• Tidak ada hasil yang ditemukan

PPT. DISIPLIN POSITIF

N/A
N/A
Supriyatna

Academic year: 2024

Membagikan "PPT. DISIPLIN POSITIF"

Copied!
91
0
0

Teks penuh

(1)

DISIPLIN POSITIF

UNIT MODUL DISIPLIN POSITIF

(2)

Agenda Kegiatan

Sesi MERDEKA Aktivitas

Pembukaan Penjelasan agenda dan tujuan pendampingan.

Kesepakatan tata tertib selama pendampingan.

Perkenalan.

Mulai dari diri Peserta merefleksikan pengalaman pribadi terkait disiplin di sekolah.

Eksplorasi konsep Penjelasan konsep terkait disiplin positif.

Ruang kolaborasi Peserta secara berkelompok mendiskusikan contoh kasus terkait disiplin positif.

Tujuan Kegiatan

Peserta memahami pentingnya menciptakan lingkungan yang aman dan nyaman berbasis disiplin positif pada sekolah penggerak.

(3)

Sesi MERDEKA

Aktivitas

Demonstrasi Kontekstual

Peserta memaparkan hasil diskusi di Ruang Kolaborasi.

Elaborasi Pemahaman Peserta merefleksikan hasil diskusi yang telah dilakukan Peserta berbagi hasil refleksi

Koneksi Antar Materi Diskusi klasikal dan membuat kesimpulan terkait disiplin positif.

(Rencana) Aksi Nyata Untuk Guru: Membuat keyakinan kelas

Untuk kepala sekolah: Membuat rencana bentuk dukungan terhadap guru untuk menerapkan disiplin positif.

Untuk Pengawas Sekolah: Membuat rencana bentuk dukungan terhadap sekolah untuk menerapkan disiplin positif.

Penutup Evaluasi

Penutup

(4)

Kesepakatan Kelas

Luring

Hadir tepat waktu

Tidak meninggalkan kelas selama sesi berlangsung

Tidak membuka dan menyalakan gawai (HP, Laptop) selama kegiatan berlangsung

Berpartisipasi aktif dalam diskusi

Menghargai pendapat peserta lain (semua pendapat dan pertanyaan berharga)

Bertanya / Memberikan pendapat dengan tertib

Daring

Hadir tepat waktu

Menyalakan kamera dan Audio selama diskusi

Berpartisipasi aktif dalam diskusi

Menghargai pendapat peserta lain (semua pendapat dan

pertanyaan berharga)

Bertanya / Memberikan pendapat dengan tertib

(5)

MULAI DARI DIRI

(6)

Sebelum menelaah materi pada sesi ini, marilah kita merefleksikan

pengalaman Bapak/Ibu terkait penerapan disiplin di sekolah…

Ceritakanlah pengalaman pribadi Bapak/Ibu tentang pelanggaran di sekolah dimana Bapak/Ibu sebagai guru/kepala sekolah/Pengawas

sekolah harus menindaklanjutinya.

(7)

- Apa yang terjadi pada saat itu?

- Apa yang Bapak/Ibu katakan/lakukan?

- Bagaimana reaksi siswa/guru yang melakukan pelanggaran pada saat itu?

- Bagaimana perasaan Bapak/Ibu?

(8)

Selanjutnya mari kita merefleksikan pengalaman yang kita miliki dengan menjawab pertanyaan-pertanyaan berikut ini….

Sebagai guru/kepala sekolah/pengawas sekolah, bagaimana saya dapat

menciptakan lingkungan belajar yang positif bagi peserta didik?

Apa hubungan menciptakan lingkungan belajar yang positif dengan

pembelajaran yang berpihak pada murid?

(9)

EKSPLORASI KONSEP

(10)

Sebelum menelaah materi pada sesi ini, marilah kita melakukan sebuah

permainan ‘cobalah buka’

■ Peserta A bertugas mengepalkan salah satu tangan seolah sedang menyimpan sesuatu yang sangat berharga baginya.

■ Peserta B bertugas membuka kepalan tangan peserta A dengan segala cara (misalnya membujuk, menggelitik, menggoda, menawari sesuatu, dan lain sebagainya) dll.

