerintah tidak memberikan liberal atau kebebasan penuh dalam
menyelenggarakan pendidikan sesuai kebutuhan dan kepentingan daerah.
Contohnya keputusan surat keterangan cuti sekolah masih diatur oleh
pemerintah. Meski terdapat peraturan yang menempatkan siswa sebagai subjek yang setara dengan guru, namun dalam penerapannya para tenaga pendidik
masih menjadi pihak yang mendominasi para peserta didiknya.
Jenis-jenis Kurikulum di Era Jenis-jenis Kurikulum di Era
Reformasi Reformasi
Dalam penerapan kurikulum berbasis kompetensi, siswa kembali diposisikan
sebagai subjek proses pendidikan dan menyediakan wadah diskusi terbuka untuk memperoleh pengetahuan. Bahkan siswa diharapkan aktif mencari berbagai
informasi. Di kurikulum ini, guru berperan sebagai perantara dalam mendapatkan informasi. Kegiatan pembelajaran ini menggunakan metode dan pendekatan.
Sumber belajar tidak hanya mencakup guru, tetapi juga sumber belajar lain yang memenuhi unsur pendidikan.
Kurikulum Berbasis Kompetensi (KBK)
Kurikulum Berbasis Kompetensi (KBK)
1 1 . .
Jenis-jenis Kurikulum di Era Reformasi Jenis-jenis Kurikulum di Era Reformasi
Latar Belakang : Kurikulum Berbasis Kompetensi (KBK) diberlakukan pada masa awal era Reformasi, tepatnya tahun 1994. KBK merupakan respon terhadap tuntutan zaman yang menginginkan lulusan pendidikan memiliki kompetensi yang siap pakai di dunia kerja.
Karakteristik KBK :
Berbasis kompetensi : Menekankan pada kemampuan peserta didik untuk melakukan tugas-tugas tertentu.
1.
Standar kompetensi : Menetapkan standar minimal yang harus dicapai oleh peserta didik.
2.
Pembelajaran berpusat pada peserta didik : Memberikan kesempatan kepada peserta didik untuk belajar secara mandiri dan aktif.
3.
Penerapan KBK :
Dilakukan secara bertahap mulai tahun 1994.
1.
Pada awalnya, KBK hanya diterapkan di beberapa sekolah yang memenuhi persyaratan.
2.
Sejak tahun 2004, KBK diberlakukan secara wajib di seluruh sekolah di Indonesia.
3.
Kurikulum Berbasis Kompetensi (KBK)
Kurikulum Berbasis Kompetensi (KBK)
1 1 . .
2. Kurikulum KTSP 2006 2. Kurikulum KTSP 2006
(Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan) (Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan)
Pemerintah pusat harus menetapkan standar kompetensi dan keterampilan dasar yang harus mampu dikembangkan oleh sekolah. Dalam hal ini, guru dituntut mampu membuat
pembelajaran dalam bentuk silabus, kurikulum, dan penilaiannya harus sesuai dengan konteks sekolah dalam menyusun dan membuat silabus pendidikan sesuai dengan
kepentingan siswa dan kepentingan lingkungan. KTSP didasarkan pada pelaksanaan KBK, maka siswa juga diberi kesempatan untuk memperoleh ilmu pengetahuan secara terbuka
berdasarkan sistem dan kurikulum sekolah.Kurikulum KTSP mengembalikan unsur pendidikan, teori dan praktek
3. Kurikulum 2013 3. Kurikulum 2013
Ciri khas Kurikulum 2013 yang menunjukkan keberadaannya di era reformasi adalah:
Pendekatan saintifik: Kurikulum ini menekankan pada pendekatan saintifik dalam pembelajaran, di mana siswa didorong untuk aktif mencari tahu, menganalisis, dan menemukan konsep melalui proses ilmiah.
Penguatan karakter: Kurikulum 2013 juga fokus pada penguatan karakter siswa melalui pendidikan karakter yang terintegrasi dalam pembelajaran.
Pembelajaran tematik: Pada jenjang SD, Kurikulum 2013 menggunakan pembelajaran tematik yang mengintegrasikan berbagai mata pelajaran dalam satu tema. Meskipun
Kurikulum 2013 telah digantikan oleh Kurikulum Merdeka Belajar pada tahun 2022, Kurikulum 2013 masih menjadi acuan bagi beberapa sekolah di Indonesia.
D. Implikasi Pendidikan Era Reformasi D. Implikasi Pendidikan Era Reformasi
Terhadap Pembangunan SDM di Indonesia Terhadap Pembangunan SDM di Indonesia
Pendidikan dapat meningkatkan kualitas SDM dengan membekali mereka dengan pengetahuan,
keterampilan, dan sikap yang dibutuhkan untuk bekerja dan hidup di abad ke-21. Pendidikan yang berkualitas dapat membantu SDM Indonesia untuk
menjadi lebih produktif, inovatif, dan mampu bersaing di dunia global.
1. Meningkatkan Kualitas SDM 1. Meningkatkan Kualitas SDM
Pendidikan yang berkualitas dapat membantu meningkatkan kesejahteraan masyarakat dengan
meningkatkan pendapatan, mengurangi kemiskinan, dan meningkatkan kesehatan.
Pendidikan juga dapat membantu masyarakat untuk hidup lebih lama dan lebih sehat.
2. Meningkatkan Kesejahteraan 2. Meningkatkan Kesejahteraan
Masyarakat Masyarakat
D. Implikasi Pendidikan Era Reformasi D. Implikasi Pendidikan Era Reformasi
Terhadap Pembangunan SDM di Indonesia Terhadap Pembangunan SDM di Indonesia
Pendidikan yang berkualitas dapat membantu memperkuat demokrasi dan keberagaman dengan
membekali masyarakat dengan pengetahuan dan keterampilan untuk berpikir kritis, berkomunikasi secara efektif, dan berpartisipasi dalam masyarakat.
Pendidikan juga dapat membantu masyarakat untuk lebih toleran dan menghargai perbedaan.
.
3. Memperkuat Demokrasi dan 3. Memperkuat Demokrasi dan
Keberagaman
Keberagaman Pendidikan yang berkualitas dapat membantu mempercepat pembangunan ekonomi dengan meningkatkan keterampilan dan produktivitas tenaga kerja. Pendidikan juga dapat membantu
menciptakan lapangan kerja baru dan meningkatkan daya saing bangsa.
4. 4. Mempercepat PembangunanMempercepat Pembangunan Ekonomi
Ekonomi
D. Implikasi Pendidikan Era Reformasi D. Implikasi Pendidikan Era Reformasi
Terhadap Pembangunan SDM di Indonesia Terhadap Pembangunan SDM di Indonesia
Pendidikan yang berkualitas dapat membantu meningkatkan kualitas hidup dengan
meningkatkan kesehatan, pendidikan, dan kesejahteraan masyarakat. Pendidikan juga dapat membantu masyarakat untuk hidup lebih
bahagia dan lebih sejahtera.
.
5. Meningkatkan Kualitas Hidup
5. Meningkatkan Kualitas Hidup
THANK THANK
YOU! YOU!