• Tidak ada hasil yang ditemukan

PROGRAM STUDI HUKUM TATA NEGARA FAKULTAS SYARIAH DAN ILMU HUKUM ISLAM

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2023

Membagikan "PROGRAM STUDI HUKUM TATA NEGARA FAKULTAS SYARIAH DAN ILMU HUKUM ISLAM "

Copied!
110
0
0

Teks penuh

Mekanisme Pelantikan dan Pemberhentian Lembaga Masyarakat Kampung Palanro di Daerah Barru (Kajian Dasar Dustuiyah)” sebagai salah satu syarat untuk menamatkan pengajian dan mendapat gelaran “Sarjana Undang-undang”. Tajuk Tesis: Mekanisme Pelantikan dan Pemberhentian Lembaga Masyarakat Palanro. Desa di Kabupaten Barru (Kajian Dasar Dusturiyah).Kajian ini bertujuan untuk memahami tata cara pelantikan dan pemberhentian lembaga masyarakat desa di Kabupaten Barru serta untuk mengetahui penghentian lembaga masyarakat desa di Kabupaten Barru menurut kajian siyasah. dusturiyah.

Dengan memfokuskan pada rumusan masalah mekanisme pengangkatan dan pemberhentian lembaga kemasyarakatan di Desa Palanro Kabupaten Barru, serta bagaimana kajian siyasah dusturiyah terhadap pelaksanaan Peraturan Daerah Nomor 1 Tahun 2014 tentang Pedoman Pembentukan lembaga kemasyarakatan di Kabupaten Barru. Sebab ada Pasal 6 Ayat 1 Perda Kabupaten Barru Tahun 2014 yang mengatur tentang pedoman pembentukan lembaga sosial. Bagaimana kajian Siyasah Dusturiyah terhadap implementasi Perda No. 1 Tahun 2014 tentang Pedoman Pembentukan Lembaga Kemasyarakatan di Kabupaten Barru?

14 Anna Maria, Pelaksanaan Peraturan Daerah Nomor 02 Tahun 2013 tentang Pedoman Pembentukan Lembaga Kemasyarakatan Desa (studi di Desa Kepanjin), (Universitas Wiraraja, 2016).

Gambar 2.1 Kerangka Pikir
Gambar 2.1 Kerangka Pikir

Mekanisme Pengangkatan Lembaga Kemasyarakatan Berdasarkan Peaturan Daerah Nomor 1 Tahun 2014

Dalam sistem pemerintahan kecamatan, kedudukan kepala desa tidak hanya sekedar sebagai raja daerah yang dapat memerintah pemerintahan berdasarkan keinginannya sendiri. Seperti halnya pengangkatan dan pemberhentian lembaga sosial yang melibatkan perasaan suka atau tidak sehingga mengabaikan aturan yang ada, hal ini tidak dapat dibenarkan dalam sistem publik. Lembaga sosial memang dapat diangkat dan diberhentikan berdasarkan jabatannya, namun pengangkatan dan pemberhentian tersebut harus dilakukan sesuai dengan ketentuan yang berlaku.

“Pengangkatan bukan berarti langsung diangkat menjadi pengurus suatu lembaga kemasyarakatan, namun harus memenuhi syarat-syarat seperti terdaftar sebagai anggota masyarakat Palanro, berusia 21 tahun, mampu membaca dan menulis, bisa bekerjasama dan masih banyak lagi syaratnya jika ingin mengangkat janji” 44. Dalam pengangkatan ini tidak ada sistem kekerabatan karena dalam pengangkatan misalnya pemilihan RT dilakukan di kecamatan, di desa mencalonkan minimal 5 orang dan dibentuk panitia untuk melaksanakan pemilihan dan pemilihan dilakukan dengan dua cara, terbuka atau tertutup, sistemnya kita serahkan kepada pihak yang menginginkannya ”46. Berdasarkan Tanya Jawab terlihat bahwa pengangkatan yang diputuskan oleh masyarakat hanya untuk orang terdekat atau keluarga saja sebenarnya belum mengenal sistem ini dan dilakukan dengan cara pemilihan, walaupun tidak seluruh masyarakat ikut serta dalam pemilihan tersebut, sehingga pengangkatan tersebut mekanismenya sesuai dengan pelaksanaan Peraturan Daerah Nomor 1 Tahun 2014 tentang pengangkatan pengurus perkumpulan sosial di kecamatan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 10 huruf a, c, dan e, merupakan ketentuan dalam kewenangan bupati yang dapat dilaksanakan. diberikan kepada subdinas untuk dibentuk oleh manajer distrik 47.