■ Setiap peserta memiliki waktu 30 detik untuk berusaha membuka kepalan tangan rekannya.

(11)

Selanjutnya, marilah kita menonton video pada

tautan berikut ini …

• Video Inspirasi | Video Parentin g - Mendidik Anak dengan Disip lin Positif - Apa itu Disiplin Posit if? (kemdikbud.go.id)

(12)

Pengetahuan atau pengalaman baru apa yang saya dapatkan setelah menyimak video

mengenai Disiplin Positif?

Apa hal baru yang berbeda dari yang saya pahami dengan yang sudah saya lakukan selama ini?

(13)

Konsep dasar Disiplin Positif

01

Kebutuhan Dasar Manusia dan Dunia Berkualitas

02

Keyakinan Kelas

03

5 Posisi Kontrol

04

Segitiga Restitusi

05

Pada akhir sesi ini, Bapak/Ibu akan memahami tentang…

(14)

Konsep Dasar

Disiplin Positif

(15)

Apa yang terlintas di pikiran Bapak/Ibu

Ketika mendengar

kata ‘disiplin’?

(16)

Konsep ‘disiplin’

Segala sesuatu yang dilakukan seseorang pada orang lain

untuk mendapatkan kepatuhan.

Apakah disiplin

hanya dapat dicapai dengan hukuman?

(17)

Stimulus Respon versus Teori Kontrol

Stimulus Respon Teori Kontrol

Realitas (kebutuhan) kita sama Realitas (kebutuhan) kita berbeda

Semua orang melihat hal yang sama. Setiap orang memiliki gambaran berbeda.

Kita mencoba mengubah orang agar berpandangan

sama dengan kita. Kita berusaha memahami pandangan orang lain

tentang dunia.

Perilaku buruk dilihat sebagai suatu kesalahan Semua perilaku memiliki tujuan.

Orang lain bisa mengontrol saya. Hanya Anda yang bisa mengontrol diri Anda.

Saya bisa mengontrol orang lain. Anda tidak bisa mengontrol orang lain.

Pemaksaan ada pada saat bujukan gagal. Kolaborasi dan konsensus menciptakan pilihan-pilihan baru.

Model Berpikir Menang/Kalah Model Berpikir Menang-menang

(Covey, 1991)

(18)

Disiplin Positif

Memampukan peserta didik untuk memahami dan mengontrol setiap perilaku/Tindakan yang

dilakukan agar senantiasa dilakukan dengan penuh kesadaran dan tanggung jawab, sebagai bentuk menghormati diri sendiri dan orang lain

disekitarnya.

Sebagai pendidik, tujuan kita adalah menciptakan anak-anak yang memiliki disiplin diri sehingga

mereka bisa berperilaku dengan mengacu pada nilai-nilai kebajikan universal dan memiliki

motivasi intrinsik.

(19)

Apakah hubungan

disiplin positif dengan pelaksanaan

pembelajaraan yang

berpihak pada murid?

(20)

www.free-powerpoint-templates-design.com

Pelajar Pancasila Berim

an, berta

qwa, bera

khla k mulia

Berke binek

aan global

Mandiri

Bergotong royong

Bernalar Kritis Kreatif

DISIPLIN POSITIF

Sekolah yang aman, nyaman, menyenangkan

(21)

Apa saja yang

Bapak/Ibu ketahui tentang nilai-nilai

kebajikan universal?

(22)

Nila-Nilai Kebajikan Universal

Sifat-sifat positif manusia yang merupakan tujuan mulia yang ingin dicapai setiap individu.

Pelajar Pancas

ila Berim

an, berta

qwa, bera

khla k mulia

Ber kebin

eka an g

lobal Mandiri

Bergotong royong

Bernalar Kritis

Kreatif Contoh

The Seven Essential Virtues (Tujuh Nilai-nilai Kebajikan Esensial):

Empati

Suara hati

Kontrol diri

Rasa Hormat

Kebaikan

Toleransi

Keadilan

(23)

Manakah nilai kebajikan yang paling menarik bagi Bapak/Ibu?

Adakah persamaan atau

perbedaan nilai tersebut dengan

nilai/prinsip yang ada di sekolah

Bapak/Ibu?

