• Tidak ada hasil yang ditemukan

PDF Program Studi Industri Perjalanan Wisata Fakultas Pariwisata ... - UNUD

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2024

Membagikan "PDF Program Studi Industri Perjalanan Wisata Fakultas Pariwisata ... - UNUD"

Copied!
27
0
0

Teks penuh

(1)

p-ISSN 2338-8633 e-ISSN 2548-7930 Vol. 7 No. 2, Desember 2019 Terakreditasi SINTA 4

Program Studi Industri Perjalanan Wisata

Fakultas Pariwisata, Universitas Udayana

(2)

PENERBIT

PROGRAM STUDI INDUSTRI PERJALANAN WISATA FAKULTAS PARIWISATA, UNIVERSITAS UDAYANA

Jurnal IPTA (Industri Perjalanan Wisata) telah Terakreditasi Ristek Dikti: Sinta 4 yang terbit dua kali dalam setahun (bulan Juli dan bulan Desember) yang diterbitkan oleh Program Studi Industri Perjalanan Wisata, Fakultas Pariwisata, Universitas Udayana. Jurnal

IPTA diterbitkan sebagai wadah karya ilmiah serta media komunikasi dan informasi ilmiah terkait industri perjalanan wisata. Jurnal ini memuat tentang hasil ringkasan penelitian, survei dan tulisan ilmiah popular industri perjalanan wisata. Redaksi menerima sumbangan tulisan para ahli, staf pengajar perguruan tinggi, praktisi, mahasiswa yang peduli terhadap

pengembangan industri perjalanan wisata.

PIMPINAN REDAKSI

Luh Gede Leli Kusuma Dewi, S.Psi., M.Par.

MITRA BESTARI

▪ Prof. Dr. I Nyoman Darma Putra, M.Litt. | Universitas Udayana

▪ Dr. Diena Mutiara Lemmy | Universitas Pelita Harapan

▪ I Kadek Dian Sutrisna, SE., M.Sc., Ph.D. | Universitas Indonesia

▪ Dr. Gede Rasben Dantes, ST., M.TI. | Universitas Pendidikan Ganesha

STAFF REDAKSI

▪ Drs. I Ketut Suwena, M.Hum. | Universitas Udayana

▪ Dra. Ni Made Oka Karini, M.Par. | Universitas Udayana

▪ Drs. I Made Sendra, M.Si. | Universitas Udayana

▪ I Made Kusuma Negara, SE., M.Par. | Universitas Udayana

▪ I Putu Sudana, A.Par., M.Par. | Universitas Udayana

▪ Dr. I Wayan Suardana, SST.Par., M.Par. | Universitas Udayana

▪ I GPB. Sasrawan Mananda, SST.Par., M.Par. | Universitas Udayana Dr. I Nyoman Sudiarta, SE., M.Par. | Universitas Udayana Ni Made Sofia Wijaya, SST.Par., M.Par., Ph.D. | Universitas Udayana

I GA. Susrami Dewi, SST.Par., M.Par. | Universitas Udayana Putu Agus Wikanatha, SST.Par., M.Par. | Universitas Udayana

Yohanes Kristianto, S.Pd., M.Hum. | Universitas Udayana I Wayan Darsana, SS., M.Par. | Universitas Udayana Ni Wayan Citra Juwita, SH., M.Par. | Universitas Udayana

Saptono Nugroho, S.Sos., M.Par. | Universitas Udayana

ALAMAT REDAKSI

Fakultas Pariwisata Universitas Udayana

Jl. Dr. R. Goris 7 Denpasar Bali, Telp/Fax : 0361-223798 Email : [email protected]

Website : http://www.ojs.unud.ac.id/index.php/pariwisata

(3)

PENGANTAR REDAKSI

Pariwisata telah banyak memberikan manfaat ekonomi bagi suatu daerah di Indonesia. Terlebih budaya Indonesia telah terkenal hingga ke mancanegara dengan berbagai julukan dari yang eksotis hingga fantastis.

Pariwisata di Indonesia demikian terkenal di seluruh dunia karena memiliki daya tarik adat-istiadat, tradisi maupun destinasi wisata yang beraneka ragam.

Permasalahannya adalah ketika pariwisata tidak berkembang secara merata dan terjadinya persaingan kompetitif pasar pariwisata dunia.

Menyikapi permasalahan tersebut, mulai dari kebijakan, infrastruktur, teknologi, lingkungan hingga sumber daya manusia. Betapa sulitnya mewujudkan daya tarik wisata berlandaskan kepada pariwisata berkelanjutan. Entah pariwisata berkelanjutan sebagai konsep, teori atau bahkan aplikasi hingga saat ini pariwisata berkelanjutan tetap menjadi tantangan bagi komponen pariwisata lokal, regional, nasional bahkan mungkin di tingkat internasional. Melalui karya-karya ilmiah yang tersaji dalam jurnal terbitan kali ini, semoga dapat menjawab tantangan ke depan dunia pariwisata yang senantiasa dinamis.

Denpasar, Desember 2019 Redaksi

(4)

PERSYARATAN NASKAH

1. Naskah dapat berupa hasil penelitian atau kajian pustaka yang belum pernah dipublikasikan sebelumnya.

2. Naskah ditulis dalam Bahasa Indonesia atau Bahasa Inggris (abstrak bahasa Inggris). Abstrak tidak lebih dari 250 kata dengan 3-5 kata kunci (keywords). Jumlah maksimal 15 halaman ketikan A4 spasi 1.

3. Naskah ditulis dengan batas 2,5 cm dari kiri dan 2 cm dari tepi kanan, bawah dan atas.

4. Judul singkat, jelas dan informatif serta ditulis dengan huruf besar.

Judul yang terlalu panjang harus dipecah menjadi judul utama dan anak judul.

5. Nama penulis tanpa gelar akademik, alamat e-mail dan asal instansi penulis ditulis lengkap.

6. Naskah terdiri atau judul, nama penulis, abstrak, pendahuluan, metode, hasil dan pembahasan, simpulan dan saran serta kepustakaan.

