Study
Masyarakat Indonesia
Kelompok 9
• Alberto Prima Putra ( 21136089)
• Ashabul kahfi (22042355)
• Dinda Armelia (21136046)
• Febrianti ( 21329123)
• Naufal Basral (21136018)
Anggota
kelompok:
Kata ‘Indonesia’, pertama kali dilontarkan oleh salah seorang tokoh kebangsaan Inggris bernama George Samuel Earl, dengan menyebut kata ‘Indunesia’ pertama kali untuk menamai gugusan pulau di Lautan
Hindia. Sejarah dunia mencatat, bahwa dalam majalah Journal of the Indian Archipelago and Eastern Asia (Volume IV, P. 254, tahun 1850), seorang tokoh Inggris bernama J. R. Logan, menyebut gugusan pulau
di Lautan Hindia dengan kata ‘Indonesian’
teori asal usul
masyarakat dan nama
indonesia
Teori Nusantara
Teori ini menyebutkan bahwa bangsa Indonesia berasal dari wilayah Indonesia itu sendiri, yakni tidak melalui proses migrasi dari daerah manapun. Dasar utama teori Nusantara adalah berdasarkan pada bangsa Melayu yang merupakan bangsa dengan peradaban yang sudah tinggi. Jadi kesimpulannya, bangsa Melayu asli di Nusantara yang akhirnya tumbuh dan berkembang dengan sendirinya tanpa adanya perpindahan ke wilayah tersebut.
menurut beberapa
teori
Teori Out of Africa
Teori ini mengungkapkan bahwa asal-usul nenek moyang bangsa Indonesia berasal dari Afrika.
Teori ini kemudian mengungkapkan bahwa bangsa Afrika bermigrasi atau melakukan perpindahan menuju Asia Barat sekitar 50.
Pada sekitar tahun itu bumi sedang memasuki akhir dari zaman glasial, yakni ketika permukaan air laut menjadi lebih dangkal karena air masih berbentuk gletser.
Ada kelompok yang tinggal sementara di bagian wilayah Timur Tengah atau Asia Barat Daya da nada kelompok lain yang bermigrasi dengan
menyusuri Pantai Semenanjung Arab menuju India, Ais Timur, Australia, termasuk Indonesia.
Selain itu ada dua jalur yang diperkirakan menjadi wilayah yang
ditempuh oleh bangsa Afrika di masa itu, yakni jalur untuk menuju Lembah Sunga Nil.
Wilayah tersebut melintasi Semenanjung Sinai kemudian ke bagian utara melewati Arab Levant dan jalur yang juga melewati Laut merah.
Teori asal usul nenek moyang Indonesia ini hampir serupa dengan teori sebelumnya.
Teori Out of Taiwan mengungkapkan bahwa asal-usul bangsa Indonesia adalah berasal dari kepulauan Famosa atau wilayah Taiwan.
Masih berdasarkan teori ini, bahasa yang digunakan dan berkembang di nusantara adalah bahasa yang masuk dalam rumpun bahasa Austranesia.
Bahasa rumpun Austronesia ini digunakan oleh para leluhur bangsa Indonesia, terutama yang menetap di Pulau Formosa.
Jadi dari segi bahasa sudah jelas bahwa orang-orang nusantara mengadopsi budaya
Autranesia dan mengembangkannnya hingga menjadi bangsa Indonesia seperti saat ini.
teori out of
taiwan
Teori ini menyatakan bahwa penduduk Indonesia barasal dari Yunan Cina Selatan.
Hal ini di dasarkan dari hasil penelitian terhadap serumpunan bahasa dan alat alat yang diketemukan.
Kern menyatakan ada keserumpunan bahasa di dataran Asia Tenggara dan Polinesia.
Hal ini menimbulkan dugaan bahwa nenek moyang bangsa Indonesia berasal dari daerah Cina Selatan yaitu di daerah Yunan.
Von Heine Geldern yang melakukan penelitian tentang distribusi dan kronologi beliung serta
kapak lonjong yang ada di Indonesia tiba pada kesimpulan bahwa alat-alat tersebut merupakan hasil persebaran komplek kebudayaan bacsonhoabinh yang ada di daerah Tonkin (Indocina)
atau sekarang di sebut Vietnam.
Secara keseluruhan, alasan-alasan yang menyokong teori ini adalah adanya Kapak Tua yang ditemukan di wilayah Indonesia memiliki kemiripan dengan Kapak Tua yang terdapat di Asia Tengah.
Hal ini menunjukkan adanya migrasi penduduk dari Asia Tengah ke Kepulauan Indonesia.
teori
yunan
perkembangan masyarakat indonesia dari masa kerajaan sampai pasca
kolonial
• Perkembangan Kelompok Biokrat di masa Pemerintah Kolonial
Setelah pemerintahan Hindia Belanda menguasai perekonomian dan politik, maka mulai mengambil alih
kedaulatan kerajaan-kerajaan tersebut pada abad XVII atau XVIII, di mana para pegawai berangsur-angsur beralih menjadi pegawai pemerintah Hindia Belanda.