(24)

Bagaimana agar nilai-nilai tersebut dapat dipahami dan diterapkan oleh

peserta didik dalam

kehidupan sehari-hari?

(25)

Teori Motivasi, Hukuman,

dan Restitusi

(26)

3 Motivasi

1. Untuk menghindari ketidaknyamanan atau hukuman 2. Untuk mendapatkan imbalan atau penghargaan

3. Untuk menjadi orang yang mereka inginkan dan menghargai diri sendiri dengan nilai-nilai yang mereka percaya

Disiplin Positif

Sumber: Gossen (2004)

Motivasi intrinsik akan

berdampak jangka Panjang, tidak dipengaruhi oleh hukuman

ataupun hadiah.

(27)

Dari ketiga motivasi tadi, manakah yang paling

banyak mendasari perilaku

murid-murid Bapak/Ibu di

sekolah saat ini?

(28)

Hukuman, Konsekuensi, dan Restitusi

(Gossen, 1996)

(29)

Hukuman atau Konsekuensi?

1. Mengganti

penghapus teman yang dihilangkan

2. Berdiri di tengah lapangan upacara karena datang terlambat ke sekolah

3. Merapikan sapu dan alat pel yang jatuh karena tersenggol saat berlari di jam istirahat

5. Membersihkan WC sekolah karena tidak mengumpulkan tugas.

4. Mencatat 200 kali kalimat

‘saya minta maaf’ karena berkelahi dengan teman

(30)

Hukuman atau Konsekuensi?

1. Mengganti

penghapus teman yang dihilangkan

2. Berdiri di tengah lapangan upacara karena datang terlambat ke sekolah

3. Merapikan sapu dan alat pel yang jatuh karena tersenggol saat berlari di jam istirahat

5. Membersihkan WC sekolah karena tidak mengumpulkan tugas.

4. Mencatat 200 kali kalimat

‘saya minta maaf’ karena berkelahi dengan teman

Konsekuensi

Hukuman

(31)

Punished by Reward (Dihukum

oleh

Penghargaan)

Efektif hanya untuk jangka pendek

Kecewa bila tidak mendapatkannya

‘menghukum’

bagi yang tidak mendapatkanny

a

Menimbulka n persaingan

Menurunka n

ketepatan

Ketergantunga n dalam jangka

panjang

Mematikan kreatifitas

Penghargaan bisa jadi bentuk lain dari hukuman

(Kohn, 1993)

(32)

Bagaimana sebaiknya reaksi kita apabila

murid melakukan

kesalahan?

(33)

Restitusi

Proses menciptakan kondisi bagi peserta didik untuk

memperbaiki kesalahan yang telah mereka lakukan.

Guru mengajak murid untuk berefleksi tentang tindakan yang telah dilakukan untuk

memperbaiki diri sehingga ia menjadi pribadi yang lebih baik dan menghargai dirinya.

(34)

Restitusi….

bukan untuk menebus kesalahan, namun untuk belajar dari kesalahan

memperbaiki hubungan

adalah tawaran, bukan paksaan

‘menuntun’ untuk melihat ke dalam diri

mencari kebutuhan dasar yang mendasari tindakan

adalah cara yang paling baik

fokus pada karakter, bukan tindakan

menguatkan

berfokus pada solusi

mengembalikan murid yang berbuat salah pada kelompoknya

(35)

Kebutuhan Dasar Manusia

dan Dunia Berkualitas

(36)

5 Kebutuhan Dasar Manusia

Manusia senantiasa berusaha memenuhi kebutuhan dasarnya.

Apabila tidak berhasil diperoleh melalui cara yang positif, maka mungkin dengan cara melanggar aturan.

(37)

Mengapa sebagai guru kita perlu memahami

kebutuhan dasar

murid?

(38)

Dunia Berkualitas

Tempat khusus dalam pikiran seseorang yang menyimpan gambaran hal-hal yang diinginkan; hal-hal terbaik yang membuat seseorang

merasa Bahagia dan terpenuhi kebutuhan dasarnya.

Orang-orang

Nilai-nilai

Karakter

Pencapaian

Pekerjaan

Dst.

