Menjunjung Asas Unus Testis Nullus Testis dalam Perkara Perceraian di Pengadilan Agama Pinrang (Analisis Putusan Nomor: 180/Pdt.G/. Skripsi Sebagai Salah Satu Syarat Memperoleh Gelar Sarjana Hukum (S.H) dari Jurusan Akhwal Syahsiyyah, Fakultas Syariat dan Hukum Islam Menjunjung Asas Unus Testis Nullus Testis dalam Perkara Perceraian di Pengadilan Agama Pinrang (analisis putusan nomor: 180/Pdt.G/2019/PA.
Judul Tesis: Menjunjung Asas Unus Testis Nullus Testis dalam Perkara Perceraian di Pengadilan Agama Pinrang (analisis putusan nomor: 180/ Pdt.G/ 2019/ PA.PRG). Menjunjung Asas Unus Testis Nullus Testis dalam Perkara Perceraian di Pengadilan Agama Pinrang (analisis putusan nomor: 180/ Pdt.G/ 2019/ PA.. PRG) (dibawah supervisi Fikri dan Rukiah). Penelitian ini membahas tentang penegakan asas unus testis nullus testis dalam perkara perceraian di pengadilan.
PRG; dan 3) Bagaimana kepastian hukum penerapan asas unus testis nullus testis pada perkara perceraian menurut nomor perkara: 180/Pdt.G/2019/.
مَل اَنوُكَي
ءاَدَهُّشلا ْنَأ
Rumusan Masalah
Tujuan Penelitian
Kegunaan Penelitian
Aspek kesetaraan yang digali dalam penelitian tersebut adalah sama-sama mengeksplorasi prinsip unus testis nullus testis. Namun yang membedakan skripsi ini dengan penelitian penulis adalah mengenai tindak pidana penganiayaan di Pengadilan Negeri Sumber dan juga menjelaskan penerapan unus testis nullus testis dan testimonium de auditu. Penelitian ini dilakukan oleh Gesa Patria Ari Cindy, mahasiswa Fakultas Hukum Jurusan Ilmu Hukum Universitas Indonesia Depok, Jawa Barat dengan judul “Relevansi Asas Unus Testis Nullus Testis dalam Kasus Kekerasan Seksual Internal ."
19 Novita Indrasari, Tinjauan Yuridis Penerapan Asas Unus Testis Nullus Testis dan Testimoium De Auditu dalam Tindak Pidana Penganiayaan (Studi Putusan No. Namun yang membedakan skripsi ini dengan penelitian penulis adalah asas unus testis nullus testis dengan berkaitan dengan kasus kekerasan seksual dalam rumah tangga yang fokus pada kasus putusan Pengadilan Negeri Jawa Barat.
Tinjauan Teoritis
- Teori Kepastian Hukum
- Teori Pembuktian
- Teori Keadilan
Penekanannya yang biasanya pada suatu teori keadilan, dapat diartikan bahwa hukum-hukum yang ada dalam masyarakat, baik berupa adat istiadat maupun ketentuan-ketentuan hukum yang tidak tertulis, harus ditaati. Dalam alasan dan pertimbangan hukumnya, hakim harus mampu menyesuaikan diri dengan segala ketentuan yang ada di masyarakat baik berupa adat istiadat maupun ketentuan hukum tidak tertulis. Penegakan hukum adalah inti dari semua hukum, mulai dari perencanaan hukum, penegakan hukum, dan evaluasi hukum.
Penegakan hukum pada hakikatnya merupakan interaksi antara berbagai perilaku manusia yang mewakili kepentingan berbeda dalam kerangka aturan yang disepakati bersama.29. Berlakunya undang-undang yang terjadi di tengah kehidupan masyarakat pada dasarnya disebabkan oleh banyak faktor. Padahal berbagai faktor tersebut dapat kita kelompokkan menjadi dua faktor, yaitu faktor dari sudut pandang aparat penegak hukum dan faktor dari sudut pandang peran masyarakat dalam penegakan hukum.
Inilah gambaran kelam dan suram penegakan hukum di Indonesia yang dilakukan oleh aparatur negara sendiri. Pada saat itu dapat dikatakan belum adanya partisipasi masyarakat dalam penegakan hukum dan masyarakat sengaja melanggar aturan hukum karena masyarakat merasa hukum dibuat untuk dilanggar, seolah-olah urusan perilaku hukum adalah tugas dan kewajiban. kewenangan penegakan hukum dan bukan kewajiban masyarakat sebagai bagian dari supremasi hukum. Masyarakat diimbau untuk selalu mengikuti aturan dan larangan yang berlaku di Indonesia serta menyadari pentingnya penegakan hukum di Indonesia.