7. Tabel, grafik, histogram, sketsa dan gambar harus diberi judul serta keterangan yang jelas.

8. Dalam mengutip pendapat orang lain, dipakai sistem nama penulis dan tahun. Contoh : Astina (1999); Suwena et al. (2001).

9. Kepustakaan memakai “harvard style” disusun menurut abjad nama penulis tanpa nomer urut.

a. Untuk buku : nama pokok dan inisial pengarang, tahun terbit, judul, jilid, edisi, tempat terbit dan nama penerbit.

Picard, Michael. 1996. Cultural Tourism and Touristic Culture.

Singapore: Archipelago Press.

b. Karangan dalam buku : nama pokok dari inisial pengarang, tahun terbit, judul karangan, inisial dan nama editor : judul buku, hal permulaan dan akhir karangan, tempat terbitan dan nama penerbit.

McKean, Philip Frick. 1978. “Towards as Theoretical analysis of Tourism: Economic Dualism and Cultural Involution in Bali”.

Dalam Valena L. Smith (ed). Host and Guests: The Antropology of Tourism. Philadelphia : University of Pensylvania Press.

c. Untuk artikel dalam jurnal: nama pokok dan inisial pengarang, tahun, judul karangan, singkatan nama majalah, jilid (nomor), halaman permulaan dan akhir.

Pitana, I Gde. 1998. “Global Proces and Struggle for Identity: A Note on Cultural Tourism in Bali, Indonesia” Journal of Island Studies, vol. I, no. 1, pp. 117-126.

(5)

d. Untuk Artikel dalam format elektronik : Nama pokok dan inisial, tahun, judul, waktu, alamat situs.

Hudson, P. (1998, September 16 - last update), "PM, Costello liars:

former bank chief", (The Age), Available:

http://www.theage.com.au/daily/980916/news/news2.html (Accessed: 1998, September 16).

10.Dalam tata nama dan tata istilah, penulis harus mengikuti cara penulisan yang baku untuk masing-masing bidang ilmu.

11.Dalam hal diperlukan ucapan terima kasih, ditulis di bagian akhir naskah dengan menyebutkan secara lengkap : nama, gelar dan penerima ucapan.

(6)

D A F T A R I S I

COVER, EDITOR, PENGANTAR REDAKSI, PERSYARATAN NASKAH, DAN DAFTAR ISI

Redaksi Jurnal IPTA i-vii

IMPLEMENTASI ACCESSIBLE TOURISM DI TMII JAKARTA Nurul Sukma Lestari, Rachel Dyah Wiastuti,

Ika Triana 96-106

TOURISM IMAGE RECOVERY STRATEGY POST-NATURAL DISASTER IN INDONESIA

Nani Kurniasari, Heppy N.Y. Halolo,

Alvina Eunice Christian 107-123

PENGARUH BRAND IMAGE TERHADAP MOTIVASI DAN MINAT WISATAWAN DOMESTIK BERKUNJUNG KE

SANUR VILLAGE FESTIVAL

I Gusti Putu Pandu Fariska, I Gusti Putu Bagus

Sasrawan Mananda, Ni Gusti Ayu Susrami Dewi 124-134 KARAKTERISTIK DAN MOTIVASI WISATAWAN MANCANEGARA

YANG BERKUNJUNG KE PANTAI LAKEY, DOMPU NUSA TENGGARA BARAT

Muhammad Fitrullah, Ni Made Oka Karini,

Ni Putu Eka Mahadewi 135-146

STRATEGI PEMASARAN TAKSI BANDARA NGURAH RAI DENGAN METODE BGC (BOSTON CONSULTING GROUP)

Jontinus Naibaho, I Gusti Putu Bagus Sasrawan

Mananda, I Putu Agus Wikanatha Sagita 147-154 FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI WISATAWAN DALAM

MELAKUKAN PEMESANAN AKOMODASI MELALUI ONLINE TRAVEL AGENTS DI KAWASAN WISATA UBUD

I Putu Agus Wikanatha Sagita, I Made Kusuma Negara 155-162 NUSANTARA MASK HERITAGE MALAYSIA: INFOGRAPHIC

APPLICATION DEVELOPMENT OF MASKS OF MALAYSIAN INDIGENOUS TRIBES AT THE MUSEUM OF ASIAN ART MALAYSIA BASED ON AUGMENTED REALITY AS MEDIA OF TOURISM EDUCATION

Lisa Sadyawati, Joni Agung Sudarmanto, Abdul Rahman Prasetyo, Encik Muhammad

Hawari Bin Berahim 163-173

(7)

FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI WISATAWAN CHINA MELAKUKAN FINTECH PAYMENT DI BALI

(Studi Kasus : Penggunaan WeChat Pay di Discovery Shopping Mall Kuta)

Ni Luh Putri Utari Cahyani, I Made Kusuma Negara,

I Ketut Suwena 174-179

FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI KEPUTUSAN WISATAWAN INDIA BERKUNJUNG KE BALI

Yohanes Sunu Aldrianto, I Made Sendra,

I Putu Sudana 180-188

MOTIVASI WISATAWAN BERBAGI PENGALAMAN WISATA MELALUI INSTAGRAM

(Studi Kasus pada Pantai Padang-Padang, Badung) Mutiara Firdausy Hakim, I Wayan Suardana,

I Ketut Suwena 189-201

ANALISIS KEPUASAN WISATAWAN MANCANEGARA TERHADAP TOURIST INFORMATION CENTRE

DI LABUAN BAJO, NUSA TENGGARA TIMUR

Dewi Handriana N. Meo, I Nyoman Sudiarta,

I Ketut Suwena 202-210

ANALISIS PENDAPATAN SUPIR PARIWISATA FREELANCE/

INFORMAL PASCA TRANSPORTASI ONLINE DI WILAYAH SARBAGITA PROVINSI BALI

A.A. Bagus Putu Widanta, I Wayan Wita Kesumajaya 211-222 KARAKTERISTIK DAN POLA PERJALANAN WISATAWAN