(39)

Ilustrasi Dunia Berkualitas 2 Murid SDN X

Anak A: Anak B:

- Orang tua - Teman sekelas - Sepatu yang

dibelikan ayah - Bu Guru Biologi - Rumah

- Sekolah

- Lapangan bola - Persahabatan

- Teman sekelas - Sepeda dari

nenek - Wali kelas - Sekolah

- Kantin sekolah - Komik

(40)

Terkait lingkaran dunia

berkualitas, di manakah kira-kira Bapak/Ibu dan murid meletakkan

sekolah dan pengalaman di sekolah?

Jika Bapak/Ibu adalah pemimpin di sekolah, bagaimana Bapak/Ibu akan menggunakan informasi ini untuk membangun budaya positif?
(41)

Keyakinan Kelas

(42)

Mengapa keyakinan kelas, bukan peraturan kelas?

Mengapa keyakinan kelas penting untuk membangun budaya positif?

Bagaimana mewujudkan keyakinan kelas yang efektif?

(43)

Nilai Kebajikan apa yang dituju?

Peraturan Nilai Kebajikan yang dituju

1. Dilarang membuang sampah sembarangan 2. Dilarang merokok

3. Kembalikan buku yang telah dibaca ke tempat semula 4. Hadir di kelas 10 menit sebelum pembelajaran dimulai 5. Matikan komputer setelah digunakan

6. Wajib menggunakan masker 7. Dilarang berlari di koridor

(44)

Bagaimana Menyusun nilai-nilai kebajikan

sekolah?

(45)

Tahapan Menciptakan Program Kebajikan

1. Lihat daftar nilai-nilai kebajikan yang ada

2. Tentukan nilai-nilai yang menjadi fokus sekolah melalui diskusi 3. Sempurnakan daftar nilai-nilai kebajikan yang paling utama,

diskusikan Kembali

4. Sosialisasikan nilai-nilai ini di lingkungan sekolah, baik melalui poster maupun media sosial sekolah.

(46)

Setelah sekolah memiliki nilai-nilai kebajikan utama yang diyakini, bagaimana membuat sebuah

keyakinan sekolah/kelas?

(47)

Pembentukan keyakinan sekolah/kelas

• Keyakinan kelas lebih ‘abstrak’ dari peraturan.

• Dapat berupa pernyataan-pernyataan yang bersifat universal

• Senantiasa dalam bentuk positif

• Sebaiknya tidak terlalu banyak agar mudah diingat dan dipahami

• Sebaiknya sesuatu yang dapat diterapkan di lingkungan tersebut

• Disusun dengan melibatkan semua warga sekolah/kelas

• Handaknya ditinjau Kembali dari waktu ke waktu

(48)

Tahapan Pembentukan keyakinan sekolah/kelas

1. Mempersilakan warga sekolah/kelas untuk menyampaikan pendapatnya terkait peraturan yang perlu disepakati

2. Mencatat semua masukan di papan tulis/kertas besar agar dapat dilihat oleh seua warga sekolah/kelas

3. Menyusun keyakinan kelas sesuai Langkah ‘pembentukan keyakinan sekolah/kelas’, yakni dengan menggunakan kalimat positif.

Jangan membuang sampah sembarangan (-) menjadi buanglah sampah di tempat sampah 4. Meninjau Kembali daftar hasil diskusi dan secara Bersama-sama menemukan (+)

nilai kebajikan yang dituju dari peraturan-peraturan tersebut. Nilai kebajikan inilah yang dimasukkan dalam keyakinan sekolah/kelas.

5. Meninjau Kembali keyakinan sekolah/kelas secara Bersama-sama. Bila dirasa terlalu banyak (lebih dari 7 keyakinan), maka dapat dikurangi.

6. Meninjau ulang, menyetujui dan menyepakati keyakinan sekolah/kelas oleh seluruh warga sekolah/kelas

7. Meletakkan keyakinan sekolah/kelas di tempat yang mudah dilihat oleh semua warga sekolah/kelas

(49)

Contoh keyakinan kelas

Setiap anggota kelas perlu belajar

Setiap anggota kelas perlu senang

Setiap anggota kelas perlu saling menghargai

Setiap anggota kelas

perlu merasa aman Senantiasa menjadi diri terbaik

Senantiasa menghargai orang lain

Selalu bersikap positif

Berkomitmen terhadap setiap tugas

HORMAT

Kami meyakini bahwa sangat penting untuk menghormati semua orang dan barang milik

orang lain

  BEKERJA

Kami meyakini bahwa sangat penting untuk mengerjakan segala pekerjaan atau mengikuti

kegiatan yang telah ditugaskan.

