PENDAHULUAN
Latar Belakang
Fokus Penelitian
Tujuan Penelitian
Manfaat Penelitian
Definisi Istilah
Sistematika Pembahasan
KAJIAN PUSTAKA
Penelitian Terdahulu
Persamaan penelitian ini dengan penelitian yang dilakukan oleh Chairil Anwar adalah sama-sama membahas tentang sewa suatu benda yang mengandung unsur ambiguitas dalam akadnya. Sedangkan perbedaannya, penelitian yang dilakukan oleh Chairil Anwar fokus pada sewa dengan sistem kontrak, sedangkan penelitian ini fokus pada kontrak sewa kolam Ali Mustofa di Kecamatan Sempolan. Permasalahan yang diangkat dalam penelitian yang ditulis oleh Baharudin Muhammad Hasan ini adalah bagaimana Perjanjian Sewa Komersial (RUKO) bekerja.
Persamaan penelitian ini dengan penelitian yang dilakukan oleh Baharudin Muhammad Hasan adalah sama-sama membahas tentang perjanjian sewa-menyewa suatu barang yang mengandung unsur ambiguitas dalam kontraknya.
Kajian Teori
Peneliti mencoba menjelaskan dan mendeskripsikan praktik sewa kolam ikan Ali Mustofa di Kecamatan Sempolan. Seperti yang ditemukan di lapangan mengenai praktek sewa kolam pemancingan Ali Mustofa di Kecamatan Sempolan. Apa yang ada di lapangan terkait praktik sewa tambak Ali Mustofa di Kecamatan Sempolan?
Dalam pembahasan praktek perjanjian sewa tambak Ali Mustofa di Sempolan Kecamatan Silo Kabupaten Jember terdapat beberapa pembahasan pokok yang menjadi bahan kajian para ulama mengenai perspektif Fiqih Muamalah. Dari hasil analisis, praktik perjanjian sewa tambak yang dilakukan Ali Mustofa di Sempolan, Kecamatan Silo, Kabupaten Jember, belum dapat dikatakan sesuai dengan KUH Perdata dan Fiqih Muamalah. Perspektif KUH Perdata dalam praktek perjanjian sewa menyewa kolam ikan di Sempolan Kecamatan Silo Kabupaten Jember yang dilakukan Ali Mustofa tidak sesuai dengan Pasal 1234 dan Pasal 1550 KUH Perdata, karena pelaku usaha.
METODE PENELITIAN
Pendekatan dan Jenis Penelitian
Bogdan dan Taylor mendefinisikan metodologi ini sebagai prosedur penelitian yang menghasilkan data deskriptif berupa kata-kata tertulis atau lisan dari orang-orang dan perilaku yang dapat diamati.51. Sedangkan jenis penelitian ini menggunakan paradigma kualitatif fenomenologi, artinya penelitian ini menggunakan data informasi dari berbagai teori yang diperoleh dari literatur kemudian dilakukan uji signifikansi empiris di lokasi penelitian.
Lokasi Penelitian
Subyek Penelitian
Sumber data sekunder adalah yang hanya bersifat pendukung terhadap aktor utama yang diselidiki. Subyek sekunder digunakan sebagai sumber data tambahan untuk memperkuat data dasar berupa orang atau benda yaitu buku, artikel, jurnal dan literatur lainnya.
Teknik Pengumpulan Data
Peneliti akan memperoleh informasi tersebut dari masyarakat, baik pihak yang menyewa maupun konsumen yang menyewa kolam ikan tersebut. Metode observasi yang peneliti gunakan dalam penelitian ini adalah observasi partisipan, dimana peneliti dalam observasi ini terlibat dalam aktivitas sehari-hari orang yang diamati atau dijadikan sebagai sumber data penelitian. Dengan observasi partisipatif ini maka data yang diperoleh akan lebih lengkap, tajam dan akan mengungkap tingkat signifikansi dari setiap perilaku yang terlihat.
Teknik dokumentasi adalah teknik yang digunakan untuk mengumpulkan data melalui rekaman, foto, catatan khusus, dan lain sebagainya. Melalui teknik ini peneliti akan mengumpulkan data-data yang diperlukan di lokasi atau tempat penelitian mengenai catatan-catatan khusus, rekaman-rekaman atau foto-foto yang berkaitan dengan penelitian yang diperoleh dari informan.
Analisis Data
Keabsahan Data
Tahap-Tahap Penelitian
Seperti yang diungkapkan Misbahul Rasid, salah seorang pegawai kolam ikan Sempolan, Kecamatan Silo, Kabupaten Jember, mengatakan hal itu. Seperti yang disampaikan oleh Bapak Ali Mustofa selaku pelaku usaha di Tambak Ikan Sempolan Kecamatan Silo Kabupaten Jember, beliau mengatakan demikian. Hal senada juga disampaikan Misbahul Rasid selaku pegawai kolam ikan Sempolan, Kecamatan Silo, Kabupaten Jember, ujarnya.
