BAB1
PENDAHULUAN
1.1 LATAR BELAKANG MASALAH
Badan Perencanan Pembangunan Daerah Kabupaten Rokan Hulu merupakan salah satu perangkat daerah yang memiliki fungsi perencana dan penelitian pengembangan serta inovasi yang menjalankan fungsi koordinasi bidang perencanaan bagi perangkat daerah yang ada di kabupaten Rokan Hulu, dalam menjalankan fungsinya sebagai coordinator perencanaan Badan Perencanaan Pembangunan Daerah Kabupaten Rokan hulu juga memiliki tanggung jawab dalammenjalankan program dan kegiatanserta sub kegiatan yangada di internal Badan Perencanaan Pembangunan Daerah Kabupaten Rokan Hulu. Dengan demikian secara internal perlu juga dilakukan audit internal dalam pelaksanaan program, kegiatan dan sub kegiatan tersebut sehingga didapat kinerja yang baik bagi Badan Perencanaan Pembangunan daerah Kabupaten Rokan Hulu.
Upaya peningkatan kinerja harus terus dilakukan oleh pimpinan dengan pengawasan manajemen yang lebih baik dan efektif melalui audit internal. Hal ini dilakukan untuk meminimalkan permasalahan yang muncul yang berkaitan dengan menurunnya kualitas dan kuantitas kerja, ketidakefisienan waktu penyelesaian pekerjaan, kesulitan penyelesaian masalah kerja, serta berkurangnya inisiatif kerja.
Upaya audit internal di atas harus dilakukan secara berkala mengingat beberapa permasalahan, khususnya yang terkait dengan permasalahan hasil audit internal dan kinerja karyawan, di antaranya sebagai berikut: a) Tindak lanjut hasil
audit internal berlaku nasional, sehingga kurang spesifik menunjukkan kinerja tiap cabang. Akibatnya, rencana audit lanjutan ke tiap cabang/unit kadang belum efektif menyelesaikan masalah di cabang tersebut; b) Tingkat kehadiran kerja karyawan hanya mencapai 95% dari target 97% sehingga tingkat kepuasan nasabah berkurang karena layanannya terganggu; c) Karyawan sering kurang gugup ketika dilakukan audit internal harian terhadap kemampuan melaksanakan tugasnya. Hal ini dimungkinkan terjadi karena karyawan kurang mampu menangani masalah pekerjaan sehingga penilaian terhadap kinerjanya tidak optimal; d) Unit-unit kerja membutuhkan waktu yang lebih lama atau lebih dari tiga hari untuk membuat laporan triwulan yang menjadi tanggung jawabnya. Hal ini diduga karena karyawan kurang mampu menjalin hubungan dan kerjasama yang baik dengan rekan kerja, sehingga berdampak pada keterlambatan kerja.
Permasalahan di atas menuntut manajemen terus melakukan audit internal secara periodik
kepada setiap karyawan dan setiap aspek kinerja agar mampu menunjukkan kinerja yang baik dan dapat memuaskan seluruh stakeholder. Hal ini disebabkan, pelaksanaan audit internal diduga berpengaruh terhadap kinerja Badan Perencanaan Pembangunan Daerah.
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Peranan Audit Internal terhadap kinerja pada Badan Perencanaan Pembangunan Daerah Kabupaten Rokan Hulu Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif secara deskriptif terhadap responden (sampel jenuh) sebanyak 51 dari total populasi pegawai baik ASN maupun Non ASN di Lingkungan badan Perencanaan Pembangunan Daerah Kabupaten Rokan Hulu . Berdasarkan hasil analisis regresi linier sederhana, audit
internal berpengaruh signifikan terhadap kinerja Badan Perencanaan Pembanguina.
Artinya, aspek-aspek audit internal yang sudah dijalankan secara baik sesuai dengan prosedur yang berlaku, sehingga menyebabkan kinerja Badan Perencanaan Pembangunan Daerah Kabupaten Rokan Hulu juga baik.