  DITERIMA DAN DIMILIKI

Kami meyakini bahwa sangat penting untuk merasa diterima pada suatu kelompok dan saling

peduli satu dengan yang lain.

(50)

5 Posisi Kontrol

(51)

Contoh Kasus

Arfi sering sekali bertengkar dengan teman-temannya. Ia tidak jarang menggunakan kata-kata kasar saat di kelas, sehingga teman-

temannya merasa terganggu.

Jika Bapak/Ibu adalah kepala sekolah, penerapan disiplin apakah yang akan Bapak/Ibu lakukan untuk kasus Arfi? Mengapa?

(52)

5 Posisi Kontrol

menggunakan Bahasa yang lembut, namun dapat membuat orang lain merasa tidak nyaman, bersalah, atau

rendah diri.

2. Pembuat Rasa Bersalah bisa menggunakan

hukuman fisik atau verbal;

mengancam.

1. Penghuku m

melandaskan Tindakan pada peraturan dan konsekuensi 4. Pengamat

mempersilakan murid mempertanggungjawabk an perilakunya dan

mendukung murid untuk menemukan solusi atas permasalahannya

sendiri.

5. Manajer

mengontrol murid dengan bujukan

3. Teman

5 Posisi Kontrol

(53)

Siapakah yang mengatakannya?

Sampai kapanpun kamu tidak akan menjadi orang yang berhasil.

Saya merasa

kecewa denganmu hari ini.

Jika masih belum mengerti, nanti saya bantu.

Peraturannya apa?

Jika tidak bisa menjawab pertanyaan ini, maka

tidak boleh pulang.

Apa yang akan kamu lakukan untuk

menyelesaikannya?

Bagaimanakah setiap posisi (penghukum, pembuat rasa bersalah, teman, pengamat, dan manajer) mengucapkannya?

(54)

Di manakah Bapak/Ibu saat ini?

1

Penghukum

4

Pemantau 2

Pembuat rasa bersalah

3 Teman

5 Manajer

(55)

Segitiga Restitusi

(56)

Men anya

kan k eyak

inan

Menstabilkan identitas Validasi Tindakan yang salah

Kamu tentu punya alasan mengapa melakukan itu

Segitiga Restitusi

Adakah cara yang lebih efektif untuk

mendapatkan apa yang kamu butuhkan?

Keyakinan kelas apa yang telah kita

sepakati?

Kamu ingin menjadi orang seperti apa?

Kamu bukan satu- satunya yang pernah melakukan ini

Setiap orang pasti pernah melakukan kesalahan

(57)

Dalam menerapkan disiplin positif, guru hendaknya mampu

merefleksikan posisi kontrolnya saat ini; bagaimana ia berproses menjadi seorang ‘manajer’ yang menuntun peserta didik untuk menjadi mandiri, merdeka dan bertanggung jawab.

(58)

RUANG KOLABORASI

(59)

Mekanisme diskusi:

Buatlah kelompok yang terdiri dari berbagai unsur (Pengawas Sekolah, Kepala Sekolah, dan Guru)

Diskusikanlah kasus-kasus yang

disediakan dalam kelompok masing- masing

Analisislah secara mendalam kasus- kasus tersebut dan jawablah

pertanyaan-pertanyaan yang diberikan.

(60)

Mode daring hari pertama sampai di slide ini.

(61)

DEMONSTRASI KONTEKSTUAL

(62)

Mekanisme pemaparan hasil diskusi:

Presentasikanlah hasil diskusi

Bapak/Ibu yang dilakukan bersama kelompok di sesi Ruang Kolaborasi

Kelompok hadirin yang bertugas menanggapi dapat memberikan

tanggapan, komentar, atau masukan yang konstruktif.

Kelompok lain juga dapat memberikan umpan balik setelahnya.