BACKPACKER YANG MENGINAP DI CANGGU, BADUNG Cening Suprani Gama, I Putu Sudana,

Luh Gede Leli Kusuma Dewi 223-232

iOMTARA (INTERIOR OMAH NUSANTARA) : APLIKASU ROOM TOUR DENGAN MENGGUNAKAN TEKNOLOGI VIRTUAL REALITY SEBAGAI MEDIA PENGENALAN PARIWISATA RUMAH

TRADISIONAL NUSANTARA

Swastika Dhesti Anggraini, Lisa Sadyawati,

Ponimin, Norsidah Ujang 233-246

SINERGITAS PENTAHELIX DALAM PEMULIHAN PARIWISATA PASCA BENCANA ERUPSI GUNUNG API SINABUNG

DI KABUPATEN KARO, SUMATERA UTARA

Putri Rizkiyah, Liyushiana, Herman 247-256

(8)

Jurnal IPTA p-ISSN : 2338-8633

Vol. 7 No. 2, 2019 e-ISSN : 2548-7930

FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI WISATAWAN DALAM MELAKUKAN PEMESANAN AKOMODASI MELALUI

ONLINE TRAVEL AGENTS DI KAWASAN WISATA UBUD

Putu Agus Wikanatha Sagita1, I Made Kusuma Negara2

1Email: [email protected]

Program Studi Industri Perjalanan Wisata, Fakultas Pariwisata, Universitas Udayana

2Email: [email protected]

Program Studi Industri Perjalanan Wisata, Fakultas Pariwisata, Universitas Udayana

Abstract: This study aims to (1) Identifying the characteristics of tourists who have booked accommodation through Online Travel Agents in Ubud Tourist Area, (2) Identifying factors that encourage tourists to book accommodation through Online Travel Agents in Ubud Tourist Area , (3) Identifying what is the most dominant factor encouraging tourists to book accommodation through Online Travel Agents in Ubud Tourist Area. Data in this study was conducted with observation, interview, questionnaire and literature study techniques. Data analysis technique used is quantitative descriptive analysis and factor analysis. The characteristics of respondents in this study based on age are dominated by tourists with an age range of 21-30 years, which is 53.3% or with a total of 96 people. Based on the length of stay dominated by tourists who stay 1-4 days, which is 57.8% or with a total of 104 people. The Online Travel Agent most used by respondents is booking.com, which is 48.9% or used by 88 people.

Based on the analysis of factors produced four factors that influence tourists who book accommodations through online travel agents in the Ubud Tourist Area, namely 1) Efficiency factors: (a) Saving Energy, (b) Saving Time, (c) Shopping every time. 2) Preference Factors: (a) Economical, (b) Product Use, (c) Price Competition, and (d) References. 3) Psychological Factors: (a) Learning, (b) Perception, (c) Motivation, and (d) Facilities and Infrastructure. 4) Trust Factors: (a) Trust in the Internet, (b) Trust in Applications, and (c) Security Perceptions.

Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk (1) Mengidentifikasi karakteristik wisatawan yang melakukan pemesanan akomodasi melalui Online Travel Agents di Kawasan Wisata Ubud, (2) Mengidentifikasi Faktor – faktor apakah yang mendorong wisatawan dalam melakukan pemesanan akomodasi melalui Online Travel Agents di Kawasan Wisata Ubud, (3) Mengidentifikasi Faktor apakah yang paling dominan mendorong wisatawan dalam melakukan pemesanan akomodasi melalui Online Travel Agents di Kawasan Wisata Ubud. Pengumpulan data dalam penelitian ini dilakukan dengan teknik observasi, wawancara, kuesioner dan studi kepustakaan. Teknik analisis data yang dipergunakan adalah analisis deskriptif kuantitatif serta analisis faktor. Karakteristik responden dalam penelitian ini berdasarkan umur didominasi oleh wisatawan dengan rentang umur 21-30 tahun, yaitu 53,3% atau berjumlah 96 orang.

Berdasarkan lama tinggal didominasi oleh wisatawan yang tinggal 1-4 hari, yaitu sebesar 57,8% atau berjumlah 104 orang. Adapun Online Travel Agent yang paling banyak digunakan oleh responden adalah booking.com, yaitu sebesar 48,9% atau digunakan oleh 88 orang. Berdasarkan analisis faktor dihasilkan empat faktor yang mempengaruhi wisatawan yang melakukan pemesanan akomodasi melalui online travel agents, yaitu 1)Faktor efisiensi: (a)Menghemat Tenaga , (b)Menghemat Waktu, (c)Berbelanja setiap waktu. 2)Faktor Preferensi: (a)Hemat, (b)Penggunaan Produk, (c)Persaingan Harga, (d) Referensi.

3)Faktor Psikologis: (a)Pembelajaran, (b)Persepsi, (c)Motivasi, (d)Sarana dan Prasarana. 4)Faktor Kepercayaan: (a)Kepercayaan pada Internet,(b) Kepercayaan pada Aplikasi, (c)Persepsi Keamanan.

Keywords: digital tourism, online travel agents, tourist accommodation.

(9)

Jurnal IPTA p-ISSN : 2338-8633

Vol. 7 No. 2, 2019 e-ISSN : 2548-7930

PENDAHULUAN

Bali yang terkenal dengan keindahan alam dan keunikan budayanya telah menjadi salah satu destinasi pariwisata favorit dunia.

Pertumbuhan kunjungan wisatawan yang terjadi dari tahun ke tahun merupakan stimulus bagi pesatnya perkembangan industri hospitalitas yang menyediakan berbagai produk wisata.

Perkembangan industri pariwisata di Bali tidak dapat terlepas dari geliat teknologi informasi yang dapat dijadikan sarana pemasaran yang berbiaya rendah (low cost) namun memiliki dampak yang besar (high impact) dalam rangka meraih pasar potensial.