1.2 RUMUSAN MASALAH
Rumusan masalah dalam Rancangan Umum Penelitian ini adalah : Seberapa besar Pengaruh pelaksanaan audit internal terhadap kinerja karyawan Badan Perencanaan Pembangunan Daerah Kabupaten Rokan Hulu
1.3 MANFAAT PENELITIAN
Secara spesifik manfaat dari penelitian ini adalah :
1. Sebagai bahan informasi bagi Badan perencanaan Pembangunan Daerah kabupaten Rokan Hulu dalam meningkatkan kinerja karyawan.
2. Diharapkan adanya perbaikan atau peningkatan Kinerja bagi Badan perencanaan Pembangunan Daerah kabupaten Rokan Hulu
BAB II
TELAAH PUSTAKA
2.1 Audit Internal
Audit internal merupakan fungsi pengawasan untuk mengevaluasi aktivitas kinerja organisasi dan orang-orang di dalamnya. Hal ini sejalan dengan pendapat Moeller (2016:4,5), bahwa “Audit internal adalah fungsi penilaian independen yang disusun dalam suatu organisasi untuk menguji dan mengevaluasi segala aktivitasnya sebagai suatu layanan bagi organisasinya.
Audit internal juga dikenal sebagai pengendalian organisasional dalam suatu perusahaan yang fungsinya mengukur dan mengevaluasi efektivitas pengendalian lainnya. “
Audit internal bisa dilakukan berdasarkan acuan yang dikemukakan para ahli. Dalam penelitian ini, acuan yang digunakan adalah yang dikemukakan oleh Cascarino dan Esch (2015:18) dengan dimensi dan indikator-indikator berikut. Dimensi Perencanaan dan persiapan, Perencanaan dan persiapan merupakan langkah awal audit internal. Dimensi ini terdiri atas beberapa indikator, yaitu: a) adanya tinjauan jaminan kualitas dari team review; b) penentuan standar kualitas sebelumnya (standar awal); c) ketersediaan pedoman pelaksanaan audit internal terbaik yang disusun oleh IIA; d) pertemuan awal dengan stakeholder; e) mempersiapkan informasi- informasi awal yang dibutuhkan.
Dimensi Penentuan Kebutuhan Klien (Auditee)
Penentuan kebutuhan klien (auditee) harus dilakukan untuk mengukur komitmen manajemen terhadap dukungan audit internal. Dimensi
ini terdiri atas beberapa indikator, yaitu: a) melakukan wawancara tentang fungsi audit internal meliputi manajemen, komite audit, dan auditor; b) melakukan observasi tentang fungsi audit internal meliputi manajemen, komite audit, dan auditor; c) mengukur pemahaman klien tentang fungsi dan tujuan audit internal sebagai inti kegiatan; d) memberikan rekomendasi untuk peningkatan kinerja di kemudian hari.
Dimensi Analisis Proses Audit Internal
Analisis proses audit harus mengacu pada pedoman audit terbaru dan harus dipahami oleh auditor dan auditee. Dimensi ini terdiri atas beberapa indikator, yaitu: a) pengembangan rencana audit terhadap seluruh aspek; b) perencanaan audit secara individual; dan c) mengusulkan program audit lanjutan.
Dimensi Hasil Temuan Audit Internal
Tahap ini merupakan penyampaian hasil tinjauan audit kepada manajemen dan komite audit dalam kegiatan pertemuan. Dimensi ini terdiri atas beberapa indikator, yaitu: a) proses penyampaian hasil audit kepada komite audit; b) penjelasan kesimpulan manajemen keseluruhan secara signifikan; c) tindakan-tindakan yang diperlukan atau menginterpretasikan hasil temuan; d) fokus pelaporan pada aspek-aspek tinjauan yang sangat penting; dan e) pemenuhan standar yang dicapai tentang catatan kekurangan, temuan, kesempatan perbaikan, dan rekomendasi yang harus disetujui oleh pimpinan audit interna Dimensi Perbaikan Mutu Berkelanjutan Hasil audit internal memuat tentang pengembangan atau peningkatan target, serta upaya mendapatkan keberhasilan, keuntungan dan konsistensi dari proses tersebut.