‘‘Priyayi‘‘ muncul pada jaman penjajahan Belanda sebagai sebutan terhadap terhadap kaum bangsawan atau pegawai pemerintahan Hindia-Belanda yang telah memperoleh pendidikan untuk mengabdi atau menjadi pegawai.
Golongan ini sekaligus mewakili golongan kelompok bangsawan terpelajar, yang bersifat kota (memiliki sistem nilai budaya kota), mereka tidak memiliki lahan pertanian tetapi tergantung kepada sistem gaji yang diberikan Pemerintah Hindia Belanda.
Perkembangan priyayi sebagai pegawai pemerintahan sipil pribumi yang bertanggung jawab terhadap
pemerintahan kolonial Hindia-Belanda mendapat gelar kepegawaian yang mengesankan, yaitu Pangreh Praja artinya penguasa kerajaan.
Kehidupan priyayi ini merupakan feodalisme semu yang dipelihara Belanda, tetapi pengaruhnya berangsur- angsur menurun setelah banyaknya bangsa Indonesia yang berpendidikan
• Perkembangan Golongan pasar di masa Pemerintah Kolonial
Di luar pedagang pribumi ada juga pedagang golongan Timur Asing (Cina, India dan Arab), mereka ini sangat sedikit sekali yang bekerja di lembagalembaga
pemerintahan kolonial. Mereka umumnya sebagai pedagang dengan status dan hak istimewa, terutama kemudahan-kemudahan dalam menjalankan profesi,
misalnya, hak monopoli untuk mendatangkan barang-barang yang dibutuhkan orang Belanda dan masyarakat; hak mendirikan sebuah badan usaha berupa pabrik, jasa dan perdagangan. Bagi bumiputra atau pribumi hak istimewa
tersebut tidak didapatkan, karena Pemerintah Kolonial menginginkan anak
jajahan berada dalam kemiskinan dan kebodohan agar mereka tidak menyadari
sebagai orang yang berada di bawah penekanan dan penindasan bangsa lain.
• Fase Feodalisme
Nilai-nilai social yang terbentuk pada saat itu adalah: primordial (kesukuan).Petriarkal, monarki absolute dan mitos. Sistem politik pada saat itu monarki absolute (kekuasaan tak terbatas) bentuk struktur politik Elit (golongan atas): Raja, Bangsawan, Agamawan Kelas bawah (low class); rakyat biasa Awal lahir feodalisme 400 M. lahirnya kerajaan
Tarumanegara (Kutai), puncak kejayaannya pada 1300 M pada masa kerajaan Majapahit.
• Fase Kapitalisme
Kapitalisme lahir karena adanya kontradiksi antara para pedagang (Borjuasi) dengan raja yang melahirkan revolusi borjuis di Perancis 1789. Hal ini juga
dipengaruhi oleh perkembangan teknologi (penemuan mesin uap).
• Perubahan Struktur Sosial Perang Kemerdekaan
Struktur sosial masyarakat Indonesia sebagai hasil pergeseran nilai akibat perang
dunia ke I dan Ke II yang bersamaan dengan perang kemerdekaan. Mereka umumnya tinggal di perkotaan, dengan menempati posisi-posisi sosial tertentu, tetapi adapula yang memang tinggal di pedesaan tanpa da hubunganya dengan kota
• Fase Komunal Primitif
Mereka hidup selalu berpindah-pindah, ketika sumber daya alam yang dijadikan
sumber penghidupan mereka berkurang atau habis maka mereka berpindah tempat.
Setelah ditemukannya logam maka peralihan corak produksi di masyarakat pada saat itu yaitu dengan hercocok tanam.
Setelah itu mulai adanya pembagian tugas, ada kelompok yang berburu dan ada pula yang bercocok tanam.
Beberapa kelompok masyarakat berpikir lebih jauh, ketika mereka melakuan
pengumpulan hasil produksi mereka maka akan mendapatkan keuntungan yang lebih besar, inilah yang melahirkan system akumulasi dan dagang pada saat itu.
posisi masyrakat indonesia dalam konteks regional dan
global
Indonesia terletak disepanjang garis Khatulistiwa antara bagian ujung daratan Asia Tenggara dengan Australia.
Oleh karena itu kedudukan Indonesia terlihat seperti sebuah jembatan antara Asia dan Australia.
Saat ini Indonesia telah menjadi negara denagan posisi yang sangat strategis di ASEAN dengan menjalin hubungan baik dengan berbagai negara di dunia.
Oleh sebab itu Indonesia dituntut selalu mampu menjaga hubungan diplomatiknya dengan negara-negara di dunia.
Saat ini Indonesia sudah berada di posisi strategis di tingkat ASEAN, maka jika posisi pemerintahan selanjutnya mampu mempertahankan hubungan harmonis negara kita dengan negara-negara lain, baik secara diplomatik maupun secara kerjasama ekonomi, karena tidak dapat dipungkiri bahwa figur seorang pemimpin itu sangat menentukan
pengaruh kita di dunia internasional.
Hubungan baik antar Indonesia dengan negara lainnya harus tetap dijaga, karena menurutnya fenomena globalisasi saat ini menutut setiap negara untuk melakukan kerjasama.