Fenomena perkembangan pariwisata Bali berbasis digital kian nyata terlihat karena saat ini dapat dengan mudah merencanakan perjalanannya termasuk memesan segala produk wisata yang dibutuhkan hanya dengan mengakses mengakses website ataupun aplikasi yang terdapat pada perangkat ponsel pintar. Hal ini sangat dimungkinkan khusunya sejak kemunculan Online Travel Agents yang dapat diartikan sebagai usaha agen perjalanan secara online , yang fokus menangani penjualan berbagai produk pariwisata dari berbagai usaha pariwisata yang menjadi mitra kerjanya. Usaha pariwisata yang bekerja sama dengan online travel agents mulai dari penjualan jasa penerbangan, usaha akomodasi, dan usaha pariwisata lainnya (Astuti, 2015). Berdasarkan hasil survey yang dilakukan oleh www.ebizmba.com pada tahun 2017 tidak kurang dari 5 Online Travel Agent telah masuk dalam top 15 most popular travel websites, antara lain : booking.com, expedia, priceline.com, hotels.com, dan Travelocity yang mana keberadaannya dapat membuka peluang bagi industri pariwisata lokal untuk dapat bersaing meraih pasar sekalipun dengan dukungan sumber daya yang terbatas.

Demi menghadapi persaingan saat ini, para pengelola akomodasi di Kawasan Wisata Ubud telah menggunakan teknologi informasi khususnya internet untuk menarik wisatawan yang ingin menginap. Salah satu cara yang dapat dilakukan adalah bekerjasama dengan Online Travel Agents (OTA). Sesuai dengan namanya, Online Travel Agents (OTA) memfokuskan kegiatan usaha pemasaran secara online baik

melalui media sosial, website hingga aplikasi pada smartphone yang telah menjadi gaya hidup yang secara tidak langsung mempengaruhi bagaimana wisatawan mengelola perjalanannya saat ini.

Peran Online travel agents sebagai saluran distribusi produk pariwisata secara digital turut menimbulkan kekhawatiran bahwa Biro Perjalanan Wisata konvensional akan ditinggalkan dan tidak dapat meraih pasar. Hal tersebut sejalan dengan pernyataan Mentri Pariwisata Arief Yahya pada Rapat Kerja Nasional (Rakernas) II Association of the Indonesian Tour & Travel Agencies (ASITA) pada tanggal 10 November 2017 yang mengatakan bahwa “Mereka, para online travel agent ini, melakukan sharing ekonomi, mengoptimalkan kapasitas, menjual yang kosong dengan harga murah dan mencari return dari cross selling. Ini semua bisa berjalan dengan cara digital. Bila travel agent masih berharap pada transaksi dengan pertemuan, pasti akan bernasib sama seperti wartel yang mati

dengan munculnya seluler”

(www.cnnindonesia.com, 2017). Berdasarkan pernyataan tersebut dapat dilihat bahwa tidak ada jalan lain bagi Biro Perjalanan Wisata konvensional untuk bertahan selain turut melakukan digitalisasi sehingga relevan dengan dengan kebutuhan pasar akan akses informasi serta transaksi yang cepat khususnya bagi kaum millennial.

Berdasarkan fenemona tersebut, penelitian berjudul “Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Wisatawan dalam Melakukan Pemesanan Akomodasi Melalui Online travel agents di Kawasan Wisata Ubud” menjadi menarik untuk diteliti. Hasil dari penelitian ini diharapkan dapat menjadi bahan pertimbangan bagi pemerintah sebagai pembuat kebijakan dalam pengembangan pariwisata khususnya di Kawasan Wisata Ubud. Selain itu, hasil penelitian ini diharapkan dapat menjadi masukan bagi Biro Perjalanan Wisata konvensional, sehingga dapat mengambil langkah strategis dalam melakukan pemasaran berbasis digital.

METODE PENELITIAN

Penelitian dilakukan di Kawasan Wisata Ubud, tepatnya adalah pada daya tarik wisata

(10)

Jurnal IPTA p-ISSN : 2338-8633

Vol. 7 No. 2, 2019 e-ISSN : 2548-7930

Monkey Forest, Pasar Ubud dan Puri Ubud.

Dipilihnya daya tarik wisata Monkey Forest, Pasar Ubud dan Puri Ubud sebagai tempat penyebaran kuisioner didasakan pada hasil observasi awal, bahwa wisatawan mancanegara banyak melakukan kegiatan wisatanya di tiga lokasi tersebut, sehingga memudahkan peneliti untuk menyebarkan kuisioner.

Dalam penelitian ini, terdapat enam indikator, antara lain : 1. Variabel Psikologis yang terdiri dari indikator (X1) Persepsi, (X2) Motivasi, (X3) Pembelajaran; 2. Variabel Situasional yang terdiri dari indikator (X4) Sarana dan prasarana, (X5) Penggunaan produk, (X6) Kondisi saat pembelian; 3. Variabel Sosial, yang terdiri dari indikator (X7) Keluarga, (X8) Kelompok refrensi, (X9) Budaya; 4. Variabel Harga yang terdiri dari indikator (X10) Hemat, (X11) Persaingan harga; 5. Variabel Kepercayaan yang terditi dari indikator (X12) Persepsi Keamanan, (X13) Kepercayaan pada internet, (X14) Kepercayaan pada Online travel agents; 6. Variabel Kenyamanan yang terdiri dari indikator (X15) Menghemat waktu, (X16) Menghemat tenaga, (X17) Berbelanja setiap saat.

Adapun pengumpulan data dalam penelitian ini dilakukan dengan observasi langsung melalui pengamatan dan pencatatan fenomena-fenomena yang tampak di Kawasan Wisata Ubud, penyebaran kuesioner dengan menggunakan skala likert, wawancara untuk mendapat informasi yang diperlukan dengan menggunakan alat pedoman wawancara (interview guide), dan studi kepustakaan yang dilakukan dengan cara mengumpulkan data sekunder yang dijadikan landasan teoritis serta sebagai pedoman untuk melakukan penelitian.