Selain mempunyai norma atau kaedah undang-undang, pengetahuan undang-undang juga diketahui mempunyai asas atau prinsip yang merupakan idea asas umum atau menjadi latar belakang peraturan konkrit yang wujud di dalam dan di sebalik mana-mana sistem undang-undang yang terkandung dalam perundangan dan keputusan kehakiman. undang-undang positif dan boleh didapati dengan mencari sifat umum dalam peraturan undang-undang konkrit. Asas adalah asas pemikiran, asas dan tempat mencari kebenaran dan sebagai tumpuan untuk berfikir.31 Asas undang-undang bukanlah kaedah undang-undang yang konkrit, sebaliknya menjadi latar belakang peraturan konkrit yang bersifat umum atau abstrak. Perceraian adalah peristiwa hukum yang mengakibatkan putusnya perkawinan antara suami dan istri yang proses hukumnya dilakukan di pengadilan.
Bagan Kerangka Fikir
Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian lapangan, yaitu penelitian yang dilakukan langsung di lapangan untuk memperoleh data yang lengkap dan valid.
Pendekatan Penelitian
Lokasi Penelitian dan Waktu Penelitian
Fokus Penelitian
Jenis dan Sumber Data
Teknik Pengumpulan Data
Teknik Analisis Data
Analisis data dalam penelitian kualitatif dilakukan sebelum memasuki lapangan, selama di lapangan, dan setelah selesai di lapangan. Analisis data kualitatif bersifat induktif, yaitu analisis berdasarkan data yang diperoleh, setelah itu dikembangkan pola hubungan atau hipotesis tertentu. Dalam menganalisis data yang penulis kumpulkan, digunakan metode analisis data yang dimulai dari permasalahan khusus kemudian diambil kesimpulan yang bersifat umum. Penelitian ini menggunakan teknik analisis data deskriptif kualitatif, yaitu mendeskripsikan data yang diperoleh melalui instrumen penelitian.
Hukum makruh ini terlihat dari upaya pencegahan perceraian dengan melakukan berbagai langkah dalam beberapa ayat Al-Qur'an untuk meramalkan kemungkinan terjadinya perceraian, seperti yang telah dijelaskan pada artikel sebelumnya. Bukti dalam hukum Islam disebut syahadat, berasal dari kata musyahadeh yang berarti melihat dengan mata. Memberikan kesaksian hukumnya fardhu kifaj, artinya jika dua orang telah memberikan kesaksian maka kewajiban keduanya gugur.
Dalam syariat Islam, syarat-syarat seseorang menjadi saksi adalah sangat ketat dan selektif, ini kerana kesaksian merupakan unsur yang paling utama Dan saksi dengan dua orang saksi lelaki (di antara kamu), jika tidak ada dua orang lelaki, maka boleh jadi. jadi lelaki. Kesaksian seseorang apabila diketahui kebenarannya di luar perkara yang diancam adalah terhad dan pada dasarnya Allah Swt.
Hal ini tidak berarti bahwa hakim tidak dapat memutus perkara dengan jumlah saksi yang lebih sedikit.40. Dalam hukum Islam, kesaksian dua orang laki-laki yang tidak beristri diterima dalam segala hak dan juga dalam urusan hudud, kecuali zina. Hal ini berbeda dengan Fuqaha Zahiri yang berpendapat bahwa kesaksian seorang wanita dapat diterima dalam segala urusan jika didampingi oleh seorang laki-laki.
ظَعوُي ِهِب
قَّتَ ي َهَّللا
Metode Hakim dalam Penerapan Asas Unus Testis Nullus Testis Terhadap Perkara Perceraian Menurut Perkara Nomor
Dalam perkara perceraian, alat bukti yang digunakan pihak yang berperkara biasanya berupa keterangan saksi (2 orang saksi). Dari keempat alat bukti di atas, hanya sumpah pelengkap (supletoir sumpah) saja yang mempunyai kekuatan untuk membuktikan asas unus testis nullus testis dalam suatu sidang perceraian, namun tiga alat bukti lainnya dapat menguatkan alat bukti tersebut, namun tidak. mempunyai kekuatan hukum yang kuat, mereka hanya dapat hidup berdampingan dengan sumpah tambahan. 53. Pentingnya keterangan saksi dalam memutus perkara perceraian berarti pengadilan memberikan kesempatan yang sebesar-besarnya kepada para pihak untuk menghadirkan saksi.
Apabila hal itu diduga tidak dapat dilakukan, maka alat bukti yang dapat digunakan adalah hakim menuntut pihak tersebut dengan sumpah tambahan. Hakim harus ikhlas dalam memberikan putusan dan keyakinannya didukung oleh bukti-bukti yang sah serta telah memenuhi ambang batas minimal. Keempat, dari bukti-bukti di atas, hanya sumpah pelengkap (suppletoir sumpah) yang mempunyai kekuatan untuk membuktikan asas unus testis nullus testis dalam proses perceraian, hal ini berdasarkan pasal 177 HIR pasal 1940 KUHPerdata.