Dimensi ini terdiri atas beberapa indikator, yaitu: a) adanya peningkatan target kerja; b) fokus kepada tujuan keseluruhan dari proses audit, yaitu kepuasan konsumen; serta c) peningkatan harapan stakeholder Tindak Lanjut
BAB III
METODE PENELITIAN
1.1 Desain Penelitian
Penelitian ini rencananya akan dilaksanakan langsung kelokasi objek penelitian dengan dengan methode analisis deskriptif ( kuantitatif )
1.2 Variabel Penelitian, Definisi Operasional Variabel 1.2.1 Variabel Penelitian
Dalam Rancangan Umum Penelitian ini peneliti menggunakan 1 variabel independen,1 variabel dependen , variable tersebut yaitu :
- Kinerja Karyawan( Variabel Defenden ) -.Audit Internal( Variabel Independen 1 )
1.2.2 Definisi operasional Variabel
Variabel Penelitian Definisi Operasional Indikator
Kinerja Karyawan
( Variabel dependen)
kinerja karyawan adalah keluaran yang dihasilkan oleh fungsi-fungsi atau indicator – indicator suatu pekerjaan atau suatu profesi dalam waktu
Diukur dengan kuisioner yang dikembangkan oleh berbagai pihak yang terdapat dalam buku yang disusun oleh mas’ud ( 2004 ). Variabel ini diukur
tertentu ( Wirawan, 2009:5 dalam suryoko 2012 )
dengan menggunakan skala interval yaitu pengukuran sikap dengan menyatakan skala interval dengan poin 1 ( sangat tidak setuju ), 2 ( tidak setuju ), 3 ( Nentral ), 4 ( Setuju ), 5 ( sangat setuju )
Audit Internal; ( Variabel independen )
fungsi penilaian independen yang disusun dalam suatu organisasi untuk menguji dan
mengevaluasi segala
aktivitasnya sebagai suatu layanan bagi organisasinya
Diukur dengan kuisioner yang dikembangkan oleh berbagai pihak yang terdapat dalam buku yang disusun oleh mas’ud ( 2004 ). Variabel ini diukur dengan menggunakan skala interval yaitu pengukuran sikap dengan menyatakan skala interval dengan poin 1 ( sangat tidak setuju ), 2 ( tidak setuju ), 3 ( Nentral ), 4 ( Setuju ), 5 ( sangat setuju )
1.3 Jenis dan Sumber Data
Penelitian ini akan menggunakan dua sumber data untuk memperoleh hasil yang diinginkan. Kedua sumber data itu adalah:
3.3.1 Data Primer
Data primer yaitu data penelitian yang diperoleh secara langsung dari sumber asli (tidak melalui sumber perantara) dan data dikumpulkan secara khusus untuk menjawab pertanyaan penelitian yang sesuai dengan keinginan peneliti (Fuad Mas’ud, 2004).Data primer ini khusus dikumpulkan untuk kebutuhan riset yang sedang berjalan.
Data primer dalam penelitian ini adalah data tentang profil sosial dan identifikasi responden, berisi data responden yang berhubungan dengan identitas responden, dan keadaan sosialnya seperti misalnya; usia, jabatan, pendidikan terakhir, dan lama bekerja di Badan Usaha Milik Desa ( BUM-Des ) desa Marga Mulya Kecamatan Rambah Samo
3.3.2 Data Sekunder
Fuad Mas’ud (2004) menyatakan bahwa data sekunder adalah data yang merupakan sumber data penelitian yang diperoleh peneliti secara tidak langsung melalui perantara (diperoleh dan dicatat pihak lain). Data sekunder umumnya berupa bukti, catatan atau laporan histories yang telah tersusun dalam arsip (data dokumenter) yang dipublikasikan dan yang tidak dipublikasikan.
Data sekunder dalam penelitian ini adalah data-data yang berasal dari Badan Usaha Milik Desa ( BUM-Des ) desa Marga Mulya Kecamatan Rambah Samo antara lain yang berisi tentang data jumlah seluruh karyawan.