Sampel dalam penelitian ini ditentukan sebanyak 180 orang wisatawan. Pengambilan sampel dilakukan dengan metode purposive, dimana responden penelitian adalah wisatawan yang pernah melakukan pemesanan akomodasi di Kawasan Wisata Ubud melalui Online Travel Agents.

HASIL DAN PEMBAHASAN

Berdasarkan karakteristiknya seluruh responden dalam penelitian merupakan wisatawan mancanegara yang terdiri dari 45 % laki-laki atau berjumlah 81 orang dan 55%

perempuan atau berjumlah 99 orang. Persentase wisatawan yang belum menikah sebesar 67,8%

atau berjumlah 122 orang. Sedangkan persentase wisatawan yang sudah menikah sebesar 32,2%

atau berjumlah 58 orang. Berdasarkan rentang umur, jumlah wisatawan tertinggi berada pada rentang umur 21-30 tahun, yaitu 53,3% atau berjumlah 96 orang. Sedangkan persentase yang paling rendah adalah wisatawan yang berumur lebih dari 40 tahun, yaitu 9,4% atau berjumlah 17 orang. Wisatawan yang pertama kali berkunjung ke Ubud dengan presentase tertinggi yaitu sebesar 71,7% atau berjumlah 129 orang.

Sedangka persentase terendah adalah wisatawan yang telah berkunjung ke Ubud 2 – 5 kali sebesar 26,7% atau berjumlah 48 orang.

Berdasarkan lama tinggal didominasi oleh wisatawan yang tinggal 1-4 hari, yaitu sebesar 57,8% atau berjumlah 104 orang. Selanjtnya diikuti dengan lama tinggal 1 minggu sebesar 22,8% atau sebanyak 41 orang. Adapun Online Travel Agent yang paling banyak digunakan adalah booking.com, yaitu sebesar 48,9% atau berjumlah 88 orang. Selanjutnya diikuti oleh Agoda dengan presentase sebesar 15% atau berjumlah 27 orang. Jenis akomodasi yang paling banyak dipesan melalui Online Travel Agents adalah akomodasi berjenis villa, yaitu sebesar 32,8% atau berjumlah 59 unit.

Kemudian, jenis akomodasi yang dipesan terbanyak kedua adalah homestay yaitu sebesar 11,7% atau berjumlah 21 unit. Dari data karakteristik wisatawan dapat terlihat bahwa jenis akomodasi homestay yang mayoritas dikelola oleh masyarakat lokal di Ubud dapat dipesan melalui Online Travel Agents booking.com.

Analisis faktor dalam penelitian ini dilakukan dengan beberapa tahapan. Pada tahap pertama dilkukan indentifiksi 16 inidikator penentu keputuasan pembelian yang kemudian diiuji besarnya hubungan antar indikator. Pada Uji Bartlett’s Bartlett Test of Sphericity didapatkan nilai 1221.102 dengan signifikansi 0,000. Hasil ini menunjukkan bahwa antara indikator terjadi korelasi dan dengan demikian peluang untuk terjadinya kesalahan pada variabel yang tidak independen sebesar 0%.

Pada uji Uji Kaiser Meyer Olkin (KMO) diperoleh nilai sebesar 0,795, yang berarti angka ini menunjukkan syarat kecukupan yang sudah

(11)

Jurnal IPTA p-ISSN : 2338-8633

Vol. 7 No. 2, 2019 e-ISSN : 2548-7930

melebihi 0,5 dan memenuhi kriteria untuk dilakukan proses ke langsung selanjutnya. Pada uji Measure of Sampling Adequacy (MSA) dapat diketahui bahwa dari ke 16 indikator, ada satu indikator yang memiliki nilai kurang dari 0,5 yaitu indikator keluarga (X7) yang memiliki nilai 0,387, sehingga indikator tersebut tidak dapat digunakan pada analisis berikutnya. Maka ke 15 indikator digunakan pada analisis selanjutnya karena memenuhi persyaratan nilai standar dari MSA > 0,5.

Selanjutnya dilakukan penentuan jumlah faktor. Pada tahap ini terbentuk empat faktor dari 15 indikator yang mempengaruhi keputusan wiatawan dalam melakukan pemesanan akomodasi melalui Online travel agents di Kawasan Wisata Ubud. Keempat faktor tersebut memiliki eigenvalue > 1, yaitu 5.201, 2.037, 1.426, dan 1.075 dimana faktor yang terbentuk menjelaskan 64.926% total varian variabel yang mempengaruhi keputusan wiatawan dalam melakukan pemesanan akomodasi melalui Online travel agents di Kawasan Wisata Ubud.

Selanjutnya rotasi faktor dilakukan dengan rotasi varimax. Berdasarkan hasil analisis rotasi maka dapat dipaparkan bahwa dari ke 15 indikator yang telah dirotasi, terdapat 14 indikator yang memenuhi syarat atau kriteria dan terdapat satu indikator yang tidak memenuhi kriteria dikarenakan loading factor yang tidak mencapai 0,5. Indikator yang dimaksud adalah kondisi pembelian (X6). Selanjutnya dengan metode Principal Componen Analisis (PCA) maka indikator yang tersisa tersebar dalam empat faktor yang merupakan faktor-faktor yang mempengaruhi keputusan wiatawan dalam melakukan pemesanan akomodasi melalui Online travel agents di Kawasan Wisata Ubud.

Adapun komponen indikator yang masuk ke dalam faktor yang pertama terdiri dari Menghemat Tenaga (X16), Menghemat Waktu (X15), Berbelanja setiap waktu (X17). Indikator yang lainnya masuk ke faktor yang kedua terdiri dari Hemat (X10), Penggunaan Produk (X5), Persaingan Harga (X11), Refrensi (X8).