Berdasarkan hasil wawancara di atas, lembaga kecamatan nampaknya mempunyai 6 lembaga sosial kecamatan yang masing-masing lembaga mempunyai aturan dan manfaat yang berbeda-beda, hal ini terlihat pada peraturan daerah. Setiap calon yang memenuhi syarat akan disosialisasikan terlebih dahulu mengenai tanggung jawabnya, sehingga nantinya tidak ada yang lalai dalam menjalankan tugas tersebut, seperti terlihat dari hasil wawancara di atas, sesuai dengan Peraturan Daerah tentang tugas dan fungsinya. . juga diatur dalam Peraturan Daerah No. 1 Tahun 2014 tentang Pedoman. Pembentukan Lembaga Kemasyarakatan yaitu;

Lembaga Pemberdayaan Masyarakat Desa atau kelurahan

Kelompok Organisasi Penggerak PKK Desa/ Kelurahan

Rukun Tetangga dan Rukun Warga

Penulis hanya membahas satu desa yaitu desa Pekkae dan hanya satu RT yaitu RT 01 di Pekkae desa Palanro yang akan dibahas.

Tabel 4.1 Nama-Nama Ketua RT di Kelurahan Palanro
Tabel 4.1 Nama-Nama Ketua RT di Kelurahan Palanro

Karang Taruna

Dalam pengangkatan Lembaga Kemasyarakatan yang dilakukan di wilayah Kecamatan Palanro terlihat bahwa pengangkatan yang dilakukan berdasarkan Peraturan Daerah Kabupaten Barru Nomor 1 Tahun 2014 tentang Pedoman Pendirian Lembaga Kemasyarakatan. Pengangkatan yang dilakukan tidak menyimpang dari peraturan yang ada, sehingga dapat dikatakan bahwa pengangkatan yang dilaksanakan dalam sistem pemerintahan di kecamatan telah sesuai dengan tata cara yang ditetapkan dalam Peraturan Daerah No. .

Mekanisme Pemberhentian Lembaga Kemasyaakatan berdasarkan Peraturan Daerah Nomor 1 Tahun 2014

Di lembaga sosial tidak diperkenankan mempunyai dua jabatan sekaligus, sehingga apabila diketahui mempunyai dua jabatan maka dapat dikenakan sanksi.Berdasarkan wawancara penulis menyatakan bahwa hal tersebut sesuai dengan Peraturan Daerah. Peraturan Nomor 1 Tahun 2014 tentang Pedoman Pembentukan Lembaga Masyarakat, pasal 18 huruf i yang berbunyi. “Dilarang merangkap jabatan pada lembaga sosial lain dan tidak menjadi anggota partai politik”. 59 Imunirah, Kepala Desa Palanro, wawancara di Kantor Desa Palanro, 7 Desember 2022. Memang benar, pihak-pihak yang terlibat menduduki dua posisi. Dari wawancara tersebut penulis dapat menyimpulkan bahwa kewenangan yang dilakukan oleh walikota desa dalam pemberhentian tersebut telah sesuai dengan Peraturan Daerah Nomor 1 Tahun 2014 tentang Pedoman Pembentukan Lembaga Kemasyarakatan Pasal 29 sebagai berikut: 60.

Sebelumnya silaturahmi dilakukan oleh sekretaris daerah di kabupaten mengenai instansi kota, namun tidak semua orang menghadiri silaturahmi tersebut sehingga masih banyak masyarakat yang belum mengetahui tentang tanya jawab yang dilakukan oleh reviewer bersama Ny. Yuhanisu selaku staf desa Palanro sebagai berikut :. 60 Peraturan Daerah Kabupaten BARRU No. 1 Tahun 2014 tentang Pedoman Pembentukan Lembaga Kemasyarakatan, Pasal 29. Setelah isu pemecatan beredar di masyarakat, pemerintah melakukan sosialisasi ke kabupaten untuk memastikan pemahaman masyarakat terkait mengenai masa bakti dan pelarangan lembaga sosial tersebut”61. Setiap lembaga sosial mempunyai masa kerja pengurus, sehingga pemberhentiannya harus sesuai dengan ketentuan yang berlaku, dan setiap pengurus dapat diberhentikan sebelum masa jabatannya berakhir, apabila terbukti melakukan pelanggaran atau tidak mengindahkan ketentuan yang ada. aturan.