1.4 Populasi dan Sampel
1.4.1 Populasi
Populasi adalah kelompok atau kumpulan individu-individu atau obyek penelitian yang memiliki standar-standar tertentu dari ciri-ciri yang telah ditetapkan sebelumnya. Berdasarkan kualitas dan ciri tersebut, populasi dapat dipahami sebagai sekelompok individu atau obyek pengamatan yang minimal memiliki satu persamaan karakteristik (Cooper dan Emory, 2005).
Dalam penelitian ini populasi yang digunakan adalah karyawan Badan Perencanaan Pembangunan Daerah Kabupaten Rokan Hulu sebanyak 72 orang
3.4.2 Sampel
Menurut Arikunto (2005: 112), sampel adalah bagian dari sebuah populasi yang dianggap dapat mewakili dari populasi tersebut. Jumlah Personil Kepolisian Sat Lantas Polresta Pekanbaru sebanyak 125 orang. Karena populasi relatif besar, maka dalam penelitian ini pengambilan sampel dengan menggunakan metode slovin yaitu:
N 85 85
n = = = = 55,56 dibulatkan = 56 Nd2 + 1 60 x 0.102 + 1 2,25
Keterangan :
n = Jumlah sampel N= Jumlah populasi
d2= Besarnya toleransi penyimpangan ditetapkan dalam penelitian ini sebesar 10% (0,1)
Berdasarkan metode slovin, maka diperoleh sampel sebanyak 85 responden. Teknik pengambilan sampel menggunakan metode probability sampling yaitu simple random sampling, dimana pengambilan sample dilakukan secara random artinya acak dan simple yang berarti sederhana. Dengan metode ini, sample dipilih langsung dari populasi dan besar peluang setiap anggota populasi untuk menjadi sample sama besar. Cara ini cukup sederhana dan bisa diterapkan mengingat jumlah pegawai yang diteliti terbatas dan diketahui dengan pasti.
1.5 Prosedur Pengumpulan Data
Metode pengumpulan data primer dilakukan dengan menggunakan angket tertutup, untuk mendapatkan data tentang dimensi-dimensi dari konstruk- konstruk yang akan dikembangkan dalam penelitian ini. Pernyataan-pernyataan dalam angket tertutup dibuat dengan menggunakan skala Likert 1 – 5.
Kategori sangat setuju dengan skor sebesar = 5
Kategori setuju dengan skor sebesar = 4
Kategori netral dengan skor sebesar = 3
Kategori tidak setuju dengan skor sebesar = 2
Kategori sangat tidak setuju dengan skor sebesar= 1 Interval yang digunakan adalah sebagai berikut :
Nilai Tertinggi – Nilai Terendah 5 – 1 4 Range/Interval = = = = 0,8 5 5 5
Dari hasil rentang skala diatas, dapat ditemukan interval dan kriteria sebagai berikut :
Interval : Kriteria :
1,00 – 1,79 = Tidak Baik
1,80 – 2,59 = Kurang Baik
2,60 – 3,39 = Cukup Baik
3,40 – 4,19 = Baik
4,20 – 5,00 = Sangat Baik
Teknik pengumpulan data menggunakan wawancara dengan tatap muka langsung dengan menggunakan kuesioner sebagai panduan dalam wawancara tersebut. Pengumpulan data-data juga akan dilakukan dengan cara studi pustaka (majalah, Koran ataupun literatur-literatur) untuk mendapatkan data-data atau teori- teori pendukung.
1.6 Teknik Analisis Data
Teknik analisis data yang akan digunakan dalam penelitian ini adalah analisis regresi linear berganda, uji t (uji parsial), dan uji f (uji serempak)
3.6.1 Regresi Linier Berganda
Analisis linear berganda digunakan oleh peneliti, bila peneliti bermaksud meramalkan bagaimana keadaan (naik turunnya) variable dependen (kriterium) bila dua atau lebih variable independen sebagai factor preditor dimanipulasi (Sugiono, 2010).