Selanjutnya indikator yang masuk ke dalam faktor yang ketiga yaitu Pembelajaran (X3), Persepsi (X1), Motivasi (X2), Sarana dan Prasarana (X4). Indikator selanjutnya masuk ke dalam faktor yang keempat, yaitu Kepercayaan pada Internet (X13), Kepercayaan pada Aplikasi

(X14), Persepsi Keamanan (X12). Pada tahap selanjutnya dilakuakan interpretasi faktor. Pada tahapan ini faktor yang merupakan gabungan dari suatu indikator harus diberi nama.

Pemberian nama harus mengacu pada indikator – indikator yang membentuk faktor yang bersangkutan atau berdasarkan pada indikator yang mempunyai loading factor tertinggi Adapun hasil dari dapat dipaparkan pada Tabel 1 berikut ini.

Tabel 1.

Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Wisatawan Dalam Melakukan Pemesanan Akomodasi Melalui Online Travel Agents di Kawasan

Wisata Ubud

Nama Faktor

Nama Indikator

Eigen Value

Loading Factor

Percent of Variance

Faktor Efisiensi

Menghem at Tenaga (X16)

5.201

0.905

34.672 Menghem

at Waktu (X15)

0.903

Berbelanj a setiap waktu (X17)

0.604

Faktor Preferensi

Hemat (X10)

2.037

0.767

13.579 Pengguna

an Produk (X5)

0.685

Persainga n Harga (X11)

0.682

Referensi

(X8) 0.599

Faktor Psikologis

Pembelaja ran (X3)

1.426

0.838

9.505 Persepsi

(X1) 0.729

Motivasi 0.669

(12)

Jurnal IPTA p-ISSN : 2338-8633

Vol. 7 No. 2, 2019 e-ISSN : 2548-7930

(X2) Sarana dan Prasarana (X4)

0.535

Faktor Kepercaya

an

Kepercay aan pada Internet (X13)

1.075

0.770

7.169 Kepercay

aan pada Aplikasi (X14)

0.657

Persepsi Keamana n (X12)

0.594 Sumber : Hasil Penelitian, 2018

Berdasarkan Tabel 1, di atas, dapat ditemukan empat faktor terdiri atas 14 indikator yang memiliki pengelompokan baru. Faktor- faktor baru yang telah terbentuk diberi nama sesuai dengan indikator yang telah dikelompokan. Hal ini dapat dapat diuraikan sebagai berikut:

a. Faktor 1

Faktor pertama diberi nama Faktor Efisiensi yang memiliki nilai eigenvalue sebesar 5.201 . Adapun Faktor Efisiensi terdiri dari Menghemat Tenaga (X16), Menghemat Waktu (X15), dan Berbelanja setiap waktu (X17).

b. Faktor 2

Faktor kedua diberi nama Faktor Preferensi yang memiliki nilai eigenvalue sebesar 2.037. Adapun Faktor Preferensi terdiri dari indikator Hemat (X10), Penggunaan Produk (X5), Persaingan Harga (X11), dan Refrensi (X8).

c. Faktor 3

Faktor yang ketiga diberi nama Faktor Psikologis yang memiliki nilai eigenvalue sebesar 1.426. Adapun Faktor Psikologis terdiri dari indikator Pembelajaran (X3),

Persepsi (X1), Motivasi (X2), dan Sarana dan Prasarana (X4).

d. Faktor 4

Faktor yang keempat diberi nama Faktor Kepercayaan yang memiliki nilai eigenvalue sebesar 1.075. Adapun faktor kualitas produk terdiri dari indikator Kepercayaan pada Internet (X13), Kepercayaan pada Aplikasi (X14), Persepsi Keamanan (X12).

Faktor yang Dominan Mempengaruhi Keputusan Wisatawan Dalam Melakukan Pemesanan Akomodasi Melalui Online Travel Agents di Kawasan Wisata Ubud.

Faktor yang dominan dalam mempengaruhi keputusan pembelian dapat dilihat dari nilai eigenvalue tertinggi yaitu Faktor Efisiensi dengan eigenvalue sebesar 5,201 dan memiliki percent of variance sebesar 34,672%.

Hasil tersebut didukung oleh penelitian Devaraj (2003) yang menjelaskan bahwa keputusan membeli secara online dipengaruhi Efisiensi untuk pencarian: waktu cepat, mudah dalam penggunaan dan usaha pencarian mudah.

Kemudahan dalam mencari informasi tergantung dari layout halaman website. Jika layout cukup jelas, waktu yang digunakan untuk searching dapat dipersingkat. Usaha untuk searching lebih mudah. Sehingga efisiensi meningkat.

Faktor Efisiensi dalam penelitian ini terdiri dari tiga indikator yang mempengaruhi keputusan wisatawan dalam melakukan pemesanan akomodasi melalui online travel agents di Kawasan Wisata Ubud. Adapun tiga indikator yang dimaksud adalah menghemat tenaga sebagai indikator pertama, yang menyangkut efisiensi yang dirasakan oleh wisatawan saat melakukan pemesanan akomodasi melalui online travel agent yaitu wisatawan tidak perlu bersusah payah menghubungi ataupun datang langsung ke kantor agen perjalanan untuk memesan akomodasi. Hal tersebut didukung hasil wawancara dengan seorang wisatawan yang menyatakan “lebih mudah untuk memesan liburan sendiri melalui booking. com dll setelah meninjau hotel di tripadvisor” (Bronson, 2018).

Berdasarkan pernyataan tersebut dapat diketahui bahwa selain menggunakan pemesananan

(13)

Jurnal IPTA p-ISSN : 2338-8633

Vol. 7 No. 2, 2019 e-ISSN : 2548-7930

akomodasi melalui Online Travel Agents, peranan situs perjalanan yang menyediakan review pembanding terkait akomodasi juga penting bagi wisatawan untuk memutuskan melakukan pemesanan. Park & Lee (2009) menyatakan bahwa review online dapat memfasilitasi konsumen didalam proses membuat keputusan pembelian. Salah satu alasan utama bagi para konsumen dalam mencari informasi hotel secara online adalah kegunaan dari online review yang menyajikan informasi yang tidak membingungkan sesuai dengan keinginan pelanggan.