Dalam kes perceraian, keterangan saksi sangat berpengaruh dalam usaha hakim memutuskan kes perceraian. Pendapat atau sangkaan saksi berdasarkan akal sehat tidak sah sebagai alat bukti (Pasal 171 ayat (2) KDI, Pasal 308 ayat (2) R.Bg). Keterangan yang diberikan oleh saksi harus saling serasi satu sama lain dan bukti yang sah (Pasal 172 HIR, 309 R.Bg).
Keterangan seorang saksi tanpa didukung alat bukti lain bukanlah alat bukti (unus testis nullus testis) (Pasal 169 HIR, 306 R.Bg). Jika memang Anda sudah berusaha menghadirkan saksi-saksi, namun tidak ada seorang pun yang mengetahuinya, maka Anda wajib membawa bukti-bukti lain. Setelah semua syarat saksi, baik materil maupun formil telah dipenuhi, maka keterangan unus testis nullus testis yang didukung alat bukti lain dapat dinyatakan sempurna dan mengikat.
Kepastian Hukum Penerapan Asas Unus Testis Nullus Testis Terhadap Perkara Perceraian Menurut Perkara Nomor: (180/Pdt.G/2019/PA.Prg)
Perlu diingat bahwa hakim tidak boleh mewajibkan saksi untuk mengucapkan sumpah sebagai alat bukti lain, kecuali yang bersangkutan bersedia bersumpah. Keamanan hukum asas unus testis nullus testis dalam beracara adalah penggugat tetap tidak dapat menghadirkan dua orang saksi yang memenuhi syarat formil dan syarat materil, sehingga sidang ditunda sampai penggugat menghadirkan saksi-saksi lainnya. Apakah alat bukti memenuhi syarat formil dan materil, apakah memenuhi ambang batas minimal alat bukti, apakah nilai alat bukti lengkap dan mengikat?
Apabila bukti berdasarkan anggapan, kekuatan nilai bukti anggapan berdasarkan undang-undang sebagai bukti mempunyai nilai probatif tertentu. Perkara 76 Undang-Undang tentang Keadilan Agama menjelaskan bahawa perceraian adalah berdasarkan bukti syiqaq, yang boleh menjadi had pembuktian minimum, hanya dengan keterangan saksi yang datang dari keluarga atau kawan rapat plaintif dan defendan. Panel meneliti bukti dari pelbagai aspek dalam bentuk syarat formal dan material, ambang minimum pembuktian, kecukupan keterangan dan nilai keterangan setiap pihak sebelum menentukan sama ada fakta, peristiwa material atau hak mempunyai dibuktikan atau tidak, maka hakim fakta peristiwa secara induktif melayakkannya dan kemudian menyimpulkan sebagai fakta undang-undang.
180/Pdt.G/ 2019/PA.Prg mengklaim akan memperjelas penggunaan alat bukti yang ada dalam proses persidangan hingga penerapan asas unus testis nulus testis dalam memutus perkara perceraian. Usai mengagendakan acara pembuktian, majelis mempersilakan penggugat untuk menghadirkan bukti-bukti. Oleh karena itu, penggugat hanya dapat menghadirkan satu orang saksi dalam catatan pemberlakuan asas unus testis nullus testis dalam acara pembuktian pada sidang pertama.
Dalam beberapa kasus, apalagi jika alat bukti lain lemah atau hilang, seperti dalam kasus perceraian, hanya satu orang saksi yang dapat hadir, maka dalam kasus ini. Asas unus testis nullus testis terdapat dalam berita acara sidang mengenai keterangan saksi. Dalam perkara perceraian ini, pemberlakuan asas unus testis nullus testis tertuang dalam berita acara sidang induk, dimana sidang ditunda sampai penggugat dapat menghadirkan 2 orang saksi yang memenuhi syarat formil dan materil.
Saran
Baharuddin, Hakim Pengadilan Agama Pinrang, Kabupaten Pinrang, Sulawesi Selatan, Wawancara dilakukan pada 29 Juli 2019. Gesa Patria Ari Cindy, Pentingnya Asas Unus Testis Nullus Testis dalam Kasus Kekerasan Seksual Dalam Rumah Tangga (Studi Kasus Putusan No. 330/Pid B /2013/PN.JBI dan KEPUTUSAN No.139/Pid.B/2009/PN.SDA). 54/Pid.S/1982/PN sbr Pada Pengadilan Negeri Sumber, Skripsi : Fakultas Hukum, Jurusan Ilmu Hukum : Surakarta.
Republik Indonesia, KUHAP Republik Indonesia, KUH Perdata. Susanti Nababan, Tindak Pidana Pemerkosaan Dalam Perspektif Reformasi Hukum Pidana (Studi Aspek Perlindungan Korban), (Tesis Magister; Fakultas Hukum: Medan 2013).