Demikian pula dengan masa jabatan LPM dalam Peraturan Daerah Nomor 1 Tahun 2014 tentang Pedoman Pendirian Lembaga Kemasyarakatan, Pasal 19, sebagai berikut: 63. Larangan yang tertuang dalam Peraturan Daerah Nomor 1 Tahun 2014 tentang Pedoman Penyelenggaraan Lembaga Kemasyarakatan. Pembentukan lembaga kemasyarakatan Pasal 36 adalah sebagai berikut: 64. Dari pembahasan di atas, penulis menyimpulkan bahwa kewenangan kepala desa dalam memberhentikan pengurus lembaga kemasyarakatan sudah sesuai dengan Peraturan Daerah Nomor 1 Tahun 2014 tentang Pedoman Penyelenggaraan Kemasyarakatan. Pembentukan Lembaga Kemasyarakatan, namun masyarakat sendiri yang tidak memahami isinya. peraturan daerah ini, sehingga mereka berpendapat bahwa kepala desa menyalahgunakan kewenangannya sebagai pemimpin dalam melakukan pemberhentian.

Kajian Siyasah Dusturiyah Terhadap Implementasi Perda No. 1 Tahun 2014 tentang Pedoman Pendirian Lembaga Kemasyarakatan 1 Tahun 2014 tentang Pedoman Pendirian Lembaga Kemasyarakatan v.

Kajian Siyasah Dusturiyah terhadap pelaksanaan Peraturan Daerah Nomor 1 Tahun 2014 tentang Pedoman Pembentukan Lembaga Kemasyarakatan Di 1 Tahun 2014 tentang Pedoman Pembentukan Lembaga Kemasyarakatan Di

Dalam Peraturan Daerah Nomor 1 Pasal 6 Tahun 2014, lembaga sosial kelurahan mempunyai kewenangan membantu camat dalam menyelenggarakan urusan politik, pembangunan, pengorganisasian kemasyarakatan, dan kepemimpinan bagi warga. Pemberhentian suatu lembaga masyarakat erat kaitannya dengan imamah (kepemimpinan). Setelah jabatannya diresmikan, kepala desa tidak boleh memberhentikan lembaga kemasyarakatan tersebut atas kemauannya sendiri tanpa memperhatikan syariat Islam yang berlaku. Berdasarkan uraian di atas terlihat bahwa apa yang menimpa mantan pengurus RT tersebut tidak sesuai dengan Q.S Al-Araf ayat 33, karena melanggar hak-hak mantan pengurus RT, karena tidak ada larangan merangkap jabatan. Namun terlihat juga dalam Peraturan Daerah Nomor 1 Tahun 2014, mantan pengurus RT ini melanggar Perda dengan merangkap dua jabatan atau merangkap jabatan sebagai pengurus RT dan staf desa.

Agar kewenangan yang dimiliki Lura dalam mengambil kebijakan atau keputusan sesuai dengan peraturan yang berlaku, sehingga kewenangan Lura dalam mengambil keputusan berdasarkan permasalahan tersebut sesuai dengan Peraturan Daerah yaitu dengan mengambil tindakan memberhentikan pejabat yang bermasalah. dan tidak ada yang mengulanginya. permasalahan yang sama. Dalam Peraturan Daerah Nomor 1 Tahun 2014 Pasal 15, lembaga sosial kelurahan mempunyai fungsi menanam dan meningkatkan rasa persatuan masyarakat, mengkoordinasikan perencanaan pembangunan, mengkoordinasikan perencanaan kelembagaan kemasyarakatan di kelurahan dan perencanaan. kegiatan pembangunan secara partisipatif. Dalam Peraturan Daerah di atas juga dijelaskan bahwa apabila seorang pejabat tidak dapat melaksanakan tugasnya dengan baik, maka ia akan diberhentikan meskipun masa jabatannya belum berakhir karena dianggap tidak mampu menjalankan tugasnya sehingga ada pihak-pihak tertentu seperti masyarakat yang mungkin dirugikan dalam kasus ini.