(63)

ELABORASI PEMAHAMAN

(64)

Selanjutnya mari kita merefleksikan pertanyaan-pertanyaan berikut…..

Sejauh mana pemahaman anda tentang konsep- konsep inti yang dibahas pada modul ini?

Adakah hal-hal menarik dan di luar dugaan?

Sebelum menerapkan modul ini, posisi manakah (5 posisi kontrol) yang paling sering anda

gunakan, dan bagaimana perasaan anda?

Setelah mempelajari modul ini, posisi mana yang akan anda gunakan? Mengapa?

Kendala apa yang mungkin dihadapi saat

menerapkan budaya positif di sekolah? Apa saja solusi yang dapat dilakukan?

(65)

Bentuk Program Kebajikan (Apresiasi).

Apresiasi (pengakuan) boleh dilakukan, namun hendaklah:

- diberikan secara khusus - diberikan secara pribadi

- diberikan kepada semua murid (bergantian)

- diberikan secara konsisten - berfokus pada proses

(66)

Contoh Pengakuan/Apresiasi Kebajikan

Pembuka Nilai Kebajikan Situasi

Kemarin saya perhatikan rasa empatimu besar sekali pada saat menolong murid baru di kelas kita

Saya menghargai kepedulianmu pada saat kamu membantu

teman-temanmu di tugas kelompok

Terima kasih untuk rasa tanggung jawab mu pada saat memungut kertas- kertas yang berserakan di lantai

(67)

KONEKSI ANTAR MATERI

(68)

Selanjutnya mari kita merefleksikan keseluruhan materi pada

pembelajaran di modul ini….

Apakah peran Bapak/Ibu dalam

menciptakan budaya positif di sekolah melalui penerapan konsep-konsep yang ada di modul ini dan keterkaitannya

dengan implementasi kurikulum Merdeka yang telah dilakukan?

(69)

(RENCANA) AKSI NYATA

(70)

Selanjutnya mari kita menyusun Langkah dan strategi yang konkret dan realistis untuk mewujudkan budaya positif di sekolah

(71)

7 Prinsip Disiplin Positif

1) Menumbuhkan kesadaran internal bukan control dari luar.

2) Konsekuensi logis bukan hukuman.

3) Dorongan bukan hadiah.

4) Koneksi sebelum koreksi

5) Memahami bukan menghakimi

6) Kendalikan diri bukan kontrol orang lain 7) Lembut dan tegas

(72)

1. Menumbuhkan kesadaran internal

bukan kontrol dari luar

(73)

Super Car, wil Power, tombol 1. Manfaat

2. Kebanggaan 3. Makna

4. Tantangan

5. Pertanyaan yang menggugah kesadaran

6. Minat

7. Tujuan hidup

8. Kesenangan, kebahagiaan 9. Keyakinan

10. Kebutuhan

(74)

2) Konsekuensi logis bukan hukuman

Efek samping hukuman:

Resentment / Kebencian : ini ngga adil

Rebel/memberontak : Saya akan melakukan sebaliknya

Retry, Ngeyel ; Mencoba kembali

(75)

Trik

Related : Harus berhubungan dengan perilaku

Risquefull : tidak menjatuhkan harga diri

Reasonable : harus seimbang dengan usia

Hak : Membantu siswa memperbaiki kesalahan

(76)

3 bentuk konsekuensi logis

1) Jika merusak maka memperbaiki Jika menghilangkan maka

mengganti/

2) Jika mengabaikan maka kehilangan hak

3) Jika melakukan sesuatu yang mengganggu dan berulang akan diberikan jeda atau positif time out

(77)

3) Dorongan bukan hadiah

Dorongan / dukungan Sifatnya spesifik

Kamu sudah bagus dibidang ini, kalau kamu berusaha terus kamu pasti

berhasil . Pujian

Kamu Hebat Kamu pandai

(78)

• Dorongan

Anak jadi subyek

Kami bangga akan keberhasilanmu . Pujian

Ibu bangga padamu

Kamu hebat, anak siapa dulu

(79)

. Dorongan

Memberikan kepercayaan

Ibu percaya kamu bisa belajar dari kesalahan

. Pujian

Ada kontrol

Ibu senang kamu belajar naik sepeda ngga jatuh

(80)