Indikator kedua yaitu menghemat waktu, konsumen yang sibuk akan menganggap mengunjungi kantor agen perjalanan sebagai hal yang tidak menguntungkan. Layanan pemesanan produk wisata secara elektronik menawarkan konsumen yang sibuk kesempatan untuk menghemat waktu (Srinivasan dan Ratchford, 1991). Hal tersebut didukung hasil wawancara dengan seorang wisatawan yang menyatakan Pernyataan “saya merasa sangat mudah melakukan navigasi, melihat gambar, ulasan, harga komparatif dan proses pemesanan yang mudah (user friendly)” (Raine, 2018).

Berdasarkan pernyataan tersebut dapat diketahui bahwa saat ini dengan keberadaan Online Travel Agents yang dapat diakses melalui website ataupun aplikasi yang ter-install pada smarthphone wisatawan dapat membadingkan akomodasi yang diinginkan dengan cepat dan mudah. Hal tersebut juga didukung dengan tampilan yang interaktif, sehingga wisatawan yang baru pertama kali mengunjungi suatu destinasi sekalipun dapat mengetahui dengan jelas kekurangan dan kelebihan dari akomodasi yang akan dipesan dalam waktu singkat.

Selanjutnya, indikator ketiga adalah Berbelanja setiap waktu, yang menyangkut kemudahan dirasakan oleh wisatawan dari aplikasi yang umumnya telah ter-install pada smarthphone mereka. Hal tersebut memungkinkan wisatawan dapat melakukan pemesanan akomodasi dimana saja dan kapan saja. Hal ini dapat dikatakan sebagai potensi yang menjanjikan sekaligus menjadi tantangan bagi pihak Online Travel Agents yang bersaing dalam merebut pasar tersebut. Selain dituntut untuk menyediakan aplikasi yang interaktif dan sistem booking yang handal, menjadi penting

bagi wisatawan untuk mendapatkan informasi yang lengkap serta ulasan yang apa adanya mengenai produk akomodasi yang akan dipesan sehingga value yang diterima dari akomodasi tersebut dapat memenuhi harapan wisatawan.

Dalam hal ini, pemilik homestay yang dikelola oleh masyarakat lokal memiliki peluang dalam upaya pemasaran dengan memanfaatkan sistem booking yang disediakan Online Travel Agents. Hal ini didukung hasil wawancara dengan seorang salah satu pemilik homestay yang menyatakan “Dari booking.com kita biasanya pakai sistem lewat website. Bisa dipakai block kamar, kita juga bisa cek review tamu dan berapa komisi untuk mereka. Sekarang tinggal gimana kita jaga supaya dapat ranking yang bagus” (Risyamuka, 2018). Berdasarkan pernyataan tersebut dapat diketahui bahwa saat ini pemilik homestay di Ubud telah melakukan kerjasama dengan Online Travel Agents dalam hal ini adlaah situs booking.com. Bentuk kerjasama dilakukan dengen sistem bagi komisi, dimana pihak Online Travel Agents berhak atas komisi dari hasil penyewaan kamar. Sebagai timbal balik, pemilik homestay mendapatkan akses untuk menggunakan sistem booking melalui website. Adapun fitur-fitur yang dapat digunakan pada sistem, antara lain: property info, promotions, statistics, finance, website content, rates & availability. Berbagai fitur yang disediakan dapat digunakan untuk menampilkan profil mengenai akomodasi yang ditawarkan, mengelola ketersediaan kamar, memeriksa keuntungan dari penjualan kamar sekaligus besar komisi yang harus dibayarkan kepada Online Travel Agents, hingga membuat promosi berupa potongan harga pada kondisi tertentu seperti low season.

SIMPULAN DAN SARAN Simpulan

1. Faktor-Faktor yang mempengaruhi keputusan wiatawan dalam melakukan pemesanan akomodasi melalui online travel agents di Kawasan Wisata Ubud, yaitu:

a. Faktor Efisiensi, terdiri dari indikator Menghemat Tenaga, Menghemat Waktu, dan Berbelanja setiap waktu.

b. Faktor Preferensi, terdiri dari indikator Hemat, Penggunaan Produk, Persaingan Harga, dan Referensi.

(14)

Jurnal IPTA p-ISSN : 2338-8633

Vol. 7 No. 2, 2019 e-ISSN : 2548-7930

c. Faktor Psikologis, terdiri dari indikator Pembelajaran, Persepsi, Motivasi, dan Sarana dan Prasarana.

d. Faktor Kepercayaan, terdiri dari indikator Kepercayaan pada Internet, Kepercayaan pada Aplikasi, dan Persepsi Keamanan.

2. Faktor yang dominan mempengaruhi keputusan wiatawan dalam melakukan pemesanan akomodasi melalui online travel agents di Kawasan Wisata Ubud adalah faktor efisiensi. Hal ini terkait dengan perkembangan teknologi informasi yang pesat, dimana orang ataupun wisatwan cenderung memilih cara yang paling cepat, mudah dan tidak menghabiskan banyak tenaga untuk memenuhi kebutuhan perjalanannya. Melalui aplikasi online travel agent yang ter-install pada smartphone hal tersebut sangat mungkin untuk dilakukan.

Selain itu, banyaknya promosi menarik yang ditawarkan pada aplikasi tersebut turut mempengaruhi wisatwan dalam memesan akomodasi melalui online travel agents.

Saran

1. Sebaiknya pelayanan maupun tampilan nyata akomodasi tidak jauh berbeda dengan gambar ataupun penawaran yang ditampilkan pada aplikasi.

2. Online travel agents sebaiknya menampilkan lebih banyak ulasan dari pelanggan yang telah menginap pada akomodasi yang ditawarkan sehingga wisatawan dapat melihat kelebihan dan kekurangan dari akomodasi yang ingin dipesan .

