DARUL ISLAM
ATAU TENTARA ISLAM INDONESIA
OLEH
NIHA, RUWAN, NAYLUL, AZZA, MELIN, SELVIA
Apa sih yang dimaksud DI/TII?
Pemberontakan Darul Islam/Tentara Islam Indonesia (DI/TII) adalah gerakan yang menginginkan
berdirinya Negara Islam Indonesia. Pemberontakan ini dimulai di Jawa Barat, lalu menyebar ke berbagai
daerah lain seperti Jawa Tengah, Aceh, Sulawesi Selatan, dan Kalimantan Selatan.
DI TII JAWA BARAT
Tokoh : Sekarmaji Marijan Kartosuwiryo
Latar belakang : kekecewaan Kartosuwiryo terhadap perjanjian Renville.
Kronologi :
Februari 1948 » pengangkatan diri S.M. Kartosuwiryo menjadi pemimpin tertinggi
Pertempuran antara pasukan divisi Siliwangi yang long march dengan pasukan TII di Malangbong
7 Agustus 1949 » S.M. Kartosuwiryo memproklamirkan berdirinya negara Islam Indonesia
Awal Juni 1962 pasukan divisi Siliwangi berhasil menangkap S.M.
Kartosuwiryo di punggung gunung lakutak desa Sukarame kabupaten Bandung
1.
2.
3.
4.
Tokoh: Ibnu Hajar
Latar Belakang: Ketidakpuasan Ibnu terhadap reorganisasi TNI yakni ALRIS Divisi IV yang merupakan kelompok dirinya bertugas.
Kronologi: pada tahun 1950 yang dipimpin oleh Ibnu Hajar, dan disebabkan oleh banyaknya bekas pejuang ini tidak bisa masuk tentara Indonesia. Pemerintah pernah mencoba melepaskan Ibnu Hajar yang tertangkap untuk membujuk pemberontak menyerahkan diri, namun Ibnu Hajar malah melanjutkan pemberontakannya. Akibatnya pemberontakan ini harus diselesaikan dengan militer.
Akhir pemberontakan: pasukan DI/TII berhasil ditumpas, kemudian Ibnu Hadjar divonis hukuman mati pada 11 Maret 1965.
DI TII KALIMANTAN
SELATAN
Kekecewaan terhadap perjanjian renville
Pengaruh kaum sosialis dan komunis di pemerintaha dan TNI yang mengganggu perjuangan umat islam Perjuangan Amir Fattah dianggap tidak dihargai pemerintah dengan cara tidak memberikan daerah pertahanannya di Brebes dan Tegal kepada TNI
Adanya perintah penangkapan Amir Fattah oleh Mayor Wongsoatmojo
Tokoh Pemberontakan :
Latar belakang : 1.
2.
3.
4.
DI TII JAWA TENGAH
Amir Fattah di wilayah Brebes dan Tegal
Kyai Solamangu diwilayah kebumen pemimpin angkatan umat islam.
2.1.
Alur Pemberontakan :
Pada 23 Agustus 1949 Amir Fattah memproklamasikan berdirinya Negara Islam Jawa Tengah sebagai dari bagian negara islam pimpinan (kartosuwiryo)
Gerakan yg sama juga terjadi di Kebumen yang dipimpin oleh Moh. Mahfudz Abdurrahman
Pemerintah lalu membentuk pasukan Benteng Raiders untuk menghadapi gerakan tsb, gerakan DI/TII di Jawa Tengah kemudian berhasil dikalahkan oleh pemerintah melalui Operasi Guntur
Pada bulan Desember 1951 mereka menjadi kuat kembali karena mendapat pertolongan dari Batalyon 426.
Batalyon 426 di daerah Kudus dan Magelang memberontak dan menggabungkan diri menjadi DI/TII Kekuatan Batalyon pemberontak ini dapat dihancurkan. Sisa-sisanya lari ke Jawa Barat.
Sementara itu, di daerah Merapi dan Merbabu terjadi kerusuhan oleh gerakan Merapi Merbabu Complex (MMC)Gerakan ini dapat dihancurkan TNI pada bulan April 1952. Sisa-sisanya bergabung dengan DI/TII.
Kekuatan DI/TII di daerah Jawa Tengah yang semula dapat dipatahkan justru menjadi kuat lagi karena bergabungnya sisa-sia Batalyon 426.
Pada tahun 1954, dibentuk pasukan Banteng Raiders. Pasukan itu selanjutnya mengadakan operasi kilat yang dinamakan Gerakan Banteng Negara (GBN). Akhirnya gerakan DI/TII di Jawa Gengah dapat dikalahkan setelah pusat kekuatan gerakan DI/TII di perbatasan Pekalongan-Banyumas dihancurkan
1.
2.3.
4.
5.
6.
7.
8.
TOKOH:
Daud Beureueh LATAR BELAKANG:
ketidakpuasan rakyat Aceh atas keputusan pemerintah yang menjadikan Aceh satu keresidenan di bawah
Sumatera Utara.
DI TII ACEH
Soekarno telah melanggar perjanjian dengan Daud. Daud melakukan pemberontakan melalui gerakan DI/TII Aceh pada tanggal 20 September 1953 di Aceh.
Daud mengumumkan bahwa Aceh yang merupakan bagian Darul Islam, tidak lagi mengukuti pemerintah pusat.
Selain karena ideologi keagamaan, pemberontakan Darul Islam juga bentuk perlawanan terhadap pengaruh pemerintah pusat kedaerah (DI/TII) merupakan bagian proses sosial politik yang terjadi pada pasca kemerdekaan yang dipelopori oleh Kartosuwiryo.
Pemerintah Indonesia dalam usaha menyelesaikan konflik Aceh menggunakan dua cara, yaitu kekuatan militer dan diplomasi (musyawarah).
1.
2.
3.
4.
PEMBERONTAKAN: ALUR
Akhir dari pemberontakan ini yaitu dengan jalan damai.
Pemerintah pusat memutuskan untuk memberikan hak otonomi kepada Aceh sebagai provinsi yang disebut Daerah istimewa Aceh dan diizinkan menerapkan syariat Islam. Pada tanggal 18-22 desember 1962 digelar upacara besar bertajuk musyawarah kerukunan rakyat aceh (MKRA) di aceh sebagai tanda perdamaian
AKHIR
PEMBERONTAKAN
DI TII
SULAWESI SELATAN
Tokoh :
Kahar Muzakkar Latar belakang:
Pemberontakan gerakan dii tii di sulawesi selatan yang dilatarbelakangi oleh kekecewaannya Kahar Muzakkar kepada tentara indonesia karena anggota kelompok griya sulawesi selatan (kgss) yang tidak diterima menjadi angkatan perang republik indonesia serikat (apris)
Kronologi:
Ia ingin semua anggota kgss yang dibentuknya dapat menjadi anggota apris dengan nama brigade hasanudin namun keinginannya ditolak.
Pemberontakan dilakukan sebanyak 2 tahap lagi ada pertama tahun 1945-1950 Kahar Muzakkar dan kelompoknya menggunakan pancasila sebagai ideologi gerakan pada tahap pemberontakan kedua pada tahun 1953- 1965 ideologi berubah menjadi revolusi islam
Akhir pemberontakan:
Pemerintah menggelar operasi tumpas untuk memadamkan pemberontakan Kahar Muzakkar tertembak mati oleh pasukan dari divisi siliwangi pada tanggal 3 februari 1960