. Dorongan

• Fokus pada usaha dan progress Kamu pasti bisa selagi banyak

berusaha . Pujian

Fokus pada kesempurnaan Wah suaramu merdu sekali

(81)

. Dorongan

Mengevalusi diri

Tahun ini nilai kamu naik dari tahun sebelumnya

. Pujian

Membandingkan dengan orang lain Hebat kamu punya nilai paling besar di kelas mu

(82)

. Dukungan

• Mendorong keberanian

• Belajar sepeda pasti jatuh

• Pujian

• Membuat anak takut salah

Ibu bangga kamu ngga pernah jatuh

(83)

. Dorongan

Vitamin yang menyehatkan . Pujian

Permen yang membuat sakit gigi

(84)

4) Koneksi sebelum koreksi

• Langsung ngoreksi

• Langsung merintah

• Langsung berceramah

(85)

Cara membangun koneksi

1) Sapaan 2) Gestur

3) Membangun Koneksi dengan Validasi

4) Membangun koneksi dengan memberikan kepercayaan

5) Memberikan perhatian, afirmasi Bahasa, qualitime, melayani

6) Mau mendengarkan

(86)

5) Memahami bukan menghakimi

1. Hak perhatian 2. Haus kekuasaan 3. Rasa dendam 4. Rasa minder

(87)

6) Kendalikan diri bukan control orang lain

• 6 bagian emosi

(88)

6 bagian emosi

Bahagia

Sangat bahagia

Tenang

Sedih Takut

Marah

(89)

5 langkah mengendalikan emosi

TANYA

1) Terima 2) Amati 3) Nikmati 4) Yakini 5) Aksi

(90)

7)Lembut dan tegas

Lembut akan diterima dengan hati dan tenang.

Tegas Penekanan pada komitmen yang harus dilakukan

1) Lembut : Induk burung dengan lembut menyauapi anaknya Tegas : mendorong anak burung untuk belajar terbang

Lembut : Menyelamatkan

Memberikan perlindungan berlapis pada anak

Memberikan kemanjaan, Micro managing : Intervensi berlebihan

(91)

TERIMA KASIH

Lembut : Perasaan tidak tega pada anak untuk mengalami kesalahan, kita harus tega anak mengalami kesalahan karena itu bagian dari kenyataan hidup

Adversity Cuesen : Kecerdasan menghadapi ketahan malangan

Ketegasan adalah salah satu prinsip , tetapi ketegasan harus disampaikan dengan kelembutan itulah yang di sebut keseimbangan

Gambar

Ilustrasi Dunia Berkualitas 2 Murid SDN X

Referensi

Dokumen terkait

Senang Belajar Ilmu Pengetahuan Alam Untuk..

Suasana saling menghargai dan terbuka diantara sesama anggota perusahaan yang dilandasi oleh keyakinan akan integritas, itikad baik, dan kompetensi dari pihak-pihak yang

1.Menumbuhkan budaya positif dengan kesepakatan kelas dan keyakinan kelas.. Menumbuhkan nilai-nilai profil pelajar Pancasila pada diri peserta didik dalam kegiatan

Stray dapat meningkatkan disiplin dan prestasi belajar IPS materi menghargai perjuangan para tokoh dalam memepertahankan kemerdekaan Indonesia pada siswa kelas V

Kerukunan Antar Umat Beragama Kerukunan antar individu yang memiliki keyakinan juga merupakan contoh hubungan antar golongan umat beragama yang saling menghargai satu sama lain,

Penerapan Gerakan Disiplin Positif di Sekolah untuk Merdeka Belajar 45 Lampiran 3 • Instrumen Pemetaan Kebutuhan dan Permasalahan Penerapan Gerakan Disiplin Positif di Sekolah 46

Bagian Langkah Pendahuluan 15 menit Fokus Perilaku 1 Guru melakukan refleksi dinamika kelas untuk menerapkan kesepakatan kelas Guru membuka pembelajaran dengan kegiatan rutin,

Pengaruh lingkungan sekitar terhadap pembentukan karakter dan tingkah laku anak, termasuk dalam pembentukan disiplin positif di