Hal yang perlu diperhatikandalam perekonomian adalah jarang terdapat reaksi yang ditimbulkan oleh suatu aksi secara seketika. Namun, hal ini memerlukan selang waktu atau time Lag (kelambanan)(Gujarati dalam Denni Sulistio Mirza,
2012).Realisasi APBD (belanja modal dan biaya operasional pemeliharaan) bidang pendidikan dan kesehatan, tidak dapat langsung mempengaruhi tingkat Indeks Pembangunan Manusia di tahun yang sama ntuk melihat efeknya terhadap IPM dibutuhkan adanya “time lag”. Teknik analisis yang akan digunakan adalah model kuadrat terkecil (Ordinary Least Square/OLS).
Model persamaannya adalah sebagai berikut:
Y = f (X1,X2)
atau secara eksplisit dapat dinyatakan dalam fungsi Cobb-Douglas berikut:
Y = α₀
Secara matematis dapat dispesifikasikan ke dalam model Linlog (Linear Logaritma) sebagai berikut :
Y = α₀+ β1LnX1t-1 + β2LnX2t-1 + μ
Dimana: Y adalah Indeks Pembangunan Manusia/ IPM (persen); LnX1t-1
adalah Logaritma Natural Realisasi belanja modal dan biaya operasional pemeliharaan untuk bidang pendidikan(Lag Time)(rupiah); LnX2t-1adalah Logaritma Natural Realisasi belanja modal dan biaya operasional pemeliharaan untuk bidang kesehatan (Lag Time) (Rupiah); α adalah intercept/ konstanta; β1, β2 adalah koefisien regresi; µ error term; dan (t-1) Time Lag(mundur satu tahun dari tahun sebelumnya).
3.6.2 Koefisien Determinasi (R-Square)
Koefisien determinasi dilakukan untuk melihat seberapa besar kemampuan variabel independen secara bersama dapat memberikan penjelasan terhadap variabel dependen, dimana nilai R² berkisar antara 0 sampai 1 (0≤R²≤1).
3.6.3 Uji t-statistik (Uji Parsial)
Uji t-statistik merupakan suatu pengujian yang bertujuan untuk mengetahui apakah masing-masing variabel independen signifikan atau tidak terhadap veriabel dependen dengan menganggap variabel independen lainnya konstan.
3.6.4 Uji F- statistic (Uji serempak)
Uji F-statistik ini dilakukan untuk melihat seberapa besar pengaruh variabel independen secara keseluruhan atau bersama-sama terhadap variabel dependen.Pengujian ini dilakukan untuk membandingkan nilai F-hitung dengan F- tabel. Jika F-hitung lebih besar dari F-tabel maka Ho ditolak, yang berarti variabel independen secara bersama-sama mempengaruhi variabel dependen
DAFTAR PUSTAKA
Aprilianty, Alifa. 2014. Pengaruh Internal Audit terhadap Kinerja Karyawan: Studi Kasus pada PT. Bank Danamon Indonesia, Tbk., Kantor Cabang Purwakarta. Skripsi. Departemen Akuntansi, Fekon, Universitas Kristen Maranatha, Bandung
Cascarino, Richard dan Sandy van Esch. 2015. Internal Auditing: An Integrated .
Approach. Second Edition. South Africa: Juta and Co., Ltd.
Moeller, Robert R. 2016. Brink’s Modern Internal Auditing: A Common Body of Knowledge. Eight Edition. Hoboken-New Jersey: John Wiley and Sons, Inc., Publishers
Muharramia, Seftika. 2008. Pengaruh Audit Internal terhadap Kinerja Karyawan pada Perbankan di Kota Kediri. Skripsi. Program Studi Akuntansi.
Universitas Muhammadiyah Surakarta
Sawyer, Lawrence B., Mortimer A. Dittenhoffer dan James H. Scheiner, 2015.
Sawyer’s Internal Auditing, Fifth Edition, Alih Bahasa: Desi Adhariani, Salemba Empat, Jakarta.
Sedarmayanti, 2011. Manajemen Sumber Daya Manusia : Reformasi Birokrasi dan Manajemen PNS, Cetakan Kelima, Penerbit PT Refika Aditama, Bandung
Widianti, Hesti. 2014. Pengaruh Audit Internal terhadap Kinerja Staf Administrasi PT Arta Boga Cemerlang Tegal. Skripsi. Jurusan Akuntansi. Politeknik Harapan Bangsa. Tegal