Kemudian pemaparan tersebut juga dibenarkan oleh Bapak Ali Mustofa selaku pemilik Tambak Sempolan, Kecamatan Silo, Kabupaten Jember, ujarnya. Seperti yang dikatakan oleh Bpk. Ali Mustofa selaku pemilik atau pengusaha Tambak Sempolan, Kecamatan Silo, Kabupaten Jember, mengatakan hal tersebut. Dalam pengamatan ini peneliti menemukan lokasi Bpk. Diambil kolam ikan Ali Mustofa yang terletak di Desa Sempolan, Kecamatan Silo, Kabupaten Jember.
Dalam hal ini, transaksi merupakan alat tukar yang dilakukan oleh pengusaha tambak Ali Mustofa di Sempolan, Kecamatan Silo, Kabupaten Jember untuk menawarkan jasa sebagai penyewa. Dalam hal ini, transaksi merupakan alat tukar yang dilakukan oleh pengusaha tambak Ali Mustofa di Sempolan, Kecamatan Silo, Kabupaten Jember untuk menawarkan jasa sebagai penyewa. Pelaksanaan perjanjian sewa kolam ikan Ali Mustofa di Sempolan Kecamatan Silo Kabupaten Jember Dalam prakteknya perjanjian sewa kolam ikan Ali Mustofa terdiri dari ketersediaan, transaksi dan pelayanan kepuasan pelanggan.
Praktek perjanjian sewa kolam ikan Ali Mustofa di Sempolan Kecamatan Silo Kabupaten Jember merupakan salah satu inovasi dalam dunia usaha, pelaku usaha dalam pengelolaan usahanya harus menerapkan KUH Perdata dan Fiqih Muamalah agar konsumen sebagai penyewa dapat menikmati barangnya. . Bagi pengusaha tambak Ali Mustofa di Sempolan, Kecamatan Silo, Kabupaten Jember, peneliti menyarankan untuk memberikan informasi yang jelas dan jelas kepada konsumen sebagai penyewa tambak.
PENYAJIAN DAN ANALISIS
Gambaran Obyek Penelitian
Tambak ikan di Desa Sempolan, Kecamatan Silo, Kabupaten Jember, milik Bpk. Ali Mustofa, merupakan kolam ikan yang didirikan pada tahun 2014. Desa Sempolan mempunyai ketinggian 336 M dpl, merupakan dataran tinggi dengan kemiringan 150, suhu rata-rata harian 21-260C, curah hujan 1.795 mm, dan untuk sebagian besar struktur tanah kering dibandingkan dengan produktivitas pertanian yang ada. Luas wilayah Desa Sempolan adalah 682.623 Ha, dan Desa Sempolan terdiri dari 3 (tiga) desa. Tambak yang tepatnya terletak di Desa Sempolan, Dusun Onjur ini merupakan pertama kalinya dibangun oleh Bapak Ali Mustofa dengan menyewa kolam ikan berukuran panjang 6 meter dan lebar 3 meter. Setelah semakin berkembang dan banyak dicari orang, Pak Ali Mustofa menambah lagi kolam yaitu alat pancing berukuran panjang 7 meter dan lebar 5 meter.
Penyajian Data dan Analisis
Hal serupa juga dijelaskan oleh Haslinda Frantika selaku konsumen, beliau mengatakan... kolam ini juga menyediakan peralatan memancing. Jadi enaknya, ketika saya lupa membawa salah satu peralatan memancing dan saya bisa menggunakan apa yang ditawarkan kolam ini"62. Bentuk kontrak di kolam pemancingan Sempolan, Kecamatan Silo, Kabupaten Jember dan yang diberikan oleh pelaku usaha kepada konsumen adalah terlebih dahulu, membayar enam puluh ribu rupiah untuk 1 kg selama 7 jam dan yang kedua membayar sepuluh ribu rupiah selama 1 jam.
“Seperti yang disampaikan oleh Bapak Ali Mustofa, salah satu pengusaha kolam pemancingan di Sempolan Kecamatan Silo Kabupaten Jember, beliau menyampaikan bahwa… ketika pelanggan atau konsumen datang ke kolam ini untuk menyewa, kami menawarkan dua akad atau transaksi kepada konsumen yaitu 1 kg dan per jam." 63. Pelayanan mon abenta untuk rekreasi kolam pemancingan, pelayanan tersebut hilang karena ada olle depideh"70. Kalau bicara pelayanan di kolam pemancingan ini, pelayanannya kurang karena jenis ikan yang didapat berbeda-beda).
“Hal ini memungkinkan kami untuk menginformasikan kepada konsumen atau calon penyewa kolam pemancingan jika ada promosi atau penjualan baru, sehingga kami berkomunikasi sedemikian rupa sehingga konsumen tertarik dengan apa yang kami tawarkan dalam hal penyewaan kolam pemancingan”71. Setiap kali konsumen datang ke kolam ini, selain mengambil ikan, mereka juga mendapatkan kupon promosi untuk menarik konsumen agar datang kembali dan menikmati apa yang ditawarkan kolam ini." 73. Setiap kali saya memancing di kolam ini, kecuali saya mendapatkan ikan jika beruntung, jika tidak saya pulang tanpa membawa apa-apa kecuali hanya 1 (satu) kupon untuk ditukarkan jika saya mencapai 7 (tujuh) kupon... Setelah kupon terkumpul kemudian ditukarkan dengan hadiah berupa penangkapan ikan selama 12 jam atau lebih tanpa bayaran).