3. Online travel agents hendaknya memberikan respon yang lebih cepat ketika wisatawan bertanya ataupun menyampaikan keluhan.

4. Online travel agents diharapkan selalu memasarkan produk wisata sesuai dengan kesepakatan harga online yang telah diatur pada kontrak kerjasama. Sehingga dapat mewujudkan persaingan yang sehat dengan Biro Perjalan Wisata konvensional.

(15)

Jurnal IPTA p-ISSN : 2338-8633

Vol. 7 No. 2, 2019 e-ISSN : 2548-7930

Kepustakaan

Astuti, Luh Astuti. 2015. "Persepsi Penegelolaan Villa di Kecamatan Kuta Utara Terhadap Penggunaan Online Travel Agents sebagai Media Promosi dan Penjualan". (Tesis) Magister Pariwisata Universitas Udayana.

Devaraj, Fan, and Kohli, (2003). E-Loyalty - elusive ideal or competitive edge?.

Communication of the ACM 46, 9 (Sept.2003), 184-191.

Park, C., and Lee, T.M., 2009, Antecedents of online reviews’ usage and purchaseinfluence: an empirical comparison of US and Korean Consumers,Journal ofInteractive Marketing, vol 23 no 4, 332-340.

Srinivasan, N. & B. Ratchford (1991). An empirical test of an external search for auto-mobiles.Journal of Consumer Research,18 (4): 233-242.

https://www.cnnindonesia.com/gaya- hidup/20171112221647-307-

255138/menpar-ingatkan-travel-agent- beralih-ke-digital-tourism, diakses tanggal 28 Januari 2018.

http://www.ebizmba.com/articles/travel-

websites, diakses tanggal 28 Januari 2018.

(16)

Jurnal IPTA terindeks pada :

(17)

FAKTOR-FAKTOR YANG

MEMPENGARUHI WISATAWAN DALAM MELAKUKAN

PEMESANAN AKOMODASI MELALUI ONLINE TRAVEL

AGENTS DI KAWASAN WISATA UBUD

by Agus Wikanatha

Submission date: 27-Jan-2020 05:53AM (UTC+0700) Submission ID: 1246651217

File name: Jurnal_Faktor_OTA_Ubud_IPTA.docx (41.63K) Word count: 3287

Character count: 21559

(18)
(19)
(20)
(21)
(22)
(23)
(24)
(25)

9 %

SIMILARITY INDEX

6 %

INTERNET SOURCES

1 %

PUBLICATIONS

6 %

STUDENT PAPERS

1 2 %

2 1 %

3 1 %

4 1 %

5 1 %

6 < 1 %

7 < 1 %

8 < 1 %

FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI WISATAWAN DALAM MELAKUKAN PEMESANAN AKOMODASI MELALUI ONLINE TRAVEL AGENTS DI KAWASAN WISATA UBUD

ORIGINALITY REPORT

PRIMARY SOURCES

Submitted to iGroup

Student Paper

Submitted to Udayana University

Student Paper

garuda.ristekdikti.go.id

Internet Source

www.tandfonline.com

Internet Source

id.123dok.com

Internet Source

Submitted to Mont Blanc Palace

Student Paper

khrisnabalidwipa.com

Internet Source

Submitted to Edinburgh College (New)

Student Paper

(26)

9 < 1 %

10 < 1 %

11 < 1 %

12 < 1 %

13 < 1 %

14 < 1 %

15 < 1 %

16 < 1 %

17 < 1 %

Submitted to Universitas Negeri Semarang

Student Paper

mafiadoc.com

Internet Source

journal.ipb.ac.id

Internet Source

www.gaw-kototabang.com

Internet Source

Armain Naim. "Analisis karakteristik transformasi industri penangkapan dalam komunitas

masyarakat nelayan (Studi kasus masyarakat nelayan di Desa Panambuang Kab. Halmahera Selatan Provinsi Maluku Utara)", Agrikan: Jurnal Ilmiah Agribisnis dan Perikanan, 2011

Publication

mybluesupermoon.wordpress.com

Internet Source

pt.scribd.com

Internet Source

ml.scribd.com

Internet Source

www.surveycircle.com

Internet Source

(27)

Exclude quotes Off Exclude bibliography Off

Exclude matches Off

Referensi

Dokumen terkait

Hasil penelitian menunjukkan bahwa: peran Duta wisata dalam meningkatkan kunjungan wisatawan di kota Palembang diantaranya yaitu: (1) mendampingi Pemerintah Kota Palembang

Terdapat tujuh (7) kegiatan dalam rancangan aktualisasi penulis seperti yang tertera pada Tabel 1 di atas, yang mana sebagai wujud aktualisasi nilai, maka dalam

Penelitian ini penting untuk dilakukan karena hasil penelitian ini diharapkan dapat menghasilkan stategi pemasaran yang tepat kepada Bali Easy Holiday dalam

Fasilitas untuk dapat melakukan reservasi online di Lab Tour UPW yang juga membuka biro perjalanan Bumi Kentingan Tour and Travel sudah memadai, namun belum terdapat

Kriteria : Ketepatan dan penguasaan dalam menjelaskan Definisi misi dan tujuan organisasi, beberapa fungsi dan tujuan organisasi, tipe-tipe tujuan organisasi Penilaian :

efisiensi produktifitas kerja yang ditandai dengan jumlah kapasitas produksi, stasiun kerja yang dibuat, jadwal kerja, urutan kerja, mesin yang dipakai, sehingga dalam produksi

Walaupun jumlah responden yang menyatakan sangat tidak setuju jumlahnya kecil, namun ini harus mendapat perhatian serius para pengelola daya tarik wisata agar selalu

Di ruang publik, dalam hal ini di museum, selain bahasa Indonesia, penggunaan bahasa asing juga harus digunakan, misalnya bahasa Inggris pada informasi publik untuk wisatawan asing yang