Justeru, pegawai yang mematuhi peraturan yang telah ditetapkan kemudiannya menjalankan amanah dalam mengembangkan tanggungjawab yang telah diberikan kepadanya mengikut siyasah dusturiyyah. Justeru, menurut penulis, keputusan ketua kampung untuk mengambil tindakan memberhentikan jawatankuasa masyarakat adalah bersesuaian dengan nilai-nilai yang terkandung dalam siyasah dusturiyah. Dalam pelantikan dan pemberhentian jawatankuasa masyarakat oleh ketua kampung hendaklah mengikut mekanisme yang digunakan dalam Peraturan Daerah Kabupaten Barru No. 1 Tahun 2014, dan memahami peraturan Ordinan Daerah, maka peranan Ketua Kampung dalam membuat pelantikan dan pemecatan adalah mengikut Ordinan Daerah.

Dalam kajian siyasah dusturiyah mengenai pelantikan dan pemberhentian pengurus masyarakat dalam pelaksanaannya, secara umumnya adalah sesuai dengan nilai-nilai siyasah dusturiyah berkaitan dengan kajian kewibawaan dan pengurusan organisasi dalam prestasi pengambilan dan pemberhentian, dapat dilihat dari pelantikan dan pemberhentian, sehingga dapat dikatakan sebagai pemegang amanah dan bertanggung jawab atas pemberhentian pengurus masyarakat sesuai prosedur.

Saran

Bupati sebagai pemimpin harus bisa memberikan pemahaman kepada masyarakat dengan melakukan pendekatan kepada masyarakat dengan melakukan sosialisasi mengenai mekanisme pengangkatan dan pemberhentian lembaga masyarakat agar masyarakat tidak berharap apa-apa. Masyarakat diharapkan memberikan masukan atau saran dan memberitahukan apabila pemerintah dalam melakukan pengangkatan dan pemberhentian tidak sesuai dengan peraturan daerah yang berlaku. Arnild Augina Mekarisce, Teknik Pengecekan Keabsahan Data Dalam Penelitian Kualitatif Bidang Kesehatan Masyarakat, Vol.12, Edisi 3, 2020.

Fitiyah Nurul Ika, Siyasah Dusturiyah Analisis Implementasi Kelembagaan Kemasyarakatan Desa di Desa Trate Kecamatan Sugihwaras Kabupaten Bojonegoro Nomor 6 Tahun 2014, UIN Sunan Ampel Surabaya, 2019. Gede Sandiasa dan Ida Ayu Putu Sri Widyani, Kebijakan Kelembagaan Kemasyarakatan di Perdesaan Daerah, Vol.8, No 1, 2017. Maria Anna, Implementasi Peraturan Daerah Nomor 02 Tahun 2013 tentang Pedoman Pembentukan Lembaga Kemasyarakatan Desa (studi di Desa Kepanjin), Universitas Wiraraja, 2016.

Pandi Larenggam, Alden Laloma, Salmin Dengo, Efektivitas Penerapan Fungsi Lembaga Pemberdayaan Masyarakat (CPM) Dalam Pembangunan Desa Di Kecamatan Melonguane Kabupaten Kepulauan Talaud, Vol.3, No 31, 2015 Philipus M.Hadjon, Tentang Kewenangan, Surabaya : Yuridika, No 5 & 6 Tahun XII,. Roberto Bame, Johny Hanny Posumah, Masje Siliji Pangkey, Implementasi Kebijakan Pemberdayaan Lembaga Masyarakat dalam Pengelolaan Pembangunan Perdesaan di Kabupaten Fakfak Provinsi Papua Barat Rowa Hyronimus, Efektivitas Implementasi Kebijakan Penataan Kelembagaan. Vernal Michael Fina, Peran Lembaga Kemasyarakatan Desa dalam Pembentukan Masyarakat (Studi di Desa Cilayung Kecamatan Jtinagor Kabupaten Sumedang Provinsi Jawa Barat), Vol.3, No.2, 2018.

Yesa Putriani, Tesis: Pemberhentian perangkat desa oleh kepala desa di desa pendidikan kecamatan Anjung Kemuning dinilai berdasarkan PERMENDAGRI Nomor 67 Tahun 2017 dan Fiqh Siyasah, Bengkulu: IAIN Bengkulu, Tahun 2021 Peraturan Daerah Kabupaten Barru Nomor 1 Tahun 2014 tentang Pedoman.

DOKUMENTASI

Wawancara dengan Ibu Yuhanisu selaku staf Desa Palanro di kantor Desa Palanro pada tanggal 7 Desember 2022.

BIOGRAFI PENULIS

Referensi

Dokumen terkait