“Penentuan waktu yang tepat, misalnya pada hari-hari besar seperti Idul Fitri, Tahun Baru dan lain sebagainya, untuk menarik perhatian konsumen agar menikmati apa yang ditawarkan di kolam pemancingan ini”76. Pada jasa tambak ini terdapat beberapa konsumen yang mengeluh, dengan kata lain konsumen tidak dapat memaksimalkan kepuasan secara total terhadap barang atau jasa yang ditawarkan. Landasan perjanjian dalam transaksi sebagai salah satu sumber perikatan dapat dilihat pada ketentuan Pasal 1233 KUHPerdata.
Pembahasan Temuan
Apabila pada barang sewa masih terdapat tanaman yang belum dipanen dan masa sewa telah habis, maka dalam hal ini perjanjian sewa (ijarah) dianggap belum lengkap. Tercapai atau tidaknya tujuan bisnis tergantung pada keahlian masing-masing individu sehingga tidak menimbulkan kerugian atau apapun. Bentuk kontrak di Tambak Ikan Ali Mustofa Sempolan Kecamatan Silo Kabupaten Jember dan ditawarkan pelaku usaha kepada konsumen adalah pertama membayar enam puluh ribu rupiah untuk 1 kg selama 7 jam dan kedua membayar sepuluh ribu rupiah selama 1 jam. Dari hasil penelitian yang ditemukan peneliti di lapangan, belum dapat dikatakan bahwa hal tersebut sesuai dengan perjanjian sewa menyewa Ali Mustofa yang tertuang dalam Pasal 1234 dan Pasal 1550 KUHPerdata.
Begitu pula transaksi fiqih muamalah harus mempunyai tujuan yang jelas dan mampu memberikan manfaat sesuai dengan rukun dan syarat ijarah. Suatu transaksi diawali dengan bertemunya antara pelaku usaha dengan konsumen. Terjadinya transaksi antara pelaku usaha dengan konsumen di kolam ikan Sempolan merupakan suatu transaksi yang mengandung unsur ambiguitas atau ketidakjelasan objeknya. Dalam pemberian informasi, baik melalui media sosial maupun tatap muka kepada konsumen, tidak jelas objek apa yang akan diperoleh konsumen, serta transaksi yang melibatkan kesepakatan atau kesepakatan antara kedua belah pihak yang tidak sesuai dengan objek apa yang akan diperoleh konsumen. ditawarkan kepada konsumen. telah menyelesaikan perjanjian pertama.
Apalagi dalam hal transaksi yang dilakukan kedua belah pihak antara pelaku usaha dengan konsumen, dimana pelaku usaha tidak memberikan informasi mengenai ikan yang akan diperoleh konsumen sebagai penyewa sehingga menyebabkan objeknya menjadi tidak jelas. Pandangan Fiqih Muamalah dalam praktek perjanjian sewa tambak Ali Mustofa di Sempolan Kecamatan Silo Kabupaten Jember kurang tepat karena perjanjian sewa harus memenuhi syarat yaitu kedua belah pihak yang mengadakan perjanjian tidak ada unsur paksaan, harus jelas. mengenai barang yang disepakati di awal, dan kegunaan barang yang disewakan harus jelas dan dapat digunakan oleh penyewa sesuai dengan tujuan (penggunaan) barang tersebut. Oleh karena itu, untuk dapat menjalankan usaha persewaan, masing-masing pihak harus bersedia mengadakan perjanjian sewa yang tidak mengandung unsur paksaan, serta harus jelas dan tegas mengenai obyek yang diperjanjikan yaitu barang yang disewakan.
Untuk itu hendaknya para pelaku usaha menjalankan perintah Allah SWT melalui Al-Quran, Al-Hadits dan juga peraturan perundang-undangan yang berlaku di Indonesia. Bagi tokoh masyarakat di Desa Sempolan antara lain para kiyai, guru mengaji, ustad dan Kepala Desa Sempolan, peneliti menyarankan untuk memperhatikan dan melakukan praktik perjanjian sewa guna usaha agar masyarakat memahami bahwa praktik tersebut tidak sesuai dengan Hukum Perdata. Kode. dan Fiqih Muamalah. Bagi IAIN Jember, yang utama adalah fakultas syariah mewaspadai dan meneliti praktik perjanjian sewa menyewa di masyarakat pada umumnya, guna melakukan penelitian terkait permasalahan tersebut.
Perjanjian sewa kolam ikan Ali Mustofa dalam perspektif KUHPerdata dan Fiqih Muamalah (studi kasus kolam ikan Ali Mustofa di Desa Sempolan Kecamatan Silo Kab.